Share

RACHEL PINGSAN!

last update Last Updated: 2024-07-03 11:43:21

Syena diam lagi merasa tidak mampu menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Rachel padanya. Sebuah pertanyaan yang sulit untuk dijawabnya karena diulang berapa kalipun jawabannya sama tapi ia malu untuk mengatakan, sebab, rasanya ia tidak pantas untuk mengatakan hal itu pada siapapun karena sadar dirinya siapa.

"Kamu tidak bisa menjawabnya, apakah itu berarti kamu menyukai Kazumi?"

Suara Rachel terdengar lagi, dan Syena buru-buru menggelengkan kepalanya.

"Tapi, kamu dan Kazumi sudah berciuman, bukan?"

Rachel masih mengintrogasinya, membuat insiden saat bibirnya dan bibir Kazumi bertubrukan hingga terluka jadi berkelebat di benaknya.

"Itu bukan sebuah ciuman. Itu hanya sebuah kecelakaan, aku dan Kazumi tidak pernah berciuman."

"Lalu, kenapa saat itu bibir kalian sama-sama terluka?"

"Iya, aku terjatuh dan menimpa Kazumi lalu enggak sengaja bibir kami bertubrukan dan terluka. Saat itu aku dan dia berdebat lalu kecelakaan itu terjadi."

"Jadi, kalian tidak pernah berciuman?"

Syena men
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   KAZUMI MENDADAK BISU?

    "Lalu, bagaimana? Kalau dia tidak segera ditangani, dia bisa meninggal, luka di tubuhnya sangat banyak.""Kakek bisa membuat ramuan, kan? Tolong buatkan ramuan itu, biar aku yang berusaha untuk memberikan pertolongan pertama agar dia bisa siuman. Mungkin terlalu banyak air yang tertelan olehnya, jadi dia pingsan tidak sadarkan diri."Perempuan bernama Moa itu bicara demikian pada sang kakek, dan akhirnya pria paruh baya itu mengangguk. Ia segera melakukan apa yang diminta oleh sang cucu, dan Moa segera menekan dada Kazumi agar ia bisa membuat pria itu sadar dari pingsannya. Beberapa saat kemudian, sang kakek kembali dengan ramuan di tangannya. Tetapi, ia melihat Moa belum bisa membuat pria yang mereka temukan itu sadar. "Dia harus dibawa ke rumah sakit, Moa. Kita bisa jadi tersangka kalau membiarkan dia tanpa perawatan sama sekali," katanya pada gadis berambut panjang itu dengan suara yang terdengar serius."Aku enggak mau ambil resiko, Kek! Kalau dia mata-mata, ayahku pasti akan l

    Last Updated : 2024-07-04
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   SEBUAH HAL YANG MENGEJUTKAN!

    Moa tidak mempedulikan ekspresi wajah Kazumi yang terlihat tidak setuju dengan apa yang ingin dilakukannya, perempuan itu mulai membersihkan tubuh Kazumi dimulai dari wajah lalu bagian dada dan perut Kazumi setelah itu bagian punggung dengan cara memiringkan tubuh Kazumi dengan perlahan. Bagian atas tubuh sudah dibersihkan oleh Moa, sekarang bagian bawah dan mendadak Moa jadi terdiam sendiri karena bukankah jika ia harus membersihkan bagian bawah tubuh Kazumi itu artinya Moa akan membuka celana yang dipakai Kazumi?Wajah Moa seketika merah memikirkan ia harus melakukan hal itu dan Kazumi melihatnya hingga ia merasa semakin tidak nyaman. Kazumi berusaha mengeluarkan suara, dan Moa sontak menatapnya."Maaf, aku harus melepas celana kamu, karena tubuh kamu harus dibersihkan secara keseluruhan, maafkan aku jika sedikit lancang."Moa bersuara seolah tahu, Kazumi yang mengeluarkan suara ingin melarangnya untuk melakukan hal itu. Kazumi menggelengkan kepalanya berkali-kali ketika kata-kata

