Home / Romansa / DI BALIK SENYUM SANG CEO / INTEROGASI ANDREAS

Share

INTEROGASI ANDREAS

last update Last Updated: 2024-07-10 11:05:52

"Apa?"

"Ya. Jika Nona menahan saya untuk menemui Bertrand, apakah itu bukan berarti, Nona terlalu berlebihan melindungi seseorang yang pernah Nona sukai?"

"Tapi, aku bicara yang sebenarnya, Bertrand itu orangnya enggak mau melakukan sesuatu yang tidak benar dengan sembarangan, jadi aku berani bicara begitu karena -"

"Itu menurut Nona, sekarang kita harus ke sana, saya tidak peduli Nona keberatan atau tidak, saya tetap akan ke sana."

Syena menyerah. Akhirnya ia membiarkan saja Alex membawanya untuk ke rumah Bertrand meskipun perasaannya jadi tidak enak dengan Bertrand karena Alex curiga padanya. Tetapi, apa yang bisa dilakukannya untuk mencegah keinginan Alex? Bisa-bisa, pria itu curiga dirinya bekerjasama dengan ayahnya untuk mencelakakan Kazumi.

Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di depan gang sempit di mana rumah Bertrand berada. Keduanya segera turun dari mobil lalu menyusuri gang sempit itu untuk mencapai rumah Bertrand.

Bertrand terlihat terkejut ketika melihat Alex da
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   HATI MOA SEMAKIN PATAH....

    "Lu mau bilang, Kazumi lebih berbakat ketimbang gue?" tanya Kazaya dengan perasaan yang tidak nyaman. "Setiap orang itu memiliki bakatnya masing-masing, jadi kau tidak boleh iri dengan apa yang dimiliki oleh orang lain.""Kazumi kagak suka dengan semua yang berbau lukisan! Dia juga sering bilang hobi gue itu sampah, ya, gue sempat denger nyokap itu bilang dia pinter melukis, tapi gue kagak pernah lihat lukisan dia.""Ibu kalian penggemar sebuah lukisan?""Iya.""Siapa di antara kalian yang benar-benar berniat untuk menjadi pelukis?""Tentu aja gue.""Kenapa? Bisa kau jelaskan alasannya?""Karena dengan melukis apa yang ada di otak gue tersalurkan.""Baiklah, antarkan lukisan terbaikmu ke galeri milikku, setelah itu jangan lupa dengan janjimu.""Tentang pertanyaan lu tadi, apakah bisa kagak gue jawab?""Apakah kau enggan menjawabnya?""Itu hal yang rahasia, gue kagak mau membeberkannya kalau gue belum pasti menjadi seseorang yang kerja sama dengan lu.""Bagaimana kalau ternyata rahasi

    Last Updated : 2024-07-11
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   MOA PENJAHAT BERKEDOK?

    "Kamu menyukai suami orang?""Aku tidak tahu kalau dia suami orang, aku pikir dia masih lajang, belakangan baru tahu kalau dia ternyata sudah menikah.""Maka, lupakan perasaan kamu itu.""Apa?""Ya. Karena menyukai suami orang itu berdosa ketika kamu berniat untuk meneruskan itu semua, apalagi ingin memiliki."Moa terdiam mendengar apa yang diucapkan oleh Zill, raut wajahnya terlihat sangat suram, dan Zill sadar ucapannya mungkin sudah berlebihan. "Maaf, bukan bermaksud membuat kamu tersinggung, tapi, merusak pernikahan orang itu tidak baik. Apalagi membuat hancur hubungan orang yang saling mencintai. Masih banyak pria lajang yang mencintai dan bisa kau cintai, kamu tidak perlu merusak nama baikmu dengan menyukai suami orang.""Aku menyukai pria lajang juga ditolak, contohnya kamu, jadi pria seperti apa yang harus aku sukai? Apakah aku terlalu jelek hingga semua pria jadi benci padaku?""Tidak, kamu itu cantik, kamu juga baik dan kuat, masalah hati itu memang sulit untuk diprediksi,

