Share

Amarah

Author: 9inestories
last update Last Updated: 2025-03-05 21:36:20

*****

"Kau marah?"

Pertanyaan sang kakak membuat Wiwid mendesah. Apa itu perlu dijawab? Bodoh! Tentu saja ia marah. Ia yang seharusnya sudah berada di Roma saat ini, menikmati bulan madunya dengan Elizabeth, terpaksa harus membatalkannya. Atau mungkin tertunda, karena memang perjalanan itu berbalut perjalanan bisnis.

"Apa kau pernah mendengarkan saranku, Mbak?" Aya tertunduk, ia bak anak kecil saat adik lelakinya memarahi. "Tidak, Mbak! Kau cenderung menuruti egomu dan aku yang akan membereskan kekacauanmu!" lanjutnya berusaha meredam emosi.

Beau sudah pergi tanpa sepatah kata lagi terucap. Pria itu selalu begitu apabila hatinya sudah dikuasai amarah. Ia akan mencari barang yang bisa dia banting sebagai pelampiasan emosi. Baru setelahnya, memikirkan kemungkinan solusi yang bisa diambil.

Aya mendongak dengan mata berkaca-kaca, "Jika kau bosan dengan peranmu itu, aku bisa minta tolong Liam."

Wiwid menggeram marah, ia mengambil duduk di sebelah Aya, kedua tangannya meremas bahu Aya dan p
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Asmara di Atas Ranjang   Pertemuan di Room # 9

    *****"Oh Tuhan! Kau membuatku gila, Aya!" Ucap Liam di tengah cumbuan mereka. Kekasih mungilnya ini bersikap sangat agresif, mendorongnya ke kursi dan melompat ke pangkuannya sebelum menyerang bibirnya.Liam mendapat undangan dari Wiwid dan Beau untuk datang ke Restoran guna membahas video panasnya bersama Aya yang bocor. Ini cukup mengejutkan bagi Liam karena sesaat setelah ia menerima telepon dari Wiwid, sopirnya menemukan sebuah paket tak bernama di bagasi mobil. Sebuah ponsel keluaran terbaru yang hanya terisi satu file video berdurasi satu menit. Hot Scene in One Minute. Tanpa adanya surat pemerasan atau semacamnya. Liam langsung menghubungi L. Henderson Media guna mengkonfirmasi hal serupa, namun nihil. Belum ada seorang gila yang meneror media dengan paket tak bernama. Sepertinya si peneror memperingatkan mereka terlebih dahulu."Haruskah kubatalkan perpanjangan kontrak nikahnya, Liam?" Aya sedikit merintih saat bibir Liam menyesap bahunya. "Dengan begitu kau bisa menikahiku,

    Last Updated : 2025-03-06
  • Asmara di Atas Ranjang   Daniel King

    ***** "Aku akan langsung ke ruangan suamiku. Atasanmu sudah datang kan? Bagaimana dengan Beau Prince dan Aya?" "Saya baru saja mengantarkan Mr. Prince dan Pasangan Star ke dalam, Mam. Sedangkan suami anda sedang berada di ruang kerja dan AyaBeast sudah duluan menunggu bersama Liam Henderson di Private Room # 9." Kepala pelayan Pawone Pak Karmo menyambut kedatangan Rengganis, istri dari sang pemilik restoran. Ia hendak membimbing Rengganis untuk masuk melewati pintu samping sebelum Rengganis menghentikannya. "Ada apa, Mam?" Kepala pelayan itu mengekori Rengganis yang membelokan langkahnya menuju pintu depan. Ia melihat Rengganis mengamati seseorang yang sedang melakukan reservasi. Pelayan restoran yang bertugas menyambut tamu di pintu masuk, membungkuk menyambut mereka. "Selamat malam, Mrs. Semito," sapa pelayan itu. Yang menarik perhatian Rengganis Cahyadi adalah sepasang kekasih dilihat dari gerak-gerik kemesraan yang ditunjukan. Sang wanita mengenakan gaun malam panjang ber

