Home / Romansa / Istri Kesayangan Tuan Muda / Chapter 141 - Chapter 150

All Chapters of Istri Kesayangan Tuan Muda: Chapter 141 - Chapter 150

269 Chapters

Tiga Pria?

"Hargailah jerih payahku untuk mengundang kalian makan malam. Apa kamu akan bertindak tidak sopan dengan meninggalkan aku sendiri? Please Ken, ini malam terakhirku di Amsterdam, besok aku akan ke rumah orang tuaku di Den Haag, Setidaknya ini lah tanda terima kasihmu karena aku sudah membantumu kemarin." 'Nancy benar. Wanita itu sudah membantuku hingga mengajukan cuti selama dua minggu, akan tidak sopan jadinya kalau aku meninggalkannya di jamuan makan malamnya seorang diri.' Keanu mendesah napas pelan, lalu kembali duduk, "Maafkan Lia," "Ya, aku sudah memaafkannya sebelum kamu memintanya, Ken. Aku memakluminya karena biasanya Cornelia tidak pernah bersikap seperti itu, saat ini mungkin karena pengaruh hormonnya." Percakapan mereka terhenti saat pramusaji datang membawa satu persatu pesanan mereka. Keanu menatap makanan itu tanpa ada selera sedikitpun untuk memakannya. Pikirannya dipenuhi oleh Cornelia, ia ber
last updateLast Updated : 2025-02-28
Read more

Tinggalkan Saja Pria Itu!

"Siapa yang bilang aku mengencani Nickholas? Dan siapa pria lain itu?" tanya Cornelia. Ia awalnya tidak mau menanyakannya, ia berniat membiarkan Keanu dengan pikiran-pikiran buruknya, tapi ia juga penasaran dengan siapa pria yang satu lagi. "Food truck!" jawab Keanu, dan matanya kembali berkilat marah saat melihat perubahan di wajah Cornelia, "Cih, sepertinya kamu sudah mengingatnya sekarang? Jadi katakan padaku, siapa di antara kedua pria sialan itu yang menjadi daddy dari anakmu itu?" "Lepaskan aku," pinta Cornelia pelan, Ia tidak lagi berontak. "Kenapa? Kamu malu, hah? Kamu pikir aku tidak akan mengetahuinya?" "Lepaskan aku, Ken!" seru Cornelia lagi, tapi Keanu masih tetap bergeming. Alih-alih melepaskan Cornelia, Keanu malah mendekatkan wajahnya ke Cornelia, dan berusaha mencium bibirnya. Cornelia terus menghindar hingga akhirnya kesabarannya habis, "Minggir berengsek!" gera
last updateLast Updated : 2025-02-28
Read more

Kamu Pendarahan?

Pada akhirnya dengan berat hati, Elrick mengizinkan Aliana untuk tidur di kamar Cornelia. Kini kedua wanita itu sedang bercengkrama di balkon kamar, yang menghadap langsung ke arah Dam Square, alun-alun paling terkenal di Amsterdam. Alun-alun yang menjadi jantung kota ini, tempat berkumpulnya warga Amsterdam untuk pertunjukan pentas seni, bahkan untuk demonstrasi. Ada banyak kafe, bar, restoran, dan pusat belanja modern yang mengelilingi alun-alun itu. Membuat alun-alun kota ini tidak pernah sepi dari pengujung, baik warga lokal maupun turis mancanegara.Tapi dengan keramaian alun-alun itu, bahkan saat malam seperti saat ini, tidak mampu mengalihkan Cornelia dari masalahnya bersama Keanu. Ia menghela mendesah pelan sebelum bertanya. "Apa Keanu memang seperti itu, Na? Mudah diprovokasi? Mudah mengambil kesimpulan sendiri tanpa bertanya dan menyelidikinya terlebih dahulu?""Tidak, Keanu bukan orang seperti itu," jawab Aliana."Please, juj
last updateLast Updated : 2025-03-01
Read more

