“Kau sudah bangun.” Eldrion kembali ke kamar Ravenna setelah membuatkan minuman untuk meredakan efek alkohol di tubuh Ravenna.Ravenna mengangkat kepalanya, ia melihat Eldrion yang masih mengenakan pakaian semalam.“Ya.”Eldrion berdiri di tepi ranjang. Menatap wajah Ravenna yang tetap terlihat cantik meski baru bangun dari tidur. “Apakah kepalamu sakit?”“Sedikit.”“Baiklah, bersihkan tubuhmu terlebih dahulu. Aku sudah membuatkan sarapan untukmu.”“Ya.” Ravenna bangkit dari tempat tidurnya, ia berjalan sembari menahan rasa tidak nyaman di kepalanya.Ravenna mandi, Eldrion juga pergi mandi di kamar lain. Beberapa menit kemudian keduanya sama-sama selesai membersihkan tubuh mereka.Keduanya pergi ke ruang makan. Ravenna melihat sarapan yang ada di atas meja. Ada sup, salad sayur dan telur. Eldrion tampaknya benar-benar paham bahwa makanan ini memang baik untuk mengurangi efek alkohol di dalam tubuh.Eldrion menarik kursi untuk Ravenna, ia kemudian duduk di tempatnya. Mereka lalu memul
Ravenna membawa Quillon ke toilet karena Quillon ingin buang air kecil.Di meja hanya ada Alejandro dan Eldrion yang duduk bersebelahan.“Terima kasih karena telah membawa Quillon bermain hari ini.” Eldrion mengucapkan basa-basa.“Tidak perlu berterima kasih. Aku senang menghabiskan waktu dengan Quillon. Dia anak yang manis dan menggemaskan.”“Ya, aku tahu itu. Putraku memang manis dan menggemaskan.” Eldrion sengaja menyebutkan Quillon sebagai putranya.Alejandro tersenyum kecil. Ia tidak akan bertarung dengan Eldrion, lagipula ia sudah kalah.“Tuan Eldrion, jangan menyia-nyiakan Ravenna lagi, jika Ravenna terluka aku pasti akan mengambilnya darimu.” Alejandro memperingati Eldrion.“Kau tidak akan memiliki kesempatan itu, Tuan Alejandro.” Eldrion mengatakannya dengan percaya diri. “Jadi, ternyata kau tidak menganggap Ravenna sebagai teman, kau memiliki perasaan khusus padanya.”“Tuan Eldrion jangan terlalu naif. Ravenna adalah wanita yang cantik, mandiri dan menyenangkan. Pria normal
“Kenapa tiba-tiba kau ingin minum?” Seraphim duduk di sebelah Alejandro. Beberapa menit lalu ia dihubungi oleh Alejandro yang memintanya untuk menemaninya minum.“Aku akan kembali besok, jadi mari bersenang-senang malam ini.” Alejandro mengarahkan cangkir kosong pada Seraphim.Dua orang itu kemudian minum bersama sembari menikmati hentakan music keras yang menghantam telinga mereka.“Baiklah, sudah cukup. Kita tidak akan bisa pulang jika terus minum.” Seraphim telah mencapai batasnya, ia harus mengemudi kembali ke tempat tinggalnya.“Mari minum sedikit lagi.” Alejandro menuangkan minuman ke gelas kosong Seraphim lagi.Alejandro mengangkat gelasnya, begitu juga dengan Seraphim. Lalu detik selanjutnya cairan di gelas itu sudah berpindah ke kerongkongan mereka berdua.Keduanya berada di klub malam itu sedikit lebih lama lagi. Setelah beberapa saat kemudian Seraphim dan Alejandro keluar dari klub malam.Seraphim agak sedikit mabuk sementara Alejandro sudah mabuk. Pria itu berjalan sempoyo