    Last Updated : 2024-07-05
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   KONTAK BATIN SAUDARA KEMBAR

    "Apa yang dikatakannya benar, Zaya. Mungkin mulai sekarang kalian harus menyelidiki masalah itu, aku juga yakin yang kecelakaan itu kakak kembar kamu, lihat kondisi kamu sekarang, kamu sakit tapi kamu tidak tahu penyebabnya."Zill setuju dengan apa yang dikatakan oleh Alex pada Kazaya hingga ia bicara demikian pada pria tersebut.Kazaya menarik napas. Matanya menatap ke arah laut dari tempat mereka sekarang berada, seolah masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Alex padanya. "Ya, udah, sekarang lu coba lakukan pemulihan untuk ponsel Kazumi, Alex, gue yang bertanggung jawab kalau Kazumi marah ponselnya diperiksa, kita harus mencari tahu siapa orang yang melakukan hal itu pada Kazumi, lu juga udah catet plat motor orang itu, kan?""Iya, Tuan!""Bagus!"Akhirnya mereka bergerak untuk meninggalkan tempat itu setelah Alex bicara sedikit dengan para polisi yang masih ada di tempat kejadian.Sementara itu, Radit sudah sampai ke rumah di mana klien yang akan ditemui oleh Kazumi. R

    Last Updated : 2024-07-06
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   AKU BUKAN PEMBUNUH!

    Zill mencoba untuk menjelaskan maksud Vivian agar Kazaya paham dengan apa yang dimaksud oleh gadis tersebut. "Ya. Seperti itu, tepat seperti yang dijelaskan oleh Zill, sepertinya rasa sakit itu isyarat dari saudara kembar kamu, jadi mungkin sekarang dia sedang memberikan isyarat padamu hingga tiba-tiba saja kamu juga langsung merasa sakit."Vivian membenarkan apa yang diucapkan oleh Zill pada Kazaya, membuat Kazaya bengong."Dengan kata lain dia sekarang butuh bantuan?""Benar.""Apakah itu bisa dipercaya?""Percaya atau tidak itulah yang banyak terjadi, dan kamu tidak bisa menyangkalnya, jadi sudahlah, kau harus mencari keberadaan kakak kembar kamu dengan cepat karena dia sudah mengirimkan sinyal bahwa dia sedang tidak baik-baik saja.""Asistennya bilang, ada pemotor yang mengikutinya sebelum dia dengan Kazumi hilang kontak, mungkinkah orang itu menculik Kazumi?" tanya Kazaya sambil menatap ke arah Zill dan juga Vivian bergantian."Kemungkinan itu bisa saja terjadi, tapi bisa juga k

    Last Updated : 2024-07-07
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   PERMINTAAN ALEX

    Karena penasaran dengan apa yang ia dengar, kakek Moa melontarkan pertanyaan itu pada Kazumi tapi Kazumi tidak bisa menanggapi pertanyaan itu dengan benar hanya terus menekap telinganya sambil menggelengkan kepalanya berkali-kali seolah ia tertekan dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh kakek Moa padanya. Hal itu membuat Moa meminta kakeknya untuk berhenti bertanya, khawatir Kazumi yang sekarang ia panggil Jay itu semakin tertekan dan tidak bisa mengendalikan diri lantaran pertanyaan tersebut. Kakek Moa menarik tangan sang cucu agar mereka bisa lebih jauh sedikit dengan posisi di mana Kazumi berada. "Sepertinya ada sesuatu yang terjadi sampai dia terdampar di sini, Moa. Kita tidak tahu apa yang terjadi tapi sebaiknya, dia kita serahkan pada pihak berwajib saja."Sang kakek bicara seperti itu ketika sudah berhasil membawa Moa menjauh dari posisi Kazumi. Moa mengawasi Kazumi yang masih tertunduk sambil memeluk kedua lututnya di sudut sana, dan gadis itu menarik napas panjang."Dia

