Home / Romansa / Wanita Milik Tuan Muda / Tamu dengan Dendam

Share

Tamu dengan Dendam

Author: AL
last update Last Updated: 2021-09-02 00:38:15

“Selamat datang Tuan.”

Nyonya Anne dengan gaun hitam mewahnya terlihat tersenyum ramah pada para pengunjung di bar nya. Bar mewah yang hanya menerima tamu VVIP para pengusaha yang ingin melakukan kegiatan dan rapat bisnis secara rahasia.

Ia sengaja membagi tempat hiburannya untuk para pengunjungnya. Dimana, lantai bawah untuk para pengunjung biasa yang ingin menikmati musik dan berkumpul bersama rekan-rekannya. Dan lantai atas ia khususkan untuk pengunjung VVIP yang telah memiliki kartu anggota bar, yang dapat menikmati semua fasilitas barnya. Dari kunjungan pembahasan bisnis atau hanya sekedar bermain dengan para wanita spesialnya.

“Nyona Anne, kau semakin cantik” sapa salah satu pengunjung.

Wanita berusia 45 tahun itu  tersnyum cerah. Wajahnya yang selalu menawan selalu mendapatkan pujian dari para pengunjungnya.

Nyonya Anne memberi kode pada pegawai wanitanya untuk mengantarkan tamu-tamu tersebut keruangan yang sudah ia siapkan.

Ia segera pamit dan membiarkan para pegawai andalannya melayani para tamu tersebut.

Nyonya Anne memperhatikan Viola yang entah sejak kapan sudah berada di dalam barnya, dan membantu bartender menyiapkan minuman.

Baru saja ia akan menyapa gadis itu, tatapannya sudah teralihkan oleh seorang pria yang nampak masuk kedalam barnya diikuti 2 orang pria lain di belakangnya.

Nyonya Anne dengan ramah menghampiri pria tersebut dan mengembangkan senyumnya.

“Selamat datang Tuan, apa anda sudah melakukan reservasi?”

Seorang pria dibelakangnya mengulurkan sebuah kartu nama kepada Nyonya Anne yang membuat wanita itu mengangguk mengerti.

“Silahkan Tuan,” ucapnya sopan dan berjalan lebih dulu mengantarkan pria itu keruangan yang dituju.

Pria itu sesaat menatap kearah Viola yang terlihat sibuk dengan kegiatannya dan tak memperhatikan pria yang mencuri pandang padanya. Ia kemudian melangkah mengikuti Nyonya Anne yang lebih dulu telah berjalan di depannya.

Nyonya Anne mengetuk pelan pintu bermotif emas di depannya, dan membukanya saat mendapatkan izin dari orang yang menempatinya.

“Silahkan Tuan,” ucap Nyonya Anne lagi mempersilahkan pria-pria tadi masuk kedalam.

Nyonya Anne memperhatikan paras tampan salah satu pria yang baru saja masuk mengikutinya. Wajahnya putih bersih dengan bibir pink dan hidung mancung. Pesona dan aura yang dipancarkan begitu mendominasi di ruangan itu.

“Selamat datang Tuan William,” sapa serentak para tamu yang lebih dulu berada diruangan itu.

Nyonya Anne yang sudah sangat berpengalaman, dapat menebak jika pria muda tersebut memiliki posisi yang sangat penting bagi para tamunya.

Pria tersebut mendudukkan tubuhnya, membuka salah satu kancing jasnya dan menatap tajam kearah Nyonya Anne.

“Anda membutuhkan sesuatu Tuan?” tanya Nyonya Anne yang merasa tak nyaman pada tatapan pria itu.

Pria itu mengangkat salah satu jarinya saolah memberi kode pada salah satu pria yang berdri tak jauh darinya, dan tak menunggu lama para pelanggannya yang lebih dulu hadir di ruangan itu pergi meninggalkannya. Menyisakan Nyonya Anne bersama pria itu dan satu pengawalnya.

Nyonya Anne yang nampak bingung, tetap berusaha tenang menunjukkan betapa profesional dirinya dalam pekerjaannya.