    Last Updated : 2024-07-12
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   MENYAMAR MENJADI KAZUMI

    "Ya! Kamu harus hati-hati, banyak orang sekarang yang berkedok, terlihat tanpa dosa tapi sebenarnya banyak cara untuk menikam.""Moa bukan wanita yang seperti itu, aku yakin itu, masalah tentang mafia itu bukan ranah kita, kita juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada keluarga mereka, kan?"Setelah bicara demikian, Zill naik ke atas motornya untuk segera pulang, tapi niatnya terhenti ketika Chika mencekal salah satu pergelangan tangannya.Sontak Zill melepaskan pegangan tangan itu hingga membuat Chika sedikit terjajar karena sentakan yang dilakukan oleh Zill."Kenapa kamu kasar banget sih? Aku itu belum selesai ngomong sama kamu, kenapa mau pergi aja?""Maaf, aku buru-buru, apakah ada hal lagi yang ingin kamu sampaikan?""Temani aku ke pesta nanti malam!""Aku tidak bisa, maaf.""Zill, aku itu enggak banyak punya teman di sini, temanku di luar negeri semua, kamu adalah orang yang aku kenal baik, lagian kamu juga cari makan di cafe ayahku, kan? Apa salahnya, kamu nemenin anak

    Last Updated : 2024-07-13
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   MEMANCING INGATAN KAZUMI

    Hal itu membuat Radit langsung mengarahkan pandangannya pada Kazaya yang terlihat tetap tenang meskipun pulpen yang dipegangnya patah karena tekanan jarinya yang sedemikian kuat lantaran ia kesal dengan ucapan Radit tadi. Hanya dengan jari, dia bisa mematahkan pulpen, apakah dia benar-benar Kazumi? Atau aku yang terlalu lambat tahu tentang keadaan dia yang sebenarnya?Radit kembali membatin, sampai akhirnya...."Saat mobilku jatuh ke air, aku masih bisa berusaha untuk memecahkan kaca mobil, aku juga tidak tahu dapat kekuatan darimana untuk melakukan hal itu, tapi, setiap manusia itu memiliki kekuatan tersembunyi ketika ia sedang dalam situasi terjepit, itu yang aku alami, kalian bisa melihat sendiri mobil yang sudah diangkat oleh tim kepolisian, kacanya pecah, dan aku keluar dari sana untuk menyelamatkan nyawaku, jika itu tidak aku lakukan, mungkin aku juga tidak akan secepat itu pulih."Kazaya menanggapi perkataan Radit dengan nada suara yang ditekan pertanda ia sekarang sedang mena

    Last Updated : 2024-07-14
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   KEKHAWATIRAN SANG KAKEK....

    Moa memalingkan wajahnya ketika sembari bertanya demikian, Kazumi menatapnya dengan sorot mata menyelidik. Dia sadar enggak ya kalau misalnya aku bohong? Aku belum bisa mengatakan siapa dia yang sebenarnya, karena aku mau tahu dia ini pria yang baik atau memang sejahat itu seperti yang dikatakan oleh ayahku....Moa bicara seperti itu di dalam hati, sambil memikirkan kalimat yang akan ia katakan untuk menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh Kazumi. "Aku, tidak menemukan dompetmu."Akhirnya, Moa menjawab pertanyaan Kazumi dengan susah payah karena ia harus berbohong dan Kazumi hanya manggut-manggut pertanda paham dengan apa yang dikatakan oleh Moa. "Apa terjatuh saat aku tercebur di air ya?" gumam Kazumi seolah pada dirinya sendiri. "Kamu ingat kejadian saat kamu kecelakaan? Maksud aku, kamu kan jatuh ke air, kamu ingat kenapa kamu jatuh ke air?"Moa kembali mengorek informasi, agar ia tahu sejauh mana ingatan Kazumi."Aku cuma ingat banyak guncangan yang aku rasakan, mobilku jatuh

