Kiran merayap anak tangga tali menuju geladak Azure Escape. Ia melakukannya pendakian anak tangga tali rami sangat cepat. Bahkan sepintas terlihat melompat dari satu anak tangga ke tangga lainnya. Tali rami itu hanya bergoyang pelan, terlihat hampir stabil. Semua orang yang menyaksikan atraksi itu menahan nafas, tetapi tak terjadi sesuatu sampai detik Kiran berada di pertengahan jalan.“Semakin tinggi dari tanah, semakin besar kemungkinan untuk jatuh. Jika tidak stabil dengan kemampuan Agitas yang tinggi, niscaya ia akan jatuh jika mempertahankan kecepatan seperti itu!”“Tapi kelihatannya dia memiliki point kelincahan yang tinggi. Lihat saja tali yang tidak bergoyang ketika ia melompat dengan cepat!”Dari kejauhan di Menara tempat khusus, tampak dua orang master di akademi sedang mengamati sambil minum teh.“Huuf! Berhasil!” Kiran menginjak kaki di geladak kapal dengan tiga kali kecepatan siswa akademi pada umumnya.Ketika ia melihat kebawah, tak ada tepuk tangan dari sana. Kiran tida
Saat berada di atas kapal angkasa, Azure Escape, kapal roh yang membawanya bersama 50 siswa terpilih dari Akademi Sihir Golden Arrow menuju Gurun Atulla, Kiran bersandar di susuran geladakkapal dan merasakan angin yang menyegarkan mencambuk wajahnya. Namun, kehadiran empat anak bangsawan dari Kerajaan Qingchang—Emma, Nethon, Feynrahel, dan Arve—mengubah cerita menjadi sebuah lelucon menurut pandangan Kiran.Kiran tak bisa menahan tawa, dan keempat anak bangsawan itu langsung tersinggung.Merak Emas, Naga Gurun, Harimau Putih, dan Qilin Api adalah makhluk legendaris yang hanya ada dalam dongeng belaka. Jika pun ada, makhluk-makhluk tersebut tidak mudah untuk ditaklukkan dan dijadikan makhluk kontrak. Hanya penyihir kelas Sage atau Warlock yang mampu menaklukkan nama-nama makhluk kontrak yang disebut oleh keempat anak bangsawan sombong tapi manja itu. Jelas, hal ini membuat Kiran tidak bisa menahan tawa.Dengan gerakan cepat, Emma, Nethon, Feynrahel, dan Arven segera mengelilingi Kiran
Langit pada hari itu tampak jernih. Kapal Azure Escape terbang di atas ketinggian, dan awan terlihat di kaki kapal, bergerak-gerak seperti ombak di lautan. Sementara udara terasa sejuk menyentuh kulit, suasana di atas Kapal Azure Escape tengah memanas. Kiran tengah berdebat melawan empat anak muda dari kelompok bangsawan Qingchang: Emma, Nethon, Feynrahel, dan Arven.Emma seperti tersadar dari mimpi. Wajahnya memucat, dan bibirnya bergetar. Ia berkata setengah berteriak, histeris.“K-kamu adalah penyerangku malam itu di halaman Kafetaria!”“Kamu menggunakan sihir hitam!”Sontak, tiga kawan laki-laki Emma menjadi marah. “Penjahat!”Feynrahel yang paling agresif. Pedang sihir di tangannya bergerak. Ia membuat gerakan mengiris, mulutnya mendesis dalam rapalan mantra memanggil api.“Pergi!”Tiga bola api meluncur dengan kecepatan sedang ke arah Kiran. Suara desingannya diiringi gemeretak seperti suara nyala api. Atmosfer berubah panas, dan beberapa penonton terpaksa mundur agar tidak terk
