Share

Rengganis dan Aya

Penulis: 9inestories
last update Terakhir Diperbarui: 2025-03-11 00:59:23

*****

Beau mendiamkan Aya. Ini tidak seperti yang sudah-sudah. Ada kecemburuan yang berperan besar di sini. Jangan salah, Beau memperlakukan Aya dengan mesra di hadapan para pemegang saham, namun sandiwara itu akan berakhir detik dimana mereka memasuki mobil jemputan. Tidak ada sarkasme atau saling cela, Beau akan diam seribu bahasa dengan pandangan tertuju pada entah apa yang ada di luar jendela.

"Ingatkan aku jika kaulah yang menyuruhku untuk memberi Liam kesempatan, Beau! Jangan bersikap childish!" sungut Aya.

Tapi tetap tidak ada tanggapan. Beau akan bersikap sedingin es setiba mereka di Green Mansion. Sengaja tidak bertegur sapa ketika berpapasan dan akan diam di meja makan tanpa mau terlibat pembicaraan project W. Kalaupun terpaksa dia hanya akan mengedikan bahu, menggeleng atau sekedar mengangguk. Ini membuat Aya frustasi. Padahal mereka mendapat undangan dari Keluarga Rodney untuk menghadiri pesta pembukaan galeri di pusat London, akhir bulan ini.

"Dia itu kekanakan, Nis!" Aya
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Asmara di Atas Ranjang   Percakapan

    *****"Kau mendiamkannya?" ejek Elizabeth lewat sambungan ponsel. Wanita itu masih bergelung nyaman di ranjang dalam rengkuhan sang suami. Mereka baru saja selesai bercinta guna merayakan kesuksesan terselenggaranya pagelaran seni semalam."Jika kau menelpon hanya untuk mengejekku, aku akan menutup panggilan!"Kurang ajar sekali Elizabeth. Sejak terjalinnya kerjasama di antara mereka, pasangan gila itu sering kali mendikte Beau, merecokinya lewat pesan dan panggilan untuk memastikan Beau tidak berbuat gegabah. Aya bukanlah tipe wanita yang mudah ditaklukan, ia merupakan tipe setia jika menyangkut perkara asmara. Aya akan benar-benar beralih ke lain hati jika rasanya terhadap yang lama telah mati atau perlahan memudar. Dan laporan dari Audrey maupun Soraya sungguh membuat Elizabeth dan Wiwid khawatir."Dengarkan aku! Segera tanda tangani perpanjangan kontrak itu, Prince! Sodorkan persyaratan baru yang memojokkan Aya. Sekali tempo, gertak dia! Dia masih membutuhkanmu untuk project W!"B

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-12
  • Asmara di Atas Ranjang   Negoisasi Rasa

    ***** Aya tersenyum melihat bagaimana Beau bercengkerama dengan Nana, salah satu dari empat kucingnya. Kucing dengan usia paling tua, 15 tahun. Di atas dipan rotan panjang yang Beau duduki, tepat di sampingnya, ada Jiji sedang tidur bergelung. Kucing bermotif Calico itu selalu saja mengekor kemana pun Nana pergi. "Kita sudahi saja kontrak itu, lalu kau bisa menikahi Liam." "Apa?" Beau mengatakannya dengan enteng, ia masih fokus bercengkerama dengan Nana dan Jiji. Ini sedikit membuat Aya resah. Ia menemui Beau untuk berbicara mengenai kondisi mereka sekarang dimana Beau mendiamkannya hampir satu Minggu sejak pengakuannya di telpon. Aya tidak menyangka jika Beau akhirnya menyambut rasa yang ia tawarkan selama ini. Mungkin dulu ia akan senang tapi sekarang justru membuatnya bingung. Pasalnya, Aya sudah bosan menunggu dan memutuskan untuk memberi Liam kesempatan. Hatinya perlahan mulai bertaut dengan Liam. Segala perlakuan Liam terhadapnya membuat Aya seolah diistimewakan. Pun perm

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-13
  • Asmara di Atas Ranjang   Rencana

    *****128 WindsorView Street adalah tempat Ronald Rodney's Art Collection berada. Pencinta seni dari Inggris begitu menantikan pembukaan galeri ini. Setelah hampir 25 tahun galeri induk berdiri di kota Paris, Perancis, Ronald Rodney baru berpikir untuk mendirikan anak cabangnya di kota London. Ini memberi kemudahan tersendiri bagi pencinta seni Inggris, mereka tidak perlu terbang ke Roma, Kazan, Berlin, New York atau kota lain di dunia yang menyediakan cabang-cabang dari galeri seni Keluarga Rodney. Seperti halnya galeri induk dan beberapa cabang lain, Ronald Rodney's Art Collection London menyediakan beberapa fasilitas, pelayanan dan aktivitas. Fasilitas galeri mencakup ruang pameran, ruang penjualan, perpustakaan seni, ruang workshop atau kelas seni dan aula serba guna. Bahkan mereka menyediakan cafe atau restoran dan toko souvenir. Aktivitas seperti pameran seni -baik tunggal, grup, atau tematik, workshop atau kelas seni, seminar seni, peluncuran buku atau katalog seni, pertunjukan

