Share

Bab 95

Author: Erlina
Naomi menapaki jalan bersalju dan berjalan cukup jauh. Air matanya juga tidak berhenti mengalir. Ketika ditiup angin, air matanya terasa bagaikan pisau yang menyayat wajahnya dan terasa sangat sakit.

Naomi benar-benar tidak ingin mengingat masa lalunya lagi. Jika yang mengungkit hal itu adalah orang laini, dia mungkin tidak akan merasa begitu sedih. Namun, malah pria bajingan itu yang mengungkitnya.

Naomi berjalan sambil mengomel dalam hati. Atas dasar apa pria itu mengkritiknya? Apa haknya melakukan hal itu? Memangnya ini bukan akibat dari tindakannya?

Berhubung masih belum sepenuhnya yakin bahwa ayahnya Rayden adalah pria bajingan malam itu, Naomi pun tidak berani memakinya dengan lepas. Jika dirinya yang salah paham, dia memang salah karena sudah memaki pria itu. Pergulatan emosi ini benar-benar menyiksanya, seolah-olah apa pun yang dilakukannya tetap salah.

Hidupnya yang mencapai titik ini sudah cukup mengenaskan. Namun, tragedi ini masih berlanjut sampai sekarang. Selain tidak bi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (6)
goodnovel comment avatar
nurhusnah 71
lebih jelas ....jgn kelamaan muter nya
goodnovel comment avatar
Royyan Zahiroh
inti nya kyk sinetron2 tv.
goodnovel comment avatar
Royyan Zahiroh
Bru mau komen
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 96

    Setelah kembali bersemangat, Naomi segera teringat Caden. Bertemu dengan pria berengsek hanyalah hal di luar dugaan. Target utamanya tetap adalah Caden.Caden pernah menyuruh Naomi untuk tidak menganggunya. Namun, hanya menelepon untuk bertanya tidak termasuk mengganggu, ‘kan? Setelah menenangkan diri, Naomi pun menelepon ke Vila Uwana dan bertanya dengan nada lemah, “Halo, apa hari ini Pak Caden punya waktu untuk mengurus perceraian?”Sikap orang yang menerima telepon cukup sopan. Dia menjawab, “Nggak. Kalau sudah senggang, Pak Caden akan meneleponmu secara langsung. Kamu tunggu saja telepon darinya. Nggak usah telepon duluan.”Seusai berbicara, orang itu pun memutuskan sambungan telepon.Naomi memanyunkan bibirnya dan mengeluh dalam hati, ‘Mau tunggu sampai kapan? Sampai dunia kiamat?’Setelah memikirkannya lagi, Naomi merasa memanfaatkan Dylan untuk memaksa Caden menceraikannya adalah pilihan terbaik. Namun, Dylan tidaklah bodoh, juga tidak mudah dihadapi. Bagaimana dia harus meman

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 97

    Sanny yang mengenakan pakaian rumah sakit sedang bersandar di tempat tidur sambil menatap ke luar jendela. Seorang suster duduk di sampingnya dalam diam.Saat melihat Naomi dan Leon, suster itu buru-buru berdiri dan menyapa, “Pak Leon.”Leon mengangguk dan menjawab, “Sus, kamu istirahat saja dulu. Kami akan menjaganya.”“Oke.” Setelah itu, suster itu pun keluar.Sanny menoleh ke arah mereka. Begitu melihat Naomi, ekspresinya langsung berubah seperti sudah melihat musuhnya. Dia menggigit bibir, mengerutkan kening, dan napasnya juga agak memburu.“Sanny!” Saat melihat ekspresinya yang tidak bersahabat, Leon pun menegurnya dengan tidak senang.Setelah itu, Sanny menatap Leon dengan tampang agak sedih.Leon berkata, “Aku yang suruh Naomi kemari. Dia kemari untuk menemanimu.”Kali ini, rasa permusuhan yang dipancarkan Sanny saat menatap Naomi sudah berkurang, tetapi masih tidak termasuk bersahabat. Dia juga hanya melirik Naomi sekilas dan langsung mengalihkan pandangannya lagi.Naomi pun be

