Home / Romansa / Ms.Trouble / Kabanata 11 - Kabanata 18

Lahat ng Kabanata ng Ms.Trouble: Kabanata 11 - Kabanata 18

18 Kabanata

#10 Kesempatan Kedua

 "Eh iya pak". Sahut Ayu terkejut."Maaf yah neng". Ujar Malik sembari menunduk malu.Tanpa jawaban, neng Ayu berlalu meninggalkan Malik yang masih mematung di atas mobil. Malik menyesali perbuatannya yang tak senonoh kepada neng Ayu, ia menyadari bahwa dirinya hanyalah penumpang di rumah keluarga neng Ayu dan seharusnya Malik menjaga perasaannya hanya untuk Salima seorang bukan malah dengan gampangnya tergoda wanita lain, terlebih neng Ayu masih dibawah umur.Beberapa detik kemudian neng Ayu membawa dompet milik ayahnya."Dompet ini bukan pak?". Teriak Ayu kepada ayahnya yang tengah sibuk menghitung jumlah keranjang sembari menunjukkan dompet berwarna merah.
last updateHuling Na-update : 2021-08-13
Magbasa pa

#11 Pernyataan Menyakitkan

 "Simulasi teh naon A?". Tanya neng Ayu dengan polosnya menatap mata Malik."Simulasi itu semacam percobaan neng, jadi kaya sebelum melakukanya harus latihan dulu". Malik perlahan-lahan menjelaskan tentang sesuatu yang baru neng Ayu ketahui."Oh kaya ngicip gitu yah A". Ujar Ayu sembari berpikir."Nah itu tau, anak bapak Marzuki emang pinter". Sahut Malik membenarkan pemahamannya."Makasih A, Aa Malik juga pinter". Tambah Ayu."Pinter apa nih neng?". Tanya Malik melangkah lebih mendekat."Pinter banget buat neng jatuh hati, eh keceplosan". Neng Ayu menutup mukanya karena malu.Bagai petir disiang bolong perkataan itu membu
last updateHuling Na-update : 2021-08-15
Magbasa pa

#12 Pasar Tradisional

 Mentari pagi mulai tampak dari kejauhan, menghangati setiap insan makhluk di bumi. Suara kicau burung menyambut riang kedatangannya di pucuk-pucuk daun pohon cemara.Malik duduk termenung di samping pak Marzuki yang sedang fokus menyetir mobilnya.  "Nak Malik sudah betah belum di sini". Bapak Marzuki memulai pembicaraan berusaha mengusir keheningan."Alhamdulillah Pak saya sudah betah, tapi pak". Malik ingin mengucapkan sesuatu namun tidak enak hati. "Tapi apa nak". Bapak Marzuki penasaran apakah ada hal yang disembunyikan oleh Malik. "Sebenarnya saya juga rindu tempat yang seharusnya saya berada yaitu kampus Pak, takutnya saya di DO kalau belum juga kembali". Sahut
last updateHuling Na-update : 2021-08-16
Magbasa pa

#13 Marketing Getuk

 Hiruk pikuk kehidupan masyarakat pedesaan begitu terasa sangat hangat dikala Malik sampai di tengah pasar. Malik bertemu dengan seorang ibu penjual getuk yang tengah dirundung kemalangan karena sampai berjam-jam menunggu dagangannya belum satupun dicicipi pembeli bahkan menawar pun belum ada.Melihat kondisi itu Malik dengan segala upaya mendiskusikan rencana pemasaran produk getuk agar laku keras dipasaran dan tidak melulu harus mengungu pembeli. "Makanan ini apa namanya Bu?". Tanya Malik kepada ibu penjual sembari memegang makanan yang ada di depannya."Ini namanya getuk nak, makanan khas orang Sunda, khususnya di daerah sini dahulu cukup terkenal akan kelezatan rasanya". Tutur ibu penjual getuk menceritakan tentang getuk."Hmm begitu yah bu, kok sekarang dagangan ibu masih banyak yah apa ada yang salah Bu dengan dagangan ibu?". Tanya Malik keheranan karena cerita kelezatan getuk tak mampu menepis kenyataan.
last updateHuling Na-update : 2021-08-18
Magbasa pa

#14 Hasil Memuaskan

  Matahari sepenggalah seperempat kepala, menandakan terik sinar matahari sudah hampir berada pada puncaknya. Hampir semua makhluk tengah berteduh di bawah naungan rindangnya pohon-pohon besar. Tapi tidak dengan Malik yang masih asyik berdagang di pasar."Malik sini". Panggil bapak menyuruh Malik mendekat."Iya pak". Sahut Malik melangkah pelan berpaling dari ibu penjual getuk yang tengah kesusahan mencerna setiap saran dari Malik."Kamu jaga dagangan bapak yah, bapak mau pulang sebentar mau nganterin pesanan orang di kampung sebelah". Pinta bapak kepada Malik agar tak jauh-jauh dari dagangannya itu.
last updateHuling Na-update : 2021-08-19
Magbasa pa

#15 Nasehat Cinta

 Matahari sepenggalah seperempat kepala, menandakan terik sinar matahari sudah hampir berada pada puncaknya. Hampir semua makhluk tengah mencari tempat untuk berteduh, ada yang di bawah rumah, kios-kios dan ada juga yang di bawah naungan rindangnya pohon-pohon besar. Tapi tidak dengan Malik yang masih asyik menjajakan dagangannya di pasar."Malik sini". Panggil bapak menyuruh Malik mendekat."Iya pak". Sahut Malik melangkah pelan berpaling dari ibu penjual getuk yang tengah kesusahan mencerna setiap saran dari Malik."Kamu jaga dagangan bapak yah, bapak mau pulang sebentar mau nganterin pesanan orang di kampung sebelah". Pinta bapak kepada Malik agar tak jauh-jauh dari dagangannya itu.
last updateHuling Na-update : 2021-08-22
Magbasa pa

#16 Kau Ada Aku Tiada

 Senja bersinar di ufuk barat, menemani cahaya yang kian berlalu terganti oleh samar gelapnya malam. Hari mulai gelap, Malik bersama bapak Marzuki dan neng Ayu tengah berkemas pulang dari pasar menuju ke tempat peristirahatan."Neng pulang duluan yah sama A Malik bapak mau mampir ke rumah pak ustadz dulu di belakang pasar bilang yah sama ibu nanti pulangnya agak malaman". Cakap bapak memberit
last updateHuling Na-update : 2021-08-24
Magbasa pa

#17 Malam Kelabu

 Malam semakin gelap, kabut di jalan semakin senyap, suara kepakan burung cabak terdengar nyaring, sesekali hinggap pada dahan pohon-pohon kering.Malik masih mencari neng Ayu, sesuai petunjuk dari tukang cilok yang ia temui selepas sholat Maghrib, Malik melangkah gontai menuju ke tempat rumah makan yang berada di samping kanan jalan. Dari kejauhan terlihat begitu ramai, sampai-sampai antrean panjang menjadi pemandangan indah saat kesan pertama sampai di rumah makan itu.Malik mencari sekeliling, matanya bagai burung elang yang mengincar mangsanya. Di Sudut kiri ia melihat wanita berjilbab berbaju hitam seperti yang neng Ayu kenakan. Ia hampiri.
last updateHuling Na-update : 2021-08-27
Magbasa pa
PREV
12
DMCA.com Protection Status