Home / Romansa / Cinta posesif sang CEO / Bab 40 Kecelakaan mobil

Share

Bab 40 Kecelakaan mobil

Author: luscie
last update Huling Na-update: 2025-04-04 00:34:31

Beberapa hari ini Emily disibukkan dengan persiapan Eden memasuki bangku kuliah. Mulai pemilihan jurusan hingga pendaftaran. Mateo dengan sigap selalu membantunya meski hal-hal remeh mulai mengambil formulir pendaftaran hingga mencarikan pensil untuknya. Emily merasa tidak enak hati, tapi lama kelamaan ia menjadi terbiasa. Di samping karena Mateo memang pria yang irit bicara, ia juga sangat sopan. Jonathan sangat ahli memilih orang yang bisa diandalkan.

Jonathan masih dengan kesibukan setiap Sabtu sore hingga Minggu malam menemani Kai, entah hiking atau sekedar bersepeda santai di area Manhattan waterfront greenway.

Jumat malam ini Emily berencana menginap di rumah orang tuanya karena Jonathan ijin lebih awal menemani Kai melihat proyek resort di Oak beach yang sudah hampir selesai. Emily menjemput Eden di kampusnya sekalian menuju rumah.

Keduanya berbincang seru di kursi pengemudi sementara Mateo duduk di sebelah Simon. 15 menit jalan raya yang mereka lalui tampak tenang saat dari
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Kaugnay na kabanata

  • Cinta posesif sang CEO   Bab 41 Hilang Ingatan

    Aldera tampak mondar mandir di depan ruang operasi. Ia terlihat cemas. Emily mengalami gegar otak parah. Eden duduk sembari tak henti-hentinya menangis. Lukanya telah diobati oleh perawat sejam yang lalu. Hanya luka lecet. Sementara Simon pingsan setelah telepon terakhirnya. Ia terluka di wajah akibat pecahan kaca. Di tempat lain, Mateo tengah menjalani operasi karena luka tembak di dada.. Jonathan duduk bersandar dengan wajah tak terbaca. Sesaat tampak marah sesaat berubah cemas. Ia meremas rambut dengan kesal. Kai duduk di sampingnya dengan kaku. Ia pernah hampir mencelakai Emily dan menyadari kini Emily terluka parah membuat hatinya sedih. Operasi berlangsung hampir 4 jam. Mateo berhasil melalui operasi dengan lancar. Baginya ini bukan pertama kali. Sementara Emily masih dalam masa kritis setelah operasi usai. “Selamatkan istriku, dokter.”Jonathan berujar dengan menahan emosi. “Kami lakukan yang terbaik, Mr Jonathan.”Dokter Liam adalah dokter bedah rekan sejawat dari Jame

    Huling Na-update : 2025-04-04
  • Cinta posesif sang CEO   Bab 42

    “Ibu, kenapa Oliver belum datang?”tanya Emily pada Aldera pagi itu. ALdera diam memikirkan sebuah alasan. “Ia sedang ditugaskan kantornya ke luar kota, Sayang. Ia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya.” Emily merasa aneh. Istrinya kecelakaan dan Oliver yang biasanya tak peduli dengan pekerjaan tiba-tiba menjadi lebih memilih pekerjaan daripada dirinya? “Aku juga belum bertemu ayah,”ucap Emily. Aldera terhenyak mendengar ucapan Emily. Ia tak mampu bicara. Dokter Richard menyuruh untuk mengkondisikan keadaan seperti saat Emily tengah menjalani pernikahan dengan Oliver dan saat itu Robert masih hidup. Aldera mencoba tersenyum walau hatinya tercabik. “Ayahmu ada di luar negeri dan tak mungkin segera datang. Kau tahu kan harga tiket sangat mahal.” “Luar negeri?” “Pamanmu Albert mengajak ayahmu belajar bisnis di Australia.”Aldera membalikkan tubuh, berpura-pura sibuk merapikan sesuatu. Tak ada pertanyaan lagi. Emily tampaknya percaya. Jonathan dan Aldera mulai mencari apart

    Huling Na-update : 2025-04-04
  • Cinta posesif sang CEO   Bab 43 Ayo pulang!