Lia Membutuhkanmu

Melihat Aliana yang sudah mulai kesal, Cornelia menyeringai lebar, ia baru akan membalas Aliana ketika merasakan sesuatu di pangkal pah*nya. Ia langsung menyelipkan jemarinya dari bawah roknya untuk menyentuh p*hanya itu, seketika kedua matanya terbelalak lebar saat melihat darah di ujung jemarinya itu."Ya Tuhan, Lia!Kamu pendarahan?" pekik Aliana sambil berdiri dari kursinya dengan panik."Pendarahan? Bagaimana dengan anakku?" tanya Cornelia tidak kalah paniknya dengan Aliana."Kita ke rumah sakit sekarang!" seru Aliana sambil merangkul Cornelia dan memapahnya keluar kamar."Rick! Cepat ke sini, Rick!" teriak Aliana sesampainya mereka di luar kamar Cornelia.Tidak membutuhkan waktu lama, Elrick sudah keluar dari kamar dan langsung bergegas menghampiri mereka, "Kenapa, Lia?" tanyanya. Cornelia tidak menjawab, wanita itu terlihat syok dengan wajahnya yang memucat."Dia pendarahan, Ric,." jawab Aliana.Tanpa me
last updateLast Updated : 2025-03-01
Read more

Pergi Kamu!

Tapi Cornelia tidak bergeming juga, membuat ketakutan Keanu semakin meningkat. Ia meletakkan tangan kanannya di atas perut Cornelia, ingin merasakan masih adakah kehidupan di dalamnya?Yang tidak Keanu sadari, saat tatapannya beralih dari wajah Cornelia ke perutnya, wanita itu membuka kedua matanya,"Kamu pasti senang kalau sudah tidak ada lagi kehidupan di dalam perutku?" tebak Cornelia sambil menitikkan air matanya.Seketika itu juga Keanu kembali mengalihkan perhatiannya ke Cornelia, "Apa bayi kita ... Apa dia?" ia tidak sanggup melanjutkan lagi pertanyaannya.Hatinya terasa hancur saat membayangkan Cornelia mengalami keguguran, dan lebih hancur lagi saat melihat raut kesedihan di wajah cantik Cornelia, terutama saat wanita itu menepis tangannya dari atas perutnya."Dia bukan anakmu! Pergi kamu! Untuk apa kamu datang ke sini? Kamu hanya membuat kebencianku padamu semakin bertambah!" usir Cornelia.Keanu kembali meraih tangan
last updateLast Updated : 2025-03-02
Read more

Memberi Pelajaran Pada Pria Itu

Berbagai macam kemungkinan menari-nari di benaknya, laksana potongan-potongan puzle. Dan ketika Cornelia sudah berhasil menyatukan semuanya, ia langsung menggeram kesal."Ada apa?" tanya Aliana."Sepertinya aku sudah tahu siapa dalang di balik semua ini!" jawabnya.Ia tidak menyangka sahabatnya sendiri yang telah menikamnya dari belakang."Siapa?""Nancy, aku rasa yang menghubungi pihak berwajib untuk menjebak Nick juga atas suruhan dia," lanjut Cornelia masih terlihat kesal."Menjebak Nick? Apa maksudnya Lia?" Cornelia mengibas tangannya, "Sudahlah, itu sudah lewat. Yang terpenting sekarang aku sudah mengetahui kebusukannya. Aku akan lebih berhati-hati lagi dengannya."Aliana menghela napas panjang sebelum bertanya, "Baiklah kalau kamu tidak mau mengatakannya, sekarang bagaimana dengan Keanu? Sampai kapan kamu mau merahasiakan tentang anak kalian padanya?""Sampai aku mau memaafkannya.""Li
last updateLast Updated : 2025-03-02
Read more

Aliana Ngidam

"Rick, bangun honey!" seru Aliana sambil mengguncang bahu Elrick."Hmmm ... " gumam Elrick, ia membuka sebelah matanya yang masih terasa berat, karena ia baru tidur selama dua jam hingga masih mengantuk.Aliana mendesah kesal saat Elrick kembali memejamkan matanya lagi, dan Aliana mengguncang bahu suaminya lagi."Rick ... Bangun!" serunya."Hmmm ..." hanya itu yang keluar dari tenggorokan Elrick, pria itu masih saja tidak mau membuka kedua matanya."Bangun! Atau jangan menyentuhku selama satu bulan penuh!!" ancam Aliana dengan nada kesal.Sontak Elrick langsung terduduk meski dengan kedua mata yang masih saja terpejam, "Ada apa My luv? Aku masih ngantuk," tanyanya."Aku lapar," jawab Aliana sambil menyeringai lebar.Perlahan Elrick membuka kedua matanya, cahaya terang lampu kamar membuat keduanya menyipit, dan ia memaksakan diri untuk melirik jam di dinding,"Astaga, My luv ... Baru jam dua pagi dan kamu sudah lapar?" tanya Elrick sambil menguap lebar.Aliana tersenyum lembut, lalu
last updateLast Updated : 2025-03-03
Read more

