Home / Romansa Short Story / Menjaga Jodoh Orang / Chapter 11 - Chapter 20

All Chapters of Menjaga Jodoh Orang: Chapter 11 - Chapter 20

27 Chapters

Bab 11

Terry mengangkat kakinya, berniat mengikuti orang-orang keluar. Vivian segera menarik tangannya, lalu menggeleng dengan mata berkaca-kaca."Terry, jangan pergi. Hari ini adalah hari pernikahan kita, banyak teman dan keluarga yang hadir. Kalau kamu meninggalkanku, aku akan sangat malu."Terry menggenggam tangannya. "Aku cuma pergi sebentar untuk melihat. Candice selalu bersikap tenang, tapi hari ini dia bertindak seperti ini. Aku sangat khawatir.""Lalu gimana denganku? Kamu nggak khawatir padaku? Aku hampir mati!" Usai mengatakan itu, Vivian batuk sangat keras.Terry tidak memandangnya sedetik pun. "Maaf, aku harus pergi lihat."Jika Candice benar-benar menikah dengan orang lain, Terry pasti akan menyesal seumur hidup."Aku akan ikut denganmu!" Vivian turun dari panggung bersama Terry. Orang-orang di bawah panggung merasa bingung, pembawa acara juga terdiam tidak tahu harus berbuat apa.Ini adalah pernikahan yang seharusnya indah, tetapi pengantin pria dan wanita malah pergi bersamaan.
Read more

Bab 12

"Maaf, Paman, Bibi. Aku terlambat."Sebelum Gian sempat menjelaskan, Vivian sudah berteriak kaget, "Pengemis? Candice, kamu yakin ingin menikah dengan pengemis?"Suara Vivian sangat keras sehingga semua orang yang ada di sana mendengarnya dengan jelas.Terry berkata dengan kesal, "Candice, meskipun kamu ingin memprovokasiku, nggak seharusnya kamu membawa seorang pengemis! Kamu pikir ini lucu?"Gian mengerutkan alisnya, menatap diri sendiri sejenak. Tadi dia baru saja mengalami kecelakaan mobil dan menyelamatkan seorang nenek dari bawah mobil. Makanya, dia tampak berantakan. Orang-orang ini malah menganggapnya pengemis, memang agak keterlaluan.Namun, Gian malas untuk menjelaskan. Dia menatap pengantinnya. Tubuhnya ramping, auranya anggun, wajahnya pun tidak perlu diragukan lagi. Hanya saja, entah seperti apa karakternya."Kalaupun dia pengemis, aku tetap akan menikah dengannya hari ini!" Candice tanpa ragu berjalan ke sampingnya dan menggandeng lengan Gian."Terry, kenalin, ini suamiku
Read more

Bab 13

"Kamu juga pernah bilang, cuma akan menikahiku seumur hidup." Candice menatapnya dengan lelah, lalu meneruskan, "Aku juga pernah bersumpah, kalau suatu hari kamu mengecewakanku, aku akan menikah dengan pria lain. Terry, ini adalah janji kita waktu itu, 'kan?"Terry benar-benar ketakutan. Dia akhirnya sadar bahwa Candice tidak bercanda. "Maaf, Candice, maafkan aku. Aku nggak akan menikahi Vivian, aku nggak akan bertemu dengannya lagi. Tolong maafkan aku kali ini, beri aku satu kesempatan lagi ya?""Bawa dia pergi," perintah Gian. Para bawahannya langsung mendekat, mengepung Terry.Karena tidak ingin istrinya takut, Gian berbalik dan menanyakan pendapatnya. "Sayang, gimana menurutmu?"Panggilan sayang langsung membuat wajah Candice memerah. Dia menoleh dan bertemu dengan tatapan pria di sampingnya.Mata yang penuh kasih itu membuatnya tertegun sejenak. Namun, dia segera tersadar kembali. "Hm."Candice mengangguk menyetujui. Dia tidak ingin melihat Terry lagi dan hanya ingin segera mengak
Read more

