Share

Bab 0028

Penulis: Jus Strawberi
last update Terakhir Diperbarui: 2024-04-02 17:09:30
Tak lama kemudian, Yudha pergi bersama Melanie.

"Dasar anjing!"

Yara mengumpat diam-diam, lalu melihat Siska datang mencarinya.

"Ayo pulang."

Dia pun menarik Siska keluar.

Setelah pulang ke rumah keluarga Lastana, dia ingin Siska bermalam di sini.

"Nggak deh, kalau Yudha pulang gimana?"

"Mestinya nggak, 'kan?"

Yara seratus berpikir Yudha tidak mungkin pulang.

"Dia sudah pindah. Mungkin dia nggak akan pulang lagi sebelum kita cerai."

Nada suaranya sedikit sendu. "Katanya, jarak bisa memperkuat hubungan."

"Rara!" Siska memanggilnya dengan wajah penuh khawatir.

"Aku nggak apa-apa. Sudah lama aku tahu kalau Yudha benar-benar mencintai Melanie."

Yara menarik sudut mulutnya dan tersenyum kecut.

Setelah mengantar Siska keluar sampai depan rumah, dia mandi dan turun ke lantai bawah ingin minum pereda mabuk.

Punya bibi yang bisa melayani di rumah memang sangat nyaman. Hanya saja, dia tidak tahu berapa lama semua ini akan berakhir.

Tak disangka, begitu dia duduk, dia melihat Yudha pulang.

Yara m
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Lilik
bagus, lanjutkan ...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • Cinta yang Tertukar   Bab 0029

    Melanie?Beberapa saat, Yara tidak bergerak."Mau kutemani?"Anita di sebelahnya tiba-tiba berbicara.Yara menggelengkan kepalanya penuh rasa terima kasih. "Nggak apa-apa, pergi sendiri saja."Ruang kantor Melanie sangat indah dan mewah. Bunga-bunga selalu diganti setiap hari, memancarkan keharuman ringan. Dinding kacanya menghadap separuh kota.Setiap detailnya menunjukkan tinggi statusnya di mata perusahaan.Yara berdiri tegak di depan meja kerjanya. "Bu Melanie, ada yang bisa dibantu?""Rara, selamat datang kembali di perusahaan." Melanie memasang senyum di wajahnya.Yara mual melihatnya. "Bu Melanie, kita sedang di kantor. Panggil aku Yara."Berhenti sejenak, lalu melanjutkan, "Selain itu, tolong jangan panggil aku Rara sama sekali. Hubungan kita nggak sedekat itu.""Pfft!" Melanie tertawa tanpa rasa jengkel. "Rara, kamu selalu kekanak-kanakan.""Kalau nggak ada urusan lain, aku keluar sekarang."Yara terlalu malas untuk memedulikan dia dan berjalan pergi."Yara." Melanie kembali b

    Terakhir Diperbarui : 2024-04-02
  • Cinta yang Tertukar   Bab 0030

    Anita menugaskan pesanan baru padanya. "Kerja yang baik mulai sekarang.""Terima kasih, Kak Anita, aku keluar dulu."Kemajuan di tempat kerja memberi Yara sedikit suntikan energi.Setelah kembali ke tempat kerjanya, dia mengerahkan seluruh kemampuan untuk bekerja. Hari pun berlalu cepat.Saat pulang kerja, orang-orang mulai mengucapkan selamat tinggal padanya. Akhirnya, dia bukan lagi orang yang dianggap tidak ada.Setelah keluar dari gedung perusahaan, Yara melihat Yudha datang menjemput Melanie.Yudha sedang berdiri di samping mobil dan Melanie sedang berjalan menuju kursi samping pengemudi.Tanpa ragu, Yara langsung beranjak ke sana sambil berteriak dan berlari sekuatnya. "Suamiku, kamu datang menjemputku?"Dalam sekejap, wajah orang-orang yang tadinya iri pada Melanie berubah kaget.Sorot mata Yudha dan Melanie menjadi kejam seperti ingin memangsa.Yara mengabaikan mereka dan langsung masuk ke dalam mobil, duduk di kursi samping pengemudi.Dia memandang Melanie yang masih tertegun

