All Chapters of Tuan Pewaris, Jangan Kejar Aku Lagi!: Chapter 11 - Chapter 14

14 Chapters

Bab 11. Undangan untuk Primrose

 Setelah Amber pergi, Primrose baru saja ingin beranjak dari sana ketika suara tawa lembut terdengar hingga ke telinganya. Suara Celine.Primrose tak ingin tahu lebih jauh, tetapi kakinya seolah tercanang di lantai saat mendengar betapa akrabnya Amber dan Celine berbincang.“Wah, kau datang di saat yang tepat, Sayang,” Amber menyambut Celine dengan penuh kehangatan, sesuatu yang tak pernah Primrose dengar dari wanita itu.“Aku kangen mengobrol dengan Ibu,” sahut Celine terdengar ceria, seolah ia adalah menantu yang paling dicintai. “Aku tahu Ibu pasti lelah mengurus banyak hal sendirian, jadi aku datang untuk menemani.”“Oh, kau benar-benar anak yang baik. Tidak sep
last updateLast Updated : 2025-04-01
Read more

Bab 12. Mencari Perhatian?

 Primrose berlutut di depan makam Daisy. Sebuket bunga daisy yang segar ia letakkan tepat di samping nisan.“Selamat ulang tahun, Sayang,” katanya lirih. “Mama kangen kamu, Nak… Mama masih tidak tahu bagaimana menjalani hidup tanpa Daisy di sini.”Hari ini seharusnya menjadi hari yang spesial. Seharusnya ada tawa bahagia Daisy, kue coklat stroberi, tiupan lilin, dan doa yang mereka panjatkan bersama. Tapi kini semua itu tinggal kenangan.Primrose begitu larut dalam kesedihan, tidak menyadari langkah kaki yang mendekat. Barulah saat seseorang ikut berlutut di hadapannya, ia tersentak dan mendongak.Matthias.Pria itu menaruh sebuket bunga daisy di samping bunga yang baru saja diletak
last updateLast Updated : 2025-04-02
Read more

Bab 13. Cemburu? Omong Kosong!

‘Mencari perhatian?’Ucapan Aiden bergaung di benak Primrose, membuat jantungnya seketika berdegup dengan kencang. Sepasang matanya memindai sekitar dengan resah. Kasak-kusuk kembali memenuhi ruangan seperti dengung lebah. “Ya ampun, Tuan Aiden pasti malu sekali.”“Bisa-bisanya Primrose membuat drama di pesta anak orang!”Dada Primrose terasa sesak. Kata-kata Aiden, hinaan di sekitarnya, seperti hantaman keras yang membuatnya kesulitan bernapas.Mengapa justru dia yang disalahkan? Mengapa orang-orang ini seakan membenarkan apa yang dilakukan oleh Aiden dan keluarganya?Primrose merasa sem
last updateLast Updated : 2025-04-02
Read more

Bab 14. Sebuah Penawaran

Hari ini, Primrose duduk sendirian di bangku taman panti asuhan yang dulu menjadi tempatnya tubuh hingga cukup dewasa.Anak-anak tampak bermain dengan riang sambil bersenda gurau. Primrose menatap keceriaan mereka dengan tatapan hampa. Pikirannya melayang jauh ke masa lampau.Dulu, ketika tinggal di sini, ia tidak pernah merasa kesepian. Semua orang di sana sudah seperti keluarga yang selalu menemaninya. Namun, semuanya berubah ketika Tuan Anthon—pemilik yayasan—mendadak memintanya untuk menjadi istri Aiden, cucu tertuanya.“Kenapa saya, Tuan?” tanyanya waktu itu. “Saya hanya seorang yatim piatu yang tidak punya apa-apa. Bagaimana bisa saya menjadi istri dari cucu Tuan Anthon?”Tuan Anthon tersenyum lembut. “Hanya kau y
last updateLast Updated : 2025-04-03
Read more
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status