Share

Bab 33 Trauma

Author: Tri naya
last update Last Updated: 2024-03-04 08:11:29

Kaivan yang tengah tertunduk di kursi tunggu mendongak. Pria itu terkejut akan kehadiran Harun yang sudah berdiri di hadapannya dengan wajah penasaran.

"Ka--Kak Harun," ucap Kaivan dengan sedikit gugup.

"Apa yang terjadi?" tanya pria berkumis tipis dengan paras manis tersebut kembali semakin penasaran.

"Ka--Kaira. Kaira pingsan, Kak," ucap Kaivan dengan sedikit tersendat.

"Apa? Ke--kenapa bisa pingsan? Apa yang terjadi padanya?"

Harun terkejut. Kedua matanya membulat sempurna. Rasa ke penasarannya semakin menjadi.

"Tadi aku ... emm--"

"Apa?"

"Tadi kami mau tidur. Lalu, aku ... mau itu--dengan Kaira. Namun, belum sempat terjadi, Kaira sudah tidak sadarkan diri setelah sempat sesak napas dan kejang," ucap Kaivan menjelaskan dengan sedikit tersendat. Pria itu sedikit malu untuk menceritakan hal pribadi, meski dengan Harun yang notabene-nya kakak Kaira.

"Aish, kau tahu Kaira punya trauma akan hal itu. Kenapa kau tidak bersabar menunggunya?" omel Harun yang memahami kondisi Kaira.

"Aku ta
Locked Chapter
Continue Reading on GoodNovel
Scan code to download App

Related chapters

  • Cinta Setelah Luka   Bab 34 Mencoba Melupakan

    Tiga hari berlalu, kondisi Kaira semakin membaik. Wajahnya pun tidak pucat lagi. Kaivan senang melihatnya. Pria itu begitu setia menemani dan merawat Kaira. Wanita tersebut pun mulai merasakan akan ketulusan Kaivan padanya.'Mas Kaivan begitu tulus menyayangiku. Meski ia pernah melakukan kesalahan yang sulit untuk aku maafkan. Namun, Mas Kaivan tidak sejahat seperti yang aku pikirkan. Apakah aku harus membuka pintu hati untuk bisa menerimanya sepenuh hati?' batin Kiara sambil memperhatikan gerak-gerik suaminya yang tengah duduk di sofa sembari memainkan ponsel.'Kenapa hatiku tidak bisa berdamai? Kenapa aku begitu membencinya meski sudah menikah dengannya? Apakah hatiku sudah benar-benar beku hingga sulit untuk menerimanya?' batin Kaira kembali tanpa melepaskan pandangannya pada Kaivan.Tidak sengaja mata Kaivan melirik ke arah Kaira. Pria itu menyadari jika sang istri sedang memperhatikannya sejak tadi. Kaivan menaruh ponselnya ke meja dan berjalan ke arah Kaira. Wanita tersebut berp

    Last Updated : 2024-03-11
  • Cinta Setelah Luka   Bab 35 Sayatan Luka

    Kaivan meraih wajah Kaira dan menangkupkannya. Pria itu memandang istrinya lamat-lamat. Rasa sakit dan bersalah kembali menghantui. Ada kesedihan di balik wajah tampannya.Kaivan mengusap lembut wajah Kaira dengan kedua ibu jarinya. Tatapannya begitu tulus dan dalam. Pria itu tidak pernah menyangka dengan apa yang di lakukannya, bisa membuat Kaira menjadi seperti ini. Meski kejadian itu sudah cukup lama dan tanpa ia sadari. Namun, begitu menorehkan luka dalam, meninggalkan trauma yang sulit terobati.Entah sudah berapa banyak sayatan luka dalam hati Kaira. Sehingga, ia menutup rapat hatinya untuk laki-laki. Sudah cukup banyak pula Kaira masuk rumah sakit dan harus menderita selama bertahun-tahun."Aku yang seharusnya minta maaf padamu, Sayang. Meski ribuan kali aku ucapkan, belum bisa meluluhkan hatimu. Belum bisa menembus Sukma terdalam untuk mengobati luka hatimu. Aku jahat, telah banyak menggoreskan luka di hatimu," ucap Kaivan dengan penuh penyesalan.Kaira terdiam. Wanita itu men

