Ravenna mengunjungi perusahaan Eldrion, hari ini mereka memiliki janji untuk makan siang bersama. Ravenna datang lebih cepat, beberapa menit lalu ia baru saja menyelesaikan pertemuan dengan klien, dan kebetulan tempat pertemuannya cukup dekat dengan perusahaan Eldrion, itulah sebabnya ia memutuskan untuk pergi ke perusahaan Eldrion saja.Staff sekertaris Eldrion segera menyambut Ravenna dengan ramah dan penuh hormat. Mereka tahu bahwa Ravenna adalah calon istri atasan mereka dan harus mereka perlakukan dengan sangat baik.“Apakah Eldrion ada di ruangannya?” tanya Ravenna pada seorang wanita yang mengenakan setelan hitam.“Pak Eldrion sedang berada di ruang pertemuan, Nyonya. Silahkan Nyonya menunggu Tuan di dalam saja.” Wanita itu membukakan pintu ruangan Eldrion untuk Ravenna.“Saya akan memberitahu Pak Eldrion tentang kedatangan Anda,” lanjut wanita itu.“Tidak perlu. Dia akan selesai dalam setengah jam lagi, bukan?”Wanita itu menganggukan kepalanya. Ia hafal jadwal Eldrion di luar
Hari-hari berlalu lagi, sekarang hanya tinggal tiga hari lagi menuju ke hari pernikahan Ravenna dan Eldrion. Ravenna sudah mengambil libur, sementara Eldrion ia masih tetap bekerja. Besok pria itu baru akan mulai libur agar di hari pernikahannya ia tampak segar dan bertenaga.Hari ini Ravenna sudah memiliki rencana untuk pergi dengan Seraphim. Mereka akan melakukan perawatan kecantikan agar di hari pernikahan Ravenna terlihat lebih cantik dari biasanya.Setelah Ravenna pergi dengan Seraphim, yang tersisa di villa Ravenna hanya Quillon dan juga pengasuh Quillon.“Bibi, ayo pergi ke taman bermain.” Di dekat villa Ravenna ada sebuah taman bermain yang cukup ramai pengunjung.Quillon belum pernah bermain di sana, kemarin saat ia melewati taman itu ia berpikir bahwa bermain di sana tampaknya menyenangkan.“Baik, ayo.” Pengasuh Quillon segera membawa Quillon pergi ke taman.Quillon bermain bersama dengan beberapa anak-anak lain. Penjaganya duduk dan membiarkan Quillon berbaur dengan pengunj
Keesokan paginya, yang ditunggu oleh Eldrion datang. Sebuah panggilan dari nomor tidak dikenal masuk ke dalam ponselnya.“Halo.”“Eldrion, ini aku.”“Tuan Chester Flynn, di mana putraku?!” Suara Eldrion dipenuhi oleh emosi tertahan.Suara tawa terdengar dari arah sana. “Putramu ada bersamaku, saat ini dia sedang tidur karena terlalu banyak menangis. Putramu sangat berisi, dia terus memanggil kau dan ibunya.”“Jangan bertele-tele. Katakan apa yang kau inginkan, Tuan Chester!”“Kau selalu terlalu serius, Eldrion.” Chester sengaja memainkan emosi Eldrion.Eldrion melihat ke arah Yael dan timnya yang saat ini sedang melacak Chester dari nomor ponselnya. Kemudian mereka mendapatkan lokasi Chester.“Eldrion, putramu sangat tampan. Bagaimana jika aku merusak wajahnya?”“Jangan pernah berani menyentuh Quillon atau aku akan mencabik-cabik tubuhmu!”“Eldrion kau masih tidak sadar posisimu. Bicaralah dengan manis jika kau tidak ingin putramu terluka.”“Tuan Chester, lebih baik kau serahkan putra
