Jessy langsung merasa tidak puas.Si Lala itu tidak di Keluarga Nadine selama itu, sama sekali tidak melakukan apa-apa untuk Grup Nadine, kenapa dia dapatnya sebanyak itu?Hanya karena Hansen menyayanginya?Jessy ingin banting meja, juga ingin banting piring.Kenapa bukan dia yang tumpahin anggur merah tadi? Dia ingin tuang minuman ke Lala, sampai ke wajahnya.Namun, dia tidak bisa.Meski di rapat pemegang saham tadi sahamnya sudah dibagi, tapi hanya lewat kata-kata, masih harus diproses sampai jadi sah.Kalau dia menyerang Lala, Hansen pasti marah.Saat itu, justru dia yang bakal rugi.Jessy merasa kesal, tapi hanya bisa terus minum."Bu, jangan minum lagi, nanti mabuk." Hari ini Jeremy datang untuk menemani Jessy.Sebagai anak, dia sangat mengerti Jessy.Begitu dia dengar Jessy sangat tidak senang dengan keputusan Hansen memberikan semua bagian sahamnya ke Lala, dia langsung tahu malam ini dia harus menemani ibunya ini.Dia harus mengawasi ibunya agar tidak membuat keributan.Sejujur
Kali ini adalah pertama kalinya Lina melakukan kesalahan.Satu-satunya kesalahan ini malah di hal yang sepenting ini. Lily sibuk ingin melampiaskan amarah di hatinya. "Aku nggak jadi naikkan pangkatmu!"Lina tertegun.Kemudian, dia seakan-akan sangat terpukul dan segera maju dua langkah sambil berlutut lalu memohon pada atasannya."Nona, aku bisa memperbaikinya, aku bisa melakukan yang lain. Nona, kamu perintah saja, aku pasti melakukannya dengan baik. Yang penting Nona jangan kecewa padaku, jangan batalkan kenaikan pangkatku."Lina memohon-mohon.Untuk sesaat, Lily merasa seakan-akan dia bisa menentukan hidup orang di depannya.Tidak, bukan seakan-akan.Sekarang dia punya 59% saham Grup Nadine, dia pemegang saham terbesar. Di masa depan, seluruh Grup Nadine akan jadi miliknya. Dia memang bisa menentukan hidup semua pegawai Grup Nadine.Rasa puas yang sangat besar ini membuat amarah di hati Celine berkurang sedikit."Heh, kamu ingin naik pangkat?" Lily mengangkat alisnya sambil tertawa
Lily memang tidak pernah suka warna hitam, tapi hari ini dia terpaksa menerimanya.Di dalam kamar, Lily kembali mengganti riasannya. Karena gaunnya tidak memuaskan, setidaknya riasannya harus mencolok.Sementara wajah Jeremy yang menguping di luar sudah sangat suram.Lala ini ....Seperti dugaannya, tidak sepolos dan seramah yang dia perlihatkan. Dari dua tamparan ke asistennya tadi saja sudah membuat orang merasa jijik padanya.Dari percakapan tadi, Jeremy bisa menebak kalau ganti gaun memang rencananya.Tadi di luar dia sengaja mau mengotori gaunnya, tapi meski gaunnya sudah kotor, ada masalah dengan gaun penggantinya.Dia ... tidak berhasil memakai gaun yang dia mau?Muncul rasa jijik di mata Jeremy, dia ahli membaca orang, terutama wanita. Tiba-tiba, dia merasa Lala ini sepertinya mirip seseorang.Orang itu juga wanita yang sangat licik, sangat pintar berakting, membuat orang tidak bisa menyukainya.Namun, orang itu ... sudah mati.Dari informasi yang dia dapat, wanita itu mati kar
