Saat ini, Khanuman yang menyerupai dewa, melayang di udara. Api energi spiritual yang berkobar dahsyat di tubuhnya membubung tinggi ke langit.Di dalam api energi spiritual tersebut, terdapat banyak sekali rune penghancur. Pada tongkat emas, juga muncul inskripsi yang lengkap.Khanuman memancarkan tekanan energi spiritual yang begitu kuat dari tubuhnya, yang menyebabkan angin menderu-deru.Pada saat ini, orang-orang yang berada di luar halaman begitu gembira ketika melihat kekuatan Khanuman di udara dan tekanan energi spiritualnya yang begitu dahsyat. Bahkan, beberapa kultivator mulai berlutut di tanah dan menyembahnya.Bahkan, Mortier dan Harper juga mengaguminya.Menurut mereka, Pak Finlo sama sekali tidak perlu mengambil tindakan. Pak Khanuman sendiri sudah cukup untuk menghadapi Aksha.Tepat pada saat ini, sosok Surya perlahan-lahan juga naik ke udara. Dia berdiri di udara dan berhadapan dengan Khanuman.Khanuman melambaikan tongkat emas di tangannya. Tiba-tiba saja terdengar suara
Energi spiritual pedang yang memadatkan seluruh energi spiritual, kekuatan dan kekuatan naga Surya terbang melintasi langit laksana sambaran petir ke arah Khanuman.Berbagai macam senjata spiritual yang dihantamkan Khanuman langsung dihancurkan oleh energi spiritual pedang. Tongkat Emas jatuh dengan bunyi berdentang. Energi spiritual pedang tersebut juga langsung menghantam tubuh Khanuman.Khanuman menjerit. Dia terbang keluar dan memuntahkan darah di sepanjang tempat yang dilewatinya, lalu jatuh di depan pintu masuk vila.Orang-orang yang berada di luar halaman langsung menjadi pucat. Mereka bergegas maju untuk membantu Khanuman berdiri dengan ketakutan.Orang yang paling ketakutan sebenarnya adalah Khanuman sendiri.Transformasi Monyet Dewa yang merupakan medan terkuat Khanuman, bukan hanya membuatnya mencapai tingkat yang menakutkan dalam hal kekuatan, tetapi kekuatan pertahanannya juga menjadi lebih mencengangkan lagi.Bisa dikatakan, bahkan kultivator tingkat suci tidak akan mampu
"Ada sesuatu yang terjadi di Negara Teria. Aku harus ke sana, setelah menyelesaikan masalah di sini," kata Surya.Begitu mendengar hal tersebut, Aulia tahu jika dirinya sama sekali tidak bisa ikut campur dalam urusan Surya. Oleh karena itu, Aulia hanya bisa mengangguk tanpa mengucapkan sepatah kata pun.Bagaimanapun, sepertinya Surya akan segera pergi.Aulia hanya berharap Surya bisa tinggal di sini lebih lama, berharap kopi ini tidak akan pernah habis.Pada saat yang sama, di dalam Kuil Dewa Abadi.Mortier dan Harper berlutut di depan Finlo sambil menceritakan apa yang terjadi.Setelah mendengar semua itu, Finlo tersenyum tipis dan berkata, "Sepertinya pelajaran untuk mereka sudah cukup.""Semua orang meminta Pak Finlo untuk mengambil tindakan. Pak, orang itu terlalu sombong," kata Harper.Finlo perlahan berdiri, lalu berkata, "Ayo pergi, waktunya sudah hampir tiba. Aku akan pergi melihatnya."Finlo berjalan keluar secara perlahan-lahan tanpa terburu-buru. Dia terus berjalan seperti i
Semua orang menatap ke arah Surya.Finlo menatap Surya dan tersenyum. "Akhirnya kita bertemu juga, ahli yang benar-benar kuat.""Tujuanmu mengirim Kenzo ke Aerovia, hanya untuk mencari ahli yang kuat?" tanya Surya.Finlo tersenyum dan berkata, "Ya, mencari ahli yang benar-benar kuat.""Untuk apa?" tanya Surya.Finlo mengerutkan kening sembari berkata, "Sebenarnya, aku ingin meminta bantuanmu.""Meminta bantuanku?" tanya Surya sambil mengerutkan keningnya.Para kultivator di dekat mereka juga ikut tercengang.Apa maksud Finlo dengan semua ini? Apakah ini artinya Finlo tidak ingin menghapus rasa malu semua orang dan dunia kultivasi Negara Siam?"Sebenarnya kamu sudah melakukannya. Aku hanya ingin menemukan ahli yang benar-benar kuat untuk memberi pelajaran kepada para kultivator Negara Siam. Mereka sudah terlalu sombong selama ini," kata Finlo."Itu saja?" tanya Surya dengan dingin.Finlo mengangguk dan berkata, "Selain itu, aku juga ingin mencari lawan. Selama bertahun-tahun, aku nggak
