Home / Urban / DERITA WAJAH JELEK / BAB 7 : Terbukti!

Share

BAB 7 : Terbukti!

Author: Hamfa Merman
last update Last Updated: 2024-12-13 18:53:31

“Apa? Jadi kamu selama ini sudah selingkuh dengan lelaki lain tanpa suamimu ketahui?” tanya wanita itu sedikit meninggikan suaranya.

“Hush! Jangan keras-keras! Ini rahasia kita berdua, oke!” tegas Alya tampak tidak menyangkalnya sama sekali.

“Ha-ha-ha! Luar biasa sekali Alya. Aku tidak menyangka kalau kamu yang selama ini tampak santun ternyata hanya wanita rendahan. Mulai hari ini kita bukan teman lagi!” tegas wanita tiba-tiba langsung marah begitu saja.

Bara yang sudah pasrah dibuatnya itu hanya semakin bingung dan terkejut. Mengapa wanita yang tampak kurang ajar sebelumnya malah berubah menjadi sok suci?

Bara tidak mampu menjawabnya dan terus mendengarkan percakapan antara keduanya.

“Apa maksud perkataanmu? Siapa yang kau sebut wanita rendahan, hah?” tanya Alya dengan begitu marah disindir menggunakan kata-kata pedas seperti itu.

“Siapa lagi kalau bukan kamu? Sebenarnya aku hanya ingin tahu bagaimana kamu bisa begitu tulus menikahi sosok pria yang secara status sosial lebih rendah darimu. Tidak menyangka kalau kamu pada akhirnya hanyalah berpura-pura saja selama ini. Aku jadi merasa kasihan dengan suamimu itu. Semoga dia kuat melewati semua ini!”

Wanita itu dengan tegas berkata-kata sebelum berusaha pergi menjauh dari Alya. Istri Bara langsung memucat ketika mendengar perkataan itu.

“Berhenti, Hana! Cepat minta maaf sekarang!” teriak Alya berusaha menghentikan langkah kaki wanita itu yang dipanggilnya Hana.

“Hmph! Tidak perlu lagi kita berbicara mulai sekarang. Kamu bukan temanku dan aku tidak mengenalmu sama sekali. Sampai jumpa!” tegas Hana dengan cepat pergi meninggalkan Alya seorang diri.

“Dasar wanita pikun! Aku juga tidak butuh teman sepertimu lagi!” tegas Alya dengan kesal pergi menuju parkiran motor.

Bara yang dari tadi mendengarkan semua percakapan itu hanya bisa melongo dan sedikit tersentuh.

“Setidaknya masih ada orang baik di luar sana. Andaikan saja Alya adalah salah satunya, aku pasti akan sujud syukur setiap hari.” Bara bergumam dengan sedih.

Alya yang berada dalam suasana kesal itu langsung terdiam lesu di atas motornya tidak berusaha untuk beranjak pergi.

“Memangnya apa salahku memilih pilihan hidupku sendiri, hah? Wanita itu tidak tahu rasanya punya suami yang statusnya rendah! Dia sendiri juga anak orang kaya dan suaminya pengusaha kaya. Beraninya dia menghinaku dengan sebutan ‘wanita rendahan’. Dasar wanita pikun!”

Alya bergumam sendiri dengan pelan, tetapi raut wajahnya semakin kesal ketika memikirkan momen sebelumnya ketika teman dekatnya mengatakan sesuatu yang sangat menyinggungnya.

“Permisi, Bu! Apakah ibu mau keluar sekarang? Soalnya parkiran ini mau saya tinggal dulu,” ungkap seorang satpam penjaga parkiran.

“O-oh iya, Pak! Saya akan pergi sekarang. Mohon bantuannya, terima kasih!” sahut Alya yang langsung tersadar kembali.

Alya dengan berat hati pergi dari wilayah Universitas Danoa. Dalam perjalanan panjangnya, Alya masih terus bergumam mengutuk keras perkataan Hana.

