Share

Bab 349

Penulis: Helena Ayu
Henry menarik napas dalam-dalam, bertanya dengan suara dalam, "Apa yang terjadi?"

"Polisi datang ke Kompleks Gaillardia, mereka ingin membawaku, Henry tolong aku!" seru Janice dengan suara terisak-isak.

"Kamu jangan panik dulu, aku akan mengurusnya," ujar Henry, lalu menutup telepon.

Sambil memegang ponselnya, Henry teringat surel yang diterimanya waktu itu.

Jika Janice benar-benar melakukan hal-hal itu, tidak aneh dia ditangkap oleh polisi.

Ini pertama kalinya Henry meragukan kata-kata Janice.

Pada saat bersamaan di tempat lain, Janice menggenggam erat ponselnya, bahkan kukunya menancap ke dalam telapak tangannya, tetapi dia tidak merasakan sakit.

Orang itu sudah meninggalkannya, jika sekarang Henry juga tidak peduli padanya ....

Hidupnya akan benar-benar berakhir!

Tidak boleh! Dia tidak boleh menyerah begitu saja.

Dia harus mencari cara untuk menyelamatkan dirinya!

Setelah menenangkan diri, dia mulai menelepon Felica.

Panggilannya ditolak.

Saat mencoba lagi, nomornya sudah diblokir.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 350

    "Biarkan, jangan lakukan apa pun!" seru Henry sambil menggosok pelipisnya.Dia sedang memikirkan siapa yang sebenarnya membantu Miana dari belakang.Giyan tidak berani secara terang-terangan melawannya.Apakah Miana memiliki pria lain?Henry saat ini merasa sangat kesal. Dia sadar bahwa meskipun telah menikah selama tiga tahun, dia tidak tahu apa-apa tentang Miana.Dia bahkan tidak tahu siapa teman-teman Miana!"Apakah perlu bicara dengan Nona Miana?" tanya Wiley dengan suara kecil.Terlepas apakah Miana yang menyebarkan berita itu atau bukan, kejadian tersebut berkaitan dengan Miana, jadi tidak ada gunanya berbicara dengannya."Nggak perlu!" jawab Henry dengan ekspresi dingin.Dia tidak punya keberanian untuk menemui Miana.Selain itu, mengingat sikap Miana terhadapnya, Miana pasti tidak akan mau berbicara dengannya!Dia bahkan tidak tahu Miana memiliki sifat keras kepala seperti itu sebelumnya.Wiley tidak berani mengatakan apa pun lagi, jadi segera meninggalkan ruangan.'Ada Pak Hen

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 351

    Henry hendak menghampiri Miana, tetapi kemudian melihat seorang pria turun dari kursi pengemudi dan meraih tangan Miana.Pria itu mengenakan pakaian kasual, berdiri bersama Miana, dan mereka tampak seperti pasangan.Sangat serasi.Henry secara naluriah mengepalkan tangannya.'Miana begitu cepat menemukan kekasih baru?'Wiley yang baru keluar dari mobil mengikuti pandangan Henry, dan langsung tertegun ketika melihat Miana bergandengan tangan dengan seorang pria.'Ah?''Nona Miana sudah punya pacar?''Pak Henry pasti akan sangat marah.'Di tengah pemikirannya itu, dia mendengar Henry berkata, "Kamu pergi jemput Janice."Setelah itu, Henry berjalan pergi dengan marah.Mata Wiley berkedip-kedip.'Jemput Nona Janice?''Apakah untuk membuat Nona Miana marah?''Apa perlu segitunya?'Ketika tersadar kembali, dia mendapati Miana berjalan mendekat ke arahnya.Miana berhenti di depannya, lalu berkata dengan tenang, "Pak Henry sekarang sudah kurang kerjaan sampai harus membuntutiku?"Jika tidak, b