Chester ingin menyudahi omong kosong antara dirinya dan Eldrion. Pria itu menarik pelatuknya, jari telunjuknya hendak menekan trigger.Namun, Chester terlamat satu detik, peluru telah lebih dahulu menembus dadanya. Pria itu kemudian jatuh.Melihat Chester jatuh, Eldrion segera berlari ke arah putranya. Ia segera melepaskan tali yang mengikat tangan dan kaki putranya.“Putraku.” Eldrion memeluk Quillon. Ia merasa sangat tenang karena putranya sudah aman sekarang.Ia segera membawa Quillon ke Ravenna. Putranya akan jauh lebih tenang setelah mendapatkan pelukan Ravenna.Air mata Ravenna dan Quillon jatuh. “Tenanglah, Sayang, kau sudah aman.” Ravenna bersuara lembut. Ia memeluk putranya dengan erat. Hatinya menjadi lega. Putranya sudah berada dalam dekapannya sekarang.“Ayo tinggalkan tempat ini.” Eldrion tidak ingin Quillon terus berada di sini dan membuatnya semakin trauma.“Ya.”“Biarkan aku menggendong Quillon.”Ravenna menyerahkan Quillon pada Eldrion. Ia kemudian pergi dengan Eldrio
Sudah satu hari Eldrion di rawat di ruang perawatan intensif, tapi sampai saat ini Eldrion masih belum terjaga. Hal ini membuat Theodore dan Ravenna merasa cemas.Namun, dokter mengatakan bahwa tanda vital di tubuh Eldrion stabil, Eldrion mungkin membutuhkan beberapa waktu lagi untuk terjaga.Saat ini Ravenna berada di dalam ruangan rawat Eldrion. Ia hanya bisa berada di sana untuk beberapa waktu agar tidak mengganggu kondisi Eldrion.“Eldrion, kapan kau akan bangun?” Ravenna menggenggam tangan Eldrion, ia menatap wajah pucat Eldrion dengan lembut.“Besok adalah hari pernikahan kita, tapi tampaknya pernikahan kita harus diundur sampai kau bangun dan pulih.” Ravenna berkata lagi.Hari ini Yael telah menghubungi semua orang yang mendapatkan undangan bahwa pernikahan Eldrion dan Ravenna tidak jadi diadakan karena alasan pribadi.Air mata yang sejak tadi Ravenna tahan kini jatuh tanpa bisa dibendung lagi. “Bukalah matamu, kau ingin aku mencintaimu seperti dulu, kan? Aku akan mencintaimu
Orangtua Ysoria segera pergi ke rumah sakit saat ia mendapatkan kabar dari pegawai Ysoria bahwa Ysoria dilarikan ke rumah sakit.“Apa yang terjadi pada Ysoria?” Ayah Ysoria terkejut saat melihat wajah Ysoria yang bengkak. Ia hampir saja tidak mengenali putrinya sendiri.“Siapa yang berani melakukan hal seperti ini pada putriku?” Ibu Ysoria berkata dengan marah, hatinya hancur melihat putrinya dalam keadaan seperti ini.Pegawai yang membawa Ysoria ke rumah sakit memberitahukan apa yang terjadi, tapi itu tidak secara lengkap karena ia takut akan salah bicara.Ia hanya mengatakan seorang wanita bernama Ravenna datang ke galeri lalu kemudian menghancurkan galeri dan melakukan kekerasan fisik terhadap Ysoria.“Kenapa kalian semua tidak menghentikan wanita itu?” seru ibu Ysoria.“Maafkan kami, Bu. Ada delapan pengawal yang menghalangi kami.” Wanita itu tidak berbohong, mereka memang dihalangi oleh pengawal Ravenna.“Suamiku, kita harus meminta penjelasan atas semua ini pada Eldrion.”Apa y
“Usir dia dari sini!” Theodore memberikan perintah pada Yael.“Baik, Pak.”Yael hendak menghampiri Ysoria, tapi Ysoria belum selesai dengan dramanya. Wanita itu segera turun dari kursi rodanya dan berlutut di lantai.“Tuan Theodore, aku benar-benar meminta maaf. Aku sangat menyesal.” Ysoria kini menangis sedih. Theodore tidak akan pernah memaafkan Ysoria. “Apa yang kau tunggu?” Ia bicara pada Yael.Yael kali ini segera mengangkat Ysoria kembali ke kursi roda, lalu kemudian membawa Ysoria meninggalkan bangsal itu.Ysoria masih menjatuhkan air matanya, wanita itu tetap bersandiwara sampai akhir.Setelah berada cukup jauh dari bangsal, Yael meninggalkan Ysoria. Barulah Ysoria menghapus air matanya. Ekspresi dingin tampak di wajah wanita itu.Ysoria benar-benar tidak mengerti, apa sebenarnya yang dilihat oleh Theodore dari Ravenna. Ia jelas-jelas jauh lebih baik dari Ravenna.Di bangsal tempat Eldrion dirawat, Theodore memerintahkan Yael untuk memenjarakan Ysoria. Pria tua itu tidak aka