Dia masih sangat merasa tersinggung tidak peduli berapa kali dia mencoba untuk tetap tenang. Perkataan yang begitu runcing adalah pertama kalinya dia dengar seumur hidupnya.

Wajar saja bagi gadis cantik yang tampak lugu itu. Semua orang akan merasa hormat dan kagum bahkan memuji sosoknya berulang kali.

Tidak mungkin ada orang yang menghujatnya dengan kata-kata yang persis atau serupa dengan perkataan Hana sebelumnya.

“Hana! Aku akan mengingat hinaanmu ini!” tegas Alya terus mengoceh dengan kesal selama perjalanan itu.

Bara yang sudah pasrah tidak terlalu berminat lagi untuk mendengarkan perkataan wanita yang sebelumnya amat dia cintai itu.

Namun, nama Hana yang terus diulang-ulang oleh Alya langsung terngiang-ngiang di kepalanya yang sudah pusing memikirkan masa depannya itu.

“Hana? Sungguh beruntung sekali suaminya memiliki wanita yang begitu teguh pendirian bahkan rela putus hubungan dengan istriku hanya karena dia selingkuh. Andaikan saja Alya seperti itu!” gumam Bara dengan begitu merenung.

Dia tetap lesu membaringkan kepalanya di atas meja. Bara terus mendengarkan ocehan tidak jelas istrinya itu hingga Alya tiba sampai rumah.

“Hmm? Loh, kok aku sudah pulang?” gumam Alya heran.

“Hah! Ini semua karena wanita itu membuatku masih terus memikirkan perkataannya. Aku sampai lupa kalau hari ini ada janji dengan Mas Diano!” tegas Alya tampak cemberut sekali.

“Hmm? Siapa itu Diano?” batin Bara tersentak kembali.

“Sebentar, bukankah pria rendahan itu sedang ke luar kota hari ini?” ucap Alya langsung teringat sosok Bara yang tidak ada di rumah.

Bara yang peka kalau disebut sebagai pria rendahan hanya bisa mengepalkan tangannya dengan begitu eratnya hingga lumayan terasa sakit.

“Alya! Kamu sungguh keterlaluan!” tegas Bara tampak begitu geram.

Tentu saja Alya tidak bisa mendengarnya sama sekali. Bara tetap mengawasi gelagat tidak baik istrinya itu.

“Apa aku ajak saja Mas Diano untuk menginap malam ini di rumahku? Sebentar, aku coba telepon dulu!” gumam Alya tampak tidak tahu malu.

Alya membuka tasnya dan mengambil ponselnya. Dia melihat banyak panggilan masuk dari Mas Diano.

“Huh? Mas Diano benar-benar sudah menghubungiku sejak tadi!” tegas Alya tersentak kaget.

Dia langsung buru-buru menelepon pria itu tanpa tahu kalau suaminya sudah begitu geram dengan perilakunya.

“Alya! Bahkan belum sehari aku pergi, kamu sudah nekat untuk selingkuh di belakangku!” tegas Bara begitu geram.

Namun, entah mengapa dia tidak punya tenaga atau keberanian untuk segera pergi menuju rumah itu.

Dia hanya terus duduk terpaku di tempat mengawasi semua dari jauh. Bahkan di otaknya ada pikiran untuk menggunakan kesempatan ini sebagai bukti ketika nantinya diperlukan olehnya.

“Halo! Alya, kamu ada di mana? Aku sudah menunggu kamu di hotel dari tadi. Di mana kamu sekarang?” tanya seorang pria di seberang sana.

“Maaf, Mas! Aku sekarang sudah di depan rumah. Tadi ada rapat sampai malam terus ada masalah sedikit yang membuatku lupa sampai baru sadar ketika sudah di depan rumah,” jawab Alya tampak begitu sopan.

“Rumah? Apa maksudmu kalau hari ini kita batal untuk bertemu?” tanya pria itu dengan sedikit rasa kecewa.