    Last Updated : 2024-03-20
  • Cinta Setelah Luka   Bab 36 Kepergian Erlan

    Erlan tak kalah tajamnya menatap Karin. Tidak ada rasa cinta di balik kedua matanya. Lelaki itu sudah terbakar emosi yang besar."Iya, aku ingin pisah darimu. Bukan karena aku masih mencintai Kaira atau tidak. Akan tetapi, aku sudah sangat muak dengan tuduhan-mu yang tidak benar itu, Karin. Kau terus-menerus menuduhku dan selalu saja alasan yang sama untuk bisa menghakimiku."Erlan berkata dengan wajah serius, membuat Karin membulatkan kedua matanya, ia tidak menyangka jika Erlan akan berkata setajam itu padanya. Padahal, biasanya Erlan itu selalu sabar dan mengalah. Bahkan mampu menenangkan Karin."Kau ... keterlaluan kau, Mas. Tega sekali kau bicara seperti itu padaku. Aku ....""Maaf, Karin. Aku sudah tidak bisa lagi bersamamu. Aku akan pergi dari sini. Akan aku urus secepatnya perceraian kita," ucap Erlan sambil bangkit. Menjauh dari Karin dan mengambil koper di atas lemari. Kemudian, membukanya dan memasukan satu per satu pakaian dan barang-barang miliknya."Mas, tolong jangan ce

    Last Updated : 2024-03-24
  • Cinta Setelah Luka   Bab 37 Khawatir

    "Aku tidak membelanya, itu fakta dan kau harus menerimanya, Karin. Introspeksi dirimu sendiri. Jangan terus menyalahkan Kaira. Dia sudah cukup menderita selama ini," ucap Kevin yang tidak terima Kaira di salahkan terus-menerus oleh Karin.Kevin memang cukup lama menyimpan rasa sesal atas kepergian Kaira dari rumah, ia menyesal karena tidak bisa mencegahnya. Andai kala itu Kevin tidak ikut terbakar emosi, pasti Kaira masih berkumpul dengan keluarga saat ini.Apalagi dengan kedua orang tuanya yang sakit. Terutama sang mama, sejak kepergian Kaira dari rumah, wanita tua itu hanya bisa duduk di kursi roda karena struk yang dialami. Keluarga Kaira tidak lagi harmonis seperti dulu. Kepergian Kaira, meski menorehkan luka. Namun, ada segelumit penyesalan yang tidak akan pernah bisa hilang walau sudah bertahun-tahun lamanya."Kak, berhenti membela anak sialan itu. Bagiku, dia sumber kehancuran rumah tanggaku," ucap Karin yang terus menyalahkan Kaira."Kau yang menghancurkannya sendiri, Karin. S

    Last Updated : 2024-03-31
  • Cinta Setelah Luka   Bab 38 Tamasya

    Kaivan menepati janjinya untuk mengajak Kaira dan Kiara bertamasya. Mereka pergi ke dunia fantasi. Dunia keajaiban yang mempesona. Kita akan di manjakan dengan berbagai wahana dan hiburan yang di suguhkan pihak pengelola. Ada Arum jeram, halilintar, ontang-anting, kora-kora, biang lala, dan masih banyak wahana lainnya yang dapat di nikmati. Ada juga wahana yang khusus di sajikan untuk anak-anak. Selain itu, parade serta drama musikal pun bisa di nikmati saat berkunjung ke sana.Kiara tampak bahagia dapat bertamasya bersama kedua orang tuanya. Meskipun mereka sibuk, tetapi masih memiliki waktu untuk bersama buah hati terkasihnya. Kaira pun sejenak melupakan kesedihan yang melanda beberapa hari belakangan ini.Kaivan yang melihat anak dan istrinya menikmati liburannya merasa bahagia. Meski kesedihan masih ada di balik wajah cantik sang istri."Apa kau menyukainya, Sayang?" tanya Kaivan yang tengah duduk di kursi dekat wahana anak bersama Kaira, sambil memperhatikan anak mereka yang ten

