Share

Bab 691

Penulis: Erlina
Setelah terdiam sejenak, Braden baru berkata, "Kejadiannya mendadak, jadi aku nggak perhatikan tampang pelaku. Tapi, target pelaku sangat jelas. Dia pasti sudah merencanakannya sejak awal. Selain itu, gerakan pelaku sangat gesit dan akurat, seperti pembunuh profesional."

Hayden yang tidak mengerti bertanya, "Kalau pelakunya itu pembunuh profesional, kenapa serangannya gagal?"

Braden menyahut, "Dia bukan gagal, seharusnya dia memang nggak berniat membunuhku. Justru karena dia itu pembunuh profesional, makanya dia bisa menghindari titik vitalku dengan sempurna. Pelakunya hanya melukaiku, tapi nggak membunuhku."

Caden merasa bersalah. Dia menanggapi, "Kamu terluka karena aku. Pelaku itu menargetkanku. Dia melukaimu untuk menakuti mama kalian."

Braden bersandar di bantal, lalu memandang Caden dan berucap dengan serius, "Memang ada hubungannya denganmu, tapi bukan sepenuhnya karena kamu. Tujuan pelaku itu mendesak Mama meninggalkanmu. Sebenarnya bisa dibilang pelaku itu menargetkan Mama, ak
Bab Terkunci
Lanjutkan Membaca di GoodNovel
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terkait

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 692

    Ucapan Braden memang benar. Sekarang seharusnya mereka segera menyelidiki Samuel adalah orang misterius atau bukan. Setelah itu, mereka baru memikirkan balas dendam."Tapi, bagaimana caranya kita menyelidiki Pak Samuel? Dia menyembunyikan identitasnya dengan baik," timpal Hayden.Caden berucap, "Beberapa hari yang lalu aku menemukan markas rahasia Samuel. Aku menemukan banyak barang di dalam. Mungkin kita bisa temukan rahasianya dari barang-barang ini."Sebelum membakar rumah kayu itu, Caden sudah menyimpan banyak bukti. Bukan hanya merekam rumah kayu itu, Caden juga memfoto dan merekam barang-barang di dalam rumah kayu. Selain itu, Caden mengambil banyak barang dari rumah kayu dan menyimpannya.Braden segera berkata, "Coba kamu cari kesempatan untuk tunjukkan barang-barang itu pada Mama. Mama memahami ilmu psikologi. Kalau itu markas rahasia Pak Samuel, di dalam pasti ada banyak rahasianya. Kamu bisa minta Mama analisis."Braden mengingatkan, "Jangan beri tahu Mama dulu semua itu bara

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 693

    Saat menjelang malam, Naomi hendak membuat pangsit. Ini adalah hari pertama Caden dan anak-anak mengakui hubungan mereka. Seharusnya mereka makan di restoran untuk merayakannya, tetapi sekarang Braden belum pulih. Jadi, mereka tidak bisa keluar makan dan Naomi terpaksa memasak di kamar.Harga kamar suite ini puluhan juta per hari. Tentu saja, fasilitasnya sangat bagus. Sama seperti kamar suite di hotel, bukan hanya higienis dan peralatannya lengkap, semua barang-barang di kamar juga bermerek.Ketika membuat pangsit, mereka sekeluarga saling membantu. Braden yang berbaring di tempat tidur memberi arahan, sedangkan 5 orang lainnya yang bekerja. Suasana di dalam kamar sangat ramai.Setelah makan malam, Caden hendak keluar untuk bertemu para tokoh hebat. Ada beberapa tokoh hebat yang akan meninggalkan Kota Jawhar besok pagi. Jadi, Caden harus menemui mereka malam ini.Masalah hari ini sangat mendadak. Caden hanya fokus pada Naomi dan anak-anak sehingga tidak sempat meladeni para tokoh heba