“Tidak! Aku ingin sekali bertemu denganmu. Rumahku sekarang sudah sepi karena suamiku pergi ke luar kota. Apakah Mas Diano bisa datang ke rumahku? Aku akan bagikan alamat secara online!” sahut Alya tampak begitu tak rela.

“Rumahmu? Ehm…, apa kamu yakin tidak ada masalah nantinya?” tanya Diano.

“Masalah? Tenang saja, Mas. Suamiku itu memang sedang pergi sekarang. Lagi pula, pria rendahan itu hanya orang bodoh lulusan SMA. Dia mana mungkin sadar ketika aku selalu memperlakukannya dengan senyuman,” ungkap Alya dengan bangga.

“Ha-ha-ha! Senyuman manismu memang sangat menggoda. Tidak diragukan lagi kalau semua pria pasti akan takluk di hadapannya itu. Termasuk aku!” sahut Diano dengan nada jahil.

“Ehmm…, kamu nakal sekali sih hari ini! Ya sudah, cepat datang ke rumahku! Aku sudah tidak sabar bertemu denganmu sekarang!” tegas Alya dengan suara yang begitu imut.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Related chapters

  • DERITA WAJAH JELEK   BAB 8 : Adegan Terekam

    Bara langsung meradang ketika kata-kata yang tidak bisa dia cerna itu memasuki hatinya dengan begitu gesitnya.Istri yang tercinta itu mengaku kalau selama ini dia tersenyum hanya untuk menipu dirinya yang begitu tulus mencintainya.“Senyum indah itu ternyata hanya sebatas tipuan semata. Betapa bodohnya diriku ini! Ha-ha-ha!” tegas Bara mengutuk dirinya sendiri sambil tertawa dengan paksa.“Baiklah, sayangku! Aku akan segera pergi. Jangan dikunci ya pintu rumahmu! He-he-he!” sahut Diano dengan nada menggoda sekali lagi.“Iya, sayangku tercinta! Cepat kemari, pintu rumahku selalu terbuka untukmu!” tegas Alya dengan suara yang begitu lembut.Pasangan haram itu saling bermesraan dan berbasa-basi tanpa rasa malu sedikit pun. Bara semakin meradang dibuatnya dan hanya bisa meneteskan air mata.Tangis seorang pria yang setia itu mewakili perasaan semua suami yang selama ini telah dikhianati istri tercinta mereka.Bara bukanlah kasus pertama dan tidak akan menjadi yang terakhir pula. Ini adal

    Last Updated : 2024-12-13
  • DERITA WAJAH JELEK   BAB 9 : Tak Kuat Lagi!

    Tidak disangka, sosok itu malah membahas tentang bibir dan aroma tubuhnya dengan menggambarkannya seakan begitu najisnya.“Dasar Alya! Aku selalu sikat gigi dulu setiap kali minta jatah. Bibirku gelap karena memang kulitku seperti ini. Apa salahnya?” tanya Bara dengan menatap layar laptopnya.Tentu saja tidak akan ada balasan dari pertanyaan itu. Dia hanya bisa melihat istri tercinta begitu ganas melakukan sentuhan haram itu.“Alya…, apakah ini yang begitu kau impikan? Tidak sadarkah kau kalau lelaki di hadapanmu itu begitu tega menikmatimu tanpa peduli suamimu sendiri. Jika kamu bersamanya terus, suatu hari nanti akan tiba di mana kamu akan merasakan rasa sakitku ini!”Bara bergumam dengan air mata yang bercucuran keluar dari rongga matanya yang begitu bulat itu. Wajahnya yang tidak tampan semakin tidak sedap dipandang.“Ehmm…, ayo pergi ke kamar aja!” pinta Alya begitu puas menikmati sensasi sentuhan haram.“Kamar? Bukankah dulu kamu bilang hanya punya satu kamar saja?” tanya Diano

    Last Updated : 2024-12-14
  • DERITA WAJAH JELEK   BAB 10 : Bersembunyi!