Lesung Penakluk Iblis berwarna emas itu memancarkan api energi spiritual emas dengan rune yang berputar-putar di atasnya. Saat lesung itu bergetar, terdengar suara gemuruh yang menggetarkan jiwa.Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Surya bergegas menerjang Finlo sambil mengayunkan trisula perangnya.Trisula perang itu memunculkan aliran cahaya yang menebas ke arah pinggang Finlo.Finlo mengayunkan Lesung Penakluk Iblis berwarna emasnya. Terdengar suara dentuman keras yang menyebar jauh di langit malam.Surya dan Finlo, masing-masing mundur beberapa langkah dan saling menatap.Finlo tersenyum tipis. Dia kembali memukulkan Lesung Penakluk Iblis berwarna emas di tangannya. Terdengar suara dengungan dan nyanyian suci yang menggema di langit.Di depan Finlo, muncul sosok Arahat Penakluk Iblis setinggi lebih dari lima meter. Arahat yang juga memegang Lesung Penakluk Iblis berwarna emas itu, bergegas menerjang ke arah Surya.Orang-orang yang berada di bawah tidak bisa menahan diri untuk berso
Finlo tidak peduli. Dia hanya menatap Surya dan berkata sambil tersenyum, "Bagus sekali, kamu benar-benar memenuhi harapanku. Aku sangat senang.""Apa pun rencanamu, biar kuberi tahu saja, rencanamu itu akan gagal. Jadi, jangan berharap terlalu banyak," kata Surya dengan dingin.Wajah Finlo perlahan-lahan menjadi serius. Dia berkata, "Apa yang kupikirkan dan lakukan, bukan sesuatu yang bisa dimengerti oleh orang-orang biasa seperti kalian. Hari ini, aku akan menunjukkan kepada semua orang kalau semua makhluk di dunia ini hanyalah pecundang.""Dewa Iblis Penakluk datang ke dunia!" Seiring dengan teriakan keras Finlo, sebuah patung dewa emas raksasa muncul di belakangnya.Patung dewa itu memiliki tinggi dua puluh meter. Seluruh tubuhnya berwarna emas, hanya wajahnya yang berwarna biru. Patung itu memakai mahkota penakluk iblis, mengenakan baju zirah dan memegang cambuk emas delapan harta karun. Seluruh tubuhnya memancarkan tekanan energi spiritual yang mengerikan. Ia menatap Surya dari a
Dewa Iblis Penakluk memiliki tinggi 20 meter dan kekuatan yang besar.Surya bagaikan burung pipit di hadapan Dewa Iblis Penakluk.Namun, Surya bergerak secepat kilat, terus-menerus terbang mengelilingi Dewa Iblis Penakluk. Trisula perang di tangannya memancarkan energi pedang yang menakutkan, yang terus-menerus menebas Dewa Iblis Penakluk dan mengeluarkan suara gemuruh yang menggelegar. Akan tetapi, Dewa Iblis Penakluk sama sekali tidak mampu menyentuh Surya.Setelah beberapa saat, muncul retakan pada tubuh Dewa Iblis Penakluk, yang menunjukkan tanda-tanda kelelahan.Orang-orang di bawah yang menyaksikan menjadi terkesiap dan terkejut bukan kepalang.Mungkinkah medan Pak Finlo tidak bisa mengalahkan medan Aksha? Jika memang begitu, Aksha terlalu menakutkan, bukan?Saat semua orang terkejut, Finlo berteriak dengan keras, "Dewa Iblis Penakluk, Cahaya Dewa Menyinar Seluruh Alam."Saat Finlo berteriak dengan keras, nyanyian suci bernada tinggi terdengar di langit, diikuti oleh seberkas cah
