All Chapters of Diceraikan Dikira Mandul, Menikahi CEO Diratukan: Chapter 11 - Chapter 15

15 Chapters

Tentang Masa Lalu Kalea

Hari yang dinanti Rigel akhirnya tiba, dia dalam perjalanan menuju kesbuah cafe untuk bertemu Clara. Karena dia akan menerima informasi tentang wanita yang tengah dia incar sebagai calon isterinya, tak ada minat lain ke arah wanita selain Kalea. Cinta itu semakin hari semkain besar, dan tak mau menyerah hingga dia mendapatkan yang dia mau."Hai, apakah kalian sudah lama menunggu?" tanya Rigel yang baru saja tiba di sebuah cafe."Tidak, kami baru saja tiba beberapa menit lalu," jawab Leo suami Clara."Pesanlah semua yang kalian mau, untuk jagoan juga." Menyentuh pipi Gio.Mereka lalu pesan beberapa minuman juga makanan, sembari menunggu mereka mengobrol ringan. Belum membicarakan hal yang serius tentang Kalea, mereka menikmati suasana pertemuan yang sudah sangat lama."Bagaimana kabarmu?" tanya Rigel pada Leo."Baik, bagaimana denganmu?" tanya balik Leo."Baik juga."Akhirnya makanan
last updateLast Updated : 2025-03-22
Read more

Ikut Merasakan Lukanya

Rigel segera kembali ke kantor, dia sudah mendapatkan restu dan dukungan dari kedua teman dekat Kalea. Kini dia harus meyakinkan orang tuanya lebih dulu, agar mereka merestui langkahnya untuk mengejar wanita yang dia idamkan sejak dulu. Tapi Rigel baru saja mengetahui jika Kalea pernah menyukainya, sungguh dia bertambah bersalah pada wanita itu. Ternyata jika waktu itu dia mengungkapkan perasaannya mungkin akan terbalas, dan wanita itu akan menikah dengannya, tapi semua sudah terlambat. Bahkan wanita yang dia cintai bukan lagi seperti dulu, dia seperti terlahir kembali dengan watak juga sikap yang berbeda. 'Ternyata dia juga menyukaiku, jika begitu perasaanku tidak bertepuk sebelah tangan. Akan aku perjuangkan dia kembali, dan untuk pria yang sudah menyakiti Kalea. Siap saja dengan kehancuranmu,' batin Rigel. Tatapan matanya mengarah ke Kalea yang ada diruang kerjanya, dimana wanita itu tengah berdiskusi dengan beberapa rek
last updateLast Updated : 2025-03-24
Read more

Mencari Hadiah Untuk Ayah

Jam sudah menunjukkan waktunya pulang kerja, Kalea segera membereskan meja kerjanya serapih mungkin. Setelah pamit dengan teman-temannya, dia segera keluar dari gedung kantor tempatnya bekerja. Segera berjalan tak menuju suatu tempat, ya kesebuah mall. Dia ingin membelikan hadiah untuk seseorang yang begitu berarti dalam hidupnya, yaitu sang Ayah dimana hari ini adalah hari ulang tahun beliau. Mall besar di pusat kota menjadi tujuan utama Kalea, bejalan sendiri baginya sudah biasa. Matanya hanya fokus kearah depan, dimana jalan yang harus dia lewati dan tapaki. "Aku ingin membelikan jam tangan, kali ini waktulebih berarti dengan orang-orang terkasih." Kalea tersenyum samar, dia mengingat tentang Ayahnya. Jika nanti sang Ayah bangun, dia berjanji pada dirinya sendiri untuk membahagiakan orang tuanya. Dan akan selalu berusaha keras untuk kebahagiaan sang Ayah, dimana kini keluarganya hanya tinggal beliau saja. Saat memasuki mall Kalea segera menuju ke toko jam bermerk, walaupun
last updateLast Updated : 2025-03-27
Read more

Ditengah Hujan

Hujan turun begitu lebatnya secara tiba-tiba, padahal cuaca terlihat cerah tadi. Dan tidak ada informasi jika hari ini akan turun hujan, Kalea tidak membawa payung jadi dia harus menunggu. Walaupun sebenarnya memesan taxi lebih mudah, tapi melihat hujan yang disertai angin dia mengurungkan niatnya untuk pulang. Ingin sebenarnya langsung pergi, karena setelah bertemu dengan mantan mertuanya hatinya terasa begitu sakit. Lukanya seperti menganga kembali, padahal luka itu sendiri belum mengering. Rigel berdiri tak jauh dari Kalea, dan memberanikan diri melangkah untuk mendekati Kalea yang berdiri seorang diri. "Bukankan ini sangat dingin, nanti kamu bisa sakit jika terus berada disini." Rigel bicara namun dia terus menatap hujan, sedangkan Kalea menoleh ke arah pria yang kini berdiri disisinya walaupun sedikit berjarak. Namun seakan semesta mendukung pertemuan keduanya, karena tak banyak orang diantara mereka. "Kenapa kamu disini?" Kalea merasa heran kenapa seorang Rigel bera
last updateLast Updated : 2025-03-29
Read more

Merasa Bersalah

Mobil berhenti mendadak, Kalea terkejut dengan Rigel yang mengendarai mobil secara ugal-ugalan. Entah dirasuki apa pria itu tiba-tiba mengerem mobilnya secara mendadak, hampir saja membuat mereka mengalami kecelakaan. "Apa kamu bodoh! Kamu bosan hidup! Jika kamu mau mati jangan mengajak orang lain!" Kalea marah-marah ditengah suasana tegang, sedangkan Rigel masih terdiam menatap kearah depan. Dia sadar jika apa yang dilakukannya salah, tapi bagaimana lagi supaya wanita yang ada disisinya itu mau memberikannya kesempatan. "Aku turun disini saja." Tangan Kalea mulai melepaskan sabuk pengaman yang dia kenakan, lalu hendak membuka pintu namun tangan Rigel menahannya. Kalea menoleh, dia melihat tatapan Rigel yang telah lama dia rindukan, ya tatapan mata yang dulu selalu membuatnya terpesona pada pria tersebut. "Ada apa? Aku ingin turun." "Ma-maafkan aku." Rigel meminta maaf, dia tak ingin membuat Kalea pergi dan menjauh darinya lagi. Mendengar kata maaf dari mulut Rigel entah
last updateLast Updated : 2025-04-02
Read more
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status