Celine langsung menyangkal tebakan ini.Tidak, Jeremy tidak mengenalinya.Saat ini, bagi Jeremy, dia hanya orang asing. Mungkin tadi dia mendengar sesuatu, makanya berbaik hati memperingatkan dia untuk hati-hati."Terima kasih, Tuan Muda Jeremy."Celine berterima kasih dengan tulus.Jeremy yang tadinya mau meneguk anggur merah pun tertegun. Dari tadi dia tidak melihat wanita di belakangnya, tapi sekarang dia perlahan-lahan berbalik dan melihat orang di depannya.Topeng kucing itu menutupi lebih dari setengah wajahnya, senyumannya sangat lembut, membuat orang merasa akrab dan nyaman.Senyuman ini ....Jeremy seketika bingung.Dia merasa lucu dengan pikiran yang tiba-tiba muncul lalu menghilang dalam sekejap dari otaknya.Celine? Dia kenapa bisa merasa orang di depannya ini adalah Celine?Celine sudah ....Setelah menahan desahan napasnya, Jeremy tersenyum sopan ke orang di depannya dan berkata, "Nggak apa-apa, ingat hati-hati, cepat pergi dari sini."Setelah itu, Jeremy pun pergi.Celin
Dia juga!Namun, Tuan Muda Hansen bilang mau memberi Nona Lala sebuah kejutan, jadi ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk dilihat Nona Lala.Celine orang yang pintar.Melihat Lina agak ragu, Celine bertanya, "Apa yang perlu kulakukan?""Bu Celine tenang saja, aku nggak akan benar-benar melukaimu. Hanya saja, Nona Lala ingin mempermalukan Bu Celine. Dia menginginkan topengmu, terus mau melepas gaunmu, bahkan mau ...."Teringat dengan perintah Lala tadi, Lina pun marah."Nona Lala ... benar-benar jahat. Jelas-jelas dia nggak tahu kamu itu Bu Celine, tapi dia juga sejahat itu sama orang yang nggak dia kenal."Celine tersenyum tipis.Lily memang begitu!Lily orangnya pendendam. Waktu dia masih di Keluarga Maira, di depan dia selalu pura-pura tidak peduli, tapi dia bakal diam-diam balas dendam.Seperti waktu dia menggoda Reza Linoa.Sekarang Lily memakai wajah dan identitas nona pertama Keluarga Nadine, dia semakin bisa berbuat sesuka hati.Kejahatan di hatinya pun semakin besar.Satu
Tanpa menunggu Lina berbicara, dia langsung berkata, "Aku nggak melihat apa pun, nggak tahu apa pun."Setelah itu, dia mengalihkan tatapannya dari Celine.Waktu dia berbalik mau pergi, langkahnya terhenti lalu dia menambahkan dengan suara kecil, "Selamat pulang kembali."Jeremy tersenyum lalu langkahnya jadi cepat.Ketika sosoknya sudah menghilang, Lina baru sadar kembali lalu melihat Celine. "Bu Celine ...."Lina terlihat tidak yakin dengan sikap Jeremy.Namun, Celine sangat yakin."Tenang saja, dia nggak bakal kasih tahu siapa-siapa." Celine memikirkan kesenangan yang terkandung dalam "selamat pulang kembali" itu.Jeremy berharap dia hidup, mana mungkin mengkhianatinya?Jeremy ....Dia tidak banyak berinteraksi dengan Jeremy, tidak pernah benar-benar mengenal "Tuan Muda Jeremy" ini. Namun sekarang, dia merasa sepertinya dia bertambah seorang teman.Benar, teman.Karena mereka itu teman, mereka pasti berharap satu sama lain baik-baik saja.Lina pun merasa lega.Dia segera kembali ke t
Sayangnya, adegannya tidak terlihat.Namun, hanya dari suaranya saja, sudah tahu Lina melakukannya dengan baik.Ini hanya hidangan pembuka, nanti waktu wanita yang bajunya sudah dilepas itu dilempar keluar oleh Lina, dia masih ada kesempatan untuk mempermalukannya secara pribadi.Setelah beberapa saat, Lina memungut ponselnya.Kemudian, terdengar Lina menjelaskan dengan suara takut. "Nona, tadi ponselnya jatuh. Aku sudah melepas bajunya secara paksa sesuai permintaanmu. Tadi dia lari waktu aku lengah, Nona ...."Lina takut atasannya merasa pekerjaannya tidak memuaskan.Untungnya Lily menjawab dengan santai, "Sudah, lumayan bagus."Di dalam toilet,Lina menghela napas lega.Kemudian, dia melirik Celine. Dia tidak menyangka pertunjukan mereka tadi yang hanya perlu suara saja benar-benar bisa membohongi Lala.Saat ini, baju Celine baik-baik saja.Dia bersandar di dinding dengan lengan dilipat di depan dada, sangat percaya diri dengan reaksi Lily.Sementara Lina ....Tadi dia tegang sampai
