Home / Romansa / Pembalasan Istri Kumal / Chapter 261 - Chapter 270

All Chapters of Pembalasan Istri Kumal: Chapter 261 - Chapter 270

296 Chapters

Dirumah Yulia

Sementara di rumah Amran masih diam dan berjalan perlahan ke ruang depan, beberapa kali dirinya menatap keluar namun urung untuk melangkah maju."Ayo!" Sari menarik tangan Amran ke depan, dan kini lelaki itu berdiri di depan Sri dan Satria."Selamat siang." Ucapan Amran terdengar lirih.Sri dan Satria menatap Amran dengan wajah dingin, bahkan dari pandangan pertama mereka bisa tau seperti apa Amran itu. beberapa kali Amran menggaruk sendiri tengkukny yang tak gatal, membuat Satria melihat ada yang tak benar daru cara lelaki ini bersikap."Selamat siang, perkenalkan saya Iyan dan inu istri saya Meilin." Satria berdiri memperkenalkan diri."Saya Amran." Ucap Amran dengan wajah gugupnya, dia selalu gemetar setiap kali bertemu orang yang sangat kaya raya."Kamu siapa?" Tanya Sri saat melihat Amran berdiri di hadapannya, dia bukan tak mendengar saat Amran memperkenalkan diri, namun sepertinya dia ingin mendengar lagi lelaki itu bicara."Amran, saya Amran.""Dia lelaki di foto itu." Ucao Yu
last updateLast Updated : 2023-05-28
Read more

Wajah baru

"Katakan siapa yang kau pilih!" Suara Aini bergema di ruang kosong yang hanya terisi dirinya dan Wanita cantik dengan rambut tergerai."Apa maksudnya?""Mas Arka atau bayimu!" Ucap Aini lagi, senyumnya memancarkan rasa tak terima dengan keadaan yang ada."Apa maksudnya mas Arka atau bayi kami?"prak! Tamparan kerasa terdengar, Lusi tersungkur dengan wajah merah. Aini mendekat dengan wajah kesal, matanya nyalang menatap jijik pada wanita di hadapannya itu."Jangan kira aku akan membiarkan kamu menjadi benalu falam kehidupanku dan mas Arka, jika bayi itu lahir maka ku pastikan kau pun harus merelakannya pergi."Lusi mendekap perutnya yang belum terlalu besar, dia menatap lekat wajah Aini seolah meminta penggampunan, berulang kali tubuhnya mendapat siksaan, namun bukan itu yang dia takutkan, baginya keselamatan bayinya lebib pernting sekarang."Aku akan pergi dari hidup kalian." Ucapnya lirih, meski kalimat itu bagai cemeti mencambuk hatinya yang terkoyak lara, Lusi lebih ikhlad melepask
last updateLast Updated : 2023-05-29
Read more

Tingkah wanita simpanan

Lusi tak pernah pulang, wanita bernama asli Yayuk itu nampaknya menikmati kehidupan barunya menjadi wanita panggilan. Bukankah begitu caranya menjalani hidup selama ini, dia menerim tawaran menjadi Lusi hanya karena nama itu mungkin bisa merubah hidupnya yang kelam."Kau akan kembali ke kantor?" Lusi palsu baru saja selesai melayani tamu, dia bertanya pada lelaki yang baru saja melalui malam panjang dengannya di hotel melati dekat tempatnya bekerja."Ya, aku harus kembali ke proyek, katakan, apakah aku bisa bertemu denganmu lagi?""Tentu saja, kapanpun kamu mau." Ucap Lusi lagi dan kini mendaratkan ciuman di bibir lelaki itu."Kau selalu bisa membuat aku suka Lusia." Ucap Lelaki itu dengan wajah puasnya"Benarkah, jika begitu beri aku bonus tuan Rio."Lelaki itu tertawa dan memberikan Lusi beberapa lembar uang. "Bonusmu!" Ucapnya lalu kembali memakai baju yang belum semia terkancing rapi."Terimakasih tuan!" Ucap Lusi dan berjalan sempoyongan ke luar kamar.Setelahnya menerima bayaran
last updateLast Updated : 2023-05-29
Read more