Di dalam ruang guru di Kapal Roh Azure Escape, semuanya terasa berbeda bagi Kiran. Jika berada di luar, perasaan terombang ambing layaknya naik kapal udara sangat jelas terasa. Belum lagi hembusan angin yang membuat rambutnya jadi berantakan.Di dalam kamar – jika tak bisa disebut ruang guru karena ruangnya cukup sempit, semuanya terasa berbeda. Tak ada goncangan seperti ketika berada di geladak, tak ada rasa dingin melanda. Cahaya lampu sangat minim, hanya di beberapa sudut gem sihir berpendar warna kekuningan seperti senja, membuat ruangan itu terasa asing tapi tidak menakutkan.Kesan pertama Kiran adalah, ini ruangan yang hangat. Suara air terdengar gemericik seperti suara aliran sungai kecil, dan suara musik misterius seperti tiupan seruling terdengar memberi kesan misterius. Ini wajar karena Master Huan Li seorang Water-bender. Tentu ia dekat dengan element air dan menciptakan suasana yang cocok untuk pelatihan sihirnya.Kiran mendekat dan mendapati suara seruling itu keluar dari
Kiran menengadah ke cakrawala dan mencari sumber suara yang berkoak-koak itu. “Bukankah ini adalah jarak terbang yang tinggi? Tak mungkin burung mampu terbang setinggi kapal roh ini!” ia kebingungan. Lama mencari-cari akhirnya mata Kiran terpaku pada sosok besar dan mengangkasa. Matanya terbelalak, mulutnya tebuka.Langit menguning dan udara panas menyeruak. Kiran sampai sedikit sesak nafas. Lagi pula, suara burung yang berkoak-koak itu terdengar tanpa henti, seolah-olah mengancam dan menindas seisi Azure Escape.Kiran berdiri di susuran dengan wajah memucat. Ia masih menengadah dan terpaku pada sosok yang bersuara keras dan semakin keras. Hawa kematian dan perasaan mengerikan seketika memenuhi udara saat itu.Duk – duk – duk!Bunyi suara sepatu membentur lantai kayu kapal Azure pertanda ada banyak kaki yang berlarian. Tak lama kemudian, muncullah puluhan siswa Akademi yang rupanya ikut penasaran setelah mendengar suara menindas berhawa kematian itu. Keadaan menjadi gaduh ketika mere
Sejak dua siswa akademi tewas ketika jatuh tertiup angin di tangga tali rami, tak seorang pun berani turun terlebih dahulu. Sulur-sulur tanaman berwarna hijau, yang tampak kontras dibanding pasir merah muda, terlihat menjijikkan ketika menelan jenazah dua siswa yang naas itu, semuanya menimbulkan ketakutan.“Aku bersedia menjadi sukarelawan, untuk mencoba turun lewat tangga tali ini!”Semua wajah berpaling. Mereka menatap sosok yang bersedia menjadi sukarelawan.“Kiran!”“Kupikir dia cocok untuk uji coba. Bukankah kemampuan sihirnya tinggi?”Ada yang memuji, ada pula yang mencibir.“Dia berpikir dia dapat terbang, bukan? Di kondisi angin seperti saat ini, sekalipun dia pernah memenangkan kontes sihir, aku ragu dia akan selamat menginjak pasir merah muda itu!”Kiran bukan tidak mendengar suara pro dan kontra. Namun, dia benar-benar berniat untuk menunjukkan bahwa tidak perlu ada yang ditakuti ketika turun melalui tangga dari tali rami itu.Master Huan Li terlihat terharu ketika Kiran m
Malam itu, bulan bersinar terang sebagian tertutup oleh awan hitam, tapi sebagian lagi menyusup dan menghindari pasir merah muda yang berkilau seperti batu delima. Angin gurun berhembus membawa hawa dingin, mengusir sisa-sisa uap panas akibat pembakaran sinar matahari di siang hari. Baju Kiran berkibar-kibar, menirukan suara di surat, ketika dia mengendap-endap menuju perkampungan yang ramai itu."Jika tidak ada 40 tenda, pasti bangunan bongkar pasang itu jumlahnya sekitar 50 lebih!" batin Kiran.Terdengar suara orang berteriak dalam bahasa asing, kemungkinan bahasa negeri Shouya, bukan dalam bahasa yang umum digunakan di benua Ayax ini. Sesekali terdengar pecutan tanda cambuk yang dihempaskan, menyusun suara lolongan kalau bukan suara manusia itu adalah suara binatang."Kegiatan apakah yang dilakukan orang-orang di dalam kumpulan tenda-tenda membentuk perkampungan ini?" Hati Kiran semakin dilanda rasa penasaran.Kiran melihat celah yang gelap di antara dua sisi tenda yang paling terp
