Home / Romansa / Batal Di Madu / 11. Perdebatan

Share

11. Perdebatan

last update Last Updated: 2024-01-18 18:29:43

“Mana ada kucing menolak kalau di kasih ikan?” Raga mendekus kesal. Rupanya pria tampan itu tidak bisa mengendalikan hasratnya jika digoda oleh Viona.

“Kamu sadar kan Mas, kamu sudah tiga kali melakukan pelanggaran yang kamu buat sendiri, pertama kamu bilang tidak akan mencampuri urusan pribadi kita, kedua kamu membawa aku ke kantormu dan yang ketiga kamu melakukan malam pertama yang tidak kamu inginkan, tapi sepertinya kamu mulai ketagihan dengan apa yang kita lakukan semalam. Apakah kamu baru menyadari kalau aku sangat menarik dari wanita lain?” Viona kembali menggodanya setelah sarapan mereka selesai. Wanita hitam manis itu dengan berani menatap wajah suaminya sendiri.

Kembali mendekatkan wajahnya untuk melihat reaksi Raga yang sudah kembang kempis dibuatnya. Viona dengan anggun duduk di pangkuan Raga. Lalu melingkarkan kedua tangannya di leher Raga.

Pria tampan itu semakin bingung dengan perilaku Viona yang semakin agresif. Bahkan dia tidak meminta izin untuk mendekati suaminy
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Batal Di Madu   12. Terpesona

    “Kenapa kamu datang dan membicarakan masalah ini, kamu sengaja melakukannya di depan Viona?” hardik Raga terlihat kesal. Vina membalasnya dengan tersenyum, dia sangat suka membuat pria tampan itu marah.“Sayang, kenapa kamu berkata seperti itu? Kamu tidak senang dengan berita yang aku bawa? Kamu tidak ingin mempunyai anak dari aku?” tanyanya masih bersikap tenang. Raga menghela napas panjang, dia pun tidak mengerti kenapa dirinya begitu kesal saat tahu kalau Vina hamil. Bukankah dia mencintai Vina sepenuh hati, tapi kenapa dia begitu marah? “Ada apa denganku ini? Kenapa aku marah?” tanyanya dalam hati. “Sayang, cepat kamu urus pernikahan kita, aku tidak ingin orang luar mengetahui kalau aku sudah berbadan dua, bisa hancur reputasi aku dan keluarga Subrata, kan?” ucap Vina menegaskan.“Akan aku pikirkan, sekarang bisakah kamu pulang dulu, biar aku selesaikan masalah ini dan ingat jangan sampai Opa dan Papa tahu dulu tentang masalah ini,” pinta Raga memelas.“Ya aku tahu kamu harus

    Last Updated : 2024-01-18
  • Batal Di Madu   13. Salah Paham

    Raga kembali melakukan aktivitasnya, meskipun sedikit tidak konsentrasi tapi dia berusaha untuk menyelesaikannya, sampai waktu sudah tidak terasa menunjukkan pukul lima sore. Raga bergegas untuk pulang ke rumah. Dia yakin kalau wanita itu pasti sudah berada di rumah. Bahkan Raga dengan sengaja tidak makan siang lantaran ingin makan bersama dengan Viona. “Pak, ada Viona kan?” tanya Raga dengan Pak Tejo setelah masuk dalam halaman rumahnya dan turun dari mobil.“Belum Den, dari pagi Neng Vio belum pulang, mungkin masih di panti jompo,” sahut Pak Tejo.“Bapak tahu nggak alamat panti jompo itu?” tanya Raga bingung, tapi pria paru baya itu sedikit memicingkan matanya kearah majikan mudanya itu. Raga kaget melihat ekspresi Pak Tejo. “Sudah deh Pak jangan marahi saya juga. Ya salah nggak tahu menahu istri pergi ke mana, bahkan nggak tahu alamat panti itu, lagian ngapain sih dia di sana? Seharusnya kan dia itu tahu jam pulang jangan seenaknya gitu dong,” kesal Raga seperti anak kecil.Pak