Di bawah tatapan kagum dan berharap semua orang, Lily mengeraskan suaranya sedikit."Sebagai balasannya, aku ingin menentukan sebuah hadiah. Kita pakai topeng ini sebagai properti untuk permainan ini. Waktu suara drum berhenti, siapa yang memegang topeng ini adalah pemenang malam ini. Aku akan memberi orang itu properti seharga 20 miliar atas namaku."Properti seharga 20 miliar!Nona Lala sekali main hadiahnya sampai sebesar itu.Seketika, para tamu langsung heboh."Boleh, boleh, aku mau jadi pemenang hari ini.""Masih belum tentu, aku sangat suka topeng rubah punya Nona, topeng itu pasti jadi punyaku.""Punyaku, punyaku."Permainannya belum dimulai, para tamu sudah mulai rebutan.Apa boleh buat, hadiah ini terlalu menarik, siapa pun ingin mendapatkannya.Lily melihat kehebohan di depan matanya, lalu senyumannya pun semakin lebar.Properti seharga 20 miliar?Tidak ada.Orang yang akan mendapatkan topengnya ini entah bakalan masih mau hidup atau tidak. Mana ada kesempatan mencarinya unt
Namun, tepat pada saat ini, Celine menelepon seseorang dan sudah mengatur semuanya.Seiring dengan pengumuman dari pembawa acara, babak final dihentikan untuk sementara. Penonton dan para peserta boleh istirahat. Para media yang sedang menantikan gosip Keluarga Tantra juga mendapat perintah untuk mematikan semua kamera mereka.Termasuk yang sudah mereka rekam tadi juga tidak boleh diekspos ke publik.Para media yang ada di lokasi tidak berani melawan, hanya bisa menuruti permintaan itu.Setelah melakukan semua ini, Celine pun turun dari kursi juri.Celine tentu saja tahu kalau Nicholas dan ayahnya memikirkan dia. Sedangkan Celine merasa apakah urusan keluarga mau diekspos ke publik atau tidak terserah pada mereka."Om, Kak Nicholas, terserah kalian mau bagaimana menyelesaikannya. Kalau perlu mengosongkan lokasi, aku suruh mereka pulangkan para peserta dan penonton. Kalau nggak perlu, terserah Om apakah mau menyebar masalah ini ke luar."Semuanya terserah pada Keluarga Tantra.Ayahnya N
Tiba-tiba, terdengar suara seruan kaget di kursi dekat pintu.Gerakan ini seketika menarik perhatian semua orang.Semua orang langsung melihat ke asal suara itu lalu mengikuti pandangan orang itu ke arah pintu.Begitu melihat orang yang ada di pintu, semua orang tertegun sejenak.Kemudian, mereka berhasil mengenali kalau orang itu adalah orang yang ada di video tadi."Itu orangnya!"Sudah pasti dia.Tokoh utama pria yang ada di video dewasa tadi.Situasinya jadi seru!Tokoh utama prianya sudah datang, istri dan juga keluarga istri pria itu juga ada di sini!Ada orang yang melihat ke arah anggota Keluarga Tantra.Mereka semua memasang ekspresi suram.Bakal ada pertunjukan seru!Di pintu masuk, Michael Mondia yang buru-buru datang juga tertegun. Orang-orang ini ... kenapa semua melihatnya?Tatapan mereka ini seakan-akan sedang menunggu pertunjukan seru.Bahkan ada orang yang menunjuk-nunjuk dia sambil mengatakan sesuatu.Meski merasa aneh, tapi saat ini dia ada urusan penting, tidak bisa