“Kudengar pelayanan di bar ini tak pernah mengecewakan pelanggannya.” Suara pria itu terdengar merdu namun begitu dingin.

Nyonya Anne yang seolah mengerti keinginan pelanggannya mengangguk pelan dan memberi kode pada salah satu karyawannya.

Tak berapa lama, beberapa wanita berpakaian minim nan mewah masuk kedalam ruangan itu.

Wajah-wajah cantik yang tersenyum kearah pria itu tak juga melunturkan tatapan dinginnya ke arah Nyonya Anne.

Pria itu tertawa mengejek. “Aku tak menginginkan mereka.”

“Tuan, mereka wanita terbaik di bar ini. Saya yakin anda tak akan kecewa dengan pelayanan mereka,” balas Nyonya Anne dengan senyumnya yang meyakinkan.

Pria itu kembali tertawa. Ia menuangkan wine ke gelasnya dan menggoyangkan pelan cairan ungu pekat di dalam gelasnya.

“Kau pikir mereka layak melayaniku?” tanyanya angkuh.

Nyonya Anne tetap mengembangkan senyumnya meski ada ketakutan di matanya.

Pria itu tersenyum angkuh dan sesekali memandang tak suka kearah wanita yang berjejer di hadapannya.

__*__

Seorang pelayan wanita berlari menuju ruang kerja Viola. Mengetuk sisi pintunya kemudian segera masuk bahkan sebleum mendapatkan izin darinya.

“Nona Violet!”

Pelayan wanita itu bergetar ketakutan, matanya memerah menahan tangis.

Viola yang baru selesai menggantung jasnya, berbalik menatapnya.

“Nyonya ... Nyonya sedang dalam masalah,“ ucapnya dengan suara bergetar.

Viola masih telihat tenang di tempatnya, ia meraih salah satu dokumen dan membaliknya perlahan.

“Nona!” pinta pelayan itu putus asa.

“Kau tau kan, Nyonya Anne melarangku terlibat dalam urusan bar apalagi berhubungan dengan tamu-tamu VVIP nya?” ujar Viola yang masih memperhatikan lembaran dokumen ditangannya.

“Nona kumohon. Sepertinya Nyonya tak bisa mengatasinya.”

“Aku hanya mengerjakan apa yang diperintahkan Nyonya Anne. Mengurus dokumen dan berkas bisnis diluar bar. Kau bisa memanggil pengawal Nyonya untuk membantunya,” tegas Viola

Belum juga pelayan wanita itu keluar dari ruangannya, seorang pelayan lain masuk kedalam ruangannya.

“Nona, beberapa pegawai diserang oleh pengawal tamu. Tolong selamatkan Nyonya , Nona. Nyonya masih tertahan di dalam ruangan. Bahkan para pengawal bar tak berkutik melawan mereka,” jelasnya dengan wajah pucat ketakutan.

Viola memperhatikan pakaian pelayan yang baru saja masuk keruangannya. Terdapat banyak noda minuman keras di kemeja putihnya.

Ia bisa membayangkan berapa banyak kekacauan yang dibuat para tamu itu.

Viola manarik nafasnya dalam, menimbang semua kemungkinan yang akan ia hadapi.

Selama ini, gadis itu tak dibolehkan terlibat dalam urusan bar. Nyonya Anne, benar-benar menyembunyikan identitasnya selama ini. i bahkan mengubah nama Viola menjadi Violet di depan pegawainya yang lain. Bibi nya begitu khawatir jika para utusan pria yang mencarinya menemukannya dan membawanya untuk menyiksanya kembali.

Namun, gadis itu tak bisa membuang begitu saja kekhawatiran di hatinya, mengingat seberapa sayang Nyonya Anne kepadanya. Hanya Nyonya Anne satu-satunya keluarga yang ia miliki.

“Antar aku keruangannya,” ucap gadis itu memutuskan.

__*__

William meneguk nyaman wine di tangannya, meski ruangan yang ia tempati begitu kacau dengan pecahan-pecahan botol wine dan gelas yang berserakan di bawah kakinya.

