Beranda / Romansa / DI BALIK SENYUM SANG CEO / BERTARUNG DENGAN PAK BORIS!

Share

BERTARUNG DENGAN PAK BORIS!

Penulis: Mithavic Himura
last update Terakhir Diperbarui: 2024-09-27 13:04:52

Pak Boris ingin merampas ponsel yang ada di tangan Bertrand karena merasa Bertrand tidak bergegas memberikan apa yang diinginkannya. Namun, karena Bertrand masih tidak menemukan adanya Alex dan juga Kazaya, Bertrand sengaja tidak memberikan agar ia bisa mengulur waktu supaya ia bisa melakukan aturan yang dibuat oleh Alex.

Jika ia belum melihat Alex dan Kazaya, dan Pak Boris mengetahui bahwa ia tidak mengambil foto yang diinginkan ayah Syena tersebut, Bertrand khawatir rencana penangkapan yang sudah diatur Alex jadi berantakan, dan Bertrand juga tidak mau itu terjadi.

Namun, apa yang dilakukan oleh Bertrand justru membuat Pak Boris kesal. Ia tidak mau mengulur waktu karena Radit pasti akan marah, apalagi ponsel itu adalah miliknya yang diberikan oleh Radit agar Radit mudah untuk menghubunginya, jika Radit menghubunginya ponsel itu masih di tangan Bertrand, Pak Boris khawatir Radit akan murka padanya.

Berpikir sampai di sana, Pak Boris makin menodongkan pisau di tangannya pada Bertra
Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   KEMARAHAN BERTRAND!

    "Ayah! Ayah kenapa?!!" Sambil berteriak demikian, Bertrand memburu ayahnya yang tergeletak di lantai kamar. Sepertinya, sang ayah ingin beranjak keluar dari kamar tapi kemudian terjatuh dan....Bertrand berteriak memanggil ayahnya ketika ia sadar ayahnya sudah tiada!Para tetangga yang mendengar teriakan Bertrand mulai berdatangan. Mereka terkejut karena teriakan Bertrand sangat keras dan itu membuat mereka mau tidak mau masuk ke rumah sederhana tersebut untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Bertrand seolah kehilangan daya untuk berdiri. Jangankan untuk berdiri, menjawab pertanyaan para tetangganya saja ia tidak sanggup sampai akhirnya Bertrand hanya pasrah ketika para tetangganya menyarankan dirinya untuk melakukan prosesi pemakaman karena sang ayah memang sudah meninggal.Tidak ada tanda-tanda kekerasan yang terjadi, ayah Bertrand meninggal karena penyakit yang sudah lama dideritanya. Sekian lama Bertrand berusaha untuk membuat ayahnya bertahan hingga pria itu mau melakuka

    Terakhir Diperbarui : 2024-09-29
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   KAZAYA PUTUS ASA....

    "Cara apa itu?" tanya sang istri sambil menatap wajah suaminya dengan sangat serius."Kau tidak perlu tahu, lakukan saja perintahku, sekarang!"Lina menarik napas berat. Sebenarnya, ia enggan melaksanakan perintah sang suami untuk mendatangi kantor Radit. Namun, karena ia juga penasaran cara apa lagi yang akan ditempuh suaminya untuk membuat orang kaya itu jadi tidak merendahkan mereka, Lina akhirnya melaksanakan tugas itu meskipun setengah hati. ***Lina berhasil ke kantor Radit dengan informasi yang diberikan oleh suaminya tentang di mana kantor Radit berada. Meskipun menyamarkan penampilannya agar ia tidak terlalu kentara khawatir ia dicurigai, perempuan itu akhirnya dipersilahkan masuk ke ruangan Radit tepat saat Radit baru saja masuk ke ruangannya setelah melakukan rapat."Kau ingin aku membantu suamimu?" tanya Radit tanpa mempersilakan Lina untuk duduk."Iya. Bukankah dia bekerja untuk, Tuan? Jadi sudah sewajarnya Tuan membantunya untuk bisa bebas dari jeratan hukum.""Enak sa

    Terakhir Diperbarui : 2024-09-30
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   KAZAYA MENYERANG BERTRAND!