    Konsentrasi Jonathan tidak sepenuhnya tertuju pada tumpukan dokumen kerja di atas meja. Ia lebih sering menatap ponsel melihat CCTV apartemen yang ditempati Emily. Tidak tampak Oliver. Hanya sosok Emily yang terlihat sibuk merapikan pakaian dan membersihkan apartemen. Jonathan mengawasi layar ponselnya hingga terdengar suara dari telepon di atas meja. “Ya, Ernetta.” “Ada tuan Mateo mencari anda, Sir.” “Suruh dia masuk.” Tak lama terdengar ketukan pintu disusul sosok Mateo memasuki ruang kerja Jonathan. Ia mengangguk memberi hormat sebelum duduk di kursi seberang meja. “Ada perkembangan apa Mateo?”tanya Jonathan. Ia memerintahkan Mateo untuk mencari pelaku yang menyebabkan kecelakaan mobil beberapa hari lalu. Ia menyewa tim khusus yang dipimpin Mateo untuk menyelidiki kasus ini. “Kami telah berhasil menemukan salah satu mobil pelaku. Mereka juga orang bayaran, Sir.”Mateo menjelaskan singkat. “Kami masih menginterogasi salah satu dari 4 orang yang kami tangkap. Tampaknya 1

    Huling Na-update : 2025-04-04
  • Cinta posesif sang CEO   Bab 44 Mengenang kembali

    Dengan sedikit menyeret Emily, Jonathan menuju lift khusus yang membawa keduanya menuju apartemen. Sesampai di dalam apartemen, ia mengunci pintu apartemen dan duduk di sofa panjang di tengah ruangan, mengamati Emily yang berdiri kaku di samping pintu masuk. “Ini rumahmu,”ucap Jonathan . Emily menggeleng. “Aku tidak kenal tempat ini,’bisiknya sendu. “Aku juga tidak mengenalmu, tuan.” “Namaku Jonathan.” “Baiklah Mr Jonathan, biarkan aku pergi. Aku wanita bersuami.” “Aku suamimu.” Emily kembali menggeleng cepat. “Suamiku Oliver, tuan.”Saat menyebut nama Oliver, ia tiba-tiba merasa marah dan sakit hati. Kenapa Oliver diam saja saat pria itu membawanya pergi?Dan dengan pasrah Oliver malah menyebut jika pria ini mengatakan yang sebenarnya. Jonathan menghela nafas panjang. “Terserah,”ucapnya kesal. Ia bangkit dari duduknya dan mendekati Emily yang tampak mundur ketakutan, seakan tengah menghadapi pemangsa buas. Punggungnya menyentuh dinding, tak ada cara untuk melarikan diri.

    Huling Na-update : 2025-04-04
  • Cinta posesif sang CEO   Bab 45 Bolehkah aku bertemu Oliver?

    Siang itu Jonathan menunjukkan semua ruangan di apartemennya. Ada kamar tidur tamu dan ruang khusus berisi alat gym pribadi milik Jonathan. Ia juga memperlihatkan peralatan dapur yang dibeli khusus oleh Emily karena ia suka memasak. Peralatan memasak itu persis seperti impiannya dulu. Saat masih awal menikah dengan Oliver ia bercita-cita membeli peralatan memasak bermerk dan berkualitas, tapi tak pernah kesampaian karena keuangan yang tidak mencukupi.Jonathan menuruti kemauan Emily yang bersikeras pergi ke tempat kerjanya. Alfredo, sang pemilik restoran menyambut Emily dengan hangat.“Apa kabar Emily?”Pria itu menjabat tangan Emily dan Jonathan. “Lama tidak bertemu. Kamu ingin membuat reservasi di restoranku?”Emily tampak gugup. “Aku hanya ingin…”“Benar, kami ingin memesan tempat untuk makan siang.”Jonathan memotong ucapan Emily. “Tentu saja. Selalu ada tempat untuk Emily, silahkan.”Alfredo mempersilahkan keduanya memasuki area makan dan meminta secara khusus kepada anak buahnya