    Last Updated : 2024-02-25
  • Batal Di Madu   14. Sesi Curhat

    “Wuw, sepertinya akan terjadi perang dunia ke dua nih,” sahut Oma Dora berbisik dengan temannya. Raga berdehem kuat, membuat Viona dan Rama melihat ke arah sumber suara itu. Rama tersenyum melihat wajah Raga seperti tomat merah bahkan dia membayangkan dua tanduk langsung tumbuh di kepalanya. Raga mendekati dan melayangkan tatapan tajam kearah Viona. “Apa yang kamu lakukan dengan pria lain? Di dapur lagi nggak ada tempat lain lagi sehingga berbuat mesum di dapur, hah?” hardik Raga kesal dan marah.“Aduh Mas, nanti saja marahnya ya, cepat tiupkan mataku ini, kamu nggak lihat apa sebelah mataku kelilipan, tuh pasti merah kan?” rutuknya menahan rasa sakit. Sedangkan matanya sudah berair dan memerah. Ada kotoran kecil yang masuk di dalam matanya. Raga mencoba meniup-niup mata Viona yang berbentuk bulat besar itu. Seketika Raga menjadi salah tingkah karena dia baru menyadari kalau Viona mempunyai mata besar berwarna hitam yang sangat cantik. Pemandangan itu pun terlihat oleh semua oran

    Last Updated : 2024-02-25
  • Batal Di Madu   15. Aku Mau Makan Kamu

    Oma Dora tersenyum dan menyentuh dagu Viona. Wajah manis dan lembut meskipun berkulit gelap tetap saja bagi wanita lansia itu terlihat sangat menarik. “Keluarga suamimu itu tidak salah mencari menantu untuk mereka. Kamu sangat polos dan baik. Kamu masih peduli dengan perasaan orang lain tapi bagaimana dengan perasaan kamu sendiri? Apakah kamu juga mulai mencintai suamimu?” tanya Oma Dora lembut. Viona kembali tertunduk dan malu untuk mengungkapkan perasaannya. Namun, begitu bagi wanita lansia itu sudah mengerti apa yang dirasakan oleh Viona. “Jika kamu mencintainya perjuangkan jangan mau kalah dengan wanita itu. Kamu harus tahu kenapa keluarga suami kamu lebih memilih kamu sebagai menantunya yang miskin ini daripada wanita kaya dengan ketenarannya. Kamu adalah istrinya dan berhak atas diri suamimu seutuhnya. Lagian kalau Oma lihat ya, Raga itu pria tampan yang baik dan lucu. Dia bukan orang jahat hanya saja pikirannya belum terbuka untuk melihat ketulusan cinta kamu untuk dia. Oma

    Last Updated : 2024-06-08
  • Batal Di Madu   16. Kesalahan

    Untuk sekian kalinya Viona dibuat bingung oleh sikap Raga suaminya itu yang terbilang dingin seperti kulkas dua pintu itu. Tapi entah kenapa untuk beberapa hari ini Viona di buat penasaran.Bagaimana tidak semenjak Viona dekat dengan pria lain, Raga begitu sensitif dan akhirnya mau melakukan malam pertama dengannya yang tertunda selama seminggu. Padahal waktu itu Raga sendiri bersisi kukuh tidak akan menyentuh Viona sampai waktu mereka berpisah.Viona tetap melakukan tugasnya sebagai seorang istri yang baik. Setelah singa itu menerkamnya Viona dengan cepat pergi dari kamar dan menghangatkan makanan. “Kenapa ya dengan Mas Raga, kok aneh gitu, apa iya dia seperti itu juga dengan mbak Vina? Duh aku enggak kuat kalau terus melayani Mas Raga kalau begini terus meskipun aku juga senang sih, dia kan suamiku sendiri, tapi aku bukan cintanya. Dia hanya butuh tubuhku bukan cintaku. Dia butuh melampiaskan semuanya karena mungkin tidak bisa dengan mbak Vina. Kasihan sekali mas Raga pasti sang