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 98

    Kali ini, giliran Naomi yang menggila. Ucapan Sanny itu sudah sepenuhnya membuatnya ketakutan hingga wajahnya pucat pasi.Dokter dan perawat pun kebingungan. Kenapa ada begitu banyak orang yang tiba-tiba menggila di pagi ini ....Dua orang suster buru-buru menahan Naomi sambil berkata, “Nona, tenang dulu. Dia baru disuntik obat penenang dan sudah nggak sadarkan diri. Kamu nggak akan bisa membangunkannya.”“Buat dia sadar! Dia harus sadar! Ada hal penting yang mau kutanyakan padanya!”“Dia nggak akan bisa langsung sadar. Meski ada pertanyaan, kamu juga harus tunggu. Sekarang, kamu tenangkan diri dulu. Kalau nggak, kami juga hanya bisa menyuntikmu dengan obat penenang.”Setelah mendengar ucapan itu, Naomi baru diam. Dia jatuh terduduk di kursi sambil menatap Sanny dengan wajah pucat.Begitu mendengar kabar ini, Leon buru-buru kembali dengan membawa sarapan yang dibelikannya untuk Naomi. Begitu melihat ekspresi Naomi dan para dokter serta suster di kamar pasien, dia bertanya dengan terkej

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 99

    “Camila benar-benar baik-baik saja?”Leon mengangguk dengan kuat, lalu menjawab dengan yakin, “Iya. Dia cuma pergi syuting.”“Tapi, kenapa Sanny berkata seperti itu?”Leon mengerutkan kening, lalu menghela napas. “Sebelum pergi ke luar negeri, Camila sempat bertengkar hebat dengan Sanny.”“Hah?”Leon menjawab, “Camila merasa pacarnya Sanny itu bukan pria baik dan menasihati Sanny untuk putus dengannya. Tapi, Sanny sudah bucin sama pacarnya. Jadi, dia pun merasa kesal pada Camila. Setelah itu, demi membuat Sanny melihat jelas sifat asli pacarnya, Camila suruh seseorang untuk bersandiwara dan merayu pacarnya itu.”“Tak disangka, setelah sifat asli pria berengsek itu keluar, Sanny bukannya merasa berterima kasih, malah ribut besar dengan Camila. Dia bilang Camila itu orang berhati sempit dan cemburuan karena tidak suka melihat orang lain bahagia. Dia juga maki Camila dengan bilang Camila itu aktris yang memalukan ....”Naomi bertanya dengan bingung, “Kalau dia begitu keterlaluan, kenapa k

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 100

    Leon menjawab, “Aku nggak nyangka dia begitu membenci Camila hingga juga membenci orang-orang di sekitar Camila.”“Kalau kamu memang mau menghiburnya, sebaiknya kamu cari temannya. Berhubung pernah kuliah di Jawhar, dia pasti punya teman perempuan. Suruh saja mereka datang untuk menasihatinya. Itu lebih baik daripada menyuruhku yang melakukannya,” ujar Naomi.“Aku sudah mengusulkannya, tapi dia menolak. Dia takut ditertawakan orang dan nggak mau temannya tahu dia hamil, apalagi setelah aborsi.”“Kalau begitu, suruh saja keluarganya datang. Kamu juga nggak bisa lanjut menyembunyikan masalah ini. Saat ini, dia punya kecenderungan untuk bunuh diri. Kalau terjadi sesuatu padanya, bagaimana kamu bisa mempertanggungjawabkannya pada keluarganya?” ujar Naomi.“Nanti, aku akan cari kesempatan untuk beri tahu bibiku,” jawab Leon sambil mengangguk. Setelah itu, dia menatap Naomi dan berkata dengan tampang menyesal, “Naomi, maaf ya. Gara-gara aku minta bantuanmu, kamu jadi harus mengalami hal ini.

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 101

    Kali ini, Naomi kembali untuk bercerai karena ingin membuatkan akta lahir anak-anaknya. Dia tidak akan membiarkan misinya itu gagal. Lagi pula, jika tidak bercerai dan membuat akta lahir anak-anaknya, dia bisa pergi ke mana? Tanpa akta lahir, anak-anaknya akan kesulitan melakukan apa pun, baik itu bersekolah maupun mendaftarkan asuransi kesehatan.“Emm, kalau ada kesulitan, kasih tahu aku ya. Biarpun aku bukan tokoh hebat, setidaknya aku sudah tinggal cukup lama di Jawhar. Aku pasti beri sedikit bantuan kepadamu. Kamu nggak usah terlalu sungkan denganku. Meski kita nggak berteman, aku juga pasti akan membantumu demi Camila. Kalau nggak, Camila akan menyalahkanku setelah dia pulang nanti,” ujar Leon.Naomi tersenyum sopan dan menjawab, “Oke.”Kebetulan, Caden juga melihat senyuman Naomi itu. Setelah menenangkan Rayden tadi, dia pun menyuruh Yahya pergi menjaga Rayden karena dirinya perlu pergi ke perusahaan.Saat ini, mobil mereka kebetulan melewati rumah sakit dan sedang menunggu lampu