    Last Updated : 2025-03-07
  • Asmara di Atas Ranjang   Pengintaian

    *****"Berharap saja King tidak tahu kita berkumpul di sini. Si brengsek itu sangat jeli. Setelah ini, kalian bisa keluar dari jalur pribadi di sisi samping gedung," Wiwid memandang serius sang kakak. "Khusus untuk pasangan Prince, mulai sekarang terlihatlah natural!"Mereka terpaksa bermain kucing-kucingan untuk menghindari Daniel King. Beruntung, selain Private Room, bangunan restoran juga didesain dengan sebuah jalur keluar pribadi dan parkir khusus yang terpisah dari parkir pelanggan restoran. Area-area ini dijaga ketat oleh beberapa security. Meskipun begitu, Wiwid berpikir ia tetap harus mengalihkan atensi Daniel dengan menargetkan Rebecca Welsh. Rengganis sempat marah mendengar ide dari sang suami karena publik tahu Rebecca menargetkan Wiwid untuk menjadi mangsa berikutnya. Wanita itu begitu terobsesi kepada suaminya."Kau tidak sedang menyembunyikan sesuatu kan, Mr. Semito?" Daniel curiga! Kenapa si pemilik restoran menemuinya secara langsung, seperti terakhir kalinya tiga tah

    Last Updated : 2025-03-08
  • Asmara di Atas Ranjang   Seranjang Dua Cinta

    ***** Berita itu santer terwartakan di setiap laman berita, bahkan wadah yang menampung aspirasi politik pun menyempilkan berita tertangkapnya Beau dan Aya oleh polisi patroli karena bercinta di publik area. Mungkin ini akan sedikit mencoreng nama perusahaan, tapi setidaknya pelaku teror bungkam, dua Minggu ini tidak ada lagi paket susulan. Aya sedikit merasa lega melihat keantusiasan publik Inggris terhadap berita ini. Lucunya, banyak netizen yang justru menyalahkan si polisi karena telah mengganggu aktifitas intim mereka. Pasangan terfavorit masyarakat Inggris, begitu mereka menyematkan julukan. "Kau tertawa? Ada yang lucu, Sayang?" Ah! Publik begitu mengangkat namanya dan Beau, tapi bagaimana seandainya jika mereka mengetahui bahwa ia justru bergelung nyaman di ranjang seorang Liam Henderson? "Aku hanya merasa kasihan pada polisi itu." Aya menarik selimut ke atas hingga sebatas dada, menutupi tubuh telanjang keduanya yang saling berpelukan. Liam mendekap tubuh Aya erat dari

    Last Updated : 2025-03-09
  • Asmara di Atas Ranjang   Rengganis dan Aya

    *****Beau mendiamkan Aya. Ini tidak seperti yang sudah-sudah. Ada kecemburuan yang berperan besar di sini. Jangan salah, Beau memperlakukan Aya dengan mesra di hadapan para pemegang saham, namun sandiwara itu akan berakhir detik dimana mereka memasuki mobil jemputan. Tidak ada sarkasme atau saling cela, Beau akan diam seribu bahasa dengan pandangan tertuju pada entah apa yang ada di luar jendela."Ingatkan aku jika kaulah yang menyuruhku untuk memberi Liam kesempatan, Beau! Jangan bersikap childish!" sungut Aya.Tapi tetap tidak ada tanggapan. Beau akan bersikap sedingin es setiba mereka di Green Mansion. Sengaja tidak bertegur sapa ketika berpapasan dan akan diam di meja makan tanpa mau terlibat pembicaraan project W. Kalaupun terpaksa dia hanya akan mengedikan bahu, menggeleng atau sekedar mengangguk. Ini membuat Aya frustasi. Padahal mereka mendapat undangan dari Keluarga Rodney untuk menghadiri pesta pembukaan galeri di pusat London, akhir bulan ini."Dia itu kekanakan, Nis!" Aya