    Terakhir Diperbarui : 2024-04-02
  • Cinta yang Tertukar   Bab 0031

    "Ah!"Yudha menandaskan pedal rem dan mobil tiba-tiba berhenti. Yara begitu ketakutan hingga jiwanya hampir terbang keluar."Kamu gila?" Yara menatapnya kaget."Belum habis-habis juga perkaranya?"Yudha menatapnya dengan pandangan penuh rasa jijik, hina dan tidak sabar."Kamu masih belum paham bagaimana kamu bisa kembali bekerja di Baruy?"Yara merasa napasnya sesak. "Apa maksudmu?""Kalau Melly nggak memohon ke perusahaan dan membelamu, apa menurutmu kamu bisa kerja lagi?""Ini yang dia katakan padamu?"Suara Yara sedikit tercekat. "Jadi, kamu percaya apa saja yang dia katakan? Semua kata-kataku bohong?""Kalau memang begitu kenyataannya?"Yudha menatapnya dingin. "Dengan alasan apa aku harus percaya padamu?"Yara memejamkan mata dan bersandar di kursi dalam keputusasaan.Dia ingin bertanya pada Yudha, kenapa dia memercayai Melanie?Namun, dia tahu jawabannya yaitu karena Yudha mencintainya.Yudha menyadari air mata yang mengalir deras di pipi Yara dan entah kenapa dia merasa lebih ke

    Terakhir Diperbarui : 2024-04-02
  • Cinta yang Tertukar   Bab 0032

    Malam harinya, dia menerima pesan yang sangat mengejutkan dan tidak biasa dari Silvia."Rara, kenapa kamu nggak pulang dan berkumpul bersama ibumu akhir-akhir ini? Kamu masih marah sama Ibu? Ibu minta maaf. Pulanglah besok, beri Ibu kesempatan untuk menebus kesalahan."Yara sempat ragu. asil tes DNA-nya sepertinya akan keluar besok. Kebetulan dia juga perlu pergi keluar.Jadi, dia menjawab: "Oke."Keesokan harinya, Yara bangun pagi, siap-siap, lalu pulang ke rumah keluarga Lubis.Dia tidak menyangka Silvia sangat antusias, seperti orang yang sama sekali berbeda."Rara, Ibu dengar kamu sudah bekerja. Bagaimana? Pekerjaannya lancar?"Yara mengangguk. "Lancar.""Rara, Ibu kasihan sama kamu. Kamu belum pernah kerja sebelumnya. Kalau nggak bisa, berhenti kerja juga nggak apa-apa."Yara tercengang. "Berhenti kerja? Siapa yang mau menghidupi aku?""Ibumu bisa menghidupi kamu." Silvia meraih tangan Yara dan berkata, "Rara, Ibu sudah memikirkannya. Kalau kamu berhenti bekerja, Ibu akan mengirim

    Terakhir Diperbarui : 2024-04-02
  • Cinta yang Tertukar   Bab 0033

    "Rara?"Suara yang sangat lembut terdengar dari belakang.Yara segera menutup hasil tes itu dan melihat ke belakang."Bibi?"Dia tidak menyangka akan bertemu Ziana Hermawan, ibu Melanie.Saat ini, Ziana mengenakan gaun rumah sakit, tanpa riasan, wajahnya tampak sangat pucat serta lemah.Saat melihat bahwa orang yang di depannya ini benar-benar Yara, dia langsung tersenyum bahagia. Matanya melengkung karena senyuman, terlihat sangat indah."Ternyata benar kamu. Aku takut tadi, kukira salah orang."Ziana bertanya dengan lembut, "Ada apa? Rara sakit?""Nggak." Yara menggelengkan kepalanya. "Cuma cek kesehatan biasa."Ekspresinya rumit dan entah kenapa hidungnya terasa sakit seperti hendak menangis.Setelah insiden pesta ulang tahun itu, dia menghindari paman dan bibinya. Dia terlalu malu untuk berhadapan dengan mereka.Ini pertama kalinya dia dan Ziana bertemu setelah lebih dari setahun.Dia tahu yang sebenarnya sekarang. Namun, mana mungkin dia tega memberi tahu Ziana?"Syukurlah kalau k

