Share

34.

Penulis: Zoya Dmitrovka
last update Terakhir Diperbarui: 2024-12-28 07:12:36

"Kamu nekat juga deketin Adikku, Tuan King."

Leonard berjalan mendekati Aldebaran. Dia menepuk-nepuk bahu Aldebaran sambil berjalan mengelilinginya. Sedangkan Ezra berdiri agak jauh dari mereka.

Aldebaran tercengang. Apakah Leonard dan Ezra saling mengenal? Mereka terlihat sangat dekat, seperti sahabat atau bahkan saudara.

"Nyali kamu besar juga, Tuan King," kata Leonard, selanjutnya.

Ezra hanya melihat dengan tatapan miris. Dia mengeluarkan rokok, lalu membakarnya.

"Siapa dia?" Ezra menghisap rokoknya. "Dia tawanan kamu atau salah satu cowok yang naksir Zoya?"

Leonard mendengus dingin. "Cih! Aku nggak sudi punya Ipar dengan latar belakang nggak jelas kayak dia."

Ezra menikmati rokok. Dia mencibir Aldebaran yang semakin terpojok.

Ezra memberikan saran. "Kalo gitu, jangan buang waktu kamu! Lepasin aja dia! Karena dia nggak guna sama sekali."

"Lepasin dia?! Kenapa aku harus lepasin dia?!" Leonard terlihat tidak senang.

"Kenapa?" Ezra balik bertanya. "Aku ngomong gini karena kita ud
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • 2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan    35.

    "Hah?! Apa yang terjadi, Tuan Andriy?"Aldebaran baru tersadar setelah melihat luka di punggung Andriy. Darah di punggung Andriy tidak berhenti mengalir. Aldebaran membawa Andriy ke dalam apartemen dan mendudukinya di atas sofa panjang dengan perlahan. Dengan cekatan, Aldebaran membuka pakaian Andriy satu persatu dan mulai mengobati lukanya. Aldebaran berkata, "Ini luka tusuk senjata tajam. Kamu beruntung lukanya nggak dalam."Hanya butuh waktu 15 menit bagi Aldebaran mengobati luka Andriy. Karena saat di kamp pelatihan militer dulu, dia sudah belajar banyak cara mengobati luka. "Selesai." Aldebaran merapikan beberapa peralatan yang telah dia gunakan. Lalu membersihkan bercak darah yang berceceran di lantai. Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan bagi Aldebaran sekaligus hari yang sangat menguras emosi. Bukan hanya itu, hatinya pun sangat menderita karena selalu gagal bertemu dengan gadis bernama Zoya. "Aku akan lihat Zoya dari kejauhan supaya orang-orang suruhan Leo nggak

    Terakhir Diperbarui : 2024-12-31
  • 2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan    36.

    Aldebaran menatap Pak Tua dalam-dalam. Dia menunggu Pak Tua menyelesaikan bicaranya. Sorot mata Pak Tua tajam. "Aku adalah kaki tangan Tuan Gale dan Tuan Ezra."Lagi-lagi, Aldebaran mendapatkan kejutan. Dia tidak menyangka Gale dan Ezra memiliki banyak orang suruhan di Rusia. Sebenarnya, siapa mereka? Seberapa berkuasanya Gale dan Ezra di negara ini? Lalu, apa hubungan keduanya dengan keluarga Alexander?Aldebaran bertanya, "Siapa nama kamu?" "Anouska." Aldebaran mengerutkan alis. "Bukannya itu nama perempuan Rusia?"Anouska mengangguk. "Ya. Ada kisah sedih di baliknya.""Oke."Anouska bukankah nama asli si pria tua. Lalu, apa maksudnya dia menggunakan nama itu? Namun, Aldebaran tidak tertarik. Dia berbalik dan pergi.Tidak lama, Aldebaran masuk ke sebuah restoran. Ini adalah restoran yang menjual bubur kasha paling terkenal di sepanjang jalan menuju apartemen. "Halo, Tuan!" sapa penjual dengan bahasa Rusia yang sopan. "Berapa banyak bubur yang ingin kamu pesan?""Hanya dua," jawa

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-02
  • 2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan    37.