Pada saat ini, Surya tiba-tiba mengangkat trisulanya dan mengarahkannya tinggi-tinggi ke langit, kekuatan yang tidak terlihat pun terpancar darinya.Awan hitam dengan radius seratus meter segera terbentuk di langit, menjadi pusaran besar dan mulai berputar perlahan."Kamu nggak bisa mengalahkanku dengan itu!"Surya berteriak, lalu tekanan spiritual yang menakutkan menyeruak dari tubuhnya.Finlo mengerutkan kening, merasakan emosi yang tidak dapat dijelaskan yang mulai muncul.Kultivator di bawah juga terpengaruh oleh tekanan spiritual besar Surya. Mereka semua tercengang dengan ekspresi kosong."Dua Belas Bagian Gerakan Dewa. Bagian Satu, Rasa Sedih dan Putus Asa!"Surya meneriakkan kata-kata ini dengan lembut, lalu berkata kepada Finlo, "Ini adalah kemampuan besar yang diberikan kepadaku oleh kekuatan besar tertentu. Bagaimana perasaanmu sekarang?""Kesepian, sendiri dan putus asa," gumam Finlo.Surya tersenyum, lalu menyahut, "Benar, kamu akan terus merasakan putus asa dan kesepian d
Linda mengenakan gaun pengantin tradisional. Seluruh gaunnya berwarna merah terang, sementara wajahnya bahkan lebih merah dari pakaiannya.Surya juga mengenakan pakaian tradisional berwarna merah yang khas. Keduanya membawa minuman, memberikan penghormatan satu per satu pada keluarga dan teman-teman yang hadir dalam pernikahan tersebutOrang tua kedua belah pihak tersenyum lebar, tidak bisa menyembunyikan kegembiraan mereka. Sebagai orang tua, yang paling dikhawatirkan adalah pernikahan anak-anak mereka.Sekarang, keduanya telah menemukan pasangan yang begitu baik. Kebahagiaan mereka jelas tak bisa dilukiskan dengan kata-kata.Orang-orang lainnya juga ikut bersukacita. Mereka mengangkat gelas, lalu minum dengan gembira.Mereka adalah teman, bawahan, serta orang-orang yang setia pada Surya dan Linda. Mereka sangat senang melihat kebahagiaan keduanya.Tidak ada pembawa acara di pesta pernikahan ini, semuanya dilaksanakan dengan sangat sederhana, tapi juga sangat meriah dan penuh kegembir
Malam harinya, ketika kembali ke Pulau Aora, Surya merasa sangat terharu saat berdiri di jembatan tertutup. Dia diam-diam melepaskan sedikit auranya.Pulau Aora seketika menjadi ramai. Satu per satu sosok yang dikenalnya muncul dengan terburu-buru.Surya perlahan berjalan memasuki pulau dengan senyuman.Saat tiba di alun-alun, Surya melihat sosok-sosok yang sangat dikenalnya seperti Linda, Yenny, Raka, Gesang, serta yang lainnya. Senyum di wajah Surya tampak makin lebar.Ketika orang-orang ini melihat Surya, wajah mereka penuh dengan ekspresi gembira yang sulit untuk disembunyikan.Setelah sekian lama tidak bertemu dan tidak bisa dihubungi, mereka sangat khawatir, juga merindukan Surya."Surya, aku pikir kamu nggak akan kembali." Linda adalah orang lebih dulu membuka mulutnya. Dia berkata dengan penuh kesedihan.Surya berjalan mendekat, memeluk Linda, lalu berujar, "Maafkan aku, mulai sekarang aku nggak akan melakukannya lagi. Semua masalah sudah selesai. Aku nggak akan pernah meningga
Baroman sebenarnya adalah inkarnasi dari Govi. Saat ini, Baroman melesat menuju ke arah Surya. Keduanya berubah menjadi bentuk manusia setelah berada beberapa kilometer jauhnya, lalu mulai bertarung lagi. Govi mengalirkan energinya ke dalam tubuh Baroman, membuat Baroman menjadi makin kuat dalam pertempuran, hingga akhirnya dia berhasil melukai Surya dengan parah menggunakan satu tebasan pedang. Ini membuat Surya terjatuh dari udara."Hahaha!"Pada saat ini, Govi tiba-tiba muncul sambil tertawa, lalu berujar, "Baroman, kamu sudah melakukan pekerjaan dengan baik.""Terima kasih, Pak."Baroman mundur ke belakang Govi, menatapnya dengan tatapan dingin, lalu tiba-tiba mengeluarkan pedang dari balik jubahnya. Dia menusukkannya ke arah Govi. Govi dengan cepat berbalik, menangkap pedang hitam Baroman, lalu bertanya dengan ekspresi dingin, "Baroman, apa kamu sudah gila?"Pada saat itu, suara Penguasa Kegelapan terdengar dari tenggorokan Baroman, "Govi, kamu sudah beberapa kali menghentikanku.