Babak final dimulai.Peserta babak final naik ke panggung secara bergantian untuk menunjukkan karya mereka.Tiba-tiba, terdengar suara pembawa acara berkata, "Selanjutnya, kami persilakan Tuan Tuvin Sarwen ...."Tuvin Sarwen ....Nama ini masuk ke telinga Celine, membuat Celine membeku sejenak.Data peserta di depannya juga dibalik ke "Tuvin Sarwen".Tunangannya bilang dia tidak akan datang.Dia ... harusnya tidak akan datang?Jelas-jelas sudah memastikan Tuvin itu bukan Andreas, tapi entah kenapa Celine tetap memikirkannya, bahkan dia diam-diam berharap Tuvin bisa muncul di sini.Tidak peduli apakah dia itu Andreas atau bukan."Tuan Tuvin ...." Melihat tidak ada yang naik ke panggung, pembawa acara hendak memanggil lagi, tapi tiba-tiba ada staf yang memberitahunya lewat HT.Pembawa acara pun langsung mengalihkan topik. "Tuan Tuvin tiba-tiba ada urusan, tidak bisa mengikuti babak final ini. Tapi kami percaya Tuan Tuvin yang mencintai desain pasti akan bertemu kita lagi. Kita tetap bisa
Cepat pergi?Di seberang telepon sangat berisik, Sheryn curiga dia salah dengar. "Apa katamu?"Hari ini dia bisa datang karena membayar uang.Apalagi Nicholas ada di sini, dia tidak akan pergi.Namun, suara pria di seberang terdengar semakin tajam. "Cepat pergi dari sana!""Kenapa?" tanya Sheryn kesal."Istriku dan juga keluarganya juga ke sana. Kalian nggak boleh sampai bertemu!" Suara pria itu terdengar sangat tidak sabaran.Jelas terdengar dia takut dengan istrinya.Rasa takut ini pun membuat Sheryn semakin marah.Pria ini adalah menantu Keluarga Tantra, istrinya adalah bibinya Nicholas, keluarga istrinya sudah pasti Keluarga Tantra.Inilah kenapa Sheryn sengaja menggoda dia.Dari Keluarga Tantra tidak hanya Nicholas yang datang?Saat sedang berpikir, Sheryn melihat beberapa wajah yang familier masuk ke lokasi, yaitu orang Keluarga Tantra.Mereka langsung berjalan menghampiri Nicholas.Setelah mereka datang, Nicholas sepertinya sedang memperkenalkan Celine. Meski jaraknya sangat jau
Hilangnya Andreas adalah sebuah rahasia.Namun, Nicholas adalah salah satu dari sedikit orang yang tahu tentang hal ini.Senyuman Celine berubah kaku sejenak, lalu sebuah senyuman pahit muncul. Dia tidak perlu berpura-pura kuat di depan Nicholas."Belum, tapi dia ... ada di Binara.""Kalau ada di Binara, harusnya sedikit lagi bakal ketemu."Celine menoleh lalu bertatapan dengan Nicholas. "Kak Nicholas, nggak usah khawatir, aku nggak apa-apa. Bagaimana denganmu? Belakangan bagaimana kabarnya? Terus Winny, belakangan ... aku nggak sempat memperhatikan dia."Dia sepertinya sudah sangat lama tidak berinisiatif menghubungi Winny. Setiap kali Winny mencarinya, dia juga tidak pernah menanyakan kondisi Winny.Celine merasa sedikit bersalah.Nicholas menyadari perasaan Celine dan segera menjawab, "Winny sangat baik, dia terapi setiap hari, membaik dengan sangat cepat. Sebelum aku pulang ke Binara kali ini, dia berpesan padaku minta fotomu terus kirim ke dia, dia sangat merindukanmu."Celine mer
Benar, asalkan bisa menemukan Andreas, semuanya terbayarkan.Mereka saling menyemangati lewat telepon.Setelah mengakhiri panggilan, Celine melihat jam dan langsung teringat hari ini hari apa.Hari ini babak final Kompetisi Desain Perhiasan Nasional.Beberapa hari ini, dia fokus mencari Andreas, melupakan soal kompetisi ini.Noni juga tidak mengingatkannya.Celine tahu, pasti Hansen yang ada di Mastika yang berpesan pada Noni jangan mengganggu Celine dengan permasalahan kompetisi.Namun hari ini, dia harus hadir.Celine pun menyemangati dirinya.Setelah selesai mandi dan berpakaian, sebelum dia keluar, dia memakai cincin yang diberikan Andreas padanya.Lokasi babak final Kompetisi Desain Perhiasan Nasional ditentukan di tempat yang sama dengan tahun lalu.Pagi-pagi sekali, sudah ada banyak wartawan yang datang.Selain peserta, orang-orang yang boleh masuk adalah para orang berpengaruh di Binara.Sheryn berhasil masuk dan berbaur dengan kerumunan orang.Kalau bukan karena pria yang dia