Maaf

Matahari sudah memancarkan sinarnya ketika Aliana dan Elrick sampai di rumah Granny. Granny yang sedang merawat kebunnya terlihat sumringah ketika melihat kedatangan cucu dan cucu menantunya itu."Kenapa tidak bilang terlebih dahulu kalau mau ke sini? Biar Granny siapkan makanan yang lezat untuk kalian," tanya granny."Bagaimana kami mau memberi kabar Granny, kalau Ngidamnya Aliana ini datangnya tanpa diduga," jawab Elrick lalu memeluk dan mencium pipi grannynya."Kamu ngidam apa, Ana?" tanya granny sambil merentangkan tangannya, dan Aliana langsung memeluknya."Aku mau makan ikan Haring buatan Granny," jawab Aliana.Granny menjauhkan sedikit badannya untuk melihat Aliana, "Bukannya kamu mual dengan bau amis dari ikan Haring, Sayang?" "Tidak lagi, Granny. Justru saat ini aku sangat menginginkannya. Tadi Elrick sudah membeli ikan Haring dari salah satu Food Truck di Amsterdam, tapi aku tidak berselera memakannya. Dan tiba-tiba s
last updateLast Updated : 2025-03-03
Read more

Tidak Ada Tempat Untukku di Sini

Cornelia menatap penuh jemari ners yang dengan hati-hati melepas jarum infus dari punggung tangan kirinya. Siang ini Cornelia sudah di perbolehkan pulang, jadi infus itu sudah bisa di lepas."Terima kasih, Ners!" ucap Cornelia ketika ners itu selesai memasang plester untuk menutup luka bekas jarum infus itu."Sama-sama. Tetap jaga kesehatan untuk anda dan juga kandungan anda," sahut ners itu sambil tersenyum, sebelum kembali melangkah keluar dari kamar.Sambil menunggu Aliana dan Elrick datang untuk menjemputnya, Cornelia sedang asik memperhatikan punggung tangannya bekas jarum infus tadi berada, ketika pintu kembali mengayun terbuka, dan Keanu masuk tanpa mengetuknya terlebih dahulu."Kenapa kamu masih mendatangiku juga? Sudah berkali-kali aku bilang, aku tidak mau melihat wajahmu lagi!" geram Cornelia sambil menatap tajam Keanu."Seperti yang aku bilang kemarin, Lia. Mau berapa kali pun kamu mengusirku, aku tidak akan pernah berhenti menemuimu. Aku akan tetap datang lagi dan lagi!"
last updateLast Updated : 2025-03-04
Read more

Komitmen

Untuk kali terakhir Keanu mengarahkan pandangannya lagi ke arah Cornelia, yang langsung memalingkan wajah darinya, sebelum akhirnya Keanu kembali menatap Aliana,"Ada yang ingin kamu sampaikan untuk Tante Sonya dan Om Alex?" tanyanya."Tidak, Ken. Minggu depan aku dan Elrick juga akan kembali ke Jakarta. Apa kamu tidak ingin kembali bersama dengan kami saja?" Keanu menggelengkan kepalanya, "Tidak ada tempat lagi untukku di sini, jadi untuk apa membuang waktuku secara percuma. Aku juga memiliki pekerjaan yang menumpuk di Jakarta. Aku permisi dulu," ujarnya sebelum melangkah keluar dari ruangan itu.Setelah Keanu menutup kembali pintu itu, Cornelia baru mengizinkan air matanya keluar, hingga ia nangis sesengukan. Aliana bergegas menghampiri adi iparnya itu dan duduk di sebelahnya."Kenapa kamu membiarkannya pergi, kalau kamu masih mencintainya, Lia?" tanya Aliana sambil memeluk Cornelia.Ia membiarkan Cornelia nangis sepuasnya di
last updateLast Updated : 2025-03-04
Read more
PREV
1
...
1314151617
...
27
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status