Pada saat ini, Dewa Kejahatan Gunung Es tiba-tiba melafalkan mantra. Gunung-gunung es mulai berjatuhan dari langit. Salah satu gunung es menghantam Surya dan Oberon. Dewa Kejahatan Gunung Es tertawa terbahak-bahak, lalu berujar, "Hahaha, sepertinya kalian nggak begitu kuat."Belum selesai dia berbicata, terdengar suara ledakan keras. Gunung es meledak menjadi pecahan-pecahan kecil, sementara Surya dan Oberon muncul tanpa luka di hadapan para Dewa Jahat."Apa?""Dasar bajingan!"Dewa Iblis Api berteriak penuh amarah. Seketika itu juga, sekeliling berubah menjadi lautan api. Namun, api setinggi ratusan meter yang membara itu langsung lenyap begitu menyentuh perisai pelindung Surya dan Oberon.Dewa Iblis Bumi berkata, "Biar aku yang melakukannya!"Dewa Iblis Bumi melafalkan mantra, membuat tanah tiba-tiba terbelah, sementara Surya dan Oberon terjatuh ke dalam jurang tanpa dasar. Segera setelah itu, Dewa Iblis Bumi membuat tanah yang terbelah menutup kembali dengan pikirannya.Namun, hanya
Pada detik berikutnya, Surya menggunakan Pedang Naga Iblis untuk membuka sebuah celah di udara. Mereka berdua melewati celah tersebut, langsung menuju ruang bawah dari ruang atas, kembali ke ruang bumi.Celah tersebut kembali tertutup. Saat ini, gelombang besar energi hitam langsung mengalir dari langit ke laut di ruang bumi. Dalam beberapa menit saja, energi hitam tersebut sudah menyebar, mengubah seluruh ruang bumi menjadi ruang kegelapan.Beberapa celah retakan besar hitam muncul di langit, sementara satu per satu Dewa Iblis turun ke ruang bumi.Dewa Darah, Dewa Penghancur, Dewa Kejahatan Gunung Es, Dewa Iblis Api, Dewa Iblis Bumi, Dewa Iblis Angin, Dewa Pembantaian, serta Dewa Ular. Delapan Dewa Iblis tiba di ruang bumi pada saat yang sama.Surya melambaikan tangan kanannya, mengeluarkan Baju Besi Cahaya yang terpecah dari Cincin Naga Api. Pecahan-pecahan yang memancarkan cahaya putih itu melayang di udara seperti bulu putih yang bersih. Dengan pikirannya, Surya bisa dengan mudah m
Sebelum pilar cahaya putih tiba, Serena dan Karen segera menghindar. Dalam sekejap, mereka muncul di depan Silvan. Satu orang di depan dan satu di belakang. Pada saat yang sama, pedang panjang di tangan Serena dan tombak panjang di tangan Karen menusuk tubuh Silvan.Serena berkata dengan nada dingin, "Orang yang benar-benar kotor adalah kamu, Silvan. Selamat tinggal untuk selamanya!""Aaahh!"Tubuh Seth dipenuhi cahaya putih yang meledak-ledak. Diiringi dengan suara ledakan keras, Silvan hancur menjadi debu, lalu menghilang tanpa jejak.Detik berikutnya, Serena dan Karen berlutut dengan satu kaki secara bersamaan, menangkupkan tangan sambil berkata, "Kami berdua memberi hormat."Pada saat ini, Surya dan Oberon yang sedang melayang di udara, melihat ke arah Serena dan Karen. Oberon berkata pelan, "Sudahlah, nggak ada urusan lagi di sini untuk kalian. Kembalilah.""Baik, Pak."Setelah berkata demikian, Serena dan Karen menghilang. Namun, pada saat itu ada angin kencang yang bertiup, sert
