Share

Berubah

Author: Erna Azura
last update Last Updated: 2025-04-04 10:42:00

“Tasya, kamu pulang sama siapa?” Tezaar menghentikan laju motornya di depan Tasya yang berdiri di depan loby.

“Pulang sendiri, ini lagi pesan ojeg online.” Tasya menjawab tanpa menatap wajah Tezaar.

“Ayo aku antar.” Tezaar menawarkan tumpangan.

Tasya mengangkat kepalanya menatap Tezaar sesaat.

“Terima ajakannya enggak ya? Gimana kalau nanti aku baper?” Tasya membatin.

“Enggak deh, makasih … aku pulang sendiri aja.” Tasya menolak karena kalau sudah baper, dirinya sulit mengendalikan diri.

Seperti yang sudah-sudah, menangis setiap malam karena tahu Tezaar ternyata tidak pernah mencintainya.

“Kok kamu gitu?” Tezaar tidak terima.

“Aku mau ke Supermarket dulu, mau beli skin care dulu terus mau beli makan malam dulu … banyak yang mau aku lakuin, udaaaah … kamu pulang aja sana.” Tasya sedang berusaha menjaga hatinya.

Tezaar berdecak lidah kesal. “Kamu kaya sama ke siapa aja, dulu kamu sering minta anter aku ke sana ke sini … aku mau.”

“Ter
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Cinta Terlarang Atau Takdir   Hancur

    Hancur, satu kata yang bisa menggambarkan perusahaan di Singapura saat ini.Jangankan bisa mengejar target dari kakek, yang sudah ada pun tidak bisa Leonhard pertahankan.Sekeras apapun Leonhard berjuang mempertahankan perusahaan tidak akan berhasil kalau yang menghancurkannya ada di dalam perusahaan itu sendiri.Leonhard melempar berkas-berkas yang berserakan di atas meja ke udara.Dia menggeram sembari meremat rambutnya. “Tidak ada yang bisa kita selamatkan?” Leonhard menatap nanar Ava.Ava menggelengkan kepala dengan raut wajah penuh penyesalan.“Kita kumpulkan bukti lalu laporkan kelakuan Mia ke kakek, setidaknya kamu tidak sendirian menanggung ini semua.” Ava malah memberi saran seperti itu padahal Mia adalah kakak kandungnya sendiri.“Tapi Mia kakakku … aku tidak ingin kakek membencinya.” Leonhard masih memikirkan orang lain padahal nasib dirinya berada di ujung tanduk.“Kamu enggak bisa seperti ini, Leon … kamu sudah berusaha, kamu telah bekerja keras untuk perusahaan i

    Last Updated : 2025-04-04
  • Cinta Terlarang Atau Takdir   Promosi

    “Congratulation!” seru keempat kakak laki-laki Aruna sambil menyalakan conveti ke arah Aruna membuat tubuh mungil itu dihujani kertas warna-warna berukuran kecil.Langkah Aruna yang baru saja sampai di meja sebuah restoran mewah yang terdapat di sebuah hotel berbintang lima langsung berhenti lalu diam mematung dengan ekspresi kesal menatap satu persatu kakak laki-lakinya yang jahil sementara kedua kakak ipar membantu Aruna membersihkan kertas conveti yang melekat di wajah, rambut dan pakaiannya.Sementara papi dan mami yang mengikuti Aruna dari belakang malah tergelak menertawakannya.“Udah Kak … makasih.” Aruna menghela pelan tangan Naraya-istri dari kakak pertamanya.“Sudah Kak, biarin.” Aruna kemudian menghela pelan tangan Anasera-istri dari kakak keduanya.Wajah si bungsu mengerut dengan bibir mengerucut karena kesal.“Cieee … gitu aja marah, kita ‘kan mau merayakan.” Ghazanvar-sang kakak pertama menarik tangan Aruna yang masih berdiri di samping meja makan besar yang telah