    Bertrand terhuyung diperlakukan seperti itu oleh Kazaya. Tetapi, ia tidak bereaksi apa-apa kecuali hanya menatap wajah Kazaya sejenak lalu ia kembali melangkahkan kakinya menyusuri trotoar seperti orang yang tidak ada arah dan tujuan. Tadinya, Kazaya ingin marah. Ia mengira, Bertrand memang sengaja ingin mencari perkara, tapi ternyata dugaannya salah, ia melihat Bertrand seperti orang yang sangat terpukul dan linglung hingga Kazaya mengurungkan niatnya untuk melampiaskan kemarahannya pada pria tersebut."Lu kenapa? Kenapa lu macam mau mati?" tanyanya sambil menatap wajah Bertrand yang sangat kentara sangat suram."Aku memang ingin mati saja...."Bertrand menjawab pertanyaan Kazaya tanpa menatap wajah Kazaya, pandangan matanya sangat kosong hingga Kazaya benar-benar tidak paham mengapa pria itu jadi demikian."Mau mati? Lu kira mati itu ringan? Mumpung masih hidup siapin bekal dulu baru mikir mati!"Bertrand menarik napas. Ia menyingkirkan tangan Kazaya yang memegangnya dan segera in

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-02
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   TERTEMBAK LAGI!

    Tidak hanya sampai di situ, Kazaya yang marah mendengar apa yang diucapkan oleh Bertrand benar-benar tidak bisa lagi menahan emosinya. Pria itu kembali memberikan Bertrand pukulan hingga tubuh Bertrand semakin tersungkur karena perbuatan Kazaya.Beberapa orang yang menyaksikan apa yang dilakukan oleh Kazaya segera menahan Kazaya dan menjauhkannya dari Bertrand."Kagak usah sok ikut campur lu! Lu kagak tau apa yang sebenarnya terjadi, jadi jangan seenaknya ngomong seolah-olah lu tau segalanya!"Meskipun dijauhkan dari Bertrand, Kazaya masih sempat berteriak demikian namun Bertrand tidak peduli karena ia sibuk menahan rasa sakit akibat pukulan yang diberikan oleh Kazaya pada tubuhnya.***Syena kembali datang menemui Bertrand, tapi kali ini mereka tidak bertemu di rumah Bertrand karena Syena tidak nyaman lantaran ayah Bertrand sudah meninggal dan ia di mata orang masih berstatus istri Kazumi hingga ia merasa akan ada pembicaraan yang tidak baik berhembus jika ia melakukan hal itu. Menem

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-04
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   DIULTIMATUM KAZAYA!

    "Aku enggak peduli, Kek! Aku enggak mau dia membawa Kazumi, aku enggak mau mereka memisahkan aku dengan Kazumi!"Moa histeris, ia berusaha untuk melepaskan pegangan tangan sang kakek agar ia bisa keluar dari villa mengejar mobil yang membawa Kazumi, tapi kakeknya tidak membiarkan hal itu dilakukan oleh Moa, ia tetap menahan sampai akhirnya ada seseorang yang tidak lain Kazaya dan Bertrand yang menemukan villa Moa atas informasi dari Alex."Di mana Kazumi? Apa yang terjadi di sini?"Pertanyaan Kazaya membuat Moa seketika menghentikan gerakannya yang ingin melepaskan diri dari cengkraman sang kakek karena tidak mengizinkan dirinya untuk mengejar mobil yang membawa Kazumi. "Kazumi, kamu kembali?" Moa nyaris lupa, bahwa Kazumi memiliki saudara kembar hingga saat ia melihat Kazaya, Moa merasa itu adalah Kazumi. "Gue bukan Kazumi, gue Kazaya, lu Moa? Apa yang terjadi di sini? Mana Kazumi?""Kamu, adik kembar Kazumi?""Ya!""Astaga, benar-benar mirip...."Moa dan kakeknya sama-sama merasa

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-06
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   MOA MELARIKAN DIRI?

