Share

Bab 48

Penulis: AiniRhee
last update Terakhir Diperbarui: 2021-07-02 21:15:43

"Era?"

Diana buru-buru mendekati Era yang bersimpuh di sudut ruangan, sudut ruangan ini agak gelap dan pantas saja Diana tidak menemukan Era ketika ia masuk tadi. Di tambah dengan posisi Era yang berada di lantai.

Era mengangkat wajahnya ketika mendengar suara Diana, wajah terkejut terpampang jelas di wajahnya. Era menghapus cepat air matanya, tapi tampaknya ia tidak dapat mengelak pertanyaan Diana mengenai mengapa ia menangis.

"Era, ada apa? Kenapa kau menangis?" tanya Diana. Ia berlutut di hadapan Era memegangi bahu gadis berambut hijau itu dan memandangnya sendu. "Apa ada masalah?" tanya Diana lagi.

Era menggeleng pelan. "Tidak ada, Diana." Era menundukkan kepalanya, matanya masih basah karena air matanya. Meski agak gelap ia yakin Diana melihatnya jelas.

"Tidak, kau ada masalah. Ceritalah padaku, jangan menyimpannya sendiri jika itu membebanimu." Diana mengangkat wajah Era, Era terliha

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

  • Alpha Dedrick (INDONESIA)   Bab 49

    Warrior itu berkata jika Dedrick menunggu di atas, di lantai dua istana ini. Istana ini memang hanya memiliki tiga lantai, tapi bangunannya sangat luas. Diana saja dulu sering tersesat karena lorong yang berbelok-belok. Meski begitu, Diana tidak pernah naik ke lantai atas istana ini. Selain tidak ada urusan dengan lantai atas, Diana juga tidak mau ke sana mengingat di lantai dua istana ini berisi kamar petinggi. Seperti kamar Alpha, Beta, dan juga Gamma."Di mana Alpha?" tanya Diana lagi ketika ia mengikuti warrior yang berjalan beberapa langkah di depannya, warrior itu yang mengantarkan dirinya untuk bertemu Dedrick."Alpha ada di kamarnya, ia meminta ku untuk mengantarkan mu ke sana."Diana membatin, kenapa Dedrick harus memanggilnya ketika ia sedang tidak ingin melihatnya. Diana juga merutuki dirinya yang melakukan hal-hal aneh ketika ia mabuk. "Ah, ya. Baiklah?" Mereka akhirnya tiba di sebuah tangga yang cukup besar dan kokoh, satu persatu anak tangga

    Terakhir Diperbarui : 2021-07-03
  • Alpha Dedrick (INDONESIA)   Bab 50

    Diana terkejut, beberapa hari kemudian setelah kejadian di kamar Dedrick, benar saja sang Alpha kemudian langsung memindahkan Diana ke kamar lantai dua. Bahkan tadi pagi, Dedrick sengaja mengumpulkan semua penghuni istana dan memberikan pengumuman bahwa jika Diana adalah benar belahan jiwanya. Terkejut, tentu saja. Semua pengguna istana terkejut. Apalagi Dedrick tidak memberikan penjelasan panjang dan hanya mengatakan itu.Sikap semua penghuni istana pun langsung berubah, Diana sejujurnya tidak terbiasa dengan para pelayan dan Warrior yang menunduk hormat ketika bertemu dengannya. Diana sedikit risih, tapi ia tidak dapat berbuat banyak."Kamarmu sudah bisa ditempatkan malam ini." Tiba-tiba saja dari arah belakang seseorang berbicara dan menyentuh bahunya, Diana langsung tahu jika yang melakukannya adalah Dedrick. Hanya Dedrick yang memiliki suara serak khas yang entah kenapa sudah sangat terbiasa di pendengarannya.Diana menoleh begitu Dedrick sudah

    Terakhir Diperbarui : 2021-07-05
  • Alpha Dedrick (INDONESIA)   Bab 51

    Diana sudah tenang sejak beberapa saat yang lalu, hanya saja wajahnya masih memerah dan terdapat jejak air mata. Diana mengusap wajahnya, sedikit malu menangis seperti itu di hadapan Dedrick.Dedrick juga begitu, ia memperhatikan Diana. "Diana, aku ... Aku minta maaf pernah memperlakukanmu dengan buruk," ujar Dedrick tiba-tiba. Tak hanya itu, Dedrick juga memegangi bahu Diana membawa Diana agar menatap tepat ke wajahnya. "Tidak salah jika kau mengatakan diriku jahat dan menakutkan setelah apa yang aku lakukan terhadapmu."Diana memberikan senyum tipisnya. "Tidak apa-apa, aku mengerti kenapa kau melakukan itu. Aku adalah manusia, makhluk asing yang datang ke duniamu."Dedrick melepaskan bahu Diana, sebagai gantinya ia menggenggam tangan Diana. "Sekarang kau mau mendengarkan ceritaku?"Diana mengangguk."Aku dibesarkan oleh nenek ku, kedua orang tuaku meninggal ketika aku berusia 7 tahun. Me