    Last Updated : 2024-04-05
  • Cinta Setelah Luka   Bab 39 Pria Tua

    "Apa? Jadi papa ....""Cepat putuskan, pasien tidak bisa menunggu," sela Kaira mendesak Kevin."Lakukan yang terbaik. Tolong, selamatkan papa. Aku mohon, Kaira," pinta Kevin sambil meraih tangan Kaira dan menggenggamnya erat."Suster Sari! Bawa Tuan ini untuk menandatangani surat perizinan operasi."Kaira menepis tangan Kevin pelan dan meminta kepada perawat Sari yang kebetulan lewat dan keluar dari ruang IGD."Baik, Dok. Tuan, mari ikut dengan saya," ucap Sari menghampiri Kevin dan mengajaknya. Kevin mengangguk dan langsung melangkah. Sebelum itu, ia sempat melirik ke arah Kaira yang tampak tenang dan dingin.'Kaira, kenapa kau begitu berbeda sekali. Kau terlihat tenang dan dingin. Apa kau begitu marah terhadap kamu hingga seperti tidak mengenali kami? Aku akan segera kembali setelah urusan papa selesai dan bicara denganmu.'Kevin bermonolog dalam hati sambil menatap sejenak ke arah Kaira. Kemudian, ia melangkah mengikuti perawat Sari. Kaira kembali ke ruang IGD menunggu keputusan Ke

    Last Updated : 2024-04-07
  • Cinta Setelah Luka   Bab 40 Kedatangan Kevin

    Usai dari ruang ICU, Kaira dan Harun kembali ke ruangannya masing-masing untuk beristirahat. Kaira tampak duduk di kursi sambil kembali memijit pelipisnya yang terasa pusing. Kemudian, meletakkan kepalanya di meja. Baru saja ia hendak memejamkan mata, sebuah ketukkan pintu mengejutkan Kaira. Wanita itu mendongak dan mempersilakan untuk masuk.Kaira kembali membaringkan kepalanya pada meja dan meminta orang yang dikira kurir pengantar makanan meletakkan makanannya di meja dekat sofa. Namun, orang itu malah mendekati Kaira dan langsung duduk di hadapan Kaira.Sontak, wanita itu terkejut saat mendengar suara kursi di geser dan langsung bangkit. Kemudian, menatap ke arah seorang pria bertopi hitam mengenakan kaos hitam dan masker berwarna senada sedang duduk sambil menatap ke arahnya."Kau ...." "Ini aku, Kevin."Pria itu ternyata adalah Kevin, ia sengaja menyamar agar bisa bicara dengan Kaira. Wanita itu membulatkan kedua matanya saat melihat orang tersebut.Kevin melepas topi dan mask

    Last Updated : 2024-04-08
  • Cinta Setelah Luka   Bab 41 Menemui Pria Tua

    Kaira menunjuk ke arah makanan yang di letakkan pada meja kerjanya. Kedua mata Harun melirik mengikuti jari telunjuk Kaira. Pria itu masih terdiam, mendengarkan cerita Kaira dengan seksama."Aku benar-benar tidak menyangka akan bertemu mereka setelah hampir sepuluh tahun menghilang dari kehidupanku. Kak Kevin memintaku untuk kembali dan memaafkan mereka."Kaira melanjutkan ceritanya dengan kedua mata yang kembali berkaca-kaca. Rasa sakit itu terus menjalar hingga ke relung hati terdalamnya."Lalu," ucap Harun yang masih penasaran dengan cerita Kaira."Aku menolaknya. Bahkan aku hanya menganggap Kak Kevin dan papa hanyalah pasien dan keluarganya. Sedang aku, hanyalah seorang dokter yang merawat pria tua itu."Air mata Kaira kembali menetes saat kembali harus bercerita. Terdengar kejam ucapannya. Namun, Kaira harus melakukan itu karena hatinya masih terluka dengan perlakuan keluarganya di masa lalu."Sampai kapan pun, ikatan darah antara kalian tidak akan pernah hilang. Seberapa besarny