“Tuan, saya tidak tau apa yang membuat anda begitu marah. Bisakah kita membicarakannya baik-baik?” Nyonya Anne begitu ketakutan ketika beberapa saat lalu para pengawal andalannya jatuh terkapar tak mampu melawan salah satu pria diruangan itu.

William menatap Nyonya Anne dingin.

“Kau hanya perlu memberikan wanita yang kumau,” ujarnya tersenyum.

“Saya sudah memberikan semua wanita yang saya miliki, Tuan. Tapi anda mengusir mereka.”

William tertawa dingin. Matanya yang tajam menatap pintu ruangan yang terbuka dan menampilkan sosok gadis berambut sebahu berdiri disana.

William menyandarkan punggungnya pada sofa bludru dibelakangnya. Ia menatap intens wanita berkemeja putih di depannya.

“Violet.” Nyonya Anne yang gemetar ketakutan segera menghampiri Viola dan menggenggam erat tangan gadis itu.

“Apa yang kau lakukan disini? Bukankah aku memintamu untuk tak mencampuri urusan bar. Kembali keruanganmu!” perintah Nyonya Anne dengan suara bergetar.

Viola menatap lembut kearah bibinya, dan menepuk pelan punggung tangan wanita itu.

“Bawa Bibiku keruangannya, dan obati semua pelayan yang terluka,” ucap Viola sopan pada beberapa pegawai yang tadi mengikutinya.

Dengan segera para pelayan tersebut memapah para pegawai yang terluka serta Nyonya Anne.

“Violet.”

Nyonya Anne bersikeras menarik tangan gadis tersebut. Namun, dengan lembut Viola melepasnya dan tersenyum lembut kearahnya.

“Semua akan baik-baik saja, Nyonya,“ ucapnya meyakinkan.

Nyonya Anne tak bisa menutupi kekhawatirannya, berkali-kali ia berbalik menatap sosok Viola yang berdiri tenang  menghadap pria kejam yang menyiksa para pegawainya.

Ia berdoa dalam hatinya, agar Viola tak terlibat masalah yang akan kembali menyakiti gadis itu.

__*__

Viola dengan tenang manatap dingin pria angkuh di depannya.

Tatapan yang tak kalah dingin pun ia dapatkan, bahkan senyumnya yang terkesan penuh kebencian tak bisa ditutupi oleh pria itu.

Tak ada kata yang terlontar diantara mereka.

Hening, namun udara di ruangan itu terasa begitu mencekam.

Viola yang masih menatap dingin kearah pria di depannya, tak sedikit pun merasa takut pada aura yang mengintimidasi di sekitarnya.

“Anda bisa menyampaikan keluhan anda kepada saya, Tuan,” ucap gadis itu membuka percakapan.

Pria itu bangkit dari duduknya, melangkah perlahan karah Viola yang tak bergeming dari tempatnya.

“Violet ... nama yang bagus,” ucap pria itu membaca papan nama yang tersemat di bajunya.

Viola hanya menatap dingin saat pria itu semakin dekat dengannya.

“Tapi aku lebih menyukai namamu yang dulu. Viola.” Pria itu tersenyum tepat di hadapan wajah Viola.

Viola terlihat kaget. Namun, dengan cepat gadis itu menutupinya. Ia menekan emosinya secepat mungkin. Menggenggam erat tangannya menyembunyikan semua perasaan yang ia rasakan saat ini.

“Jackpot!” Pria itu kembali mengembangkan senyum puas di wajahnya.

Viola menatap tajam kearah pria didepannya. “Apa anda mengenal saya, Tuan?”

“Tidak, tapi adikku begitu mengenalmu.”

“Benarkah? Sayang sekali. Saya rasa adik anda pandai membual.”

“Aku pun berharap seperti itu. Sayangnya, ia tak pandai berbohong.”

Viola menyunggingkan senyum tipis di wajah cantiknya, membuat William menatap tajam kearahnya.

“Felix Xavier. Bukankah kau merindukannya?”

