/ Romansa / Anak Kembar Milik Sang Cassanova / Anak-anak tidak Membutuhkanmu

공유

Anak-anak tidak Membutuhkanmu

작가: Aksara_Lizza
last update 최신 업데이트: 2025-03-09 23:02:06

Pagi itu, mentari bersinar hangat di ufuk timur, menyelimuti kota dengan sinar keemasannya.

Aleena sudah terbiasa dengan rutinitasnya setiap pagi—menyiapkan sarapan, memastikan kedua anaknya mengenakan seragam dengan rapi, lalu mengantarkan mereka ke sekolah.

Hari ini pun, seperti biasa, ia menurunkan Eve dan Aiden di depan gerbang sekolah mereka.

“Belajar yang fokus. Mommy akan menjemput kalian lagi. Dan kau, Aiden. Jangan nakal!” ucapnya lembut, meski ada sedikit nada tegas yang terselip dalam suaranya.

Aiden hanya mengerucutkan bibir merahnya, matanya yang bulat dan jenaka menatap Aleena seolah tak terima dengan peringatan itu.

Anak laki-lakinya memang penuh energi dan sedikit usil, tetapi justru itulah yang membuatnya semakin menggemaskan di mata Aleena.

Tak kuasa menahan dorongan dalam hatinya, ia pun mencubit pipi tembem Aiden yang terasa lembut di tangannya.

“Bye, Mommy!”

Eve dan Aiden melambaikan tangan mereka dengan semangat, sebelum berlari masuk ke halaman sekolah bersama teman-teman mereka.

Aleena membalas lambaian tangan itu dengan senyuman, lalu menghela napas panjang sebelum masuk kembali ke mobilnya.

Dalam hatinya, ia hanya berharap satu hal—Liam tidak akan mengikutinya sampai ke sekolah.

Pria itu mungkin sudah tahu di mana ia tinggal dan di mana restorannya berada, tetapi setidaknya, sekolah anak-anaknya masih menjadi rahasia darinya.

Namun, harapannya seakan buyar begitu saja ketika ia tiba di restoran. Baru saja ia keluar dari mobil, matanya langsung menangkap sosok yang berdiri tegap di ambang pintu. Liam.

Aleena menghela napas panjang, menenangkan dirinya sebelum menghadapi pria yang sudah terlalu lama ia coba hindari.

“Restoran kami masih tutup. Jadi, sebaiknya tunggu sampai buka,” ujarnya dengan nada ketus, tak berniat berbasa-basi.

Liam hanya menatapnya tajam, ekspresinya tak menunjukkan tanda-tanda menyerah. “Aku datang kemari bukan untuk makan. Aku ingin bernegosiasi denganmu. Kau pikir aku akan menyerah begitu saja? Tentu saja tidak, Aleena!”

Aleena mengangkat sebelah alisnya, menatapnya dengan tatapan datar. “Tidak ada yang perlu dinegosiasikan, Liam. Kau sendiri yang memilih untuk tidak mengakui mereka. Jadi, sebaiknya lupakan kedua anakmu dan lanjutkan hidupmu seperti biasa. Seperti saat kau tidak tahu kalau kau memiliki anak.”

Liam mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras. “Kau pikir itu mudah? Tidak, Aleena. Bahkan sejak kau pergi pun, aku selalu mencari tahu di mana kau tinggal! Kau meninggalkan kota itu begitu saja, menghilang tanpa jejak!”

Aleena menyunggingkan senyum samar, seolah meremehkan ucapannya. “Apa aku tidak salah dengar?” Ia menghela napas panjang, lalu melipat kedua tangannya di dada.

“Aku pikir, kau sibuk dengan pacar-pacarmu yang selusin itu. Rupanya, kau masih memikirkan keberadaanku?”

Nada skeptis dalam suaranya begitu jelas. Ia geleng-geleng kepala, nyaris tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dari mulut pria itu.

Seberapa besar pun usaha Liam untuk menunjukkan kesungguhannya sekarang, bagi Aleena, itu sudah terlambat.

Luka yang ia tinggalkan dulu tak bisa begitu saja terhapus hanya karena kata-kata manis yang baru sekarang ia lontarkan.

"Keputusanku sudah bulat, Liam." Suaranya dingin, tak sedikit pun bergetar.

