Share

BAB 108 Sangat Romantis

Penulis: NK Ummu Dhila
last update Terakhir Diperbarui: 2025-03-31 22:41:15

Alya menyandarkan kepalanya di bahu Raditya, menikmati semilir angin pagi yang menyentuh kulitnya dengan lembut. Sementara itu, Raditya menggenggam tangannya erat, seakan meyakinkan bahwa kebahagiaan ini akan bertahan selamanya.

"Radit, sebenarnya kita mau ke mana?" tanya Alya, mencoba mencari tahu rahasia yang disimpan suaminya.

Raditya tersenyum penuh misteri. "Kalau aku kasih tahu sekarang, nggak seru dong. Yang jelas, kamu pasti suka."

Alya mengerucutkan bibirnya. "Kamu selalu suka bikin aku penasaran."

Raditya tertawa kecil dan mencubit ujung hidung Alya. "Karena kamu selalu terlihat lucu kalau penasaran."

Alya mendengus pelan, tapi tak bisa menahan senyum. "Baiklah, aku ikut saja. Tapi kalau ternyata aku nggak suka tempatnya, siap-siap ditagih kompensasi."

"Siap, Nyonya Raditya," jawab Raditya santai.

Setengah jam kemudian, mereka sudah bersiap dan masuk ke dalam mobil. Raditya yang menyetir, sementara Alya duduk di sebelahnya, sesekali melirik ke arah suaminya yang terlihat ten
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 109 Kembali ke Negeri Asal

    Matahari pagi menyinari Mansion keluarga Wiranagara dengan lembut, seakan ingin menghangatkan suasana yang penuh haru. Di ruang keluarga, Alya dan Raditya duduk bersama Bunda Clarissa, Kakek Bakhtiar, dan Nenek Aiko. Hari ini, mereka akan berpamitan.Nenek Aiko menggenggam tangan Alya erat, matanya berkaca-kaca. "Sayang, seminggu terasa begitu cepat. Nenek masih ingin bersama kalian lebih lama."Alya tersenyum lembut. "Aku juga, Nek. Rasanya belum cukup waktu untuk menghabiskan momen bersama kalian. Tapi... ini bukan perpisahan selamanya."Raditya menatap neneknya dengan penuh kasih. "Nenek harus menjaga kesehatan. Jangan lupa minum obat dan makan makanan sehat, ya."Nenek Aiko mengangguk pelan. "Tentu sayang, tentu. Jika nenek sudah sehat, nenek akan ke Nusant mengunjungi kalian."Alya menggenggam tangan neneknya. "Semoga kondisi nenek semakin sehat, hingga kita bisa bertemu kembali di Nusant ya, Nek."Bunda Clarissa menatap menantunya dengan penuh kehangatan, lalu tersenyum jahil. "

    Terakhir Diperbarui : 2025-04-01
  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 110 Apapun Untuk Alya

    “Akhirnya sampai juga.”Alya melangkah keluar dari pesawat jet pribadi yang baru saja mendarat di Bandara Nusant. Ia merapatkan coat tipisnya saat angin malam menyapu kulitnya. Raditya turun lebih dulu, lalu mengulurkan tangan untuk membantunya.“Lelah?” tanyanya sambil menggenggam jemari Alya erat.Alya mengangguk kecil. “Sedikit. Tapi aku lebih ingin segera sampai di rumah.”Raditya tersenyum, lalu melingkarkan lengannya di bahu Alya, membawanya berjalan menuju mobil mewah yang sudah menunggu di landasan.Di dalam mobil, Alya menyandarkan kepalanya ke jok dengan nyaman. “Kangen juga sama Nusant.”“Dan penthouse kita,” tambah Raditya. Ia melirik Alya yang sudah memejamkan mata. “Tidurlah sebentar, sayang. Aku akan membangunkanmu kalau sudah sampai.”Tak butuh waktu lama, mobil mereka meluncur melewati jalanan kota Nusant yang berkilauan oleh lampu-lampu gedung pencakar langit. Dalam hitungan menit, mereka sudah memasuki area eksklusif tempat penthouse mereka berada. Raditya menggoyan

