Share

Bab 82

Author: Levin Sergio
Arjun tertegun, lalu tertawa dan berkata, "Nona Tiara, kamu salah. Aku menghormati Tuan Nathan memang ada sedikit hubungannya dengan Tuan Bima, tapi juga bukan sepenuhnya."

Tiara tidak begitu memercayainya. "Bukankah kamu melakukan ini karena memandang dari muka Tuan Bima?"

Arjun mendengus dingin. "Meski aku menghormati Tuan Bima, aku juga nggak sembarangan menjilat tokoh kecil yang nggak berkepentingan, apalagi berlutut padanya."

"Aku beri tahu Nona Tiara saja, sejujurnya, bukan hanya aku saja yang menghormati Tuan Nathan, tapi bahkan orang terkaya kita pun sangat menghormati Tuan Nathan."

"Aku hanya bisa jelaskan sampai di sini. Yang aku tahu nggak banyak. Aku juga nggak berani sembarangan bicara. Pokoknya, sebaiknya kamu nggak bertanya terlalu banyak tentang masalah Tuan Nathan."

Melihat ekspresi penuh waspada Kak Arjun, Tiara makin kebingungan.

Bahkan Tuan Bima juga sangat menghormati Nathan?

Orang terkaya di Beluno termasuk tokoh yang paling berkuasa di Beluno. Apa dia akan mengho
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Are Gun
oh blm ada update
goodnovel comment avatar
Ali Sulthan
kapan lagi upnya
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 83

    Sikap acuh tak acuh Nathan malah membuat Tiara merasa pria ini menyimpan banyak misteri di balik identitasnya yang sesungguhnya....Di sisi lain, Keluarga Sebastian."Emilia, aku berjanji padamu dan Bibi akan menggelar pesta pernikahan yang megah. Aku ingin kamu menjadi pengantin paling berbahagia di Beluno ini!"Edward mengungkapkan rasa cintanya kepada Emilia dengan penuh kasih sayang.Tamara dan Ken yang juga ada di sana pun bersorak dan bertepuk tangan."Kak Edward hebat sekali. Dia dan kakakku adalah pasangan yang sangat cocok."Tamara tersenyum lebar hingga kedua matanya sudah hampir menyatu. "Edward, kami semua tahu bagaimana perasaanmu terhadap Emilia.""Tapi Tuan Edward, aku dengar kamu ingin menggunakan Raja Berlian untuk melamar Emilia, ya? Apa hal itu ...."Emilia langsung menegurnya. "Ibu, mengapa mengungkit hal seperti itu?"Tamara tersenyum canggung dan berkata, "Apa salahnya? Aku dengar Edward mengatakan hal itu sebelumnya, jadi aku tanya saja. Lagi pula, hanya Raja Be

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 84

    "Kamu putranya Thomas Halim, 'kan? Katakan saja apa yang ingin kamu bicarakan," ucap Bima dengan datar.Nada bicara Tuan Bima terkesan dingin. Jantung Edward berdebar kencang, tetapi dia tidak terlalu memikirkannya. Dia tersenyum dan berkata, "Begini, Tuan Bima. Saya ingin membeli Raja Berlian yang ada di tangan Anda. Tuan Bima bisa langsung sebutkan harganya.""Raja Berlian? Raja Berlian apa?"Edward tercengang. "Cincin berlian yang paling terkenal di Beluno kita. Sejauh yang saya tahu, Raja Berlian seharusnya berada di tangan bawahan Anda, Nathan.""Sebenarnya, masalah kecil seperti ini nggak perlu merepotkan Tuan Bima. Tapi bawahan Anda, Nathan, ngotot nggak mau menjual cincin itu pada saya.""Tuan Bima, saya juga nggak marah padanya. Saya rasa lebih baik Anda yang memberi pelajaran pada bawahan Anda sendiri.""Tapi saya ingin mengingatkan Tuan Bima, bawahan Anda, Nathan, mungkin berencana untuk merebut berlian berharga ini. Tuan Bima harus lebih waspada!"Setelah menyelesaikan kata