Pagi harinya Ravenna mengunjungi Eldrion lagi. Ia hanya tidur sangat sebentar. Kepalanya saat ini terasa sakit, tapi Ravenna mengabaikan rasa sakit itu.Ravenna masuk ke dalam ruangan. Ia mendekati Eldrion, tapi kali ini ia tidak bisa mengatakan apapun untuk waktu yang lama.“Aku merindukanmu.” Ravenna bersuara pelan. Ia benar-benar merindukan Eldrion. Ia rindu ciuman pria itu, ia rindu dekapan hangat Eldrion. Ia rindu senyuman hangat Eldrion. Ia rindu segalanya tentang Eldrion.Ravenna ingin menangis lagi, tapi ia sudah benar-benar banyak menangis. Eldrion mungkin tidak akan bahagia jika tahu ia terlalu banyak menangis.“Aku akan pulang sebentar. Aku perlu membersihkan tubuhku dan mengganti pakaian.” Ravenna berkata lagi. Sebenarnya ia tidak ingin meninggalkan Eldrion, tapi ia harus pergi karena ia juga tidak diperbolehkan berada di dalam ruangan itu dalam waktu yang lama.Setelah beberapa saat Ravenna keluar dari ruangan rawat itu. Bukan hanya dirinya yang perlu mandi dan mengganti
Mata Ravenna ditutup oleh sebuah kain penutup. Wanita itu dituntun oleh Eldrion dan Quillon menuju ke sebuah tempat.Ravenna sangat penasaran ke mana ia akan dibawa oleh suami dan anaknya.“Apakah masih belum bisa dibuka?” Ravenna bertanya.“Sebentar lagi, Bu.” Quillon menjawab pertanyaan ibunya.Beberapa saat kemudian mereka sampai di sebuah ballroom. Tempat itu telah didekorasi dengan indah. Ada sebuah panggung di depan sana. Juga ada layar lebar di sisi kanan dan kirinya. Penutup mata Ravenna dilepaskan lalu kemudian Quillon memegang bunga. “Selamat ulang tahun, Ibu.”Hati Ravenna sangat tersentuh. “Terima kasih, Sayang.” Ia menerima buket bunga dari putranya.“Selamat ulang tahun, Istriku.” Eldrion memberikan kecupan di kening Ravenna.“Terima kasih, Suamiku.”Setelahnya Ravenna mulai melihat ke sekelilingnya. Ia berada di tempat yang bisa menampung ribuan orang, tapi sekarang di sini ia hanya berdiri dengan anak dan suaminya.“Ayo duduk.” Eldrion membawa Ravenna ke tempat duduk
Bulan madu Eldrion dan Ravenna telah berakhir. Keduanya ini telah berada di kediaman Theodore.“Ayah, Ibu, bagaimana? Apakah aku sudah akan memiliki adik?” Quillon bertanya dengan penuh harapan pada orangtuanya.Ravenna tertawa kecil mendengar pertanyaan putranya, ia tidak akan menjawab pertanyaan itu dan membiarkan Eldrion yang memberikan pengertian pada putranya.“Sayang, Ayah dan Ibu sudah sangat berusaha, tapi sepertinya usaha kami kurang keras. Ayah dan Ibu akan berusaha lebih keras lagi nanti sehingga Quillon akan memiliki adik dengan cepat.”Quillon mendesah. “Sayang sekali, padahal aku benar-benar sangat menginginkan seorang adik.”Ravenna menarik putranya ke dalam dekapannya. “Sayang, memiliki seorang adik bukan sesuatu yang mudah. Jika Quillon bersungguh-sungguh maka Quillon harus berdoa pada Tuhan.”“Baik, Ibu. Aku akan mulai berdoa pada Tuhan agar Tuhan memberikanku adik.”“Anak pintar, Tuhan pasti akan mengabulkan doamu.” Eldrion mengelus kepala Quillon dengan penuh kasih