    Huling Na-update : 2025-04-04
  • Cinta posesif sang CEO   Bab I Aku ingin bercerai

    “Aku ingin bercerai,”suara Oliver memecah heningnya malam saat Emily bersiap tidur.  Emily tertegun. Merasa ada yang salah dengan pendengarannya barusan. “Kau bilang apa?”“Aku ingin bercerai, Em,”tegas Oliver. Kali ini suaranya tak lagi terbata.Emily bangkit dan berjalan di sisi lain tempat tidur, mendekati Oliver yang duduk di tepi ranjang.“Apa maksudmu?”Oliver mendongak, menatap Emily dengan perasaan bercampur aduk. “Ibu memintaku bercerai. Dan aku mendukung keputusannya.”“Kita yang menikah, kenapa ibumu juga ikut campur?”Emily menahan suaranya yang hampir berteriak.“Orang tuaku ingin mempunyai keturunan, dan kamu tidak bisa memberikannya.”“Aku?”tanya Emily tak percaya dengan kalimat yang diucapkan Oliver barusan. “Koreksi kalimatmu, Oliver. Yang benar adalah kita tidak bisa memberikan keturunan.”Emily memberikan penekanan pada setiap kalimatnya. Tidak sekali ini ia mendengar Nyonya Edith, ibu Oli

    Huling Na-update : 2025-02-21
  • Cinta posesif sang CEO   Bab 2 Pulang

    Dua bulan telah berlalu. Emily mengira jika waktu akan menyembuhkan rasa sedihnya. Tapi itu hanya teori belaka. Ia semakin terpuruk. Ia tidak konsentrasi bekerja. Sering melamun dan menangis tanpa sebab. Beberapa kali ia melakukan kesalahan hingga dengan berat hati dan merasa tahu diri, Emily memilih berhenti bekerja. Dengan tabungan tersisa beberapa dolar ia hanya bisa bertahan sebulan saja. Akhirnya ia memilih pulang. “Sayang, apa yang terjadi?”Nyonya Aldera, ibu Emily terkejut menerima kedatangan Emily malam itu. Wanita tua itu memeluk putri sulungnya dan tanpa kata Emily kembali menangis. “Ayo, masuklah.” Aldera paham akan situasi Emily dan menahan diri untuk tidak bertanya sampai Emily kembali tenang. Robert Patterson, ayah Emily, yang masuk dari arah belakang rumah tampak khawatir melihat Emily yang kini duduk di kursi dapur. “Sayang, ada apa?Apa kamu baik-baik saja?” Aldera memberi isyarat pada suaminya untuk berhenti bicara. Emily memeluk ayahnya sesaat. “Maafkan aku,”u

    Huling Na-update : 2025-02-21
  • Cinta posesif sang CEO   Bab 3 Meninggalnya Tuan William Walker

    Upacara pemakaman Tuan William Walker, pendiri sekaligus CEO Weston Corp, telah berakhir hampir satu jam yang lalu. Perwakilan tiap divisi yang diundang menghadiri upacara pemakaman, secara rombongan mulai berdatangan di kantor pusat Weston Corp, begitu pula dengan Paula Meyer, Wanita itu masuk di ruangannya dengan mata sembab. Kepergian mendadak presdir dari Weston Corp itu memang menyisakan kesedihan yang mendalam bagi seluruh karyawan di Weston Corp “Aku tak menyangka tuan William sudah pergi. Padahal kemarin lusa aku masih sempat ngobrol dengannya,”ujarnya dengan mata berkaca-kaca. “Dia orang yang sangat baik.”Paula duduk di kursi Emily, bawahannya yang sedari tadi berdiri memperhatikan. ‘’Nyonya Averie sangat terpukul,”ucap Paula parau. Paula tengah membicarakan istri kedua tuan William. Cali dan Abigail, yang duduk di kursinya masing-masing hanya menatap sendu. Tuan William memang orang yang baik, sebagai pemimpin, dia juga dikenal dengan sifatnya yang ramah dan bijaksana

    Huling Na-update : 2025-02-21

Pinakabagong kabanata

  • Cinta posesif sang CEO   Bab 45 Bolehkah aku bertemu Oliver?