__*__

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Related chapters

  • Wanita Milik Tuan Muda   Sebuah Nasihat

    “Felix Xavier. Bukankah kau merindukannya?” Sebuah tamparan yang begitu keras dengan telak mengenai hati Viola. Luka yang ia simpan begitu rapat kembali mengeluar. Ekpresi dingin di wajah cantiknya berpadu dengan amarah yang ia tuangkan di dalam genggaman tangannya. William yang sedari tadi menatap lekat, menyunggingkan senyum tipis penuh kepuasan. Ia berjalan lebih dekat, memajukan wajahnya menghampiri sisi kiri telinga Viola. Dengan senyum penuh kemenangan ia membisikkan sesuatu disana. “Kau tak akan bisa lari lagi kali ini.” Viola sekuat mungkin menahan dirinya untuk tak menarik wajah itu dan menamparnya dengan kuat. Ia sebisa mungkin menetralkan semua perasaan yang bergumul dan mentertawakan dirinya. Dengan tenang, gadis itu mengembangkan senyumnya. “Maafkan saya, Tuan. Saya tak pernah mendengar nama itu.” “Benarkah?” jawabnya sambil menarik wajahnya dan menatap tajam kearah gadis di depannya yang tak menampakkan sedikit pun ketaku

    Last Updated : 2021-09-08
  • Wanita Milik Tuan Muda   Gunakan Uang Anda

    Viola kini tengah mendengarkan permintaan para kliennya yang akan menandatangani kontrak kerjasama dengan klub malam Nyonya Anne. Para pengusaha yang ia hadapi saat ini nampak mengagumi keterampilan gadis itu yang mampu menjelaskan semua hal yang akan mereka dapatkan. Para tamu tersebut selalu memuji kharisma yang gadis itu tunjukkan di balik sikap profesionalnya. Viola terlihat begitu elegan dengan aura tenang dan senyum yang menawan. Penampilan nya yang begitu mengesankan, dengan setelan kemeja biru muda serta heels hitam yang melekat di kakinya. Rambutnya yang sebahu ia uraikan dengan cantik dan menyelipkan salah satu rambut di belakang telinga kirinya. “Terima kasih atas kerjasamanya Nona Violet. Kami akan menantikan semua hal baik kedepannya.” Viola tersenyum ramah dan menjabat tangan para klien yang terulur padanya. “Semoga hari Anda menyenangkan, Tuan,” ucap Viola dan membungkuk sopan sebelum para klien nya melangkah meninggalkannya.

    Last Updated : 2021-09-15
  • Wanita Milik Tuan Muda   Senyum yang Berbeda

    “Gunakanlah uang Anda, dan ungkaplah kebenaran yang ingin Anda dapatkan.” William memandang tajam. Sindiran yang dilontarkan gadis itu menamparnya tanpa ampun. Tidak, ia bahkan lebih merasa sakit hati karena gadis itu mentertawakannya. Ia seolah dipermainkan oleh sosok gadis di depannya. William sekali lagi menarik tangan gadis itu, hingga Viola menabrak dada bidangnya. “Aku akan bertanya sekali lagi padamu,” ucapnya menekan setiap katanya seolah memberi ancaman kepada Viola. “Kau, ada di mobil itu, kan?” Viola tanpa rasa takut balas menatap tatapan William. Ia bisa melihat jelas wajah tampan penuh kemarahan yang hanya berjarak beberapa centi dari wajahnya. “Apa Anda tertarik pada saya, Tuan?” “Apa?” “Kau ... tertarik padaku?” tanyanya tajam. Kalimat sopan yang biasa ia gunakan berubah seketika. “Kau tak waras sepertinya?” Viola menyunggingkan senyum sinis. “Jika kau tak tertarik p