“Ayah, Ibu, aku ingin adik perempuan.” Quillon bicara pada Eldrion dan Ravenna yang akan pergi untuk berbulan madu tanpa membawa Quillon bersama mereka.Eldrion tertawa kecil. “Ayah akan berusaha keras untuk mewujudkan keinginanmu. Jadilah baik selama Ayah dan Ibu pergi.”“Baik, Ayah.” Quillon menjawab dengan patuh.“Baiklah, Ayah dan Ibu pergi dulu. Sampai jumpa lagi, Jagoan. Ayah sangat mencintaimu.” Eldrion mengecup puncak kepala Quillon.Ravenna menarik Quillon ke dalam dekapannya. “Ibu sangat mencintaimu, Sayang.”“Aku juga sangat mencintai Ayah dan Ibu. Selamat bersenang-senang, Ayah, Ibu.” Quillon berkata dengan ceria.Sebagai seorang anak ia tidak menutut ikut orangtuanya yang akan berbulan madu ke Maldives. Ia diberitahu oleh kakeknya, jika ia menginginkan adik maka ia harus membiarkan orangtuanya pergi berdua saja.Quillon mengerti dengan cepat, ia ingin menjadi seorang kakak, jadi ia memilih untuk tinggal bersama dengan kakek buyutnya.Eldrion dan Ravenna kemudian pergi m
Hari pernikahan Eldrion dan Ravenna tiba. Semua tamu undangan telah mengisi aula megah yang disulap seperti negeri di atas awan.Ada begitu banyak bunga segar di dalam ruangan itu. Eldrion menghabiskan begitu banyak uang untuk pesta pernikahan yang luar biasa untuk Ravenna.Di dalam ruangan khusus, saat ini Ravenna telah mengenakan gaun pengantin dengan bagian bawah yang mengembang. Ia terlihat seperti seorang putri dari sebuah kerajaan. “Ibu, Ibu sangat cantik.” Quillon terus memuji Ravenna. Bocah laki-laki itu sangat suka memandangi ibunya yang baginya tampak seperti peri.“Kau juga terlihat sangat tampan, Sayang.” Quillon mengenakan setelan jas berwarna putih, anak laki-laki itu terlihat sangat tampan dan menggemaskan.Waktu bagi Ravenna untuk memasuki aula pernikahan tiba. Ravenna menggenggam tangan Quillon, di belakangnya ada Seraphim yang menjadi pengiring pengantin.Ravenna sudah mengatakan pada Seraphim untuk tidak perlu menjadi pengiring pengantinnya karena ia tahu kondisi
Setelah berpikir semalaman, Seraphim akhirnya memutuskan untuk mempertahankan janin yang ada di kandungannya. Selain itu ia juga berpikir untuk memberitahu Alejandro. Bukan karena ia ingin meminta pertanggung jawaban dari pria itu, tapi karena ia pikir Alejandro berhak tahu tentang kehamilannya.Hari ini Alejandro datang ke kota ini untuk menghadiri pesta penikahan Ravenna dan Eldrion yang akan diadakan lusa.Seraphim menunggu Alejandro di sebuah restoran, ia merasa sedikit gugup. Harus dari mana ia memulai membicarakan tentang kehamilannya.Hai, selamat kau akan menjadi ayah, aku hamil.Seraphim menggelengkan kepalanya, ia harus basa-basi terlebih dahulu. Alejandro mungkin akan terkena serangan jantung jika mendengar apa yang ia katakana.Saat Seraphim sibuk berpikir, Alejandro tiba. Pria itu mendekati Seraphim.“Maafkan aku sedikit terlambat.” Pria itu segera duduk di seberang Seraphim.“Ya, tidak apa-apa,” balas Seraphim.“Kau belum pesan makanan?”“Belum.”“Mari kita pesan makana
Satu bulan berlalu, rencana pernikahan Eldrion dan Ravenna yang sempat tertunda akan segera dilanjutkan. Undangan yang baru telah disebar.Pernikahan Eldrion dan Ravenna akan diadakan dalam satu minggu lagi.Keamanan di sekitar Eldrion dan Ravenna ditingkatkan. Eldrion memastikan bahwa tidak akan ada yang bisa mengacaukan rencana pernikahannya dengan Ravenna lagi.Tidak ada banyak hal yang perlu Eldrion dan Ravenna siapkan, karena mereka akan tetap menggunakan semua yang sudah mereka siapkan untuk pernikahan mereka yang sempat dibatalkan.Siang ini Ravenna pergi ke restoran untuk makan siang dengan Seraphim. Sejak Eldrion masuk rumah sakit, ia sudah lama tidak keluar dengan Seraphim.Seraphim beberapa kali mengunjunginya, tapi ia tidak bisa bepergian dengan Seraphim bahkan hanya untuk makan saja karena kondisi Eldrion dan Quillon.Lalu, setelah Eldrion sadarkan diri, Seraphim memiliki pekerjaan di luar negeri. Dan hari ini mereka baru bisa bertemu.Pesanan Ravenna dan Seraphim tiba,