    Siang itu Jonathan menunjukkan semua ruangan di apartemennya. Ada kamar tidur tamu dan ruang khusus berisi alat gym pribadi milik Jonathan. Ia juga memperlihatkan peralatan dapur yang dibeli khusus oleh Emily karena ia suka memasak. Peralatan memasak itu persis seperti impiannya dulu. Saat masih awal menikah dengan Oliver ia bercita-cita membeli peralatan memasak bermerk dan berkualitas, tapi tak pernah kesampaian karena keuangan yang tidak mencukupi.Jonathan menuruti kemauan Emily yang bersikeras pergi ke tempat kerjanya. Alfredo, sang pemilik restoran menyambut Emily dengan hangat.“Apa kabar Emily?”Pria itu menjabat tangan Emily dan Jonathan. “Lama tidak bertemu. Kamu ingin membuat reservasi di restoranku?”Emily tampak gugup. “Aku hanya ingin…”“Benar, kami ingin memesan tempat untuk makan siang.”Jonathan memotong ucapan Emily. “Tentu saja. Selalu ada tempat untuk Emily, silahkan.”Alfredo mempersilahkan keduanya memasuki area makan dan meminta secara khusus kepada anak buahnya

  • Cinta posesif sang CEO   Bab 44 Mengenang kembali

    Dengan sedikit menyeret Emily, Jonathan menuju lift khusus yang membawa keduanya menuju apartemen. Sesampai di dalam apartemen, ia mengunci pintu apartemen dan duduk di sofa panjang di tengah ruangan, mengamati Emily yang berdiri kaku di samping pintu masuk. “Ini rumahmu,”ucap Jonathan . Emily menggeleng. “Aku tidak kenal tempat ini,’bisiknya sendu. “Aku juga tidak mengenalmu, tuan.” “Namaku Jonathan.” “Baiklah Mr Jonathan, biarkan aku pergi. Aku wanita bersuami.” “Aku suamimu.” Emily kembali menggeleng cepat. “Suamiku Oliver, tuan.”Saat menyebut nama Oliver, ia tiba-tiba merasa marah dan sakit hati. Kenapa Oliver diam saja saat pria itu membawanya pergi?Dan dengan pasrah Oliver malah menyebut jika pria ini mengatakan yang sebenarnya. Jonathan menghela nafas panjang. “Terserah,”ucapnya kesal. Ia bangkit dari duduknya dan mendekati Emily yang tampak mundur ketakutan, seakan tengah menghadapi pemangsa buas. Punggungnya menyentuh dinding, tak ada cara untuk melarikan diri.

  • Cinta posesif sang CEO   Bab 43 Ayo pulang!

    Konsentrasi Jonathan tidak sepenuhnya tertuju pada tumpukan dokumen kerja di atas meja. Ia lebih sering menatap ponsel melihat CCTV apartemen yang ditempati Emily. Tidak tampak Oliver. Hanya sosok Emily yang terlihat sibuk merapikan pakaian dan membersihkan apartemen. Jonathan mengawasi layar ponselnya hingga terdengar suara dari telepon di atas meja. “Ya, Ernetta.” “Ada tuan Mateo mencari anda, Sir.” “Suruh dia masuk.” Tak lama terdengar ketukan pintu disusul sosok Mateo memasuki ruang kerja Jonathan. Ia mengangguk memberi hormat sebelum duduk di kursi seberang meja. “Ada perkembangan apa Mateo?”tanya Jonathan. Ia memerintahkan Mateo untuk mencari pelaku yang menyebabkan kecelakaan mobil beberapa hari lalu. Ia menyewa tim khusus yang dipimpin Mateo untuk menyelidiki kasus ini. “Kami telah berhasil menemukan salah satu mobil pelaku. Mereka juga orang bayaran, Sir.”Mateo menjelaskan singkat. “Kami masih menginterogasi salah satu dari 4 orang yang kami tangkap. Tampaknya 1