    Last Updated : 2025-03-11
  • Asmara di Atas Ranjang   Percakapan

    *****"Kau mendiamkannya?" ejek Elizabeth lewat sambungan ponsel. Wanita itu masih bergelung nyaman di ranjang dalam rengkuhan sang suami. Mereka baru saja selesai bercinta guna merayakan kesuksesan terselenggaranya pagelaran seni semalam."Jika kau menelpon hanya untuk mengejekku, aku akan menutup panggilan!"Kurang ajar sekali Elizabeth. Sejak terjalinnya kerjasama di antara mereka, pasangan gila itu sering kali mendikte Beau, merecokinya lewat pesan dan panggilan untuk memastikan Beau tidak berbuat gegabah. Aya bukanlah tipe wanita yang mudah ditaklukan, ia merupakan tipe setia jika menyangkut perkara asmara. Aya akan benar-benar beralih ke lain hati jika rasanya terhadap yang lama telah mati atau perlahan memudar. Dan laporan dari Audrey maupun Soraya sungguh membuat Elizabeth dan Wiwid khawatir."Dengarkan aku! Segera tanda tangani perpanjangan kontrak itu, Prince! Sodorkan persyaratan baru yang memojokkan Aya. Sekali tempo, gertak dia! Dia masih membutuhkanmu untuk project W!"B

    Last Updated : 2025-03-12
  • Asmara di Atas Ranjang   Negoisasi Rasa

    ***** Aya tersenyum melihat bagaimana Beau bercengkerama dengan Nana, salah satu dari empat kucingnya. Kucing dengan usia paling tua, 15 tahun. Di atas dipan rotan panjang yang Beau duduki, tepat di sampingnya, ada Jiji sedang tidur bergelung. Kucing bermotif Calico itu selalu saja mengekor kemana pun Nana pergi. "Kita sudahi saja kontrak itu, lalu kau bisa menikahi Liam." "Apa?" Beau mengatakannya dengan enteng, ia masih fokus bercengkerama dengan Nana dan Jiji. Ini sedikit membuat Aya resah. Ia menemui Beau untuk berbicara mengenai kondisi mereka sekarang dimana Beau mendiamkannya hampir satu Minggu sejak pengakuannya di telpon. Aya tidak menyangka jika Beau akhirnya menyambut rasa yang ia tawarkan selama ini. Mungkin dulu ia akan senang tapi sekarang justru membuatnya bingung. Pasalnya, Aya sudah bosan menunggu dan memutuskan untuk memberi Liam kesempatan. Hatinya perlahan mulai bertaut dengan Liam. Segala perlakuan Liam terhadapnya membuat Aya seolah diistimewakan. Pun perm

    Last Updated : 2025-03-13
  • Asmara di Atas Ranjang   Rencana

    *****128 WindsorView Street adalah tempat Ronald Rodney's Art Collection berada. Pencinta seni dari Inggris begitu menantikan pembukaan galeri ini. Setelah hampir 25 tahun galeri induk berdiri di kota Paris, Perancis, Ronald Rodney baru berpikir untuk mendirikan anak cabangnya di kota London. Ini memberi kemudahan tersendiri bagi pencinta seni Inggris, mereka tidak perlu terbang ke Roma, Kazan, Berlin, New York atau kota lain di dunia yang menyediakan cabang-cabang dari galeri seni Keluarga Rodney. Seperti halnya galeri induk dan beberapa cabang lain, Ronald Rodney's Art Collection London menyediakan beberapa fasilitas, pelayanan dan aktivitas. Fasilitas galeri mencakup ruang pameran, ruang penjualan, perpustakaan seni, ruang workshop atau kelas seni dan aula serba guna. Bahkan mereka menyediakan cafe atau restoran dan toko souvenir. Aktivitas seperti pameran seni -baik tunggal, grup, atau tematik, workshop atau kelas seni, seminar seni, peluncuran buku atau katalog seni, pertunjukan

