Share

SALAH CIUM!

last update Last Updated: 2024-06-10 11:21:55
Semua yang ada di situ terperangah, tapi rata-rata para wartawan justru senang melihat apa yang dilakukan oleh Syena pada Kazumi. Mereka malah bersorak seolah-olah saat itu Kazumi dan Syena baru menikah dan melakukan hal itu di depan mereka layaknya pasangan pengantin yang baru sah.

Sementara itu, Kazumi yang dicium tiba-tiba oleh Syena seolah membeku. Ia seperti berubah menjadi batu hingga seluruh kata-katanya musnah dan rasanya otaknya kosong.

"Maaf, aku harus melakukannya karena kalau enggak, mereka akan mengacaukan semuanya."

Syena berbisik demikian di salah satu telinga Kazumi setelah mencium permukaan bibir pria tersebut. Bukan ciuman yang sebenarnya memang, hanya sebuah kecupan di permukaan bibir, tapi itu semua mampu membuat Kazumi berubah seolah menjadi sebongkah batu.

Setelah berbisik seperti itu pada Kazumi, Syena membalikkan tubuhnya ke hadapan para wartawan, dan menatap para wartawan yang mengeluarkan suara bergemuruh karena suka dengan pembuktian yang dilakukan o
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   KAZUMI BANYAK MUSUH?

    Setelah bicara demikian pada Syena, Kazaya beranjak meninggalkan Syena dan Alex yang sama-sama tidak bisa menanggapi apa yang dikatakan olehnya tadi. Syena berbalik dan menatap ke arah Alex dengan wajah yang terlihat gelisah. "Aku harus gimana, Alex? Aku tidak mau Kazumi marah kalau melihat apa yang aku lakukan tadi di panggung...." Syena bicara demikian pada Alex dengan nada suara yang terdengar parau. Alex mengusap wajahnya dengan kasar, pertanda ia juga merasa sulit untuk menjawab pertanyaan Syena karena ia sendiri tidak tahu apa yang harus dikatakannya untuk menanggapi pertanyaan tersebut. Sampai akhirnya.... "Nona katakan saja yang sebenarnya, saya juga tidak tahu kalau dia tadi Tuan Kazaya, karena Tuan Kazaya tidak pernah berpenampilan formal seperti tadi, jadi saya mengira dia menyamar untuk membantu Tuan Kazumi." "Matilah kita semua, rasanya aku tidak mau ketemu Kazumi, tapi apa yang bisa aku lakukan untuk menghindari?" Alex tidak menanggapi apa yang dikatakan o

    Last Updated : 2024-06-11
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   KAZUMI KE KAMAR RACHEL!

    "Gue ngebantu Kazumi mengklarifikasi gosip yang kagak bener, karena sekarang dia lagi kagak bisa datang, gue yang datang, karena kalo kagak macam itu, semua wartawan itu bakal percaya begitu aja dengan kesaksian mertuanya itu."Akhirnya, Kazaya memilih jujur, sebab, ia sudah terjebak dengan kebohongannya sendiri saat tadi ia berusaha untuk berbohong dan ternyata Andreas tahu ia sedang berbohong, jika ia berbohong lagi, Kazaya khawatir Andreas justru semakin ilfil dengannya dan ia tidak mau itu terjadi."Saudara kembar yang baik."Apakah jawaban gue bikin dia puas?Ada pertanyaan itu diucapkan oleh Kazaya di dalam hati ketika mendengar Andreas mengatakan bahwa ia saudara kembar yang baik setelah ia usai dengan jawaban atas pertanyaannya Andreas tadi padanya."Jadi, bisakah lu menanggapi tentang apa yang gue niatkan tadi?""Siapa yang memandang remeh tentang hobi melukismu?"Andreas tidak menjawab pertanyaan Kazaya meskipun ia puas dengan jawaban yang diucapkan Kazaya tadi padanya.Aduh

    Last Updated : 2024-06-12
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   GARA-GARA TINDIK!