    Last Updated : 2025-01-13
  • Cinta Terlarang Atau Takdir   Pria Beristri

    Mobil yang ditumpangi Leonhard sampai di rumah, dia merogoh saku celana lalu memakai cincin nikahnya setelah melihat mobil sang istri terparkir di halaman.Dia turun tepat ketika mobil mewah itu berhenti lalu melangkah gontai masuk ke dalam rumah.Kepala asisten rumah tangga membukakan pintu.“Nyonya ada di ruang makan menunggu Tuan,” kata pria paruh baya itu seraya mengambil alih tas dari tangan Leonhard.Leonhard tidak memberikan respon, hanya menyerahkan tasnya dengan ekspresi malas.Seiring langkahnya menuju ruang makan, Leonhard berusaha melengkungkan senyum hingga akhirnya dia bisa memberikan senyum terbaik saat tatapannya bertemu dengan tatapan sang istri.“Hai Leon,” sapa Nova Lyra Handoko-anak dari crazy rich Surabaya yang dia nikahi setahun lalu karena perjodohan yang membawanya ke Indonesia-kampung halaman sang mami untuk mengelola perusahaan milik sang papi yang telah bergabung dengan perusahaan milik pak Handoko yang tidak lain adalah ayah mertuanya.“Hai Nova, kap

    Last Updated : 2025-01-13
  • Cinta Terlarang Atau Takdir   Love At First Sight

    Aruna menempelkan ponselnya ke dada, mata terpejam dan bibirnya tersenyum setelah membalas pesan dari Leonhard padahal tidak ada kalimat romantis dalam percakapan singkat itu tapi Aruna rasanya seperti sedang pacaran dengan Leonhard.Aruna pernah menyukai beberapa lelaki, tapi Leonhard berbeda.Pria matang itu berhasil membuat Aruna jadi aneh seperti ini.Aruna mengotak-ngatik ponselnya membuka lagi ruang pesan dengan Leonhard kemudian pergi ke profil pria itu untuk melihat dengan jelas foto profil Leonhard yang tengah main golf, padahal hanya sebagian wajahnya yang terlihat tapi dalam pandangan Aruna-Leonhard sungguh luar biasa tampan.Aruna mengusap layar ponselnya menggunakan ibu jari dan mata yang berbinar.Beberapa detik kemudian dia sadar akan kegilaan yang dilakukannya, Aruna terkekeh sembari menutup wajah menggunakan satu tangan lantas menjatuhkan punggung di atas kasur.“Kayanya papi pasti setuju kalau aku pacaran sama Leon ….” Aruna bicara sendiri.“Emm … tapi enggak,

    Last Updated : 2025-01-13
  • Cinta Terlarang Atau Takdir   Batal

    “Pagi Bu …,” sapa Tasya dan Tezaar kompak.Mereka berdua adalah asisten Aruna.“Pagi … kamu udah berhasil hubungi pak Robby?” Aruna bertanya kepada Tezaar.“Sudah Bu, beliau siap menerima kedatangan Ibu dan pak Leon.” Tezaar menjawab lugas.“Oke … terus Sya, kamu tolong bantu saya analisis data yang kemarin ya … nanti saya periksa kembali pulang dari pabrik.” Aruna memberi perintah kepada Tasya.“Baik, Bu!” Tasya menyahut.“Saya tunggu pak Leon di bawah aja ya, biar langsung pergi.” Aruna berujar lagi sambil melirik arlojinya.“Baik, Bu.” Tasya dan Tezaar kompak menimpali.Aruna kembali ke lantai satu menunggu Leonhard di lobby.Setelah duduk selama satu jam di sana, dia mulai gelisah lalu memeriksa ponselnya untuk menghubungi Leonhard.Namun sayang ponselnya mati, lupa diisi daya karena dipeluk semalaman.“Yaaaah … ada-ada aja.” Aruna mengesah.Dia mengeluarkan powerbank dari dalam tas dan kembali melorotkan bahu karena powerbank ya juga kehabisan daya.“Pak! Punya charg