Ketika bola mata Kiran berhasil menyesuaikan dengan cahaya remang-remang, ia menemukan bahwa sosok di dalam kerangkeng di sampingnya adalah makhluk yang mengenaskan, tampak seakan-akan baru saja mengalami kondisi terbakar."Jika dilihat dari bentuk moncong dan kakinya, sepertinya dia adalah jenis burung atau unggas. Tapi sepertinya kejadian besar telah menimpa makhluk mengenaskan ini," Kiran membatin dan merasa kesepian.Kepala makhluk itu bergerak, lehernya tampak panjang. Kiran langsung memastikan bahwa itu adalah jenis unggas yang tingginya setidaknya 1 meter setengah. "Apabila dia adalah jenis burung atau unggas, dengan tinggi badan seperti itu, dapat dipastikan sosok mengenaskan ini adalah magical beast!"Kiran sangat terkejut ketika mendapati hasil analisisnya bahwa sosok di sampingnya itu adalah satu magical beast."Tuan, namaku adalah Kiran. Asalku dari kota Qingchang - Kekaisaran Qingchang. Jika boleh tahu, mengapa Anda sampai terlihat begini mengenaskan?" Kiran bertanya deng
Pagi yang dingin di Hutan Cemara, ketika angin berdesir membawa bunga salju yang jatuh ke permukaan tanah, menutup semua bekas pertempuran semalam. Kini, yang terlihat hanyalah pemandangan putih dan kelabu sejauh mata memandang.Kiran berjalan berkeliling di perkemahan, ditemani oleh Roneko. Sepanjang perjalanan, ia tak henti-hentinya bertanya dan meminta Roneko, sang Kyuubi, menceritakan kejadian semalam."Roneko, ceritakan sekali lagi. Apakah Anda yakin bahwa sosok Phoenix api itu adalah manifestasi dari perbuatan sihir tingkat tinggi, yang aku rapalkan?" Kiran tetap tidak percaya.Dengan senyuman menyeringai, wajah putus asa, karena tuannya selalu tidak percaya dengan perkataannya, Roneko menegaskan. "Tuanku Kiran, bukankah anda sendiri sudah mendengar, bahkan Zephyr sudah bersaksi bahwa anda memiliki sihir yang tidak terduga – sihir Phoenix emas. Jadi, untuk apa bertanya berulang kali?"Masih dengan wajah polos dan tidak percaya, Kiran menyahuti, "Masalahnya, aku hanya melakukan r
Beruntung, ketika Zephyr mendekati Roneko yang terbaring di tumpukan salju, ia terlihat masih bernafas, meskipun dalam keadaan tidak sadarkan diri. Beberapa pasukan dari Hutan Ternola, seperti puluhan Silent Owl – burung hantu kerdil, datang membantu.Roneko ini dibawa kembali ke tempat para penghuni Ternola dalam keadaan tidak sadarkan diri, diangkut oleh sekitar lima puluh Silent Owl.Sesuai dengan julukan mereka ‘SILENT’, setiap gerakan sayap puluhan burung hantu itu tidak meninggalkan bunyi atau suara sama sekali. Zephyr berjaga-jaga, mengikuti puluhan Silent Owl dan Roneko, agar tidak terjadi serangan balas dendam dari pihak Nymph, yang pemimpinnya baru saja dimusnahkan oleh Roneko.---Di cakrawala, pertempuran antara Phoenix Emas dan sosok Raksasa Es Ymir mencapai puncaknya.Suara deru gelombang es yang dihasilkan oleh sihir Ymir terdengar menggema, ketika dia melepaskan ribuan hujan kristal es ke arah Phoenix Emas.*WUSH!*Sekali lagi, api berwarna emas keluar dari mulut Phoen