Hilangnya Aini

Hari ini Sri bangun dengan terkejut, kabar Aini kabur dari rumah sakit membuat dirinya merasa cemas sekarang, bahkan sejak beberapa hari lalu dia tak membiarkan Mutia sendirian, meski Aini tak tau dimana rumah mereka, Sri tau wanita itu bisa saja melakukan hal buruk.s"Jadi bagaimana, apakah Aini sudah di temukan?" Tanya Sri cemas, dia tak tau bagaimana harus bersikap sekarang."Belum, sejauh inu kami masih teruss berusaha mencari. Tapi wanita ini sangat licik nyonya, kita semua tau Aini adalah wanita yang benar-benar penuh siasat."Sei meremas kesal tangannya sendiri. "Harusnya aku tak membiarkan wanita seperti ini hidup!" Ucapnya menyesalu mengapa tak dia selesaikan saja hidup Aini sejak awal, kebaikannya ternyata mungkin membawanya pada masalah lagi."Kita akan segera menemukan wanita ini nyonya, saya berjanji." Arman memberi hormat, lalu keluar ruangan Sri setelah merasa tak ada lagi yang akan dia sampaikan.Sri berjalan gusar masuk kembali ke kamar Mutia, gadis itu duduk di dekat
last updateLast Updated : 2023-05-30
Read more

Pasangan murahan

Fandi memarkirkan mobilnya di halaman rumah Haryati, setelahnya dia keluar bersama Aini yang terlihat sangat berantakan. Rumah itu kosong setelah kepergian Haryati, jadilah Fandi memutuskan kembali saja kerumah itu. Halaman rumah nampak sangat kotor, bahkan beberspa ranting pohon jatuh berserakan, entah sejak berapa lama Fandi tak datang ke rumah orang tuanya."Apa tak ada orang?" Tanya Aini, dia juga memperhatikan lampu rumah yang tak menyala meski hari mulai gelap."Tak ada, rumah ini kosong sekarang.""Kosong? kemana ibumu?""Meninggal."Aini menutuo mulutnya sendiri karena terkejut " Bagaimana bisa, dia sakit?""Nanti saja ceritanya, kamu mau mandi dulu?" Tanya Fandi pada Aini, dia melihat wanita itu tak lagi menarik sekarang."Ya, apa ada baju ganti?""Akan aku carikan, mungkin ada baju Fani di rumah ini." Ucap Fandi, dia yakin Fanu meninggalkan beberspa bajunya di sini, sejsk dulu adikny selalu malad membawa banyak baju saat ke rumah ibunya, jadi memilih meninggalkan beberapa ba
last updateLast Updated : 2023-05-30
Read more

Informasi baru

Arman datang setengah berlari, informasi yang dia dapatkan sudah di tunggu Sri sejak lama, harusnya dia mendapatkan informasi itu beberaoa waktu lalu, namun entah kenao itu semua bisa luput dari dirinya."Dimana nyonya?" Tanya Arman saat melihat ruang kerja Sri kosong."Di kamar Mutia, ada apa tuan Arman?" Yunita bertanya dengan terkejut, pembantu rumah itu juga dekat dengab keluar Sri."Aku ada informasi penting, aku ke atas dulu." Ucap Amran tal ingin memberi tau orang lain lebih dulu.Dengan tak sabar Arman mengetuk pintu kamar Mutia dan tak berapa lama kemudian Sri keluar perlahan."Ada apa man, kenapa begitu cemas?"*Ada kabar nyony, tentang wanita bernama Lusi."Sri tersenyum kecut. "Lusi yang mana, ada dua Luso sekarang." Arman menunduk, dia tau Sri sedang menyindir informasi yang dia berikan sebelum nya. "Maaf nyonya, tapi kali ini saya yakin ini benar."Sri kembali melihat ke arah Mutia, gadis itu masih sibuk dengan kanvas lukisnya."Sayang, mama harus ke ruang keej sebenta
last updateLast Updated : 2023-05-31
Read more

Penipu yang tertipu

Hari ini Fani menemui suaminya, dia ingin bercerita tentang apa yang sudah dia dapatkan. Menanti di ruang tunggu, Danu datang dengan baju tahanan dan tangan terborgol ke depan."Kau datang?" Danu bicara dengan dingin, lama Fani tak menemui suaminya itu, bahkan beberapa kali jadwal telepon dari Danu tak pernah dia terima."Halo mas, kenapa dingin begitu?" Fani tersenyum, tak merasa bersalah pada Danu."Kenapa? kau kira aku marah karena apa?"Fani Merasa Danu sedang menyindirnya."Aku minta maaf mas, tapi aku juga berjuang sendiri agar bisa hidup. Salah siapa kamu di penjara." Fani mulai merajuk juga."Ya, semua memang salahku, bahkan aku mencuri untukmu juga jadi salahku sendiri!" Ucap Danu kesal.Fani tersenyum mendengar raju777y77y766766y6666y6yyy666y6666yy6yy6y6y6yyyyyyyyyyyyy6y6y6y66yy6yyyt6yy66yyy7y6y666y6y666y6666yyy66g66666tt6tyttt666tyyg6ty6t6tggyyyhgkan suaminy, dia lalu mendekat ke arah kaca dan berbisik pada Danu. "Jangan marah, aku punya sesuatu untukmu." Ucapnya dengan sen
last updateLast Updated : 2023-05-31
Read more

Pertengkaran di taman.