    "Zumi, kamu jangan salah paham, aku enggak melakukan sesuatu yang sekiranya membahayakan kamu, aku hanya ingin membantumu."Tergagap, Rachel mengucapkan kata-kata itu pada Kazumi sembari terus mundur ke belakang. "Membantuku? Membantu apa? Kau hanya membantu dirimu sendiri, karena kau birahi lalu kau menyentuhku untuk memuaskan kamu, kan?""Enggak! Itu enggak benar!" bantah Rachel cepat. Meskipun sebenarnya iya juga sih, tapi bukan karena pikiranku kotor seluruhnya sampai aku melakukan hal itu padamu, Zumi....Bantahan Rachel disambung dengan ucapan perempuan itu di dalam hati, hingga Rachel mengalihkan pandangannya, tidak mau menentang tatapan mata Kazumi yang sangat tajam menatapnya."Kamu setiap malam gelisah, terkadang, kamu sampai seperti merintih seperti anak kecil yang dihajar, aku enggak tega melihat kamu yang seperti itu setiap malam, Zumi, karena itulah, aku memelukmu, aku hanya memelukmu untuk membuat kamu merasa nyaman, aku enggak melakukan hal lain selain memelukmu saja

    Last Updated : 2024-06-13
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   MASING-MASING MENYIMPAN KEMARAHAN

    Setelah bicara demikian, Kazaya memaksa Kazumi untuk keluar dari kamarnya sesegera mungkin. Kazumi terpaksa keluar dari kamar Kazaya karena kekuatan Kazaya yang dikerahkan Kazaya disertai dengan luapan emosi Kazaya tentang gagalnya ia melakukan pembahasannya dengan Andreas, membuat pria itu jadi sulit untuk dicegah."Tuan tidak apa-apa?" tanya Alex pada Kazumi setelah Kazaya menutup pintu kamarnya dengan kasar setelah berhasil mengeluarkan Kazumi dari kamarnya."Dia tidak mau melepas tindiknya itu agar wartawan tidak bertanya-tanya, Alex.""Tuan, menurut saya, Tuan Kazaya tidak perlu melakukan itu, yang perlu melakukan itu adalah Tuan sendiri karena sudah terpublikasi di depan wartawan Tuan memakai tindik karena Tuan Kazaya yang menjadi Tuan, jika Tuan tiba-tiba melepaskannya, rasanya akan mengundang reaksi wartawan dan mereka bisa berpikir yang aneh-aneh.""Tindik itu bisa dilepaskan, tinggal katakan saja bahwa aku hanya memakai sesekali.""Bagaimana jika mereka melihat Tuan Kazaya?

    Last Updated : 2024-06-14
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   DITEMUKAN ANDREAS!

    Kali ini, Kazaya bersikap jutek kembali pada Syena. Tidak seperti sebelumnya saat menjalankan tugas dari Rachel. Wajah dan senyum manis Kazaya musnah berganti dengan wajah yang terlihat dingin tanpa senyum sama sekali. Syena mengira perubahan itu terjadi karena ia nekat mencium Kazaya waktu itu, padahal yang sebenarnya, Kazaya tidak pernah bersikap ramah dengan Syena lantaran memang ia tidak suka dengan perempuan yang mau dijadikan istri kedua."Aku minta maaf, waktu itu aku tegang, aku tidak pernah berada di dalam situasi seperti itu, aku cuma enggak mau semua jadi kacau karena ayahku, sampai aku nekat melakukan hal itu dan aku cuma mikirin agar perusahaan kalian itu enggak kena imbasnya.""Yang benar, perusahaan Kazumi bukan gue, sudahlah, jauh-jauh dari gue, gue kagak mau berinteraksi dengan lu lagi!"Kazaya tidak mau menerima semua penjelasan Syena. Pemuda itu berlalu dengan terburu-buru meninggalkan Syena yang hanya bisa mengusap dada karena tidak menyangka Kazaya tidak mau men

    Last Updated : 2024-06-15
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   KAZUMI TERTEKAN!