    “Semua bukti sudah aku kumpulkan. Haruskah aku keluar dan menangkap basah keduanya?” gumam Bara dengan bimbang.“Tidak! Aku tidak boleh keluar terlebih dahulu. Laki-laki itu pasti bukan orang biasa. Dia berani melamar Alya pasti karena sesuatu hal. Alya sendiri jelas tidak bodoh akan menikah dengan pria yang sekadar tampan saja!” tegas Bara tampak encer sekali otaknya padahal bukan mata-mata resmi anggota kepolisian.“Jika benar begitu, aku harus semakin waspada dengannya. Aku juga perlu menyelidiki asal-usul pria itu! Apabila aku sudah yakin nantinya, kedua orang itu pasti tidak akan bisa berkutik lagi!” Bara begitu yakin dengan deduksinya yang sangat amatir itu.Setelah membuat keputusan bulat, Bara menutup laptopnya yang tampak sudah sekarat karena digunakan seharian penuh lebih dari dua belas jam.Bara yang sudah tenang itu kembali sadar kalau dirinya benar-benar sulit melupakan suara-suara panas antara Alya dan Diano.“Urgh! Ingatan menjijikkan ini pasti sangat sulit sekali untuk

    Last Updated : 2024-12-14
  • DERITA WAJAH JELEK   BAB 11 : Musuh Misterius!

    “A-apa? Klien yang mana? Bapak tahu sendiri kalau saya bagian dari tim yang merawat ayam dan menjaga kualitas pangan atau telur yang dihasilkan. Tidak pernah saya berhadapan atau bersinggungan dengan klien peternakan ayam selama ini. Mengapa jadi semua ini salah saya?” tanya Bara tampak begitu heran.“Apa?! Kamu yakin tidak pernah bermasalah dengan klien ini, hah?” tanya bosnya itu mengangkat selembar kertas dan menunjuknya dengan amarah.Bara melihat kertas dengan logo sebuah perusahaan yang tidak pernah dia dengar seumur hidupnya.“Itu logo perusahaan mana? Saya tidak kenal sama sekali!” tegas Bara tampak membantah tuduhan itu.“Kamu! Beraninya kamu masih berpura-pura! Satu hal yang pasti, klien kita ini memutuskan kerja sama karena mereka mengatakan kalau kamu menyinggung martabat bos mereka!” tegas bosnya itu tampak begitu marah.“Hah? Bos siapa lagi? Bapak adalah satu-satunya bos saya! Sejak kapan saya menyinggung bos klien kita? Ini pasti salah paham atau mungkin fitnah semata!”

    Last Updated : 2024-12-14
  • DERITA WAJAH JELEK   BAB 12 : Mulai Lagi!

    “Ada apa? Sebentar, siapa kamu? Saya tidak pernah merasa melihat kamu sebelumnya,” ungkap wanita itu begitu jujur.“Maaf, Bu! Perkenalkan nama saya Bara Durkasa berusia 24 tahun! Saya ingin melamar pekerjaan seperti yang ada di postingan internet,” sahut Bara juga secara langsung tanpa basa-basi.“Oh? Apa kamu punya pengalaman sebelumnya?” tanya wanita itu akhirnya sadar dengan tujuan kedatangan Bara.“Iya, Bu! Saya sudah menjadi pekerja di tim yang khusus merawat ayam terutama pakan ternaknya,” ungkap Bara dengan sigap menjelaskan semua pengalamannya.“Jadi kamu sudah pernah bekerja di peternakan juga sebelumnya. Lalu mengapa kamu pindah kemari?” tanya wanita itu tetap tenang menginterogasi Bara.“S-saya baru dipecat hari ini, Bu! Untuk alasannya, saya juga kurang mengerti. Saya hanya tidak masuk kerja kemarin karena sakit, tapi hari ini langsung dipecat begitu saja!” tegas Bara berusaha untuk menyembunyikan alasan yang sebenarnya.“Hmm? Alasan yang aneh. Baiklah kalau begitu, kamu b