    "Setelah misi selesai, kamu punya waktu 24 jam untuk keluar dari negara ini. Tim evakuasi akan membantu kamu."Si pria gemuk menjelaskan. Aldebaran mendengarkannya dengan seksama. "Aku tau. Lalu, bagaimana dengan senjata yang akan aku gunakan?" Bagaimana pun juga, Aldebaran harus melihat senjata yang akan digunakannya sebelum melakukan misi."Kamu akan melihatnya saat kita sampai di sana," jawab pria berjas. Aldebaran tidak bertanya lagi. Sebab, dia sudah paham aturan main di dunia sniper bayaran.Akhirnya, mobil yang ditumpangi Aldebaran berhenti di lobi gedung pencakar langit Menara Mercury City. "Ayo, Tuan King!" seru pria berjas. Sedangkan pria gemuk berjalan di belakang mereka.Pria berjas berkata, "Kamu harus habisi target dalam satu kali bidikan.""Jangan khawatir! Aku belum pernah gagal menjalankan misi," sahut Aldebaran, sedikit menyombongkan diri. Pria berjas tersenyum dengan wajah yang datar. "Aku percaya," katanya. "Kamu percaya? Kenapa?" Aldebaran merasa ada yang an

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-03
  • 2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan    38.

    "Apa yang harus aku lakuin sekarang?"Aldebaran sangat terkejut. Ternyata, adik perempuan Leonard adalah Zoya yang selama ini dicarinya. Aldebaran masih tidak menyangka bahwa ternyata selama ini dia sangat dekat dengan Zoya. "Situasi macam apa ini?!" gerutu Aldebaran. "Apa ini termasuk takdir? Kayaknya kali ini aku butuh keberuntungan."Tidak disangka, Zoya yang tidak dikenalnya dengan baik berhasil mengubah prinsip Aldebaran. Semula, dia tidak percaya dengan keberuntungan. Tapi sekarang, dia justru mengharapkan Dewi Fortuna memihaknya.Smartwatch Aldebaran menyala. "Shit!" Dia membuka pesan masuk dari Ezra.Pengirim: Apa yang kamu tunggu?! Cepat bidik Target sekarang!Aldebaran menyesali takdirnya. Seandainya dia bisa memutar kembali waktu. Mungkin saja hal ini tidak terjadi. "Maafin aku, Zoya ...."Dor!Aldebaran melepaskan amunisi ke arah target dalam satu kali bidikan. Alhasil, amunisi itu mengenai kepala Leonard. Detik itu juga, Leonard tersungkur ke aspal.Tapi, tunggu! Apa i

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-04
  • 2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan    39.

    Tap! Tap! Tap!Aldebaran dan Zoya berlari semakin cepat. Sesekali Aldebaran melirik Zoya. 'Dia cantik banget. Pantes aja Leo sangat melindunginya,' pikir Aldebaran. "Tunggu!" Zoya berhenti berlari. Dia memegangi jantungnya dan mencoba mengatur napas. Wajahnya kian memucat. Aldebaran melepaskan tangan Zoya. "Kenapa, Nona?""Siapa kamu? Kok kamu kenal aku? Terus, gimana kamu bisa tau aku dalam bahaya?"Zoya bertanya dengan penasaran. Dia menunggu respon Aldebaran. "Sekarang bukan saat yang tepat untuk bertanya," jawab Aldebaran. "Kamu orang Indonesia, kan? Tapi, aku nggak yakin kamu bukan orang yang jahat." Zoya tetap bersikeras. Dia menjadi ragu-ragu. Kening Zoya berkerut. "Terus, gimana sama Kak Leo?""Aku akan jelasin nanti. Kamu tenang aja! Ada tenaga medis dan pihak kepolisian yang akan mengurus Kakak kamu," jawab Aldebaran, cepat. "Ayo Nona! Kita harus pergi dan bersembunyi!" ajak Aldebaran. Zoya tidak menjawab apa-apa. Dia hanya menatap Aldebaran dalam diam. Saat Aldeb

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-06
  • 2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan    40.