    Bertrand yang disapa Andreas terlihat terkejut melihat Andreas. Ia buru-buru membungkukkan tubuhnya, memberikan hormat pada Andreas seolah Andreas adalah seseorang yang sangat dihormatinya."Saya berhenti kuliah untuk sementara, Kak. Karena belum memiliki biaya, masih fokus untuk biaya ayah saya dulu agar beliau cepat sembuh."Setelah membungkukkan tubuhnya, Bertrand bicara demikian sambil menundukkan kepalanya."Sayang sekali. Kau ini mahasiswa yang cerdas, sayang sekali jika kau tidak meneruskan kuliahmu, apa tidak pernah mengajukan beasiswa?"Bertrand bungkam. Ia ingin bercerita banyak tapi ia tahu itu semua hanya akan membuat perasaannya semakin sesak, sampai akhirnya Bertrand memutuskan untuk tidak menanggapi lebih detail pertanyaan itu selain menjawab seadanya saja dan Andreas paham, pria di hadapannya sedang enggan untuk bercerita hingga ia maklum."Kau masih melukis?" tanya Andreas kemudian. Bertrand menggeleng. "Kenapa? Kau tidak menyukainya lagi?""Saya tidak punya waktu u

    Last Updated : 2024-06-16
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   KAZUMI JATUH CINTA?

    "Kau ini, baiklah, aku akan pergi, tapi harap kau ingat apa yang aku ucapkan tadi itu kau pikirkan, kau tidak boleh larut dalam anggapan pembawa sial itu, Zumi. Itu kalau kau percaya dengan adanya Tuhan."Setelah bicara demikian, Andreas berbalik dan ingin melangkah ke arah pintu ruang kerja milik Kazumi, tapi saat tangannya sudah memegang handle pintu, Andreas berpaling ke arah Kazumi yang masih berdiri di tempatnya menunggu ia keluar dari ruangan kerja miliknya segera."Kau mencintai Rachel tidak?" tanya Andreas dengan wajah yang terlihat serius. "Bukan urusan kamu, itu masalah pribadiku, kau tidak perlu tahu tentang hal itu.""Aku tahu, tapi tindakan kamu yang menikah lagi hanya karena Rachel belum hamil juga itu kurasa cukup keterlaluan, ada banyak di luar sana pasangan yang sudah lama menikah tapi belum dikaruniai anak, dan ia tidak memutuskan poligami, kau baru setahun, Kazumi, tapi kau sudah memiliki dua istri.""Kau masih cinta dengan dia?""Dia sudah menjadi istrimu, maka ak

    Last Updated : 2024-06-17
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   RACHEL INGIN BUNUH DIRI....

    "Untuk apa aku memperjuangkan? Bukankah jika perempuan tidak suka dengan kita disingkirkan saja? Aku sudah bilang, aku tidak punya waktu untuk mengikuti cara pria yang seperti kau katakan itu, lagipula, melakukan hal demikian itu hanya membuang waktu saja!""Tuan, yakin tidak akan berusaha untuk meyakinkan dulu?""Sangat yakin.""Tuan akan baik-baik saja?""Tentu saja.""Baiklah. Jika itu yang Tuan inginkan, jadi sekarang mari kita bahas untuk Rachel dahulu, bukankah perjanjian pernikahan Tuan dengan Rachel berakhir dua tahun lagi? Jika Tuan mengakhiri sekarang, apakah Tuan yakin itu tidak akan menimbulkan masalah?""Aku sudah memikirkannya, Alex, aku tidak mencintainya, dia juga perlu didampingi oleh pria yang mencintainya, kurasa, Andreas masih menyukai Rachel, jadi mungkin aku akan melepaskan Rachel agar pelukis itu berusaha untuk mendapatkannya lagi, lalu ia tidak lagi menggangguku dengan kata-katanya yang tidak enak itu.""Begitu, tapi saya rasa, Rachel itu mencintai Tuan, tidak

