Beranda / Romansa / Ayo Menikah, Mas Duda! / Bab 16: Perkenalan dengan Jason

Share

Bab 16: Perkenalan dengan Jason

Penulis: Mita Yoo
last update Terakhir Diperbarui: 2025-03-13 08:00:50

Galih menyalami Evan untuk berbasa-basi sebelum turun dari panggung pelaminan. Evan menarik tangannya lalu berbisik di telinganya, “aku doain Mas jodoh sama dia.”

“Amin,” ucap Galih sebelum menyusul langkah Aster yang sudah lebih dulu.

Ketika Galih berbelok menuju tempat menu, bocah lelaki kecil berlari ke arahnya. Galih merentangkan tangan untuk memeluk bocah itu.

“Papa …” teriakan bocah kecil itu berhasil menarik perhatian Aster. Gadis cantik itu menoleh, lalu berbalik arah mendekati keduanya.

Galih tersenyum canggung ke arah Aster. Namun, pandangan Aster tak beralih dari wajah bocah lelaki itu. Gadis itu bahkan menebak-nebak dalam hati.

“Neng, kenalin, ini anakku,” kata Galih.

Aster membeliak. Dia tak menyangka jika tebakannya tepat. Sambil menunduk, Aster mengulurkan tangan ke arah bocah lelaki tampan dengan setelan tuksedo hitam itu.

“Halo, Ganteng. Salam kenal, nama Tante Aster Pu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Ayo Menikah, Mas Duda!   Bab 17: Review Bocil

    Pagi itu Galih terbangun tanpa mimpi buruk. Dia bersandar di bahu ranjang, menatap langit-langit kamar yang kosong. Setidaknya selama sepuluh tahun, dia menempati luasnya kamar itu sendiri. Tanpa kehangatan. Sepi.Pintu diketuk membuatnya mengayun langkah untuk meraih gagang pintu. Wajah anak semata wayangnya muncul di balik pintu.“Papa, hari ini anterin aku ke rumah Nenek yuk!” katanya.“Ke rumah Nenek?” Dia mengulangi kalimat bocah itu.“Iya, Pa … aku mau ketemu Mama Dea. Hari ini ‘kan Mama Dea nggak akan ke sini. Soalnya kata Nenek, Mama Dea sama Om Evan mau ke Bali,” katanya.Galih mengangguk-angguk. ‘Jadi Evan dengan Dea mau bulan madu ke Bali? Berarti dia ninggalin percetakan? Hm, kayaknya itu bagus,’ pikir Galih.Galih beralih ke bocah lelaki duplikatnya itu. “Papa mau mandi dulu, oke? Nih lihat! Papa masih nggak pake baju begini, artinya baru bangun tidur,” dia menunjuk dirinya sendiri.

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-15
  • Ayo Menikah, Mas Duda!   Bab 18: Jujur

    Galih melihat jadwal di kalender bulanan pekerjaannya. Hanya ada satu hari kosong tanpa pertemuan dengan klien. Dia mendesah, harapannya untuk meluangkan waktu dengan Jason dan Aster tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat.“Ditambah lagi bulan ini juga aku harus ngejar target project selanjutnya ya?  Sama Mister Harland juga belum,” Galih memijit pelipisnya.“Syukuri aja deh. Lagian aku masih bisa ketemu dia juga di luar kerjaan,” katanya.Ketukan di pintu ruangannya mengalihkan pandangan Galih. “Ya, masuk!” katanya.Rein masuk dengan map berisi kertas-kertas. Galih melihat kertas itu, hasil cetak story board yang dikerjakan oleh tim kreatif mereka untuk proyek iklan kampanye anti bullying di sekolah-sekolah.“Biasanya kalau kayak gini kita ngerjain dulu, Bos. Dan setelah selesai, baru mereka bayar. Mereka juga nggak ngasih uang muka, Bos,” kata Rein.Galih mengangguk-angguk. “Ya udah, tapi mereka ud

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-16
  • Ayo Menikah, Mas Duda!   Bab 19: Pesta

    “Bos! Bos harus lihat ini deh!” Tasya tiba-tiba masuk ke ruangannya, membuat Galih mendongak.Tasya menunjuk tablet di tangannya, menampilkan video iklan dengan konsep fairy tale yang pernah diperankan Galih. Video itu diposting di kanal video online dan sudah ditonton satu juta kali oleh pengguna di sana dalam waktu delapan jam sejak peluncurannya.Galih menggeser layar untuk melihat komentar-komentar di bawah video itu. Kalimat-kalimat positif dan pujian membuat Galih optimis dengan konsep perusahaan mereka.“Kerja keras kita terbayar, Sya. Kabari kalau Bu Shanti ada komentar atau apapun. Biar aku kosongkan jadwal untuk ketemu beliau,” katanya.Tasya mengangguk. “Siap, Bos! Kayaknya nggak lama lagi bakalan ada telepon masuk dari Bu Shanti.”Tak lama, dering telepon di meja kerja Galih berbunyi. Galih saling pandang dengan sekretarisnya itu. Tasya mempersilakan Galih untuk menerima telepon itu.“Sel