    "Apa?! Jadi, dia menyaksikan Kakaknya tertembak? Kasihan sekali dia! Pantas saja tubuhnya bergetar."Dokter berkata apa adanya. Dokter dan Aldebaran sama-sama menatap Zoya yang terbaring lemah menutup matanya. "Lalu, bagaimana kondisinya?" tanya Aldebaran. Dokter berkata, "Saya sudah memberikan obat penenang. Dia akan tertidur. Saya harap, orang-orang terdekatnya bisa menjaga dia dengan baik.""Terima kasih, Dok," ucap Aldebaran. "Orang tuanya akan datang sebentar lagi. Bisakah Anda menolong saya?""Apa yang bisa saya bantu?" tanya Dokter. "Saya sedang mengejar pesawat yang akan berangkat 2 jam lagi. Tolong jaga Nona ini sampai orang tuanya datang!"Dokter tersenyum. "Jangan khawatir! Suster akan menjaganya."Aldebaran lega. Dia menyerahkan ponsel Zoya kepada dokter, lalu bergegas pergi.Aldebaran keluar dari ruang IGD. Dia berjalan menuju taman rumah sakit. Dia tidak pergi dari sana, tetapi mencari tempat aman untuk memastikan keluarga Alexander datang. "Tempat yang bagus untuk i

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-08
  • 2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan    41.

    "Aku nggak ingat, Pa," sahut Zoya. "Karena saat itu, aku ketakutan."Sultan tidak puas dengan jawaban anaknya. Maka, dia bertanya lagi. "Terus, apa yang dia lakuin sama kamu?"Zoya mencoba mengingat-ingat. "Dia menggandeng tanganku dan ajak aku lari dari sana. Tapi tiba-tiba, aku pingsan. Saat terbangun, aku udah di sini.""Sayang sekali, Zoya," kata Sultan. "Papa akan cari tau laki-laki itu dan mengucapkan terima kasih.""Jangan lupa kasih tau aku, Pa!"Sultan mengangguk. "Apa dia masih muda?""Iya. Kenapa, Pa?" Zoya merasa ayahnya ini sedang merencanakan sesuatu untuk si pria. "Kalo dia masih muda, Papa akan mempekerjakan dia sebagai bodyguard kamu," kata Sultan. "Kamu setuju, nggak? Karena kamu butuh bodyguard, Zoya."Jantung Aldebaran kembali berdebar mendengarnya. Dia ingin tahu respon Zoya. "Nggak tau, Pa," jawab Zoya, ragu. Aldebaran kecewa mendengarnya. Dia akan mencari cara agar bisa berada di dekat Zoya. Dia ingin memastikan keamanan Zoya sekaligus menebus rasa bersalah

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-09
  • 2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan    42.

    "Oh, Leo!" seru Amanda dengan santai. "Kamu tau apa tentang keluargaku, hah?!" Karena tinggi Amanda tidak sepadan dengan Aldebaran, dia berjinjit mengulurkan tangan. Amanda meraih topi Aldebaran. "Hei, jangan lancang!" tegur Aldebaran. Namun, terlambat! Amanda dengan mudahnya melepaskan topi Aldebaran. Sekarang, Amanda sudah mengenali sosok pria yang berdiri di hadapannya. "Aku udah tau, kalo itu kamu." Amanda menunjuk Aldebaran. "Kamu mau ngapain ke sini? Ini apartemen orang-orang kaya." Mata Amanda menatap Aldebaran lekat-lekat. Kemudian, muncul ekspresi yang tidak biasa. "Oh, aku tau. Kamu pasti kerja jadi tukang bersih-bersih di sini, kan?" Aldebaran menghela napas. Dia tidak ingin ambil pusing dengan pernyataan Amanda yang menghinanya. "Sini topiku!" pinta Aldebaran. Amanda mengabaikan Aldebaran. Dia justru semakin mendekatinya. "Kenapa kamu nggak jawab aku?" tanya Amanda. Melihat Aldebaran hanya terdiam, Amanda semakin penasaran dibuatnya. "Kamu ke mana aja?