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 102

    Di sisi lain.Setelah meninggalkan rumah sakit, Naomi pun pergi mencari Tiara untuk menjenguk anak-anaknya. Hari ini adalah hari pertama mereka sekolah. Dia pun merasa agak khawatir. Selain itu, dia masih mencemaskan masalah Sanny dan ingin membicarakannya dengan Tiara.Setelah mendengar cerita Naomi, Tiara merasa sangat terkejut dan marah.“Camila bersikap begitu baik terhadap adik sepupunya Leon itu, tapi dia malah mengutuk Camila! Dasar orang nggak tahu berterima kasih! Lagian, apa haknya melampiaskan amarahnya padamu! Cih! Dasar orang nggak tahu diri! Pantas saja ada orang yang bilang, orang yang kasihan juga ada sisi menyebalkannya.”“Sekarang, aku memang kasihan sama dia karena dia sudah kehilangan anaknya. Tapi, coba lihat sikapnya terhadap Camila! Kalau mau jujur, dia memang kualat!” maki Tiara.Naomi mengembuskan napas berat dan menjawab, “Dia memang aneh.”“Apanya yang aneh? Itu namanya nggak punya hati nurani!”“Tiara, apa Camila benar-benar pergi syuting?” tanya Naomi sambi

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 103

    Jika setelah tumbuh besar kelak ketiga anaknya dapat bersikap positif dan optimis, juga hidup dengan sederhana dan penuh arti seperti Tiara, Naomi akan merasa sangat gembira. “Sebentar lagi, mereka akan masuk jam istirahat. Apa kamu mau pergi temui mereka?” tanya Tiara.Setelah berpikir sejenak, Naomi menjawab, “Nggak deh. Biarkan saja mereka beradaptasi dengan lingkungan baru. Aku nggak ganggu mereka lagi.”“Emm. Kalau begitu, tunggu aku sebentar ya. Nanti kita sama-sama pergi makan.”“Kamu bisa makan di luar?”“Bisa dong. Hari ini, aku nggak perlu temani anak-anak waktu jam istirahat. Ada guru lain yang akan melakukannya. Yang penting, aku kembali sebelum pukul 1.30.”“Oke.”Setelah itu, Naomi dan Tiara pun pergi ke kedai makanan kaki lima yang berada di sekitar. Mereka memesan sate, makanan favorit mereka.Saat makan, Tiara bertanya, “Apa pagi ini kamu pergi ke rumah pria berengsek itu?”“Emm. Begitu melihat Rayden, kamu pasti bakal terkejut banget! Tampangnya sama persis dengan B

Latest chapter

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1472

    “Karena aku dan mamamu khawatir ada pengkhianat. Nirman pernah mengingatkan kami untuk lebih berwaspada. Selain itu, kalau negara langsung mengambil tindakan, targetnya akan terlalu mencolok dan kemungkinan besar akan terdeteksi oleh Negara Amuriko.”“Jadi, kami berencana mencari seseorang yang dapat dipercaya untuk membawa virus ini kembali ke negara kita terlebih dahulu. Sementara itu, kami akan membawa virus versi palsu untuk diserahkan kepada tim penjemput. Inilah yang kumaksud.”Darman mengangkat sebuah kotak kecil dan menunjukkannya ke depan kamera. Kotak itu hampir identik dengan yang ditemukan Caden.Darman membuka kotak. Di dalamnya terdapat sebuah tabung. “Ini yang palsu. Kalau semuanya berjalan lancar, setelah kami kembali dari luar negeri, aku akan segera kembali untuk mengambil yang asli dari Kota Amari, lalu menyerahkannya kepada negara.”“Kalau sampai aku dan mamamu mati, virus asli juga nggak akan jatuh ke tangan orang jahat! Caden, ingat, kalau terjadi sesuatu dengan a

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1471

    Rekaman video lanjut diputar ….Darman menenangkan Wanda, lalu mulai menceritakan soal asal mula virus generasi ke-8.“Waktu itu karena tekanan Keluarga Pangestu, aku dan mamamu nggak memiliki tempat untuk tinggal di dalam negeri. Jadi, kami terpaksa memilih untuk menetap di luar negeri. Dari rekomendasi teman kami, kami pun datang ke Kota Karl.”“Kota Karl terletak di area pinggiran kota, yang jauh dari keributan pusat kota. Tempat itu tenang, pemandangan di tempat juga indah. Hawa seni sangat kental di sana. Kehidupan, pendidikan, dan pengobatan di sana tergolong sangat bagus.”“Lagi pula, kebanyakan penduduk Kota Karl adalah orang dari Negara Carika. Tempat itu sangat cocok dengan kami. Jadi, aku dan mamamu memutuskan untuk menetap di sana! Orang yang merekomendasi kami kemari adalah orang dari Negara Amuriko, namanya Nirman. Dia adalah teman yang Papa kenal saat sekolah.”“Dia memang berasal dari Negara Amuriko, tapi Papa berharap kamu bisa mengingatnya! Karena dia adalah orang yan

