author-banner
Dayu SA
Dayu SA
Author

Novels by Dayu SA

Tawanan Cinta Sang Mafia

Tawanan Cinta Sang Mafia

Emma, seorang gadis muda yang baru saja kehilangan anggota keluarga terakhir yang ia punya, nekad mencari ayahnya yang telah lama pergi ke ibu kota, malah terjebak dalam dunia gelap yang penuh dengan bahaya. Dikhianati oleh wanita yang mengaku mengenal ayahnya, Emma dipaksa untuk hidup di bawah ancaman dan diperlakukan seperti barang. Ketika ia diseret ke sebuah lelang ilegal, hidupnya seakan berada di ambang kehancuran. Namun, segalanya berubah saat seorang pria misterius bertopeng membeli dirinya dengan harga yang jauh lebih tinggi dari yang ditawarkan. Kini, Emma justru dihadapkan dengan teka-teki lainnya. Apakah pria ini seseorang yang akan menyelamatkannya? Atau ancaman lain yang justru akan lebih menyengsarakan hidupnya?
Read
Chapter: Bab 94 - Janji di Bawah Langit Malam [END]
Emma menatap langit malam yang terbentang luas di atasnya. Kilauan bintang-bintang tampak berkelip di antara gelapnya malam, menciptakan pemandangan yang menenangkan. Angin berembus lembut, membelai kulitnya dengan kesejukan yang menenangkan. Ia berdiri di samping Lucas, di sebuah bukit kecil yang menawarkan pemandangan kota dari kejauhan. Tempat ini begitu sunyi, seolah terpisah dari dunia yang penuh hiruk-pikuk di bawah sana. Emma mengerti bahwa Lucas tidak membawa dirinya ke sini tanpa alasan. "Tempat ini..." Emma membuka suara, memecah keheningan di antara mereka. "Kenapa kau membawaku ke sini?" Lucas mengalihkan pandangannya dari hamparan kota dan menatap Emma. "Ini tempat yang sering kudatangi saat aku butuh berpikir," jawabnya pelan. "Di sini, aku bisa merasa bebas. Tidak ada gangguan, tidak ada tekanan, hanya aku dan pikiranku sendiri." Emma mengangguk mengerti. Ia bisa merasakan ketenangan yang sama. Dalam sebulan terakhir, hidup mereka penuh dengan kekacauan. Konflik
Last Updated: 2025-02-21
Chapter: Bab 93 - Masa Depan yang Baru
Matahari baru saja terbit di ufuk timur, menyapu kediaman Lucas dengan cahaya keemasan yang lembut. Setelah malam yang panjang dan penuh ketegangan, pagi ini terasa lebih tenang. Tidak ada lagi ancaman yang membayangi, tidak ada lagi pertarungan yang harus dihadapi. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, Lucas bisa menarik napas lega.Ia berdiri di balkon kamarnya, menatap hamparan taman di bawah sana. Udara pagi yang sejuk menyentuh wajahnya, membawa aroma embun yang menyegarkan. Namun, pikirannya masih terpusat pada satu hal—Emma.Wanita itu telah melalui begitu banyak hal. Ia terluka karena menjadi bagian dari dunianya, dunia yang penuh dengan bahaya dan intrik. Tetapi, meskipun demikian, Emma tidak pernah menunjukkan penyesalan. Ia tetap berada di sisinya, menghadapi semuanya dengan keteguhan hati yang luar biasa.Lucas tahu, ada satu hal yang harus ia lakukan sekarang.Tanpa ragu, ia melangkah keluar dari kamarnya dan menuju ke kamar te
Last Updated: 2025-02-21
Chapter: Bab 92 - Penerimaan Antonio Aldrin
Malam di kediaman Lucas begitu sunyi. Udara dingin menyusup melalui jendela besar di ruang kerjanya, tetapi pria itu tetap duduk tegak di balik meja kayu besar, menatap laporan-laporan yang tersusun rapi di hadapannya. Setelah semua konflik yang ia hadapi, organisasi mulai kembali stabil. Ia telah menyingkirkan Morelli dan Vasquez, membuktikan bahwa ia bukan pemimpin yang bisa diremehkan. Namun, Lucas tahu bahwa masih ada satu orang lagi yang harus ia hadapi—ayahnya.Seakan menjawab pikirannya, ketukan keras terdengar di pintu ruang kerjanya. Lucas tidak terkejut. Ia sudah menduga bahwa cepat atau lambat pria itu akan datang menemuinya."Masuk," katanya, suaranya tetap dingin dan terkendali.Pintu terbuka perlahan, memperlihatkan sosok Antonio Aldrin. Meski usianya sudah semakin tua, auranya masih menekan, menandakan bahwa ia adalah seseorang yang telah lama terbiasa dengan kekuasaan. Namun, malam ini, ada sesuatu yang berbeda pada dirinya. Sorot matanya t
