Share

BAB 54

Author: Wijaya Kusuma
last update Last Updated: 2024-01-18 06:04:51

MENJADI ISTRI YANG BAIK

Danisa melebarkan senyumnya, kala pintu apartemennya terbuka dan menunjukkan Daren masuk ke dalam unit apartemennya.

Dia dapat melihat wajah pria yang baru tiba itu dengan lelah. Senyum Danisa pun mengembang, menyambut kehadiran sang suami yang baru tiba.

“Selamat malam, Pak,” sapa Danisa dengan begitu riang mendapati wajah suaminya itu begitu lelah.

Dia menghampiri, mengulurkan tangan hendak mengambil jas yang Daren kenakan sudah tersampir pada lengannya. Namun, yang Danisa dapatkan hanya tatapan datar dari sang pria padanya itu.

Tentu saja, Daren bingung dengan sikap yang Danisa tunjukkan padanya. Seumur-umur hidup, kali pertama ia mendapati sikap dari seorang wanita. Karena memang Daren yang tidak pernah mengenal yang namanya wanita, kecuali sang mama.

“Kau kenapa?” tanya Daren dengan kedua alis yang saling bertautan.

“Kenapa? Maksud Bapak, kenapa gimana?” tanya balik Danisa dengan kebingungannya atas pertanyaan yang Daren ajukan padanya itu.

“Iya. Kau
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Bunda Ernii
Daren gk ngerti banget sih. Danisa tuh belajar jadi menantu yg baik. biar disayang sama Riana. kan Riana juga baik banget sama Danisa. anggep ae mertua & mertua lagi akur.
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Benih 20 Milyar CEO Dingin   BAB 55

    Salah Paham LagiMereka makan dalam diam, hanya sesekali Danisa yang bertanya tentang kesibukan dan rencana yang akan Daren dan Danisa lakukan ke depannya.Sedangkan pria dingin yang ada di seberang meja makan dengan Danisa hanya sesekali memberikan jawaban singkat. Dia akan bicara panjang lebar, jika sesuatu yang ia sampaikan itu memang perlu penjelasan terperinci olehnya. Namun, jika Danisa yang berkata. Maka Danisa harus siap menerima jawaban singkat. Yang bahkan hanya sekedar deheman pelan sebagai tanggapan yang Daren beri. Danisa adalah wanita yang terkesan cuek. Meski selalu ingin tahu apa yang terjadi di sekitarnya, tapi jika sesuatu menyangkut dirinya dia akan menganggap masa bodoh. Maka dia tentu tak akan sakit hati menghadapi sikap Daren padanya. Tak ayal jika dia tak akan sakit hati jika Daren berkata pedas padanya. Setelah perbincangan yang terjadi di meja makan. Danisa beranjak dari duduknya, dia hendak mencuci piring kotor bekas mereka makan dan beberapa perabot yang

    Last Updated : 2024-01-19
  • Benih 20 Milyar CEO Dingin   BAB 56

    Sejak terjadinya peristiwa di malam hari yang berhasil mengusik emosi Darren, Danisa menjadi lebih banyak diam.Dia lebih berhati-hati dalam bersikap, tak ingin lagi memancing amarah sang atasan. Sepertinya Danisa sedang lupa, jika Daren adalah pria yang tak suka berbasa-basi. Sedangkan, Danisa yang sudah terlanjur percaya diri menjadi istri dari pria tersebut bertindak dan berkata sesuka hati.“Lain kali, hati-hati jika berucap,” ketus Daren semalam, sebelum akhirnya meninggalkan area dapur dan berlalu begitu saja. Daren mengurungkan niat yang sebelumnya ingin membuat secangkir kopi begitu saja. Dia sedang kesal, biasa jika di kantor atau di rumah ada yang membuat. Kini, dia yang sebelumnya ingin membuat kopi harus menjadi badmood. Tingkah Danisa berhasil memancing emosinya.Hingga pagi ini, saat di meja makan keduanya pun hanya duduk saling diam. Danisa hanya membuat sarapan roti bakar, karena persediaan yang ada di apartemen itu hanyalah makanan yang siap saji.Tak ada kata yang