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 694

    Tony bahkan belum membereskan Rayden. Sekarang, tiba-tiba muncul 3 anak lagi. Dia makin tidak berdaya.Tony yang gusar tidak makan seharian. Melvin malah memanas-manasi, "Pak, bagaimanapun, Pak Caden sudah setuju berikan saham 10 persen padamu. Dia nggak boleh berubah pikiran. Apa kamu mau meneleponnya?"Tony langsung membanting cangkir teh dan menghardik, "Untuk apa telepon dia? Untuk dengar dia permalukan aku? Dasar bodoh!"Sekarang sudah bisa dipastikan anak-anak Naomi adalah keturunan Keluarga Pangestu. Mana mungkin Caden memberikan saham kepada Tony untuk memasukkan anak-anak itu ke silsilah keluarga? Begitu teringat saham 10 persen itu, hati Tony terasa sakit.Melvin bergidik, lalu berujar, "Semua ini salah Naomi, seharusnya dia nggak ungkap identitas anak-anaknya hari ini. Kalau dia baru bilang besok, kita sudah dapatkan saham 10 persen itu."Tony juga marah. Jika Naomi baru mengungkapkan identitas anak-anaknya besok, sekarang saham 10 persen itu sudah ada di tangannya. Caden ti

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 695

    Jika Hayden tidak senang, konsekuensinya pasti sangat parah. Malam ini, anggota Keluarga Pangestu pasti tidak bisa tenang.Target pertama Hayden adalah Sonia. Saat Sonia tidur, dia tiba-tiba terbangun karena mencium bau yang menusuk. Sonia membuka matanya dan seseorang melempar kotoran ke wajahnya.Sebelum Sonia tersadar, wajahnya sudah dilumuri kotoran. Suami Sonia juga terbangun karena mencium bau menusuk. Dia bertanya, "Bau apa ini?"Suami Sonia melihat piring kertas di wajah istrinya, lalu dia menyingkirkan piringnya. Suami Sonia langsung muntah di wajah istrinya. Beberapa detik kemudian, suara teriakan Sonia bergema di seluruh rumah.Target selanjutnya adalah Zaskia yang mengeluarkan laporan hasil tes DNA tadi pagi dan pingsan karena terlalu kesal. Setelah pingsan, Zaskia langsung dibawa ke rumah sakit.Zaskia mengalami syok. Ditambah dengan penyakit kronis yang dideritanya, Zaskia baru bangun setelah diselamatkan untuk waktu yang lama.Sesudah Zaskia bangun, orang kepercayaannya

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 696

    Wajah Tony memucat. Dia menghela napas dan berujar, "Aku lihat dengan jelas, tadi ada ular kecil berwarna hitam. Itu pasti ular berbisa. Cepat suruh orang cari!"Tony tidak berani tidur lagi. Dia menyuruh sekelompok pelayan untuk mencari ular. Tony tidak yakin ular itu masih ada di tempat tidur atau tidak. Dia menyuruh Melvin memapahnya ke kursi roda.Kemudian, permainan dimulai. Begitu Tony duduk di kursi roda, tiba-tiba terdengar suara musik yang kencang. Semua orang tertegun.Sesudah itu, kursi roda elektrik Tony bergoyang mengikuti irama musik, seperti sedang menari. Tony memegang pegangan kursi roda dengan erat. Dia berteriak sambil memelotot, "Ada apa ini? Cepat papah aku!"Para pelayan hendak menghampiri Tony, tetapi kursi rodanya tiba-tiba berputar-putar dengan sangat cepat sehingga tidak ada yang bisa menghentikannya.Setelah berputar-putar sejenak, kursi roda mendadak berhenti. Tony hampir terpental. Kala ini, Tony sangat pusing. Saat para pelayan hendak memapah Tony, tiba-ti

