Home / Romansa / Tuan, Biarkan Aku Pergi / 42. Bawa Pulang Calon Menantu

Share

42. Bawa Pulang Calon Menantu

Author: Kerry Pu
last update Last Updated: 2024-09-27 23:01:22

Masih belum bisa menerima alasan Dahayu, selama ini Golden Jay selalu menggunakan website perusahaan saja sebagai sarana pemesanan barang dari konsumen.

Mereka takut metode promosi yang digunakan Dahayu tidak akan mencapai target market yang di tuju.

Produk mewah biasanya dipromosikan dengan cara eksklusif agar terlihat elegan dan berkelas.

Membuatnya bisa dilihat di semua platform online, di mana semua kalangan bisa menjangkau, bukankah seperti sedang mengobral barang murahan dan kehilangan keeleganan dari produk tersebut?

"Kalian meragukanku?" tanya Dahayu setelah melihat semua orang terdiam.

Sebenarnya iya, tapi strategi Dahayu sebelumnya telah mencapai kesuksesan, hingga Golden Jay meningkat pesat hanya dengan waktu singkat.

Semua anggota rapat menggelengkan kepala meski ragu. Berharap strategi Dahayu bukan untuk membuang waktu dan biaya karena tujuannya tidak tepat sasaran.

"Baiklah, susun rencana dan mulai pembuatan iklan headline yang menarik." Dahayu bersuara datar tapi juga a
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Tuan, Biarkan Aku Pergi   43. Ganti Pintu Utama

    "Apakah dia mengganggumu?" tanya Aksa dengan suara dingin dan datar. Dahayu bisa melihat, raut wajah Aksa saat ini sama sekali tidak baik, dia tidak ingin ada ketegangan. Jadi Dahayu menjawab, "Tidak. Kami hanya tidak sengaja bertemu, aku juga tidak kenal siapa dia.""Bagus, lebih baik kamu tidak mengenal siapa dia," ucap Aksa tanpa ada kehangatan sedikitpun sembari menatap laki-laki yang bernama Satya.Dahayu langsung bisa melihat perubahan sikap dari laki-laki yang tadinya terlihat sangat ceria dan konyol, tiba-tiba berubah menjadi pria elegan, dingin, dan sangat bermartabat.Dengan senyum tipis Satya berkata, "Tuan Aksa, senang bertemu denganmu. Apakah dia wanitamu?"Dahayu mengangkat kelopak mata menatap dua pria secara bergantian, kini dia tahu jika dua laki-laki tersebut saling mengenal.'Pria ini sepertinya benar-benar kacau, Bukankah dia baru saja mengatakan jika tidak punya teman?''Laki-laki semuanya sama, pembohong.'Batin Dahayu sedikit dongkol memperhatikan dua pria di d

    Last Updated : 2024-09-27
  • Tuan, Biarkan Aku Pergi   44. Bayi Siapa?

    Yesti sudah sangat gelisah memikirkan nasibnya malam ini. Dia sudah benar-benar takut bahwa akan ditendang dari keluarga Jayanta. Bahkan dia tidak berani menatap wajah Aksa yang terus memperhatikan gerak-geriknya. Sebelumnya Aksa sudah berniat menceraikannya sejak mengetahui kebohongannya perihal kejadian 10 tahun yang lalu.Sekarang mana mungkin Aksa melewatkan untuk bisa menjadikan Dahayu ratu satu-satunya di kehidupannya.Berkali-kali Yesti menatap Dahayu yang tampak biasa-biasa saja, hatinya geram karena awal mula masalahnya adalah kemunculan istri muda suaminya yang sangat menjengkelkan itu.'Lihat saja, jika Aksa sampai menceraikanku, aku juga tidak akan membiarkan kamu hidup dengan tenang Dahayu!' sumpah Yesti dalam hati.Saat dokter tiba membawa hasil tes kehamilan. Yesti sudah bersiap untuk berlutut dan menangis, meraung, mengiba pada Aksa agar tetap mempertahankannya.Namun, sampai beberapa detik berlalu, kemarahan Aksa sama sekali tak terlihat.Pria tersebut tertegun deng