  • Cinta posesif sang CEO   Bab 42

    “Ibu, kenapa Oliver belum datang?”tanya Emily pada Aldera pagi itu. ALdera diam memikirkan sebuah alasan. “Ia sedang ditugaskan kantornya ke luar kota, Sayang. Ia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya.” Emily merasa aneh. Istrinya kecelakaan dan Oliver yang biasanya tak peduli dengan pekerjaan tiba-tiba menjadi lebih memilih pekerjaan daripada dirinya? “Aku juga belum bertemu ayah,”ucap Emily. Aldera terhenyak mendengar ucapan Emily. Ia tak mampu bicara. Dokter Richard menyuruh untuk mengkondisikan keadaan seperti saat Emily tengah menjalani pernikahan dengan Oliver dan saat itu Robert masih hidup. Aldera mencoba tersenyum walau hatinya tercabik. “Ayahmu ada di luar negeri dan tak mungkin segera datang. Kau tahu kan harga tiket sangat mahal.” “Luar negeri?” “Pamanmu Albert mengajak ayahmu belajar bisnis di Australia.”Aldera membalikkan tubuh, berpura-pura sibuk merapikan sesuatu. Tak ada pertanyaan lagi. Emily tampaknya percaya. Jonathan dan Aldera mulai mencari apart

  • Cinta posesif sang CEO   Bab 41 Hilang Ingatan

    Aldera tampak mondar mandir di depan ruang operasi. Ia terlihat cemas. Emily mengalami gegar otak parah. Eden duduk sembari tak henti-hentinya menangis. Lukanya telah diobati oleh perawat sejam yang lalu. Hanya luka lecet. Sementara Simon pingsan setelah telepon terakhirnya. Ia terluka di wajah akibat pecahan kaca. Di tempat lain, Mateo tengah menjalani operasi karena luka tembak di dada.. Jonathan duduk bersandar dengan wajah tak terbaca. Sesaat tampak marah sesaat berubah cemas. Ia meremas rambut dengan kesal. Kai duduk di sampingnya dengan kaku. Ia pernah hampir mencelakai Emily dan menyadari kini Emily terluka parah membuat hatinya sedih. Operasi berlangsung hampir 4 jam. Mateo berhasil melalui operasi dengan lancar. Baginya ini bukan pertama kali. Sementara Emily masih dalam masa kritis setelah operasi usai. “Selamatkan istriku, dokter.”Jonathan berujar dengan menahan emosi. “Kami lakukan yang terbaik, Mr Jonathan.”Dokter Liam adalah dokter bedah rekan sejawat dari Jame

  • Cinta posesif sang CEO   Bab 40 Kecelakaan mobil

    Beberapa hari ini Emily disibukkan dengan persiapan Eden memasuki bangku kuliah. Mulai pemilihan jurusan hingga pendaftaran. Mateo dengan sigap selalu membantunya meski hal-hal remeh mulai mengambil formulir pendaftaran hingga mencarikan pensil untuknya. Emily merasa tidak enak hati, tapi lama kelamaan ia menjadi terbiasa. Di samping karena Mateo memang pria yang irit bicara, ia juga sangat sopan. Jonathan sangat ahli memilih orang yang bisa diandalkan. Jonathan masih dengan kesibukan setiap Sabtu sore hingga Minggu malam menemani Kai, entah hiking atau sekedar bersepeda santai di area Manhattan waterfront greenway.Jumat malam ini Emily berencana menginap di rumah orang tuanya karena Jonathan ijin lebih awal menemani Kai melihat proyek resort di Oak beach yang sudah hampir selesai. Emily menjemput Eden di kampusnya sekalian menuju rumah. Keduanya berbincang seru di kursi pengemudi sementara Mateo duduk di sebelah Simon. 15 menit jalan raya yang mereka lalui tampak tenang saat dari