    Last Updated : 2021-09-18
  • Wanita Milik Tuan Muda   Sebuah Sihir

    “Tuan.” Edwan terlihat membungkuk hormat meski sang Tuan tak juga berpaling menatapnya. Sekilas ia melihat William yang termenung seolah memikirkan sesuatu. Jarinya memutar cincin perak di kelingking kirinya. Edwan sangat hafal dengan tiap gerak gerik Tuan nya. Seperti yang terlihat saat ini, William akan memainkan cincin di jarinya tiap kali ia merasa gelisah atau memecahkan sesuatu yang mengganjal dipikirannya. “Aku selalu merasa ada yang salah dengan gadis itu.” Tak berniat membalas ucapan William, Edwan lebih memilih diam mendengarkan semua kegelisahan pria di depannya. “Dia selalu bersikap dingin kepadaku. Tidak ... bahkan dia terlihat semakin tak terbaca tiap kali aku mengungkit Felix di depannya.” William menarik nafasnya dalam, memutar kursinya menatap jendela kaca di depannya. “Hari ini, ia tersenyum pada seorang pria. Bukan ekspresi seseorang yang jatuh cinta. Lebih tepatnya ia menatap penuh kekaguman pada pria itu.” “Saya sedang menyelidikinya, Tuan” ucap Edwan beru

    Last Updated : 2021-09-19
  • Wanita Milik Tuan Muda   Kepercayaan yang Mati

    Seorang dokter didampingi perawat nampak memasukkan jarum infus kedalam tangan Viola yang masih tak terbaring lemah tak sadarkan diri.“Nona Viola sepertinya mengalami masalah lambung akibat stres. Dan juga tekanan darahnya menurun. Ia berada dalam kondisi buruk. Anda, harus lebih memperhatikannya. Saya harap Anda bisa mengurangi waktu kerjanya agar bisa beristirahat total hingga keadaanya benar-benar pulih,” ucap Dokter di depan William sebelum pamit meninggalkan pria itu. Beberapa pelayan yang berada dikamar tidurnya, ikut pergi meninggalkan William yang menatap Viola dalam keheningan.Beberapa saat yang lalu, ia tanpa fikir panjang, segera membawa Viola ke rumahnya saat gadis itu sempat tersadar dan memohon untuk tak membawanya ke rumah sakit. Ia masih merasakan remasan tangan Viola di jari-jarinya, saat gadis itu bersikeras keluar dari mobilnya jika William nekat membawanya ke rumah sakit. “Apa yang kau takutkan hingga menyembunyikan semua rahasia mu begitu rapat?” tanya William

    Last Updated : 2021-09-22
  • Wanita Milik Tuan Muda   Rumor

    William berjalan masuk kedalam kamarnya dan membanting kuat pintu kamar di belakngnya. Tangannya meraih gelas yang berisi wiski dan menegaknya habis.Dada pria itu naik turun bersamaan dengan nafas berat penuh amarah. Tangannya mengepal kuat dan tak menunggu lama ia pukulkan kearah atas meja di depannya.“Sial” makinya penuh amarah.“Apa yang sebenarnya terjadi?”pikirnya yang semakin kacau tak menemukan jawaban.William berbalik dan keluar dari kamarnya. Para pelayan yang berpapasan dengannya membungkuk penuh hormat, namun pria itu tak sedikit pun membalasnya dan tetap melangkahkan kakinya menuju lantai 3 rumahnya.William menarik nafasnya pelan saat dirinya telah berdiri di sebuah pintu kamar bernuansa putih. Tangannya terlihat ragu untuk membuka pintu di depannya.Hembusan nafasnya yang terdengar berat mengantarkan gerakan tangannya untuk menggerakkan gagang pintu di genggamannya.Pria itu melangkah masuk dan

    Last Updated : 2021-09-25
  • Wanita Milik Tuan Muda   Mimpi dari Masa Lalu

    “Viola.. “Viola berbalik dan tersenyum menatap sosok pria yang berdiri tak jauh darinya. Tangan pria itu terentang lebar mengharapkan gadis itu segera menghampirinya.Tatapan pria itu begitu memabukkan, penuh cinta dan ketulusan. Viola berlari kecil dan menjatuhkan tubuhnya kedalam prlukan pria itu. Senyumnya yang terlihat tenang membuat Viola semakin nyaman. Usapan halus di punggungnya membuat Viola terbuai oleh kelembutan pria itu.“Aku tak akan pernah memaafkanmu”Mata Viola yang terpejam, seketika terbuka. Menatap kearah pria yang memeluknya. Tatapan lembut yang sesaat lalu menghangatkan hatinya, seketika berubah penuh kebencian.“Mengapa kau mengkhianatiku?”Viola menggeleng pelan seolah membantah semua tuduhan pria itu.“Mengapa kau meninggalkanku? Kau lebih memilih pria lain kan !! Kau menghancurkan sem