    Terakhir Diperbarui : 2024-04-02
  • Cinta yang Tertukar   Bab 0034

    Tebakan Yara tepat. Melanie adalah anak perempuan dari Silvia dan putra ketiga keluarga Lubis.Keputusan terbesar yang pernah diambil Silvia dan suaminya dalam kehidupan ini adalah menukar kedua anak itu setelah Yara lahir.Melanie mengetahui yang sebenarnya ketika dia berusia tujuh atau delapan tahun.Dia menikmati hidup dengan dua pasang orang tua.Ketika Yara datang untuk menguji DNA, kebetulan Melanie juga datang menjenguk Ziana. Jadi, Melanie menggantikan sampel Yara dengan miliknya sendiri.Meskipun ini adalah kehidupan yang dicuri, Melanie tidak akan pernah melepaskannya."Melly?" Ziana kembali."Bu!" Melanie meletakkan kopinya dan mendekati Ziana untuk menggandengnya. "Kamu pergi-pergi lagi, bikin aku khawatir."Senyuman lembut muncul di wajah Ziana. "Pas banget tadi ketemu Rara. Kami ngobrol sebentar."Gerakan Melanie terhenti dan dia tidak menjawab."Melly," lanjut Ziana. "Kamu dan Yudha ....""Bu!" Melanie menyela kata-kata Ziana. "Aku harus menikah dengan Yudha. Dan juga, j

    Terakhir Diperbarui : 2024-04-02
  • Cinta yang Tertukar   Bab 0035

    "Ngajak berantem?"Kebetulan Siska perlu meluapkan kemarahannya.Tubuhnya lebih tinggi dari adiknya dan dia menjambak rambut gadis itu. "Biar kutunjukkan padamu seperti apa rasa sakit yang sebenarnya.Mereka pun segera bergumul dan berkelahi. Jeritan adik Siska menggema di seluruh penjuru Mistique.Orang-orang yang menonton juga semakin banyak."Stop! Berhenti berkelahi!" Yara melangkah maju untuk menghentikan perkelahian mereka dan beberapa kali terkena pukulan salah sasaran dari adik Siska.Mereka berdua sama-sama bisa berkelahi. Yara tidak mampu melerai."Biar kubantu."Suara bernada rendah dan memikat tiba-tiba terdengar.Yara menengok ke belakang dan melihat seorang pria yang tinggi dan kurus meraih kedua tangan adik Siska. "Berhenti berkelahi."Yara juga buru-buru mendekap Siska. "Sudah, jangan marah. Ayo pergi.""Kenapa?" Siska menggertakkan gigi dan masih mencoba melempar tinjunya. "Kenapa kita yang pergi? Mereka saja yang pergi!"Ketika melihat pria itu, raut wajah adik Siska

    Terakhir Diperbarui : 2024-04-02
  • Cinta yang Tertukar   Bab 0036

    "Berani-beraninya dia?"Wajah Yudha tampak menyiratkan kemarahan mendalam dan dia berdiri, hendak pergi."Yudha, kamu mau ke mana? Nggak jadi makan?""Aku mau pulang sekarang. Besok pagi, akan kuseret Yara untuk menyelesaikan perceraiannya."Yudha menggertakkan gigi dan berjalan keluar. "Dia sudah nggak punya alasan untuk menolak. Aku ingin lihat masih bisa ngomong apa lagi dia."Di dalam Mistique, meski suasana hati Yara buruk, dia tahu batas kemampuan minumnya dan tidak minum terlalu banyak.Namun, dia tidak menyangka dia tetap muntah-muntah dan kehilangan kesadaran.Siska menatapnya cemas. "Rara, aku antar kamu pulang, ya? Kamu kelihatan kurang sehat."Yara mengangguk setuju dan tampak menyesal. "Siska, lain kali aku traktir kamu makan besar."Siska mengantar Yara sampai ke gerbang kompleks."Aku bisa masuk sendiri, sekalian cari udara segar."Yara mengucapkan selamat tinggal pada Siska dan berjalan pulang perlahan menuju rumah keluarga Lastana.Begitu memasuki pintu, Yunita menyapa

