Wild Love

Wild Love

last updateLast Updated : 2023-06-22
By:  Ellie A.O.Completed
Language: English
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
82Chapters
4.8Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Alexandru Luc Conri is a Lycan, one of the only ones left. He is the Beta of The Blue Moon Pack. He has been in love with Adaline Aurora Vulkov all his life, but she ran away ten years ago, leaving him and everyone behind. Now, she's back, and he's ready to claim her as his Mate, something he should have done long ago. He tries to, but she rejects him, in front of the whole pack, and he lets her go. Adaline Aurora is a psychology professor at NYU. She left New Orleans years ago, determined to never return. However, she visits for her parent's anniversary, and she sees him, Alexandru, so she flees. She has never felt part of the pack, and she never wolfed out, one of the things that made her leave home. She returns to New York, trying to live her life with her boyfriend and best friend, oblivious to the danger lurking around. An huge wave of betrayal and dangers bring Addie and Alex together, and she starts to realise things, as they try to work together to save their home. This is a second chance paranormal novel. It has witches, werewolves and vampires. Find out what happens to Adaline and Alexandru.

View More

Chapter 1

Chapter One

Jika ada pepatah: habis jatuh tertimpa tangga, maka begitulah nasib Arren yang sebenarnya.

Sudah beberapa tahun ini, ia kehilangan ibunda tercinta. Ayahnya yang dulunya gagah dan kaya raya, kini tak ubahnya sampah masyarakat karena perangai buruknya: seorang alkoholik dan penjudi akut yang seolah tanpa dosa.

Di usianya yang masih belia—19 tahun—Arren harus membanting tulang untuk menafkahi dirinya dan ayah yang tidak bisa bekerja. Pria itu hanya tahu cara berhutang dan menghabiskannya dalam semalam. Nasib Arren benar-benar malang.

“Akh ….”

Rasa sakit kembali menjalar. Kali ini, Arren merasakannya di area paha dan sebelah kakinya, setelah sebelumnya, hanya denyut di kepala saja yang menyakitinya.

“Di mana aku?”

Arren menyipitkan mata, memindai setiap benda yang ada di sekitarnya. Gelap. Arren tidak dapat melihat apa-apa.

“Errgh ….”

Arren mengerang karena tiba-tiba, rasa perih muncul di area vitalnya. Apa yang terjadi? Mengapa dia ada di tempat asing seperti ini?

TIba-tiba, pintu yang ada di sisi kiri ranjangnya, terbuka perlahan. Sesosok pria berbadan besar tampak berdiri dan memasuki tempat di mana Arren sedang linglung, seperti tak sadarkan diri.

“Ah, cantikku sudah bangun, rupanya?”

Suara bariton itu mengejutkannya. “Si–siapa kau?” Arren ketakutan dan menggeser tubuhnya sampai ke luar ranjang. Bahkan, ia hampir terjatuh karena tak dapat menerka di mana ujung ranjang itu berada.

“Ssshh ….”

Pria itu semakin mendekat, kali ini, dia akhirnya sampai di peraduan, tempat Arren terbaring pasrah, tak berdaya.

“Le–lepaskan!” Arren berteriak, setelah pria itu tiba-tiba menyeret tubuhnya mendekat. Hanya dengan sebelah tangan, pria itu berhasil merengkuh Arren dan menangkapnya ke dalam buaian.

“Mmhh … aroma ini. Aroma yang kusenangi,”

Pria itu menelusur setiap inci tubuh Arren dengan paksaan. “Arrgh!” Arren menjerit karena terkejut. Namun, ia dapat merasakan sensasi asing yang menggoyahkan hati dan pikiran warasnya.

“Bajingan gila!” teriaknya sambil menendang pria itu hingga jatuh tersungkur di hadapannya.

“Wah, wah! Sudah main kasar rupanya!" Alih-alih menyerah, pria itu semakin agresif dan kali ini, ia melepaskan kemeja yang tadi masih bertengger di bahunya, meski seluruh kancingnya sudah terlepas semua.

Arren menangis. Ia benar-benar tidak mengenal pria itu. Apa ini? Apakah … dia sedang diculik dan diperkosa?

“Kau adalah budakku. Paham? Kau harus melayaniku! Aku menebusmu dengan sangat mahal dari ayahmu itu!”