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-17
  • Ayo Menikah, Mas Duda!   Bab 20: Video Call Ayang

    Galih membuka mata ketika Evan menepuk-nepuk pipinya. Lelaki yang pernah menjadi rivalnya dalam mendapatkan hati Dea itu mengarahkan jari tengah ke arahnya.“Lain kali nggak usah coba-coba minum! Ngerepotin orang aja! Untung aku ini masih peduli ya sama Mas, karena aku kasihan. Coba kalau nggak ada aku, bisa dimanfaatin tuh kondisi Mas sama wartawan gosip. Bisa dibikin foto-foto vulgar, apalagi tadi bareng sama cewek itu. Siapa cewek itu tadi? Kok bisa-bisanya dia udah ngelepas blazer sama sepatunya. Ngeri banget!”Galih memegang wajah Evan. Dia mengerang pelan karena pandangannya masih berputar. “Makasih kamu udah bantuin aku,” katanya.Evan berteriak di depan wajahnya. “Lain kali jangan gitu lagi! Gimana kalau pas aku nggak ada? Tadi aku sama Dea udah hampir —ah, lupain! Pokoknya jangan diulangi lagi. Inget, Mas Galih sama kayak aku, nggak akan kuat sama alkohol. Mas Galih anak baik, anak anteng, nggak neko-neko. Jangan coba-coba lagi!”

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-18
  • Ayo Menikah, Mas Duda!   Bab 21: Nasi Padang Rasa Cinta

    Galih membuka pintu ruang kerjanya dengan wajah tersenyum. Hatinya kembali seperti remaja yang tengah jatuh cinta. Semua anggota timnya bahkan terheran-heran dengan tingkahnya pagi itu.Fariz mengetuk pintu ruangannya tak lama kemudian. Lelaki itu meletakkan dokumen ke mejanya. “Kayaknya Bos lagi seneng banget pagi ini,” kata Fariz.Galih tersenyum, “keliatan banget ya, Riz?” tanyanya.Fariz mengangguk. “Bos lagi jatuh cinta ya?”Galih tertawa. “Pengalaman memang nggak bisa bohong ya? Kamu ngerti banget, Riz.”“Ya karena aku juga hari ini ngeliat keponakanku sama kayak Bos. Wajahnya berseri-seri, banyak senyum padahal dia nggak habis gajian. Pas aku tanya, dia katanya punya pacar. Ya meskipun aku belum pernah ketemu sama pacarnya sih,” kata Fariz.Galih mengangguk-angguk menyimak cerita Fariz. “Karena kamu kemarin berhasil bikin Danial invest di perusahaan kita, jadi misi kita kali ini aku percayain

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-19
  • Ayo Menikah, Mas Duda!   Bab 22: Kerja di Luar Kota

    Galih mengecup kening Jason sebelum melangkah menuju jalur masuk penumpang. Di sisi Jason, Dea bersama Evan turut melambaikan tangan. “Hati-hati ya, Mas Galih. Jangan lupa kasih kabar,” katanya.Galih mengangguk. “Aku titip Jason ya, Dek,” katanya.Dea mengangguk. Evan di sisinya tak lepas merangkul pinggang perempuan yang sudah menjadi istrinya itu.“Aku titip Jason, Van,” kata Galih, sambil memeluk Evan sesaat.“Tenang aja, Mas. Meskipun aku sama Jason sering berantem, istriku sabar kok ngadepin Jason,” sahut Evan sekenanya.Galih mengusap rambut anak semata wayangnya itu. “Papa masuk dulu ya, Boy. Biar nggak ketinggalan pesawat,” kata Galih.“Iya, Pa.” Jason melambaikan tangan ke arahnya.“Dadah Pa … cepet pulang, ya! Aku bakalan kangen,” katanya.Galih melambaikan tangan sambil tersenyum. Lelaki itu lalu melangkah masuk menuju ruang tunggu penumpang yang hendak terbang

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-20
  • Ayo Menikah, Mas Duda!   Bab 23: Proyek Secure K*****