    Terakhir Diperbarui : 2024-04-02

Bab terbaru

  • Cinta yang Tertukar   Bab 0627

    Pada hari yang telah disepakati, Yudha menerima telepon dari Revan di pagi hari."Pak Yudha, saya di Meria sekarang, sedang menunggu penerbangan pulang. Seluruh informasinya sudah hampir lengkap.""Bagus." Yudha agak terkejut. Dia tidak menyangka Revan perlu pergi ke Meria. dia menambahkan, "Hati-hati di perjalanan. Aku tunggu kepulanganmu.""Pak Yudha." Revan menatap dokumen di tangannya. "Saya akan pergi ke rumahmu setelah sampai di sana. Sebelum itu ... siapkan mentalmu.""Oke." Yudha menutup telepon. Dia sebenarnya merasakan sedikit firasat buruk dalam hatinya.Dia menatap kalender dan melihat hari persidangan perceraiannya akan tiba dua hari lagi. Masih ada waktu.Satu hari terasa sangat panjang bagi Yudha. Dia meninggalkan semua pekerjaan dan kembali ke rumah keluarga besar untuk bermain sebentar dengan Agnes dan Yovi, lalu kembali ke vilanya dan menunggu.Agnes bertanya, "Kerjaanmu hari ini sudah selesai 'kan? Kenapa buru-buru pergi? Temani anakmu lebih lama lagi."Sejak ada Yov

  • Cinta yang Tertukar   Bab 0626

    Saat masuk ke ruang tamu, Santo jelas merasa agak malu, tapi Felix dan Gio bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa dan bicara dengannya seperti biasa.Yara membawa album foto yang baru diambilnya dan mereka semua berkumpul untuk melihat."Ayah, lihat, ini foto pernikahanmu. Kalian masih sangat muda waktu itu, sangat tampan dan cantik."Santo tersenyum dan mengulurkan tangan untuk menyentuh Zaina di foto itu."Senyum Ibu sangat cantik di foto ini. Yang ini, Ayah, kamu sangat tampan ...."Sambil berbicara, Yara memperhatikan ekspresi Santo. Di dalamnya banyak foto-foto Melanie. Dia berusaha untuk menyebutnya sesedikit mungkin.Lambat laun, raut wajah Santo menjadi semakin serius.Tiba-tiba, air mata menetes membasahi album foto."Ayah, kamu kenapa?" Yara sedikit panik dan berusaha menyingkirkan album foto itu. "Kita lihat besok lagi saja, nggak apa-apa."Santo menunduk. Tangannya membelai wanita yang ada di foto tersebut dengan penuh kasih sayang. "Kenapa aku nggak pulang lebih cepat

  • Cinta yang Tertukar   Bab 0625

    Segera setelah pintu kamar mandi terbuka, bau menyengat menghantam. Ada noda air berwarna kuning di lantai. Tidak perlu ditanya lagi apa itu.Santo membelakangi semua orang, meringkuk di sudut ruangan. Seluruh tubuhnya gemetar."Kalian keluar dulu." Yara merasa dadanya sangat sesak dan meminta semuanya pergi."Rara, nggak apa-apa, biarkan aku membantumu." Siska bergegas berkata."Nggak usah." Yara menggeleng dan menatap mereka dengan memohon, "Keluar dulu, oke? Keluar!""Ayo, kita tunggu di ruang tamu." Gio akhirnya merespons, mengangguk kepada Yara, dan menarik pergi Felix dan Siska.Yara berdiri di ambang pintu, mengendus-endus, dan berseru lirih, "Ayah, mereka sudah pergi. Nggak apa-apa."Santo masih meringkuk di pojokan.Dia adalah kepala keluarga Lubis, yang berwibawa dan terhormat seumur hidup. Tapi sekarang ... pikirannya sudah tidak jernih lagi dan menghadapi hal semacam ini saja tidak bisa."Ayah!" Yara dengan hati-hati melangkah maju dan menarik lembut pakaian Santo. "Ayah, n