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 85

    Anak buah kepercayaannya tiba-tiba menyerahkan ponsel padanya. "Tuan Waldi, ini ponsel Anda!"Waldi mengambil ponsel itu. Setelah ragu-ragu sejenak, dia pun menelepon sebuah nomor."Ada masalah apa hingga Tuan Waldi bisa meneleponku di malam selarut ini?"Terdengar suara Arjun dari ujung telepon sana.Wajah Waldi berubah gelap. "Arjun, aku butuh penjelasan.""Nggak ada yang perlu aku jelaskan," ucap Arjun dengan datar.Waldi berusaha menahan emosinya dan berkata, "Kalau sikapmu seperti ini, aku juga nggak takut berhadapan dengan Gluton kalian.""Arjun, aku tahu kamu bukan orang yang gegabah, tapi kamu bukan hanya mengabaikan putraku yang dipukuli, kamu juga membawa anak buahmu untuk mengepung Zevan dan lainnya. Apa kamu nggak merasa kelakuanmu sudah kelewat batas?"Arjun tersenyum dan berkata, "Tuan Waldi, jujur saja, aku nggak merasa itu kelewat batas."Emosi yang sedari tadi ditahan oleh Waldi akhirnya meledak juga. "Baiklah. Karena kamu begitu ngotot, Hessen kami pasti akan melawanm

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 86

    Beluno, Keluarga Wijaya.Nathan mengikuti Tiara pergi ke kediaman Wijaya."Mengapa nggak melakukan pengobatan di rumah sakit saja?"Wajah Tiara tersipu malu. "Ada banyak orang di rumah sakit. Kamu juga tahu penyakitku. Pokoknya, aku nggak ingin orang lain mengetahuinya."Melihat Tiara yang tampak canggung, Nathan hanya mengangguk dan tidak mengatakan apa-apa lagi.Hari ini dia datang ke kediaman Wijaya untuk menyembuhkan atresia rahim yang dideritanya sejak lahir.Tiara telah berusia 28 tahun. Dia sudah memasuki usia matang dan jenjang pernikahan.Namun karena penyakit yang dideritanya, semua hal itu berada di luar jangkauannya.Meski Tiara berbakat dan juga arogan, jauh di dalam hatinya dia masih menyimpan rasa rendah diri.Itu semua karena penyakit aneh yang dideritanya!Sebagai dokter terkenal di Beluno, kakeknya juga tidak berdaya menghadapi penyakit anehnya dan tidak mempunyai solusi untuk saat ini."Tiara, siapa dia?"Brian, murid pertamanya Dokter Bayu, mengerutkan kening dan be

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 87

    Dokter Bayu benar-benar marah kali ini.Dia sendiri dikenal sebagai dokter genius, tetapi cucunya tidak mencarinya untuk berobat, melainkan mencari orang luar. Bukankah ini secara tidak langsung menyebut kakeknya tidak berguna?Tiara berkata dengan marah, "Baiklah. Kalau begitu, biarlah Kakek yang mengobatiku. Aku nggak mau jadi wanita yang punya kelainan rahim lagi. Kakek, tolong obati aku sekarang juga."Dokter Bayu tertegun dan tertawa canggung, "Tiara, Kakek masih meneliti bagaimana cara mengobati penyakit anehmu.""Jangan cemas, ya? Beri Kakek beberapa tahun lagi. Kakek pasti bisa menyembuhkanmu."Tiara berkata dengan sedih, "Kakek, kamu mengatakan hal yang sama tiga tahun lalu. Setelah tiga tahun berlalu, kamu bilang tiga tahun lagi. Apa masa muda cucumu bisa bertahan selama itu?""Usiaku sudah 28 tahun. Kalau terus begini, aku pasti akan menjadi perawan tua. Apa Kakek ingin melihat cucumu seperti ini selamanya?"Sembari berbicara, Tiara tampak sedikit emosional. Matanya juga mem