    Galih menghubungi kontak bernama pacar di ponselnya lewat telepon video. Seorang gadis cantik menjawab panggilan itu pada dering ketiga. Galih tersenyum, melambaikan tangannya ke arah kamera.“Halo, Sayang,” katanya memulai obrolan.Galih sengaja berbaring di tempat tidur, mengenakan kaus distro harga di bawah seratus ribuan berwarna hitam sebagai baju tidurnya. Dia tak membuka kausnya, agar gadis itu tak terkejut dengan kebiasaan tidurnya yang buruk bagi sebagian orang.“Kang Jamal, udah selesai kerjanya?” tanya gadis itu.“Udah, Neng. Semuanya lancar,” katanya.Jam digital di ponsel Galih menunjuk angka 22.00, tetapi dia sama sekali tak bisa tidur sebelum melihat wajah cantik kekasihnya itu. Gadis itu mengarahkan ponsel ke arah kamarnya.“Ini kamar kosan aku, Kang. Biasa aja sih, tapi aku nyaman di sini. Soalnya aku nggak mau ngerepotin Om sama Tante terus,” kata gadis itu.“Kalau kit

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-21
  • Ayo Menikah, Mas Duda!   Bab 24: Makan Siang Keluarga

    Galih membuka pintu mobil yang sengaja diparkir di halaman depan Percetakan Gemilang. Iwan melongo karena Galih dengan Jason terlihat seperti anak kembar meski beda usianya terpaut jauh.“Ini Pak Galih yang awet muda apa saya yang tua ya?” lelaki berambut keriting itu tertawa.Evan mempersilakan Galih dengan Jason untuk masuk melalui pintu staf, tetapi Galih menolak.“Aku cuma mau nitip parkir mobil aja. Soalnya kita mau jalan-jalan sama pacarku. Iya ‘kan, Boy?”Jason mengangguk-angguk. “Om Evan semangat kerjanya!” kata bocah lelaki itu sambil tertawa.Jason dengan Galih mengayun langkah menuju gedung Perpustakaan Kampus Metropolitan. Sambil tertawa-tawa, keduanya menaiki anak tangga satu persatu menuju lantai tiga.Ketika melihat Aster sedang fokus ke layar komputer kerjanya, Galih sengaja menekan bel di meja gadis itu. Membuat gadis itu segera merespon dengan mengucapkan kalimat yang sudah dihafaln

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-22

Bab terbaru

  • Ayo Menikah, Mas Duda!   Bab 37: Nikmati Pestanya!

    Semua mata tertuju pada kedatangan Galih dengan perempuan cantik berambut cokelat itu. Jason segera memeluk Galih.“Akhirnya Papa nggak terlambat. Aku hampir aja nyoret Papa dari Kartu Keluarga kita.”Galih tertawa-tawa. “Mana bisa nyoret kepala keluarga dari Kartu Keluarga. Malah sebaliknya, dong!”“Ya bisa aja! Nanti aku ikut ke Kartu Keluarga Om Evan,” sahut Jason, asal.Pandangan Jason terarah pada gadis berambut cokelat dengan blazer pink dan rok span di bawah lutut itu. “Halo, Jason. Masih ingat Tante?”“Masih. Tante Tasya ‘kan? Sekretaris Papa,” katanya.Tasya tersenyum, “bener, banget! Ini, Tante bawain kado buat kamu. Selamat ulang tahun, ya!” Gadis itu menyerahkan kotak besar dengan bungkus kado motif dinosaurus pada Jason.Jason menerimanya dengan senyum lebar, “makasih banyak, Tante! Tante Tasya boleh duduk dulu sambil nunggu acaranya mulai,” kata Jason sambil mengarahkan gadis itu ke kursi khusus tamu undangan.Galih menggeleng karena takjub dengan tingkah Jason menyambut

  • Ayo Menikah, Mas Duda!   Bab 36: Ulang Tahun Jason

    Aster semula ragu untuk menjawab telepon masuk dari nomor tak dikenalinya. Dia hanya membiarkan sambungan telepon itu terputus dengan sendirinya.Sebuah pesan masuk melalui aplikasi pesan daring muncul di notifikasi dorong ponselnya. Kening Aster berlipat-lipat melihat isi pesan itu.[+62 8122234555]: halo, tante. ini aku, Jason. Aku dpt nomr tante dr papa“Ini nomor Jason? Ya ampun! Mimpi apa aku sampe dihubungi sama anaknya,” katanya.Aster segera membalas pesan itu.[Aster]: hai, Jason. Kalau gitu tante save kontaknya yaTak lama setelah menyimpan nomor ponsel Jason di kontak, dering telepon masuk kembali terdengar di ponsel Aster. Gadis itu menjawabnya, lalu berdehem sebelum bersuara.“Halo,” katanya.“Tante. Ini nomor Jason,” sahutan suara dari telepon itu membuat Aster menutup mulutnya untuk menutupi suara tawanya.“Iya, tante udah simpen nomor kamu,” jawab Aster.“Kalau gitu, aku mau ngundang tante ke acara ulang tahun aku. Tante bisa ‘kan kosongin jadwal buat aku?”Aster membu