    Last Updated : 2025-01-13
  • Cinta Terlarang Atau Takdir   Perhatian

    Aruna mengemudikan mobil Narashima pulang ke rumah, jalanan masih saja macet padahal jam pulang kerja sudah lewat.Seharusnya tadi pagi dia minta diantar driver, bukannya malah main masuk mobil saja.Butuh waktu satu setengah jam sampai di rumah dan keadaan rumah sudah sepi dengan beberapa lampu padam.Saat Aruna melewati ruang televisi, tiba-tiba lampu menyala, seketika sosok papi memenuhi pandangan matanya maka langkah Aruna pun berhenti.“Sayang … sini duduk dulu, kita ngobrol sebentar.” Papi menepuk space kosong di sofa panjang.Aruna mengembuskan nafas, raut lelah kentara sekali di wajah cantiknya.Lelah bukan karena bekerja melainkan berperang dengan mood buruknya seharian ini.“Kamu capek?” Papi Arkana bertanya.“Bangeeeet! Ternyata kerjaan pak Bagas banyak banget ya … Pantesan aja sering lembur, Aruna kira biar bisa dapet uang lembur yang besar ….” Aruna tampak menyesal telah berpikir negatif kepada bosnya yang dulu.“Kamu itu ya, negatif thinkiiiiing aja.” Papi Arkan

    Last Updated : 2025-01-13
  • Cinta Terlarang Atau Takdir   Perjalanan Bisnis

    BUSSINES TRIPHari yang ditunggu-tunggu Aruna akhirnya tiba, dia dan Leonhard akan melakukan kunjungan ke salah satu pabrik yang memproduksi bahan baku.Tadi malam Aruna telah mengisi daya batre ponselnya berikut dengan powerbank.Sambil berdandan dia sering kali mengecek ponsel untuk memastikan tidak ada chat dari Leonhard yang membatalkan janji.“Mi … Pi … Aruna pergi ya, Aruna mau ke pabrik sama pak Leon.” Aruna mengecup pipi papi dan mami kemudian bibirnya mengapit satu helai roti yang baru saja diambil dari piring saji di atas meja.“Sayang, kapan kamu mau pindah ke apartemen?” Mami berteriak dari ruang makan karena Aruna telah melesat cepat menuju pintu depan.“Nanti aja!” Aruna balas berteriak sebelum melewati pintu.Mami mengembuskan nafas panjang sementara papi menggelengkan kepala samar.“Kenapa Aruna boleh tinggal di apartemen tapi Nara enggak?” Narashima terdengar menggerutu.“Iya … enggak adil.” Reyzio menimpali.“Nanti kalian bawa cewek ke apartemen.” Papi Arka

    Last Updated : 2025-02-18
  • Cinta Terlarang Atau Takdir   Semakin Terpesona

    Aruna mengawasi Leonhard dan pak Robby dari jauh, dia tidak bisa membantu pak Robby untuk mendapatkan tender ini karena sang klien datang langsung menilai.Dan entah karena kharisma atau kejelian Leonhard serta insting kuat yang dimilikinya sampai mampu membuat pak Robby kelabakan menjawab pertanyaan pria itu.Aruna bisa melihat raut kecewa di wajah tampan Leonhard.Beberapa saat kemudian pak Robby dan Leonhard datang mendekati Aruna yang berdiri di pintu keluar.“Terimakasih pak Robby, akan saya pertimbangkan hasil survei kali ini ….” Leonhard tidak ingin berlama-lama, dia menjabat tangan pak Robby untuk berpamitan.“Mungkin nanti saya yang akan menginfokan kepada Pak Robby hasil dari keputusan Pak Leon,” kata Aruna menjadi penengah.“Ya … itu bagus,” balas Leonhard setuju.“Baik, Pak Leon … Bu Aruna … saya tunggu kabar baiknya,” ujar pak Robby penuh harap.Pak Robby mengantar Aruna dan Leonhard ke area depan pabrik.Sama seperti perginya, saat kembali ke parkiran mobil pun