    Last Updated : 2025-03-15

Latest chapter

  • Asmara di Atas Ranjang   Di Antara Dua Istri

    "Siapa Daniyah?" Ini sudah ketiga kalinya Rengganis bertanya tanpa mendapatkan jawaban apapun. Wiwid enggan lagi bersuara, tatapannya tertuju lekat pada sosok Elizabeth yang terluka."Ini semakin meyakinkanku kalau kau berselingkuh dengan Liz!" Rengganis jengah. Ia merasa diabaikan. "Tidak! Aku tidak berselingkuh darimu, Nis!" Kekeh Wiwid."Tatapan kalian menyiratkan rasa dan Gosh! Apa susahnya menjawab pertanyaan, siapa itu Daniyah?""Jika aku yang menjawab pertanyaan itu, apakah kau bisa melepaskan suamimu dan memberikannya padaku?""Tidak!" Nyalang Rengganis ke arah Elizabeth. Kalaupun benar suaminya masih mempunyai hubungan dan rasa yang tertinggal untuk sang mantan, Rengganis tidak akan pernah melepas Wiwid. Sudah berulang kali rasanya ditolak, lalu asa itu datang lewat perintah Aya dan sekarang ia bisa meluluhkan hati Wiwid. Perjuangan itu tidaklah mudah dan sebentar, rasa cintanya terhadap Wiwid pun bukan sekedar main-main. Maka, tidak ada alasan baginya untuk mengalah."Kau h

  • Asmara di Atas Ranjang   Cinta Sepihak

    Alicia Rodney menelpon Beau dengan nada cemas. Ia mengatakan jika security menemuinya untuk melaporkan Aya yang pingsan di mobil milik Liam Henderson. Beau segera menuju ke ruang pribadi direktur di lantai dua gedung galeri utama, tempat mereka membawa Aya."Mr. Henderson membopongnya dan menyuruh saya berjaga, dia memasukan Mrs. Prince ke dalam mobil pribadinya. Beberapa saat kemudian, dia keluar dan memerintahkan saya untuk menghubungi Mr. Prince. Sedangkan Mr. Henderson langsung pergi begitu saja.""Kau melihat mereka berselisih atau mungkin sedang melakukan sesuatu, seperti kekerasan fisik, mungkin?""No, Mam. Mrs. Prince sudah pingsan saat Mr. Henderson membawanya.""Oh, begitu? Lalu kenapa ia membayarmu?""Seperti saya bilang tadi, Mam. Untuk berjaga, menjauhkan orang-orang dari jangkauan mereka."Percakapan di antara mereka membuat Beau tertegun. Mungkinkah sempat terjadi pertengkaran di antara Aya dan Liam. Akan tetapi, meninggalkan Aya yang pingsan di mobil sendirian merupaka

  • Asmara di Atas Ranjang   Serangan dari Istri Pertama Part II

    "Kau marah?" Wiwid mencekal pergelangan Rengganis, membuat wanita itu tidak bisa pergi.Ia berbalik, menatap Elizabeth dari balik punggung Wiwid, yang tersenyum mengejek kepadanya. "Apakah kau berselingkuh dariku?" Tatapan Rengganis kembali pada wajah Wiwid, berkaca-kaca, " ...dengan Elizabeth?"Tanpa banyak berpikir -seperti tadi- Wiwid menggeleng keras, "Tidak!" Karena memang faktanya ia tidak berselingkuh dengan Elizabeth. Mereka telah terikat dalam janji pernikahan, jadi seberapa seringnya ia dan Elizabeth bercinta, itu tidak bisa dianggap sebagai sebuah perselingkuhan.Rengganis menghela napas, ia bisa menangkap ketegasan yang tersirat baik dari tone suara maupun ekspresi wajah sang suami. Wiwid berkata jujur. Rengganis pun mengangguk, "Baiklah, aku percaya," luluhnya kemudian. Ia memang selemah itu, terkadang rasa mendambanya yang begitu besar membuat ia ketakutan untuk kehilangan Wiwid sehingga ia menampik instingnya dan memilih untuk mempercayai Wiwid."Aku mencintaimu ..." Re