Hari ini Eldrion dan Ravenna tidur lebih lama dari biasanya, matahari sudah menampakan diri, tapi mereka masih belum membuka mata. Beberapa menit kemudian Ravenna terjaga lebih dahulu dari Eldrion, wanita itu tidak beranjak dari ranjang. Ia tetap di dalam dekapan Eldrion.Ia menatap wajah tampan Eldrion yang sedang terlelap. Ravenna mentertawakan dirinya sendiri, susah-susah membangun benteng pertahanan, tapi dengan begitu mudahnya Eldrion berhasil menembusnya.Kenyataannya, ia tidak akan pernah bisa menolak pesona pria ini. Kenyatannya, di hati kecilnya masih ada harapan suatu hari nanti Eldrion akan berbalik mencintainya.Ravenna telah melebih-lebihkan dirinya sendiri. Cintanya terhadap Eldrion lebih besar dari yang ia kira, ia tidak akan pernah benar-benar bisa bangkit dari pria ini.Beberapa saat kemudian kelopak mata Eldrion terbuka, tatapan lembut pria itu segera menyapu wajah Ravenna. “Selamat pagi, Istriku.”“Hm.” Ravenna membalas sapaan Eldrion dengan dehaman singkat.E
Eldrion tiba-tiba teringat sesuatu, Seraphim pernah memberitahunya tentang daftar keinginan Ravenna, salah satunya adalah berciuman di bawah hujan.Hari ini, tampaknya ia bisa merealisasikan keinginan Ravenna.Eldrion mendekati Ravenna, ia menggenggam kembali tanan Ravenna yang dilepas oleh Ravenna tadi. Setelahnya pria itu mencium bibir Ravenna, melumatnya dengan lembut.Awalnya Ravenna terkejut, ia tidak menyangka bahwa Eldrion akan menciumnya. Beberapa detik kemudian ia menyesuaikan dirinya, membalas ciuman lembut Eldrion.Keduanya menutup mata, menikmati keromantisan yang terbangun saat ini. Dunia berputar di sekeliling mereka, tapi Eldrion dan Ravenna terjebak dalam dunia mereka sendiri.Ciuman panjang itu berakhir, Eldrion memandangi wajah Ravenna sembari tersenyum.Ravenna tidak tahan melihat senyuman Eldrion, ia memiringkan sedikit kepalanya lalu kemudian mencium bibir Eldrion, ciuman panjang lainnya terjadi dan berakhir setelah Ravenna merasa puas.“Mari sudahi bermain hujan,
Ravenna mengunjungi perusahaan Eldrion, hari ini mereka memiliki janji untuk makan siang bersama. Ravenna datang lebih cepat, beberapa menit lalu ia baru saja menyelesaikan pertemuan dengan klien, dan kebetulan tempat pertemuannya cukup dekat dengan perusahaan Eldrion, itulah sebabnya ia memutuskan untuk pergi ke perusahaan Eldrion saja.Staff sekertaris Eldrion segera menyambut Ravenna dengan ramah dan penuh hormat. Mereka tahu bahwa Ravenna adalah calon istri atasan mereka dan harus mereka perlakukan dengan sangat baik.“Apakah Eldrion ada di ruangannya?” tanya Ravenna pada seorang wanita yang mengenakan setelan hitam.“Pak Eldrion sedang berada di ruang pertemuan, Nyonya. Silahkan Nyonya menunggu Tuan di dalam saja.” Wanita itu membukakan pintu ruangan Eldrion untuk Ravenna.“Saya akan memberitahu Pak Eldrion tentang kedatangan Anda,” lanjut wanita itu.“Tidak perlu. Dia akan selesai dalam setengah jam lagi, bukan?”Wanita itu menganggukan kepalanya. Ia hafal jadwal Eldrion di luar
Hari-hari berlalu lagi, sekarang hanya tinggal tiga hari lagi menuju ke hari pernikahan Ravenna dan Eldrion. Ravenna sudah mengambil libur, sementara Eldrion ia masih tetap bekerja. Besok pria itu baru akan mulai libur agar di hari pernikahannya ia tampak segar dan bertenaga.Hari ini Ravenna sudah memiliki rencana untuk pergi dengan Seraphim. Mereka akan melakukan perawatan kecantikan agar di hari pernikahan Ravenna terlihat lebih cantik dari biasanya.Setelah Ravenna pergi dengan Seraphim, yang tersisa di villa Ravenna hanya Quillon dan juga pengasuh Quillon.“Bibi, ayo pergi ke taman bermain.” Di dekat villa Ravenna ada sebuah taman bermain yang cukup ramai pengunjung.Quillon belum pernah bermain di sana, kemarin saat ia melewati taman itu ia berpikir bahwa bermain di sana tampaknya menyenangkan.“Baik, ayo.” Pengasuh Quillon segera membawa Quillon pergi ke taman.Quillon bermain bersama dengan beberapa anak-anak lain. Penjaganya duduk dan membiarkan Quillon berbaur dengan pengunj