    Last Updated : 2025-02-18

Latest chapter

  • Cinta Terlarang Atau Takdir   Hancur

    Hancur, satu kata yang bisa menggambarkan perusahaan di Singapura saat ini.Jangankan bisa mengejar target dari kakek, yang sudah ada pun tidak bisa Leonhard pertahankan.Sekeras apapun Leonhard berjuang mempertahankan perusahaan tidak akan berhasil kalau yang menghancurkannya ada di dalam perusahaan itu sendiri.Leonhard melempar berkas-berkas yang berserakan di atas meja ke udara.Dia menggeram sembari meremat rambutnya. “Tidak ada yang bisa kita selamatkan?” Leonhard menatap nanar Ava.Ava menggelengkan kepala dengan raut wajah penuh penyesalan.“Kita kumpulkan bukti lalu laporkan kelakuan Mia ke kakek, setidaknya kamu tidak sendirian menanggung ini semua.” Ava malah memberi saran seperti itu padahal Mia adalah kakak kandungnya sendiri.“Tapi Mia kakakku … aku tidak ingin kakek membencinya.” Leonhard masih memikirkan orang lain padahal nasib dirinya berada di ujung tanduk.“Kamu enggak bisa seperti ini, Leon … kamu sudah berusaha, kamu telah bekerja keras untuk perusahaan i

  • Cinta Terlarang Atau Takdir   Berubah

    “Tasya, kamu pulang sama siapa?” Tezaar menghentikan laju motornya di depan Tasya yang berdiri di depan loby.“Pulang sendiri, ini lagi pesan ojeg online.” Tasya menjawab tanpa menatap wajah Tezaar.“Ayo aku antar.” Tezaar menawarkan tumpangan.Tasya mengangkat kepalanya menatap Tezaar sesaat.“Terima ajakannya enggak ya? Gimana kalau nanti aku baper?” Tasya membatin.“Enggak deh, makasih … aku pulang sendiri aja.” Tasya menolak karena kalau sudah baper, dirinya sulit mengendalikan diri.Seperti yang sudah-sudah, menangis setiap malam karena tahu Tezaar ternyata tidak pernah mencintainya.“Kok kamu gitu?” Tezaar tidak terima.“Aku mau ke Supermarket dulu, mau beli skin care dulu terus mau beli makan malam dulu … banyak yang mau aku lakuin, udaaaah … kamu pulang aja sana.” Tasya sedang berusaha menjaga hatinya.Tezaar berdecak lidah kesal. “Kamu kaya sama ke siapa aja, dulu kamu sering minta anter aku ke sana ke sini … aku mau.” “Ter

  • Cinta Terlarang Atau Takdir   Memata-matai

    Gundah menyerang Nova beberapa hari terakhir, meski pesannya kepada Leonhard selalu dibalas dan pria itu juga selalu memberitahunya saat hendak pergi ke Singapura tapi tetap saja Nova merasa resah dan gelisah, khawatir perselingkuhannya terungkap.Nova tidak bisa seratus persen mempercayai Aruna.Dia tidak fokus lagi menjalankan bisnis, lebih banyak melamun di ruangannya.Tok …Tok …Suara ketukan di pintu membuat Nova memerintahkan seseorang di luar sana agar masuk.Ceklek …“Maaf Bu, ada customer yang komplain.” Gadis pelayan toko bernama Ayu melangkah pelan mendekat sambil membawa satu potong blouse. “Komplain kenapa?” Nova bertanya.Belum apa-apa ekspresi wajah Nova tampak kesal.“Ini Bu, katanya bagian tangan yang berwarna merah luntur saat dicuci dan mengenai bagian badannya yang berwarna putih … bajunya jadi rusak dan customer-nya minta ganti.” Nova meraih blouse itu untuk dia teliti, mengembuskan nafas jengah lantas mengesah.“Kenapa bisa kaya gini sih!” Dia mele