Mata cokelatnya menatap lekat lelaki yang dulu pernah ia cintai, tetapi kini tak lebih dari kenangan pahit yang ingin ia kubur dalam-dalam.

"Kau… bukan ayah mereka. Aiden dan Eve tidak pernah berharap memiliki ayah yang tidak mengakuinya."

Liam tersentak, dadanya naik turun seiring tarikan napasnya yang tertahan. Matanya membulat, seakan tak percaya dengan ucapan itu.

"Sekarang aku mengakuinya!" pekiknya, suaranya parau bercampur amarah dan rasa bersalah yang terlambat.

Aleena terkekeh kecil, namun bukan karena bahagia. Ada getir yang menyelip di antara bibirnya yang sedikit bergetar.

"Ya, sekarang, kan? Dulu kau ke mana saja?" Tatapannya berubah dingin, nyaris seperti es yang mengiris sanubari.

"Andai saja kau tidak mengingkari janjimu pada saat itu, aku tidak akan melarangmu bertemu dengan anak-anakku."

Liam menggertakkan rahangnya, matanya menyiratkan kepedihan yang tak terucap. "Anak-anak kita, Aleena!" ucapnya tegas, mencoba memperbaiki segala yang telah hancur.

Aleena menghela napas panjang. Kegetiran merayapi benaknya, tetapi ia tetap berdiri tegak, seolah tak ada yang bisa menggoyahkan keputusannya.

"Terserah kau saja. Sebaiknya pergi dan jangan pernah muncul di hadapanku lagi. Aku lelah dan aku juga sudah melupakanmu. Anak-anak juga tidak membutuhkan kehadiranmu."

Tanpa menunggu jawaban, Aleena melangkah ke pintu restoran dan menariknya perlahan.

Namun sebelum ia benar-benar melangkah masuk, Liam bergerak cepat. Ia mencengkeram kedua lengannya, menahan tubuhnya agar tak beranjak lebih jauh.

"Sampai kapan kau akan bersikap angkuh seperti ini padaku, Aleena?" Suaranya lebih rendah, nyaris seperti bisikan yang mengandung bara. "Kau sedang balas dendam padaku, hah?"

Aleena tak menghindar, hanya menatapnya dengan sorot yang tajam, tak beremosi.

Bibirnya membentuk senyum tipis, tetapi bukan karena kelembutan—melainkan karena kepastian yang telah ia genggam erat.

"Tidak. Aku tidak pernah dendam padamu, Liam." Suaranya selembut angin malam, tetapi begitu tajam menghunjam sanubari.

"Justru aku merelakanmu." Ia menarik napas panjang sebelum melanjutkan, "Sekali lagi aku tegaskan padamu, Liam. Anak-anak… tidak membutuhkanmu."

이 책을 계속 무료로 읽어보세요.
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

관련 챕터

  • Anak Kembar Milik Sang Cassanova   Sang Penyelamat Hidup Aleena

    Brak!Suara benturan keras memenuhi ruangan bar yang semula dipenuhi percakapan ringan dan dentingan gelas.Seisi ruangan sempat menoleh, namun kembali sibuk dengan urusan masing-masing saat menyadari sumber suara itu hanyalah seorang pria yang sedang tenggelam dalam amarah dan keputusasaan.Kevin, yang tengah duduk santai sambil menikmati beer-nya, sontak menoleh ke arah Liam yang baru saja membanting gelas whiskey dengan kasar ke atas meja bar.Mata pria itu gelap, dipenuhi kemarahan dan luka yang tak terucapkan.Jemarinya mengepal di atas permukaan meja yang kini basah oleh whiskey yang tumpah, sementara napasnya memburu seakan menahan sesuatu yang ingin meledak dari dalam dirinya.“Ada apa denganmu, Liam? Datang-datang minum lalu membanting gelasnya dengan keras,” tanya Kevin, geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya yang tampak berantakan.Liam mengusap wajahnya dengan kasar, seolah ingin menghapus kepedihan yang baru saja menghempaskannya begitu dalam.Matanya merah, buka

    최신 업데이트 : 2025-03-10
  • Anak Kembar Milik Sang Cassanova   Paman bukan Ayah Kami!