    Terakhir Diperbarui : 2021-07-08
  • Alpha Dedrick (INDONESIA)   Bab 52

    Era berjalan beriringan dengan Adam di dalam hutan, sesekali Era menatap Adam. Adam yang mendapatkan tatapan berkali-kali itu tersadar jika Era seperti ingin berbicara sesuatu. "Ada apa, Era?" tanya Adam.Mendapatkan pertanyaan seperti itu, Era tersedak. "O-oh, Beta. B-bukan apa-apa." Era menunduk lagi dan berkutat dengan pikirannya yang ingin mengatakan jika ia menyukai pria yang memiliki mata hitam sekelam malam itu. Masih terselip keraguan di hati Era, takut jika ia mengungkapkan perasaannya nanti mereka akan menjadi jauh.Adam menatap ke depan lagi, menatap batang-batang pohon yang menjulang tinggi. Melindungi mereka dari sinar matahari sore yang sebentar lagi akan tenggelam. "Katakan saja jika ada sesuatu yang mengganjal di hatimu."Era bungkam sejenak, tapi kemudian ia mengangkat wajahnya untuk menatap Adam. Bertanya-tanya dalam hati apakah ia harus mengatakan jika ia menyukai Beta Adam. "Aku hanya takut nanti itu menjadi buruk." Era akhir-akhi

    Terakhir Diperbarui : 2021-07-11
  • Alpha Dedrick (INDONESIA)   Bab 53

    Dedrick mendorong tubuh tidak bernyawa milik seorang Rogue itu ke tanah, sebelumnya Dedrick telah berhasil menghabisi nyawanya dengan menusuk dadanya dan menarik keluar jantung Rogue itu. Kemudian Dedrick mengibaskan tangannya yang berdarah, sekarang empat Rogue itu telah mati."Cih.""Cepatlah, kita harus mengejar Diana segera." Dedrick mengangguk ketika David berkata demikian, kemudian ia berlari. Saat ia berlari perlahan wujudnya berubah menjadi manusia lagi. Cakarnya yang tadinya panjang menjadi pendek lagi, taringnya juga menghilang.Banyak pepohonan yang Dedrick lewati, ia mengikuti aroma Diana yang samar-samar, bercampur dengan aroma rogue. Sudah pasti Diana lewat jalan ini. Masih berlari Dedrick merasakan dadanya berdentum hebat, takut jika sesuatu yang buruk terjadi pada Diana.Darah masih menetes dari rusuk kanan Dedrick yang terluka, ini adalah pertama kalinya bagi Dedrick terluka melaw

    Terakhir Diperbarui : 2021-07-11
  • Alpha Dedrick (INDONESIA)   Bab 54

    Mereka berempat sampai di istana ketika ka hari telah gelap, tidak terlambat juga tapi Dedrick harus segera membawa Diana ke dalam ruang pengobatan. Era yang datang bersama mereka juga sigap masuk dan langsung menyiapkan obat-obatan, sedangkan Adam sendiri pergi ke arah lapangan, sepertinya ia ada urusan dengan beberapa prajurit. Dedrick menurunkan Diana ke atas ranjang, Diana meringis ketika pergelangan kaki kanannya itu menyentuh kasur. Sedikit gerakan ternyata membuat kakinya sangat sakit. "Ah." Diana meringis. "Apakah sangat sakit?" tanya Dedrick, ia menatap Diana yang berbaring di atas ranjang. Tatapan bersalah ia berikan pada Diana. Diana hanya tersenyum kecil, kemudian menarik tangan Dedrick. "Ya, tapi Era akan segera mengobatiku." Diana juga tidak enak hati dengan tatapan bersalah yang ia lihat di mata Dedrick. Tidak lama kemudian Era datang dengan berbagai obat-obatan, juga sebuah kain putih panjang yang akan ia gunakan untuk mengikat kaki Diana. "Permisi, Alpha. Saya akan