  • Cinta Terlarang Atau Takdir   Hubungan Sembunyi-Sembunyi

    Aruna terjaga karena tidak merasakan tangan Leonhard memeluk tubuhnya lagi.Dia menegakan punggung dan mendapati Leonhard sedang berkutat dengan MacBook di meja riasnya.Menoleh ke samping, melalui jam yang digantung di dinding Aruna tahu kalau waktu menunjukkan pukul tiga pagi.Tadi malam setelah Leonhard terbuka mengenai perusahaan di Singapura dan Aruna memberi saran yang telah dipendamnya beberapa hari ini—Leonhard menggendong Aruna ke kamar dan menurunkannya di atas ranjang,Pria itu hanya membuka kemejanya kemudian memeluk Aruna, menenggelamkan wajahnya di dada Aruna.Tidak berlangsung lama, Aruna mendengar dengkuran halus Leonhard yang sudah memasuki alam mimpi.Leonhard seperti tidak tidur selama berhari-hari jadi ketika bertemu Aruna langsung melampiaskan kantuknya.“Leon,” panggil Aruna dari atas ranjang.Leonhard menoleh lalu senyum manis terlihat jelas di wajah tampannya yang dipantuli sinar dari layar MacBook.“Masih pagi, tidur lah lagi …,” kata pria itu sembari

  • Cinta Terlarang Atau Takdir   Melewati Semua Bersama

    Aruna : Leon.Satu kata itu Aruna kirim dalam pesan singkat kepada Leonhard.Setelah bernegosiasi dengan Nova, Aruna jadi lebih berani menunjukkan kepemilikannya kepada Leonhard.Untuk yang pertama kali, dia menghubungi Leonhard lebih dulu di luar urusan bisnis.Leonhard yang tengah berkutat dengan MacBooknya tersenyum membaca pesan dari Aruna.Leonhard : Kamu merindukanku?Balasan Leonhard membuat Aruna juga tersenyum.Aruna : Sangat, bisa kamu datang ke apartemenku?Leonhard mengirim emotikon terkejut dengan mata dan mulut membulat serta kedua tangan menangkup pipi.Aruna balas mengirim emotikon tertawa hingga meneteskan air mata.Aruna : Ada yang ingin aku bicarakan.Dan seketika senyum di bibir Leonhard memudar, dia curiga hubungannya dengan Aruna akan kandas.Leonhard tidak langsung membalas, dia masih membuka ruang pesan dengan Aruna dan menatapnya berlama-lama.Aruna : Aku rindu.Leonhard mengangkat kedua a

  • Cinta Terlarang Atau Takdir   Menerima Tawaran Aruna

    Pesawat telepon yang ada di atas meja kerja Aruna berdering.Dia meraih gagang telepon lalu menempelkannya di telinga.“Bu … ada bu Nova telepon.” Tasya memberitahu terdengar ragu.“Sambungkan,” titah Aruna dengan jantung berdebar kencang.“Baik, Bu.” Setelah nada bip, Aruna tahu kalau telah tersambung dengan Nova.“Hallo?” Aruna bersuara lebih dulu.“Kita harus bicara.” Seenaknya Nova memerintah.“Bicaralah,” kata Aruna santai.“Temui aku di coffe shop sebelah gedung kantor kamu.” “Lalu kamu akan mencekikku lagi?” Aruna tertawa sumbang. “Jangan berharap!” serunya dengan nada meledek.“Mana mungkin aku mencekikmu di depan banyak orang!” Nova meninggikan suara.Aruna termenung sedang menimbang.“Kita bicara baik-baik atau ….” Kalimat Nova menggantung.“Atau apa?” tantang Aruna kesal.“Kalau kamu menghancurkanku maka aku juga enggak segan menghancurkanmu dan Leon.” Mendengar nama Leonhard disebut membuat Aruna akhirnya mengiyakan pertemuan itu.Aruna belum sempat disku