    Last Updated : 2024-07-15
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   WAJAH MERAH MOA

    "Itulah yang ingin aku tahu, Kek. Izinkan aku untuk mencari tahu dulu tentang dia, ya?"Moa masih memohon pada sang kakek, hingga akhirnya pria paruh baya itu terpaksa mengizinkan sang cucu angkat untuk tetap menampung Kazumi seperti yang diinginkan oleh Moa. Mendapatkan izin dari sang kakek, Moa bergegas ke belakang dan meminta Kazumi untuk segera masuk. "Ada apa?" tanya Kazumi dengan wajah terlihat tegang ketika Moa memintanya untuk mengikuti langkahnya sesegera mungkin. "Ada kapal dari kejauhan merapat ke bibir pantai, kamu sedang hilang ingatan, aku tidak bisa menyerahkan kamu pada sembarang orang, jadi untuk sementara selagi ingatan kamu belum pulih, kamu bersembunyi dulu, ya?"Moa berusaha untuk menerangkan sesederhana mungkin agar Kazumi paham dengan apa yang dikatakannya."Ah, begitu, baiklah. Terima kasih kamu memiliki pikiran seperti itu."Kazumi hanya patuh dengan apa yang diucapkan oleh Moa. Dibantu Moa yang memapahnya, Kazumi masuk ke dalam dan segera bersembunyi di da

    Last Updated : 2024-07-16
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   KHAWATIR DENGAN KAZUMI

    "Aku tidak tahu, tiba-tiba saja, ada bayangan seorang wanita di benakku, tapi aku tidak tahu siapa dia."Wanita itu pasti istri Kazumi, tapi dia tidak ingat, sedangkan istrinya pasti sedang menanti Kazumi kembali....Hati Moa bicara demikian sambil terus menatap ke arah Kazumi yang benar-benar terlihat menahan rasa sakit sambil terus memijit pelipisnya. "Sudahlah, tidak perlu memaksakan diri, tidurlah lagi, mungkin nanti setelah pulih kamu akan ingat semuanya, aku akan membuat makan malam untuk kita."Moa akhirnya meninggalkan Kazumi agar pria itu kembali istirahat setelah bicara seperti itu pada Kazumi. Perasaannya tidak menentu. Rasanya, ia tidak ingin melihat Kazumi ingat semuanya, tapi apakah ia akan tega melakukan hal itu karena artinya sama saja mencegah Kazumi kembali pada keluarga dan para istrinya?***"Rachel, apa yang kamu lakukan?" tanya Syena ketika suatu malam ia terjaga dan melihat Rachel memakai gaun pengantin menaiki anak tangga menuju lantai atas. Syena buru-buru m

    Last Updated : 2024-07-17
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   PERTANYAAN MAUT ALEX!

    Syena ingin menjawab pertanyaan Kazaya, tapi niatnya tertahan ketika tiba-tiba saja, Alex berdiri di ambang pintu kamar Kazumi hingga ia buru-buru bangkit, khawatir asisten pribadi Kazumi itu mengira ia kurang ajar ikut masuk ke kamar milik Kazumi saat yang punya kamar tidak ada di tempat."Saya pikir siapa yang ada di kamar Tuan Kazumi, ternyata kalian, apa ada yang kalian cari? Saya bisa membantu jika memang butuh bantuan."Alex memandang Syena dan juga Kazaya bergantian sambil menahan Syena yang ingin pergi dari kamar itu dengan cara berdiri di depan pintu kamar tersebut."Gue cuma mau melihat kamarnya doang, kagak ada yang dicari."Kazaya menjawab pertanyaan Alex sambil ikut bangkit dari tempat duduknya seperti halnya Syena. "Besok ada pertemuan dengan salah satu klien di jam makan malam, mereka meminta Tuan datang dengan istri Tuan, tadi saya menemui Nona Rachel, keadaannya tidak memungkinkan untuk ikut ke perjamuan, mungkin Tuan Kazaya harus didampingi oleh Nona Syena."Mendeng