  • Ayo Menikah, Mas Duda!   Bab 35: Rencana Jason

    Selama sepuluh tahun, Jason selalu menyerahkan urusan dekorasi ulang tahunnya pada event organizer yang dibayar oleh Galih untuk mengurusi semuanya. Namun, di ulang tahunnya yang akan menginjak angka sebelas, dia ingin melakukan semuanya sesuai dengan keinginannya.Jason berdiskusi dengan orang dari event organizer itu mengenai konsep yang diinginkannya. “Aku mau konsepnya superhero kayak Papa. Kak Tara tahu ‘kan? Papaku orangnya dingin banget kalau lagi kerja, tapi dia bisa ketawa kalau udah ketemu sama aku. Terus, aku juga nggak mau ngundang orang banyak-banyak. Aku maunya privat aja, mungkin seratus orang cukup. Ada temen-temen deket aku sama keluarga. Yang paling penting, nanti harus ada home band yang nyanyiin lagu buat dansa. Terus hiasan balon-balonnya, warna gold sama navy, bisa?”“Baik, kalau begitu Jason mau yang seperti ini?” perempuan itu menunjukkan gambar di tablet miliknya.Jason mengangguk setelah melihat rancangan konsep itu. “Tapi nanti tolong siapin pembawa acara bu

  • Ayo Menikah, Mas Duda!   Bab 34: Undangan Ulang Tahun

    Pertemuan di Cafe Bougenville itu semakin membuat Aster jatuh hati pada Galih. Pasalnya, lelaki tampan berstatus duda dengan anak satu itu bukan hanya melindunginya tetapi juga secara gentle mengakui statusnya di depan Ryn, sahabat Aster.Dia bahkan memperkenalkan Jason sebagai anak kandungnya, sekaligus mengatakan keseriusan untuk menjalin hubungan ke jenjang lebih serius bersama Aster. Gadis itu bahagia, karena Ryn bukan hanya mendukung hubungan mereka tetapi juga mendoakan agar hubungan itu bertahan sampai pernikahan bahkan hingga maut memisahkan.Aster sampai tersenyum-senyum mengingat kejadian itu ketika dia duduk di meja kerjanya. Semua pengunjung Perpustakaan hari itu bahkan merasakan kebahagiaannya.Aster membuka buku kumpulan puisi karya Mita Yoo itu, membaca dalam hati bait puisi di sana.Kita adalah anomali yang disatukan semesta. Kau dengan ketenanganmu, sedang aku serupa sumbu pendek yang bisa meledak kapan saja.

  • Ayo Menikah, Mas Duda!   Bab 33: Masih tentang Masa Lalu

    Aster melambaikan tangan pada Galih usai lelaki itu mengantarnya kembali sampai depan pintu rumah. Gadis itu mengayun langkah menuju kamar. Dia tersenyum-senyum membayangkan ingatan semalam.“Kang Jamal ternyata bisa romantis banget. Dan yang paling penting, dia ngejaga aku dan nggak mau ngelakuin hal-hal yang lebih dari itu. Aku beruntung bisa sama dia,” gumamnya sambil menatap langit-langit kamar kontrakannya.Aster membuka ponselnya, beberapa pesan masuk dari nomor tanpa nama di kontaknya membuat Aster mengernyit. Dia membuka pesan itu.[+62 86533421111]: besok jam 2 siang aku tunggu di Cafe BougenvilleAster membalas pesan itu, menanyakan identitas pengirim pesan itu. Ketika balasan pesan itu masuk tak lama kemudian, Aster mendadak terkejut.[+62 86533421111]: RasyidAster menghembuskan napas setelah menarik napasnya dalam-dalam. Dia butuh oksigen lebih banyak untuk mengisi paru-parunya agar bisa

