“Galela!” panggil Balton kemudian menggeleng. Istrinya terkadang tak tahu hal mana yang seharusnya tak ia bahas. “Maaf,” gumam Galela, kemudian melanjutkan mengunyah kue seolah tak terjadi apa-apa. ‘Kalau pun ia bisa mengangkat seorang anak, tentu ia sudah tak bersamaku.’ batin Illarion. ‘Namun, dengan siapa kau kelak akan mengasuh anak?’ sejurus tanya kembali muncul membuat dada Illarion seakan sesak. ‘Apa kau akan bahagia setelahnya?’ Pria berahang siku-siku itu kemudian menghela napas, sembari melemparkan pandangannya ke arah Balton. “Apa pekerjaan Anda?” “Aku berjualan hasil hutan, sekali sepekan kami berniaga ke kota,” jelas Balton sambil menarik piring Galela, wanita tua itu langsung cemberut. “Tapi sekarang persaingan di pasar semakin berat, barang-baran
Last Updated : 2021-10-31 Read more