    Last Updated : 2024-01-20
  • Benih 20 Milyar CEO Dingin   BAB 57

    Daren sama sekali tidak menjawab basa basi yang dilakukan oleh Dokter Christy atas kehadiran mereka. Tapi, Danisa tidak bersikap sedemikian rupa dengan sang suami. Wanita itu melebarkan senyum ramahnya, menyambut sapaan sang dokter dan membalas pelukan yang dilakukan untuknya. “Tentu saja kami akan datang, Dok. Bukankah memang ini sudah jadwal yang sudah kita sepakati bersama.” Danisa menjawab ramah, setelah melepas pelukan dan saling menatap dan tersenyum. Ya, seperti itulah Danisa. Dia selalu mudah akrab dengan siapa pun juga. Selain pribadi yang ceria, Danisa begitu humble dan selalu welcome saat mendapati teman baru. Pria yang masuk lebih dulu dari Danisa itu hanya melirik singkat. Dia mengambil kursi pasien yang ada di hadapan meja kerja Christy dan langsung duduk, meski wanita yang sedang ia kunjungi itu belum mempersilahkan. “Mari, duduklah.” Dokter Christy mengajak Danisa untuk duduk pada kursi kosong di samping Daren. Kemudian dia mengatasi meja kerja dan duduk di kursi

    Last Updated : 2024-01-20
  • Benih 20 Milyar CEO Dingin   BAB 58

    SEBUAH TUDUHAN TAK BERDASARDaren dan Danisa yang merasa terpanggil oleh seorang wanita itu menoleh ke sumber suara. Keduanya saling tatap satu sama lain, sama sekali tidak menyangka akan bertemu dengan wanita yang tidak ingin Daren jumpai. Wanita yang memanggil mereka itu menghampiri. Senyum merekah terpatri pada kedua ujung bibir wanita yang semakin mengikis jarak dengannya itu. Dia adalah Marisa, wanita itu entah dari mana datang dan tidak sengaja melihat keberadaan mereka. Senyum ramah pun ia lakukan, karena harus berjumpa pada pria yang sedang mencari incarannya. Meski saat ini Daren menikah dengan Danisa. Marisa tak akan menyerah, untuk merebut pria yang seharusnya menjadi suaminya itu. Niat awal yang memang Riana akan menjodohkannya dengan Daren tersebut, tentu harus sesuai dengan yang ia mau. “Kalian sedang apa di sini?” Tanya wanita yang sudah berada telat di hadapan Danisa dan Daren. Dia bersikap sangat ramah pada Danisa, dan Danisa pun menyambut pertemuan tak sengaja y

    Last Updated : 2024-01-21
  • Benih 20 Milyar CEO Dingin   BAB 59

    TINGKAH ABSURD DANISA“Tentu. Aku punya banyak waktu luang hari ini. Aku tak ada urusan lagi. Karena memang hari ini sengaja aku sempatkan untuk mengunjungi temanku yang sedang sakit di sini.” Danisa semakin merekahkan senyum pada kedua sudut bibirnya. Saat mendengar penuturan yang Marisa katakan barusan. Bukankah hal yang menarik, jika dia dan Marisa menghabiskan waktu untuk berbelanja bersama?“Wah, tepat sekali. Bagaimana kalau kita berbelanja bersama hari ini? Bukankah itu akan sangat menyenangkan?” Denisa menoleh ke arah Daren yang terlihat kesal dengan pembicaraan antara dirinya dengan Marissa. Tetapi, dia memilih bodo amat dan tidak menanggapi. Karena yang ingin ia lakukan adalah meminta izin kepada suaminya. “Bolehkah, Sayang? Aku menghabiskan waktu bersama Marisa untuk berbelanja hari ini?” Sengaja Danisa memanggil suaminya itu dengan kata ‘sayang’. Dia yang tahu jika tak nyaman bertemu dengan Marisa, ingin menunjukkan jika dia dan Daren adalah pasangan saling mencintai.

