Kalimat ini terkesan asal-asalan.Penonton kembali gempar.Terutama Xavier berdiri di sana tidak seperti yang lainnya. Dia dengan gaya seolah-olah tak terkalahkan dan ekspresi yang santai benar-benar membuat marah sekelompok orang.Di antara mereka, tiga orang yang paling marah adalah Brandon dari Keluarga Martinez, Andreas dari Keluarga Harrison dan Kelvin dari keluarga Stewart.Di antara ketiga orang ini, Andreas dan Kelvin sama-sama memiliki dendam terhadap Xavier. Mereka tidak sabar menunggu seseorang datang ke lapangan untuk membunuh Xavier.Brandon tidak memiliki dendam dengan Xavier, tetapi hanya tidak tahu kenapa, dia tidak menyukai keberadaan Xavier dari lubuk hatinya. Saat dia memikirkan taruhan antara dirinya dan Xavier, Brandon juga berharap seseorang dapat memberinya pelajaran."Apakah tidak ada siapa-siapa lagi?" tanya Xavier dengan acuh tak acuh.Suaranya begitu tajam sehingga semua orang di arena mendengarnya, seolah-olah Xavier mengatakannya di telinga mereka.Penonton
Xavier bergerak dengan cepat.Bahkan lebih cepat daripada Damien.Namun gaya mereka berbeda.Ketika Damien bergerak, dia mengikuti tubuh bergerak ringan seperti angin yang bertiup bebas tanpa terkendali.Sementara gaya Xavier tampak kuat dan tegas.Pada saat ini, Xavier masih berada di posisi semula dan pada detik berikutnya, dia sudah berada di depan Damien.Xavier langsung melancarkan serangan ke arah Damien.Damien tidak menghindari tinju Xavier untuk pertama kalinya, tetapi mundur beberapa langkah untuk memutar tubuhnya, sehingga dia masih menjaga sisinya yang menghadap ke arah Xavier."..."Ini adalah pertama kalinya Xavier bertemu lawan seperti itu, dia merasa marah bercampur lucu.Damien menstabilkan tubuhnya dan berkata, "Jangan harap bisa berhadapan denganku!"Begitu kata-kata itu terucapkan, Damien memegang kipas di tangannya dan mengambil inisiatif untuk menyerang Xavier.Meski masih menghadap ke arah samping Xavier, kekuatan yang terkandung dalam kipasnya yang bergetar ini
Pemuda bernama Oliver berkata sambil senyum masam, "Kekuatannya seharusnya berada di tahap awal Alam Grandmaster, meskipun saya tidak dapat melihat melalui metode apa yang dia gunakan, tetapi saya dapat mengira kekuatan super seperti apa yang dia gunakan." "Kekuatan super?" tanya Lucas keheranan.Dia belum pernah mendengar istilah itu."Yah, menurut guruku, ada total 36 benda berkekuatan super di dunia ini. Setiap kekuatan super memiliki efek yang berbeda. Saya kira Xavier menggunakan kekuatan super yang bisa mengendalikan kebebasan seseorang," kata Oliver sambil berpikir sejenak."Apakah ada hal ajaib di dunia ini?" kata Lucas dengan heran.Ini memang pertama kalinya dia mendengarnya.Oliver mengangguk dan berkata, "Ya, dikatakan ada 36 benda yang memiliki kekuatan super. Benda ini diciptakan oleh para orang suci dan ditinggalkan di dunia kita."Lucas mengangguk dengan serius, lalu menatap Oliver dan berkata, "Kalau begitu, apakah kamu yakin bisa mengalahkannya?"Oliver berkata sambi