    Last Updated : 2024-06-18
  • Batal Di Madu   17. Cemburu

    “Mas, kamu dengar kan itu? Kamu enggak akan mengubah keputusan kamu, kan? Ingat Mas, jika kamu mencoba untuk mengubahnya, kamu tahu kan apa yang akan terjadi?” ancam Vina seketika menatap tajam ke arah Raga buang diam mematung. “Kamu mengancam aku, Vina?” balas Raga mencengkeram tangan Vina.Vina tersenyum sinis dan lalu berkata, “Aku enggak mengancam kamu , hanya saja mengingatkan saja.” Mata Vina mengisyaratkan ke perut Vina yang masih terlihat datar.Raga seketika terkejut dan mulai menebak apa yang ada dipikiran Vina. “Apa maksudmu? Ka—kamu hamil? Dengan siapa Vina, kamu selingkuh dariku?” mata Raga sampai melotot hampir keluar. Napasnya memburu dan lebih mencengkeram kuat tangan Vina sehingga wanita cantik itu merasa kesakitan “Mas, augh sakit, Mas! Lepaskan! Kamu membuat tanganku sakit!” teriaknya sambil terus berusaha melepaskan tangan Raga yang begitu kuat. Raga lalu mendorongnya sampai terjatuh di ranjang. Pakaian kurang bahannya pun tersingkap tapi Raga tak bereaksi

    Last Updated : 2024-06-27
  • Batal Di Madu   18. Pergi Ke Hotel

    masih prustasi karena tidak mendapatkan nama Viona. Sepanjang jalan pria tampan itu menggerutu dan melamunkan apa yang dilakukan oleh Viona bersama Rama. Kesal bercampur marah. Hampir saja Raga kehilangan kendali pada saat menyetir karena ingin menabrak pembatas jalan. “Sial, kenapa denganku? Kenapa aku sangat marah ketika Viona pergi dengan pria lain? Aku cemburu? Tidak aku tidak cemburu hanya saja dia kan berstatus kan seorang istri dari pengusaha muda bernama Raga Handika Subrata, apa kata orang nanti, iya kan?” Kesalnya dalam hati. Lima belas menit kemudian Raga pun sampai di panti jompo itu. Dengan cepat Raga turun dari mobil bahkan dia pun memikirkan mobilnya dengan sembarangan.“Assalamualaikum!” sapa Raga sambil mengetuk pintu. Tak ada jawaban dari tempat itu. Suasana terlihat sangat sepi. Tangan Raga mengepal kuat bahkan dadanya terasa sesak karena Raga belum bisa menemukan keberadaan Viona. Pria tampan itu kembali mengetuk pintu itu tapi tetap saja tak ada sahutan

    Last Updated : 2024-06-28
  • Batal Di Madu   19. Rencana Pertama

    “Apa kamu bilang?” geram Raga. “Terus kenapa kamu berkeringat sih? “ tangan Viona pun mengambil tissu di meja dan mengelap keringat itu dengan lembut. Perlakuan manis Viona membuat jantung Raga kembang kempis. Apalagi begitu dekat sehingga bisa melihat dengan jelas wajah manis istrinya itu.Viona yang akhirnya sadar kalau suaminya sendiri memperhatikan penampilan dirinya sehingga dia pun sedikit menggoda Raga. “Kenapa Mas, kamu baru tahu ya istrimu cantik iya kan?” goda Viona sambil mengedipkan matanya.“Jangan geer ya. Dan sajak kapan kamu dandan seperti ini. Kamu mau mencari perhatian di sini? Siapa yang kamu goda? Ingat Viona kamu itu ...”“Justru itu Mas, untung aku masih ingat kalau kamu itu suami, makanya aku ajak kamu ke sini takut ada yang tergoda dengan pesonaku di sini, seperti Mas Rama,” sindir Viona tersenyum.Wajah Raga memerah hampir seperti kepiting rebus. Memang benar pesona si hitam manis itu sudah membuatnya geram. Apalagi mendengar kalau istrinya itu di jemput