    Last Updated : 2024-07-08
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   KECURIGAAN ALEX

    "Saya memang asistennya, tapi yang dibutuhkan di sini adalah keberadaan Tuan Kazumi, jika para pemegang saham tahu Tuan Kazumi tidak ditemukan, sementara Tuan Kazama belum sembuh, mereka tidak akan percaya bahwa perusahaan baik-baik saja, Tuan.""Kagak, gue kagak mau, lu aja yang gantiin lu bilang aja Kazumi lagi menjalani perawatan dan lu yang untuk sementara menjadi gantinya, gue kagak mau ke perusahaan!"Setelah bicara demikian, Kazaya langsung meninggalkan Alex yang hanya bisa mengusap dada ketika menyadari ia tidak berhasil untuk membujuk Kazaya agar mau menyamar menjadi Kazumi. Asisten kepercayaan Kazumi itu merasa bingung sekarang karena jika Kazaya tidak mau menyamar, mau tidak mau seluruh projects yang sudah disepakati oleh Kazumi dengan pebisnis yang lain akan dibatalkan dan tentu saja perusahaan akan mengalami kerugian yang besar."Ada apa Alex, kau menyendiri di sini seperti bukan dirimu."Suara Rachel mengejutkan Alex ketika pria itu duduk menyendiri di taman belakang r

    Last Updated : 2024-07-09
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   INTEROGASI ANDREAS

    "Apa?""Ya. Jika Nona menahan saya untuk menemui Bertrand, apakah itu bukan berarti, Nona terlalu berlebihan melindungi seseorang yang pernah Nona sukai?""Tapi, aku bicara yang sebenarnya, Bertrand itu orangnya enggak mau melakukan sesuatu yang tidak benar dengan sembarangan, jadi aku berani bicara begitu karena -""Itu menurut Nona, sekarang kita harus ke sana, saya tidak peduli Nona keberatan atau tidak, saya tetap akan ke sana."Syena menyerah. Akhirnya ia membiarkan saja Alex membawanya untuk ke rumah Bertrand meskipun perasaannya jadi tidak enak dengan Bertrand karena Alex curiga padanya. Tetapi, apa yang bisa dilakukannya untuk mencegah keinginan Alex? Bisa-bisa, pria itu curiga dirinya bekerjasama dengan ayahnya untuk mencelakakan Kazumi.Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di depan gang sempit di mana rumah Bertrand berada. Keduanya segera turun dari mobil lalu menyusuri gang sempit itu untuk mencapai rumah Bertrand. Bertrand terlihat terkejut ketika melihat Alex da

    Last Updated : 2024-07-10
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   HATI MOA SEMAKIN PATAH....

    "Lu mau bilang, Kazumi lebih berbakat ketimbang gue?" tanya Kazaya dengan perasaan yang tidak nyaman. "Setiap orang itu memiliki bakatnya masing-masing, jadi kau tidak boleh iri dengan apa yang dimiliki oleh orang lain.""Kazumi kagak suka dengan semua yang berbau lukisan! Dia juga sering bilang hobi gue itu sampah, ya, gue sempat denger nyokap itu bilang dia pinter melukis, tapi gue kagak pernah lihat lukisan dia.""Ibu kalian penggemar sebuah lukisan?""Iya.""Siapa di antara kalian yang benar-benar berniat untuk menjadi pelukis?""Tentu aja gue.""Kenapa? Bisa kau jelaskan alasannya?""Karena dengan melukis apa yang ada di otak gue tersalurkan.""Baiklah, antarkan lukisan terbaikmu ke galeri milikku, setelah itu jangan lupa dengan janjimu.""Tentang pertanyaan lu tadi, apakah bisa kagak gue jawab?""Apakah kau enggan menjawabnya?""Itu hal yang rahasia, gue kagak mau membeberkannya kalau gue belum pasti menjadi seseorang yang kerja sama dengan lu.""Bagaimana kalau ternyata rahasi