  • Cinta Terlarang Atau Takdir   Menghadapi Sendirian

    “Aruna serius ya waktu minta kalian melupakan kejadian kemarin, biarkan Aruna selesaikan ini sendiri dulu …,” kata Aruna memohon di tengah sarapan pagi di rumah papi.Berhubung tidak ada cedera serius di tubuh Aruna dari hasil pemeriksaan kemarin maka dokter mengijinkan Aruna pulang.“Iya sayang,” kata papi cepat menghindari perdebatan.“Tapi kami tetap ngawasin kamu ya, De.” Narashima buka suara.Tubuh Aruna kaku menatap Narashima dengan kedipan mata cepat.“Terserah … kalau enggak capek mah.” Kalau Aruna terang-terangan menolak pasti mereka akan curiga jadi memilih kalimat tersebut. “Lagian memangnya apa yang bisa Nova lakuin sama Aruna? Apartemen Aruna deket dari kantor, Aruna dianter jemput driver, apartemen Aruna juga dijaga ketat.” Tapi menambahkan alasan-alasan agar sang kakak tidak perlu mengkhawatirkannya, pasalnya dia jadi tidak leluasa bertemu Leonhrad jika diawasi terus.“Kalau gitu tugas kamu menghandle pak Leon—papi alihkan ke bu Maria-atasan kamu,” kata papi santa

  • Cinta Terlarang Atau Takdir   Hukuman

    “Aku baik-baik saja …,” kata Aruna menatap Enzo dengan binar di mata yang menunjukkan penuh cinta meski sebenarnya palsu.“Maaf aku baru sampai, tadi aku sedang meeting sewaktu mendapat kabar tentangmu … aku baru membaca pesan Ghaza setelah meeting selesai.” Enzo tampak menyesal, dia mengecup lagi kening Aruna.“Eeeuhhh ….” Papi Arkana yang benar-benar jengah bangkit dari kursi.“Aku mengerti dan lagi aku baik-baik aja, sayang.” Nada suara Aruna tercetus manja membuat senyum Enzo berubah kaku karena mendapatkan balasan manis tersebut.“Apa yang terjadi?” Enzo bertanya, maksudnya apa yang terjadi dengan Aruna sampai dilarikan ke rumah sakit dan apa yang terjadi dengan Aruna sampai bersikap manis.Seingatnya mereka tidak sedang menutupi aib Leonhard.“Kamu tahu istrinya Enzo yang waktu itu ketemu di pesta?” Aruna ceritanya sedang mengadu.“Iya … ada apa dengannya?” Enzo mendengarkan dengan serius.“Dia cemburu karena pak Leon dan aku sering berhubungan tentang bisnis, tadi dia d

  • Cinta Terlarang Atau Takdir   Tidak Rela

    Aruna tampak cemas, netranya terus memindai ke arah dinding kaca yang membatasi ruang MRI karena di sana kedua orang tua dan keempat kakak laki-lakinya telah berkumpul memandanginya sambil mengobrol dan yang membuat Aruna semakin gelisah adalah sorot mata serta raut wajah mereka tampak serius.Bagaimana kalau mereka mengintrogasi Tezaar dan Tasya?Bagaimana kalau mereka tahu hubungannya dengan Leonhard?Mata Aruna memanas seiring tubuhnya bergerak masuk ke sebuah lubang mesin.Padahal dokter mengatakan memar di leher Aruna tidak serius juga mata Aruna yang merah bukan disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah di mata, Aruna sendiri sudah mengatakan kalau dia baik-baik saja tapi papi memaksa menginginkan Aruna melakukan banyak pengecekan agar beliau tenang dan yakin kalau apa yang dilakukan Nova tidak berdampak buruk baginya.“Leon … maafin aku.” Aruna bergumam kemudian terisak.Aruna merasa bersalah kalau sampai Leonhard dihabisi oleh papi dan keempat kakaknya.Semestinya dia men

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status