    Last Updated : 2024-04-12

Latest chapter

  • Cinta Setelah Luka   Bab 89 Kembali Melakukan Aktivitas Rutin

    Kaira mulai melakukan aktivitas seperti biasa, setelah hampir empat bulan beristirahat di rumah pasca melahirkan. Wanita berparas cantik itu melangkah dengan anggun di lorong Rumah Sakit Kusuma Pratama Hospital. Mengenakan dress berwarna biru langit, dipadukan dengan jas putih, seragam rumah sakit.Rambut sepinggangnya ia sanggul dan hells berwarna senada dengan pakaiannya, di tambah anting kecil menghiasi kedua telinga Kaira, menambah pesona perempuan tersebut. Meski sudah memiliki dua anak. Akan tetapi, Kaira masih terlihat cantik dan menawan. Wanita itu merawat tubuhnya dengan sangat baik. Mengatur pola makan yang baik pula demi kesehatan dirinya.Wanita berparas cantik itu memasuki ruang IGD. Semua mata tertuju padanya. Mereka tetap mengagumi Kaira yang memiliki postur tubuh bak model internasional. Senyum terukir di bibirnya. Membalas sapaan dari petugas yang berada di ruangan tersebut.Kaira terus melangkah ke dalam. Memasuki sebuah ruangan yang menjadi tempatnya untuk mengecek

  • Cinta Setelah Luka   Bab 88 Berkumpul

    Setelah mendapatkan perawatan selama satu Minggu, Kaira sudah diizinkan pulang ke rumah. Kaivan tampak sedang menimang-nimang putranya, sementara Kaira berbaring di ranjang karena merasakan nyeri pada perutnya.Harun tampak memeriksa obat-obatan Kaira dan memberikan beberapa butir pada adiknya tersebut agar di minum, untuk meredakan nyeri pada perutnya.Usai minum obat, Kaira tertidur di samping putranya. Kaivan dan Harun keluar kamar dan berbincang di ruang tamu sambil menikmati teh dan kudapan buatan Bi Inah."Kenapa Kaira tampak kesakitan sekali?" tanya Kaivan dengan penasaran.Harun menghela napas. "Itu biasa terjadi pasca operasi. Penyebabnya bisa karena terlalu banyak melakukan pergerakan sehingga ada bagian otot yang terluka ikut tertarik. Oleh karena itulah, rasa nyeri itu datang," jelas pemuda berkumis tipis itu dengan wajah serius."Sampai kapan itu terjadi?" tanya Kaivan kembali semakin penasaran."Sampai luka bekas operasi itu mengering. Bahkan terkadang sudah kering dan b

  • Cinta Setelah Luka   Bab 87 Kelahiran

    Kaira sedang merapikan mainan milik Kiara, tiba-tiba, perutnya terasa sakit. Wanita itu menghentikan aktivitasnya dan meringis sambil memegangi perutnya. Bi Inah yang baru saja hendak membantu Kaira terkejut melihat majikannya tampak kesakitan."Nyonya, Nyonya kenapa?" ucap Bi Inah dengan raut wajah panik."Pe--perut aku sakit, Bi. Aww!" ucap Senja sambil terus memegangi perutnya."Sebentar, Nyonya. Bibi telepon Tuan Kaivan dulu," ucap Bi Inah sambil merogoh saku bajunya dan mengambil benda pipih di dalamnya."Halo, Bi. Ada apa?""Tu--Tuan. Ny--Nyonya ....""Kaira kenapa, Bi? Pelan-pelan saja bicaranya.""Nyonya, Tuan. Nyonya kesakitan. Sepertinya mau melahirkan." "Apa? Ya sudah, Bibi jaga Kaira, saya telepon ambulans.""Baik, Tuan."Sambungan telepon pun terputus. Kaivan segera menelepon rumah sakit dan meminta mengirimkan ambulans untuk membawa istrinya. Pemuda itu langsung gegas menyusul sang istri bersama dengan Ferdinan yang menemani karena khawatir terjadi sesuatu pada Kaivan.