    Last Updated : 2024-01-22
  • Benih 20 Milyar CEO Dingin   BAB 60

    HAMPIR KECEPLOSAN“Kau ikuti saja mereka dari belakang. Bantu Danisa bawa barang belanjaannya. Kalau dia mau ke rumah mama, antar saja. Nanti baik aku yang jemput di rumah mama,” kata Daren pada Leo yang sudah menunggunya di lobby rumah sakit.Leo yang mendapati perintah dari sang atasan itu pun terdiam. Perintah yang sungguh di luar dugaannya, dia yang biasa dimintai banyak pekerjaan dan harus menyelesaikan berkas-berkas yang belum terselesaikan. Kini dia harus mengikuti dua wanita yang akan menghabiskan waktunya untuk berbelanja.Dan lagi, Leo harus membawa semua barang belanjaan Danisa nantinya. Hal yang sangat di luar nalar. Dia sekarang harus melayani wanita yang sebelumnya menjadi rekan kerjanya tersebut.“Kau harus sadar Leo, sekarang Danisa sudah menjadi Nyonya bosmu dan bukan menjadi rekan kerjamu lagi. “ Leo berusaha menyadarkan dirinya, jika keadaan sudah berubah dan berbanding terbalik sekarang.Meski pekerjaan kali ini tak nyaman untuknya melakukan. Leo harus tetap bisa

    Last Updated : 2024-01-22
  • Benih 20 Milyar CEO Dingin   BAB 61

    Leo yang mendapati panggilan dari Marisa itu menghentikan langkah. Dia menautkan kedua alisnya, menatap wanita yang berdiri beberapa langkah darinya.“Ada yang bisa aku bantu?” Tanya Leo pada Marisa. Marisa berusaha mengulas senyum manisnya, saat berada di hadapan Leo, asisten Daren. “Tidak. Aku ingin bertanya sesuatu padamu,” cicit Marisa pada Leo. Jujur saja, Marisa merasa ragu ingin menanyakan sesuatu kepada pria tersebut. Meski yakin rasa ingin tahu yang Marissa akan tanyakan kecil kemungkinan mendapatkan jawaban dari pria tersebut.Leo mengangguk, dia mengurungkan niat yang sebelumnya hendak mengeluarkan barang belanjaan yang Danisa beli. Dia ingin memberikan waktu pada Marisa yang ingin bicara dengannya tersebut. “Apa yang kau tanyakan padaku? Jika aku tahu jawabannya maka aku akan memberitahu,” kata Leo lagi pada Marisa. Dia dapat melihat keraguan pada kedua mata wanita yang berdiri beberapa jarak darinya tersebut. Leo berusaha bersikap santai, agar Marisa tidak merasa can

    Last Updated : 2024-01-22
  • Benih 20 Milyar CEO Dingin   BAB 62

    GODAAN DANISA Daren yang mendapati pernyataan dari mamanya itu terdiam. Dia yang baru melangkahkan kakinya itu pun terhenti. Tak hanya dirinya, Danisa pun melakukan hal yang sama dengan Daren. Keduanya saling pandang satu sama lain. Daren menghela nafas, dia bingung harus bersikap bagaimana. Karena jujur ia tak tahu harus berbuat apa, dengan kebiasaan apa yang akan dilakukan oleh sepasang suami istri yang baru pulang bekerja. Terdiam beberapa saat, hingga akhirnya Danisa yang menghampiri suaminya yang sedang terpaku dengan kebingungannya di sana. “Mungkin Daren lupa, Ma. Maklum saja, biasa di kantor dia selalu berteman dengan setumpuk pekerjaan. Wajar saja, dia sering lupa.” Danisa bergelayut manja di lengan kekar suaminya. Seperti yang ia lakukan saat di rumah sakit pagi tadi. Tanpa meminta izin dari sang suami. Dengan penuh percaya diri dia mencium pipi Daren. Menunjukkan pada mama mertuanya, jika hubungannya Daren sama dengan selayaknya pengantin baru. Bahkan, tak segan-seg