  • Cinta yang Tertukar   Bab 0624

    Yara juga berdiri dan menatap mata Melanie. "Bahkan meski mereka tahu kebenarannya dan menukar kita kembali, mereka tetap akan sangat mencintaimu dengan kasih sayang yang sama.""Melanie, kamu kehilangan dua orang yang paling menyayangimu. Kamu benar-benar nggak menyesalinya?" Yara sedikit emosional."Nggak!" kata Melanie dengan sangat tegas. "Yara, asal kamu tahu, nggak ada kata "menyesal" dalam kamus hidupku. Ambil barang-barangmu dan cepat pergi. Nggak usah ngoceh nggak jelas di sini."Yara menggelengkan kepalanya, mengambil album foto itu dan mengatakan satu hal lagi, "Jaga dirimu baik-baik."Dia keluar dari vila, mengucapkan selamat tinggal kepada Amel, dan segera pergi.Amel kembali ke vila dan melihat Melanie melamun sambil memandangi foto Zaina. Dia bertanya dengan suara kecil, "Bu, kamu juga kangen ibumu?""Dia bukan ibuku." Melanie mengambil foto itu dari dinding dan melemparkannya ke lantai. "Aku nggak kangen dia. Nggak sedikit pun!"Orang yang paling disayangi Zaina semasa

  • Cinta yang Tertukar   Bab 0623

    Setelah kehilangan Santo sekali, Yara dan yang lainnya tidak berani ceroboh lagi, terutama Siska."Rara, aku janji nggak akan membiarkan Paman Santo lepas dari pandanganku."Yara tertawa sambil menggelengkan kepalanya. "Oke, tutup pintunya, dia nggak akan bisa keluar. Aku keluar sebentar."Karena Santo selalu bicara soal menemui Zaina, Yara ingin pergi ke rumah keluarga Lubis untuk mengambil foto-foto Zaina. Dia sudah menelepon Melanie.Sampai di sana, dia melihat Amel sudah menunggunya dari kejauhan."Bibi Rara!" Amel melihat kedatangannya dan langsung berlari menghampiri. "Bibi Rara, kamu di sini."Yara memeluk Amel. "Wah, Amel sudah tambah tinggi dan cantik.""Bibi Rara juga tambah cantik," balas si kecil bermulut manis.Yara membawanya masuk ke dalam vila. Melanie sudah menunggu di ruang tamu."Barangnya di lantai atas, mungkin di kamar mereka." Melanie bangkit dan berjalan ke arah tangga. "Ayo kuantar ke atas.""Terima kasih." Yara meminta Amel bermain sendirian dan mengikuti ke a

  • Cinta yang Tertukar   Bab 0622

    Ini pertama kalinya Amel melihat Yudha berbicara sangat serius dengannya. Wajahnya langsung terlihat takut dan dia berbisik, "Amel kasihan sama Ibu.""Ibumu kenapa?" Yudha berjongkok dan sedikit melunakkan nada bicaranya.Amel menggeleng dan mengulangi, "Ibu kasihan sekali."Yudha tidak bertanya lagi dan mengelus kepala si kecil. "Amel, mungkin suasana hati ibumu sedang buruk. Paman akan menghiburnya, tenang saja.""Terima kasih, Paman." Amel menghela napas dan melanjutkan bermain.Yudha duduk di sofa dan menunggu. Pikirannya terus terbayang penampilan Melanie barusan. Gelagatnya seperti orang mabuk, tapi tidak ada bau alkohol sama sekali di dalam kamar. Bau itu ...Yudha belum pernah merasakan bau seperti itu sebelumnya. Menyengat dan sangat tidak enak.Dia menunggu beberapa saat dan kemudian melihat Melanie turun. Melanie sudah berganti pakaian dan menata rambutnya, nyaris seperti orang yang berbeda, membuat Yudha bertanya-tanya apakah yang dilihatnya tadi itu hanya ilusi."Yudha, ke