  • Asmara di Atas Ranjang   Serangan dari Istri Pertama (Part I)

    "Elizabeth!" Langkah kaki Elizabeth terhenti, ia menoleh. Rengganis menghampirinya dengan langkah setengah berlari dari arah gedung kecil yang terpisah. Wanita itu begitu anggun. Ia mengenakan dress selutut berlengan tiga perempat yang mengembang di bagian bawah, tepat di atas lutut. Dress terusan berwarna hijau tua itu membungkus apik tubuh Rengganis, membuatnya bak anggota bangsawan Inggris. Elizabeth tersenyum, mengingat Wiwid yang tidak menyukai wanitanya berpakaian terbuka. 'Cantik itu tidak harus memamerkan asetmu!' Marahnya di satu waktu ketika dirinya mengenakan gaun panjang backless. "Kau cantik sekali, Nis!" Pujian dari Elizabeth membuahkan senyuman di bibir Rengganis. "Terima kasih, Liz." Elizabeth mengamati penampilan Rengganis. Sedikit mengernyit saat menangkap sepatu merah bata beraksen hitam dengan hak tingginya yang terpilih menghias kaki Rengganis. Apa wanita itu tidak mempunyai stylish yang membimbingnya dalam berbusana? Clucth kecil perpaduan merah hitam be

  • Asmara di Atas Ranjang   Topeng

    "Tidak mungkin!" Geleng Aya dalam hati. Ia membekap mulut, berusaha untuk meredam isak yang mulai terdengar. Bahunya naik turun dan kakinya terasa selembek jeli. Rasa-rasanya ia ingin ambruk.Hazelnya masih nanar mengawasi kemesuman yang dipertontonkan sejoli di sana. Adiknya itu terlihat keenakan menerima perlakuan dari Elizabeth yang menggarap tubuh bagian bawahnya dengan mulut. Ia mendesis berulang dengan kepala mendongak terpejam."Kau berselingkuh dari Ninis! Kenapa, Nang?"Masih terngiang petuah sang adik tentang perselingkuhan. Bagaimana marahnya Wiwid mendapati dirinya telah bercinta dengan seseorang yang bukan suaminya. Lalu, ini apa? Apakah topeng religius yang dianutnya selama ini hanyalah sebuah topeng belaka? Tidak! Aya tidak akan sanggup lagi berdiri. Adik yang ia banggakan, yang selalu ia jadikan role model dalam berperilaku telah menyajikan sebuah fakta yang menyerangnya tanpa ampun. Belum lagi insiden kepergoknya dirinya dan Beau yang sedang bercinta. Itu juga meningg

  • Asmara di Atas Ranjang   Di Antara Dua Rasa

    Badannya panas dingin, kedua matanya hampir tak berkedip dan jangan ditanya bagaimana jantungnya berpacu, seperti orang kesetanan yang ikut lari marathon. Gila! Itulah gambaran dirinya maupun sejoli yang sedang Rengganis intip melalui jendela sekarang."Ternyata benar mitosnya! Punya bule itu gedhe!" Rengganis meneguk ludahnya kasar. Adegan dewasa oleh Aya dan Beau masih saja berlangsung. Aya menaiki Beau yang terbaring, dengan posisi tubuh Aya yang menghadap ke arah pintu. Dengan begini penyatuan mereka terpampang jelas tanpa terhalang. Aya menumpukan kedua tangannya pada tautan tangan Beau sehingga lebih leluasa menggerakkan pinggulnya. Liukan itu begitu luwes, seolah melakukan tarian erotis. Kepalanya bergerak gelisah memutar-mutar. Rasa nikmat tergambar dari ekspresi wajah Aya dengan desahan demi desahan yang terlantun dari bibirnya. "Aku tidak menyangka kau seliar ini, Ya." Pikiran itu buru-buru Rengganis tepis. Ya wajar sih, yang Aya hadapi ukurannya sebesar itu, ia sendiri pu