    Last Updated : 2024-09-27
  • Tuan, Biarkan Aku Pergi   45. Iya, Ini Milikmu

    Seketika wajah Yesti terkesiap dan memucat. "Jangan coba-coba menggertakku, Lukas.""Aku tidak menggertak, Yesti. Katakan apakah kamu tidur dengan Aksa setelah malam perjamuan tiga bulan yang lalu?"Wajah Yesti sudah sangat pucat sekarang. Ingatannya merujuk pada kejadian 3 bulan yang lalu. Saat itu Aksa menolak dan mengusirnya dari ruangan gelap setelah menyebut nama Dahayu dengan sangat sensual.Yesti sakit hati dan sangat emosional, setelah memerintahkan pelayan untuk menyiksa Dahayu, dia datang ke paviliun Lukas. Berniat untuk mengeluh.Tapi nyatanya saat itu Lukas sedang mabuk berat. Dia menerkam Yesti begitu saja.Yesti yang pusing lantaran tidak mendapatkan kehangatan dari Aksa, sangat tidak bisa menolak sentuhan Lukas.Hubungan terlarang benar-benar terjadi malam itu.Sedangkan setelahnya, Aksa memang tidak pernah menyentuhnya lagi meski Yesti terus berusaha merayu dan menggodanya setiap malam.Yesti pun gemetaran begitu menyadari yang dia kandung bukanlah milik Aksa.Namun,

    Last Updated : 2024-09-28
  • Tuan, Biarkan Aku Pergi   46. Hadiah untuk Menantu

    Elena memicingkan mata manakala melihat keterkejutan di wajah Lukas.Bahkan Elena juga menangkap Lukas yang salah tingkah meski itu segera menghilang dan digantikan dengan sikap tenang."Apa salahnya jika aku ada di sini? Ini juga rumahku," ucap Lukas dingin tanpa rasa hormat.Lantas Lukas pergi begitu saja meninggalkan Elena yang menatapnya dengan mata suram.Buka karena Lukas tidak menghargainya sebagai seorang ibu yang merawatnya sejak bayi, tapi jelas-jelas dia melihat Lukas keluar dari kamar yang baru saja dipakai Yesti untuk beristirahat.Elena menghela napas, dia tahu Lukas selalu memusuhi Aksa setelah mengetahui bahwa Aksa bukan saudara kandungnya."Semoga saja tidak seperti yang aku pikirkan."***Pagi kembali menyapa kota Zimo dengan senyuman cerah dari ufuk timur tanpa gumpalan awan.Seorang wanita cantik turun dari tangga menggenakan pakaian kerja lengkap dan tentu saja tampak menawan.Aksa tersenyum dalam binar matanya. Istri mudanya ini semakin hari semakin membuat kemaj

    Last Updated : 2024-09-28
  • Tuan, Biarkan Aku Pergi   47. Apa Masalahnya?

    Dahayu pun tak ingin berlama-lama dipelukan Aksa, dia kembali duduk dengan wajah keruh. Sementara Aksa menyimpan kunci mobil tersebut dengan tenang ke dalam saku. Lantas mengambil daging dan menaruhnya di piring Dahayu. "Aku akan menyimpannya dulu. Kamu akan mendapatkankannya saat kamu menang kompetisi parfumer. Kamu mengerti," ucap Aksa sembari mengelus rambut Dahayu dengan lembut. Dahayu tidak merespon ucapan Aksa. Dia tidak suka diperlakukan seperti anak kecil seperti ini. "Makanlah," lanjut Aksa sembari menarik tangannya dengan pelan dari kepala Dahayu. Sementara semua orang hanya terdiam menyaksikan drama pagi yang belum pernah terjadi di keluarga Jayanta. Aksa belum pernah seperti ini sebelumnya. Meski dia pernah memanjakan Yesti dengan segala kemewahan. Tapi sorot matanya tak pernah menunjukkan kasih sayang yang begitu dalam seperti yang dia tunjukkan pada Dahayu. Bukan hanya Defgan yang bisa melihat, tapi semua orang juga bisa merasakan. Elena pun segera memegang tang