  • Cinta Setelah Luka   Bab 86 Pengiriman Barang

    Karin dan Tasya tampak melangkah menuju gagang pintu ruang tamu setelah mendengar deru mobil dan mengintip siapa yang datang. Begitu pintu terbuka, seorang pria mengenakan jaket hitam, celana panjang hitam, masker, serta topi, dan kacamata berwarna sama langsung masuk ke dalam."Kenapa lama sekali? Kita sudah hampir mati kelaparan di sini," omel Karin sambil mengambil kardus yang dibawa orang itu dan meletakkannya di meja."Kau pikir mudah untuk bisa sampai ke sini? Aku harus memastikan situasi aman. Lagipula, askes ke sini juga sulit, butuh waktu lama untuk bisa sampai," jelas orang itu sambil mengambil lagi kardus yang lain."Kau sudah pastikan aman selama perjalanan ke sini? Tidak ada yang mengikutimu?" tanya Tasya curiga."Aku pastikan aman. Sepertinya, Kaivan dan anak buahnya belum mencium keberadaan kalian di sini," jelas orang yang ternyata lelaki tersebut kembali."Syukurlah. Kapan kami bisa keluar dari sini? Kami sudah tidak betah tinggal di hutan belantara ini. Tidak ada sin

  • Cinta Setelah Luka   Bab 85 Mencoba Merenung

    Kaivan kembali memegang kedua pundak Kaira dan memijitnya lembut. Kaira menghela napas sambil sesekali memejamkan kedua matanya. Menikmati setiap pijitan Kaivan."Kasihan sekali istriku. Pasti kelelahan bekerja sampai seperti ini," ucap Kaivan sambil terus memijit."Tadi banyak pasien. Ruang IGD pun ramai. Jadi, memang agak sibuk hingga kurang beristirahat," jelas Kaira sambil menenglengkan kepalanya."Jangan terlalu capai, kau sedang hamil. Apalagi, kandunganmu sudah besar. Apa tidak sebaiknya mengambil cuti dan beristirahat saja di rumah," saran Kaivan."Waktu melahirkan masih lama. Kalau aku ambil cuti sekarang, akan lama di rumah. Aku pasti akan bosan," tolak Kaira."Sayang, kalau kau bosan kan bisa jalan-jalan. Ke mall, atau ke mana saja. Aku akan mengantarmu. Kalau terlalu lelah seperti ini, calon bayi kita pasti akan semakin aktif dan itu akan membahayakan kalian," jelas Kaivan yang masih berusaha membujuk Kaira."Tapi, Mas ....""Kau bisa sibuk mengantar jemput Kiara. Bisa ber

  • Cinta Setelah Luka   Bab 84 Kekesalan Kanza

    Seorang wanita paruh baya yang meski tidak muda lagi. Namun, masih tetap terlihat cantik tampak sedang mondar-mandir di dalam kamarnya. Kekhawatiran tampak di balik wajah setengah keriputnya. Sesekali, ia melirik ke arah ponsel yang di genggamnya. Sudah hampir satu jam perempuan tersebut seperti itu. Karan, sang suami tampak memasuki kamar tersebut. Pria tua itu mengerutkan kedua alisnya. Merasa heran dengan apa yang telah istrinya lakukan. Lelaki itu mendekati dan menepuk pelan pundak Kanza, nama wanita tersebut. "Mam, ada apa? Kau tampak gelisah sekali?" tanya Karan dengan curiga. Wanita itu terperanjat. Kemudian, menghela napas dan mengeluarkannya kasar. Menelan ludah dan menatap ke arah suaminya dengan raut wajah panik. "Pa--Papi, mengejutkan Mami saja," ucap Kanza dengan gugup. "Maaf, Mam. Dari tadi, Papi perhatikan Mami mondar-mandir sambil melirik ponsel. Ada apa? Siapa yang sedang Mami tunggu teleponnya?" tanya Karan semakin penasaran. "Tidak ada, Pap," bohong Kanza