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-15
  • Asmara di Atas Ranjang   Pertunjukan Panas

    ***** Beau tidak henti-hentinya terkesima dengan keanggunan Aya. Ia begitu cantik malam ini. Istri kontraknya itu mengenakan Floor-Length Evening Gown. Gaun malam berwarna merah maroon dengan motif brokat yang memiliki panjang mencapai lantai sehingga memberi kesan anggun, mewah dan elegan. Desainer memilihkan gaun dengan Off the Shoulder, agar bisa memamerkan bahu dan leher Aya yang jenjang. Stylish juga menyanggul rambut Aya dengan sedikit untaian bergelombang di beberapa bagian. Anting dan kalung senada menghias leher dan telinganya. Sedangkan make up yang dipilih merupakan perpaduan bold lips dan smooky eyes. Make up ini mampu memberikan kesan dramatis dan elegan secara bersamaan. "Aktingmu cukup mengesankan Beau." Jantung Aya berdebar menyenangkan. Sejak ia turun dari lantai dua menuju ruang pertemuan hingga berada satu Limosin dengannya, Beau memandangnya penuh kekaguman. "Aku tidak sedang berakting. Aku baru sadar dari kebutaanku selama ini. Aku telah membuang mutiara emas

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-16
  • Asmara di Atas Ranjang   Mencurigakan!

    ***** Namanya Frederick Adams, seorang paparazzi independen yang sempat mempunyai perseteruan dengan aktris nominasi Oscar, Katherine Lyons. Fred telah menguntit si aktris selama setahun untuk bisa mendapatkan foto-foto pribadinya. Tindakannya yang melanggar kode etik sempat diperkarakan oleh Katherine melalui kepolisian Inggris dan IPSO (Independent Press Standards Organization) yang memang khusus bertanggung jawab untuk mengawasi dan mengatur standar etika dan perilaku media cetak dan media online di Inggris. Karena rekam jejak Frederick yang terbilang nekat tanpa mengindahkan aturan yang ada, dialah yang akan dijadikan kambing hitam. "Aku meminta tolong Liz untuk memberiku tiga undangan tak bertuan, undangan kukirim langsung ke tiga paparazzi yang kita target. Nantinya mereka akan bebas masuk ke gedung galeri. Usahakan Adamslah yang mengambil umpannya. Kalian harus bahu-membahu untuk mewujudkan ini. Jika gagal, saling beri kode dan kita beralih ke pemain cadangan lain sesuai uru

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-17
  • Asmara di Atas Ranjang   Terekam

    *****Beau sengaja menabraknya saat eksebisi seni digelar, "Oh maaf, saya sedang mencari istri saya." Ia tersenyum tipis melihat penampilan Frederick yang memakai kacamata tebal dan kumis sebagai bentuk penyamaran."Tidak apa-apa, Mr. Prince."Beau mengangguk kemudian berjalan keluar, tingkahnya yang celingukan seolah mengawasi sekitar, sengaja ia lakukan untuk memberi kesan mencurigakan. Hal ini tertangkap oleh netra Frederick, ia pun akhirnya memutuskan untuk mengikuti Beau.Frederick sangat lihai dalam hal menguntit, ia akan memberi jarak aman dalam mengikuti target. Nyaris seperti ninja yang pandai bersembunyi. "Akan kemana kau, Prince?" Batinnya. Ia cukup shock pagi ini, saat undangan tak bertuan nangkring di atas mejanya. Segera ia menelpon Daniel, rekan sesama paparazzi yang menciptakan kehebohan dengan kembali ke publik setelah tiga tahun menghilang. Ternyata, pria itu tidak mendapatkan undangan ilegal. Sungguh mengherankan, mengingat Daniel mempunyai koneksi yang cukup luas.