    Last Updated : 2024-06-18

Latest chapter

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   DI BALIK SENYUM SANG CEO (end)

    Awalnya, Syena tidak berani membalas ciuman yang diberikan oleh Kazaya. Namun beberapa saat kemudian, rasa ragu Syena akhirnya musnah. Ia membalas ciuman yang diberikan oleh Kazaya padanya dengan penuh perasaan pula hingga akhirnya keduanya sama-sama tenggelam dalam perasaan mereka satu sama lain dan ketika perasaan itu ingin mendorong mereka melakukan hal yang lebih dari sekedar ciuman, buru-buru Syena dan Kazaya saling menarik diri dengan napas mereka yang memburu.Kazaya mengusap wajahnya yang terasa panas dan ia yakin sekarang ini wajahnya merah begitu juga dengan Syena. "Jadi, apa sekarang kita jadian?" tanya Syena dengan suara perlahan khawatir apa yang dialaminya tadi adalah sebuah mimpi atau hanya sebuah canda Kazaya saja karena pemuda itu biasanya juga sering melakukan sesuatu yang tidak dipikirkan dahulu."Asalkan kamu mau menunggu dulu sebelum akhirnya aku bisa melamar kamu, untuk sekarang aku masih harus menyelesaikan kekacauan yang sedang terjadi."Mendengar Kazaya meru

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   TIBA-TIBA DICIUM!

    "Gue suka sama lu, Syena tapi gue tau, itu terlambat, dan-""Kenapa menyukaiku? Dan kenapa kamu baru mengatakan sekarang?" potong Syena hingga membuat Kazaya tidak bisa bicara untuk sejenak karena tidak tahu apa yang akan ia katakan untuk menjawab pertanyaan perempuan tersebut."Gue kagak tau kenapa gue suka sama lu, tapi mungkin karena lu begitu peduli sama keluarga gue, gue jadi merasa lu itu menganggap penting keluarga gue."Akhirnya, Kazaya menjawab pertanyaan Syena tapi Syena tidak puas dengan jawaban itu. Hingga ia melontarkan pertanyaan yang serupa tentang mengapa Kazaya baru mengatakan hal itu sekarang. "Karena gue benci, Kazumi bilang gue pecundang dan gue kagak suka dikatakan seorang pecundang karena ucapan itu membuat gue kagak berguna.""Jadi, Kazumi yang membuat kamu berpikir kayak sekarang?""Si bodoh itu kagak pernah jatuh cinta tapi dia lebih peka dari gue.""Sebenarnya, aku tahu kamu juga suka sama aku waktu kamu mencium aku di hutan itu."Wajah Kazaya berubah ketika

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   RAHASIA KAZUMI

    "Zaya. Enggak ada yang salah dengan pikiran kamu itu. Cari uang dengan mengandalkan bakat itu lumrah, yang enggak boleh dilakukan itu adalah, apapun akan dilakukan demi uang, pikiran kamu waktu dulu itu kan, karena kamu sulit mendapatkan uang, yang penting sekarang kamu udah sadar kalau seni itu juga penting."Dengan bijak, Syena menanggapi apa yang diucapkan oleh Kazaya agar pria itu tidak berlarut-larut dalam keterpurukannya.Kazaya diam tidak menanggapi apa yang diucapkan oleh Syena, hingga situasi di antara mereka senyap untuk beberapa saat.Dan kemudian...."Sampai sekarang, Alex aja kagak bisa melacak keberadaan Kazumi, padahal dia sangat andal melakukan pelacakan, semua sistem informasi yang diberikan oleh Alex pada Kazumi kayaknya kedeteksi, jadi keberadaan Kazumi kagak bisa diketahui di mana, yang jadi masalah, kalo bokap gue nanya dia di mana gue harus bilang apa? Gue benar-benar pusing sekarang.""Jujur aja.""Apa?"Kazaya seolah tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   BENAR-BENAR HAMIL