    Terakhir Diperbarui : 2025-04-02
  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 1 Kau Campakkan Aku

    "Kami sangat menyesal atas apa yang terjadi. Kami ingin Darel menikah dengan Anda," ujar Tuan Alexander. Alya terkejut. "Menikah? Kenapa?" tanya Alya.“Karena kamu tidak punya siapa-siapa lagi, dan Darel adalah penyebabnya. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami,” jawab Tuan Alexander. Darel menambahkan, "Saya ingin menebus kesalahan saya."Alya merasa terjebak. Ia tidak menginginkan pernikahan ini, tetapi menyadari ia tidak punya pilihan lain. Hidupnya kini bergantung pada belas kasihan orang lain. Tanpa pilihan, mereka melangsungkan pernikahan sederhana di ruang perawatan rumah sakit.Pemuka agama pun menikahkan mereka, dan pernikahan mereka telah tercatat dalam buku pernikahan negara."Bagimana apakah ‘Sah’?""Sah." Ucap semua hadirin.Alya menunduk, matanya kosong. Tak ada kebahagiaan, hanya kehampaan yang memenuhi dadanya."Sekarang kalian resmi menjadi suami istri. Semoga bisa saling menjaga dan menjalani kehidupan rumah tangga dengan baik," ujar Tuan Alexander.Alya dengan suara

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-03
  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 2 Insiden Tak Terduga

    “Berhenti di depan, Pak,” ujar Alya.“Baik.”Alya sampai di gang rumahnya, ia sengaja turun tak di depannya. Ia rasa tak nyaman saja jika pria itu mengetahui rumahnya, karena aura yang keluar dari pria itu nampak dingin dan entahlah, Alya tak tahu. Sopir taksi pun menghentikan mobilnya, kemudian Alya membayarnya, lalu mengambil koper di bagasi belakang."Jadi di daerah ini rumahmu?" tanya pria misterius itu.Alya tak menghiraukannya, ia pun berjalan menuju gang rumahnya dengan langkah tertatih."Gadis yang menarik," ujar Raditya.Kemudian taksi pun melaju ke tempat tujuan selanjutnya. Sesampainya di sebuah perusahaan besar, Raditya membawa kopernya menuju ke ruangannya paling atas. Ia terburu-buru hendak menemui teman yang mencuranginya dahulu, makanya tadi ditelepon ia begitu marah. Raditya Nathan Wijaya, seorang CEO dari PT. Nathan Wijaya Teknologi, sekaligus memiliki identitas lain yang tak diketahui orang selama ini, ia juga seorang hacker hebat dalam dunia cyber.Sesampainya di r

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-03
  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 3 Perkenalan Unik

    Ketukan keras menggema di pintu depan."Alya, aku tahu kau di dalam! Buka pintunya!" suara berat Raditya terdengar jelas, menggema di dalam rumah.Alya yang tengah duduk di sofa terkejut. Ia tak menyangka Raditya akan datang langsung ke rumahnya. Dengan napas yang sedikit tercekat, ia bangkit dan menghampiri pintu. Saat pintu dibuka, sosok tinggi dengan sorot mata tajam itu berdiri di sana, menatapnya lekat."Maaf, aku pikir hanya itu satu-satunya cara untuk mendapatkan barang-barangku kembali," kata Alya pelan."Mana barang-barangku?" tanya Raditya tanpa basa-basi. Sejurus kemudian, ia menambahkan dengan nada lebih santai, "Kamu tidak menyuruhku duduk?"Alya mengerutkan kening. Saat berbicara di telepon tadi, suara Raditya begitu kasar, bahkan terdengar membentak. Namun, kini, saat mereka bertatap muka, suaranya melunak, seolah-olah ada sesuatu yang berubah dalam dirinya."Silakan duduk!" ujar Alya akhirnya, menggeser tubuhnya ke samping untuk memberinya jalan masuk.Raditya melangka