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1470

    Hanya saja, setidaknya ayah dan ibu akan selalu menemani Caden, setidaknya ada yang mencintainya. Namun setelah mereka meninggal, bahkan tidak ada yang mencintai putranya lagi ….Jadi, mereka baru merasa bersalah dan bersedih! Pada saat yang sama, mereka juga merasa sangat khawatir akan disalahkan oleh putra mereka!Steven sangat emosional. Air mata sudah membasahi wajahnya.Darman dan Wanda adalah pahlawan, pantas untuk mendapat ucapan terima kasih dari semua orang. Namun, bagaimana dengan Caden? Dia adalah putranya seorang pahlawan. Dia juga sudah dikorbankan! Justru karena orang tuanya sudah berkorban, dia baru melewati hidupnya dengan begitu menderita. Saat usianya masih kecil, dia mesti menanggung semuanya sendiri, tanpa ada satu pun yang mencintainya ….Video masih diputar. Caden menekan tombol jeda dengan mata memerah. Dia mengambil rokok dan mancis, berjalan keluar untuk merokok sebatang demi sebatang.Video 20 tahun silam ini membangkitkan rasa rindu Caden terhadap orang tuany

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1469

    Darman menepuk-nepuk pundak Wanda dengan perlahan, lalu menatap ke kamera dengan mata memerah. “Caden, mungkin ini rekaman video terakhir yang Papa dan Mama tinggalkan buat kamu. Ada yang mau kami sampaikan di sini, tepatnya berhubungan dengan rahasia virus generasi ke-8! Caden, kamu mesti ingat, Papa dan Mama mencintaimu, sangat amat mencintaimu! Kami mencintaimu untuk selamanya!”“Kamu adalah buah dari percintaan kami, darah daging kami, dan juga orang yang paling kami cintai di dunia ini! Karena virus ini, kami mengambil risiko untuk mengorbankan nyawa kami. Tapi semua itu nggak berarti kami akan mencampakkanmu. Kami lagi melindungimu, melindungi sebangsa kita!”“Kalau kamu bisa melihat rekaman ini, kamu pasti sudah mengetahui betapa berbahayanya virus generasi ke-8! Ada yang ingin mencelakai kita! Mereka ingin menggunakan dengan senjata biologis untuk mengendalikan kita!”“Kalau sampai virus generasi ke-8 sampai tersebar, negara dan semua penduduk negara kita akan lenyap atau menj

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1468

    Ketika melihat tulisan familier sang ibu, hati Caden terasa lara. Dia berusaha untuk menenangkan dirinya, lalu mencoba untuk memasukkan kata sandi sekali. Salah!Caden mencoba sekali lagi. Hasilnya tetap salah!Steven merasa agak panik. “Kak Caden ….”Wanda telah berpesan hanya boleh memasukkan kata sandi sebanyak 5 kali. Tidak mungkin dia hanya sedang menakuti orang-orang saja.Waktu itu, Wanda dan Darman mengerahkan seluruh tenaganya untuk mencuri sampel dan mengantarnya kembali ke negara.Mereka juga bukan bermaksud untuk merusaknya, melainkan demi menyerahkannya kepada penelitian ilmiah di Negara Carika.Menghancurkan sampel itu tidak berarti sama sekali. Pihak luar negeri juga akan kembali meneliti sampel yang baru. Jadi, hanya dengan peneliti Negara Carika menemukan penawar untuk mengatasi virus itu, bahaya baru akan diatasi.Namun, demi berjaga-jaga, Wanda dan Darman tetap mengambil tindakan pencegahan, yaitu dengan memasang bom di dalam kotak!Jika diperlukan, mereka lebih memi