    Last Updated : 2024-06-29

Latest chapter

  • Batal Di Madu   82. Perseteruan

    “Bagaimana, apakah kamu sudah menemukan menantu saya?”“Maaf Pak, saya belum bisa menemukan lokasi Bu Viona, terakhir ponsel Bu Viona aktif di rumah Nona Vina setelah itu tidak terlacak lagi.”“Apakah tidak ada cara lain?” “Saya akan tetap mencari Pak, atau di daerah rumah Nona Vina ada semacam CCTV di jalan, mungkin saja kita bisa mendapatkan petunjuk?” Seno berpikir sesaat kemudian mencoba mengamati lokasi jalan rumah Vina yang ternyata ada CCTV di jalan menuju rumah Vina. “Ya, kamu benar sepertinya ada CCTV di sana. Semoga saja berfungsi.”“Baik Pak, kami akan melacaknya.” “Oh iya berikan informasi tentang Rama Ardi Saputra, saya minta nomor ponselnya.”“Beri saya waktu satu menit untuk melacaknya.”“Baik, saya tunggu.” Seno menunggu sesaat kemudian informan itu pun memberikan nomor ponsel Rama. Informan pun memberitahukan lokasi di mana Rama berada. Seno langsung mengendarai mobilnya menuju lokasi yang dituju sembari menghubungi Rama. Teleponnya tersambung tapi tidak diangk

  • Batal Di Madu   81. Hilangnya Viona

    Viona terpaku dengan tulisan Vina. Memang dia sangat mencintai Raga tapi dia juga menyayangi Rama sebagai sahabat yang baik. Rama pernah menyatakan cinta kepada Vina tapi ditolak oleh Vina langsung. Sampai akhirnya Rama pun keluar dari kampus memilih untuk pergi dari kehidupan Meraka.Sampai akhirnya Rama kembali di kehidupan mereka dengan wajah baru. Hal yang pertama kali dilakukan oleh Rama adalah menemui Vina dan mengatakan masih tetap mencintai Vina sampai kapan pun sehingga mereka pun melakukan hubungan tanpa sepengetahuan Raga. Vina pun menerima cinta Rama karena pria yang pernah dia tolak itu sudah mampu menyaingi kehidupan Raga. Rama pun menceritakan tentang siapa dirinya kepada Vina kalau dia adalah saudara tiri Raga. Rama juga menceritakan tujuan kembali datang karena ada misi yang ingin dia capai yaitu balas dendam. Balas dendam kepada keluarga Subrata karena telah membuat ibunya menderita dan mengambil harta yang seharusnya milik Rama dari tangan keluarga Subrata. Rup

  • Batal Di Madu   80. Kebenaran Yang Terungkap

    Viona diberikan izin untuk memasuki kamar Vina. Wanita paru baya itu pun tak tega setelah mendengarkan cerita Viona yang merupakan istri sah dari Raga. Vina memang adalah selingkuhan Raga tapi dia juga adalah wanita yang baik di mata para pelayannya yang selalu bersikap ramah dan adil. Meskipun Vina di kenal sangat pemarah tapi tidak pernah membuat para pembantunya kesulitan. Bukan karena dia jahat tapi karena cintanya tak direstui oleh orang tua Raga sehingga dia menjadi berubah seperti itu. Kedua orang tuanya sudah lama berpisah saat Vina masih berusia sepuluh tahun. Mereka berdua secara perlahan telah mengabaikan Vina karena mereka pun sudah memiliki kehidupan masing-masing sehingga melupakan anak mereka. Vina pun diambil asuh oleh pembantu setianya itu.Viona mendengarkan semua kisah hidup Vina yang ternyata lebih miris darinya. Jika Viona ditinggal oleh kedua orang tuanya karena pengabdian kepada sang majikan, tapi Vina ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya karena keegoisan