    Last Updated : 2024-09-28
  • Tuan, Biarkan Aku Pergi   48. Salahkan Takdir

    "Kami sudah mencoba mengkonfirmasi pada supplier terbesar kita, tapi nyatanya mereka tidak memberi keterangan yang jelas kenapa mereka tiba-tiba memutus kerja sama sepihak dengan Golden Jay."Keterangan Rivan mengundang Dahayu untuk menghela napas kasar. "Lalu bagaimana dengan kondisi barang kita yang ada di gudang?""Untuk dua minggu ke depan mungkin masih bisa mencukupi kebutuhan pasar. Tapi untuk bulan depan ...."Lagi-lagi Dahayu menghela napas panjang. "Cari supplier lain secepatnya, kita harus mempertahankan kepercayaan berbagai pihak terhadap perusahaan kita."Rivan mengangguk."Hubungi juga pengacara untuk mengurus masalah ini. Kalau kita bisa menarik supplier itu kembali ke pihak kita itu jauh lebih bagus," imbuh Dahayu tegas.Keadaan memang menjadi genting saat pemasok bahan baku utama tiba-tiba memutus kerja sama secara sepihak.Saat ini Golden Jay sedang menjadi sorotan. Jika tidak bisa memenuhi pesanan barang yang membludak, tentu saja perusahaan akan kehilangan kepercaya

    Last Updated : 2024-09-29
  • Tuan, Biarkan Aku Pergi   49. Bersalah

    Tiga jam Aksa menahan Dahayu dikantornya. Tapi kini perempuan itu sudah berada di dalam mobil menuju kedai kopi yang Aksa perintahkan. Tangannya menggenggam berkas yang sempat dilempar Aksa ke lantai yang berisi perjanjian kerjasama antara dua perusahaan yang tidak Dahayu ketahui. Dahayu sendiri tidak tahu apa maksudnya Aksa memberikan berkas itu kepadanya dan menyuruhnya pergi ke kedai kopi di siang hari. Kaki Dahayu melangkah santai memasuki kedai kopi. Lantaran tidak tahu harus menemui siapa, Dahayu hanya duduk dan memesan kopi. Disesapnya kopi tanpa gula yang begitu pahit, sembari menatap ke sekitar. Seorang pria berpakaian rapi tiba-tiba tersenyum sumringah seperti menemukan seseorang yang dia tunggu. Dahayu menelusuri arah pandang pria tersebut. Matanya sedikit melebar kala menemukan Lukas yang berjalan elegan menuju ke arah pria yang tersenyum resmi kepadanya. "Selamat datang, Tuan Lukas." "Terima kasih, maaf jika Anda sudah lama menunggu." "Tidak masalah. Anda orang

    Last Updated : 2024-09-30
  • Tuan, Biarkan Aku Pergi   50. Pasang!

    Dahayu kembali duduk tenang di dalam mobil seusai jam kerja.Tangannya memegang kotak kecil berisi dasi yang dia beli siang tadi.Mungkin dengan meminta maaf, akan membuat hati Dahayu tenang.Tapi nyatanya malam ini Aksa tak kunjung menjemput. Seseorang mengatakan bahwa Aksa berangkat ke luar negeri untuk perjalanan bisnis setelah dia pergi ke kedai kopi.Sedikit kecewa, tapi Dahayu sangat mengerti mobilitas Aksa memang sangat padat.Dia tidak bisa mencegah laki-laki itu pergi hanya untuk menerima dasi yang dia beli sebagai permintaan maaf.Dahayu harus sabar menunggu laki-laki itu pulang."Selamat datang, Nyonya." Mina menyambut ketika Dahayu tiba di vila Seroja.Dahayu mengangguk sembari tersenyum samar. Dia segera melangkah menuju kamarnya dengan tenang.Saat dia duduk termenung dengan berbalut piyama, Mina kembali hadir dan bertanya, "Nyonya Anda ingin makan malam apa?"Dahayu tersenyum lembut. "Tanyakan pada nyonya Yesti saja, dia sedang hamil, mungkin dia menginginkan sesuatu."