Kesehatan Eldrion semakin membaik setiap harinya, setelah dirawat beberapa hari di ruang rawat biasa, Eldrion kini sudah kembali ke rumah.Sampai di rumah, ia disambut oleh putranya dengan suara yang ceria.Eldrion memeluk Quillon, menghujani wajah putranya dengan ciuman penuh kasih sayang.“Ayah sangat merindukanmu.” Eldrion menghirup aroma di ceruk leher Quillon.“Aku juga sangat merindukan Ayah.” Quillon bahagia karena akhirnya sang ayah kembali ke rumah juga. Saat ia diberitahu oleh ibunya bahwa hari ini ayahnya akan keluar dari rumah sakit, ia menjadi sangat tidak sabar untuk bertemu dengan ayahnya.“Bagaimana kabarmu, hm?”“Aku sangat baik, Ayah. Apakah Ayah sudah baik-baik saja?”“Ya, Ayah sudah baik-baik saja. Ayah sudah bisa menemanimu bermain lagi.”“Syukurlah, aku sangat senang mendengarnya.”Setelah memeluk putranya, Eldrion menghampiri kakeknya. Setelah ia dipindahkan ke ruang rawat biasa, ia meminta kakeknya untuk tidak perlu menjenguknya. Eldrion tidak ingin kakeknya ke
Beberapa hari setelah pemantauan, Eldrion dipindahkan keluar dari ruang perawatan intensif. Beberapa alat bantu yang sebelumnya terhubung dengan tubuh pria itu kini sudah terlepas.Teman-teman Eldrion segera datang mengunjungi Eldrion. Selama beberapa hari ini mereka hanya bisa melihat Eldrion dari luar karena tidak diperbolehkan masuk.Ketiga pria itu benar-benar lega setelah melihat Eldrion sudah sadarkan diri. Dan sekarang Eldrion sudah berada di ruang pemulihan.Setelah beberapa waktu kunjungan, ketiga pria itu meninggalkan ruang rawat Eldrion. Mereka akan datang lagi nanti.Yael masuk ke dalam ruangan, saat ini Ravenna sedang kembali ke rumah untuk mengambil beberapa pakaian dan juga keperluan lainnya. Jadi Yael bertugas untuk menjaga Eldrion.“Apa saja yang terjadi selama aku tidak sadarkan diri?” Eldrion bertanya dengan suara lemah.Selama lebih dari satu minggu ini baik Ravenna ataupun yang lainnya tidak membahas mengenai apapun yang berhubungan dengan tragedi penembakan. Mer
Pagi harinya Ravenna mengunjungi Eldrion lagi. Ia hanya tidur sangat sebentar. Kepalanya saat ini terasa sakit, tapi Ravenna mengabaikan rasa sakit itu.Ravenna masuk ke dalam ruangan. Ia mendekati Eldrion, tapi kali ini ia tidak bisa mengatakan apapun untuk waktu yang lama.“Aku merindukanmu.” Ravenna bersuara pelan. Ia benar-benar merindukan Eldrion. Ia rindu ciuman pria itu, ia rindu dekapan hangat Eldrion. Ia rindu senyuman hangat Eldrion. Ia rindu segalanya tentang Eldrion.Ravenna ingin menangis lagi, tapi ia sudah benar-benar banyak menangis. Eldrion mungkin tidak akan bahagia jika tahu ia terlalu banyak menangis.“Aku akan pulang sebentar. Aku perlu membersihkan tubuhku dan mengganti pakaian.” Ravenna berkata lagi. Sebenarnya ia tidak ingin meninggalkan Eldrion, tapi ia harus pergi karena ia juga tidak diperbolehkan berada di dalam ruangan itu dalam waktu yang lama.Setelah beberapa saat Ravenna keluar dari ruangan rawat itu. Bukan hanya dirinya yang perlu mandi dan mengganti