Silvan mendongak sambil tertawa terbahak-bahak, lalu berkata, "Nggak ada satu pun orang yang layak untuk menggantikan posisiku. Aku adalah penjaga ruang yang sejati, penguasa alam semesta!"Saat ini, dua sosok tiba-tiba muncul di langit. Mereka adalah penjaga ruang Serena dan Karen.Serena memegang pedang panjang, menatap Silvan yang ada di bawah dengan ekspresi dingin, lalu berujar, "Silvan, kamu sudah melanggar aturan alam semesta dengan secara sewenang-wenang mengubah mekanisme berjalannya alam semesta. Hari ini kamu bahkan membunuh Surya yang akan menggantikanmu. Oleh karena itu, hari ini aku dan Karen akan bersama-sama membunuhmu demi menjaga ketertiban alam semesta.""Huh."Setelah mendengar ini, sudut bibir Silvan melengkung sedikit. Dia tidak merasa terkejut, melainkan berkata, "Aku sudah tahu kalau setelah membunuh Surya, kalian pasti nggak akan membiarkanku begitu saja. Tapi dia sudah mati. Sebagai salah satu penjaga ruang, aku tetap harus terus menjaga ketertiban alam semest
"Apa?"Oberon bertanya dengan bingung, "Ruang atas? Ini terlalu mendadak, 'kan?"Surya berkata dengan wajah panik, "Nggak ada waktu untuk menjelaskan. Sebentar lagi, Oliver akan datang ke sini. Kita semua nggak akan bisa melarikan diri."Silvan menatap Surya, lalu berkata pada Oberon, "Benar, percayalah padanya. Bagaimana mungkin sahabat lamamu akan menipumu?""Benar, dia adalah penjaga ruang, Silvan. Aku memohon kepada Silvan, itulah sebabnya kami bisa kembali ke sini. Oberon, cepat ikut denganku!" kata Surya."Terima kasih. Tapi kalau kita benar-benar harus pergi, paling nggak kita harus pergi ke Kota Utama Barker dulu untuk bertemu dengan Senior Hamdan, 'kan?" ujar Oberon.Surya menatap mata Oberon, lalu perasaan saling pengertian yang khas tiba-tiba muncul. Seketika itu juga, Surya menyadari bahwa Oberon pasti memiliki rahasia di Kota Utama Barker. Mungkin ini adalah hal yang sangat penting baginya. Surya mengangguk tanpa daya, lalu berkata, "Baiklah, ayo kita pergi ke Kota Utama B
"Bajingan, keinginan keduamu seharusnya milikku!"Suatu ketika, karena suatu kebetulan, Oliver menangkap seorang pelayan penjaga ruang, menggunakan pelayan itu sebagai sandera untuk menukar dua keinginan terakhirnya.Keinginan pertama, Oliver meminta Silvan untuk membawanya menemukan teknik kultivasi terkuat dari kekuatan aturan cahaya. Keinginan kedua, Oliver meminta Silvan untuk membawanya menemukan Tongkat Kematian.Oliver memahami dua kekuatan aturan. Yang satu adalah kekuatan aturan cahaya, sementara yang lainnya adalah kekuatan aturan kematian yang khusus. Karena tubuhnya yang istimewa, Oliver dengan cepat memahami rahasia kekuatan aturan kematian. Dengan menggabungkan Tongkat Kematian dan teknik kultivasi terkuat dari kekuatan aturan cahaya, Oliver pada dasarnya sudah menguasai dua teknik kultivasi terkuat sekaligus.Oleh karena itu, Oliver memiliki kepercayaan diri yang besar. Meskipun kekuatannya sudah jauh melampaui kebanyakan kultivator di ruang atas, Oliver tetap tinggal di