    Last Updated : 2024-07-18

Latest chapter

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   DI BALIK SENYUM SANG CEO (end)

    Awalnya, Syena tidak berani membalas ciuman yang diberikan oleh Kazaya. Namun beberapa saat kemudian, rasa ragu Syena akhirnya musnah. Ia membalas ciuman yang diberikan oleh Kazaya padanya dengan penuh perasaan pula hingga akhirnya keduanya sama-sama tenggelam dalam perasaan mereka satu sama lain dan ketika perasaan itu ingin mendorong mereka melakukan hal yang lebih dari sekedar ciuman, buru-buru Syena dan Kazaya saling menarik diri dengan napas mereka yang memburu.Kazaya mengusap wajahnya yang terasa panas dan ia yakin sekarang ini wajahnya merah begitu juga dengan Syena. "Jadi, apa sekarang kita jadian?" tanya Syena dengan suara perlahan khawatir apa yang dialaminya tadi adalah sebuah mimpi atau hanya sebuah canda Kazaya saja karena pemuda itu biasanya juga sering melakukan sesuatu yang tidak dipikirkan dahulu."Asalkan kamu mau menunggu dulu sebelum akhirnya aku bisa melamar kamu, untuk sekarang aku masih harus menyelesaikan kekacauan yang sedang terjadi."Mendengar Kazaya meru

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   TIBA-TIBA DICIUM!

    "Gue suka sama lu, Syena tapi gue tau, itu terlambat, dan-""Kenapa menyukaiku? Dan kenapa kamu baru mengatakan sekarang?" potong Syena hingga membuat Kazaya tidak bisa bicara untuk sejenak karena tidak tahu apa yang akan ia katakan untuk menjawab pertanyaan perempuan tersebut."Gue kagak tau kenapa gue suka sama lu, tapi mungkin karena lu begitu peduli sama keluarga gue, gue jadi merasa lu itu menganggap penting keluarga gue."Akhirnya, Kazaya menjawab pertanyaan Syena tapi Syena tidak puas dengan jawaban itu. Hingga ia melontarkan pertanyaan yang serupa tentang mengapa Kazaya baru mengatakan hal itu sekarang. "Karena gue benci, Kazumi bilang gue pecundang dan gue kagak suka dikatakan seorang pecundang karena ucapan itu membuat gue kagak berguna.""Jadi, Kazumi yang membuat kamu berpikir kayak sekarang?""Si bodoh itu kagak pernah jatuh cinta tapi dia lebih peka dari gue.""Sebenarnya, aku tahu kamu juga suka sama aku waktu kamu mencium aku di hutan itu."Wajah Kazaya berubah ketika

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   RAHASIA KAZUMI

    "Zaya. Enggak ada yang salah dengan pikiran kamu itu. Cari uang dengan mengandalkan bakat itu lumrah, yang enggak boleh dilakukan itu adalah, apapun akan dilakukan demi uang, pikiran kamu waktu dulu itu kan, karena kamu sulit mendapatkan uang, yang penting sekarang kamu udah sadar kalau seni itu juga penting."Dengan bijak, Syena menanggapi apa yang diucapkan oleh Kazaya agar pria itu tidak berlarut-larut dalam keterpurukannya.Kazaya diam tidak menanggapi apa yang diucapkan oleh Syena, hingga situasi di antara mereka senyap untuk beberapa saat.Dan kemudian...."Sampai sekarang, Alex aja kagak bisa melacak keberadaan Kazumi, padahal dia sangat andal melakukan pelacakan, semua sistem informasi yang diberikan oleh Alex pada Kazumi kayaknya kedeteksi, jadi keberadaan Kazumi kagak bisa diketahui di mana, yang jadi masalah, kalo bokap gue nanya dia di mana gue harus bilang apa? Gue benar-benar pusing sekarang.""Jujur aja.""Apa?"Kazaya seolah tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   BENAR-BENAR HAMIL