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 697

    Hayden tersentuh. Sebenarnya dia tidak tahu ayahnya sama sekali tidak bertanya karena buru-buru ingin menemani ibunya.Kala ini, Caden sedikit mabuk. Tadi dia minum beberapa gelas anggur, tetapi dia masih sadar. Caden terus memikirkan Naomi.Naomi sedang menuang air ke gelas di dapur. Caden menghampiri Naomi dan memeluknya dari belakang. Dia menempelkan dagunya di bahu Naomi.Meskipun mereka sudah berpacaran beberapa bulan, Naomi tetap merasa gugup setiap Caden bermesraan dengannya. Namun, Naomi tidak mendorong Caden. Dia bertanya, "Kamu minum anggur, ya?"Naomi merasakan napas Caden yang hangat di telinganya. Caden menjawab, "Iya. Setelah bertemu para senior, Dylan dan lainnya mencegatku. Mereka memaksaku minum anggur dan nggak mengizinkanku pulang kalau aku nggak minum."Naomi menanggapi, "Ini sudah malam, kenapa mereka melarangmu pulang?"Caden menyahut, "Kami nggak melakukan apa-apa. Mereka tahu aku memikirkan kamu dan anak-anak, jadi mereka ancam aku untuk paksa aku minum anggur.

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 698

    Kemudian, Caden berkata pada Naomi, "Malam ini aku yang jaga Braden. Kamu istirahat saja."Naomi hendak bicara, tetapi Caden melanjutkan, "Biarkan aku berduaan dengan anakku. Berikan aku kesempatan untuk menunjukkan ketulusanku."Naomi menimpali, "Oke. Kalau ada apa-apa, langsung panggil aku. Kamu juga boleh istirahat sebentar. Biasanya, Braden nggak akan bangun waktu tengah malam.""Oke," sahut Caden.Naomi berdiri dan pergi ke ruangan bagian dalam. Sejak Braden terluka, Naomi kurang tidur. Setelah mandi, Naomi berbaring di tempat tidur. Caden tiba-tiba masuk.Naomi yang terkejut bertanya, "Kamu nggak temani Braden?""Braden lagi tidur. Aku temani kamu dulu," jawab Caden. Dia langsung naik ke tempat tidur dan memeluk Naomi. Caden mencium aroma di tubuh Naomi dan berkomentar, "Naomi, kenapa kamu wangi sekali?"Naomi merasa gugup. Dia tahu Caden sudah tidak sabar ingin bercinta dengannya. Semenjak mereka mengungkapkan isi hati satu sama lain, Caden sangat mendambakan hal itu.Hari ini,

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 699

    Naomi tertidur lelap semalaman. Dia tiba-tiba terbangun saat subuh. Saat menyadari dirinya terlelap di tempat tidur, Naomi buru-buru turun dari tempat tidur untuk melihat Braden.Caden masih berjaga di samping tempat tidur Braden. Dia terkejut melihat Naomi sudah bangun. Caden bertanya, "Kenapa kamu bangun?"Naomi memperhatikan Braden sambil menjawab, "Aku terbangun sendiri. Apa Braden baik-baik saja?""Iya. Braden sama sekali nggak bangun. Dia tidur nyenyak," kata Caden.Naomi memeriksa nadi Braden. Dia baru merasa tenang setelah memastikan kondisi Braden memang normal. Naomi berujar, "Maaf, merepotkanmu. Kamu cepat istirahat, biar aku yang temani Braden."Caden merasa tidak berdaya setelah mendengar kata-kata Naomi yang sungkan. Dia mencubit pipi Naomi dan bertanya, "Kamu belum bangun, ya? Kamu lupa Braden itu juga anakku?""Ha?" sahut Naomi."Merepotkan apanya? Braden itu juga anakku. Kamu juga nggak merasa repot jaga dia selama bertahun-tahun. Masa aku merasa repot hanya jaga dia s