  • Cinta posesif sang CEO   Bab 39 Pengawal pribadi

    Anna duduk di meja rias di dalam kamarnya yang super luas dan mewah. Mematut diri di depan cermin. Kurang apa dirinya hingga Jonathan tak tertarik padanya?Ia bahkan harus rela memakai cara kotor dengan mencampur minuman pria itu dengan obat perangsang, itu pun tetap tak berhasil. Se cinta itukah Jonathan pada istrinya?Ia telah menyewa jasa detektif swasta untuk mencari informasi tentang pria itu. Selama di Manhattan, pria itu tak pernah memiliki hubungan special dengan wanita manapun, kecuali dengan Emily. Anna mengeraskan rahang. Wanita keparat itu harus lenyap jika itu satu-satunya jalan mendapatkan Jonathan. Ia terbiasa mendapat apa yang diinginkannya, jika tidak, seperti ada gatal yang mendera tubuh dan ia tak bisa menemukan titik untuk menggaruknya.Emily tengah mencari informasi tentang program studi di Universitas pilihan Eden saat tanpa sengaja di halaman pencarian muncul headline berita tentang perceraian Oliver dan Caroline.“Oliver, CEO Unity Corp menggugat cerai sang istr

  • Cinta posesif sang CEO   Bab 38 Obat perangsang

    Warning 21+ Seperti janjinya kepada Kai, hari Sabtu berikutnya Jonathan mengajak Kai menuju New York's Catskill Mountains. Tempat hiking dengan pesona alam yang memungkinkan keduanya untuk hiking dan kemah dari sabtu sore hingga Minggu. Meski tak banyak yang dibicarakan saat keduanya bersama tapi bagi Jonathan itu merupakan awal yang bagus karena Kai sudah mau ikut melakukan perjalanan alam dengannya. Jonathan berencana untuk melakukan hal serupa sebulan kemudian dengan tempat yang berbeda. Rabu malam waktu setempat. Jonathan menjamu salah satu klien di Manhatta, sebuah resto sekaligus pub. Di akhir pertemuan, Jonathan ikut mengantar rombongan ke pintu keluar saat dilihatnya Anna memasuki resto. Sepertinya nampak tak sengaja, padahal tanpa Jonathan sadari, Anna telah menyewa orang untuk mengikuti setiap gerak Jonathan untuk memastikan dirinya bisa berdua dengan lelaki itu. Dan sepertinya malam ini Jonathan tak bisa menolak permintaannya. "Hai, akhirnya aku berkesempatan mentra

  • Cinta posesif sang CEO   Bab 37 Ternyata Kai

    Jonathan bergegas pulang setelah mendapat telepon dari Simon. Ia menghampiri Emily yang tidur berbaring di ranjang. “Sayang, kau tak apa-apa?”Jonathan tampak cemas. Emily bergerak duduk saat Jonathan berjalan mendekat dan memeluknya. “Aku tidak apa-apa,”jawab Emily singkat. Jonathan melepas pelukan dan meneliti wajah Emily. “Sebaiknya kita ke rumah sakit.” “Tidak Jonathan. Aku sungguh baik-baik saja.” Jonathan menghela nafas. “Aku benar-benar penasaran siapa orang brengsek yang berani mengganggumu?” Emily diam. Ia tampak merenung. Apakah ia harus mengatakan apa yang telah dilihatnya tadi? “Aku tidak yakin.” “Apa maksudmu?” Emily menatap Jonathan yang memandangnya penuh rasa penasaran. “Aku sempat membaca plat nomer mobil dan sekilas pengemudinya.” “Kau mengenalnya?”kejar Jonathan tak sabar. “Mobil SUV hitam, tapi mungkin aku salah mengenali…” “Siapa, Emily?” Emily diam. “Ayolah, sebutkan siapa,”desak Jonathan. “Aku melihat Kai.” “Kai?”ulang Jonathan terpe

Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status