    Terakhir Diperbarui : 2021-07-12
  • Alpha Dedrick (INDONESIA)   Bab 55

    Bosan, itulah yang Diana rasakan. Kamarnya yang sekarang berada di lantai atas membuatnya jarang mendengar hiruk-pikuk dan bisingnya suara pelayan. Di sini juga tenang, tapi hal itu sedikit membuat Diana kesepian. Diana menghela nafas lalu memandang ke luar jendela."Sangat membosankan, Dedrick juga tidak mengijinkan aku untuk ke luar kamar." Diana bertopang dagu. Jendela kamarnya yang menghadap ke halaman depannya membuatnya tidak bisa melihat banyak, hanya ada halaman depan dengan penjaga yang sesekali berjalan.Diana kemudian beringsut menjauhi jendela, ranjangnya turut bergoyang karena gerakan yang ia lakukan. Diana sampai di tepi ranjang, kemudian ia menurunkan kaki kirinya terlebih dahulu. "Aku benar-benar bosan di sini, aku harus keluar sebentar. Ini juga masih pagi."Diana kesulitan berjalan, tentu saja karena kakinya patah dan itu baru kemarin. Butuh waktu untuk sembuh seperti yang Era katakan. "Ugh ... Bahkan kak

    Terakhir Diperbarui : 2021-07-12
  • Alpha Dedrick (INDONESIA)   Bab 56

    Dedrick mengernyitkan dahinya seraya menatap sedikit bulu yang di jepit oleh Era sebuah penjepit kecil. "Apa? Bulu itu milik Gamma Collin?" Nada heran itu keluar dari mulut Dedrick, memenuhi aula utama yang hanya ada 3 orang di dalamnya. Dedrick, Era, dan Adam."Benar Alpha. Setelah diteliti, bulu ini memang milik Gamma Collin," ujarnya. Seharian ini Era memang memeriksa ramuan yang ia temukan di hutan tempo hari, alangkah mengejutkan di dalamnya ada bulu serigala milik Gamma Colin. Jadi, Era bergegas untuk menemui Sang Alpha.Adam juga begitu, ia memegang dagunya. "Kenapa bisa ada bulu miliknya? Dari yang kita lihat juga ini masih baru." Adam memperhatikan botol kecil itu. Botol itu terlihat cukup baru, maksudnya agak berbeda dari botol yang ia temukan pada penyerangan dulu."Itulah yang membuat heran. Ketika penyerangan dulu, kita juga menemukan ramuan yang sama. Hanya saja di dalamnya terdapat bulu atau rambut warrior k

    Terakhir Diperbarui : 2021-07-17

Bab terbaru

  • Alpha Dedrick (INDONESIA)   Bab 76 END

    Tidak terasa kandungan Diana semakin membesar, tapi itu juga membuat Diana kesulitan untuk melakukan beberapa hal. Perut Diana sangat besar, hingga Diana khawatir perutnya nakan meledak. Pemikiran konyol memang, tapi itulah yang Diana pikirkan mengingat usia kandungannya."Ugh." Diana bergerak gelisah dalam tidurnya, perutnya yang membuncit itu membuat dirinya kesulitan untuk mencari posisi nyaman untuk tidur. Diana hanya bisa tidur dengan posisi miring yang membuatnya pegal. Diana membuka matanya. "Ya, ampun sekarang aku bahkan lapar."Diana melihat Dedrick yang tertidur di sampingnya, hanya berselang beberapa detik kemudian Dedrick juga membuka matanya. Dedrick turut duduk. "Ada apa Diana? Apakah kau merasa tidak nyaman lagi?" Dedrick mengusap perut Diana yang membuncit itu. Akhir-akhir ini Diana sering mengeluh padanya perihal posisi tidurnya yang tidak nyaman, Dedrick kasihan dengan Diana yang tidak bisa tidur dengan tenang.Diana mengangguk. "Ya, tidak nyam

  • Alpha Dedrick (INDONESIA)   Bab 75

    Diana berdiri gugup di dalam kamarnya, sekarang hanya ia dan Era yang berada di dalam kamar ini. Era baru saja selesai meriasnya. Kini Diana tampak sangat cantik dengan gaun abu-abu dan sebuah mahkota di atas kepalanya. "Aku gugup sekali." Tidak hanya gugup, Diana juga merasa gundah. Takut jika nantinya acara ini tidak berjalan lancar karena bisa saja dirinya melakukan kesalahan.Era yang memahami kegundahan hati Diana mendekati sahabatnya itu, ia menepuk pelan bahu Diana. "Tidak ada yang perlu dicemaskan, ini pasti akan berjalan dengan lancar." Acara ini diadakan pada malam hari, para tamu telah banyak berdatangan. Beberapa penduduk juga ada yang datang dan hal itu membuat Diana semakin gugup."Terima kasih, Era." Diana menghela nafas kemudian membuangnya perlahan, kedua tangannya yang dibalut sarung tangan memegangi dadanya agar rasa cemas dan gugup ini hilang.Era melebarkan senyumnya. Era sendiri juga tidak kalah cantik, ia memakai sebuah gaun hijau hingga E