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-03
  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 4 Takdir Dalam Algoritma

    Alya menarik tangannya perlahan, mencoba mengatur napasnya yang tiba-tiba terasa berat. Ia menatap Raditya dengan sorot waspada, berusaha menutupi kegugupan yang muncul akibat sentuhan singkat itu."Kita baru bertemu, Radit. Jangan bertindak seolah-olah kau mengenalku," ucapnya dengan nada lebih tegas dari yang ia maksudkan.Raditya mengangkat alisnya, jelas tertarik dengan respons Alya. "Aku memang belum mengenalmu sepenuhnya. Tapi anehnya, aku merasa seperti sudah lama mengenalmu."Alya tersenyum kecil, tapi matanya tetap menyimpan kehati-hatian. "Itu hanya perasaanmu saja."Raditya menyandarkan tubuhnya ke kursi, memperhatikan Alya dengan tatapan yang sulit ditebak. "Mungkin. Tapi aku tetap ingin tahu lebih banyak tentangmu."Alya menelan ludah. Ia tidak ingin membicarakan masa lalunya. Tidak dengan orang yang baru dikenalnya. Tidak dengan pria yang, entah kenapa, mampu membuatnya kehilangan kendali hanya dengan sebuah tatapan."Aku hanya seorang wanita biasa," katanya akhirnya, me

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-03
  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 5 CEO NW Tech?

    Alya menelan ludah, mencoba membaca ekspresi Raditya.Konsekuensi? Apa maksudnya?Alya dengan suara sedikit gemetar, bertanya, "Konsekuensi seperti apa yang kamu maksud, Radit?"Raditya tidak langsung menjawab. Ia menatap Alya sejenak, lalu menghela napas pelan."Jika kamu menerima tawaran ini, hidupmu tidak akan sama lagi," ujar Raditya.Alya semakin penasaran. Ia menggenggam tangannya sendiri, mencoba menenangkan diri."Kamu membuatku semakin penasaran, Radit. Katakan saja langsung," ucap Alya.Raditya tersenyum tipis, lalu mengambil ponselnya. Ia mengetik sesuatu dengan cepat sebelum menaruhnya di meja."Aku ingin kamu bergabung dengan perusahaanku. Bukan hanya sebagai mitra bisnis, tapi sebagai bagian inti dari tim inovasi kami," tawar Raditya.Alya terkejut. Ia tidak menyangka akan mendapat tawaran sebesar ini."Bagian inti? Maksudnya… aku akan bekerja di perusahaanmu?" tanya Alya.Raditya mengangguk."Bukan sekadar bekerja. Aku ingin kita mengembangkan EduLearn bersama, mengemba

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-03
  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 6 Bayang-bayang Masa Lalu

    Wanita itu berdiri di depan meja, menatap Raditya dengan tatapan penuh arti. Alya bisa merasakan ketegangan di udara."Kenapa kamu ada di sini?" tanya Raditya dengan nada dingin.Wanita itu tersenyum tipis. "Kita perlu bicara. Urusan kita belum selesai."Alya melirik Raditya, mencoba membaca ekspresinya. Namun, pria itu tetap menjaga ketenangannya."Aku tidak melihat ada urusan yang belum selesai di antara kita, Rena," ujar Raditya tegas.Alya tersentak. Nama itu… Ia merasa pernah mendengarnya."Oh, Radit, kamu selalu berusaha mengabaikan sesuatu yang tidak nyaman bagimu. Tapi kali ini, kamu tidak bisa lari." Rena menarik kursi dan duduk tanpa diundang.Alya menyadari bahwa ini bukan sekadar pertemuan bisnis biasa. Ada sesuatu di antara mereka yang lebih dalam."Apa sebenarnya yang kamu inginkan, Rena?" Raditya bersedekap, matanya tajam menusuk wanita itu."Aku ingin kesempatan kedua," jawab Rena tanpa ragu.Alya merasakan ketegangan makin meningkat. Ia mencoba untuk tetap tenang, tet