Last Updated: 2025-02-20
Chapter: Bab 91 - Langkah Terakhir
Malam sudah larut, tetapi Lucas masih duduk di ruang kerjanya, menatap peta besar yang terhampar di mejanya. Titik-titik merah menandai lokasi para sisa anak buah Morelli dan Vasquez yang masih berkeliaran. Beberapa di antara mereka sudah melarikan diri ke luar negeri, tetapi sebagian kecil masih bertahan, berusaha mencari perlindungan.Lucas menghela napas panjang. Satu langkah lagi, dan ini semua akan selesai.Pintu ruang kerja terbuka tanpa ketukan. Stefan masuk dengan ekspresi tegas. "Semuanya sudah siap. Anak buah kita sudah berada di posisi masing-masing."Lucas mengangguk, lalu berdiri. "Bagus. Pastikan tidak ada celah bagi mereka untuk melarikan diri.""Kita juga sudah mengamankan jalur komunikasi mereka. Jika mereka mencoba meminta bantuan, pesan itu tidak akan pernah sampai," tambah Stefan.Lucas menyeringai kecil. "Kali ini, aku ingin memastikan mereka tidak punya tempat untuk kembali."Stefan menatapnya sejenak sebelu
Last Updated: 2025-02-20
Chapter: Bab 90 - Langkah Baru
Pagi menjelang dengan tenang di kediaman Lucas. Sinar matahari keemasan menyelinap melalui celah-celah jendela besar, menerangi ruangan dengan kehangatan yang lembut. Suara burung di kejauhan terdengar samar, berpadu dengan desiran angin yang berembus perlahan.Emma membuka matanya perlahan. Rasanya tubuhnya lebih ringan, meski masih ada sedikit nyeri di lengannya yang belum sepenuhnya pulih. Saat ia menggerakkan kepalanya, matanya langsung menemukan sosok Lucas yang masih duduk di sampingnya, menatapnya dengan ekspresi lembut."Kau tidak tidur?" suara Emma serak karena baru bangun.Lucas menggeleng pelan. "Aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja."Emma tersenyum kecil. Ia tahu Lucas masih merasa cemas, tetapi ia juga tahu pria itu tidak akan mengatakannya secara langsung. Jadi, ia hanya meraih tangan Lucas dan menggenggamnya erat. "Aku sudah lebih baik. Kau tidak perlu terus mengkhawatirkanku."Lucas menghela napas, lalu akhirnya i
Last Updated: 2025-02-20
Chapter: Bab 89 - Sisa-Sisa Pengkhianatan
Malam telah larut ketika Lucas duduk di ruang kerjanya, menatap peta besar yang terbentang di atas meja. Wilayah kekuasaan yang sebelumnya dikuasai Morelli dan Vasquez kini sepenuhnya berada di bawah kendalinya. Namun, meskipun kedua orang itu telah ditangkap dan dihabisi, Lucas tahu bahwa masalah tidak berhenti di situ. Stefan berdiri di sampingnya, melaporkan perkembangan terbaru. "Beberapa anggota bawahan Morelli dan Vasquez masih bertahan. Mereka kehilangan pemimpin, tetapi tidak kehilangan ambisi." Lucas menghela napas. "Aku sudah menduga ini. Mereka tidak akan menyerah begitu saja." "Tepat," Stefan mengangguk. "Ada laporan bahwa sebagian dari mereka mencoba membentuk kelompok baru. Mereka masih belum cukup kuat untuk menantang kita secara langsung, tetapi jika dibiarkan, mereka bisa menjadi ancaman dalam beberapa bulan ke depan." Lucas menatap peta di hadapannya. "Siapa pemimpin mereka sekarang?" Stefan
Last Updated: 2025-02-20
Melangkah Pergi dari Suami Tak Tahu Diri

Melangkah Pergi dari Suami Tak Tahu Diri

Ketika hadirmu tak lagi diharapkan. Ketika bahagiamu tak lagi diupayakan. Ketika cintamu tak lagi terbalaskan. Tunggu apa lagi sayang? Putar langkahmu! Ambil langkah seribu! Tunjukkan pada suami tak bergunamu itu, jika di luar sana, masih banyak yang menginginkanmu!