    Last Updated : 2024-07-11

Latest chapter

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   DI BALIK SENYUM SANG CEO (end)

    Awalnya, Syena tidak berani membalas ciuman yang diberikan oleh Kazaya. Namun beberapa saat kemudian, rasa ragu Syena akhirnya musnah. Ia membalas ciuman yang diberikan oleh Kazaya padanya dengan penuh perasaan pula hingga akhirnya keduanya sama-sama tenggelam dalam perasaan mereka satu sama lain dan ketika perasaan itu ingin mendorong mereka melakukan hal yang lebih dari sekedar ciuman, buru-buru Syena dan Kazaya saling menarik diri dengan napas mereka yang memburu.Kazaya mengusap wajahnya yang terasa panas dan ia yakin sekarang ini wajahnya merah begitu juga dengan Syena. "Jadi, apa sekarang kita jadian?" tanya Syena dengan suara perlahan khawatir apa yang dialaminya tadi adalah sebuah mimpi atau hanya sebuah canda Kazaya saja karena pemuda itu biasanya juga sering melakukan sesuatu yang tidak dipikirkan dahulu."Asalkan kamu mau menunggu dulu sebelum akhirnya aku bisa melamar kamu, untuk sekarang aku masih harus menyelesaikan kekacauan yang sedang terjadi."Mendengar Kazaya meru

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   TIBA-TIBA DICIUM!

    "Gue suka sama lu, Syena tapi gue tau, itu terlambat, dan-""Kenapa menyukaiku? Dan kenapa kamu baru mengatakan sekarang?" potong Syena hingga membuat Kazaya tidak bisa bicara untuk sejenak karena tidak tahu apa yang akan ia katakan untuk menjawab pertanyaan perempuan tersebut."Gue kagak tau kenapa gue suka sama lu, tapi mungkin karena lu begitu peduli sama keluarga gue, gue jadi merasa lu itu menganggap penting keluarga gue."Akhirnya, Kazaya menjawab pertanyaan Syena tapi Syena tidak puas dengan jawaban itu. Hingga ia melontarkan pertanyaan yang serupa tentang mengapa Kazaya baru mengatakan hal itu sekarang. "Karena gue benci, Kazumi bilang gue pecundang dan gue kagak suka dikatakan seorang pecundang karena ucapan itu membuat gue kagak berguna.""Jadi, Kazumi yang membuat kamu berpikir kayak sekarang?""Si bodoh itu kagak pernah jatuh cinta tapi dia lebih peka dari gue.""Sebenarnya, aku tahu kamu juga suka sama aku waktu kamu mencium aku di hutan itu."Wajah Kazaya berubah ketika

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   RAHASIA KAZUMI

    "Zaya. Enggak ada yang salah dengan pikiran kamu itu. Cari uang dengan mengandalkan bakat itu lumrah, yang enggak boleh dilakukan itu adalah, apapun akan dilakukan demi uang, pikiran kamu waktu dulu itu kan, karena kamu sulit mendapatkan uang, yang penting sekarang kamu udah sadar kalau seni itu juga penting."Dengan bijak, Syena menanggapi apa yang diucapkan oleh Kazaya agar pria itu tidak berlarut-larut dalam keterpurukannya.Kazaya diam tidak menanggapi apa yang diucapkan oleh Syena, hingga situasi di antara mereka senyap untuk beberapa saat.Dan kemudian...."Sampai sekarang, Alex aja kagak bisa melacak keberadaan Kazumi, padahal dia sangat andal melakukan pelacakan, semua sistem informasi yang diberikan oleh Alex pada Kazumi kayaknya kedeteksi, jadi keberadaan Kazumi kagak bisa diketahui di mana, yang jadi masalah, kalo bokap gue nanya dia di mana gue harus bilang apa? Gue benar-benar pusing sekarang.""Jujur aja.""Apa?"Kazaya seolah tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   BENAR-BENAR HAMIL