    Sang kakek memohon pada Moa sampai Moa tidak tahu harus berkata apa untuk membantah apa yang dikatakan oleh sang kakek. Ia hanya mengiyakan dan bergegas ke kamarnya untuk mencari tahu siapa sebenarnya yang sudah membawa Kazumi dan di mana posisi Kazumi sekarang lewat ponsel yang diberikannya pada Kazumi.Sementara itu, Kazaya dan Bertrand yang ingin mencoba mencari tahu tentang yang sebenarnya kemana Kazumi dibawa segera ke markas di mana anak buah Ernesto berada.Saat ia berkomunikasi dengan Alex tadi, Kazaya mendapatkan kesimpulan dari Alex bahwa kemungkinan orang-orang itu yang menemukan Kazumi.Baru saja Kazaya ingin membawa motornya lebih kencang lagi dari sebelumnya tiba-tiba saja, ponselnya kembali berdering. Terpaksa Kazaya menepikan motornya dahulu lalu menerima panggilan tersebut karena ternyata, yang menghubunginya adalah Alex.{Tuan, baru saja Moa menghubungi saya, saya rasa Tuan Kazumi bukan dibawa oleh orang-orang Ernesto}Suara Alex terdengar di seberang sana.{Apa dia

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-08
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   MENGEJAR MOA!

    "Ya, udah! Lu aja yang terima, gue kagak bisa menghentikan motor, ntar tuh cewek kagak terkejar lagi, gue udah mendapatkan dia di sana!"Sambil bicara demikian, Kazaya memberikan ponselnya pada Bertrand agar Bertrand menerimakan panggilan itu jika memang yang sedang memanggil adalah Alex. Ternyata memang Alex yang menelpon hingga Bertrand langsung menerima.{Bang, ini Bertrand, Kazaya lagi bawa motor, kita lagi ngejar perempuan yang menolong Tuan Kazumi itu, dia pergi ketika kami ingin mengintrogasi dia}Ketika ia menerima panggilan tersebut, Bertrand langsung bicara demikian pada Alex. {Oh, gitu. Sebaiknya, kalian jangan mengejar terlalu dekat, tolong beritahu Tuan Kazaya untuk kembali saja biar aku yang melakukan pengejaran untuk orang-orang itu}{Sepertinya itu sulit, Bang. Kazaya terlihat emosi sekarang, akan sulit untuk mencegah dia yang ingin terus mengejar perempuan itu}{Kemungkinan orang-orang yang membawa Tuan Kazumi itu adalah orang-orang ayah perempuan itu, jadi bukan or

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-09
  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   BERTEMU MERTUA

    "Tolong, berikan aku kesempatan untuk menyelesaikan masalah ini, ayahku itu orangnya keras, jika kalian ikut campur, aku khawatir dia semakin nekat berbuat sesuatu pada Kazumi.""Apa yang akan lu lakuin? Merampas Kazumi dari bokap lu, lalu membawa dia balik ke villa? Gimana kalo ternyata, orang-orang Ernesto juga tahu di mana keberadaan Kazumi, apa lu bisa memberikan perlindungan untuk dia? Jangan keras kepala, lu kagak punya kekuatan sebesar itu untuk memastikan Kazumi baik-baik aja!" "Aku tahu, tapi aku akan melakukan komunikasi dahulu dengan -""Siapa mereka?"Ucapan Moa dipotong oleh perkataan Bertrand yang tiba-tiba saja melihat beberapa motor dan mobil bergerak cepat melintasi mereka. Karena mereka tidak berada persis di tepi jalan, orang-orang yang melintas cepat itu tidak memperhatikan mereka dengan baik, dan wajah Moa berubah tegang melihatnya. Ia segera bersiap untuk mengendarai motornya kembali meskipun rasa sakit di kakinya semakin terasa, dan perempuan itu segera mengel