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 88

    Nathan sungguh kehabisan kata-kata.Padahal dia datang ke kediaman Wijaya untuk mengobati penyakit Tiara.Siapa sangka, dia malah dianggap sebagai saingan cinta oleh pria bernama Brian ini. Bahkan, Brian juga cemburu dan dendam."Begini, meski kamu suka pada Tiara, itu juga nggak ada hubungannya denganku.""Aku menerima imbalan dari Tiara, jadi sudah seharusnya aku mengobati penyakitnya.""Kalau kamu benar-benar ingin bersamanya, tunggulah sampai aku mengobatinya. Saat itu, kalian berdua bisa melakukan apa pun yang kalian inginkan. Itu urusanmu dan aku sama sekali nggak peduli!"Nathan dengan sabar menjelaskan semua itu pada Brian.Meski perkataan Brian agak kasar, Nathan tahu pria ini punya alasan untuk berbuat demikian. Dia keliru dan mengira Nathan ingin merebut perempuan yang dia sukai.Jadi, Nathan juga tidak ingin berdebat dengannya lagi.Barulah ekspresi wajah Brian kian membaik. Dia mendengus dingin. "Kamu sadar diri juga, tapi hanya aku yang boleh mengobati penyakitnya Tiara.

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 89

    "Selain belajar kedokteran, kamu nggak tahu apa-apa lagi. Di zaman sekarang ini, kita berdua sama sekali nggak cocok."Saat ini, Dokter Bayu juga berkata, "Brian, aku juga merasa kamu dan Tiara nggak cocok.""Tapi kamu nggak perlu khawatir. Sebagai murid pertamaku, aku pasti akan meneruskan semua ilmuku kepadamu kelak.""Saat itu, kamu akan mendapatkan wanita mana pun yang kamu inginkan."Darah Brian telah mendidih. Dia langsung berteriak sambil menunjuk ke arah Dokter Bayu dan Tiara, "Kalian, kalian ...."Matanya berputar ke atas. Saking emosinya, dia bahkan sampai pingsan.Dokter Bayu segera memerintahkan orang untuk membawa muridnya beristirahat.Di saat bersamaan, dia juga mendengus pada Nathan. "Bocah, kamu sudah melihat aib dalam keluarga kami.""Sekarang, tunjukkan kemampuanmu yang sesungguhnya dan obati Tiara. Kalau kamu nggak bisa menyembuhkannya, jangan harap kamu bisa kembali!"Lantaran tidak kuasa menahan diri lagi, Nathan langsung tertawa.Tiara melotot dan berkata, "Natha

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 90

    Di ruang tamu kediaman Wijaya.Dokter Bayu buru-buru meminta pelayan untuk membawakan teh enak dan menyajikannya dengan sopan kepada Nathan."Dokter genius kecil, minum teh. Ayo dicicipi!"Nathan meliriknya sekilas, lalu berkata, "Dokter Bayu, aku nggak pantas dipanggil sebagai dokter genius. Sebaiknya panggil aku Nathan saja."Dokter Bayu buru-buru berkata, "Mana boleh seperti itu. Seperti pepatah, belajar nggak mengenal usia. Yang berpengetahuan lebih tinggi pantas disebut guru. Meski dokter genius kecil masih muda, keterampilan medismu sangat hebat. Jadi, aku tulus menyebutnya sebagai dokter genius."Nathan berkata sambil tersenyum, "Apa Dokter Bayu masih ingat pertemuan terakhir kali kita di kediaman Sebastian? Saat itu, Dokter Bayu masih ingin aku menjadi muridmu.""Saat itu, aku nggak setuju. Dokter Bayu mengatakan aku bocah nggak tahu berterima kasih dan nggak pandai menilai orang.""Semua ini salahku karena kurang berwawasan. Ditambah lagi, anggota Keluarga Sebastian juga menye