    "Ah, enggak! Aku enggak mikir kayak gitu! Aku cuma ingin kamu lebih melakukan persiapan aja kalau ternyata kamu benar-benar hamil, kan?" kata Moa buru-buru menjelaskan.Wajah Rachel seketika suram mendengar apa yang diucapkan oleh Moa, hingga Moa mengira Rachel jadi seperti itu karena dirinya."Rachel, apa aku salah bicara?" tanya Moa dengan nada suara yang terdengar sangat hati-hati."Enggak. Enggak ada yang salah. Aku hanya berpikir bagaimana bisa aku mengatakan pada Kazumi bahwa dia ternyata tetap sehat meskipun pernah meminum obat anti kesuburan itu di masalalu? Dia aja enggak bisa dihubungi, rasanya menyedihkan."Mendengar apa yang diucapkan oleh Rachel, Syena mengusap punggung perempuan itu untuk sekedar menenangkan perasaan Rachel yang pasti terguncang karena kabar Kazumi yang bergabung dengan organisasi mafia tersebut."Yang penting itu kesehatan kamu dan bayimu dulu, kalau kamu sudah yakin kamu itu hamil, kamu bisa menjaga bayi ini dengan baik, masalah Kazumi, Kazaya pasti ak

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   RACHEL HAMIL?

    Rachel terlihat salah tingkah mendengar pertanyaan yang diucapkan oleh Moa, hingga Moa tertawa kecil melihat ekspresi mantan istri pertama Kazumi tersebut. "Aku bercanda. Kau tidak perlu ambil hati, sejujurnya aku memang masih merasa cinta sama Kazumi, tapi aku tahu diri, Kazumi tidak pernah suka padaku, jadi aku tidak akan memikirkannya lagi, hanya saja kurasa itu perlu proses, jadi untuk sekarang aku ya masih memikirkan dia, maaf."Moa bicara dengan wajah yang terlihat sangat serius."Kazumi bukan milik siapapun lagi, jadi enggak ada yang bisa melarang siapapun untuk memikirkannya."Rachel menanggapi perkataan Moa, tapi Moa bisa melihat, itu hanya sesuatu yang sekedar diucapkan oleh Rachel saja. Ia bisa melihat, Rachel terlihat cemburu mendengar apa yang diucapkannya tadi hingga Moa sangat yakin, perempuan itu pasti masih sangat mencintai Kazumi."Rachel. Kazumi itu mencintai kamu, jadi kurasa kamu harus memperjuangkan perasaan kamu itu kalau memang kamu masih mencintai dia."Moa b

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   HAMPIR DILECEHKAN RADIT

    Jemari tangan Rachel yang sedang merangkai bunga terhenti seketika mendengar apa yang diucapkan oleh Radit. Radit merasa puas melihat perubahan yang terjadi pada wajah Rachel hingga laki-laki itu melangkah semakin mendekati posisi Rachel berada. "Kamu tidak tahu?" tanyanya setelah ia berada tepat di hadapan Rachel."Kamu ke sini hanya ingin membahas itu? Masih enggak suka juga kamu sama dia?" tanya Rachel beruntun."Rachel, aku peduli sama kamu, aku cuma enggak mau kamu kenapa-kenapa," kata Radit penuh dengan perasaan khawatir yang ia perlihatkan lewat sorot matanya."Aku dan Kazumi sudah bercerai, Radit. Urusan dia bukan urusanku lagi, jadi tolong pergi saja, jangan ganggu aku lagi!" pinta Rachel tanpa memberikan kesempatan pada pria itu untuk lebih banyak bicara lantaran ia sejak dulu memang sudah muak dengan pria tersebut.Namun, tidak bisa dipungkiri, apa yang dikatakan oleh Radit cukup membuat ia jadi kepikiran juga. Kazumi bergabung dengan organisasi mafia? Sepertinya tidak