    Last Updated : 2021-09-26
  • Wanita Milik Tuan Muda   Kekasih Felix

    “Terima kasih Teresa” Viola tertunduk pelan sebelum akhirnya menutup telpon dari sahabatnya.Tatapannya kosong menatap lantai kayu dibawah kakinya. Gadis itu tak bergeming dan larut dalam lamunannya, hingga ketukan kecil dibalik pintunya menarik kesadarannya.“Apa aku mengganggumu?”Nyonya Anne dengan pakaian hitamnya terlihat anggun masuk kedalam ruangan Viola.“Anda sudah kembali Nyonya?”tanya gadis itu berjalan menghampiri Nyonya Anne dan duduk disampingnya.“Hmm..”balasnya singkat.Viola menatap raut wajah Nyonya Anne yang nampak tertunduk. Ada kecemasan sekaligus ketakutan diwajah wanita itu. Sesekali terdengar tarikan nafas berat dari nya, membuat Viola yakin jika sesuatu telah terjadi.“Apa terjadi sesuatu Nyonya?”Nyonya Anne kembali menarik nafasnya dalam. Ia menatap wajah cantik Viola, seolah ingin menumpahkan semua keluh kesahnya. Namun lebih dulu mani

    Last Updated : 2021-09-27

Latest chapter

  • Wanita Milik Tuan Muda   Kebenaran Kecil

    Teressa menatap tajam pada seorang wanita yang setengah jam lalu masuk kedalam kedai nya dan memilih duduk di sudut ruangan dengan wajah yang terlihat gusar bahkan gerak gerik tangannya yang sesekali melihat kearah jam membuat Teressa yakin jika ia tengah dilanda masalah.Sekilas gadis itu merasa bersyukur, karena Agatha, gadis angkuh yang selalu membuat masalah untuk sahabatnya terlihat kacau begitu berbeda dengan tampilannya beberapa tahun yang lalu yg selalu terlihat anggun dan dingin.Pintu kedai terbuka perlahan bersamaan dengan bunyi lonceng kecil yang tergantung diatasnya.Teressa dengan cepat berjalan menghampiri Viola yang mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.“Apa yang kau lakukkan disini?”tanyanya khawatir karena tak ingin sahabatnya itu bertemu dengan Agatha.Viola tersenyum lembut sambil menepuk pelan lengan sahabatnya dan berjalan meninggalkannya.Teressa menatap tak percaya, saat Viola menhampi

  • Wanita Milik Tuan Muda   Agatha, gadis dari masa lalu

    Gemerisik dedaunan yang saling bersahutan karena sapaan angin yang berhembus lembut, membuat seorang gadis yang tengah duduk disebuah taman begitu menikmati momen itu. Matanya terpejam , wajahnya terlihat tenang. Tak ada sedikitpun beban di wajah cantiknya, ia benar-benar terhanyut pada ketenangan alam yang menyambutnya hangat dalam pelukan.“Mommy..”Seorang gadis kecil berusia kurang dari 4 tahun berjalan tertatih dengan salah satu tangan menarik tangan wanita lain yang menuntunnya.Viola tersenyum menatap gadis kecil itu. Ia terlihat menghampiri dan berjongkok di hadapan gadis kecil itu.Dengan lembut dan penuh kasih sayang, ia membelai rambutnya dan membawanya dalam gendongan.“Kau merindukan Mommy?”Gadis kecil itu tertawa dan mengangguk penuh semangat ,Viola menanggapinya dengan senyuman.“Kau ingin bermain dengan Mommy?”Senyum gadis kecil itu melebar, menandakan kegembiraan yang tak m