    Last Updated : 2024-12-14
  • DERITA WAJAH JELEK   BAB 13 : Enam Tahun Lalu

    “Baiklah, saya sudah menyampaikan pesan kepadamu. Semoga berhasil!” Pria tua itu langsung pergi menjauh.“Orang aneh lagi. Tampaknya aku masih butuh waktu lebih banyak untuk beradaptasi,” gumam Bara melihat kepergian pria tua itu.Bara tidak ingin berdiam diri terlalu lama sebelum pergi menuju ruang bos cantiknya itu untuk kedua kalinya.“Apakah aku akan langsung diterima? Atau ada masalah lainnya?” batin Bara dengan bimbang sambil mempercepat langkah kakinya.Beberapa langkah kian mendekati ruang atasannya itu. Bara entah mengapa merasa gugup. Dia sangat berharap kalau tidak ada masalah apalagi pemecatan lagi.Jujur saja, Bara masih terasa terguncang ketika pagi hari yang lalu dipecat dengan tidak hormat bahkan disalahkan atas sesuatu yang tidak dimengertinya sama sekali.Pria itu akhirnya sampai tepat di depan pintu masuk. Jantungnya berdetak lebih cepat daripada biasanya.Tok! Tok!“Permisi, Bu! Saya mendapatkan pesan kalau bos ingin bertemu dengan saya. Apakah saya boleh masuk?” t

    Last Updated : 2024-12-14
  • DERITA WAJAH JELEK   BAB 14 : Rahasia Tertutup

    Citra Riana, wanita cantik itu malah tersenyum tidak langsung menjawab pertanyaan Bara.Dia mengambil botol air mineral dengan santai dia meminumnya. Bara semakin tak tenang melihat gerak-gerik Citra yang semakin tampak seperti penjahat utama dalam novel genre misteri.Gadis itu seharusnya tidak mungkin tahu sesuatu yang begitu rahasia. Hanya segelintir orang saja yang tahu dan tentu saja wanita itu tidak ada hubungannya sama sekali.“Siapa dia? Bagaimana dia bisa mengetahui rahasia hubungan gelap istriku? A-apakah dia sudah menyelidikiku sebelumnya?” batin Bara semakin bimbang tidak mengerti apa yang harus dilakukannya.“Cepat katakan kepadaku! Siapa kamu sebenarnya? Bagaimana kamu bisa tahu semua rahasia ini? Kalau tidak, saya mungkin akan langsung menghubungi polisi atas kecurigaan seorang penguntit!” Bara bersikap begitu tegas dan terus terang.Uhuk!Wanita cantik itu langsung tersedak ketika dalam posisi meminum air mineral. Perkataan Bara tentu sangat tidak disangka olehnya.“He

    Last Updated : 2024-12-15
  • DERITA WAJAH JELEK   BAB 15 : Kerumitan

    “Bara! Aku akan mencarimu lagi. Kita pasti akan bertemu lagi. Saat itu, aku ingin tahu bagaimana kamu akan bisa menolakku lagi?!” tegas Citra dengan lantang tidak mengejar kepergian Bara.Sosok pria itu semakin jauh dan sudah sulit bagi Citra untuk melihatnya dengan jelas. Dahi beningnya itu mengerut sambil mengepalkan tangannya.“Hmph! Beraninya dia kabur dari kecantikan luar biasa sepertiku!” tegas Citra yang masih tidak percaya dengan kaburnya Bara.“Dia pasti akan kembali kepadaku. Kita lihat saja nanti!” Wanita itu mendengus dengan kesal sebelum kembali ke dalam ruangannya.Tak! Tak!Suara langkah kaki yang begitu tergesa-gesa kian terdengar semakin jelas. Sosok Bara langsung muncul dari asal suara itu.“Hah, hah! Aku harus pergi sejauh mungkin!” tegas Bara tampak begitu terkejut dengan semua yang baru saja terjadi kepadanya hingga sulit baginya untuk mengatur napas.Bara langsung berlari dengan cepat pergi menuju gerbang masuk peternakan itu. Beberapa orang yang masih lembur tam