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-09

Bab terbaru

  • 2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan    62.

    Aldebaran antri dan menyiapkan uang untuk membeli tiket masuk. Karena dia tidak juga membuat kartu member Klub Jenja. Seorang penjaga pintu menyapa Aldebaran. "Hi, Bro! What's up?""Hello! Aku datang kemalaman.""Nggak juga. Hot party baru aja mulai," sahut si penjaga itu."Ok!" Aldebaran memberikan 3 lembar uang ratusan ribu rupiah kepada penjaga pintu masuk. "Seperti biasa, uang kembaliannya ambil aja!""Thank you, Boss! Kamu kan memang enggak butuh uang receh...."Aldebaran tidak membalas ucapan si penjaga pintu. Dia berjalan masuk dengan santai. Nico terkejut melihat Aldebaran yang tiba-tiba datang tanpa mengabarkannya. Dia buru-buru menyimpan ponselnya."Woi!" seru Aldebaran."Eh, si Bos! Katanya nggak jadi ke sini!""Kenapa? Kamu udah tidur sama gadis itu?""Belum, kan aku masih kerja," jawab Nico."Terus di mana dia?" tanya Aldebaran, tidak sabar."Sebentar, Bos. Aku telepon dia sekarang." Nico mengambil ponselnya lagi. Lalu, dia menghubungi seseorang.Aldebaran memutar kep

  • 2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan    61.

    Sultan dan Aldebaran bersitegang. Sultan tidak ingin kalah berdebat dengan Aldebaran. Begitupun sebaliknya. Aldebaran selalu menilai dirinya tinggi. Dia tidak akan menyerah dengan mudah kepada Sultan, meskipun sebenarnya sangat ingin berada didekat Zoya."Apa maksud saya? Saya pikir, kamu cukup pintar untuk mengerti apa."Kali ini, Sultan menatap Aldebaran dengan tatapan memohon."Saya akan tegaskan, bahwa saya nggak minta kerja dengan orang lain. Karena saya menyukai kebebasan."Aldebaran telah menjawab dengan tegas. Dia berusaha menolak tawaran Sultan."Kamu mau ajukan penawaran khusus pada saya? Berapa bayaran yang kamu mau untuk menjaga Zoya?"Aldebaran tersenyum penuh arti. "Maaf, Tuan Sultan. Penghasilan saya saat ini, jauh lebih dari cukup.""Seyakin itukah kamu? Jangan sombong dulu, Anak muda!" Sultan menepuk bahu kiri Aldebaran. "Berapausiamu?""21 tahun," jawab Aldebaran, cepat.Sultan menyebutkan nama seseorang. "Keenan."Aldebaran yang tidak mengerti, langsung bertanya,

  • 2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan    60.

    Jantung Aldebaran terus berdebar kencang. Dia menarik napas dalam-dalam."Jangan takut! Aku cuma mau bantu kamu melepas sabuk pengaman aja," ujar Aldebaran.Setelah selesai membantu Zoya, Aldebaran segera memakai topi dan masker wajahnya lagi. "Huft ...." Zoya bernapas lega. "Maafin pikiran negatif aku!"Aldebaran membuka pintu mobil. Dia segera menggendong Zoya dan membawanya masuk ke kediaman mewah keluarga Alexander."Hei, siapa kamu?" tanya seorang penjaga pintu ketika melihat Aldebaran berjalan mendekati pintu masuk."Bukain pintu!" perintah Zoya pada penjaga. "Eh, Nona Zoya? Kenapa Anda diantar orang asing? Di mana Tuan Ezra?""Nggak usah banyak tanya!" seru Zoya ketus."Maaf, Non," ucap si penjaga pintu.Aldebaran berjalan tanpa menghiraukan penjaga. Hatinya berdecak kagum dengan kemegahan tempat tinggal Zoya."Di mana pintu utamanya?""Di sebelah kiri kamu," jawab Zoya sambil memeluk leher Aldebaran erat."Aku takut nggak bisa keluar lagi dari sini karena tersesat." Aldebara

  • 2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan    59.