Keesokan paginya, yang ditunggu oleh Eldrion datang. Sebuah panggilan dari nomor tidak dikenal masuk ke dalam ponselnya.“Halo.”“Eldrion, ini aku.”“Tuan Chester Flynn, di mana putraku?!” Suara Eldrion dipenuhi oleh emosi tertahan.Suara tawa terdengar dari arah sana. “Putramu ada bersamaku, saat ini dia sedang tidur karena terlalu banyak menangis. Putramu sangat berisi, dia terus memanggil kau dan ibunya.”“Jangan bertele-tele. Katakan apa yang kau inginkan, Tuan Chester!”“Kau selalu terlalu serius, Eldrion.” Chester sengaja memainkan emosi Eldrion.Eldrion melihat ke arah Yael dan timnya yang saat ini sedang melacak Chester dari nomor ponselnya. Kemudian mereka mendapatkan lokasi Chester.“Eldrion, putramu sangat tampan. Bagaimana jika aku merusak wajahnya?”“Jangan pernah berani menyentuh Quillon atau aku akan mencabik-cabik tubuhmu!”“Eldrion kau masih tidak sadar posisimu. Bicaralah dengan manis jika kau tidak ingin putramu terluka.”“Tuan Chester, lebih baik kau serahkan putra
Mata Ravenna ditutup oleh sebuah kain penutup. Wanita itu dituntun oleh Eldrion dan Quillon menuju ke sebuah tempat.Ravenna sangat penasaran ke mana ia akan dibawa oleh suami dan anaknya.“Apakah masih belum bisa dibuka?” Ravenna bertanya.“Sebentar lagi, Bu.” Quillon menjawab pertanyaan ibunya.Beberapa saat kemudian mereka sampai di sebuah ballroom. Tempat itu telah didekorasi dengan indah. Ada sebuah panggung di depan sana. Juga ada layar lebar di sisi kanan dan kirinya. Penutup mata Ravenna dilepaskan lalu kemudian Quillon memegang bunga. “Selamat ulang tahun, Ibu.”Hati Ravenna sangat tersentuh. “Terima kasih, Sayang.” Ia menerima buket bunga dari putranya.“Selamat ulang tahun, Istriku.” Eldrion memberikan kecupan di kening Ravenna.“Terima kasih, Suamiku.”Setelahnya Ravenna mulai melihat ke sekelilingnya. Ia berada di tempat yang bisa menampung ribuan orang, tapi sekarang di sini ia hanya berdiri dengan anak dan suaminya.“Ayo duduk.” Eldrion membawa Ravenna ke tempat duduk
Bulan madu Eldrion dan Ravenna telah berakhir. Keduanya ini telah berada di kediaman Theodore.“Ayah, Ibu, bagaimana? Apakah aku sudah akan memiliki adik?” Quillon bertanya dengan penuh harapan pada orangtuanya.Ravenna tertawa kecil mendengar pertanyaan putranya, ia tidak akan menjawab pertanyaan itu dan membiarkan Eldrion yang memberikan pengertian pada putranya.“Sayang, Ayah dan Ibu sudah sangat berusaha, tapi sepertinya usaha kami kurang keras. Ayah dan Ibu akan berusaha lebih keras lagi nanti sehingga Quillon akan memiliki adik dengan cepat.”Quillon mendesah. “Sayang sekali, padahal aku benar-benar sangat menginginkan seorang adik.”Ravenna menarik putranya ke dalam dekapannya. “Sayang, memiliki seorang adik bukan sesuatu yang mudah. Jika Quillon bersungguh-sungguh maka Quillon harus berdoa pada Tuhan.”“Baik, Ibu. Aku akan mulai berdoa pada Tuhan agar Tuhan memberikanku adik.”“Anak pintar, Tuhan pasti akan mengabulkan doamu.” Eldrion mengelus kepala Quillon dengan penuh kasih