Bab 14

"Pak, kalau kamu terus membuat keributan, jangan salahkan kami bertindak lancang."Terry tidak mendengarnya. Ayah Candice sampai maju untuk meninjunya."Terry, kamu bisa berhenti nggak? Kamu dan putriku pacaran 5 tahun. Nggak masalah kalau kamu nggak menikahinya, tapi kamu bahkan menipunya. Kamu bilang pernikahan ditunda karena ingin menikahi wanita lain.""Sia-sia putriku begitu baik padamu. Kamu malah terus menipunya. Kalau kamu terus membuat keributan seperti ini, aku bisa membunuhmu!" bentak ayah Candice."Paman, aku nggak akan pergi. Aku mau menikahi Candice. Paman, asalkan kamu setuju, aku akan langsung menikahi Candice hari ini. Aku sumpah akan memperlakukannya dengan baik seumur hidup!" Wajah Terry sampai bengkak karena ditinju, tetapi dia tetap menolak untuk pergi.Ayah Gian bukan orang biasa. Dia memberi isyarat mata, lalu beberapa bawahan maju untuk menghajar Terry. Terry sampai muntah darah, tetapi masih menolak untuk pergi.Saat ini, Vivian berkata, "Candice, kamu membiark
Read more

Bab 15

Dari awal hingga akhir, Gian sama sekali tidak ikut campur. Saat Candice melihatnya lagi, dia sudah mengenakan jas putih yang akan dipakai untuk pernikahan. Wajahnya juga sudah rapi dan bersih.Saat ini, Candice baru benar-benar melihat penampilan calon suaminya, sangat tampan.Gian berdiri di depan Candice. Tubuh tegaknya memancarkan aura yang sangat gagah. Dari pertama kali masuk hingga sekarang, kesan Gian terhadap Candice semakin baik.Apalagi tadi saat foto dipasang di layar besar, tidak bisa dipungkiri, rasanya sangat menyenangkan."Semua orang sudah pergi, apa kita bisa melanjutkan acara kita?" Gian mengulurkan tangannya padanya. Candice mengangguk dan meletakkan tangannya di telapak tangan pria itu.Telapak tangan Gian berbeda dari Terry, lebar, kasar, dipenuhi kapalan. Namun, Candice justru merasa aman digenggamnya."Kamu nggak akan nyesal menikah denganku, 'kan?" Gian melirik wanita di samping. Senyuman di sudut bibirnya sangat menggoda."Tentu saja nggak." Candice menoleh da
Read more

Bab 16

Di belakang Terry, Vivian juga mengejarnya. Wanita itu mengenakan gaun pengantin dan tampak sangat berantakan. "Terry, tunggu aku! Aku nggak bisa lari lagi!"Gian melirik Candice sekilas. "Kamu mau ....""Nggak mau," sela Candice sebelum Gian selesai berbicara.Candice mengalihkan pandangan dengan ekspresi datar. Suaranya dingin saat berujar, "Ayo jalan."Gian tidak ragu dan langsung menginjak gas. Mobil melaju dengan cepat meninggalkan mereka.Terry yang tidak berhasil mengejar hanya bisa terdiam di tempat untuk waktu yang lama.Vivian berlari mendekat, lalu menarik Terry dengan napas terengah-engah. "Terry, Candice sudah menikah. Jangan mengejarnya lagi. Ayo kita kembali, para tamu masih menunggu acara pernikahan kita.""Menikah? Menikah apanya?" Terry tertawa sinis. "Kamu nggak lihat? Candice sudah pergi, dia pergi dengan pria lain.""Benar. Candice pergi, tapi aku masih di sini. Kamu janji akan menikahiku hari ini, 'kan?" Vivian merapikan rambutnya yang berantakan sambil memaksakan
Read more

Bab 17

Setelah kembali ke rumah Gian, Candice mulai mendekorasi ulang kamar Gian. Mulai dari set tempat tidur, sikat gigi, handuk, semuanya diganti satu per satu. Termasuk sandal yang sudah lama dipakai Gian, Candice langsung membuangnya dan menggantinya dengan sandal pasangan berwarna pink dan biru.Sepertinya semua perlengkapan mandi juga diganti dengan model pasangan. Candice sibuk di kamar, sementara Gian hanya diam mengamatinya dari samping.Selama ini, Gian selalu sendirian. Kini, tiba-tiba muncul seorang wanita yang juga istrinya. Perasaan Gian cukup rumit.Saat mendengar ayahnya menelepon untuk menyuruhnya segera kembali menikah, Gian masih ragu-ragu. Lagi pula, dia belum pernah bertemu dengannya. Katanya, wanita itu juga sudah punya pacar. Meskipun sudah berpacaran selama 5 tahun, pria itu malah tidak mau menikahinya.Siapa yang tahu, Candice tiba-tiba setuju untuk menikah dengan Gian? Awalnya Gian menolak. Dia merasa hanya akan menjadi sandera ayahnya jika pulang. Namun, setelah men
Read more