Bab terbaru

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1310

    Caden terdiam.Wesley berkata, “Caden, apa kamu tahu waktu itu kenapa orang tuamu bisa pergi ke Kota Karl? Dia bekerja di sebuah penerbitan di Kota Karl. Dia yang merekomendasi orang tuamu untuk ke sana.”Caden mengernyitkan keningnya. “Nirman ….”“Apa kamu tahu dia?”“Lumayan akrab.” Wesley membalas, “Yang kamu kenal seharusnya adalah ayahnya. Dia nggak terkenal. Tapi, ayahnya adalah spesialis biologis yang sangat terkenal di Negara Amuriko, Ainsten.”Caden merasa kaget. Pantas saja nama itu kedengaran sangat familier. Saat membahas soal virus dengan Nenek di pegunungan, Nenek pernah memberinya daftar nama. Semua itu berisi nama penelitian virus di luar negeri.Nenek juga sempat membahas dirinya, mengatakan dia adalah anggota inti dari tim penelitian.Wesley berkata lagi, “Aku nggak tahu apa yang terjadi waktu itu. Setahuku, Nirman mengundang orang tuamu untuk tinggal di Kota Karl.”“Beberapa tahun kemudian, Nirman mengambil hasil penelitian ayahnya, lalu menyerahkannya kepada orang

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1309

    Di lantai atas, Wesley masih belum istirahat. Ketika melihat kedatangan Caden, dia tidak merasa kaget sama sekali. Dia mempersilakan Caden masuk ke rumah, lalu menyeduhkan teh untuknya.“Apa kamu datang karena anak haram Zaskia?” Suara Wesley kedengaran lara. Dia juga kelihatan putus asa.Caden membalas, “Aku baru mengetahuinya. Ternyata dia adalah putramu.”Air mata memburamkan pandangan Wesley. “Benar, dia adalah anakku.”“Tapi, aku nggak pernah dengar kabar kamu pernah jadian sama Zaskia.”Wesley menghela napas panjang, kemudian berkata dengan perlahan, “Anak ini murni adalah kecelakaan! Waktu itu, setelah ayahmu memutuskan hubungan dengan Keluarga Pangestu, hanya Zaskia saja yang masih berhubungan dengannya. Dia sering ke luar negeri untuk mengunjungi ayahmu.”“Anak haram ini adalah kejadian di luar negeri. Waktu itu kamu makan bersama, lalu tidur bersama. Kemudian, dia pun hamil. Aku nggak tahu kabar kehamilannya, sampai ada yang mencariku.”“Orang itu mengancamku dengan anak itu.

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1308

    Apalagi orang tuanya juga mengumumkan pemutusan hubungan dengan sepihak! Dylan memang … kasihan!Saat hampir tiba di Vila Anggara, sopir dari Keluarga Hermanto yang bertugas mengantar Camila pulang tiba-tiba menangis sembari berkata, “Nona Camila, tadi aku baru dapat kabar kalau Tuan Dylan diusir oleh orang tuanya. Mereka nggak menginginkan Tuan Dylan lagi ….”“Nyonya Lyana dan Tuan Kevin juga sudah berpesan, barang siapa yang mengurusnya, dia pun akan memutuskan hubungan dengan orang itu!”“Sekarang Tuan Dylan lagi luka parah. Kalau dia sendirian di luar sana, bagaimana kalau lukanya infeksi lagi. Huhu ….”“Nona Camila, aku tahu kamu orangnya baik. Biarkan aku antar Tuan ke Vila Anggara, ya?”“Kamu jangan salah paham. Aku bukan antar dia ke rumah kamu. Tuan Dylan juga punya vila sendiri di sana.”“Tuan Dylan kasihan sekali. Kalau kamu nggak bersedia untuk mengulurkan bantuan, bagaimana dengan nasibnya?”Camila percaya dengan omongan Dylan. Bagaimanapun, dia adalah anak semata wayang d