    Terakhir Diperbarui : 2025-02-03

Bab terbaru

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 110 Apapun Untuk Alya

    “Akhirnya sampai juga.”Alya melangkah keluar dari pesawat jet pribadi yang baru saja mendarat di Bandara Nusant. Ia merapatkan coat tipisnya saat angin malam menyapu kulitnya. Raditya turun lebih dulu, lalu mengulurkan tangan untuk membantunya.“Lelah?” tanyanya sambil menggenggam jemari Alya erat.Alya mengangguk kecil. “Sedikit. Tapi aku lebih ingin segera sampai di rumah.”Raditya tersenyum, lalu melingkarkan lengannya di bahu Alya, membawanya berjalan menuju mobil mewah yang sudah menunggu di landasan.Di dalam mobil, Alya menyandarkan kepalanya ke jok dengan nyaman. “Kangen juga sama Nusant.”“Dan penthouse kita,” tambah Raditya. Ia melirik Alya yang sudah memejamkan mata. “Tidurlah sebentar, sayang. Aku akan membangunkanmu kalau sudah sampai.”Tak butuh waktu lama, mobil mereka meluncur melewati jalanan kota Nusant yang berkilauan oleh lampu-lampu gedung pencakar langit. Dalam hitungan menit, mereka sudah memasuki area eksklusif tempat penthouse mereka berada. Raditya menggoyan

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 109 Kembali ke Negeri Asal

    Matahari pagi menyinari Mansion keluarga Wiranagara dengan lembut, seakan ingin menghangatkan suasana yang penuh haru. Di ruang keluarga, Alya dan Raditya duduk bersama Bunda Clarissa, Kakek Bakhtiar, dan Nenek Aiko. Hari ini, mereka akan berpamitan.Nenek Aiko menggenggam tangan Alya erat, matanya berkaca-kaca. "Sayang, seminggu terasa begitu cepat. Nenek masih ingin bersama kalian lebih lama."Alya tersenyum lembut. "Aku juga, Nek. Rasanya belum cukup waktu untuk menghabiskan momen bersama kalian. Tapi... ini bukan perpisahan selamanya."Raditya menatap neneknya dengan penuh kasih. "Nenek harus menjaga kesehatan. Jangan lupa minum obat dan makan makanan sehat, ya."Nenek Aiko mengangguk pelan. "Tentu sayang, tentu. Jika nenek sudah sehat, nenek akan ke Nusant mengunjungi kalian."Alya menggenggam tangan neneknya. "Semoga kondisi nenek semakin sehat, hingga kita bisa bertemu kembali di Nusant ya, Nek."Bunda Clarissa menatap menantunya dengan penuh kehangatan, lalu tersenyum jahil. "

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 108 Sangat Romantis

    Alya menyandarkan kepalanya di bahu Raditya, menikmati semilir angin pagi yang menyentuh kulitnya dengan lembut. Sementara itu, Raditya menggenggam tangannya erat, seakan meyakinkan bahwa kebahagiaan ini akan bertahan selamanya."Radit, sebenarnya kita mau ke mana?" tanya Alya, mencoba mencari tahu rahasia yang disimpan suaminya.Raditya tersenyum penuh misteri. "Kalau aku kasih tahu sekarang, nggak seru dong. Yang jelas, kamu pasti suka."Alya mengerucutkan bibirnya. "Kamu selalu suka bikin aku penasaran."Raditya tertawa kecil dan mencubit ujung hidung Alya. "Karena kamu selalu terlihat lucu kalau penasaran."Alya mendengus pelan, tapi tak bisa menahan senyum. "Baiklah, aku ikut saja. Tapi kalau ternyata aku nggak suka tempatnya, siap-siap ditagih kompensasi.""Siap, Nyonya Raditya," jawab Raditya santai.Setengah jam kemudian, mereka sudah bersiap dan masuk ke dalam mobil. Raditya yang menyetir, sementara Alya duduk di sebelahnya, sesekali melirik ke arah suaminya yang terlihat ten