  • Cinta yang Tertukar   Bab 0621

    Selama beberapa hari berikutnya, Yara menghabiskan waktu bersama Yola dan Santo di siang hari. Lalu malamnya mengerjakan desain perhiasan bertemakan "Pulau" itu.Tapi, inspirasinya seakan sedang surut dan ide-ide yang dia pikirkan masih kurang memuaskan.Sidang perceraiannya semakin dekat.Di suatu sore, Yudha menerima telepon dari Amel sebelum pulang dari kantor."Paman sedang sibuk?" ucap gadis kecil itu dengan suara manis. "Amel sudah lama nggak ketemu Paman. Paman sedang sibuk bersama adikku ya?"Yudha terdiam. Beberapa waktu telah berlalu sejak Yovian datang ke rumah. Dia memang sudah lama belum bertemu Amel.Sejenak, dia merasa malu. "Paman minta maaf. Malam ini Paman ke rumahmu, oke?""Sekarang saja. Ayo makan di luar bersama Ibu." Amel tertawa usil. "Tapi jangan bilang Ibu. Beri dia kejutan.""Oke." Yudha menjawab ringan.Dia membereskan pekerjaannya sebentar dan segera pergi ke rumah keluarga Lubis. Tak disangka, Amel sudah menunggu di depan pintu."Amel ...""Ssst!" Amel mene

  • Cinta yang Tertukar   Bab 0620

    "Nggak mungkin." Yara berpikir, satu-satunya pria yang dekat dengannya baru-baru ini adalah Felix.Menurutnya, dengan sifat Felix, dia tidak mungkin punya ini seperti ini. Saran dari Gio juga rasanya tidak mungkin sampai ke sini.Dia tidak tahu siapa lagi yang mungkin."Rara, gawat!"Yara tiba-tiba mendengar suara Siska dari belakangnya. Dia buru-buru menutup telepon. "Safira, aku ada urusan mendadak. Sampai di sini dulu ya, terima kasih!""Ada apa?" Dia menatap Siska dengan cemas."Ayahmu ... ayahmu hilang." Siska terengah-engah karena kelelahan. Dia jelas sudah mencari di sekitar untuk mencoba mencarinya sebelum memberi tahu Yara.Suaranya seperti menahan tangisan. "Kami terlalu fokus dengan Yola. Aku nggak tahu sejak kapan ayahmu pergi.""Nggak apa-apa. Tolong jaga Yola dulu, aku akan mencarinya." Yara menenangkan Siska dan segera menelepon polisi.Setelah menelepon polisi, dia menelepon Felix dan Gio."Oke, jangan khawatir, kami akan membantu mencari." Felix menenangkan Yara dan me

  • Cinta yang Tertukar   Bab 0619

    Keesokan harinya setelah sarapan, cuaca di luar sangat cerah. Yara ingin mengajak Yola dan Santo berjalan-jalan."Aku ikut juga." Siska melambaikan kedua tangannya. Reaksi kehamilannya sudah jauh membaik akhir-akhir ini. Usia kandungannya sudah lima minggu.Yara meminta pengasuh memakaikan baju kepada Yola sementara dia pergi membantu Santo."Ayah, ganti baju dulu, lalu pergi jalan-jalan, oke?""Jalan-jalan?" Santo berpikir sejenak, "Ketemu Zaina?"Hati Yara terasa pilu. Dia hanya bisa berbohong, "Ya, jalan-jalan, menemui ibuku. Ayo Ayah, aku bantu pakai baju.""Oke, ketemu Zaina, ketemu Zaina ..." Santo terus bergumam dan segera berganti pakaian.Mereka turun ke bawah dan pergi ke lapangan kompleks. Yola di dalam kereta dorong bayi. Mata lebarnya berkedip-kedip, melihat ke mana-mana penuh rasa ingin tahu.Yara awalnya khawatir anaknya terlalu kecil untuk dibawa keluar. Tapi pengasuhnya mengatakan bahwa Yola tumbuh dengan sangat baik. Cuacanya sedang bagus, tidak terlalu dingin dan tid

DMCA.com Protection Status