    Terakhir Diperbarui : 2024-10-10

Bab terbaru

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   MASIH HARUS MENYAMAR

    Setelah bicara demikian pada Kazaya, Shane keluar dari dalam ruangan di mana ia menempatkan Kazaya, dan Kazaya yang mendengar perkataannya itu hanya bisa menggenggam erat kuas di tangannya seolah ia tidak bisa lagi menahan amarah, tapi ia tetap harus menahannya karena sekarang ia sedang di bawah pengawasan.Sementara itu, rapat yang dihadiri Kazumi yang menyamar menjadi Kazaya sudah selesai dengan baik dan sempurna. Kazumi mampu memerankan Kazaya dengan baik atas arahan Alex yang selama ini terus mendampingi Kazaya saat di kantor. Tanpa sepengetahuan Kazumi dan juga Alex, salah satu rekan bisnis Kazumi yang tadi ikut rapat adalah orang yang berada di pihak Radit. Ketika rapat sudah usai, ia buru-buru melakukan pertemuan dengan Radit di sebuah tempat."Aku sudah melakukan apa yang kau katakan Tuan Radit, tapi reaksinya biasa saja, sepertinya kita tidak bisa membedakan lagi yang mana Kazumi dan yang mana Kazaya, karena mereka sekarang benar-benar sulit untuk dibedakan."Orang yang b

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   MENYAMAR MENJADI KAZAYA

    "Aku tidak yakin....""Tidak yakin tentang Tuan Kazaya yang kemungkinan bergabung, atau tidak yakin jika Tuan Kazaya dieksekusi?""Semuanya....""Dengan kata lain, Tuan juga merasa sedikit khawatir jika ada kemungkinan Tuan Kazaya dieksekusi?""Ya.""Jadi, apa yang harus kita lakukan sekarang, Tuan?""Kau lakukan saja apa yang aku katakan tadi, lakukan dengan cara perlahan, jangan sampai mengundang perhatian orang banyak terutama para rekan bisnis, untuk yang lainnya masih aku pikirkan, nanti aku akan konfirmasi padamu." Alex membungkukkan tubuhnya mendengar apa yang diucapkan oleh Kazumi. Setelah paham dengan isi perintah sang majikan pertama, Alex segera pamit untuk memulai penyelidikan.***Karena Kazaya tidak kembali juga ke perusahaan semenjak ke markas sementara anak buah Yurata, Alex terpaksa meminta Kazumi untuk kembali ke perusahaan ketika rapat penting di kantor diadakan. Beruntung, karena Alex terus memberikan informasi tentang perusahaan pada Kazumi, meskipun Kazumi tida

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   KAZAYA DIEKSEKUSI?

    Kazaya ingin menanggapi apa yang diucapkan oleh Syena, tapi tiba-tiba saja, pintu ruangan terbuka dan muncul Shane yang langsung masuk dan mendekati Kazaya."Udah berantemnya? Gimana? Mau gambar atau kabur?"Shane melontarkan pertanyaan itu pada Kazaya, dan Syena melirik ke arah Kazaya berharap pemuda itu menolak permintaan Shane dan menyerahkan tugas itu padanya."Balikin Syena ke rumahnya, abis itu gue lakukan apa yang lu mau.""Enggak!!" seru Syena hingga membuat Kazaya mengarahkan pandangannya pada perempuan itu. Kazaya hanya memandang Syena saja, selanjutnya, ia beralih kembali ke arah Shane untuk menanti tanggapan yang akan diberikan oleh Shane atas apa yang dikatakannya tadi.Shane yang mendengar apa yang diucapkan oleh Kazaya segera bertepuk tangan dan beberapa saat kemudian dari pintu yang masih terbuka muncul beberapa anak buah Yurata yang lain dan mereka segera diperintahkan oleh Shane untuk membawa Syena keluar. Syena yang tidak terima dipaksa keluar oleh rekan Shane yan