Xavier berdiri dengan tenang di dalam benda transparan ini dengan sangat tenang.Dia bertanya dengan tanpa tergesa-gesa, "Apa yang kamu bicarakan?""Kamu bahkan tidak tahu tentang kekuatan super?"Setelah melihat ekspresi bingung Xavier, Oliver tersenyum bangga dan berkata, "Padahal kamu juga memiliki kekuatan super!"Dalam hatinya, alasan kenapa Xavier mampu membuat William dari Keluarga Martinez dan Damien dari Sekte Bajra mengaku kalah tanpa pertumpahan darah adalah karena Xavier menggunakan kekuatan supernya.Xavier mengerutkan kening.Dia tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Oliver.Oliver dengan sombong mengeluarkan cincin di tangannya dan berkata, "Ini adalah kekuatan superku." Xavier melihatnya dan hanya merasa cincin ini sedikit familier.Dia pun langsung teringat sesuatu.Xavier pernah memperoleh gelang seperti ini sehari sebelum dimulainya Konferensi Seniman bela diri Kuno.Pada saat ini, benda yang dipegang Oliver di tangannya adalah bahan yang sama dengan gelang itu.Sem
Wajah Oliver menjadi masam.Dia hampir menjadi gila, gara-gara melihat ekspresi Xavier yang begitu sengaja mengujinya.Karena emosi, raut wajah Oliver menjadi sedikit menakutkan. Sepasang matanya yang garang dengan senyuman yang ganjil, membuat orang-orang di sekitar arena menjadi ketakutan.Oliver menyeringai dan berkata, "Xavier, apa kamu benar-benar berpikir kemampuanku hanya seperti ini? Jadi, waktu itu baru bisa memenangkan kejuaraan di Konferensi seni bela diri kuno?"Xavier memandang Oliver dengan tenang dan berkata, "Kalau kamu memiliki cara lain, silakan menggunakannya!"Dia ingin melihat kenapa Oliver begitu arogan.Setelah Oliver mendengkus dingin, sosoknya mulai bergerak."Baiklah, kalau begitu, aku akan memperlihatkan padamu kekuatan yang sebenarnya dari Alam Grandmaster!"Pada detik berikutnya, Oliver memukul Xavier dengan telapak tangannya.Xavier hanya menatap telapak tangan ini dengan tenang dan masih tidak menghindar.Oliver mencibir, "Apa kamu ingin menggunakan kekua
Suara ini bergema di seluruh arena.Banyak orang bersemangat.Mereka akrab dengan pemilik suara itu."Ini Harry!""Dia adalah Harry Rodwin yang menjadi master dari Alam Grandmaster dua puluh tahun yang lalu!""Dia juga orang yang mencetuskan Konferensi Seniman bela diri Kuno!"Bagaimana mungkin mereka tidak bersemangat?Sejak awal Konferensi Seniman bela diri Kuno, Harry jarang muncul di Neptune, hal ini membuat banyak seniman bela diri kuno yang ingin mengangkat Harry sebagai guru menjadi cemas.Mereka mencoba yang terbaik untuk menemukan keberadaan Harry, tetapi tidak menemukan apa pun.Belakangan ini, bahkan ada kabar yang tersebar kalau dia sudah meninggal.Tanpa diduga, Harry ternyata tidak mati. Bukan hanya master di Keluarga Stewart yang merupakan pemenang tahun lalu yang menjadi guru Oliver.Ini membuat iri banyak orang."Tidak heran Oliver mampu menerobos Alam Grandmaster di usia muda."Ya, dua puluh tahun yang lalu, Harry adalah master nomor satu di Neptune dan satu-satunya m
Penonton terkejut.Tornado yang tak terhitung jumlahnya ini berkumpul dan membentuk pusaran yang sangat menakutkan, seperti hewan buas yang bisa melahap segalanya."Wah!"Tornado itu mengeluarkan suara yang mengerikan."Kalau terjebak dalam pusaran ini, aku khawatir dia akan musnah, 'kan?" seru seseorang yang merasa ngeri.Tornado membawa pusaran air langsung menghantam Xavier.Ke mana pun mereka lewat, tidak ada yang lolos dari hantamannya.Apa pun yang mendekati daerah sekitar tornado langsung berubah menjadi bubuk.Bahkan ada beberapa orang yang ketakutan langsung berdiri dan bersiap melarikan diri dari arena kapan saja.Bagaimanapun juga, serangan tornado ini sangat kuat.Untungnya, Harry hanya mengendalikan tornado yang menyapu zona pertempuran ini. Kalau sampai menyapu seluruh arena seniman bela diri kuno ini, dia khawatir setengah dari orang-orang di sini akan terbunuh.Xavier masih dengan tenang melihat tornado yang sepertinya menyerangnya, dan tidak bergerak."Apakah hanya ada