    “Paman John!”Seruan riang itu meluncur dari bibir mungil Aiden dan Evelyn, dua anak kembar yang berusia enam tahun.Keduanya berlari dengan langkah kecil namun penuh semangat ke arah pria yang berdiri bersandar pada mobil hitamnya. John menoleh, lalu menyunggingkan senyum hangat khasnya.“Halo, anak-anak pintar. Hari ini Paman menjemput kalian lagi,” ujar John seraya membuka kedua lengannya, membiarkan si kembar memeluknya dengan penuh antusias.“Yeay!” seru Aiden, matanya berbinar cerah. “Senang sekali bisa dijemput oleh Paman John lagi. Apakah Mommy sedang sibuk, Paman?”John mengangguk, menatap lembut bocah laki-laki itu. “Ya. Mommy kalian sedang sibuk. Jadi, Paman yang menjemput kalian.”Evelyn mengangguk-angguk, seolah memahami sesuatu yang penting. Sementara itu, Aiden menatap John dengan tatapan penuh harap.“Asyiik! Apakah kami boleh jajan dulu, Paman? Tapi, jangan beritahu Mommy. Pleaassee!” pinta Aiden, menyatukan kedua telapak tangannya dengan ekspresi penuh permohonan.Jo

    최신 업데이트 : 2025-03-13
  • Anak Kembar Milik Sang Cassanova   Kami akan Menikah

    Hati ayah mana yang tidak sakit mendengar ucapan dari anaknya sendiri yang tidak mengakuinya sebagai ayah?Liam benar-benar terdiam, seakan tak percaya dengan kata-kata yang baru saja meluncur dari bibir putranya.Sorot matanya meredup, dadanya terasa sesak, seolah dihantam oleh kenyataan yang pahit.“Tapi, Aiden….” ucap Liam lirih, mencoba meraih kembali hubungan yang nyaris hancur.Aiden menatap Eve dengan dingin, tatapannya tajam, tak tergoyahkan. “Apa? Kau mau mengelak ucapanku?” suaranya terdengar dingin, penuh ketegasan.John yang sejak tadi mengamati ketegangan di antara mereka hanya bisa menghela napas pelan.Ia mengusap lembut pucuk kepala Evelyn dan tersenyum menenangkannya. “Sudah, jangan berdebat lagi,” ujarnya dengan nada lembut, mencoba meredakan suasana yang semakin memanas.Namun, Liam tak bisa tinggal diam. Ia butuh kepastian, ia perlu jawaban. Dengan rahangnya yang mengeras, ia menatap John dengan tatapan tajam penuh tanda tanya.“Siapa sebenarnya kau?” tanyanya deng

    최신 업데이트 : 2025-03-15
  • Anak Kembar Milik Sang Cassanova   Aku tidak Butuh Uangmu!

    Suara bel pintu berdenting berulang kali, menggema di dalam rumah, mengusik ketenangan malam yang mulai merayap.Aleena menghela napas panjang, berusaha mengabaikannya, tetapi suara itu tak kunjung berhenti. Dengan kesal, ia melangkah cepat menuju pintu dan menariknya dengan gerakan kasar.Begitu melihat siapa yang berdiri di balik pintu, ia langsung memutar bola matanya dengan jengkel.“Ada apa lagi, Liam? Apa kau tuli? Aku sudah bilang, aku tidak ingin bertemu denganmu lagi!” Nada suaranya tegas, tajam seperti belati yang siap menusuk siapa pun yang berani mengusik batasannya.Namun, Liam tak bergeming. Ia tetap berdiri di sana, wajahnya penuh dengan pertanyaan yang mendesak untuk segera mendapatkan jawaban.“Apa benar, kau akan menikah dengan John?” tanyanya tanpa basa-basi.Aleena sontak membelalakkan matanya, dadanya berdesir mendengar nama itu keluar dari bibir Liam. “Da—dari mana kau tahu tentang John?” suaranya bergetar, antara terkejut dan tak percaya.Liam memejamkan matanya

    최신 업데이트 : 2025-03-15
  • Anak Kembar Milik Sang Cassanova   Sengaja Ingin Membuat Liam Cemburu