    "Ah, enggak! Aku enggak mikir kayak gitu! Aku cuma ingin kamu lebih melakukan persiapan aja kalau ternyata kamu benar-benar hamil, kan?" kata Moa buru-buru menjelaskan.Wajah Rachel seketika suram mendengar apa yang diucapkan oleh Moa, hingga Moa mengira Rachel jadi seperti itu karena dirinya."Rachel, apa aku salah bicara?" tanya Moa dengan nada suara yang terdengar sangat hati-hati."Enggak. Enggak ada yang salah. Aku hanya berpikir bagaimana bisa aku mengatakan pada Kazumi bahwa dia ternyata tetap sehat meskipun pernah meminum obat anti kesuburan itu di masalalu? Dia aja enggak bisa dihubungi, rasanya menyedihkan."Mendengar apa yang diucapkan oleh Rachel, Syena mengusap punggung perempuan itu untuk sekedar menenangkan perasaan Rachel yang pasti terguncang karena kabar Kazumi yang bergabung dengan organisasi mafia tersebut."Yang penting itu kesehatan kamu dan bayimu dulu, kalau kamu sudah yakin kamu itu hamil, kamu bisa menjaga bayi ini dengan baik, masalah Kazumi, Kazaya pasti ak

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   RACHEL HAMIL?

    Rachel terlihat salah tingkah mendengar pertanyaan yang diucapkan oleh Moa, hingga Moa tertawa kecil melihat ekspresi mantan istri pertama Kazumi tersebut. "Aku bercanda. Kau tidak perlu ambil hati, sejujurnya aku memang masih merasa cinta sama Kazumi, tapi aku tahu diri, Kazumi tidak pernah suka padaku, jadi aku tidak akan memikirkannya lagi, hanya saja kurasa itu perlu proses, jadi untuk sekarang aku ya masih memikirkan dia, maaf."Moa bicara dengan wajah yang terlihat sangat serius."Kazumi bukan milik siapapun lagi, jadi enggak ada yang bisa melarang siapapun untuk memikirkannya."Rachel menanggapi perkataan Moa, tapi Moa bisa melihat, itu hanya sesuatu yang sekedar diucapkan oleh Rachel saja. Ia bisa melihat, Rachel terlihat cemburu mendengar apa yang diucapkannya tadi hingga Moa sangat yakin, perempuan itu pasti masih sangat mencintai Kazumi."Rachel. Kazumi itu mencintai kamu, jadi kurasa kamu harus memperjuangkan perasaan kamu itu kalau memang kamu masih mencintai dia."Moa b

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   HAMPIR DILECEHKAN RADIT

    Jemari tangan Rachel yang sedang merangkai bunga terhenti seketika mendengar apa yang diucapkan oleh Radit. Radit merasa puas melihat perubahan yang terjadi pada wajah Rachel hingga laki-laki itu melangkah semakin mendekati posisi Rachel berada. "Kamu tidak tahu?" tanyanya setelah ia berada tepat di hadapan Rachel."Kamu ke sini hanya ingin membahas itu? Masih enggak suka juga kamu sama dia?" tanya Rachel beruntun."Rachel, aku peduli sama kamu, aku cuma enggak mau kamu kenapa-kenapa," kata Radit penuh dengan perasaan khawatir yang ia perlihatkan lewat sorot matanya."Aku dan Kazumi sudah bercerai, Radit. Urusan dia bukan urusanku lagi, jadi tolong pergi saja, jangan ganggu aku lagi!" pinta Rachel tanpa memberikan kesempatan pada pria itu untuk lebih banyak bicara lantaran ia sejak dulu memang sudah muak dengan pria tersebut.Namun, tidak bisa dipungkiri, apa yang dikatakan oleh Radit cukup membuat ia jadi kepikiran juga. Kazumi bergabung dengan organisasi mafia? Sepertinya tidak