  • Alpha Dedrick (INDONESIA)   Bab 74

    Memang butuh waktu beberapa hari untuk Diana agar ia bisa lebih tenang dan melupakan kejadian di mana ia diculik, saat itu pula Dedrick selalu berada di samping Diana. Dedrick selalu menjaga Diana dan selalu ada untuk menenangkan Diana dari mimpi buruknya. Itu berhasil, Diana tidak lagi bermimpi buruk di saat ia tertidur. Dedrick sudah seperti obat penenang untuk Diana.Sekarang Diana dan Era tengah bersantai di bawah pohon favoritnya bersama seekor kelinci dipangkuannya. "Benarkah? Adam melamarmu?" Diana terkejut mendengarnya, ternyata hubungan Adam dan Era menginjak jenjang yang lebih serius. Diana baru mendengarnya karena beberapa hari ini ia jarang bertemu dengan Era, Era sibuk. Barulah sekarang kesempatan bagi mereka untuk bersantai.Era mengangguk antusias. "Ya, kami mungkin akan menikah setelah pernikahan mu dengan Alpha. Tidak mungkin bagi kami lebih dulu menikah bukan?" Era menggoda Diana. Pernikahan Diana dan Dedrick akan segera tiba, besok mereka mulai untuk

  • Alpha Dedrick (INDONESIA)   Bab 73

    "Mengingat Calon Luna sudah mengandung anakmu, sebaiknya kita segera melangsungkan pernikahan dan penobatan Diana untuk jadi Luna. Kita tidak bisa menunda lagi."Tengah malam ini mereka mengadakan rapat, dihadiri oleh para tetua dan beberapa petinggi lainnya dari Pack. Dedrick duduk di kursi paling ujung, kursi yang tentunya khusus untuk dirinya yang seorang Alpha.Dedrick mengusap keningnya. "Kenapa kalian sangat terburu-buru, Diana bahkan belum sembuh dari lukanya." Dedrick tidak tahu apa yang para tetua itu pikirkan. Ayolah, mereka baru saja selesai bertarung melawan Rogue yang Diana baru saja kembali dari insiden penculikannya. Ini bahkan belum sehari."Maaf, Alpha, tapi kita harus segera melangsungkan acara itu. Akan lebih baik jika kau menikahinya di saat ia sedang hamil saat ini. Ketika bayi itu lahir statusnya akan lebih jelas jika ia adalah anak dari seorang Alpha dan Luna." Puerto memberikan sarannya. Ini adalah

  • Alpha Dedrick (INDONESIA)   Bab 72

    Diana senang Dedrick mengikuti kemauannya untuk menguburkan Henry dengan layak, meski Henry adalah notabenenya adalah seorang Rogue yang pernah menyerang Diamond Pack. Diana tidak tahu mengapa orang sebaik Henry bergabung dengan Rogue, tapi Diana tidak mau mencari tahu. Biarlah ini menjadikan misteri.Diana yakin pasti ada alasan untuk itu dan Henry tidak ingin mengatakannya.Pemakaman Henry dilakukan di sekitar reruntuhan itu, warrior Dedrick yang menggali tanah untuk itu. Sekarang Henry sudah berada di sana. Diana berjongkok di hadapan makam Henry, ia menutup matanya dan menyatukan kedua telapak tangannya. "Semoga kau tenang di sana." Dalam hati Diana berdoa.Diana menyentuh gundukan tanah itu, mungkin Diana tidak bisa ke sini lagi mengingat ini adalah wilayah bebas. Tidak semua Werewolf bisa berkeliaran di sini karena Rogue. Beberapa dari mereka ada yang berhasil kabur dan pastinya mereka akan tetap ada disekit