    Pagi itu, suasana di Alen’s Resto cukup ramai dengan para pelanggan yang datang untuk menikmati sarapan mereka. Jenny, yang sedang bertugas di bagian depan restoran, dengan sigap menyambut setiap tamu yang masuk.Namun, langkahnya terhenti seketika ketika melihat sosok yang begitu dikenalnya berdiri di ambang pintu.Liam.Pria itu melangkah masuk dengan percaya diri, mengenakan setelan formal yang membuatnya tampak begitu profesional.Di belakangnya, tiga orang klien mengikuti, terlihat siap untuk melakukan pertemuan bisnis. Jenny menghela napas pelan, merasa kesal sekaligus terkejut dengan kehadiran Liam di sini.‘Kenapa dia harus datang ke sini? Bukannya masih banyak restoran lain yang bisa dipilih?’ gumam Jenny dalam hati.Tanpa menunggu lebih lama, ia berbalik dan langsung menuju ruang kerja Aleena. Di dalam ruangan itu, Aleena tengah fokus memeriksa data keuangan restoran, tanpa menyadari ada tamu tak terduga di luar.“Aleena, kau tidak akan percaya siapa yang baru saja datang,”

    최신 업데이트 : 2025-03-16
  • Anak Kembar Milik Sang Cassanova   Ancaman Gila Liam

    Dua jam setelah John pergi, Liam yang sedari tadi menahan diri akhirnya tak bisa lagi mengabaikan perasaan yang berkecamuk dalam dirinya.Dengan langkah lebar, ia menuju ruang kerja Aleena, hatinya penuh dengan kemarahan dan rasa tak terima.Saat pintu terbuka dengan keras, Aleena yang sedang fokus pada dokumen-dokumen di mejanya langsung tersentak.Ia mengangkat wajahnya dengan kaget, matanya membulat melihat sosok Liam berdiri di ambang pintu dengan ekspresi murka."Apa yang kau lakukan di sini?" protes Aleena tajam, mencoba menutupi keterkejutannya.Liam tak menjawab. Ia melangkah mendekat, tatapan matanya tajam dan menusuk. Dalam sekejap, ia mencengkeram kedua tangan Aleena dengan kuat, membuat wanita itu mengernyit kesakitan."Apa kau sengaja membuatku marah, hah?" suara Liam terdengar geram.Aleena mengerutkan keningnya. Ia tak mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh Liam."Jangan pura-pura tidak tahu, Aleena," lanjut Liam dengan suara yang lebih rendah, namun sarat dengan emo

    최신 업데이트 : 2025-03-16
  • Anak Kembar Milik Sang Cassanova   Liam akan Kembali Padanya

    Aleena terdiam, jantungnya berdegup kencang seakan ingin menerobos keluar dari rongga dadanya.Kata-kata yang baru saja meluncur dari bibir Liam masih menggantung di udara, menusuk relung hatinya dengan getir. Ia bahkan tak sanggup menatap pria itu, tak ingin melihat wajah yang kini dipenuhi aura mengancam.“Aku tidak pernah main-main dengan ucapanku, Aleena,” bisik Liam dengan suara rendah yang sarat ketegasan. Jemarinya yang kokoh namun lembut mengusap bibir Aleena, seakan ingin menghapus keraguan yang tertinggal di sana.Tatapan Liam melekat pada wajahnya, dalam dan menuntut, sebelum tiba-tiba, tanpa aba-aba, pria itu menyambar bibirnya.Aleena terkejut, matanya membelalak penuh keterkejutan saat bibir Liam menekan miliknya dengan intensitas yang mendominasi.Aleena meronta, kedua tangannya berusaha mendorong tubuh Liam menjauh, tapi sia-sia. Tenaga pria itu jauh lebih besar darinya. Ia terperangkap dalam ciuman yang memabukkan sekaligus menyesakkan, berusaha sekuat tenaga untuk me