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1467

    Bawahan yang berdiri di samping pria itu berkata, “Dia adalah juara pertama dalam tinju di pasar gelap tahun ini. Tapi di hadapan ikan itu, dia bahkan nggak bisa bertahan lebih dari 1 menit. Ikan itu semakin ganas saja.”Pria itu menggeleng, lalu berkata, “Masalahnya makanannya terlalu lemah. Kalau aku melempar Caden ke dalam, yang mati pasti ikan itu.”Anak buahnya segera menanggapi, “Tentu saja, dia nggak bisa dibandingkan dengan Pak Caden.”Pria itu mendesah dan berkata dengan nada penuh harapan, “Cepat atau lambat, aku akan menangkap Caden dan melemparkannya ke dalam. Kalian akan melihat sendiri betapa mendebarkan pertandingan yang sebenarnya!”Setelah berkata demikian, si pria berbalik dan meninggalkan ruangan, berjalan ke luar. Di luar sana terbentang lautan luas sejauh mata memandang!Pria itu duduk bersandar di atas kursi rotan sembari menikmati sinar matahari dengan wajah menghadap ke laut.Anak buahnya, yang tahu diri, berdiri agak jauh di belakangnya, tidak berani mendekat

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1466

    Lojel lanjut bertanya, “Beberapa hari ini kamu cukup dekat dengan pria yang terluka itu. Apa dia nggak mencari tahu sesuatu dari kamu?”Dinala menjawab, “Dia lagi cari tahu teknik melatih elang dan juga makanan enak di sekitar.”Lojel berucap, “Hanya itu saja?”Langkah kaki Dinala berhenti. Dia menatap Lojel dengan tidak gembira. “Menurutmu, apa yang akan mereka tanyakan sama aku?”Bibir Lojel bergerak. Dia pun berkata dengan tersenyum, “Aku kira dia akan mencari tahu sesuatu yang berharga.”Dinala berkata, “Elang itu sangat berharga bagiku! Dia sudah mencari tahu soal itu!”Lojel mengangguk. “Oh.”Dinala mengusirnya. “Kamu jangan ikuti aku lagi. Aku mau pulang untuk menjaga adikku.”Lojel segera mengangguk. “Oke, sampai jumpa.”Dinala tidak menghiraukannya. Lojel melihat bayangan punggung Dinala dengan kening berkerut.Dinala menyadari ada tatapan tidak bersahabat di belakang tubuhnya. Keningnya berkerut. Dia pun tidak menoleh. Dia pergi ke rumah tetangga, lalu memanggil Diaz untuk pu

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1465

    Sesosok bayangan tubuh melintas dengan cepat. Dinala hanya dapat melihat ujung pakaiannya saja. Hati Dinala terasa tegang. Dia segera berlari untuk memeriksa. Orang itu pun melompat dari tembok ke sebelah!Kening Dinala berkerut dan menjerit, “Ada maling! Bibi, ada yang manjat tembok masuk ke rumahmu. Coba kamu lihat!”Saat para warga mendengar kemasukan maling, semuanya langsung berbondong-bondong berlari ke sana.Dari tembok, dapat terdengar suara jerit marah wanita dan juga suara gonggong anjing, juga ada suara memelas pengampunan yang familier.Dinala segera berlari ke sebelah. Tadinya dia mengira orang yang bersembunyi itu adalah orang yang datang demi barang itu! Siapa sangka ternyata adalah temannya sendiri, Lojel! Dia adalah pemuda yang dipanggil ke klinik semalam untuk mengobati luka Steven.Lojel berjongkok di samping tembok, lalu melihat Dinala dengan sangat tidak berdaya. “Dinala, kenapa kamu malah sembarangan menjerit, dari mana ada maling!”Kening Dinala berkerut. Tadi di

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1464

    Dinala tidak perlu melayani orang gila, malah akan memiliki bala bantuan. Apa pun ceritanya, hidupnya akan lebih bagus daripada sekarang. Apalagi mereka telah menjaga virus generasi ke-8 selama bertahun-tahun, mereka juga sudah berjasa!Tidak peduli terhadap negara ataupun hubungan Darman dengan mereka, sudah seharusnya Caden menjaga Dinala dan si Gila di kemudian hari.Steven mengerti maksud Caden, hanya saja dia tidak mengerti bahwa ….“Kenapa aku yang tanggung jawab, bukan kamu?”Caden berkata, “Aku nggak leluasa.”Steven merasa bingung. “Apa maksudnya nggak leluasa?”Caden mengangkat kelopak matanya melirik Steven sekilas. Di benaknya terlintas ucapan Hayden. Hayden mengatakan Dinala adalah kakak perempuan ….Tadi Caden juga telah memperhatikannya, memang mirip!Sekarang Caden sudah memiliki istri, tidak leluasa dalam menjaga seorang gadis! Caden menggerakkan bibirnya, tetapi tidak menjelaskan. Bagaimanapun, hal itu adalah privasi Dinala. Caden tidak bisa membongkarnya. “Kalau aku

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status