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   GAGAL MENCARI INFORMASI

    Andreas menghela napas panjang mendengar apa yang diucapkan oleh Kazaya.Sebenarnya ia sekarang terpancing emosi, akan tetapi, ia tidak mau bertindak gegabah, meladeni kemarahan Kazaya hingga akhirnya pemuda itu bisa saja membuat galerinya hancur."Sebenarnya ada apa? Kamu marah marah seperti ini padaku? Apakah ada yang terjadi pada Kazumi?"Andreas tidak menanggapi ucapan mengandung emosi yang dikatakan oleh Kazaya tadi karena sebenarnya ia yakin bukan itu yang sedang bergolak di otak Kazaya.Kazaya bungkam mendengar pertanyaan Andreas. Ia mengusap wajahnya dengan kasar dan untuk sesaat ia tidak tahu harus bicara darimana untuk membeberkan segalanya."Asal kau tahu saja, Zaya. Aku memang dahulu pernah mendapatkan tawaran yang cukup menggiurkan dari Ernesto, bisa membuat lukisanku lebih meluas lagi ke seluruh dunia, namun, aku tidak menerima tawaran itu karena kupikir, aku tidak tega menodai sebuah karya seni."Karena Kazaya tidak kunjung bicara meskipun ia sudah melontarkan pertanyaa

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   ANDREAS ANAK BUAH ERNESTO?

    Alex tidak langsung menjawab apa yang diucapkan oleh Kazaya dan berujung pertanyaan tersebut, karena ia memang sesuai yang diucapkan oleh Kazaya, merasa khawatir dengan apa yang sudah diputuskan oleh Kazumi tadi secara tiba-tiba.Hanya saja, karena ia tahu Kazumi tidak akan berbuat sembarangan tanpa berpikir dahulu resikonya, ia percaya apa yang dilakukan oleh Kazumi adalah hal yang memang harus dilakukan oleh majikannya tersebut."Ternyata, lu juga sama aja dengan gue, panik dengan apa yang dilakukan oleh Kazumi," sinis Kazaya yang membuat Alex menghela napas panjang mendengarnya."Iya. Aku akui aku juga sama khawatirnya dengan Tuan, tapi aku yakin, Tuan Kazumi tidak akan sembarangan bertindak, Tuan. Dia pasti sudah merencanakan hal itu dengan baik dan tahu resikonya."Alex akhirnya menanggapi apa yang dikatakan oleh Kazaya, dan itu membuat Kazaya memajukan bibirnya."Meskipun resikonya dipenggal?""Semoga Tuan Kazumi baik-baik saja."Alex tidak berani berpikir bahwa Kazumi akan dipe

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   KAZUMI BERGABUNG DENGAN YURATA?

    "Gue cuma kagak mau ada orang lain yang terkena masalah karena keluarga kita!" jelas Kazaya dan itu membuat Kazumi tersenyum kecut meskipun ia sesekali mengerenyit menahan sakit karena luka yang dideritanya membuat punggungnya terasa perih."Peduli juga tidak apa-apa, kau memang harus melakukan hal itu padanya, sebelum terlambat.""Berisik!""Tuan. Ada laporan dari rekanku, katanya mereka sedang bentrok dengan anak buah Yurata."Saat Kazumi dan Kazaya bertengkar, Alex bicara seperti itu hingga pertengkaran yang terjadi pada saudara kembar itu terhenti seketika."Di mana mereka sekarang?"Baru saja Kazumi melontarkan pertanyaan itu pada Alex, tiba-tiba saja dari arah atas mereka terdengar suara seseorang memanggil, hingga mereka mendongakkan kepala mereka untuk mencari tahu siapa yang sedang memanggil mereka."Itu mereka!" kata Alex sambil mengarahkan telunjuknya ke atas. Sebuah tali terjulur dari atas dan tali itu bukan tali biasa tapi tali yang biasa digunakan oleh seseorang yang se

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status