Beberapa menit sebelum Elang bermata perak itu pergi, setelah dia menerima perintah dari Pemimpin Kaum Nymph, Roneko Sang Kyuubi memperhatikan semua kejadian antara si mata perak dengan Kaum Nymph.Saat semua pihak terpaku pada kejadian pertempuran di cakrawala, itulah pertarungan antara Raksasa Es - Ymir melawan Siluet Phoenix Emas, pada yang bersamaan pemimpin Nymph mencoba mencari kesempatan. Diam-diam dia memanggil Elang mata perak untuk mengabarkan keadaan genting mereka, pada penguasa di Istana Es.Siapa menyangka. Dari pihak Hutan Ternola sendiri, Roneko memperhatikan semua kejadian yang terjadi dengan penuh kewaspadaan.Ketika melihat sinar berwarna kelabu berkelebat dari kelompok Nymph, terabang cepat ke arah cakrawala, pada saat itulah sosoknya yang mengenakan gaun berwarna merah ikut berkelebat, mengejar Elang Mata Perak.Sebaliknya di pihak Nymph, detik genting seperti itu tidak terlewatkan dari pandangan Pemimpin Nymph.Dengan mata menyala, mulut yang terbuka lebar, dia b
Angin bertiup kencang pada malam yang dingin. Realm Wonderland dilanda hawa dingin membeku, atmosfer di satu tempat, dekat Hutan Cemara, penuh dengan aura menakutkan.Pada saat semua pihak dari Hutan Ternola merasa aman dalam lindungan perisai cermin ajaib, tiba-tiba suara teriakan panik terdengar.“Lihat! Cermin sihir akan retak!”Seketika keadaan menjadi kacau.Semua makhluk di balik perlindungan sihir 100 Twilight Turtles menjadi panik.“Seseorang harus mengambil tindakan! Jika tidak, kita semua akan tewas!”“Oh, masih adakah kekuatan sihir yang dapat mengalahkan makhluk terkutuk itu?”Suara hantaman tinju Ymir terdengar bertalu-talu, diiringi gemerincing retakan cermin sihir membuat semua panik.Pada saat mereka meraung dalam ketakutan, tiba-tiba ada satu sosok tubuh melesat terbang ke arah cermin kristal yang retakannya semakin besar… bahkan mungkin sebentar lagi akan pecah.“Siapa itu?”“Darimana datangnya sosok makhluk berwarna emas itu?”“Cahaya tubuhnya sangat menyilaukan!”S
TRING TRING TRINGSuara dawai harpa berdenting lembut ketika jemari Pemimpin Nympha memainkan nada-nada yang aneh. Para Nymph yang tersisa tampak khusyuk, menggumam dalam nada yang tidak jelas, seolah-olah bernyanyi dengan lirik dan nada yang sangat rendah. Bulu kuduk semua orang meremang.“Sihir terkutuk!”“Mereka memanggil makhluk gaib!”Ketakutan merayap di antara penghuni Hutan Ternola.Pada saat itu, langit di cakrawala seketika berubah menjadi gelap. Awan hitam bergulung-gulung, menghalangi cahaya rembulan dan sinar bintang jatuh ke permukaan tanah.Tiba-tiba, udara menjadi lebih dingin. Air yang menggenang tampak membeku, ketika aura dingin merayap, memenuhi atmosfer di tepian hutan cemara itu.Suara langkah kaki terdengar dari kejauhan, bunyinya sangat jeras membuat tanah bergetar, sepihan salju tersisa, dan percikan air seketika runtuh ke tanah.Tap – tap – tap!Dari arah utara, semua makhluk menyaksikan dengan mulut ternganga.“Ymir!”“Raksasa Es!”Ymir adalah raksasa dari e
Pada saat itu, api berwarna merah keemasan yang muncul dari tubuh Kiran, bukanlah api yang terlihat seperti api biasa, api yang mampu dikobarkan oleh Merak Api, meski berusia lima ratus tahun sekalipun.Ini adalah api yang aneh, api keabadian yang jarang dilihat oleh mahluk lain. Api berwarna seperti emas.Roneko, sosok Kyuubi penguasa chakra api, tentu saja yang paling dahulu sadar akan hal ini. Dia berada paling dekat dengan Kiran tatkala cahaya keabadian, dengan hawa panas yang aneh, menyeruak dari tubuh Kiran.“Tuan. Ini adalah api abadi. Bukan api yang dapat dikeluarkan oleh mahluk kontrak sejenis Merak api sekalipun…” kata Roneko tidak percaya.Dalam pandangan Kyuubi itu, mahluk yang muncul dari jiwa Kiran, itu sama sekali bukan Merak api.Meskipun itu masih sejenis burung, tapi Roneko berani memastikan, “Itu sama sekali bukan Merak. Itu Burung yang aneh. Sayangnya wujud itu seperti terkurung dengan selubung sihir, yang membuatnya terlihat sangat misterius,” batin Roneko.Pada s