    Last Updated : 2024-01-23

Latest chapter

  • Benih 20 Milyar CEO Dingin   BAB 225

    Siang itu, mendadak suasana rumah sakit menjadi mencekam.Darren sudah keluar dari dalam ruang perawatan Rinaldi, ayahnya. Namun belum sempat Riana yang baru saja akan menghampiri putranya dan ingin bertanya tentang apa yang dilakukan Daren di dalam sana sudah dibuat terkejut dengan beberapa perawat yang saling berlari menuju ke ruang Reynaldi dengan tatapan mata yang terlihat panik.Bukan hanya Riana yang terkejut, Danisa pun ikut merasa panik dengan kejadian nyata yang saat ini dilihatnya.Lewat sorot matanya Ia pun bertanya pada Riana dengan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi pada Renaldi di dalam kamar perawatannya.Detak janur Riana berpacu kencang saat melihat para petugas medis berlarian yang tak lama diikuti oleh dokter pribadi Renaldi yang menangani langsung pria tua itu.“Apa yang terjadi?” Entah pada siapa Riana bertanya sebab Danisa dan Daren pun tidak mengerti dengan apa yang terjadi.Danisa mendekat ke arah Riana memeluk perempuan itu dengan maksud ingin menguatkan ji

  • Benih 20 Milyar CEO Dingin   BAB 224

    Suasana ruang yang didominasi oleh warna putih itu begitu hening. Sambutan yang kini didapat oleh seorang pengusaha muda yang bernama Daren Raynaldi. Ya, dia sangat membenci nama Reynaldi yang begitu sangat dirinya benci. Daren begitu membenci nama itu. Sebab nama tersebut adalah nama dari pria yang memiliki aliran darah sama dalam tubuhnya. Nama yang begitu sangat dibencinya, sebab pria yang tak lain adalah ayahnya sendiri telah menorehkan luka yang begitu dalam untuk dirinya selama ini. Kini, dia dapat melihat penderitaan dari pria yang tak ingin ditemui olehnya itu. Pria yang sangat dibenci oleh Daren, kini tergeletak lemah tak berdaya. Bahkan, dirinya yakin untuk sekedar membuka mata pria itu tak akan mampu melakukannya. Daren masih berdiri di tempatnya, setelah dirinya usai menutup pintu ruang perawatan khusus yang hanya ada satu ranjang beserta pasien serta seluruh alat yang menempel dalam tubuh pria yang sudah sangat lemah tak berdaya. Ya, pria angkuh dan sombong itu sudah

  • Benih 20 Milyar CEO Dingin   BAB 223

    Seperti yang Darren katakan kepada Danisa yang meminta untuk ditemani. Kini, keduanya sedang berada di dalam mobil menuju ke sebuah tempat yang Danisa sendiri pun belum mengetahui. Iya, Danisa belum bertanya pada sang suami sebab setelah darah mengajak dia harus disibukkan dengan mengurus kedua buah hatinya yang kemudian mengantar Ara dan Aiden menuju ke tempat sang nenek.Setiba di sana, kedua anak kembar itu pun langsung turun dari mobil. Sebab tak sabar untuk bermain bersama nenek dan tantenya.“Mom dan daddy nggak usah anterin arah ke dalam. Nanti biar Ara yang bilang sama nenek jika Mommy dan Deddy akan pergi.”Ara yang sudah tidak sabar itu meminta ayah dan sang ibu untuk segera berlalu dari kediaman sang nenek. Tetapi Danisa tak langsung mengiyakan, sebab dia pun ingin bertemu dengan sang Ibu dan meminta izin untuk menitip kedua buah hatinya di sini.“Mommy mau bertemu nenek dulu, Princess. Nanti setelah ketemu nenek baru Mommy dan Deddy akan berangkat.”Danisa tersenyum lembut