    최신 업데이트 : 2025-03-17
  • Anak Kembar Milik Sang Cassanova   Janji yang Diingkari

    "Aku tidak bisa menikahimu. Jadi, jangan memintaku untuk bertanggung jawab atas kehamilanmu, Aleena."Bagai petir di siang bolong, kata-kata itu menghantam Aleena tanpa ampun.Dunianya yang semula berputar dalam keyakinan bahwa pria yang dicintainya akan bertanggung jawab, seketika runtuh menjadi kepingan yang berserakan.Napasnya tercekat, dadanya terasa sesak, seolah udara di ruangan itu tak lagi cukup untuk membuatnya bertahan.Suara Liam terdengar dingin, tanpa emosi. Seakan-akan hubungan yang mereka jalani selama ini tidak berarti apa-apa.Seakan-akan semua janji yang pernah terucap hanyalah angin lalu yang tak pernah memiliki bobot.Aleena menatap pria itu dengan mata yang mulai berkaca-kaca, hatinya berteriak, menolak untuk percaya bahwa ini nyata."A—apa yang membuatmu berubah pikiran, Liam? Kau bilang kau akan menikahiku setelah tahu keberadaan bayi di perutku,” suaranya lirih, bergetar menahan luka yang mulai mengoyak.Liam hanya menatapnya datar, seolah tak tergoyahkan sedi

    최신 업데이트 : 2025-03-03

최신 챕터

  • Anak Kembar Milik Sang Cassanova   Liam akan Kembali Padanya

    Aleena terdiam, jantungnya berdegup kencang seakan ingin menerobos keluar dari rongga dadanya.Kata-kata yang baru saja meluncur dari bibir Liam masih menggantung di udara, menusuk relung hatinya dengan getir. Ia bahkan tak sanggup menatap pria itu, tak ingin melihat wajah yang kini dipenuhi aura mengancam.“Aku tidak pernah main-main dengan ucapanku, Aleena,” bisik Liam dengan suara rendah yang sarat ketegasan. Jemarinya yang kokoh namun lembut mengusap bibir Aleena, seakan ingin menghapus keraguan yang tertinggal di sana.Tatapan Liam melekat pada wajahnya, dalam dan menuntut, sebelum tiba-tiba, tanpa aba-aba, pria itu menyambar bibirnya.Aleena terkejut, matanya membelalak penuh keterkejutan saat bibir Liam menekan miliknya dengan intensitas yang mendominasi.Aleena meronta, kedua tangannya berusaha mendorong tubuh Liam menjauh, tapi sia-sia. Tenaga pria itu jauh lebih besar darinya. Ia terperangkap dalam ciuman yang memabukkan sekaligus menyesakkan, berusaha sekuat tenaga untuk me

  • Anak Kembar Milik Sang Cassanova   Ancaman Gila Liam

    Dua jam setelah John pergi, Liam yang sedari tadi menahan diri akhirnya tak bisa lagi mengabaikan perasaan yang berkecamuk dalam dirinya.Dengan langkah lebar, ia menuju ruang kerja Aleena, hatinya penuh dengan kemarahan dan rasa tak terima.Saat pintu terbuka dengan keras, Aleena yang sedang fokus pada dokumen-dokumen di mejanya langsung tersentak.Ia mengangkat wajahnya dengan kaget, matanya membulat melihat sosok Liam berdiri di ambang pintu dengan ekspresi murka."Apa yang kau lakukan di sini?" protes Aleena tajam, mencoba menutupi keterkejutannya.Liam tak menjawab. Ia melangkah mendekat, tatapan matanya tajam dan menusuk. Dalam sekejap, ia mencengkeram kedua tangan Aleena dengan kuat, membuat wanita itu mengernyit kesakitan."Apa kau sengaja membuatku marah, hah?" suara Liam terdengar geram.Aleena mengerutkan keningnya. Ia tak mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh Liam."Jangan pura-pura tidak tahu, Aleena," lanjut Liam dengan suara yang lebih rendah, namun sarat dengan emo

  • Anak Kembar Milik Sang Cassanova   Sengaja Ingin Membuat Liam Cemburu

    Pagi itu, suasana di Alen’s Resto cukup ramai dengan para pelanggan yang datang untuk menikmati sarapan mereka. Jenny, yang sedang bertugas di bagian depan restoran, dengan sigap menyambut setiap tamu yang masuk.Namun, langkahnya terhenti seketika ketika melihat sosok yang begitu dikenalnya berdiri di ambang pintu.Liam.Pria itu melangkah masuk dengan percaya diri, mengenakan setelan formal yang membuatnya tampak begitu profesional.Di belakangnya, tiga orang klien mengikuti, terlihat siap untuk melakukan pertemuan bisnis. Jenny menghela napas pelan, merasa kesal sekaligus terkejut dengan kehadiran Liam di sini.‘Kenapa dia harus datang ke sini? Bukannya masih banyak restoran lain yang bisa dipilih?’ gumam Jenny dalam hati.Tanpa menunggu lebih lama, ia berbalik dan langsung menuju ruang kerja Aleena. Di dalam ruangan itu, Aleena tengah fokus memeriksa data keuangan restoran, tanpa menyadari ada tamu tak terduga di luar.“Aleena, kau tidak akan percaya siapa yang baru saja datang,”