Perkataan pria itu lebih menyakitkan daripada gigitan yang kini sedang dilancarkan pada area dada.

“A–ayah?” Arren menggumam, sambil berusaha melepaskan diri namun tak bisa. Kekuatan pria yang sedang menyerangnya itu benar-benar di luar kuasanya. Arren lemah, tak berdaya.

“Ya. Ayahmu telah menjualmu padaku. Sekarang, kau adalah budakku! Paham?”

Tanpa bicara lagi, pria itu kembali mereguk madu dalam diri Arren, seperti malam kemarin, yang tidak Arren ingat lagi.

***

Kemarin malam, Arren diculik dan disekap oleh Leonard Connor, seorang bos mafia kejam yang sedang beruntung karena menang judi.

Dalam permainan itu, Leon berhasil mengalahkan seorang pria tua yang tidak memiliki apa-apa selain putri tercintanya, Arrendice Hart.

Tidak ada yang mengira bahwa Leon akan menerima pembayaran kemenangan berupa seorang gadis perawan.

“Di mana anak itu?” tanya Leon tak sabar. Kebetulan, gairahnya malam ini harus dipuaskan.

Ayah Arren—seorang duda pemabuk dan penjudi—menunjukkan kediamannya. Leon segera menuju ke sana setelah memenangkan pertaruhan.

“Tolong jangan sakiti dia,” ucap sang Ayah sebelum melepas putrinya pergi.

“Cara bicaramu seperti orang suci saja. Cih!” cemooh Leon tanpa ingin mendengar apapun lagi.

Begitulah pada akhirnya, Arren malang yang baru saja pulang dari bekerja, harus dihadapkan dengan insiden mengerikan. Arren menjadi pemuas nafsu orang asing yang bahkan tidak dikenalnya.

Leon, di sisi lain, bisa saja membeli seluruh gadis di kotanya, namun hal itu tidak menarik. Penyerahan paksa seperti inilah yang membangkitkan gairah buasnya, sehingga tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Leon merasa menang. Leon sangat dominan. Dialah dewa kematian.

"Kemarilah ..." panggil Leon lembut ke Arren yang berguling di kaki ranjang, setelah menyadari bahwa ia telah ditelanjangi tanpa perlawanan. Arren tidak menjawab, ia tidak bersuara. Tubuhnya menggigil gemetar dengan situasi yang di luar kehendaknya.

"Aku sudah cukup bermanis kata, sekarang, keluarlah, atau aku harus mengajarimu," ucap Leon masih bermulut manis pada tawanannya.

Arren kebingungan, ia tidak tahu harus berbuat apa. Deru napas Leon menggeram seperti singa yang kelaparan. Kesunyian kamar menjadi lebih mencekam. Arren yang sedang telanjang, tidak memiliki pilihan, selain menyerahkan diri, atau ... ia harus ditarik paksa tanpa belas kasih lagi.

'Oh, Ibu ....' gumamnya dalam hati.

"KENA!"

“KYA!”

Sebuah pisau menancap pada kaki Arren, setelah Leon sudah cukup bersabar dengannya.

"Seharusnya kau menurut saja, jadi kau tidak terluka," ucap Leon yang kini telah beradu cinta dengan liarnya. Jemarinya menyelusup ke dalam inti gadis itu dengan kasar, sedangkan sebelah tangannya diikat dengan tali tampar.

"AKH!!" jeritan Arren malah semakin membangkitkan gairah buasnya. Darah mengucur hangat, begitu pula deru napasnya. Dalam gelap dan heningnya malam, hanya suara derit ranjang yang menggema di dalam ruangan.

Arren yang sudah kehilangan banyak darah dan hampir pingsan, tidak peduli lagi dengan kesakitan lain yang mendera bagian vitalnya. Ia bahkan seperti mayat yang tak mengeluarkan suara. Arren sama sekali tidak merasakan perih atas luka-luka yang baru dideritanya.

“Ahh … Kau … nikmat sekali ….”

Setelah puas, menuntaskan birahinya, Leon membiarkan Arren begitu saja. Gadis itu terus menangis, mengerang, kemudian tertidur. Keesokan paginya, ia seolah tidak mengingat apa-apa. Hanya saja, rasa sakit itu tentu akan selalu terasa.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

No Comments
82 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status