  • Benih 20 Milyar CEO Dingin   BAB 222

    “Apa kamu sibuk hari ini?” tanya Daren tiba-tiba saat subuh dan keduanya sedang berada di atas ranjang saling berpelukan satu sama lain. Danisa yang berada dalam dekapan hangat suaminya itu mendongak. Menatap penuh tanya pada sang suami akan maksud yang hendak Daren katakan kepadanya itu. “Kenapa?” tanya Danisa, balik bertanya ingin memastikan jika Daren ingin mengajaknya pergi ke suatu tempat. Daren membalas tatapan sang istri. Memberikan usapan lembut ke lengan Danisa setelah aktivitas panas malamnya telah berlangsung. Keduanya tak langsung tidur setelah melakukan ibadah subuhnya. Saling mendekatkan diri, dan Danisa tak ingin banyak tanya atau berbicara kecuali jika itu urusan kedua buah hatinya. “Temani aku,’ ucap Daren singkat, tak langsung memberitahukan tujuannya ke mana akan pergi mengajak wanitanya. “Aku akan temani, jika kamu butuh aku. Tak perlu bertanya,” jawab Danisa, merekahkan senyum manisnya dan kembali mengeratkan dekapan hangat yang Daren berikan untuknya. Daren

  • Benih 20 Milyar CEO Dingin   BAB 221

    “Jangan bicara begitu sama mama,” kata Danisa minta agar Daren mampu meredam emosi pada sang mama.DADanisa tak ingin melihat hubungan ibu dan anak itu menjadi renggang. Sebab, dia tahu seberapa besar rasa sayang dan pengorbanan Riana yang begitu besar dalam membesarkan Daren dulu. Daren tak menjawab, pria itu masih diam merasakan sentuhan lembut dari Danisa yang memeluk dirinya dari belakang tubuh tegapnya itu. “Mama akan sedih, jika kamu berkata kasar padanya. Bukankah selama ini kau selalu memperjuangkan kebahagiaan mama,” lanjut Danisa mengingatkan pada suaminya. Perjuangan yang Daren lakukan untuk mamanya begitu besar. Hingga dia mampu melawan ego menikah demi bisa memberikan cucu yang selalu dituntut oleh mamanya dulu. Daren menarik nafasnya dalam-dalam. Kemudian membuangnya secara kasar sebelum akhirnya membuka suara menjawab setiap kalimat yang terucap dari wanitanya itu. “Kau tak mengerti,” jawab Daren singkat. “Aku tahu, Daren,” bela Danisa untuk dirinya sendiri, yang

  • Benih 20 Milyar CEO Dingin   BAB 220

    Riana menghentikan langkah kakinya saat Daren menyebut kata ‘tua bangka’. Riana berpikir, mengapa Daren bisa mengetahui rahasia yang masih dijaga olehnya dengan begitu baik. Dia pun berpaling, menatap Daren yang sedang berusaha menahan amarah. Riana tahu, jika Daren tidak akan meluapkan amarahnya di hadapan anak-anaknya. Riana sudah menyiapkan segala sesuatu untuk segala kemungkinan yang akan terjadi jika Daren akan marah kepada dirinya. “Kau tak boleh bicara seperti itu Daren,” tegur Riana dengan nada rendahnya sebab tak ingin menunjukkan perdebatan yang akan berlanjut kemarahan putranya tersebut. Daren diam, tak langsung menjawab apa yang dikatakan oleh ibunya itu kepadanya. “Sejak kapan Mama berhubungan lagi dengannya?” tanya Daren dengan suara dinginnya. “Dan untuk apa mama menemui tua bangka itu lagi. Itu sebabnya mama tak mau kembali lagi ke Singapura dan memilih menetap di sini.” Daren masih tak menunjukkan sikap ramahnya. Danisa yang semula bersiap menghidangkan sarapan d