    Last Updated : 2024-09-30

Latest chapter

  • Tuan, Biarkan Aku Pergi   130. Siapa yang Mandul?

    "Seperti itukah putra kesayanganmu?"Ucapan sarkas Elena membuat wajah Defgan menggelap."Lukas, apa yang kamu tertawaan?"Tawa Lukas mulai mereda, dan berkata, "Memangnya kenapa jika aku tidur dengan Yesti? Aku hanya mencoba menyelamatkan keluarga Jayanta."Semua orang bingung dengan pernyataan Lukas.Tapi Lukas justru menegakkan kepala dengan percaya diri ketika menatap Defgan. Bahkan dia tersenyum."Ayah, aku ingin menjadi putra baik dan berbudi luhur. Tapi keadaan memaksaku melakukan itu, jika tidak maka keturunan keluarga Jayanta akan terputus.""Apa maksudmu?"Lukas tersenyum. "Ayah, Yesti dan Aksa menikah sudah hampir 10 tahun, tapi mereka tidak pernah dikaruniai seorang anak. Tapi Yesti hanya melakukan sekali denganku dan dia langsung hamil. Apa itu artinya?"Lukas kembali tertawa mengejek ketika melihat Aksa, dan berkata, "Aksa mandul!""Omong kosong!" Elena tidak terima."Terserah kamu percaya atau tidak. Putramu itu adalah laki-laki mandul. Meskipun dia sangat kaya dan memp

  • Tuan, Biarkan Aku Pergi   129. Bagaimana Bisa Sesombong Itu?

    Dahayu jelas merasakan ada banyak pasang mata yang tak terhitung jumlahnya sedang tertuju padanya.Dalam sekejap, Dahayu dan Yesti sepertinya menjadi tontonan.Keheningan langsung menyelimuti setelah kegaduhan dari mulut Yesti. Semua orang masih tercengang dan ingin melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.Pada akhirnya Dahayu menyeringai. "Apa kamu kebanyakan nonton drama protagonis yang teraniaya?" cela Dahayu asal asalan."Sudah cukup kamu beromong kosong!"Dahayu menoleh dan melihat yang berbicara barusan adalah Defgan.Dia tersenyum dangkal dan menghela napas tidak berdaya.'Betapa bodohnya orang tua ini dikelabuhi Yesti,' batinnya.Lukas juga terlihat datang dan membantu Yesti berdiri."Aku menyesal mengundangmu ke sini. Kamu memang membawa bencana dimana pun kamu berada!"Lukas juga ikut angkat bicara membuat Dahayu sadar dia telah diserbu."Penjaga! Usir wanita pembawa sial itu dari sini!"Perintah Defgan menghadirkan dua orang keamanan dan langsung mencengkeram dua tangan

  • Tuan, Biarkan Aku Pergi   128. Trik Rendahan

    Di sisi Defgan, Lukas juga tampak tersenyum mencemooh kepada Aksa.Dia menganggap, sekarang Aksa hanya seorang laki-laki tak berguna yang hidup mengandalkan wanitanya.Sudah tidak punya pekerjaan, semua saham juga sudah dikuasai oleh istrinya.'Benar-benar laki-laki bodoh!'Raut ejekan di wajah Lukas terlihat jelas di mata Aksa. Tapi tampaknya dia juga tidak peduli.Perhatian Aksa justru tertuju pada Defgan yang terlihat tegang.Sama sekali tak ada kesan puas di wajah Defgan meski perusahaan Jayanta sudah lolos dari masa kritis.Tentu saja.Lukas baru saja kehilangan 25% saham hanya demi mempertahankan perusahaan Jayanta.Perusahaan Wisesa memang berjanji tidak akan mencekal bisnis perusahaan Jayanta lagi, mereka juga menyumbang begitu banyak dana untuk membantu perusahaan Jayanta.Tapi juga merampas kepemilikan saham sebanyak 25%.Namun, perusahaan Jayanta tidak punya pilihan untuk bisa menolak.Saat ini perusahaan Jayanta sudah terpecah, dan sebagian besar dimiliki oleh Dahayu dan