Berjalan gontai setelah menyadari hasil menipunya ternyata juga di tipu orang, sudah terbayang dia akan hidup enak, nyatanya investasi yang dia impikan hanyalah tipuan."Bagaimana sekarang!" Fani lemas tak berdaya, dia duduk bersandar pada akar pohon beringin di taman tepi jalan.Menyaksikan orang lalu lalang dengan santai nya seolah tak memiliki beban seberat dirinya sekarang."Kemana lagi aku harus mencari orang itu!" Ucap Fani kesal, dia ingin sekali meluapkan amarahnya, tapu pada siapa, bahkan dirinya sendiri sekarang adalah penipu juga."Kenapa mereka tak ada otak!" Ucapnya kesal sekali.Fani merenungi apa yang terjadi, perhiasan dan uang yang ia dapat dari rumah Fandi sudah hanbis dia jual, bahkan uang Kila juga ikut masuk ke dalamnya, tapi tak ada satupun yang berhasil dia dapat sekarang. Beberapa lembar uang masih ada di saku celana, tapi bagaimana dia akan menjalani hari-hari setelah ini."Apa aku pulang saja ke rumah ibu?" Terbersit dalam pikiran dia akan kembali ke rumah ib
last updateLast Updated : 2023-05-31
Read more

Kepulangan wanita pendosa

Kila memutuskan kembali ke rumah, tak ada lagi pilihan lain baginya sekarang, sebab dia tak punya cukup uang bahkan tempat tujuan. Kakinya melangkah perlahan saat memasuki gang rumah nya yang sempit. memorinya kembali pada masa di mana pernikahan sirinya dan Fandi di gelar di rumahnya. Sejak awal memang hubungannya dan Fandi tak berjalan baik, berbagai masalah dan rintangan seolah ingin memberinya jawaban atas pilihannya yang salah.Masih melekat kuat dalam benaknya, bagaimana hari pernikahan itu nampak begitu indah, Kila bahkan buta oleh cinta terlarangnya, meski ibunya mencoba menyadarkan Kila, namun sikap angkuhnya tak lagi dapat di kalahkan."Kau bahagia?" Fandi bertanya saat mereka sudah duduk di pelaminan."Tentu saja bahagia, bukankah ini mimpi kita sayang." Wajah Kila memperlihatkan binar cinta yang membara, bahkan tatapan dan ucapan picik orang tentang nya terlihat bagai sanjungan.Arrkkk! Pyarrrr!!Teriakan dan pecahan keramik terdengar menghantam lantai rumah, seorang wanit
last updateLast Updated : 2023-05-31
Read more

Tobatnya wanita kedua

"Kila, apa kamu Kila? kamu pulang nduk?" Suara seorang wanita membuat Kila menatap ke arahnya.Wanita itu adalah tetangga Kila sendiri, melihat Kila pulang di subuh dini hari, wanita bernama mbah Sumi itu menyapanya lebih dulu.Kila menangis saat di tanyai, namun mbah Sumi justeru merengkuh tubuh kecil wanita itu dan membawanya ke dalam rumah wanita tua itu. Kila duduk di ruang tamu, rumah kecil yang hanya berdinding anyaman bambu itu justeru terada hangat di hati Kila. Selama ini dia tak pernah mau menyapa mbah Sumi, bahkan sekedar tersenyum saat bertemu saja Kila merasa enggan."Minum dulu nduk." Mbah Sumi menyidorkan secangkir teh hangat pada Kila.Kil menerima gelas kaca itu dengaan gemetar, sejak tadi tubuhnya merasa kedinginan, namun entah kenapa secangkir teh di tangan bahkan membuat hati nya gemetar sekarang."Kenapa mbah masih baik padaku?" Kila bertanya dengan wajah basah, air matanya tak lagi bisa di bendung sekarang."Kenapa harus bersikap tak baik, kamu juga manusia to nd
last updateLast Updated : 2023-05-31
Read more
PREV
1
...
252627282930
Scan code to read on App
DMCA.com Protection Status