Malam itu, ketika hawa dingin merayap dengan kelopak es turun dari langit, Diolos si Pegasus tiba-tiba merasa sangat mengantuk.Dia membatin penuh rasa penasaran. "Tidak biasanya aku mengantuk sejak awal malam," pikir Diolos. Dia meringkik dan bertanya pada Kiran, yang tampaknya juga terpengaruh kantuk, sibuk merentangkan alas tidur di bawah pohon cemara, langit malam menjadi atapnya.Merasa terganggu dengan suara Diolos yang seperti merengek, Kiran menegur Pegasus itu. “Tidurlah, Diolos. Perjalanan kita masih panjang. Istana Es penyihir Putih ada di batas Realm Wonderland ini. Anda membutuhkan tenaga ekstra besok hari!” setelah memberi nasehat, Kiran segera tertidur.Alas jerami kering yang di pintal seperti tikar menjadi tempat tidurnya, sementara selimut bulu angsa, perlengkapan termewah saat ini, mencoba memberikan perlindungan dari dingin malam kepada semua mahluk dari Hutan Ternola. Malam itu, tak seorangpun terganggu dalam tidurnya, meski bunga salju mulai gugur dari langit.Di
Pada malam sebelum kejadian aneh, ketika Kiran dan dua kelompoknya, bersama dengan Zephyr dan pasukan perang dari Hutan Ternola tiba, tempat yang luas ini tampak cocok untuk didirikan tenda darurat. "Kita akan beristirahat hingga pagi menjelang, baru melanjutkan perjalanan menuju Istana Utara!" teriak Zephyr dengan tegas. "Akhirnya beristirahat juga..." anggota-anggota pasukan perang khusus itu merasa lega ketika pemimpin perang, Zephyr, memberikan perintah. Dengan cekatan, tentara perang dari berbagai ras segera mendirikan tenda darurat, sementara yang lainnya menyiapkan makanan, yang semuanya berupa pil, dan menyodorkan air kepada setiap anggota perang. Masing-masing ras memiliki tenaga khusus yang mengatur akomodasi, jumlahnya sepuluh mahluk per ras. Di Hutan Ternola di Realm Wonderland ini, di mana keajaiban terjadi di luar nalar dan akal sehat, makanan seperti yang dikonsumsi oleh mahluk di luar realm bukan lagi prioritas utama. Di setiap ras di dalam Realm ini, mereka memil
Tet – tet – tet…Suara mirip terompet terdengar ketika lima ratus pasukan Silent Owl bersiul seperti nyanyian perang. Suara kepakan sayap ratusan Silent Owl ini dengan sengaja diperdengarkan, menimbulkan suara gema seperti bunyi ribuan capung terbang, membuat gentar perasaan siapapun yang mendengarnya.Menyusul suara derap kaki pasukan Breeze Foxes – rubah pengendali angin tampak membuka jalan dengan berbaris rapi membelah Hutan Ternola. Selanjutnya, memimpin pasukan di belakang dan berjalan di jalanan yang penuh tumpukan salju. Sesekali pasukan Breeze Foxes itu meniup siulan, lalu angin berhembus kencang dan membawa pergi tumpukan salju, sehingga jalanan ke utara menjadi bersih, membuat pasukan di belakang berjalan lancar.Di sisi kiri dan kanan jalanan, tampak ribuan makhluk penghuni Hutan Ternola yang menonton iring-iringan pasukan magical beast – yang tampak seperti parade perang pasukan manusia.Seribu pasukan Spark Sprites – mahluk kecil yang dapat memanggil percikan listrik ber