  • Cinta Setelah Luka   Bab 83 Kembali Ceria

    Kaira tampak termenung di kamar. Wanita berparas cantik itu duduk di balkon sambil menatap ke arah langit. Napasnya terdengar berat. Terlintas dalam pikirannya akan bayangan masa lalunya. Ketika pertama kali ia mengenal Kaivan hingga kejadian malam itu terjadi yang membuat dirinya kehilangan keluarga kandungnya.Napas Kaira semakin bergemuruh, kedua tangannya mencengkeram kuat pinggiran kursi. Keringat dingin mengucur membasahi wajah cantiknya. Kaivan yang baru saja datang, terkejut dengan ekspresi dari istrinya dan langsung mendekatinya."Sayang, kau kenapa?" tanya pemuda itu sambil berjongkok di hadapan Kaira.Wanita itu memejamkan kedua mata dan menggeleng ketakutan. Napas Kaira semakin sesak. Ketakutan itu semakin menyiksanya. Kaivan langsung memeluknya."Tenanglah, Sayang. Ini aku, Kaivan, suamimu. Aku mohon tenanglah," ucap Kaivan sambil mengusap-usap punggung Kaira. Berusaha menenangkannya.Kaira berusaha melepaskan pelukan Kaivan. Namun, pria itu mempererat pelukannya, ia tahu

  • Cinta Setelah Luka   Bab 82 Kesembuhan Kiara

    Kaira dan Kaivan terdiam. Keduanya masih syok dengan apa yang menimpa Kiara. Harun yang masih penasaran pun kembali bertanya."Kaira, jawab!" seru Harun semakin penasaran.Kembali Kaira dan Kaivan saling beradu tatap, kemudian menatap ke arah Harun. Menatap pemuda berkumis tipis berparas manis tersebut."ki--Kiara yang ada di dalam," jawab Kaivan dengan gugup."Apa? Ki--Kiara? A--apa yang terjadi dengannya? Kenapa dia bisa ada di sini?" tanya Harun dengan terkejut dan penasaran."Kiara tadi diculik saat pulang sekolah oleh Karin dan Tasya. Kami berhasil menggagalkannya, tetapi Kiara terluka karena terkena pecahan beling yang ditodongkan ke arah leher Kiara oleh Tasya," jelas Kaivan, menceritakan kronologi kejadiannya."Apa? Ini semua ulah Tasya dan Karin?" tanya Harun kembali yang tidak menyangka."Iya.""Lalu, ke mana mereka? Apa berhasil ditangkap?""Mereka berhasil meloloskan diirketika kami fokus pada Kiara.""kurang ajar! Berani sekali mereka menyakiti keponakanku! Aku akan menca

  • Cinta Setelah Luka   Bab 81 Upaya Penyelamatan

    Kaivan menelan ludah. Menghela napas, mencoba menahan amarahnya. Bukan tidak berani mendekat ke arah Tasya dan Karin. Namun, ia tidak ingin gegabah dan membuat putrinya terluka. Karin tampak tersenyum melihat wajah menyedihkan Kaira."Lihatlah, Kaira. Kau akan kehilangan putrimu. Itu semua hukuman yang setimpal dari semua yang sudah kau lakukan padaku dan Tasya. Terutama, Kau, Kaivan! Kau sudah buat hidup kami menderita cukup lama di pulau terpencil. Kalian harus membayar mahal untuk itu," ucap Karin dengan tatapan menyeringai."Apa yang kalian inginkan? Lepaskan putriku! Jangan sakiti dia. Urusan kalian denganku, bukan dengannya," ucap Kaira berusaha untuk berbicara baik-baik."Aku ingin kau hancur, Kaira. Tanda tangani surat ini," ucap Karin sambil melemparkan map cokelat ke arah Kaira.'Rupanya mereka sudah menyiapkan dan merencanakan semuanya. Aku harus cari cara membuat Karin dan Tasya lengah hingga bisa menyelamatkan Kiara,' monolog Kaivan dalam hati.Kaivan mengambil map cokela

Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status