    "Ah, enggak! Aku enggak mikir kayak gitu! Aku cuma ingin kamu lebih melakukan persiapan aja kalau ternyata kamu benar-benar hamil, kan?" kata Moa buru-buru menjelaskan.Wajah Rachel seketika suram mendengar apa yang diucapkan oleh Moa, hingga Moa mengira Rachel jadi seperti itu karena dirinya."Rachel, apa aku salah bicara?" tanya Moa dengan nada suara yang terdengar sangat hati-hati."Enggak. Enggak ada yang salah. Aku hanya berpikir bagaimana bisa aku mengatakan pada Kazumi bahwa dia ternyata tetap sehat meskipun pernah meminum obat anti kesuburan itu di masalalu? Dia aja enggak bisa dihubungi, rasanya menyedihkan."Mendengar apa yang diucapkan oleh Rachel, Syena mengusap punggung perempuan itu untuk sekedar menenangkan perasaan Rachel yang pasti terguncang karena kabar Kazumi yang bergabung dengan organisasi mafia tersebut."Yang penting itu kesehatan kamu dan bayimu dulu, kalau kamu sudah yakin kamu itu hamil, kamu bisa menjaga bayi ini dengan baik, masalah Kazumi, Kazaya pasti ak

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   RACHEL HAMIL?

    Rachel terlihat salah tingkah mendengar pertanyaan yang diucapkan oleh Moa, hingga Moa tertawa kecil melihat ekspresi mantan istri pertama Kazumi tersebut. "Aku bercanda. Kau tidak perlu ambil hati, sejujurnya aku memang masih merasa cinta sama Kazumi, tapi aku tahu diri, Kazumi tidak pernah suka padaku, jadi aku tidak akan memikirkannya lagi, hanya saja kurasa itu perlu proses, jadi untuk sekarang aku ya masih memikirkan dia, maaf."Moa bicara dengan wajah yang terlihat sangat serius."Kazumi bukan milik siapapun lagi, jadi enggak ada yang bisa melarang siapapun untuk memikirkannya."Rachel menanggapi perkataan Moa, tapi Moa bisa melihat, itu hanya sesuatu yang sekedar diucapkan oleh Rachel saja. Ia bisa melihat, Rachel terlihat cemburu mendengar apa yang diucapkannya tadi hingga Moa sangat yakin, perempuan itu pasti masih sangat mencintai Kazumi."Rachel. Kazumi itu mencintai kamu, jadi kurasa kamu harus memperjuangkan perasaan kamu itu kalau memang kamu masih mencintai dia."Moa b

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   HAMPIR DILECEHKAN RADIT

    Jemari tangan Rachel yang sedang merangkai bunga terhenti seketika mendengar apa yang diucapkan oleh Radit. Radit merasa puas melihat perubahan yang terjadi pada wajah Rachel hingga laki-laki itu melangkah semakin mendekati posisi Rachel berada. "Kamu tidak tahu?" tanyanya setelah ia berada tepat di hadapan Rachel."Kamu ke sini hanya ingin membahas itu? Masih enggak suka juga kamu sama dia?" tanya Rachel beruntun."Rachel, aku peduli sama kamu, aku cuma enggak mau kamu kenapa-kenapa," kata Radit penuh dengan perasaan khawatir yang ia perlihatkan lewat sorot matanya."Aku dan Kazumi sudah bercerai, Radit. Urusan dia bukan urusanku lagi, jadi tolong pergi saja, jangan ganggu aku lagi!" pinta Rachel tanpa memberikan kesempatan pada pria itu untuk lebih banyak bicara lantaran ia sejak dulu memang sudah muak dengan pria tersebut.Namun, tidak bisa dipungkiri, apa yang dikatakan oleh Radit cukup membuat ia jadi kepikiran juga. Kazumi bergabung dengan organisasi mafia? Sepertinya tidak