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-18
  • Asmara di Atas Ranjang   Malam Ketiga

    *****Aya sudah menanggalkan gaun malamnya, rambutnya ia gerai. Rasanya sia-sia ia berdandan hanya untuk kembali berantakan. Jika memang ia harus bertelanjang, kenapa tidak memancing Frederick pada momen lain, di sebuah losmen misalnya. Yang benar saja! Ini acara pesta pembukaan galeri seni yang diadakan Keluarga Rodney! Bagaimana imagenya nanti jika Frederick berhasil merekam percintaannya dan tersiar ke khalayak? Seorang liar yang tak mampu membendung hasratnya di acara formal! Memang sialan terkadang adiknya itu! Aya jadi merasa dikerjai. Belakangan ini, Wiwid dan Beau cukup akrab, ini benar-benar mencurigakan! Apa mereka terlibat suatu konspirasi?"Kenapa lama sekali?" Aya mengusap kedua lengannya, jendela sengaja ia buka -ini perintah dari sang dalang skenario; Wiwid- menyebabkan semilir angin malam menerobos masuk. Tubuhnya meremang dan degupnya bertalu resah, entah karena angin dingin atau perasaan gugup menunggu malam ketiganya dengan Beau. Lintasan pertunjukan panasnya dengan

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-19
  • Asmara di Atas Ranjang   Kepergok

    *****Beau keluar untuk memeriksa keadaan, sebagai bentuk formalitas karena sejatinya ia tahu Frederick sudah menjauh karena kepergok. Sepertinya ia lupa Menon-aktifkan notifikasi ponsel. Beau hanya berharap durasi perekaman yang dilakukan Frederick cukup untuk nantinya dibocorkan ke publik. Frederick sering mematok harga tinggi untuk sebuah video skandal eksklusif dan ia cukup pandai dalam memilih media sebagai wadah penyebarluasan foto atau video pribadi artis.Beau berjalan kembali menuju ruangan yang sebenarnya diperuntukan sebagai tempat peristirahatan bagi para security yang nantinya bertugas untuk menjaga galeri. Ia memakai celananya asal tadi, tanpa memasang kembali kemejanya, meninggalkan Aya begitu saja di kamar. Beau berhenti, mendesah. Apa yang harus ia lakukan setelah ini? Menyudahi permainan ranjang mereka atau meneruskannya? Persetubuhan kali ini merupakan sandiwara dan Aya begitu keras menolak untuk melakukannya secara natural, ia menginginkan kepura-puraan."Memangnya

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-20

Bab terbaru

  • Asmara di Atas Ranjang   Dear Fan ...

    Elizabeth Rodney adalah seorang penggemar. Ia akan berada di barisan depan ketika BeastStories membacakan cuplikan bab menarik dari bukunya di acara Book Reading dan selalu menghadiri setiap Book Launch yang diadakan PrincePages dengan antusias sehingga kerap membuat para staff behind the scene takjub. Ia tidak akan malu memborong hampir sepuluh buku hanya demi mendapatkan tanda tangan sang idola dalam acara Book Signing. Elizabeth lebih gila dari seorang kpopers. Ia tak sungkan merayu sang suami, yang tak lain adalah adik dari AyaBeastStories, dengan menyajikan tarian erotis demi mendapatkan lukisan The Green Lady, walaupun harus berujung kegagalan.Wiwid menghela napas berulang kali, menyeka keringat, melonggarkan dasi atau menyambar air dalam gelas untuk ia teguk habis. Elizabeth mengenakan setelan Victoria's Secret limited edition dan mengadakan pertunjukan erotis di atas kursi kayu. Menjamah tubuhnya sendiri atau memutar sensual pinggulnya di hadapan Wiwid yang ia paksa duduk di

  • Asmara di Atas Ranjang   Pillow Talk

    Beau berbicara dengan dokter, rautnya terlihat cemas. Ia mengiyakan saran dari dokter lalu menerima resep yang dituliskan. Selanjutnya, Beau mengantarkan kepergian si dokter hanya sampai batas pintu. Ia tidak bisa meninggalkan Aya sendiri kendati wanita itu sudah siuman. Sedangkan mereka yang telah Beau kabari belum juga datang."Dokter bilang kau terlalu banyak pikiran, tapi ia menyarankan untuk menjalani pemeriksaan lengkap di rumah sakit."Aya terdiam mendengar perkataan Beau, ia juga membiarkan tangannya digenggam dan diciumi Beau. Pikirannya tidak berada di sini, melainkan terpecah di dua tempat lain; perselingkuhan sang adik dan Liam."Dimana Liam?" tanyanya tiba-tiba sesaat setelah mampu mengingat jika Liamlah orang terakhir yang ia lihat sebelum pingsan."Alicia menelponku, memberitahu jika salah satu securitynya menemukanmu di mobil pribadi milik Liam. Pria itu pergi dan lebih memilih menyerahkan urusan pada security." Beau meremas tangan Aya, dadanya bergemuruh menahan cembu