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   DI BALIK SIKAP KAZAYA

    "Enggak semua orang bisa memperhatikan kualitas ketika ia memburu uang, aku sering beli buah, kondisi buah dicampur dengan yang busuk, hanya karena penjualnya memburu uang yang banyak dan enggak mau rugi sampai dia enggak mikirin perasaan konsumen." "Gue bukan orang yang macam itu!""Ya, sudah. Sekarang kamu lanjutin cerita kamu tadi, apa aja yang kamu lakukan untuk membuat hati kamu yang dengki sama Kazumi itu merasa puas?""Kazumi kagak mau gue memberikan nomor kontak dia sama orang yang minta itu, dan bersamaan dengan itu, bokap tahu kalo dia melukis sampai kemudian, Kazumi kena omel bokap dan semenjak saat itu, Kazumi berhenti melukis.""Ayah kalian enggak suka dengan lukisan?""Gue juga kagak tau, yang gue tau, bokap itu marah besar, terus minta Kazumi kagak perlu melukis lagi, dan semenjak saat itu, Kazumi minta sama gue buat kagak usah ngomong soal lukisan lagi.""Terus?""Karena gue terlanjur tergiur dengan uang yang banyak, gue berusaha lagi untuk melukis, tanpa sepengetahu

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   PENGAKUAN DOSA KAZAYA....

    "Gue kagak pernah iseng sama lu, setiap ucapan gue tentang perasaan yang mungkin terkesan meremehkan itu, biasanya cuma untuk ngetes lu.""Ngetes aku? Untuk apa?""Buat tau seberapa besar perasaan lu sama gue!""Terus, hasilnya?""Gue tau lu benar-benar suka sama gue.""Tapi kamu enggak pernah menanggapi itu dengan serius.""Karena gue kagak mau lu semakin suka sama gue!""Kenapa?! Aku enggak boleh suka sama kamu? Kamu punya pacar? Atau kamu sudah dijodohkan juga seperti halnya kakak kamu?""Kagak. Hanya pebisnis yang sukses yang bisa dibuat untuk memajukan bisnis dengan cara melakukan pernikahan bisnis.""Seperti Kazumi?""Ya.""Terus, kenapa aku enggak boleh suka sama kamu?"Pertanyaan Syena membuat Kazaya membalikkan tubuhnya dan melangkah menjauhi posisi Syena, sementara Syena menunggu apa yang sebenarnya akan diucapkan oleh Kazaya untuk menjawab pertanyaan darinya."Karena gue terlibat dengan organisasi mafia, Syena...."Jawaban Kazaya membuat Syena terkejut."Kamu terlibat organ

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   PENGAKUAN KAZAYA....

    "Lu perlu uang? Berapa yang lu mau, sebutkan ke gue, kasih nomor rekening lu, gue transfer, tapi abis itu jangan ikut campur masalah keluarga besar gue lagi, paham?""Aku enggak butuh!" Syena mundur menjauhi Kazaya sambil mengucapkan kalimat itu pada adik kembar Kazumi tersebut."Kagak butuh? Lu bilang kagak butuh, tapi lu menerima tawaran rambut biru ini buat melukis muka kagak jelas, lu bilang kagak butuh?""Hei!"Shane berteriak hingga Kazaya yang tadi menanggapi perkataan ketus Syena yang mengatakan bahwa ia tidak butuh uang langsung mengarahkan pandangannya pada Shane. "Apa?!" katanya dengan sangat galaknya."Lu tadi bilang apa? Melukis wajah kagak jelas? Lu pikir kami orang yang kagak punya kerjaan melukis muka orang kagak penting!!" seru Shane pada Kazaya, yang hanya ditanggapi Kazaya dengan senyuman setannya."Ya, buat lu mungkin penting, tapikan buat gue dan Syena itu kagak penting?!""Bacot, lu! Gue kasih waktu 30 menit buat berantem, ntar gue balik lagi!"Shane berbalik d

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   AKU PERLU UANG....