Bab 18

Keduanya tiba di rumah sakit. Terry baru saja keluar dari ruang operasi dan terbaring tidak sadarkan diri.Vivian masih mengenakan gaun pengantin. Dia duduk dengan tatapan kosong di depan tempat tidur Terry.Melihat Candice, Vivian langsung berlari ke arahnya. Kuku tajamnya hampir mencakar wajah Candice. "Kenapa? Kenapa kamu menghancurkan pernikahanku dengan Terry?"Gian segera menghalangi. Vivian pun menangis histeris. "Apa kamu merasa bangga melihat Terry terbaring tak sadarkan diri karena kamu? Kamu senang melihat dia nggak mau menikahiku dan mengejar-ngejarmu?"Candice mengabaikan tangisan Vivian dan mengerutkan alisnya, lalu berjalan ke samping tempat tidur Terry. Wajah Terry tampak sangat pucat, matanya tertutup rapat, seolah-olah dia sudah meninggal."Kalau operasi berhasil, apa dia akan baik-baik saja?""Candice, Candice ...."Terry memanggil nama Candice meskipun matanya tertutup rapat. Ekspresinya penuh rasa sakit. Kedua tangannya terus berusaha dijulurkan, seperti hendak men
Read more

Bab 19

Begitu melihat Gian, wajah Terry langsung berubah menjadi suram. "Gian, ngapain kamu kemari?""Kamu nggak bisa lihat?" Gian menyilangkan kedua tangan di dada dan menatap pria di depannya dengan tatapan dingin."Kamu Terry, 'kan? Candice menolak semua lamaran dari Keluarga Jaufar karena kamu?""Candice menolak lamaran Keluarga Jaufar demi aku?"Rasa bersalah Terry semakin dalam. Dia selalu berpikir bahwa selama bertahun-tahun ini, tidak ada pria lain yang mendekati Candice. Dia mengira bahwa selain dirinya, tidak ada yang ingin menikahi Candice.Namun, dia tidak pernah menyadari bahwa Candice punya perjanjian pernikahan, bahkan pria itu lebih unggul darinya, yaitu seorang perwira militer.Saat ini, Terry baru sadar betapa besarnya kesalahan yang telah dia buat. Jika diberi kesempatan lagi, dia pasti tidak akan pernah setuju untuk menikahi Vivian."Sudahlah, karena kamu sudah sadar, aku dan istriku akan pulang untuk istirahat."Gian malas berbicara lebih banyak. Setelah melihat Candice k
Read more

Bab 20

Setelah Candice pergi, Terry merasa hidupnya lebih buruk daripada kematian. Dia berusaha untuk turun dari tempat tidur, tetapi suster mencegahnya."Pak Terry, kamu belum sembuh. Sebaiknya tetap berbaring di tempat tidur.""Aku harus mencari Candice, aku harus mencari dia. Jangan hentikan aku!""Maksudmu gadis yang menemanimu semalam? Dia sudah pergi bersama suaminya, naik mobil."Kata-kata perawat itu membuat Terry sedikit tersadar. Suami? Suaminya? Candice sudah menikah, dia benar-benar menikah. Dia menikah dengan pria lain!Tidak, selama mereka belum mengambil akta nikah, mereka belum benar-benar menikah! Terry lantas membantah, "Dia bukan suaminya, aku suami Candice! Aku!"Emosinya sangat membara, membuat perawat tidak bisa berbuat banyak. Saat ini, Vivian masuk dengan terburu-buru. "Terry, aku hamil!"Seolah-olah tersambar petir, Terry mematung di tempat tidur. Dia menatap Vivian dengan tidak percaya, "Kamu bilang apa?""Aku hamil, aku hamil anak kita!" Vivian memeluk Terry dengan
Read more
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status