  • Asmara di Atas Ranjang   Aya di Mata Liam

    Frederick Adams menelan ludah kasar. Liam memandangnya sengit, aura permusuhan menguar pekat. Pria itu menepuk bahunya ketika ia bersembunyi untuk mengawasi keadaan. Siaran live instagramnya berhasil mematik huru-hara, otomatis Keluarga Rodney akan tahu kalau ada penyusup. Sebelum mereka datang dan menyeretnya ke kantor polisi, Frederick harus keluar dari gedung galeri ini. Namun ia terlanjur kepergok duluan oleh Liam."Bagaimana kau bisa masuk, Adams?"Pertanyaan dingin itu membuatnya meremang. Di kalangan para paparazzi, Liam bukanlah sosok asing. Ia merupakan sosok yang ditakuti. Kuasanya terhadap media Inggris, membuat para paparazzi enggan mengusik kehidupan pria itu. Bagi publik, Liam merupakan sosok tanpa cela, tapi tidak bagi sebagian paparazzi, termasuk dirinya. Frederick termasuk salah satu orang yang mengetahui tabir gelap sisi lain yang berusaha Liam sembunyikan. Kisah cinta toxicnya dengan seorang wanita."Aku tidak melanggar kesepakatan Henderson, kenapa kau ingin mencam

  • Asmara di Atas Ranjang   Di Antara Dua Istri

    "Siapa Daniyah?" Ini sudah ketiga kalinya Rengganis bertanya tanpa mendapatkan jawaban apapun. Wiwid enggan lagi bersuara, tatapannya tertuju lekat pada sosok Elizabeth yang terluka."Ini semakin meyakinkanku kalau kau berselingkuh dengan Liz!" Rengganis jengah. Ia merasa diabaikan. "Tidak! Aku tidak berselingkuh darimu, Nis!" Kekeh Wiwid."Tatapan kalian menyiratkan rasa dan Gosh! Apa susahnya menjawab pertanyaan, siapa itu Daniyah?""Jika aku yang menjawab pertanyaan itu, apakah kau bisa melepaskan suamimu dan memberikannya padaku?""Tidak!" Nyalang Rengganis ke arah Elizabeth. Kalaupun benar suaminya masih mempunyai hubungan dan rasa yang tertinggal untuk sang mantan, Rengganis tidak akan pernah melepas Wiwid. Sudah berulang kali rasanya ditolak, lalu asa itu datang lewat perintah Aya dan sekarang ia bisa meluluhkan hati Wiwid. Perjuangan itu tidaklah mudah dan sebentar, rasa cintanya terhadap Wiwid pun bukan sekedar main-main. Maka, tidak ada alasan baginya untuk mengalah."Kau h

  • Asmara di Atas Ranjang   Cinta Sepihak

    Alicia Rodney menelpon Beau dengan nada cemas. Ia mengatakan jika security menemuinya untuk melaporkan Aya yang pingsan di mobil milik Liam Henderson. Beau segera menuju ke ruang pribadi direktur di lantai dua gedung galeri utama, tempat mereka membawa Aya."Mr. Henderson membopongnya dan menyuruh saya berjaga, dia memasukan Mrs. Prince ke dalam mobil pribadinya. Beberapa saat kemudian, dia keluar dan memerintahkan saya untuk menghubungi Mr. Prince. Sedangkan Mr. Henderson langsung pergi begitu saja.""Kau melihat mereka berselisih atau mungkin sedang melakukan sesuatu, seperti kekerasan fisik, mungkin?""No, Mam. Mrs. Prince sudah pingsan saat Mr. Henderson membawanya.""Oh, begitu? Lalu kenapa ia membayarmu?""Seperti saya bilang tadi, Mam. Untuk berjaga, menjauhkan orang-orang dari jangkauan mereka."Percakapan di antara mereka membuat Beau tertegun. Mungkinkah sempat terjadi pertengkaran di antara Aya dan Liam. Akan tetapi, meninggalkan Aya yang pingsan di mobil sendirian merupaka

  • Asmara di Atas Ranjang   Serangan dari Istri Pertama (Part II)