  • Anak Kembar Milik Sang Cassanova   Aku tidak Butuh Uangmu!

    Suara bel pintu berdenting berulang kali, menggema di dalam rumah, mengusik ketenangan malam yang mulai merayap.Aleena menghela napas panjang, berusaha mengabaikannya, tetapi suara itu tak kunjung berhenti. Dengan kesal, ia melangkah cepat menuju pintu dan menariknya dengan gerakan kasar.Begitu melihat siapa yang berdiri di balik pintu, ia langsung memutar bola matanya dengan jengkel.“Ada apa lagi, Liam? Apa kau tuli? Aku sudah bilang, aku tidak ingin bertemu denganmu lagi!” Nada suaranya tegas, tajam seperti belati yang siap menusuk siapa pun yang berani mengusik batasannya.Namun, Liam tak bergeming. Ia tetap berdiri di sana, wajahnya penuh dengan pertanyaan yang mendesak untuk segera mendapatkan jawaban.“Apa benar, kau akan menikah dengan John?” tanyanya tanpa basa-basi.Aleena sontak membelalakkan matanya, dadanya berdesir mendengar nama itu keluar dari bibir Liam. “Da—dari mana kau tahu tentang John?” suaranya bergetar, antara terkejut dan tak percaya.Liam memejamkan matanya

  • Anak Kembar Milik Sang Cassanova   Kami akan Menikah

    Hati ayah mana yang tidak sakit mendengar ucapan dari anaknya sendiri yang tidak mengakuinya sebagai ayah?Liam benar-benar terdiam, seakan tak percaya dengan kata-kata yang baru saja meluncur dari bibir putranya.Sorot matanya meredup, dadanya terasa sesak, seolah dihantam oleh kenyataan yang pahit.“Tapi, Aiden….” ucap Liam lirih, mencoba meraih kembali hubungan yang nyaris hancur.Aiden menatap Eve dengan dingin, tatapannya tajam, tak tergoyahkan. “Apa? Kau mau mengelak ucapanku?” suaranya terdengar dingin, penuh ketegasan.John yang sejak tadi mengamati ketegangan di antara mereka hanya bisa menghela napas pelan.Ia mengusap lembut pucuk kepala Evelyn dan tersenyum menenangkannya. “Sudah, jangan berdebat lagi,” ujarnya dengan nada lembut, mencoba meredakan suasana yang semakin memanas.Namun, Liam tak bisa tinggal diam. Ia butuh kepastian, ia perlu jawaban. Dengan rahangnya yang mengeras, ia menatap John dengan tatapan tajam penuh tanda tanya.“Siapa sebenarnya kau?” tanyanya deng

  • Anak Kembar Milik Sang Cassanova   Paman bukan Ayah Kami!

    “Paman John!”Seruan riang itu meluncur dari bibir mungil Aiden dan Evelyn, dua anak kembar yang berusia enam tahun.Keduanya berlari dengan langkah kecil namun penuh semangat ke arah pria yang berdiri bersandar pada mobil hitamnya. John menoleh, lalu menyunggingkan senyum hangat khasnya.“Halo, anak-anak pintar. Hari ini Paman menjemput kalian lagi,” ujar John seraya membuka kedua lengannya, membiarkan si kembar memeluknya dengan penuh antusias.“Yeay!” seru Aiden, matanya berbinar cerah. “Senang sekali bisa dijemput oleh Paman John lagi. Apakah Mommy sedang sibuk, Paman?”John mengangguk, menatap lembut bocah laki-laki itu. “Ya. Mommy kalian sedang sibuk. Jadi, Paman yang menjemput kalian.”Evelyn mengangguk-angguk, seolah memahami sesuatu yang penting. Sementara itu, Aiden menatap John dengan tatapan penuh harap.“Asyiik! Apakah kami boleh jajan dulu, Paman? Tapi, jangan beritahu Mommy. Pleaassee!” pinta Aiden, menyatukan kedua telapak tangannya dengan ekspresi penuh permohonan.Jo