    Ezra menghampiri Aldebaran dengan kedua tangan yang mengepal. Tatapan Ezra setajam belati."Bajingan mana yang berani ganggu kesenanganku?!"Sementara Aldebaran yang memiliki jiwa sniper, tidak pernah gentar dengan apapun. Dia segera mengambil ancang-ancang untuk menyerang Ezra.Bukk! Bukk! Beberapa pukulan mengenai wajah Ezra. Pria itu meringis, menahan rasa sakit pada wajahnya. Sesekali Aldebaran melirik Zoya dengan kasihan.Aldebaran berteriak, "Tutup mata kamu, Nona!""Brengsek! Kenapa kamu ikut campur urusanku, hah?!" Ezra yang sejak tadi naik pitam, terus menerus melayangkan pukulan ke arah lawan. Meskipun dia telah berusaha, Aldebaran selalu berhasilmenghindarinya."Saya nggak suka seorang pria menindas wanita!"Ezra tersenyum sinis. "Jangan sok pahlawan!" Ezra berteriak marah. Dia menyerang Aldebaran dengan membabi buta. Karena tidak ingin membuang waktu dan tenaganya, Aldebaran menghantam dada Ezra dan membuatnya tersungkur di lantai dengan tidak berdaya.Aldebaran mena

  • 2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan    58.

    "Shit!" maki Aldebaran ketika pintu tertutup. Dia gagal menerobosnya.Aldebaran berjalan. "Aku harus mencari cara lain supaya bisa masuk ke dalam," ujarnya sambil berpikir. Aldebaran mendengar seseorang berjalan di belakangnya. Dia segera mencari asal suara itu.Aldebaran melihat seorang pria berusia sekitar 40-an awal hendak memasuki lift. Dia tanpa ragu menyapanya. "Permisi, Pak!" Pria itu berbalik, menatap Aldebaran. "Ya, ada apa?""Bisakah saya meminjam atribut Anda?"Pria tampak kebingungan. "Maksudnya? Terus terang aja, saya nggak ngerti maksud kamu," ujar si pria."Saya mau pinjam seragam yang Anda pakai atau kalo perlu saya akan menyewanya. Gimana, Pak?"Dengan penasaran, si pria bertanya, "Seragam lusuh ini? Untuk apa?""Bapak nggak usah tau. Jadi, apa boleh?" "Baiklah, baiklah." Si pria melepaskan seragam yang dipakainya. Yaitu seragam berwarna jingga yang bertuliskan petugas kebersihan.Aldebaran tersenyum tipis dan berkata, "Terima kasih, Pak.""Ini ambilah!" Pria t

  • 2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan    57.

    Aldebaran tidak beranjak dari lantai 20 Four Seasons Hotel. Dia sangat penasaran dengan apa yang akan dilakukan kedua pria tadi."Aku nggak mungkin cuma duduk diam melihat apa yang akan terjadi! Aku harus melakukan sesuatu, tapi apa?"Dengan hati gundah, Aldebaran melangkah menuju basement tempat dia memarkirkan mobilnya. Aldebaran menutup pintu mobil. Dia duduk di kursi kemudi dengan gelisah. Aldebaran sengaja memarkirkan mobilnya di dekat mobil milik keluarga Alexander. Karena dengan begitu, dia akan lebih mudah mengawasi setiap gerak-gerik Zoya.1 jam lamanya, Aldebaran berada di dalam mobil. Dia menjadi sangat tidak sabar. "Apa yang akan dilakukan Ezra pada Zoya? Apa mungkin dia mencintainya?"Aldebaran memijit pelipisnya yang terasa pusing karena memikirkan Zoya dan Ezra."Tapi, siapa pria yang tadi datang sama Ezra? Pria itu terlihat asing karena aku belum pernah lihat dia sebelumnya."Aldebaran mengaktifkan ponsel. Dia mengetik pesan untuk Carla.Aldebaran: Bantu saya awasi d

  • 2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan    56.