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   GAGAL MENCARI INFORMASI

    Andreas menghela napas panjang mendengar apa yang diucapkan oleh Kazaya.Sebenarnya ia sekarang terpancing emosi, akan tetapi, ia tidak mau bertindak gegabah, meladeni kemarahan Kazaya hingga akhirnya pemuda itu bisa saja membuat galerinya hancur."Sebenarnya ada apa? Kamu marah marah seperti ini padaku? Apakah ada yang terjadi pada Kazumi?"Andreas tidak menanggapi ucapan mengandung emosi yang dikatakan oleh Kazaya tadi karena sebenarnya ia yakin bukan itu yang sedang bergolak di otak Kazaya.Kazaya bungkam mendengar pertanyaan Andreas. Ia mengusap wajahnya dengan kasar dan untuk sesaat ia tidak tahu harus bicara darimana untuk membeberkan segalanya."Asal kau tahu saja, Zaya. Aku memang dahulu pernah mendapatkan tawaran yang cukup menggiurkan dari Ernesto, bisa membuat lukisanku lebih meluas lagi ke seluruh dunia, namun, aku tidak menerima tawaran itu karena kupikir, aku tidak tega menodai sebuah karya seni."Karena Kazaya tidak kunjung bicara meskipun ia sudah melontarkan pertanyaa

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   ANDREAS ANAK BUAH ERNESTO?

    Alex tidak langsung menjawab apa yang diucapkan oleh Kazaya dan berujung pertanyaan tersebut, karena ia memang sesuai yang diucapkan oleh Kazaya, merasa khawatir dengan apa yang sudah diputuskan oleh Kazumi tadi secara tiba-tiba.Hanya saja, karena ia tahu Kazumi tidak akan berbuat sembarangan tanpa berpikir dahulu resikonya, ia percaya apa yang dilakukan oleh Kazumi adalah hal yang memang harus dilakukan oleh majikannya tersebut."Ternyata, lu juga sama aja dengan gue, panik dengan apa yang dilakukan oleh Kazumi," sinis Kazaya yang membuat Alex menghela napas panjang mendengarnya."Iya. Aku akui aku juga sama khawatirnya dengan Tuan, tapi aku yakin, Tuan Kazumi tidak akan sembarangan bertindak, Tuan. Dia pasti sudah merencanakan hal itu dengan baik dan tahu resikonya."Alex akhirnya menanggapi apa yang dikatakan oleh Kazaya, dan itu membuat Kazaya memajukan bibirnya."Meskipun resikonya dipenggal?""Semoga Tuan Kazumi baik-baik saja."Alex tidak berani berpikir bahwa Kazumi akan dipe

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   KAZUMI BERGABUNG DENGAN YURATA?

    "Gue cuma kagak mau ada orang lain yang terkena masalah karena keluarga kita!" jelas Kazaya dan itu membuat Kazumi tersenyum kecut meskipun ia sesekali mengerenyit menahan sakit karena luka yang dideritanya membuat punggungnya terasa perih."Peduli juga tidak apa-apa, kau memang harus melakukan hal itu padanya, sebelum terlambat.""Berisik!""Tuan. Ada laporan dari rekanku, katanya mereka sedang bentrok dengan anak buah Yurata."Saat Kazumi dan Kazaya bertengkar, Alex bicara seperti itu hingga pertengkaran yang terjadi pada saudara kembar itu terhenti seketika."Di mana mereka sekarang?"Baru saja Kazumi melontarkan pertanyaan itu pada Alex, tiba-tiba saja dari arah atas mereka terdengar suara seseorang memanggil, hingga mereka mendongakkan kepala mereka untuk mencari tahu siapa yang sedang memanggil mereka."Itu mereka!" kata Alex sambil mengarahkan telunjuknya ke atas. Sebuah tali terjulur dari atas dan tali itu bukan tali biasa tapi tali yang biasa digunakan oleh seseorang yang se

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status