Segera setelah itu, semua orang langsung mengenalinya.Orang yang berada di pusaran itu, kalau bukan Xavier, siapa lagi itu?"Hahaha!"Terlepas dari apakah mereka mengenal Xavier atau tidak, mereka semua tertawa.Ketika Graciela melihat adegan ini, dia tertawa gembira, sambil tersenyum, air matanya "menitik" membasahi wajahnya.Kalau Xavier ada di sisinya, Graciela pasti akan melemparkan dirinya ke pelukan Xavier dan memukul dadanya.William dan Damien melihat adegan ini, menjadi makin yakin akan kehebatan Xavier. Kalau itu mereka, pasti tidak akan bisa menangkis serangan itu.Michael Azure dan Penanggung jawab Sekte, Paul juga benar-benar lega.Michael pun bergumam dalam hati, 'Kekuatan Tuan Xavier benar-benar luar biasa!'Pada saat yang sama, mereka juga menghela napas dan berteriak, "Langit memberkati Sekte Azure, bagaimana mereka bisa begitu beruntung dan mendapatkan teman hebat seperti Xavier ini!"Kalau dikatakan Michael memilih untuk menyerah kepada Xavier sebelumnya, itu adalah
Tiba-tiba, Pria berjanggut kambing tertawa, "Di Kota Ankhara, bukan hanya berani melukai orang-orangku malah juga begitu bernyali besar mengancamku? Hehe, kamu tidak mungkin benar-benar berpikir dirimu itu tak terkalahkan, bukan?"Xavier tampak acuh tak acuh.Dia berkata dengan suara yang dingin dan menyipitkan sepasang matanya, "Masih ada 50 detik lagi!"Pria berjanggut kambing masih tidak peduli. Dia menoleh ke arah para kultivator di sampingnya dan tertawa, lalu menunjuk ke Xavier dan berkata, "Orang ini ... otaknya pasti bermasalah, bukan? Hanya dengan beberapa orang ini, mereka berani menantang kita di Kota Ankhara ....""Hahaha!" Para kultivator di samping Pria berjanggut kambing semua tertawa, sama sekali tidak memandang Xavier dan yang lainnya."Xavier, dengan aura pembunuh yang terpancar dari matanya, dia melirik mereka dan berkata, "Masih ada 30 detik lagi!" Xavier tidak terburu-buru untuk bertindak.Mengingat dia telah memberi mereka waktu satu menit untuk mempertimbangkan
Xavier baru saja membantu pria berjenggot putih itu berdiri, ketika pria itu segera berlutut lagi. "Tuan Xavier, jika Anda tidak menyetujui permintaan saya, saya tidak akan berdiri," kata pria berjenggot putih itu dengan suara gemetar. Xavier merasa sedih, dan dengan cepat berkata, "Silakan katakan, apa yang Anda ingin saya setujui, selama saya bisa melakukannya, saya tidak akan menolak!"Melihat pria berjenggot putih ini, yang sudah berusia lanjut, berlutut di depannya di depan begitu banyak orang, hatinya sangat sedih. Dia berpikir pria tua ini pasti menghadapi beberapa masalah yang membutuhkan bantuan. Pria berjenggot putih itu, mengangkat kepalanya perlahan dan menatap Xavier, air mata berkilauan di matanya yang keruh."Harap Tuan Xavier membantu kami di Kota Ankhara, membersihkan Sekte Griffin, membersihkan hama di Kota Ankhara ini dan mengembalikan langit yang cerah untuk Kota Ankhara kami." Setelah mengatakan ini, pria berjenggot putih itu memberi hormat dengan berat. Xavie