Latest chapter

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 228

    Emilia berkata dengan kaku, "Maaf, aku nggak butuh semua itu. Aku sudah bilang tadi malam, hubungan kita sudah berakhir."'Dasar wanita nggak tahu berterima kasih!'Edward diam-diam memaki Emilia dalam hatinya, tetapi wajahnya masih tetap tersenyum. "Aku tahu kamu masih marah.""Aku nggak minta kamu memaafkanku sekarang. Tapi Emilia, perasaanku padamu nggak pernah berubah. Aku akan datang ke kediaman Sebastian setiap hari untuk mengakui kesalahanku sampai kamu memaafkanku."Emilia berkata dengan nada jijik, "Edward, tahukah kamu pemikiranmu itu terlalu kekanak-kanakan?""Sudah kubilang, kamu nggak perlu mengakui kesalahanmu. Mulai sekarang, kita juga nggak perlu saling berhubungan lagi. Itu lebih baik daripada apa pun."Tamara juga ikut memarahi. "Edward, jangan ganggu putriku lagi. Bagaimanapun juga, kamu itu putra sulung Keluarga Halim. Jangan jadi orang yang nggak tahu malu."Wajah Edward tampak geram. Dia ingin menghampiri Tamara dan menghajar wanita tua itu.Namun, dia menarik nap

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 227

    Thomas juga bukan orang yang bisa ditekan oleh Tiara dan juga Regina.Edward sangat senang dan berkata dengan nada datar, "Tiara, kamu pasti nggak sangka kalau aku akan mampu menekan Nathan dan memberinya pelajaran, 'kan?""Selama ini, kamu dan Regina, dua wanita paling cantik di Beluno, selalu bergaul dengan bocah itu.""Sebagai seorang kakak, entah sudah berapa kali aku memperingatkanmu. Tapi kalian keras kepala dan nggak mau dengar nasihatku.""Begini saja. Kamu panggil Nathan ke sini, lalu suruh dia berlutut dan jilat jari kakiku. Kalau aku puas, mungkin aku akan pertimbangkan untuk melepaskan nyawanya untuk sementara waktu."Melihat senyum puas Edward, Tiara merasa jijik dan juga ilfil."Edward, bagaimanapun juga, kamu termasuk tuan muda paling berbakat di Beluno dan berasal dari keluarga bangsawan.""Tapi selama ini, kamulah yang terus-terusan mencari masalah dengan Nathan. Lantaran nggak bisa mengalahkan Nathan, sekarang kamu minta para master keluargamu untuk datang membantumu.

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 226

    "Emilia, aku datang menjengukmu, juga Bibi, dan Ken.""Tadi malam aku memang agak impulsif. Aku juga kehilangan akal sehat. Bisakah kamu memaafkanku?"Begitu Edward sampai, dia langsung memperlihatkan sikap rendah hati, seolah-olah dia itu pria yang berperilaku baik dan berhati hangat.Tamara mendengus dingin. "Maaf, kami nggak menerima permintaan maafmu. Keluarlah dari sini."Edward sama sekali tidak peduli. Dia sudah menebak bahwa Tamara akan bersikap seperti itu.Pria itu melihat sekeliling dan mendapati Emilia tidak ada di sana, jadi dia langsung bertanya, "Di mana Emilia? Dia pergi ke mana?"Tamara tersenyum sinis. "Ke mana dia pergi? Tentu saja menjauh dari pria berengsek sepertimu.""Edward, lebih baik kamu menyerah saja. Nggak ada seorang pun anggota Keluarga Sebastian yang bisa memaafkan kelakuanmu tadi malam.""Asal kamu tahu saja, Emilia sudah balikan sama Nathan. Sekarang, mereka berdua mungkin lagi bermesraan."Wajah Edward tiba-tiba berubah muram. Tatapannya seolah ingin