“Ayah, Ibu, aku ingin adik perempuan.” Quillon bicara pada Eldrion dan Ravenna yang akan pergi untuk berbulan madu tanpa membawa Quillon bersama mereka.Eldrion tertawa kecil. “Ayah akan berusaha keras untuk mewujudkan keinginanmu. Jadilah baik selama Ayah dan Ibu pergi.”“Baik, Ayah.” Quillon menjawab dengan patuh.“Baiklah, Ayah dan Ibu pergi dulu. Sampai jumpa lagi, Jagoan. Ayah sangat mencintaimu.” Eldrion mengecup puncak kepala Quillon.Ravenna menarik Quillon ke dalam dekapannya. “Ibu sangat mencintaimu, Sayang.”“Aku juga sangat mencintai Ayah dan Ibu. Selamat bersenang-senang, Ayah, Ibu.” Quillon berkata dengan ceria.Sebagai seorang anak ia tidak menutut ikut orangtuanya yang akan berbulan madu ke Maldives. Ia diberitahu oleh kakeknya, jika ia menginginkan adik maka ia harus membiarkan orangtuanya pergi berdua saja.Quillon mengerti dengan cepat, ia ingin menjadi seorang kakak, jadi ia memilih untuk tinggal bersama dengan kakek buyutnya.Eldrion dan Ravenna kemudian pergi m
Hari pernikahan Eldrion dan Ravenna tiba. Semua tamu undangan telah mengisi aula megah yang disulap seperti negeri di atas awan.Ada begitu banyak bunga segar di dalam ruangan itu. Eldrion menghabiskan begitu banyak uang untuk pesta pernikahan yang luar biasa untuk Ravenna.Di dalam ruangan khusus, saat ini Ravenna telah mengenakan gaun pengantin dengan bagian bawah yang mengembang. Ia terlihat seperti seorang putri dari sebuah kerajaan. “Ibu, Ibu sangat cantik.” Quillon terus memuji Ravenna. Bocah laki-laki itu sangat suka memandangi ibunya yang baginya tampak seperti peri.“Kau juga terlihat sangat tampan, Sayang.” Quillon mengenakan setelan jas berwarna putih, anak laki-laki itu terlihat sangat tampan dan menggemaskan.Waktu bagi Ravenna untuk memasuki aula pernikahan tiba. Ravenna menggenggam tangan Quillon, di belakangnya ada Seraphim yang menjadi pengiring pengantin.Ravenna sudah mengatakan pada Seraphim untuk tidak perlu menjadi pengiring pengantinnya karena ia tahu kondisi
Setelah berpikir semalaman, Seraphim akhirnya memutuskan untuk mempertahankan janin yang ada di kandungannya. Selain itu ia juga berpikir untuk memberitahu Alejandro. Bukan karena ia ingin meminta pertanggung jawaban dari pria itu, tapi karena ia pikir Alejandro berhak tahu tentang kehamilannya.Hari ini Alejandro datang ke kota ini untuk menghadiri pesta penikahan Ravenna dan Eldrion yang akan diadakan lusa.Seraphim menunggu Alejandro di sebuah restoran, ia merasa sedikit gugup. Harus dari mana ia memulai membicarakan tentang kehamilannya.Hai, selamat kau akan menjadi ayah, aku hamil.Seraphim menggelengkan kepalanya, ia harus basa-basi terlebih dahulu. Alejandro mungkin akan terkena serangan jantung jika mendengar apa yang ia katakana.Saat Seraphim sibuk berpikir, Alejandro tiba. Pria itu mendekati Seraphim.“Maafkan aku sedikit terlambat.” Pria itu segera duduk di seberang Seraphim.“Ya, tidak apa-apa,” balas Seraphim.“Kau belum pesan makanan?”“Belum.”“Mari kita pesan makana
Satu bulan berlalu, rencana pernikahan Eldrion dan Ravenna yang sempat tertunda akan segera dilanjutkan. Undangan yang baru telah disebar.Pernikahan Eldrion dan Ravenna akan diadakan dalam satu minggu lagi.Keamanan di sekitar Eldrion dan Ravenna ditingkatkan. Eldrion memastikan bahwa tidak akan ada yang bisa mengacaukan rencana pernikahannya dengan Ravenna lagi.Tidak ada banyak hal yang perlu Eldrion dan Ravenna siapkan, karena mereka akan tetap menggunakan semua yang sudah mereka siapkan untuk pernikahan mereka yang sempat dibatalkan.Siang ini Ravenna pergi ke restoran untuk makan siang dengan Seraphim. Sejak Eldrion masuk rumah sakit, ia sudah lama tidak keluar dengan Seraphim.Seraphim beberapa kali mengunjunginya, tapi ia tidak bisa bepergian dengan Seraphim bahkan hanya untuk makan saja karena kondisi Eldrion dan Quillon.Lalu, setelah Eldrion sadarkan diri, Seraphim memiliki pekerjaan di luar negeri. Dan hari ini mereka baru bisa bertemu.Pesanan Ravenna dan Seraphim tiba,