    "Aku tidak mengatakan hal itu secara pasti, tapi tidak mungkin tidak ada alasan yang mendasari apa yang mereka lakukan, kan?"Moa menghela napas mendengar apa yang diucapkan oleh Zill. Ingin membantah, tapi apa yang dikatakan teman yang pernah disukainya itu memang benar, namun entah kenapa, ia yakin Kazumi tidak terlibat dengan organisasi seperti itu."Jadi, kamu enggak mau bantu aku, Zill?" tanya Moa setelah beberapa saat ia hanya diam."Aku tidak berjanji, tapi aku akan usahakan, hanya saja mungkin aku tidak akan melakukannya dengan cara maksimal.""Tidak apa-apa, yang penting kamu bisa coba bantu. Aku juga melakukan hal ini untuk ayahku, aku ingin ayahku enggak terlena lebih jauh sampai ingin bekerjasama dengan organisasi seperti itu.""Semoga beliau akhirnya sadar, aku selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu."Moa mengucapkan terima kasih pada Zill sebelum akhirnya perempuan itu pamit. Ketika Zill ingin ikut meninggalkan meja tersebut, Chika, anak bosnya sudah berdiri di hadapan

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   KAZAYA MENYUSUL SYENA

    Kazaya bicara kembali, dan ini membuat ia mendengar, di seberang sana Bertrand menghela napas.{Aku memang suka pada Syena, tapi Syena suka padamu, meskipun dulu Syena istri Tuan Kazumi, tapi setelah aku tahu mereka hanya menikah kontrak, aku mewajarkan perasaan Syena padamu, jadi aku harap jika kau memang punya sedikit perasaan padanya, pikirkan dia, kalau kamu tidak mau mengakui karena kau gengsi, aku akan berusaha untuk meyakinkan Syena bahwa aku juga menyukainya}Setelah bicara seperti itu pada Kazaya, Bertrand mengakhiri panggilan. Dan Kazaya menggenggam erat ponsel tersebut pertanda ia kesal dengan apa yang diucapkan oleh Bertrand tadi padanya. Sementara itu, Alex yang berusaha untuk mencari jejak Syena lewat ponsel yang digunakan oleh Syena karena ponsel itu pemberian Kazumi hingga untuk sekedar melacak keberadaan Syena itu adalah hal tidak terlalu sulit buat Alex selama ponsel itu masih dimiliki dan dipakai oleh Syena. Sudah menemukan titik terang.Setelah mendapatkan posisi

  • DI BALIK SENYUM SANG CEO   KEPURA-PURAAN KAZAYA

    "Apa maksud lu sebenarnya? Lu apain Syena, hah?!""Santai! Gue kagak apa-apain mantan ipar lu itu kalo lu mau patuh sama apa yang gue katakan!""Apa mau lu?" "Lakukan peran lu sama peran Kazumi.""Ngomong yang jelas! Dari tadi lu selalu bilang hal itu tapi lu kagak menerangkan apa yang lu maksud itu dengan jelas!"Kesabaran Kazaya nyaris habis karena Shane menurutnya terlalu berbelit-belit. Hingga nada suaranya terdengar meninggi tapi tetap saja, Shane tidak terpengaruh dengan apa yang dilakukan oleh Kazaya padanya. "Karena lu kagak bisa mengatakan di mana gue bisa ketemu kakak lu, jadi lu harus melakukan apa yang harusnya dilakukan oleh kakak lu, melukis dan menerima kontrak kerja sama dari bos gue.""Kagak! Gue kagak mau!""Gampang amat lu ngomong? Kagak paham dengan apa yang tadi gue bilang? Kalo lu kagak mau mematuhi apa yang gue katakan, Syena yang akan melakukannya!"Karena emosi, Kazaya langsung meraih kerah pakaian milik Shane dan menariknya dengan erat ketika ia mendengar S

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status