    "Kau marah?" Wiwid mencekal pergelangan Rengganis, membuat wanita itu tidak bisa pergi. Ia berbalik, menatap Elizabeth dari balik punggung Wiwid, yang tersenyum mengejek kepadanya. "Apakah kau berselingkuh dariku?" Tatapan Rengganis kembali pada wajah Wiwid, berkaca-kaca, " ...dengan Elizabeth?" Tanpa banyak berpikir -seperti tadi- Wiwid menggeleng keras, "Tidak!" Karena memang faktanya ia tidak berselingkuh dengan Elizabeth. Mereka telah terikat dalam janji pernikahan, jadi seberapa seringnya ia dan Elizabeth bercinta, itu tidak bisa dianggap sebagai sebuah perselingkuhan. Rengganis menghela napas, ia bisa menangkap ketegasan yang tersirat baik dari tone suara maupun ekspresi wajah sang suami. Wiwid berkata jujur. Rengganis pun mengangguk, "Baiklah, aku percaya," luluhnya kemudian. Ia memang selemah itu, terkadang rasa mendambanya yang begitu besar membuat ia ketakutan untuk kehilangan Wiwid sehingga ia menampik instingnya dan memilih untuk mempercayai Wiwid. "Aku mencintaimu

  • Asmara di Atas Ranjang   Serangan dari Istri Pertama (Part I)

    "Elizabeth!" Langkah kaki Elizabeth terhenti, ia menoleh. Rengganis menghampirinya dengan langkah setengah berlari dari arah gedung kecil yang terpisah. Wanita itu begitu anggun. Ia mengenakan dress selutut berlengan tiga perempat yang mengembang di bagian bawah, tepat di atas lutut. Dress terusan berwarna hijau tua itu membungkus apik tubuh Rengganis, membuatnya bak anggota bangsawan Inggris. Elizabeth tersenyum, mengingat Wiwid yang tidak menyukai wanitanya berpakaian terbuka. 'Cantik itu tidak harus memamerkan asetmu!' Marahnya di satu waktu ketika dirinya mengenakan gaun panjang backless. "Kau cantik sekali, Nis!" Pujian dari Elizabeth membuahkan senyuman di bibir Rengganis. "Terima kasih, Liz." Elizabeth mengamati penampilan Rengganis. Sedikit mengernyit saat menangkap sepatu merah bata beraksen hitam dengan hak tingginya yang terpilih menghias kaki Rengganis. Apa wanita itu tidak mempunyai stylish yang membimbingnya dalam berbusana? Clucth kecil perpaduan merah hitam be

  • Asmara di Atas Ranjang   Topeng

    "Tidak mungkin!" Geleng Aya dalam hati. Ia membekap mulut, berusaha untuk meredam isak yang mulai terdengar. Bahunya naik turun dan kakinya terasa selembek jeli. Rasa-rasanya ia ingin ambruk.Hazelnya masih nanar mengawasi kemesuman yang dipertontonkan sejoli di sana. Adiknya itu terlihat keenakan menerima perlakuan dari Elizabeth yang menggarap tubuh bagian bawahnya dengan mulut. Ia mendesis berulang dengan kepala mendongak terpejam."Kau berselingkuh dari Ninis! Kenapa, Nang?"Masih terngiang petuah sang adik tentang perselingkuhan. Bagaimana marahnya Wiwid mendapati dirinya telah bercinta dengan seseorang yang bukan suaminya. Lalu, ini apa? Apakah topeng religius yang dianutnya selama ini hanyalah sebuah topeng belaka? Tidak! Aya tidak akan sanggup lagi berdiri. Adik yang ia banggakan, yang selalu ia jadikan role model dalam berperilaku telah menyajikan sebuah fakta yang menyerangnya tanpa ampun. Belum lagi insiden kepergoknya dirinya dan Beau yang sedang bercinta. Itu juga meningg

  • Asmara di Atas Ranjang   Di Antara Dua Rasa

    Badannya panas dingin, kedua matanya hampir tak berkedip dan jangan ditanya bagaimana jantungnya berpacu, seperti orang kesetanan yang ikut lari marathon. Gila! Itulah gambaran dirinya maupun sejoli yang sedang Rengganis intip melalui jendela sekarang."Ternyata benar mitosnya! Punya bule itu gedhe!" Rengganis meneguk ludahnya kasar. Adegan dewasa oleh Aya dan Beau masih saja berlangsung. Aya menaiki Beau yang terbaring, dengan posisi tubuh Aya yang menghadap ke arah pintu. Dengan begini penyatuan mereka terpampang jelas tanpa terhalang. Aya menumpukan kedua tangannya pada tautan tangan Beau sehingga lebih leluasa menggerakkan pinggulnya. Liukan itu begitu luwes, seolah melakukan tarian erotis. Kepalanya bergerak gelisah memutar-mutar. Rasa nikmat tergambar dari ekspresi wajah Aya dengan desahan demi desahan yang terlantun dari bibirnya. "Aku tidak menyangka kau seliar ini, Ya." Pikiran itu buru-buru Rengganis tepis. Ya wajar sih, yang Aya hadapi ukurannya sebesar itu, ia sendiri pu

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status