  • Wanita Milik Tuan Muda   Tamparan atas Sebuah Penghinaan

    Viola masih berdiri ditempatnya. Gadis itu tak bergeming , bahkan ketika William menghampirinya ia tak menggerakkan sedikit pun tubuhnya. Ia tengah sibuk mengatur emosinya atas hinaan dan permainan William padanya.“Jadi..kau ingin malanjutkan pembicaraan kita disini? Atau kau ingin membahasnya di kamarku?” William menyusuri tubuh Viola dengan pandangannya membuat gadis itu semakin terhina.“Sayangnya, Saya tak tertarik melanjutkan bisnis ini dengan Anda Tuan.”tegas gadis itu. Tatapannya tajam siap menyerang William.William tertawa kecil tak merasakan intimidasi sedikitpun dari gadis itu.“Kau tak akan bisa memulihkan bar itu, kecuali mendapatkan bantuan dariku”“Anda begitu percaya diri Tuan. Maafkan saya, jika ini akan mengecewakan Anda. Tapi ,saya memiliki orang lain yang bisa membantu saya” Viola berusaha sekuat tenaga mempertahankan harga dirinya dan tak akan pernah kalah oleh pria itu.

  • Wanita Milik Tuan Muda   Klien yang tak diharapkan

    Rumor, ibarat rumput liar di tanah lapang, meski tanpa kau beri pupuk, ia akan tetap berkembang dengan cepatnya. Kau hanya bisa memangkasnya, tapi tak bisa menghilangkan sepenuhnya.Seperti saat ini, Viola hanya mampu menahan amarahnya saat rumor tentang pernikahannya beredar dikalangan para pegawainya bahkan beberapa klien nya.Belum juga ia menghilangkan rumor tentang dirinya sebagai wanita milik tuan muda, kini ia harus menghadapi rumor pernikahan antara dirinya dan Edwan yang jelas-jelas hanyalah sebuah bualan yang entah dari mana rumor itu berkembang.“Aku tak berniat menikah, apalagi menikah dengan Tuan Edwan” lagi, Viola harus menjelaskannya pada Samantha dan Nyonya Anne.Ia bagaikan tersangka utama yang sedang disidang dan menunggu vonis dari dua wanita di depannya.“Tapi, rumor kali ini seperti nyata Viola. Ditambah Tuan Edwan yang selalu mengirimi hadiah untukmu” selidik Samantha.“Aku me

  • Wanita Milik Tuan Muda   Sebuah Tawaran

    Viola menatap dingin wanita yang bersimpuh di depannya. Tangannya yang basah karena air mata nampak menggenggam tangan Viola. Sedikit pun, gadis itu tak bergerak dari tempatnya. Hatinya telah ia tekadkan untuk tak goyah. Ia bukan gadis lemah yang bisa mereka permainkan seperti dulu.“Kumohon Viola”pinta Nyonya Hudson mengiba.“Mengapa Anda melakukan ini Nyonya?”tanya gadis itu.Amarah yang ia tahan selama ini memuncak ketika Nyonya Anne menceritakan alasan dibalik gagalnya proyek resort yang sedang dikerjakan. Membuat Nyonya Anne harus menanggung kerugian yang tak sedikit.Selama ini Viola selalu bertahan untuk tak menunjukkan dirinya kehadapan wanita itu meski berbagai cara telah dilakukan untuk memancing dirinya. Namun kali ini Viola tak bisa tinggal diam ketika keluarganya mendapatkan ancaman dari wanita di depannya.“Aku hanya ingin kau berada disamping Felix, hingga anak itu terbangun dari komanya”Vi

  • Wanita Milik Tuan Muda   Kekasih Felix

    “Terima kasih Teresa” Viola tertunduk pelan sebelum akhirnya menutup telpon dari sahabatnya.Tatapannya kosong menatap lantai kayu dibawah kakinya. Gadis itu tak bergeming dan larut dalam lamunannya, hingga ketukan kecil dibalik pintunya menarik kesadarannya.“Apa aku mengganggumu?”Nyonya Anne dengan pakaian hitamnya terlihat anggun masuk kedalam ruangan Viola.“Anda sudah kembali Nyonya?”tanya gadis itu berjalan menghampiri Nyonya Anne dan duduk disampingnya.“Hmm..”balasnya singkat.Viola menatap raut wajah Nyonya Anne yang nampak tertunduk. Ada kecemasan sekaligus ketakutan diwajah wanita itu. Sesekali terdengar tarikan nafas berat dari nya, membuat Viola yakin jika sesuatu telah terjadi.“Apa terjadi sesuatu Nyonya?”Nyonya Anne kembali menarik nafasnya dalam. Ia menatap wajah cantik Viola, seolah ingin menumpahkan semua keluh kesahnya. Namun lebih dulu mani