Read
Chapter: Bab 15 - Meyakinkan Diri
Dina duduk di teras belakang rumah orang tuanya, menatap langit sore yang mulai berwarna jingga. Esa tertidur pulas dalam dekapan, tubuh kecilnya bergerak naik turun mengikuti napasnya yang tenang. Semilir angin yang berembus terasa menenangkan, berbeda dengan perasaan yang berkecamuk dalam hatinya.Sudah tiga hari ia di sini. Tiga hari tanpa Raka. Tiga hari tanpa suara bentakan, tanpa rasa was-was akan amarah yang bisa meledak kapan saja.Tapi juga, tiga hari tanpa jawaban.Selama ini, ia selalu berpikir bahwa rumah tangga mereka masih bisa diselamatkan. Bahwa Raka hanyalah sedang terbebani pekerjaan atau tekanan hidup. Ia terus meyakinkan diri bahwa suatu hari nanti, semuanya akan kembali seperti dulu—seperti saat mereka baru menikah, ketika Raka masih peduli padanya, ketika lelaki itu masih bisa tersenyum dan menggenggam tangannya dengan penuh cinta.Namun, semakin Dina mencoba mencari alasan, semakin ia menyadari sesuatu yang mengerikan.Raka tidak pernah benar-benar menghargainya
Last Updated: 2025-03-14
Chapter: Bab 14 - Pertemuan Kembali
Dina tidak menyangka jika ia akan bertemu dengan Reihan secepat ini. Ketika pria itu datang tadi, Dina hanya menyapa dan berbasa-basi sebentar sebelum kemudian membawa Esa ke taman belakang, dengan alasan ingin mencari udara segar. Namun siapa yang menyangka, pria itu ternyata mengikutinya tak lama kemudian. Dina sedang sibuk menimang Esa yang mulai gelisah di pangkuannya ketika suara berat dan familiar itu menyapanya dari belakang. "Dina?" Dina menegang sesaat. Jantungnya berdetak lebih cepat sebelum akhirnya ia menoleh. Berusaha membuat ekspresi wajahnya senormal mungkin. Dan di sanalah dia—Reihan. Pria dari masa lalunya. Lelaki yang dulu begitu akrab dalam hidupnya. Lelaki yang, di masa lalu, mungkin bisa saja menjadi kisah cintanya jika keadaanya sedikit berbeda. Reihan masih terlihat seperti yang terakhir kali ia ingat. Tinggi, gagah, dan masih memiliki sorot mata yang sama—hangat, tetapi terasa begitu dalam. Sudah tiga tahun berlalu sejak terakhir kali mereka bertemu, d
Last Updated: 2025-03-12
Chapter: Bab 13 - Rumah yang Kini Sepi
Pagi itu, suasana di rumah Raka terasa berbeda. Tidak ada suara panci atau wajan yang saling berbenturan. Tidak ada aroma masakan yang senantiasa menyambutnya. Bahkan tak ada lagi suara rengekan bayi yang selama ini seolah menjadi suara wajib untuk menyambut hari. Rumah itu sunyi, terlalu sunyi. Raka melangkah keluar dari kamar tamu dengan santai, mengusap wajahnya yang masih mengantuk. Dia tidur dengan nyenyak semalam, sama sekali tak merasa terbebani atau sekadar memikirkan pertengkarannya dengan Dina. Ia justru merasa cukup rileks karena suasana rumah begitu nyaman tanpa adanya suara rengekan bayi atau ocehan Dina yang sering kali mengganggu paginya. Ia melirik sekilas ke dapur. Kosong. Tidak ada tanda-tanda aktivitas seperti biasanya. Matanya bergerak ke kamar mereka, lalu dengan santai ia berjalan ke sana. Didorongnya pintu yang tak terkunci itu, dan seperti dugaannya, kamar itu kosong. Raka mengerutkan keningnya tak suka. Jadi, Dina memang tidak pulang semalaman? Wanita itu
Last Updated: 2025-03-11
Chapter: Bab 12 - Keluarga yang Sesungguhnya