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 107 Dua atau Tiga Anak

    Setelah cukup lama berendam dalam kehangatan, Alya menyandarkan kepalanya ke dada Raditya, merasa begitu nyaman dalam pelukannya."Radit..." panggilnya pelan."Hmm?" Raditya merespons sambil mengusap lembut lengan istrinya di bawah air."Kita bisa seperti ini terus nggak?" tanya Alya, suaranya terdengar sedikit mengantuk.Raditya terkekeh kecil. "Maksudmu berendam terus di bathtub? Bisa sih, tapi nanti kita jadi ikan," canda Raditya.Alya tertawa kecil dan mencubit lengan suaminya. "Bukan itu maksudku. Maksudnya, bisa nggak kita terus bahagia kayak gini?"Raditya menghela napas, lalu mencium puncak kepala Alya. "Tentu bisa. Aku akan pastikan itu terjadi."Alya tersenyum puas. "Kalau begitu, ayo keluar. Aku sudah cukup segar."Raditya mengangguk, lalu membantu Alya bangkit. Setelah membungkus tubuh istrinya dengan handuk, ia sendiri mengeringkan tubuhnya dengan santai.Saat mereka keluar dari kamar mandi, Raditya lebih dulu mengenakan pakaian santainya. Sementara itu, Alya sibuk memili

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 106 Romantisme Pasangan Halal

    Cahaya matahari pagi yang masuk melalui celah tirai membuat Alya menggeliat pelan. Tubuhnya terasa sedikit lelah setelah malam panjang yang mereka lalui semalam. Ia merenggangkan kedua tangannya di atas kepala, mendesah pelan. Raditya yang duduk di tepi ranjang hanya tersenyum, merasa istrinya begitu menggemaskan."Sayang, kamu sudah bangun?" suara serak Alya terdengar manja.Raditya mengulurkan tangan, mengusap lembut pipi istrinya. "Sudah dari tadi. Aku sudah menyiapkan sesuatu untuk kita."Alya membuka matanya perlahan, menatap Raditya yang sudah tampak segar. "Apa itu?"Raditya tersenyum kecil. "Bathup sudah aku isi air hangat. Aku tahu kamu butuh merilekskan tubuh setelah..." ia berhenti sejenak, menatap Alya dengan penuh arti, "setelah gemuranku semalam, bahkan kita semalam sama- sama mencapai pelepasan tiga kali, apa kamu ingat sayang?" goda Raditya.Alya yang masih dalam keadaan setengah sadar langsung memerah wajahnya. Ia menarik selimut m

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 105 Honeymoon in Shirakawa-go Japan

    Pagi itu, suasana di kediaman keluarga terasa hangat. Alya dan Raditya bersiap untuk berangkat honeymoon ke salah satu daerah di Jepang, tepatnya ke Shirakawa-go, desa tradisional dengan pemandangan salju yang romantis. Mereka berpamitan kepada Kakek Bakhtiar, Nenek Aiko, dan Bunda Clarissa."Kalian hati-hati di sana. Nikmati bulan madu kalian, jangan lupa kabari kalau sudah sampai," ujar Kakek Bakhtiar."Raditya, jaga Alya baik-baik. Jepang itu indah, tapi tetap waspada, ya," kata Nenek Aiko.Raditya menggenggam tangan Alya erat, "Tentu saja, Nek. Aku nggak akan membiarkan Alya sedikit pun terluka," jawab Raditya.Bunda Clarissa tersenyum lembut, "Alya, sayang. Jangan terlalu manja sama Raditya, nanti dia makin posesif," ujar Bunda Clarissa.Alya yang mendengarnya otomatis tertawa kecil, "Sudah terlanjur, Bun. Radit memang posesif dari dulu," kata Alya.Raditya hanya menatap Alya dengan mata tajam penuh arti, membuat Alya tersipu.**