  • Wanita Milik Tuan Muda   Mimpi dari Masa Lalu

    “Viola.. “Viola berbalik dan tersenyum menatap sosok pria yang berdiri tak jauh darinya. Tangan pria itu terentang lebar mengharapkan gadis itu segera menghampirinya.Tatapan pria itu begitu memabukkan, penuh cinta dan ketulusan. Viola berlari kecil dan menjatuhkan tubuhnya kedalam prlukan pria itu. Senyumnya yang terlihat tenang membuat Viola semakin nyaman. Usapan halus di punggungnya membuat Viola terbuai oleh kelembutan pria itu.“Aku tak akan pernah memaafkanmu”Mata Viola yang terpejam, seketika terbuka. Menatap kearah pria yang memeluknya. Tatapan lembut yang sesaat lalu menghangatkan hatinya, seketika berubah penuh kebencian.“Mengapa kau mengkhianatiku?”Viola menggeleng pelan seolah membantah semua tuduhan pria itu.“Mengapa kau meninggalkanku? Kau lebih memilih pria lain kan !! Kau menghancurkan sem

  • Wanita Milik Tuan Muda   Rumor

    William berjalan masuk kedalam kamarnya dan membanting kuat pintu kamar di belakngnya. Tangannya meraih gelas yang berisi wiski dan menegaknya habis.Dada pria itu naik turun bersamaan dengan nafas berat penuh amarah. Tangannya mengepal kuat dan tak menunggu lama ia pukulkan kearah atas meja di depannya.“Sial” makinya penuh amarah.“Apa yang sebenarnya terjadi?”pikirnya yang semakin kacau tak menemukan jawaban.William berbalik dan keluar dari kamarnya. Para pelayan yang berpapasan dengannya membungkuk penuh hormat, namun pria itu tak sedikit pun membalasnya dan tetap melangkahkan kakinya menuju lantai 3 rumahnya.William menarik nafasnya pelan saat dirinya telah berdiri di sebuah pintu kamar bernuansa putih. Tangannya terlihat ragu untuk membuka pintu di depannya.Hembusan nafasnya yang terdengar berat mengantarkan gerakan tangannya untuk menggerakkan gagang pintu di genggamannya.Pria itu melangkah masuk dan

  • Wanita Milik Tuan Muda   Kepercayaan yang Mati

    Seorang dokter didampingi perawat nampak memasukkan jarum infus kedalam tangan Viola yang masih tak terbaring lemah tak sadarkan diri.“Nona Viola sepertinya mengalami masalah lambung akibat stres. Dan juga tekanan darahnya menurun. Ia berada dalam kondisi buruk. Anda, harus lebih memperhatikannya. Saya harap Anda bisa mengurangi waktu kerjanya agar bisa beristirahat total hingga keadaanya benar-benar pulih,” ucap Dokter di depan William sebelum pamit meninggalkan pria itu. Beberapa pelayan yang berada dikamar tidurnya, ikut pergi meninggalkan William yang menatap Viola dalam keheningan.Beberapa saat yang lalu, ia tanpa fikir panjang, segera membawa Viola ke rumahnya saat gadis itu sempat tersadar dan memohon untuk tak membawanya ke rumah sakit. Ia masih merasakan remasan tangan Viola di jari-jarinya, saat gadis itu bersikeras keluar dari mobilnya jika William nekat membawanya ke rumah sakit. “Apa yang kau takutkan hingga menyembunyikan semua rahasia mu begitu rapat?” tanya William

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status