  • Batal Di Madu   79. Kesepakatan

    “Berpikirlah sebelum kamu memutuskan karena saya tidak akan memberikan kesempatan untuk kedua kalinya,” ucap Rama tegas.“Apa yang kamu dapat dari semua ini, Mas? Apakah kamu sekarang bahagia?” tanya Viona.“Banyak Vio. Saya bisa menjatuhkan keluarga Subrata dan termasuk kamu Vio. Tawaran masih berlaku. Apapun yang saya lakukan tentu saja saya bahagia Vio, musuh sekaligus pesaing bisnis saya sudah menjadi hancur berkeping-keping,” sindir Rama tersenyum kecil. “Kenapa kamu ingin menikahi saya? Bukannya seleramu sangat tinggi. Saya hanya wanita kampung, tidak cantik dan tidak berkelas seperti kalian. Dengan cara curang seperti ini kamu saja seperti seorang pengecut. Memakai cara kotor untuk mendapatkan keinginanmu.” Viona menegaskan. “Saya tidak peduli dengan apa yang kamu katakan. Raga awalnya juga tidak mencintaimu bahkan berlaku kasar dan dingin denganmu. Awalnya saya juga mendekati kamu hanya ingin membuat Raga cemburu dan kamu lebih memilih dia yang lebih perhatian menurutmu. T

  • Batal Di Madu   78. Negosiasi

    Opa Lukman masih tak sadarkan diri. Guncangannya begitu hebat sehingga membuat pria tua itu syok berat dan harus dilarikan ke rumah sakit. Meskipun sudah tidak dalam kondisi kritis namun kesehatan Opa Lukman masih terus di pantau, sehingga beliau pun masih menginap di rumah sakit untuk beberapa Minggu ke depan. Setelah berita itu menyebar tentu banyak saja spekulasi apa pun yang beredar. Seno hampir kewalahan untuk membujuk beberapa investor yang bekerjasama dengan perusahaan keluarganya, tapi semua sia-sia sehingga mereka tidak mau menjalin kerjasama dengan perusahaan mereka. Perusahaan keluarga Subrata diambang kehancuran. ***Sudah hampir sepekan kasus Raga bergulir tetapi belum selesai. Pihak polisi masih mencari bukti keterlibatan Raga di dalamnya. Berita tentang perselingkuhan pun semakin hangat karena semua orang sudah tahu kalau tentang hal itu, yang mengakibatkan Vina sengaja mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri dalam keadaan hamil . Hal ini menambah deretan kesal

  • Batal Di Madu   77. Kalut

    Viona sudah sampai di kantor polisi bersama supir pribadinya. Papi Seno mengantarkan Opa Lukman ke rumah sakit terlebih dahulu. Dia pun menyuruh Mbok Ratmi ikut menemani Opa Lukman karena setelah dari rumah sakit Papi Seno akan menyusul ke kantor polisi. Viona terlihat khawatir kenapa suaminya ada di kantor polisi. Pihak polisi pun tak memberitahukan apa yang terjadi sebenarnya. “Pergi ke mana Mas Raga malam-malam dan sekarang dia ada di kantor polisi. Apakah Mas Raga menemui Mbak Vina atau Mas Raga telah melakukan sesuatu sehingga polisi menahannya?” pikir Viona sudah bercabang. ***“Selamat malam, Pak,” sapa Viona setelah masuk ke kantor polisi. “Selamat malam Bu Vio, silakan duduk.” Viona duduk dan kemudian bertanya, “Apa yang terjadi dengan suami saya, Pak? Dan di mana suami saya?” Viona semakin gelisah karena firasatnya mulai berpikir buruk.“Maaf Bu, Pak Raga kami tahan atas tuduhan melenyapkan seseorang,” ucap Pak Polisi terlihat sangat serius. “Apa, maksud Bapak suam