Ini adalah pertanyaan yang sangat penting bagi Xavier. Dia selalu berpikir kekuatan Minotaur tidak kalah darinya.Kalau Minotaur menggunakan semua kekuatannya, orang-orang ini mungkin tidak akan bisa mendekatinya. Namun, dia baru saja melihat Minotaur berjuang keras ketika menghadapi orang-orang ini. Ini adalah sesuatu yang membuatnya bingung.Minotaur tidak ingin berbicara di depan banyak orang atau mungkin dia ingat perintah Xavier untuk tidak berbicara ketika ada banyak orang, jadi dia langsung berbicara melalui telepati. "Kemampuanku menurun." "Apa?" Xavier terkejut melihat Minotaur. Minotaur terus berbicara melalui telepati. "Aku juga tidak tahu mengapa, setelah keluar dari pelatihan itu, levelku terus menurun setiap hari, sekarang aku hanya memiliki kekuatan dari Alam Super Grandmaster."Mendengar kata-kata Minotaur, Xavier akhirnya mengerti kenapa Minotaur bisa terluka. Ternyata, level alamnya telah kembali seperti sebelumnya. Walaupun begitu, kenapa bisa menurun? Pada s
"Aku juga memiliki niat yang sama!" kata Xavier dengan nada dingin. Dia sangat membenci orang-orang ini. Mereka berlagak sebagai kultivator, lalu berpura-pura mabuk dan menggoda gadis-gadis biasa di jalanan. Kalau mereka berani menggoda orang yang lebih tinggi tingkatannya setelah minum atau menggoda orang yang memiliki status lebih tinggi dari mereka, Xavier benar-benar berpikir mereka itu mabuk. Namun, mereka hanya berani menggoda orang yang lebih lemah, jadi itu menunjukkan mereka sebenarnya paling memahami dibandingkan siapa pun.Delapan kultivator di tanah juga melihat niat membunuh di mata Xavier. Meskipun mereka terluka, tetap tidak takut. Sebaliknya, mereka berteriak, "Kalian tahu kami adalah orang siapa?" "Aku tidak peduli kalian adalah orang siapa!" Xavier menendang wajah seorang kultivator yang baru saja berbicara.Kultivator yang ditendang itu memiliki kemarahan di wajahnya. "Kamu berani memukulku!" "Apa masalahnya aku memukulmu?" Xavier maju, mengangkat kakinya da
Xavier dan yang lainnya menunggu Monalisa sejenak di lantai satu.Kemudian mereka berjalan menuju lokasi kejadian itu. Xavier bertanya sewaktu dalam perjalanan, "Kenapa Cyan mulai berkelahi dengan orang lain?""Kami sedang berjalan-jalan, lalu bertemu dengan beberapa kultivator yang mabuk. Mereka sedang menggoda beberapa wanita biasa. Cyan tidak bisa membiarkannya, jadi dia pergi untuk menghentikannya, kemudian mereka mulai berkelahi," tutur Igor."Rupanya begitu," kata Xavier sambil mengangguk. Bukan hanya Cyan yang tidak bisa berdiam diri dan mulai bertindak, bahkan kalau dia berada di sana, kemungkinan juga akan melakukan hal yang sama. Lagi pula, seorang kultivator tidak mungkin mabuk. Mereka menggunakan kekuatan alkohol untuk menggoda wanita, pasti hanya berpura-pura. Ini menunjukkan sifat asli mereka memang seperti itu.Monalisa bahkan berkata dengan marah, "Mereka berani menggoda wanita di jalan besar hanya karena mereka adalah seorang kultivator, ini benar-benar tidak dapa
Satu jam kemudian. Di luar Kota Kaida. Igor mengendarai kereta kuda dan berangkat. Xavier sudah menunggu di luar kota sejak awal. "Bisakah kita berangkat?" tanya Igor.Kereta kuda berhenti di depan Xavier, Igor turun dari kereta. "Bisa." Xavier melihat kereta kuda itu. Sangat mewah dan sederhana! Di belakangnya juga ada sebuah palanquin, yang sangat sesuai dengan keinginan Xavier. Pada saat itu, Monalisa dan Cyan keduanya keluar dari Kota Kaida. Mereka menggunakan teknik tubuh mereka dan datang ke samping kereta kuda. Xavier bertanya, "Apakah kalian semua sudah siap?" "Sudah siap." Monalisa dan Cyan mengangguk. Xavier kemudian berbalik ke Igor dan bertanya, "Oh ya, apakah kamu sudah memberi tahu keluargamu bahwa kamu akan pergi jauh?" "Sudah, ketika saya membeli kereta kuda tadi, saya melewati rumah dan memberi tahu mereka," jawab Igor segera. Igor khawatir Xavier tidak akan membiarkannya ikut. Xavier mengangguk dan berkata, "Baik, mari kita berangkat sekarang!" Kemudian,