  • Benih 20 Milyar CEO Dingin   BAB 219

    Pagi di kediaman rumah Daren terasa begitu berbeda seperti hari-hari biasanya. Danisa pagi-pagi sudah bangun dari tidurnya membantu pelayan yang bekerja di rumah mewah Daren itu untuk menyiapkan sarapan keluarga kecilnya.Beberapa kali pelayan meminta agar Danisa beristirahat. Tentu saja mereka tahu jika pengantin baru harus memiliki banyak waktu luang dan kebersamaan terlebih rumah tangga mereka yang terpisah lumayan lama.Akan tetapi, larangan yang dilakukan oleh pelayan untuk Danisa itu diabaikan oleh Danisa. Dia ingin sekali menyiapkan sarapan untuk kedua buah hatinya dan juga suaminya, maka dari itulah dia menyempatkan untuk pergi ke dapur dan membuatkan sarapan khusus untuk keluarga kecilnya.“Saya khawatir jika tuan dari nanti bangun akan menegur kami, Bu,” tutur wanita yang usianya jauh lebih tua dari pelayan lain yang bertugas menjadi ketua pelayan di rumah mewah itu.Indonesia menoleh, dia tersenyum hangat kepada wanita paruh baya yang begitu ramah sejak kedatangannya di rum

  • Benih 20 Milyar CEO Dingin   BAB 218

    “Mama pergi dulu ya, kalian lanjutkan dulu sarapannya.” Riana mengakhiri sarapan paginya, di saat anggota keluarganya yang lain pun baru saja akan memulai.Kemudian dia beralih menatap kepada Ara yang sedang menggigit roti di tangannya.“Princess, Oma. Nanti kamu berangkatnya sama Mommy saja ya. Oma minta maaf, sebab tadi sudah janji akan antar Ara ke sekolah pagi ini seperti kemarin,” lanjut Riana berkata kepada Ara sebab dirinya tak bisa mengantarkan sang cucu sebelumnya. Sejak Daren tidak ada di rumah dan tak bisa mengantarkan kedua buah hatinya untuk bersekolah. Sejak saat itulah Riana yang selalu antar jemput bersama suster Ara dan juga sopir yang memang ditugaskan untuk mengantar jemput kedua buah hati Daren dan Danisa tersebut.“Ara nggak mau sekolah. Ara Mau di rumah saja bersama Mommy. Ara rindu sekali dengan Mommy. Hari ini, maka Ara akan menghabiskan waktu bersama Mommy. Dan Ara tak akan membiarkan Daddy mengganggu waktu kami.”Anak perempuan itu seperti sedang balas den

  • Benih 20 Milyar CEO Dingin   BAB 217

    “Mommy!”Suara melengking yang Ara lakukan itu berhasil menusuk indera pendengaran Danisa dan Daren yang baru saja melangkah masuk ke dalam rumah setelah dua hari mereka memutuskan untuk menginap sebab tidak ingin mendapat gangguan dari kedua buah hatinya. Ara berlari, menuju ke arah kedatangan sang Mommy dan Daddy-nya. Anak perempuan itu begitu tak sabar untuk berjumpa dengan sang ibu. Bahkan, saat mobil yang Daren kendarai baru saja berhenti di area halaman rumah dan pelayan yang menyampaikan jika Daren dan Danisa telah kembali itu membuat anak perempuan yang baru saja akan menuju ke meja makan itu tak menunggu lama. Dia langsung berlari menuju ke luar rumah untuk menemui sang Mommy yang sudah sangat dia rindukan beberapa hari ini.Tanpa menunggu, Ara segera memeluk Danisa penuh Kerinduan. Sedangkan Daren hanya menggeleng dengan tingkah yang dilakukan oleh putrinya itu. “Mommy rindu sekali dengan putri mommy yang cantik ini,” kata Danisa memeluk hangat Ara dipekannya. Ara yang m

DMCA.com Protection Status