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1307

    Dylan sungguh terbengong!“Papa, Kakek, Kakek Buyut, dan kakek-kakek lainnya lagi melihat. Apa kamu serius?”Sikap Kevin sangat tegas. “Bawa dia keluar!”Dylan menjerit, “Kamu mesti pikir dengan saksama. Keluarga Hermanto hanya punya anak semata wayang saja. Apa kamu serius?”“Kamu itu anak durhaka Keluarga Hermanto!”“Para leluhur akan bangkit dari kubur untuk beri pelajaran sama Papa! Mama juga! Kamu itu pembantu tindak kriminal. Nanti nenek dan nenek buyutku pasti akan mencarimu!”Raut wajah Kevin dan Lyana menjadi muram. Suara mereka terdengar lebih besar.“Yang cepat! Segera bawa pergi anak itu, buang sejauh mungkin! Jangan sampai aku melihatnya lagi!”“Kelak tanpa persetujuanku, jangan biarkan dia menginjak Kediaman Keluarga Hermanto lagi!” Sekujur tubuh para pengawal gemetar. Mereka segera mengangkat Dylan dan melemparnya ke luar! Mereka melempar Dylan sejauh mungkin!Pada jam sembilan malam, Dylan berbaring di atas bangku panjang tepi jalan sembari menjaga setumpukan koper. A

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1306

    Sikap Lyana sangat tegas.“Jangan panggil aku Mama! Mulai sekarang, kita sudah putus hubungan! Kapan kamu bawa kekasihmu ke rumah untuk bahas soal pernikahan, kamu baru panggil aku Mama lagi! Nanti kita baru pupuk kembali hubungan kita!”Usai berbicara, Lyana menjerit, “Kenapa malah terbengong? Ayo, cepat.”Para pengawal tidak mengerti sebenarnya apa yang sedang dilakukan Lyana. Hanya saja, mereka juga tidak berani tidak menuruti ucapan Lyana. Mereka terpaksa berjalan ke sisi Dylan. “Maaf, Tuan Dylan. Kami mesti dengar apa kata Nyonya.”“Berhenti!” perintah Kevin.Kevin memang marah, tetapi Dylan adalah satu-satunya penerus Keluarga Hermanto. Sekarang di hadapan para leluhur, Lyana malah ingin mengusir satu-satunya penerus keluarganya. Bukannya dia sedang bikin masalah?Kevin meraih pergelangan tangan Lyana, lalu menariknya keluar. Dia berdiri di halaman, lalu bertanya dengan suara rendah, “Sebenarnya kamu lagi ngapain? Apa yang Camila katakan sama kamu? Kenapa kamu semarah ini?”“Apa

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1305

    Camila segera menjelaskan, “Kami berdua cuma teman saja. Belakangan ini karena masalah Leon, Dylan sudah banyak membantuku. Aku sungguh berterima kasih sama dia. Tadi dia dipukul sama Paman Kevin, kami sangat khawatir sama kondisi dia.”“Kata Pak Caden, Dylan nggak makan makanan pemberian dia dan Bibi. Jadi, dia suruh aku ke sini. Maksud Pak Caden, seharusnya Dylan bakal segan untuk menolak niat baikku. Aku datang dengan bawa anggur merah. Maksudku, aku ingin bujuk dia untuk makan sedikit. Alhasil, kami malah mengobrol, lalu … minum koleksi alkohol Kakek ….”“Kemudian, kamu dan Paman Kevin ke dalam. Aku lihat ada Bu Dahlia dan Bu Keiza juga. Aku takut mereka akan salah paham dan menyebar gosip nggak benar di luar sana, makanya aku memilih untuk bersembunyi.”Ketika melihat Lyana masih ragu dengan omongannya, Camila pun menegaskan, “Aku dan Dylan cuma teman saja. Kami nggak ada hubungan lain.”Pelayan datang dengan membawa mantel. Lyana pun membungkus tubuh Camila. “Emm, kamu nggak usah