  • Ayo Menikah, Mas Duda!   Bab 32: Masa Lalu

    Aster mengikuti langkah panjang-panjang Galih dengan terburu-buru hingga hampir tersandung kakinya sendiri. Gadis itu tahu jika kekasihnya tak suka dengan kehadiran Rasyid.“Kang, kita mau ke mana?” tanya Aster, karena lelaki itu terus menarik tangannya untuk mengikuti langkah lelaki itu.Galih tak menjawab. Dia tak punya tujuan, hanya terus mengayunkan langkah hingga lelah. Ketika langkahnya terhenti, Galih menoleh sekeliling. Dia menatap Aster yang terengah-engah.Galih melepaskan tangan Aster ketika melihat kotak neon berkedip-kedip menampilkan nama Penginapan Vella itu. “Aku mau masuk ke situ, Neng. Kalau kamu memang cinta dan percaya sama aku, kamu cukup ikutin aku,” kata Galih, memberi isyarat dengan dagunya.Mata Aster terbelalak sesaat. Ketika lelaki bertubuh tegap itu mengayun langkah mendahuluinya, dia menyusul lelaki itu dengan langkah kecilnya.‘Yang paling penting aku harus tetep sadar dan harus bisa

  • Ayo Menikah, Mas Duda!   Bab 31: Kembali ke Kenyataan

    Galih percaya jika kebaikan akan kembali kepada dirinya sendiri. Hal itu juga yang membuatnya hanya fokus belajar ketika masih duduk di bangku sekolah. Bahkan ketika menyelesaikan pendidikan tinggi, dia sama sekali tak tertarik untuk menjalin hubungan dengan lawan jenis. Dia tak pernah sekalipun berpacaran sebelum bertemu dengan Amel di usianya yang kedua puluh tiga tahun.Ketika itu, dia yang sedang membantu ayahnya di Percetakan Gemilang bertemu dengan mahasiswi cantik yang membuat Galih tertarik. Galih memberanikan diri untuk mendekati perempuan itu, dimulai dari perkenalan, lalu berlanjut dengan saling bertukar pesan singkat.Dari sana, hubungan Galih dan Amel berlanjut ke tahap saling mengenal pribadi masing-masing. Galih menganggap Amel adalah pelengkap dunianya. Dia yang selalu tak ingin melakukan kesalahan, sedangkan Amel adalah orang yang akan menertawakan kesalahan itu.“Amelia Soedjono, will you marry me?” Galih mengutarakan perta

  • Ayo Menikah, Mas Duda!   Bab 30: Ibu Sakit

    Galih setengah berlari menuju ruangan bertuliskan IGD di Rumah Sehat Mentari itu. Dia melihat Evan dengan Dea tengah duduk di bangku tunggu. Ayahnya berada di sisi pasangan itu dengan memegang tongkat jalannya.“Van, gimana keadaan Ibu?” tanya Galih.“Masih di dalem, Mas. Kita belum boleh masuk karena dokter masih fokus biar Ibu ngelewatin masa kritisnya,” sahut Evan.Galih berjalan melongok ke kaca ruangan itu, tetapi dia tak bisa melihat apapun. Dia berjalan gontai lalu menyandarkan tubuhnya di sisi ayahnya.“Gimana ceritanya Ibu bisa tiba-tiba pingsan, Yah?” tanya Galih pada lelaki yang rambutnya mulai berwarna perak di sisinya.“Tadi lagi cuci baju di kamar mandi, terus Ayah denger teriakan ibu kamu. Pas Ayah ke kamar mandi posisi ibu kamu udah jatuh. Ayah nggak tahu karena tiba-tiba aja ibumu pingsan, dipanggil nggak nyahut,” katanya.Tak lama kemudian, lelaki berjubah dokter membuka pintu ruang

  • Ayo Menikah, Mas Duda!   Bab 29: Dengarkan Dulu Penjelasanku!

    Tanpa berpamitan dengan Galih, Aster segera meninggalkan Toko Buku itu setelah membayar buku-buku yang dibelinya. Dia lalu segera menghentikan sebuah angkutan umum yang mengantarnya ke rumah kontrakan yang ditinggalinya selama memutuskan tinggal sendiri.Rasanya marah, sekaligus sedih melihat lelaki yang menjadi kekasihnya itu sedang bermesraan dengan perempuan lain. Terlebih lagi, perempuan itu terlihat jauh lebih seksi dari dirinya.“Nyebelin! apa bener semua cowok sama aja, ya?”Aster kembali menyembunyikan wajahnya di balik lutut. “Padahal aku udah yakin kalau Kang Jamal beda sama cowok lain, nggak gampang tergoda. Apalagi mantan istrinya juga udah meninggal lama banget dan dia belum nikah lagi ‘kan? Ternyata sama aja.”Tak lama berselang, pintu rumah kontrakannya itu diketuk. Suara lelaki yang terdengar familiar di telinganya itu membuat Aster buru-buru berdiri. Dia melangkah menuju jendela, membuka tirai untuk melihat ses

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status