  • Batal Di Madu   76. Raga Di penjara

    “Kurang ajar kalian sudah mempermainkan aku! Eh Rama, kamu dan ibumu sama saja seorang pecundang. Aku tidak heran jika ayahmu juga mewariskan tabiat buruk itu. Mengambil hak milik orang lain secara paksa! Ditambah ibumu yang egois,” kesal Raga.“Oh rupanya kamu sudah tahu kalau kita bersaudara,” ejek Rama tersenyum kecil. “Aku bahkan tidak sudi mempunyai saudara sepertimu,” jawab Rama. Vina terdiam mendengarkan semuanya. Ekspresinya begitu datar. Raga memperhatikannya dan bisa menarik kesimpulan kalau dia pasti sudah tahu semuanya. “Kamu sudah tahu kan, kalau kami adalah saudara tiri? Jawab!” bentak Raga membuat Vina kaget. “Mas, aku ... aku ...”“Aku sangat bodoh. Seandainya aku menurut keinginan papi untuk memutuskan hubungan langsung dengan kamu, tentu hal ini tidak akan terjadi. Tapi ini belum juga terlambat juga, jadi aku memutuskan hari ini kalau kita sudah tidak mempunyai hubungan dengan kamu. Minta pertanggung jawabannya dengan Rama karena aku yakin kamu hamil dengan dia

  • Batal Di Madu   75. Jebakan Untuk Raga

    Raga masih memikirkan perkataan Clarissa. Bahkan sampai pulang ke rumah pun kalimat itu masih terniang-niang. “Ada apa Mas?” Viona memperhatikan suaminya yang terlihat gelisah. “Tidak ada, tidurlah , aku masih ada pekerjaan,” jawabnya kembali menatap layar laptop di hadapannya. “Apakah Mas, masih memikirkan ucapan Tante Clarissa?” tanyanya lagi. “Wanita itu lebih menyayangi dia. Rama ternyata dia adalah saudara tiriku. Pantas saja selama ini dia begitu ingin menyaingi aku. Apakah kamu sudah tahu tentang soal ini?” selidik Raga menatap tajam. “A—aku juga baru tahu Mas kalau dia adalah saudara tirimu. Mas sendiri dulu berteman baik dengannya tidak tahu siapa dia sebenarnya.”“Karena dulu memang dia tinggal sendiri. Bahkan tidak pernah ada keluarga yang mengunjunginya sekali pun. Dia juga meyakinkan kalau seorang anak yatim piatu. Pantas saja jika dari dekat lama-lama wajahnya ada kemiripan dengan wanita itu,” kesal Raga. “Dengar Vio, aku tidak ingin kamu terlalu seting ke panti

  • Batal Di Madu   74. Rencana Siap Dijalankan

    Viona menghampiri Clarissa dan membantubya berdiri dan kemudian berkata, “ Kenapa Tante menangis, ada apa Tante? Apakah Mas Raga mengatakan hal yang menyakiti hati Tante?” Viona merasa iba dengan Clarissa. Meskipun dia sudah tahu semua kejadian mas lalu yang pernah diceritakan oleh Opa Lukman. Dia juga tidak membenarkan sikap Clarissa yang lebih mementingkan uang daripada keluarga. Tapi melihat kondisi wanita paru baya saat ini membuat hatinya terenyuh. Viona membawabya duduk dan memberikan segala air putih. “Tante sudah merasa baikan?” tanyanya lagi. Clarissa mengelus pipi halu Viona dan tersenyum. “Kamu wanita yang baik pantas saja kamu menjadi rebutan para pria yang menyukaimu. Bolehkah Tante bertanya sesuatu denganmu?” “Tante mau tanya apa?” “Apakah kamu memang mencintai Raga? Bukankah Raga sudah mempunyai Vina dan sedang hamil anaknya? Kenapa kamu tidak bercerai dengan Raga? Apakah kamu mau di madu? Vio ... kita tidak boleh menerima nasib pasrah begitu saja. Jika kamu mema

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status