  • Tuan, Biarkan Aku Pergi   127. Kecemburuan yang Indah

    Konsorsium Jayanta kini hanya seonggok bangunan sepi setelah kehilangan banyak investornya.Hampir semua proyek mangkrak karena kekurangan dana untuk mengoperasikannya.Dan sudah pasti pendapatan menurun drastis dan berakibat pengurangan karyawan secara besar-besaran untuk menghindari defisit dalam jangka panjang.Bahkan bisnis yang ada di luar negeri tiba-tiba mendapat serangan dari perusahaan Wisesa.Defgan dibuat sakit kepala dengan masalah pasca pengangkatan Lukas sebagai CEO konsorsium Jayanta.Dulu saat dipegang Aksa, dia tinggal duduk manis dan menikmati hasilnya.Sekarang dia sudah tidak punya saham, tapi masih saja dipusingkan dengan urusan perusahaan.Dia baru sadar jika putra keduanya ini benar-benar tidak becus mengelola perusahaan.Tapi menyesal saja tentu tidak akan menyelesaikan masalah. Defgan tetap turun tangan demi menyelamatkan perusahaan peninggalan leluhurnya."Atur janji dengan pemimpin perusahaan Wisesa. Jika masih menolak, paling tidak bisa berbicara melalui sa

  • Tuan, Biarkan Aku Pergi   126. Ini Hanya Sebuah Permulaan

    Lukas tersenyum senang. Ternyata saudaranya ini sangat bodoh dan masih melindunginya seperti dulu.'Apa kamu pikir dengan bersikap baik padaku, ayah akan melunak padamu?''Anak haram tetaplah anak haram. Kamu bukan lagi tuan muda Jayanta.'Tapi semua anggota dewan direksi justru tidak terima dengan pernyataan Aksa.Dahayu sendiri juga tidak menyangka jika Aksa akan menyerah secepat ini."Tuan Aksa. Kami sangat percaya pada Anda, kami tahu Anda lebih baik dari pada Lukas dalam memimpin perusahaan. Kami harap Anda tidak menyerah dan mengecewakan kami. Kami sangat mendukung Anda di perusahaan ini."Seseorang mulai menyampaikan kekhawatirannya dan membuat yang lain juga melontarkan pendapat mereka masing-masing agar Aksa tidak mundur dari jabatannya.Tapi sepertinya Aksa memang sudah tidak berniat memimpin konsorsium Jayanta lagi."Saya tidak ingin menyalahi aturan. Siapa yang mempunyai saham tertinggi maka dialah yang pantas menjadi pemimpin. Karena itu sejak awal saya sudah mempersiapka

  • Tuan, Biarkan Aku Pergi   125. Bagaimana Dia Tidak Keberatan?

    Keriuhan di kota Zimo diabaikan.Aksa masih bekerja seperti biasa, dan pulang ke apartemen Dahayu setelahnya.Vila Seroja sudah menjadi tempat menjijikkan bagi Aksa.Tempat itu hanya mengingatkan akan kebodohan dan penyesalannya saat ini.Duduk termenung menatap gemerlap lampu kota sambil menyesap anggur sudah menjadi kegemaran baru setiap harinya.Apartemen itu sangat nyaman untuk meresapi kerinduannya terhadap Dahayu."Tuan …." Suara Ethan terdengar ringan.Aksa tidak menoleh, juga tidak menyahut.Seakan tidak ingin diganggu.Tapi suara orang lain, tiba-tiba membuat alisnya berkerut dengan sedikit senyuman dingin."Beruntung sekali Kakak ipar mengunjungiku," ucap Aksa santai sambil memutar kursinya."Berhenti memanggilku seperti itu. Kamu membuatku jijik."Aksa terkekeh mendengar umpatan Satya."Ada apa?" tanya Aksa santai."Aku ada urusan di luar negeri, ayah dan ibu juga sangat sibuk. Jika kamu suami yang baik, kamu tidak akan membiarkan dia sendirian."Satya yang tidak ingin berb