    Last Updated : 2024-12-15

Latest chapter

  • DERITA WAJAH JELEK   BAB 115 : Cinta Masa Lalu (Part 1)

    Setelah berpikir dengan matang dan perlahan-lahan menyimpulkan berbagai macam kemungkinan, Bara akhirnya memutuskan untuk tetap menyembunyikan wajah jeleknya itu.“Tidak perlu melepaskan ini, saya akan tetap memakainya. Silahkan Anda langsung foto saja kami berdua!” ucap Bara menghadap ke arah petugas wanita yang sebelumnya memberikan saran untuk melepaskan penutup wajahnya yang begitu misterius itu.Petugas wanita tersebut menatap Bara dengan ekspresi terkejut dan tak percaya sama sekali karena ini baru pertama kalinya dia melihat foto pasangan mempelai suami istri yang memakai masker dan kacamata hitam sebagai penutup wajahnya.“Hmm…. Aneh sekali suaminya Hana kali ini. S–sebentar! M–mungkinkah sosok pria ini lebih hebat daripada mantan suaminya sebelumnya sehingga perilakunya benar-benar begitu aneh dan tidak wajar sama sekali seperti ini?” batin petugas wanita itu menebak secara acak tanpa kejelasan yang pasti.Jawaban yang masih menjadi misteri hingga entah berapa lama nantinya.

  • DERITA WAJAH JELEK   BAB 114 : Permulaan (Part 5)

    Bara benar-benar sudah tidak tahan lagi ketika jarak antara petugas foto dengan dirinya sudah bisa dihitung kurang lebih hanya selangkah saja. Dia menatap ke arah petugas wanita itu dengan serius.Meski begitu, sorot matanya yang tertutup rapat oleh kacamata hitamnya tentu saja tidak mengintimidasi sedikit pun bagi petugas wanita yang memang dari tadi tidak memperhatikan Bara sama sekali seolah-olah pria itu tidak ada di sana sama sekali.“Orang aneh ini…! Apa yang sedang dia pikirkan sebenarnya, sih?! Mengapa terus saja memandangi istriku ini seperti tidak wajar sama sekali?!” batin Bara dengan tegas mencoba menghadang petugas wanita itu dengan menjulurkan tangan kanannya.Petugas wanita tersebut akhirnya menyadari sosok Bara yang ternyata sejak tadi berdiri tinggi menjulang tepat di samping Hana yang ditatapnya sejak awal kedatangan mereka berdua di sana.“Tolong kalau ada maksud yang ingin dikatakan, silahkan utarakan saja kepada saya!” ucap Bara dengan tegas tanpa basa-basi sediki

  • DERITA WAJAH JELEK   BAB 113 : Permulaan (Part 4)

    “Emm…. M–maafkan kami sebelumnya! Kami akan segera mengikuti prosedur selanjutnya!” ucap Hana dengan lirih sekali suaranya.“B–betul! K–kami akan segera pergi ke tempat selanjutnya! Mari istriku, kita pergi bersama!” ucap Bara berusaha melengkapi perkataan Hana.Keduanya pun lekas berdiri dari tempat duduknya sambil bergandengan tangan bersama-sama tanpa ada keraguan sedikit pun. Pasangan yang membuat semua orang iri itu pun akhirnya lekas beranjak pergi untuk melakukan sesi foto bersama.Semua petugas hanya bisa menghela napas panjang sambil ada yang menggelengkan kepalanya sebagai tanda pasrah membiarkan Hana dibawa pergi oleh suami barunya yaitu Bara dengan sukarela.“Tampaknya, takdir memang selalu berpihak kepada beberapa orang terpilih. Sayangnya, kita semua bukanlah orang yang terpilih itu!” ucap seorang petugas yang membuat semua petugas lainnya turut menghela napas sebagai bentuk persetujuan secara langsung.Bara dan Hana tentu saja tidak memperdulikan hal-hal semacam itu lag