"Tidak perlu!" Sosok yang memancarkan cahaya sekali lagi mengayunkan tangannya. Xavier membuka mulutnya, ingin mengatakan sesuatu, tetapi dia terputus. "Meskipun Darrel telah mundur kali ini, dia pasti masih akan mencari masalah denganmu. Kamu tidak ingin pergi ke Akademi Vikrama? Aku sarankan kamu pergi sekarang."Xavier terkejut sejenak, dia tidak menyangka sosok yang memancarkan cahaya ini tahu tentang rencananya selanjutnya. Dia dengan heran menatap sosok yang memancarkan cahaya itu. Sosok yang memancarkan cahaya tidak memberikan penjelasan, melainkan berbalik dan pergi.Sosoknya tiba-tiba muncul beberapa ratus meter jauhnya. Kemudian, dia menghilang tanpa jejak, seolah-olah tidak pernah muncul. Namun, di sudut Kota Kaida, tiba-tiba muncul seorang pria tua berambut putih.Setelah sosok yang memancarkan cahaya pergi, Xavier masih berdiri diam di tempat. Monalisa dan yang lainnya mendekat dan bertanya, "Siapa orang itu tadi?" "Tidak tahu." Xavier menggelengkan kepalanya.Seb
Kemudian, sosok muncul di antara Darrel dan Xavier. Dia merentangkan satu tangan dan dengan mudah menangkap tombak yang bergerak cepat seperti kilat. "Hmm?" Darrel terkejut. Tombak yang dia lepaskan dengan seluruh kekuatannya, ternyata bisa ditangkap oleh seseorang hanya dengan satu tangan?Sosok yang tiba-tiba muncul ini, seluruh tubuhnya memancarkan cahaya, membuat orang tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Dia mengayunkan kedua tangannya.Xavier serta Darrel, semuanya mundur beberapa langkah. Ini benar-benar membuat Xavier dan Darrel terkejut. Kekuatan ini, sepertinya sudah mencapai Alam Paribanna, bukan?Xavier sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk melawan dan dengan alami mundur beberapa langkah. Dia dengan bingung menatap sosok yang memancarkan cahaya ini, mencoba menebak siapa dia. Apakah dia datang untuk menyelamatkannya?Darrel bahkan lebih terkejut. Dia adalah Alam Super Grandmaster level kedelapan!Di Kota Kaida, selain dari para Monster dari berbagai sekte
"Hahaha!" Darrel langsung tertawa sampai meneteskan air mata, "Kamu ingin menantangku?" "Kamu yakin?" "Yakin!" Xavier menjawab dengan tegas.Dia tahu, Darrel dari Kota Kaida tidak akan dengan mudah membiarkannya pergi hari ini! Daripada ditangkap olehnya, lebih baik menantangnya. Meskipun dia berada di Alam Super Grandmaster level kedelapan, apa masalahnya?Dulu, ketika Luke memberinya sesuatu untuk menyelamatkan nyawanya, dia tidak hanya memberinya sebuah kotak persegi, tetapi juga sebuah liontin hijau. Liontin ini bisa menahan serangan dari Alam Paribanna.Mungkin Luke sedikit merendah diri, berdasarkan pemahamannya tentang Luke, liontin hijau ini tidak hanya bisa menahan serangan penuh dari Alam Paribanna mungkin juga bisa membunuh orang di Alam Paribanna, bukan? Kalau tidak, kenapa Luke begitu enggan memberikan liontin ini padanya saat itu.Juga karena memiliki liontin ini, Xavier memutuskan untuk menantang Penguasa Kota ini, hanya dengan cara ini, dia mungkin bisa pergi denga