  • Alpha Dedrick (INDONESIA)   Bab 71

    Diana perlahan membuka matanya, sejak tadi ia masih sadar tapi rasa sakit yang ia derita tidak bisa membuatnya membuka mata. Ketika abu-abu itu memandang, Diana menemukan Era yang menatapnya. "Diana, kau membuka matamu." "Diana, minumlah ini. Kau kekurangan minum." Era memberikan Diana sebuah air yang Diana yakin itu adalah obat. Warna air itu agak kemerahan. Diana meminumnya hingga tandas, meski rasanya agak pahit tapi Diana tetap meminumnya. "Era, apakah ia baik-baik saja?" tanya Diana merujuk pada janinnya. Tangan Diana menyentuh perutnya yang sudah tidak sesakit tadi. Era menarik sudut bibirnya. "Tidak apa-apa, kau dan bayinya kuat. Hanya pendarahan sedikit, tapi itu sudah diatasi." Era mengeluarkan kain bersih kemudian mengikatkannya pada kepala Diana yang berdarah. Menutup lukanya. Wajah Diana yang tadinya terkena noda darah juga sudah dibersihkan, Era juga yang melakukannya. Diana lega sekali, tapi ia tiba-tiba saja terpikir dengan Dedrick. Diana memperhatikan sekitarnya, ia

  • Alpha Dedrick (INDONESIA)   Bab 70

    Fulton mengumpat ketika mendapati Diana sudah berada di gendongan Dedrick. "Sialan, kejar mereka!" Fulton bangkit kemudian ikut mengejar Dedrick yang membawa Diana lari masuk ke dalam hutan.Di sisi lain Dedrick berlari dengan cepat, Diana yang berada dalam gendongannya meringis sakit. "Umh, sa-sakit." Mata Diana tertutup rapat, tapi keningnya mengkerut. Dedrick semakin khawatir di tambah dengan Rogue yang mengejarnya di belakang."Akh!" Diana kembali menjerit, tapi kaki ini lebih kencang. Diana memeluk erat perutnya yang terasa sakit luar biasa.Dedrick menatap cemas. "Diana.!" Kemudian Dedrick merasakan sesuatu yang hangat membasahi tangan kanannya, tangan yang menahan pinggul Diana agar tetap berada di posisinya. Mata Dedrick semakin terbelalak ketika mencium bau anyir darah dari Diana. "Diana, bertahan lah."Diana mengalami pendarahan.Jantung Dedrick berdegup kencang, ia semakin ketak

  • Alpha Dedrick (INDONESIA)   Bab 69

    Diana tidak tahu ia mau di bawa ke mana, tapi Fulton terus menariknya dengan kasar. Kepala Diana pusing, bahkan pandangannya sudah berkunang-kunang tapi Fulton tidak mempedulikannya. Mereka berdua tiba di sebuah lapangan, Diana melihat ada banyak Rogue di sini.Fulton kembali menyentak kasar Diana agar mengikutinya ke tengah lapangan, para Rogue di sana memberi mereka jalan dan ketika tiba di tengah lapangan itu Fulton mendorong kasar tubuh Diana ke tanah hingga Diana tersungkur."Akh ....""Diana."Diana pikir ia berhalusinasi, ia mendengar suara yang akhir-akhir ini ia rindukan. Dengan hidung yang masih mengeluarkan darah, Diana mengangkat kepalanya. "Dedrick?" Diana melihat Dedrick yang berada di dalam kepungan para Rogue, sama seperti dirinya.Dedrick balas menatap Diana dengan pandangan nanar, Diana-nya menderita. Ini karena ketidakmampuan dirinya menjaga Diana hingga memb

  • Alpha Dedrick (INDONESIA)   Bab 68

    "Sialan! Ternyata begitu?!"Henry dan Diana menoleh ke arah pintu, di sana Fulton berdiri dengan wajah marahnya. Fulton terlihat sangat menakutkan. Kedua tangannya terkepal dan matanya menatap tajam Diana dan Henry bergantian.Henry yang ada di sana segera pasang badan untuk Diana, ia maju dan membuat Diana berada di belakang tubuhnya, bermaksud melindungi Diana. Ia tidak akan membiarkan Fulton menyentuh Dian lagi. "Kau benar-benar brengsek, Fulton.""Henry, kau ingin mati?" Fulton maju.Henry tidak mengindahkan perkataan Fulton, ia menolehkan kepalanya pada Diana yang berada di belakang tubuhnya. "Diana, kau harus segera melarikan diri. Aku akan melawannya." Henry mengatakannya dengan nada pelan, tapi Diana masih bisa mendengarnya."Henry, tapi-""Diana kau harus menyelamatkan diri, aku tidak tahu apa yang akan Fulton lakukan padamu dan janin mu." Henry tidak tahu apakah

DMCA.com Protection Status