  • DERITA WAJAH JELEK   BAB 112 : Permulaan (Part 3)

    “Perkataannya benar-benar terdengar seperti bait-bait syair yang begitu mendalam. Apakah dia menghafalnya dari buku tertentu atau secara spontan saja terlintas di lisannya? Sebenarnya, siapa Bara ini dan apa profesinya?” batin Hana dengan perasaan yang semakin heran dan penasarannya semakin menguat.Tentu saja wanita cantik itu tidak mengetahui profesi Bara dan tidak akan pula menyangka kalau seorang pria bertubuh kekar dan tinggi seperti Bara ternyata seorang penulis terkenal yang namanya sudah terlanjur terkenal di antara para penggemarnya.Andaikan Hana tahu kalau Bara sebenarnya adalah penulis dari buku-buku yang selama ini digemarinya, wanita cantik itu pasti langsung pingsan seketika di tempat dan tak tahu harus berkata-kata apalagi.Memang benar adanya kalau Hana selama beberapa tahun belakangan sering membaca buku-buku karyanya Bara. Hampir setiap buku yang telah dituliskan oleh pria berwajah jelek itu dibaca olehnya tanpa menyisakan satu pun juga.Bahkan buku-bukunya Bara sep

  • DERITA WAJAH JELEK   BAB 111 : Permulaan (Part 2)

    “Selama semuanya seperti itu, tidak akan menjadi masalah bagiku untuk terus berada dan berjalan berdampingan bersamanya hingga akhir hayat kelak memisahkan kita berdua secara alami!” Hana kembali membatin dengan penuh harapan besar di dalam hatinya agar semuanya yang sedang dan akan terjadi nantinya dapat berjalan dengan semestinya tanpa ada masanya yang berarti.Keduanya duduk bersebelahan, tapi seakan-akan ada jarak pemisah yang cukup luas di antaranya. Keduanya punya pemikiran masing-masing dan cara mereka memandang pernikahan ini cukup berbeda satu dengan yang lainnya.Pandangan yang berbeda inilah yang nantinya akan mewarnai pernikahan keduanya menuju arah yang tidak disangka-sangka bahkan oleh keduanya sekali pun juga.Sebuah realita yang akan menanti untuk disambut dengan tangan terbuka lebar serta bergandengan tangan bersama-sama melewatinya dengan jerih payah masing-masing diikuti kesabaran yang luar biasa.Bara dan Hana tentu saja tidak menyadari masa depan yang masih begit

  • DERITA WAJAH JELEK   BAB 110 : Permulaan (Part 1)

    Para pria yang aneh itu hanya menekan perasaan mereka serta curhatan mereka di dalam hatinya masing-masing karena tidak ingin orang lain mengetahuinya apalagi para betina yang menjadi pasangan mereka semua.Bara dan Hana tidak terlalu memperdulikan pandangan, ucapan, apalagi isi hati orang lain di sekitar mereka. Keduanya tengah asyik sendiri tanpa ada rasa takut dan malu sedikit pun. Kalau tidak, keduanya mungkin sudah pergi dari tempat itu sejak tadi.“Mas, kita berdua duduk di sini saja ya! Nanti kalau sudah waktunya, kita bisa bergegas masuk!” ungkap Hana dengan lembut dan percaya diri.Bara yang terlena segera tersadar lagi. Pria itu sebenarnya tak ingin kehilangan kendali atas dirinya sendiri sebab selalu waspada ketika kembali mengingat trauma yang ada di masa lalu.Akan tetapi, keberadaannya Hana benar-benar seperti badai dan petir yang maha dahsyat sehingga seringkali membuat dirinya merasa tak begitu berdaya melawan gejolak ombak penuh cinta asmara yang langsung memenuhi isi