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 225

    "Kebetulan kakekku punya buku kedokteran yang nggak begitu dia pahami, jadi dia ingin kamu membantunya."Nathan tersenyum dan berkata, "Nggak masalah. Asal ada waktu, aku pasti akan pergi mengunjungi Pak Willy."Ada dua lesung pipit yang muncul di wajah cantik perawat itu. Dia pun melangkah pergi dengan gembira.Emilia yang berdiri di samping menyaksikan pemandangan ini dengan tatapan tidak senang."Nathan, perawat kecil ini dari Keluarga Setiawan, keluarga terpandang di Beluno, 'kan?" tanya Emilia.Nathan tidak tahu terlalu banyak tentang latar belakang Keluarga Setiawan, keluarganya Adel, jadi pria itu pun menjawab, "Aku kurang tahu."Emilia tersenyum pahit dan berkata, "Nggak perlu pura-pura lagi. Tatapan matanya yang penuh kekaguman itu sudah begitu jelas. Dia sepertinya tergila-gila padamu.""Haha. Sejak berpisah denganku, hubungan asmaramu cukup mulus juga. Sebelumnya ada Nona Regina, kemudian Nona Tiara dari Keluarga Wijaya.""Sekarang bertambah satu Adel lagi. Nathan, sepertiny

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 224

    Rumah Sakit Perdana.Begitu Nathan masuk ke dalam ruangannya, Tiara bergegas menghampiri dan berkata dengan ekspresi aneh, "Nathan, mantanmu dan keluarganya berada di rumah sakit kita."Nathan terkejut dan bertanya, "Apa terjadi sesuatu pada mereka?"Tiara cemberut dan berkata, "Sepertinya kamu masih punya perasaan terhadap Emilia. Kamu masih peduli padanya, 'kan?""Bukan seperti yang kamu bayangkan. Aku hanya merasa aneh," ucap Nathan tak berdaya.Tiara mendengus dan berkata, "Emilia baik-baik saja, tapi ibunya, si wanita tua galak itu, dan juga adik laki-lakinya, Ken, hampir dipukul sampai mati.""Aku lihat kondisi Emilia tampak kacau, wajahnya juga pucat, dan kebingungan. Bukankah kalian berdua kenal? Lebih baik kamu pergi lihat sendiri saja."Nathan tersenyum dan berkata, "Lantas, kenapa kamu barusan sepertinya nggak ingin aku pergi melihatnya?"Tiara membusungkan dadanya dan berkata dengan arogan, "Memang benar. Aku nggak ingin kamu terjerat dengan Emilia lagi.""Tapi bagaimanapun

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 223

    Edward berkata dengan ekspresi tidak senang, "Aku tahu semua yang Ayah katakan. Tapi masalahnya, aku nggak membeli mahkota ini dengan harga 40 miliar."Thomas mengerutkan kening. "Apa kamu bilang?"Jelas-jelas dia pergi ke acara lelang Grup Valentino dan langsung menekan situasi tersebut secara terang-terangan.Apa Roland berani tidak menunjukkan rasa hormat pada Keluarga Halim?Edward berkata sambil memasang ekspresi serba salah, "Sebenarnya, aku sudah bisa mendapatkan mahkota berlian itu dengan harga 40 miliar.""Tapi tiba-tiba ada bajingan yang muncul dan menantangku sampai akhir. Alhasil, harganya naik menjadi 200 miliar lebih. Jadi aku, aku ...."Tanpa menunggu Edward selesai berbicara.Wajah Thomas tiba-tiba berubah pucat. Dia menunjuk putranya dengan jari gemetar. "Apa yang kamu katakan? Kamu menghabiskan lebih dari 200 miliar lagi?""Anak durhaka! Bukankah aku sudah memperingatkanmu kalau harganya nggak boleh melebihi 100 miliar? Kamu ... kamu ingin menghancurkan kondisi keuang