Pagi datang dengan cepat. Dina membuka matanya perlahan, mendapati Esa masih terlelap di sisinya. Wajah mungil putranya tampak begitu damai, menghapus sebagian rasa lelah yang menumpuk di hatinya. "Mulai hari ini, Kita akan memulai kehidupan yang baru, Nak," bisik Dina, mengecup lembut kening Esa. Ketukan pintu yang lembut memecah keheningan. Pintu kamar terbuka perlahan, menampilkan wajah Celia yang berseri-seri. "Selamat pagi, Sayang. Sudah bangun?" Celia bertanya, suaranya selembut hembusan angin sore. "Sudah, Ma. Terima kasih," jawab Dina seraya merapikan selimut Esa. "Boleh Mama gendong Esa? Mama sudah tidak sabar ingin bermain dengannya," Celia tersenyum penuh harap. Belum sempat Dina menjawab, Darmawan menyusul masuk. Pria paruh baya itu membawa boneka gajah kecil berwarna biru. Senyumnya lebar, seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah. "Mana cucu Papa? Biar Pa
Last Updated: 2025-03-10
Chapter: Bab 11 - Luka yang Menganga
Dina duduk di tepi ranjang, punggungnya bersandar pada sandaran kayu yang dingin. Kamar ini begitu familiar namun terasa asing pada saat yang sama. Semua benda di dalamnya tetap sama, seolah-olah waktu berhenti sejak ia pergi tiga tahun lalu. Poster bunga mawar favoritnya masih terpasang di dinding, boneka beruang besar duduk manis di sudut ruangan, dan meja riasnya tetap tertata rapi, seakan menunggunya kembali.Esa terlelap di sampingnya, wajah mungilnya tampak begitu damai di bawah cahaya lampu tidur yang redup. Dina mengulurkan tangan, jemarinya yang gemetar perlahan membelai pipi lembut bayinya."Maafkan Ibu, Nak," bisiknya nyaris tanpa suara.Tidak ada yang bisa ia tutupi di depan bayi kecilnya. Bahkan dalam keheningan, kata-kata yang tak terucap mengalir begitu deras."Seharusnya Ibu tahu lebih baik. Seharusnya Ibu melindungimu sejak awal..."Esa hanya menggeliat pelan, bibirnya yang mungil bergerak seolah masih menyusu dalam tidurnya. Melihatnya, hati Dina mencelos. Betapa ban
Last Updated: 2025-03-09
Chapter: Bab 10 - Ruang untuk Bernapas
Dina berdiri di depan pintu besar rumah orang tuanya. Udara dingin merayap melalui sela-sela jari kakinya yang hanya terbalut sandal tipis. Tangannya gemetar, bukan hanya karena dingin tetapi juga karena gugup. Di sampingnya, Anggara berdiri dengan tenang, memberikan kekuatan melalui genggaman tangannya yang erat. "Siap?" tanya Anggara lembut. Dina tidak menjawab. Bibirnya terasa kelu, tetapi akhirnya ia mengangguk pelan. Di gendongannya, Esa, putranya yang baru berusia tiga bulan, terlelap dalam balutan selimut hangat. Dina menyesuaikan posisi bayi mungil itu, memastikan wajahnya tetap hangat dan nyaman. Dengan napas yang ditahan, Anggara mengetuk pintu perlahan. Detik berikutnya, daun pintu terbuka lebar, memperlihatkan sosok Celia yang sudah menunggunya. "Dina..." suara Celia terdengar begitu lembut, penuh kerinduan dan kasih sayang. Namun sesaat kemudian ekspresinya berubah sendu ketika mendapati keadaan putrinya. Tampak begitu ringkih dan berantakan. Kehidupan macam apa
Last Updated: 2025-03-09
You may also like
Bukan Nona Pengganti
Bukan Nona Pengganti
Romansa · Vervitta
3.4K views
SUGAR MOMMY KESAYANGAN
SUGAR MOMMY KESAYANGAN
Romansa · Zemira Fortunatus
3.4K views
Fire of Deceit
Fire of Deceit
Romansa · Kaw Rostiarch
3.4K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status