  • DERITA WAJAH JELEK   BAB 109 : Awal Baru (Part 5)

    “Baiklah, segera diproses pokoknya!” tegas Bara sekali lagi sebelum melangkah pergi menjauh.“T–terima kasih atas pemahamannya!” sahut petugas tersebut dengan perasaan yang begitu leganya.Kelegaan yang tak pernah dirasakan oleh hidupnya selama ini mulai benar dirasakan dalam situasi yang mencekam bahkan hampir terasa seperti di ujung hidupnya saja.“Terima wahai pemilik alam semesta karena telah menyelamatkanku! A–aku berjanji akan ibadah lima waktu tanpa bolong sedikit pun mulai hari ini!” gumam petugas menyedihkan itu.Bisa-bisanya dia berjanji sesuatu yang seharusnya sudah menjadi kewajibannya dia untuk dilakukan secara rutin. Meski begitu, Bara setidaknya bisa mendapatkan pahala dari arah yang tidak disangka-sangka olehnya sendiri.Keberadaannya ternyata mampu membuat beberapa orang aneh mengingat kematian sehingga termotivasi untuk beribadah lebih khusyuk lagi kelak di masa depan yang serupa dengan apa yang baru saja terjadi kepada petugas yang menyedihkan itu.Bara tak habis pi

  • DERITA WAJAH JELEK   BAB 108 : Awal Baru (Part 4)

    Walau sebenarnya itu hanyalah sebuah hal yang terlalu dilebih-lebihkan oleh Bara sendiri tatkala sang calon istri tercinta pergi menjauh darinya selangkah demi selangkah yang begitu menggetarkan hatinya.“Kekasihku! Tunggu aku! Aku pasti akan berjuang dan menuntaskan tugas rendahan bernama antri ini dengan secepatnya agar dapat segera menjemputmu pergi ke tempat pelaminan yang sudah seharusnya layak engkau dapatkan secepatnya!” batin Bara tampak seperti pria yang terlalu aneh dan tidak wajar sama sekali.Tak ingin memperpanjang masalah lagi, Bara akhirnya menghela napasnya dengan tegas sambil memejamkan matanya. Dia berdiri seperti tugu pahlawan padahal kenyataannya hanyalah salah satu orang aneh yang sedang menunggu antriannya dipanggil.Bara tak peduli dengan yang lainnya lagi. Dia juga tak lagi mencoba untuk mengeluh sedikit pun. Ketenangan yang begitu aneh mulai muncul dan terasa di sekitarnya. Pria yang sebelumnya selalu mengeluh dengan keadaannya telah berubah dalam sekejap mata

  • DERITA WAJAH JELEK   BAB 107 : Awal Baru (Part 3)

    “Urgh…! Mengapa lama sekali antriannya, sih?!” gumam Bara dengan perasaan kecewa karena keadaannya saat ini yang tengah menanti giliran yang tak kunjung usai juga pada kenyataannya.“Sabar, Mas! Nanti juga dipanggil! Hal terpenting seperti pendaftarannya sudah selesai, kita hanya perlu menunggu giliran saja!” ungkap Hana dengan lembut yang saat ini tengah berada di samping Bara.Sebelumnya, Bara dan Hana benar-benar bersemangat untuk memulai segala-galanya dari awal lagi. Namun, seiring waktu berjalan dengan proses administrasi yang cukup memakan waktu, Bara merasa sudah kehilangan kesabarannya lagi.Pria itu tak tahan ketika menyadari kalau adanya antrian yang begitu panjang dan seakan tidak ada habisnya tengah dengan sengaja menunda proses dirinya memiliki sosok Hana secara sah sebagai istrinya itu.Antrian yang begitu melelahkan membuat Bara mulai semakin tak selera lagi dengan keadaan yang ada. Dia berdiri dengan gelisah seolah-olah ada perkara yang begitu penting harus diselesaik

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status