    Aldebaran berlari masuk ke toilet wanita. Brak! Aldebaran membuka pintu toilet dengan kasar. Dia mengedarkan pandangan ke segala penjuru toilet. Namun, tidak menemukan siapapun."Anda di mana, Nona?" tanya Aldebaran. "Nona? Anda dengar saya, nggak?""Saya di sini, Tuan. Di toilet paling ujung sebelah kanan," jawab si wanita.Aldebaran bergegas ke sana. Tidak lama, dia melihat Zoya.Zoya tersungkur di lantai sambil mengaduh. Sementara si wanita menyanggah kepala Zoya dengan tangan kirinya agar tidak membentur dinding."Apa yang terjadi?" tanya Aldebaran, tidak sabat."Kamu?" Zoya terkejut saat melihat Aldebaran baginya tidak asing."Saya bantu berdiri," ujar Aldebaran. "Tuan, sepertinya kaki Nona ini terkilir," kata si wanita."Baiklah. Saya akan menggendongnya."Aldebaran melangkah mendekati Zoya dan wanita tadi."Permisi, saya akan membawa Nona ini keluar dari sini," ujar Aldebaran."Ya," jawab si wanita sambil berdiri dengan perlahan."Maaf, siapa nama Anda, Nona?" tanya Aldebara

  • 2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan    55.

    Aldebaran mulai menikmati menu pesanannya sambil sesekali melirik Zoya. Pengunjung yang tidak begitu banyak, jadi memudahkan Aldebaran mendengar semua perbincangan mereka."Zoya, bagaimana dengan baletmu diBolshoi?" tanya Cornelia."Aku berhenti.""Hah? Apa?" teriak keempat wanita serempak."Kenapa, Zoya?" tanya Amanda yang sejak tadi hanya terdiam.Zoya bertanya balik, "Apa peduli kamu, Kak?""Hah? Kamu bilang, apa peduliku?" Kedua mata Amanda membulat sempurna."Benar. Karena selama ini, kamu cuma sibuk sama dunia kamu sendiri!" seru Zoya sambil membenarkan anak rambutnya yang menutupi mata."Tapi, Zoya....""Manda, cukup! Jangan buat kegaduhan di restoran ini!" Dia adalah Natasha. Penampilan Natasha elegan dengan rok hitam bergaris yang panjangnya selutut dan dipadu dengan atasan sabrina berwarna merah muda."Tapi, Kak....""Stop!" seru Natasha lagi. "Kami semua tahu sikap pemberontak kamu di keluarga!"Aldebaran tampak tidak tenang melihat Amanda terpojok seperti itu. "Wanita

  • 2 Billion Dollars: Rahasia Cinta Bodyguard Tampan    54.

    "Bagaimana jika di sini, Tuan?" Carla menunjuk dengan sopan tempat duduk dekat jendela di sisi kirinya."Hmm, nggak masalah," sahut Aldebaran, menyetujuinya.Carla berkata dengan sopan. "Kalau begitu, silakan duduk! Ini buku menunya. Jika sudah siap memesan, silakan panggil saya atau pelayan lainnya, Tuan!""Oke," jawab Aldebaran datar.Setelah Carla pergi, Aldebaran melirik dua meja di barisan depan. "Aku pikir, suasana restoran Italia ini formal, tapi ternyata nggak." Aldebaran menatap empat wanita yang duduk di meja barisan depan. "Homey and cozy banget di sini!" seru Aldebaran sambil terus menatap keempat wanita."Tapi, di mana Zoya?"Kedua mata Aldebaran tidak berhenti mencari-cari Zoya yang sedari tadi tidak terlihat. Aldebaran mengenal keempat wanita yang sedang berbincang sambil sesekali tertawa."Zoya!" Wanita bermata bulat meneriakkan nama Zoya. Dia adalah Cornelia. Cornelia berdiri dan diikuti ketiga wanita lainnya."Hai, Onel!" Zoya memeluk wanita Cornelia. "Gimana

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status