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   GAGAL MENCARI INFORMASI

    Andreas menghela napas panjang mendengar apa yang diucapkan oleh Kazaya.Sebenarnya ia sekarang terpancing emosi, akan tetapi, ia tidak mau bertindak gegabah, meladeni kemarahan Kazaya hingga akhirnya pemuda itu bisa saja membuat galerinya hancur."Sebenarnya ada apa? Kamu marah marah seperti ini padaku? Apakah ada yang terjadi pada Kazumi?"Andreas tidak menanggapi ucapan mengandung emosi yang dikatakan oleh Kazaya tadi karena sebenarnya ia yakin bukan itu yang sedang bergolak di otak Kazaya.Kazaya bungkam mendengar pertanyaan Andreas. Ia mengusap wajahnya dengan kasar dan untuk sesaat ia tidak tahu harus bicara darimana untuk membeberkan segalanya."Asal kau tahu saja, Zaya. Aku memang dahulu pernah mendapatkan tawaran yang cukup menggiurkan dari Ernesto, bisa membuat lukisanku lebih meluas lagi ke seluruh dunia, namun, aku tidak menerima tawaran itu karena kupikir, aku tidak tega menodai sebuah karya seni."Karena Kazaya tidak kunjung bicara meskipun ia sudah melontarkan pertanyaa

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   ANDREAS ANAK BUAH ERNESTO?

    Alex tidak langsung menjawab apa yang diucapkan oleh Kazaya dan berujung pertanyaan tersebut, karena ia memang sesuai yang diucapkan oleh Kazaya, merasa khawatir dengan apa yang sudah diputuskan oleh Kazumi tadi secara tiba-tiba.Hanya saja, karena ia tahu Kazumi tidak akan berbuat sembarangan tanpa berpikir dahulu resikonya, ia percaya apa yang dilakukan oleh Kazumi adalah hal yang memang harus dilakukan oleh majikannya tersebut."Ternyata, lu juga sama aja dengan gue, panik dengan apa yang dilakukan oleh Kazumi," sinis Kazaya yang membuat Alex menghela napas panjang mendengarnya."Iya. Aku akui aku juga sama khawatirnya dengan Tuan, tapi aku yakin, Tuan Kazumi tidak akan sembarangan bertindak, Tuan. Dia pasti sudah merencanakan hal itu dengan baik dan tahu resikonya."Alex akhirnya menanggapi apa yang dikatakan oleh Kazaya, dan itu membuat Kazaya memajukan bibirnya."Meskipun resikonya dipenggal?""Semoga Tuan Kazumi baik-baik saja."Alex tidak berani berpikir bahwa Kazumi akan dipe

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   KAZUMI BERGABUNG DENGAN YURATA?

    "Gue cuma kagak mau ada orang lain yang terkena masalah karena keluarga kita!" jelas Kazaya dan itu membuat Kazumi tersenyum kecut meskipun ia sesekali mengerenyit menahan sakit karena luka yang dideritanya membuat punggungnya terasa perih."Peduli juga tidak apa-apa, kau memang harus melakukan hal itu padanya, sebelum terlambat.""Berisik!""Tuan. Ada laporan dari rekanku, katanya mereka sedang bentrok dengan anak buah Yurata."Saat Kazumi dan Kazaya bertengkar, Alex bicara seperti itu hingga pertengkaran yang terjadi pada saudara kembar itu terhenti seketika."Di mana mereka sekarang?"Baru saja Kazumi melontarkan pertanyaan itu pada Alex, tiba-tiba saja dari arah atas mereka terdengar suara seseorang memanggil, hingga mereka mendongakkan kepala mereka untuk mencari tahu siapa yang sedang memanggil mereka."Itu mereka!" kata Alex sambil mengarahkan telunjuknya ke atas. Sebuah tali terjulur dari atas dan tali itu bukan tali biasa tapi tali yang biasa digunakan oleh seseorang yang se

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status