  • Tuan, Biarkan Aku Pergi   124. Atur Rapat Relokasi Pemegang Saham

    Keesokan harinya, kota Zimo langsung digegerkan dengan berita bahwa Aksa dicoret dari kartu keluarga Jayanta karena tidak ingin menceraikan Dahayu.Aksa tidak lagi menyandang gelar tuan muda Jayanta karena sudah dibuang oleh ayahnya.Berita bahwa Aksa adalah anak haram juga beredar di mana-mana.Sudah pasti Lukas di balik rumor jahat yang beredar saat ini.Biasanya Aksa akan menebas dan melenyapkan berita miring tentangnya.Tapi kali ini dia membiarkan saja berita tersebut menyala dan membuat kegaduhan semua kalangan di kota Zimo.Dan sampailah pada Dahayu yang saat ini sedang duduk bersandar di kamarnya sambil menonton televisi."Sepertinya dia sangat mencintaimu. Demi mempertahankanmu, dia rela didepak dari keluarga Jayanta," ucap Satya acuh tak acuh sembari memasukan kacang atom ke mulutnya.Saat ini Satya tengah berbaring di samping Dahayu.Dahayu sama sekali tak menanggapi ucapan kakaknya hanya menatap dingin layar televisi saat ini."Kamu tidak ingin memberi tahunya jika dia aka

  • Tuan, Biarkan Aku Pergi   123. Bawa Menantu Ibu Pulang

    Acara pesta berakhir. Melihat Aksa masih berdiri menatapnya, Dahayu sama sekali tak ingin menghindar. Dia pun berjalan dengan anggun menghampiri suaminya. "Tuan Aksa Jayanta, para tamu undangan sudah pulang, kenapa Anda masih di sini?" Wajah tampan aksa bersinar, menyambut kedatangan istrinya. "Aku belum mengucapkan. Selamat ulang tahun pada istriku?" Dahayu tersenyum sengit dan berkata, "Ucapan selamat saja tidak cukup, Anda harus datang dengan membawa hadiah. Tapi sepertinya Anda datang dengan tangan kosong, sebaiknya aku yang menentukan hadiahku." Aksa tahu apa yang akan dilakukan Dahayu saat seseorang mendekat dengan membawa stopmap di tangannya. Dia tersenyum dan menerima berkas tersebut. Namun, bukannya menandatangani, Aksa malah menyobek lembar kertas tersebut menjadi sobekan kecil-kecil dan melemparkan ke udara. Untuk sesaat Dahayu kejatuhan sobekan kertas hingga seperti sedang diguyur confetti. Raut wajahnya menjadi dingin dan kejam kala menatap Aksa. Namun, Aksa ju

  • Tuan, Biarkan Aku Pergi   122. Istri Kecilku Hanya Akan Menjadi Milikku Selamanya

    Suasana pesta menjadi tidak kondusif setelah Dahayu menerima uluran tangan dari Satya. Berbagai asumsi bermunculan di benak para tamu undangan dan juga media yang saat ini menyiarkan secara langsung acara tersebut. Aksa pun tertegun, meski dia sudah mengira ini akan terjadi, tapi tetap mempengaruhi hatinya, meski wajahnya saat ini menunjukkan rona datar dan terlihat tanpa emosi. Apalagi saat melihat Dahayu yang sepertinya tampak acuh tak acuh mengabaikan Aksa yang berdiri menatapnya. Keriuhan semakin menjadi, namun itu sama sekali tak mempengaruhi rona wajah tuan dan nyonya Mantila. Mereka masih menyambut kedatangan Dahayu yang digandeng Satya mendekat ke arah mereka. "Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Tuan Aksa diam saja saat istrinya digandeng pria lain?" "Entahlah, apakah direktur Dahayu memang perempuan seperti itu?" "Kita lihat saja, direktur Dahayu selalu memberikan kita kejutan, mungkin ada cerita dibalik pegangan tangan tuan muda Mantila." "Benar, perempuan muda dan be

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status