  • Asmara di Atas Ranjang   Siaran dari Ranjang

    Refreshmen sudah dimulai, hidangan appertizer sudah dikeluarkan. Bruschetta, roti panggang dengan tomat segar, basil dan keju Mozarella. Rengganis memutuskan untuk menunggu waktu refreshmen tiba, moodnya untuk hunting makanan di dapur rusak oleh adegan mesra suaminya dan Elizabeth."Apa itu terasa kenyal di telapakmu? Jangan-jangan itu bukan pertama kalinya tanganmu meraba bagian sensitifnya!"Pikiran-pikiran itu merecoki otak Rengganis, membuat wajahnya tertekuk bahkan saat appertizer telah terhidang di hadapannya. Rengganis hanya memainkan pisau dengan tatapan tajam tertuju pada tomat merah."Semerah darah Elizabeth pastinya seandainya kugores wajah sok cantik itu, cih!" batinnya ngeri. Ia menusukan pisau itu tepat di atas tomat yang tersusun rapi di atas roti dengan keju Mozarella melingkupi dan taburan basil.Suara benturan antara piring dan pisau -karena menembus bruschetta- cukup nyaring, membuat tidak hanya Allyson yang duduk di depannya memandang ngeri, tapi juga mereka yang d

  • Asmara di Atas Ranjang   Upah

    "Itu kunci kamar paling pojok yang terdapat pada gedung terpisah di sebelah gedung galeri ini. Gedung itu baru selesai dibangun dan belum berpenghuni walaupun furniture dan perlengkapannya sudah tersedia. Para security baru mulai aktif bertugas menjaga galeri Minggu depan. Mereka yang menginap di galeri ini akan ditransfer ke gedung tersebut bersamaan dengan para karyawan baru."Elizabeth menyerahkan kunci itu pada Henry. Beberapa saat lalu, Henry menghubunginya untuk meminjam salah satu ruangan yang cukup terpencil dari huru-hara acara. Elizabeth sempat menolaknya karena ia mencium gelagat mencurigakan. Ia tidak ingin apapun yang mereka rencanakan dapat merusak pesta pembukaan galeri. Rupanya pria itu mengetahui kelemahannya, yaitu Wiwid."Aku kesini atas nama Wiwid. Jika kau tidak percaya, bertanyalah padanya. Ia bersama Rengganis sekarang, di ruang pameran seni."Apakah begitu kentara jika rasa cintanya pada pria itu masih tinggal? Elizabeth tidak akan pernah menolak permintaan Wiw

  • Asmara di Atas Ranjang   Kepergok

    *****Beau keluar untuk memeriksa keadaan, sebagai bentuk formalitas karena sejatinya ia tahu Frederick sudah menjauh karena kepergok. Sepertinya ia lupa Menon-aktifkan notifikasi ponsel. Beau hanya berharap durasi perekaman yang dilakukan Frederick cukup untuk nantinya dibocorkan ke publik. Frederick sering mematok harga tinggi untuk sebuah video skandal eksklusif dan ia cukup pandai dalam memilih media sebagai wadah penyebarluasan foto atau video pribadi artis.Beau berjalan kembali menuju ruangan yang sebenarnya diperuntukan sebagai tempat peristirahatan bagi para security yang nantinya bertugas untuk menjaga galeri. Ia memakai celananya asal tadi, tanpa memasang kembali kemejanya, meninggalkan Aya begitu saja di kamar. Beau berhenti, mendesah. Apa yang harus ia lakukan setelah ini? Menyudahi permainan ranjang mereka atau meneruskannya? Persetubuhan kali ini merupakan sandiwara dan Aya begitu keras menolak untuk melakukannya secara natural, ia menginginkan kepura-puraan."Memangnya

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status