Seakan-akan dia tidak tertarik sama sekali dengan cincin itu.Sementara kata "bagus" itu juga hanya komentar objektif, atau mungkin diucapkan hanya untuk membuat Lala senang.Lala sangat senang dengan reaksi Andreas ini.Beberapa hari ini, dia terus mengamati Andreas.Kelihatannya cuci otak Gion kali ini sangat sempurna. Andreas tidak jadi gila, juga sepertinya melupakan semua hal yang berhubungan dengan Celine.Bagus sekali!"Kalau begitu, aku mau yang ini. Boleh, 'kan, Kak Tuvin?" Mata Lala dipenuhi dengan cinta.Seperti yang sudah dia duga, Andreas menjawab, "Boleh.""Kalau begitu, aku bungkus cincin pasangan ini," ujar penjaga toko.Namun, baru saja dia selesai bicara, Lala malah berkata, "Nggak mau sepasang, aku cuma mau yang model wanita, yang pria nggak usah.""Tapi ...." Bukannya mereka sepasang kekasih?Cincin ini bukan untuk tunangan atau cincin nikah? Jadi cincin kekasih juga bagus.Lala menyadari reaksi penjaga toko itu.Dia pun terkekeh."Cincin ini memang bagus, tapi ini
Lala sangat puas dengan hadiah yang akan dia berikan ke Celine.Juga sangat puas melihat tampang Andreas yang sempurna di depannya. Melihat jarak mereka yang sangat dekat, dia akhirnya tidak bisa menyembunyikan kesenangan di hatinya."Kak Tuvin ...." Lala tiba-tiba mendekati Andreas.Namun, Andreas malah mundur selangkah.Reaksinya ini jelas adalah refleks.Sejak Andreas sadarkan diri, berapa kali pun Gion mencuci otaknya dan terus memberitahunya kalau Lala adalah tunangannya,bahwa hubungan mereka sangat dekat,setiap kali Lala mau mendekat, Andreas selalu menghindar.Senyuman di wajah Lala jadi kaku, tapi dia segera kembali normal."Kak Tuvin, besok kita sudah mau pergi. Mulai besok, di sanalah rumah kita. Nanti waktu sudah sampai, kamu teruskan sekolahmu, aku bakal menemanimu.""Kak Tuvin, kamu boleh kasih aku sebuah hadiah?"Lala mendongak melihat Andreas, matanya penuh dengan harapan, sama sekali tidak ada hal lain."Boleh." Andreas tidak ada alasan untuk menolak.Lala tahu dia ti
Manajer hotel itu pun menceritakan semua yang terjadi hari itu dengan sangat mendetail.Mendengar ceritanya, hati Celine sangat bergejolak."Berarti benar!"Malam itu bukan mimpi, melainkan Andreas yang asli!"Aku sudah pernah menemuinya."Celine bergumam, bibirnya membentuk sebuah senyuman yang paling tulus dalam dua bulan ini.Dia juga perlahan-lahan semakin bersemangat. Dia melihat ke Albert dan Dylan sambil berkata, "Hari itu aku bertemu dengannya!"Albert dan Dylan saling bertatapan.Meski mereka tidak tahu sebenarnya apa yang terjadi malam itu, mereka percaya dengan Celine.Atau mungkin, Celine dan Andreas tidak hanya pernah bertemu.Andreas bahkan sedang melindungi Celine.Melihat Celine tersenyum, Albert juga ikut tersenyum.Dylan juga menghela napas lega.Dari informasi-informasi ini, mereka sudah bisa membuktikan kalau Andreas baik-baik saja. Hanya masalah waktu ... sampai dia kembali.Sementara hal yang harus dia lakukan sebelum Andreas pulang adalah mengurus Grup Jayadi dan