  • Anak Kembar Milik Sang Cassanova   Sang Penyelamat Hidup Aleena

    Brak!Suara benturan keras memenuhi ruangan bar yang semula dipenuhi percakapan ringan dan dentingan gelas.Seisi ruangan sempat menoleh, namun kembali sibuk dengan urusan masing-masing saat menyadari sumber suara itu hanyalah seorang pria yang sedang tenggelam dalam amarah dan keputusasaan.Kevin, yang tengah duduk santai sambil menikmati beer-nya, sontak menoleh ke arah Liam yang baru saja membanting gelas whiskey dengan kasar ke atas meja bar.Mata pria itu gelap, dipenuhi kemarahan dan luka yang tak terucapkan.Jemarinya mengepal di atas permukaan meja yang kini basah oleh whiskey yang tumpah, sementara napasnya memburu seakan menahan sesuatu yang ingin meledak dari dalam dirinya.“Ada apa denganmu, Liam? Datang-datang minum lalu membanting gelasnya dengan keras,” tanya Kevin, geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya yang tampak berantakan.Liam mengusap wajahnya dengan kasar, seolah ingin menghapus kepedihan yang baru saja menghempaskannya begitu dalam.Matanya merah, buka

  • Anak Kembar Milik Sang Cassanova   Anak-anak tidak Membutuhkanmu

    Pagi itu, mentari bersinar hangat di ufuk timur, menyelimuti kota dengan sinar keemasannya.Aleena sudah terbiasa dengan rutinitasnya setiap pagi—menyiapkan sarapan, memastikan kedua anaknya mengenakan seragam dengan rapi, lalu mengantarkan mereka ke sekolah.Hari ini pun, seperti biasa, ia menurunkan Eve dan Aiden di depan gerbang sekolah mereka.“Belajar yang fokus. Mommy akan menjemput kalian lagi. Dan kau, Aiden. Jangan nakal!” ucapnya lembut, meski ada sedikit nada tegas yang terselip dalam suaranya.Aiden hanya mengerucutkan bibir merahnya, matanya yang bulat dan jenaka menatap Aleena seolah tak terima dengan peringatan itu.Anak laki-lakinya memang penuh energi dan sedikit usil, tetapi justru itulah yang membuatnya semakin menggemaskan di mata Aleena.Tak kuasa menahan dorongan dalam hatinya, ia pun mencubit pipi tembem Aiden yang terasa lembut di tangannya.“Bye, Mommy!”Eve dan Aiden melambaikan tangan mereka dengan semangat, sebelum berlari masuk ke halaman sekolah bersama t

  • Anak Kembar Milik Sang Cassanova   Tela Menghancurkan Segalanya

    Aleena mengusap wajahnya dengan frustasi, ucapannya tadi masih menggema di telinganya.Tatapannya berubah dingin saat ia menatap wajah pria di hadapannya. Ia menarik napas panjang, mencoba mengendalikan emosinya yang bergejolak hebat di dalam dada."Kau benar-benar tidak tahu malu, ya?" suaranya terdengar tajam, penuh kemarahan yang telah lama ia pendam."Setelah bertahun-tahun meninggalkan kami, bahkan tidak mau mengakui keberadaan mereka, kini kau dengan begitu mudahnya ingin hadir dan mengaku sebagai ayah mereka? Kau pikir aku akan membiarkan itu terjadi?"Aleena menggelengkan kepalanya, seolah tak percaya dengan keberanian Liam yang kini berdiri di hadapannya. Pria yang pernah mengisi hidupnya, namun juga yang menghancurkan segalanya."Biarkan aku menjadi ayah mereka, Aleena," suara Liam terdengar lebih lembut kali ini, seolah memohon."Aku tahu kau masih marah padaku, dan aku pantas mendapatkannya. Tapi mereka butuh seorang ayah. Kau pikir aku tidak tahu bahwa mereka mencariku?“

좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 책을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 책을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status