Kesehatan Eldrion semakin membaik setiap harinya, setelah dirawat beberapa hari di ruang rawat biasa, Eldrion kini sudah kembali ke rumah.Sampai di rumah, ia disambut oleh putranya dengan suara yang ceria.Eldrion memeluk Quillon, menghujani wajah putranya dengan ciuman penuh kasih sayang.“Ayah sangat merindukanmu.” Eldrion menghirup aroma di ceruk leher Quillon.“Aku juga sangat merindukan Ayah.” Quillon bahagia karena akhirnya sang ayah kembali ke rumah juga. Saat ia diberitahu oleh ibunya bahwa hari ini ayahnya akan keluar dari rumah sakit, ia menjadi sangat tidak sabar untuk bertemu dengan ayahnya.“Bagaimana kabarmu, hm?”“Aku sangat baik, Ayah. Apakah Ayah sudah baik-baik saja?”“Ya, Ayah sudah baik-baik saja. Ayah sudah bisa menemanimu bermain lagi.”“Syukurlah, aku sangat senang mendengarnya.”Setelah memeluk putranya, Eldrion menghampiri kakeknya. Setelah ia dipindahkan ke ruang rawat biasa, ia meminta kakeknya untuk tidak perlu menjenguknya. Eldrion tidak ingin kakeknya ke
Beberapa hari setelah pemantauan, Eldrion dipindahkan keluar dari ruang perawatan intensif. Beberapa alat bantu yang sebelumnya terhubung dengan tubuh pria itu kini sudah terlepas.Teman-teman Eldrion segera datang mengunjungi Eldrion. Selama beberapa hari ini mereka hanya bisa melihat Eldrion dari luar karena tidak diperbolehkan masuk.Ketiga pria itu benar-benar lega setelah melihat Eldrion sudah sadarkan diri. Dan sekarang Eldrion sudah berada di ruang pemulihan.Setelah beberapa waktu kunjungan, ketiga pria itu meninggalkan ruang rawat Eldrion. Mereka akan datang lagi nanti.Yael masuk ke dalam ruangan, saat ini Ravenna sedang kembali ke rumah untuk mengambil beberapa pakaian dan juga keperluan lainnya. Jadi Yael bertugas untuk menjaga Eldrion.“Apa saja yang terjadi selama aku tidak sadarkan diri?” Eldrion bertanya dengan suara lemah.Selama lebih dari satu minggu ini baik Ravenna ataupun yang lainnya tidak membahas mengenai apapun yang berhubungan dengan tragedi penembakan. Mer
Pagi harinya Ravenna mengunjungi Eldrion lagi. Ia hanya tidur sangat sebentar. Kepalanya saat ini terasa sakit, tapi Ravenna mengabaikan rasa sakit itu.Ravenna masuk ke dalam ruangan. Ia mendekati Eldrion, tapi kali ini ia tidak bisa mengatakan apapun untuk waktu yang lama.“Aku merindukanmu.” Ravenna bersuara pelan. Ia benar-benar merindukan Eldrion. Ia rindu ciuman pria itu, ia rindu dekapan hangat Eldrion. Ia rindu senyuman hangat Eldrion. Ia rindu segalanya tentang Eldrion.Ravenna ingin menangis lagi, tapi ia sudah benar-benar banyak menangis. Eldrion mungkin tidak akan bahagia jika tahu ia terlalu banyak menangis.“Aku akan pulang sebentar. Aku perlu membersihkan tubuhku dan mengganti pakaian.” Ravenna berkata lagi. Sebenarnya ia tidak ingin meninggalkan Eldrion, tapi ia harus pergi karena ia juga tidak diperbolehkan berada di dalam ruangan itu dalam waktu yang lama.Setelah beberapa saat Ravenna keluar dari ruangan rawat itu. Bukan hanya dirinya yang perlu mandi dan mengganti