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 104 Permintaan Haruto

    Malam itu, suasana di kediaman keluarga Bakhtiar terasa berbeda. Setelah perbincangan serius siang tadi, Kakek Bakhtiar akhirnya mengambil keputusan."Kita akan bertemu dengan Haruto nanti malam di ruang khusus," ucap Kakek Bakhtiar dengan suara mantap. "Rei, pastikan dia dalam kondisi yang pantas untuk berbicara dengan kita. Suruh dia mandi dan bersihkan diri. Aku yakin keadaannya sekarang tidak baik-baik saja."Rei mengangguk dengan hormat. "Baik, Tuan. Saya akan mengurusnya."Beberapa jam kemudian, Rei memasuki ruang bawah tanah tempat Haruto ditahan. Haruto tampak duduk diam di sudut ruangan, tubuhnya terlihat lelah, dengan wajah yang penuh dengan bekas luka dan kotoran. Rei melipat tangannya di depan dada, menatap pria itu dengan ekspresi netral."Bangun. Tuan Bakhtiar ingin bertemu denganmu malam ini. Tapi sebelum itu, kau harus mandi dan membersihkan diri. Pakaiannya sudah disiapkan."Haruto mengangkat kepalanya, menatap Rei dengan sorot mat

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 103 Seminggu Untuk Honeymoon

    Alya menarik napas dalam, hatinya berdebar kencang. Ia tahu ini bukan keputusan yang mudah, tetapi ia harus mengatakannya. Ruangan terasa lebih sunyi dari biasanya, hanya suara angin lembut dari luar jendela yang berbisik pelan. Dengan suara pelan namun tegas, ia mulai berbicara, “Nenek, Kakek, Bunda, sebenarnya kami ingin kembali ke Nusant.”Ruangan mendadak membeku. Semua mata tertuju padanya. Clarissa yang tadinya masih menggenggam tangan Nenek Aiko terdiam, sementara Kakek Bakhtiar mengerutkan keningnya, mencoba memahami maksud Alya lebih dalam. Nenek Aiko, yang baru saja merasakan kebahagiaan bertemu kembali dengan putrinya, kini menatap Alya dengan pandangan penuh kebingungan dan kesedihan.“Sayang, kenapa tiba-tiba? Apa ada sesuatu yang mengganggumu di sini?” tanya Nenek Aiko dengan suara penuh harap, sedikit gemetar.Alya menggeleng, senyum lembut tetapi sendu terukir di wajahnya. “Bukan begitu, Nek. Aku sangat bahagia bisa

  • CERAI DARIMU, CEO JENIUS POSESIF DATANG PADAKU   BAB 102 Kehangatan yang Lama Hilang

    Siang itu, Kakek Bakhtiar, Alya, dan Raditya berjalan menuju ruang perawatan Nenek Aiko di rumah sakit. Wajah Nenek Aiko terlihat lebih segar dari sebelumnya, meski masih terlihat lelah."Bagaimana perasaanmu hari ini, Nek?" tanya Alya lembut sambil menggenggam tangan Nenek Aiko.Nenek Aiko tersenyum tipis. "Jauh lebih baik, sayang. Apa kita benar-benar akan pulang hari ini?"Kakek Bakhtiar mengangguk. "Tentu saja. Aku sudah siapkan semuanya. Kita akan pulang ke mansion."Raditya membantu merapikan barang-barang Nenek Aiko. "Kami sudah menyiapkan sesuatu yang istimewa di rumah, Nek.""Sesuatu yang istimewa?" Nenek Aiko menatap mereka dengan bingung."Nanti juga Nenek akan tahu," kata Alya dengan senyum penuh arti.Setelah semua siap, mereka meninggalkan rumah sakit. Sepanjang perjalanan, Nenek Aiko terlihat lebih bersemangat, meskipun hatinya masih dipenuhi rasa penasaran. Mobil yang membawa mereka melaju dengan tenang di jalanan kota

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status