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 222

    Ibu tirinya Edward tersenyum dingin dan berkata, "Nona Emilia memang hebat. Kamu bukan hanya berani menolak calon kepala Keluarga Halim secara terang-terangan.""Sekarang kamu juga berani mengabaikan perkataan kepala keluarga kami. Apa kamu pikir Keluarga Sebastian sekarang sanggup melawan Keluarga Halim?"Ekspresi Emilia sedikit berubah.Namun sebelum dia menjawab, Thomas sudah lebih dulu menampar wajah wanita cantik di sebelahnya."Tutup mulutmu. Sejak kapan wanita sepertimu boleh ikut campur dalam masalah keluarga? Minggir."Setelah melihat istrinya mundur, Thomas masih terus tersenyum ramah dan berkata, "Emilia, kamu dan Edward juga sudah lama berpacaran.""Mana ada pasangan yang nggak bertengkar? Tapi belum sampai tahap putus. Begini saja. Kamu kembali dan istirahat dulu. Nanti aku akan suruh Edward mengunjungimu dan minta maaf padamu."Emilia menggelengkan kepalanya. Dia sudah sangat muak dengan Edward."Maaf, Pak Thomas. Aku nggak bisa melakukannya. Sebaiknya akhiri sampai di si

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 221

    Nathan.Namun saat dia baru saja bersiap mengeluarkan ponselnya, tubuhnya langsung membeku.Jika dia meminta bantuan Nathan sat ini, bukankah itu sama dengan mengakui bahwa penilaiannya salah?Dia harus bagaimana menghadapi pria itu? Penilaiannya salah, harga dirinya hancur, dan reputasinya juga lenyap.Semua perkataan yang diucapkan Emilia saat itu berubah menjadi pisau tajam yang kembali mencabik-cabik dirinya sendiri.Melihat gerakannya, Edward menyeringai dan berkata, "Aku tahu apa yang sedang kamu pikirkan. Kamu ingin Nathan si pecundang itu menyelamatkanmu, 'kan?""Emilia, kamu bukan hanya berlagak sok suci, tapi kamu juga ingin berperan menjadi gadis jalang secara bersamaan?""Dulu kamulah yang mencampakkan Nathan dan mendekatiku. Sekarang kamu masih mau pergi memohon padanya? Kamu nggak merasa malu? Kamu sungguh bisa membuka mulut padanya?"Kata-kata Edward yang tajam itu langsung membuat wajah Emilia berubah pucat pasi.Edward tertawa. "Begini baru benar. Jangan khawatir, aku

  • Bangkit dari Abu: Kembalinya Nathan   Bab 220

    "Siapa yang berani pergi? Aku akan membunuhnya."Melihat tiga anggota Keluarga Sebastian hendak pergi, Edward menjadi gila.Dia langsung memerintahkan dua puluh pengawal Keluarga Halim masuk ke dalam dan mengepung tiga anggota Keluarga Sebastian itu.Tamara ketakutan hingga hampir kehilangan keseimbangan. Dia gemetar dan berkata, "Edward, apa yang ingin kamu lakukan? Dasar bajingan! Apa kamu ingin Emilia membencimu?"Ken mengangkat tangannya dan berkata dengan arogan, "Kita lihat saja siapa yang berani bertindak? Sialan! Keluarga Halim kalian hebat, tapi memangnya kamu bisa memaksa orang menikah denganmu?"Mata Edward memerah. Dia maju ke depan dan menampar wajah Ken.Plak! Plak! Plak!Tamparan demi tamparan itu membuat mulut dan hidung Ken menyemburkan darah. Dia menjerit dan bersiap untuk balik melawan Edward.Salah seorang pengawal Keluarga Halim mendengus dingin dan langsung menendang pinggang Ken.Sembari berteriak histeris, Ken langsung berguling-guling di tanah sambil memegangi

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status