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1304

    Camila bertukar pandang dengan orang tua Dylan. Jantungnya berdetak kencang ….Inilah yang dinamakan canggung!Canggung sekali!Camila sudah tidak bisa bersembunyi lagi. Dia hanya ingin menggebuki Dylan saja. Hanya saja, sekarang orang tua Dylan sedang berada di tempat!Jelas sekali Dylan mengkhianati Camila demi melindungi pengawalnya! Tadi Dylan sengaja memberi tahu gosip Edward dan Levon demi mengusir orang tua mereka berdua, guna untuk mengkhianati Camila!Amarah di hati Camila seketika membeludak. Sebelum menuruni ranjang, dia menggertakkan giginya sembari mengentakkan kakinya. Dia diam-diam sedang meluapkan rasa penat di hatinya.Barang yang diletakkan di atas nakas pun ditendang Camila hingga jatuh! Suara keras terdengar. Kemudian, barang itu bergelinding ke kolong ranjang.Dylan tahu apa itu. Kedua matanya spontan terbelalak lebar!Saat ini, kepala Camila masih kliyengan. Dia sama sekali tidak tahu apa yang telah ditendangnya. Dia juga tidak peduli, diam-diam membelalaki Dylan

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1303

    Kevin tidak sepenuhnya percaya. “Siapa yang ambilkan alkohol itu buat kamu?”“Aku sendiri!”“Bohong! Apa kamu masih bisa berdiri! Jujur, siapa orang di luar sana yang ambilkan buat kamu?” Kevin mencurigai pengawal.Dylan tidak ingin pengawal di luar sana terkena hukuman. Dia masih saja bersikeras berkata, “Aku ambil sendiri!”“Kalau begitu, coba kamu ambilkan sebotol lagi sekarang!”“Nggak … nggak ada lagi alkohol di sana.”“Ada lagi di tempat kakek buyutmu! Berdiri! Ambillah!”Dylan masih saja berbohong. “Aku nggak mau berdiri!”Apa Dylan bisa berdiri? Kalau dia berdiri, bukannya keberadaan Camila akan terbongkar?Raut wajah Kevin menjadi muram. “Kamu nggak mau berdiri, ‘kan? Oke! Kamu kira aku nggak punya cara untuk beri pelajaran kepadamu!”“Kalau kamu nggak berdiri, aku akan hukum semua pengawal di luar sana! Aku juga penasaran, kira-kira siapa yang mengabaikan ucapanku!”“Kamu ….” Dylan menggertakkan giginya.Hubungan di dalam Keluarga Hermanto sangat bagus. Majikan sangat sayang

  • Anak Kembar Empat si Presdir Dingin   Bab 1302

    Dylan kesakitan hingga matanya terbelalak lebar. Dia langsung menjerit, “Sakit!”Suasana di dalam aula hening dalam seketika. Amarah di hati Kevin sembari membara lagi.“Sakit kepalamu! Apa aku memukulmu! Kamu masih berjarak beberapa meter dariku! Apa kamu mau fitnah aku? Kalau aku nggak habisi kamu hari ini, aku akan panggil kamu sebagai ayahku!”Tangisan Lyana semakin kencang lagi. “Pukul! Pukul saja! Coba saja kalau kamu pukul dia! Aku akan cerai sama kamu. Huhuhu ….”Dahlia dan Keiza juga segera membujuk, “Kevin, kamu tenangkan dirimu. Sewaktu ayahmu masih hidup dulu, dia paling sayang sama cucunya. Semua alkohol itu memang koleksi kesayangan ayahmu, tapi alkohol itu juga bukan diminum oleh orang luar!”“Iya, dia pasti nggak bakal marah karena alkohol itu dihabiskan cucu kandungnya sendiri.”Namun, amarah di hati Dylan masih belum reda. “Dia masih belum menikah. Dia nggak pantas untuk minum alkohol itu! Semua itu bukan disimpan untuk dia, tapi untuk istrinya!”Semakin gaduh suasana

Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status