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 352

    Henry menunjukkan ekspresi yang sangat tidak menyenangkan.Dia bertanya-tanya mengapa dulu dia tidak tahu bahwa Miana berlidah tajam!Kevin melihat Henry, tersenyum, dan berkata, "Lebih baik kamu urus wanitamu sendiri, jangan sampai kamu sudah diselingkuhi tapi masih nggak tahu! Urusan Mia, nggak perlu kamu khawatirkan!"Mendengar itu, suasana hati Miana yang sebelumnya merasa kesal seketika membaik. Sudut bibir dan matanya melengkung tersenyum, membuatnya terlihat sangat cantik.Disindir oleh Kevin, Henry makin marah dan meraih kerah baju Miana.Karena tercekik, Miana kesulitan untuk bernapas.Namun, dia berusaha mengangkat kakinya dan menendang ke belakang.Ditendang Miana, Henry merasa kesakitan hingga melepaskan tangannya.Miana mengatur napasnya, berbalik, dan mengangkat tangan untuk menampar Henry.Pada saat bersamaan, Kevin juga menyerang Henry.Tangan kecil Miana yang mendarat di wajah Henry menghasilkan suara yang nyaring.Pipinya masih sakit, dan sebelum sempat bereaksi, sebu

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 353

    Mendengar itu, Miana merasa sangat sedih.'Apa maksud Bu Dina?''Apakah Bu Dina tahu sesuatu?'"Bu Dina, Ibu dan Pak Gio sudah bersama 20 tahun, Ibu harus percaya pada cintanya!" seru Kevin.Dina tersenyum, lalu berkata, "Nggak ada yang tahu apakah cinta itu nyata atau hanya ilusi!"Sekarang, dia sudah bisa dengan tenang membicarakan hal ini.Tidak peduli apakah pria itu mengkhianatinya atau tidak, dia sudah bisa menghadapinya dengan tenang."Nggak, Ibu harus yakin dengan penilaian sendiri! Juga percaya pada karakter Pak Gio!" Kevin sangat percaya pada gurunya dan tidak berpikir bahwa Pak Gio akan mengkhianati istri dan keluarganya."Sudahlah, jangan bicarakan ini lagi. Ceritakan kabar kalian sekarang." Dina menatap Miana sambil tersenyum lembut. "Aku tahu tentang pencapaianmu selama beberapa ini. Kelihatannya gurumu menyukaimu bukan tanpa alasan."Miana selalu menjadi murid yang terbaik.Itulah sebabnya suaminya sangat mendidik Miana."Bu Dina ...." Miana ingin menangis lagi, sama sek

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 354

    Miana tersenyum lembut dan berkata, "Kalau aku jadi kamu, sudah pasti aku ketakutan dan bersembunyi. Mana mungkin berani berkeliaran di luar seperti ini! Kasihan sekali kalau sampai dilempari telur busuk dan sayuran oleh orang-orang, kan!"'Henry sungguh baik terhadap Janice. Demi Janice, dia bahkan menggunakan koneksinya agar polisi mundur.'Tapi nggak masalah, dia telah membantuku dengan melakukan itu ....'Ucapan Miana itu membuat senyuman Janice menghilang. Dengan tatapan penuh amarah, dia berseru, "Jadi semua ini ulahmu! Tunggu saja, aku nggak akan membiarkanmu hidup tenang!""Silakan, aku akan menunggu!" balas Miana sambil tersenyum.Melihat sikap acuh tak acuh Miana, Janice merasa sangat iri!Hidupnya sekarang sangat kacau, sementara Miana hidup dengan baik.Dia tidak bisa menerimanya!Dia tidak akan membiarkan Miana hidup tenang!Pada saat ini, ponselnya berdering.Dia mengeluarkan ponsel, menjawab, dengan suara lembut memanggil, "Henry ...."Miana mengangkat alisnya.'Baru seb

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 355

    Miana tersenyum dingin sebelum berkata, "Kenapa aku harus pergi? Kenapa aku harus membuktikannya padamu? Janice, tindakanmu ini sungguh konyol!"Saat masih berstatus istri Henry, dia takut Henry akan memaksanya melakukan aborsi setelah mengetahui kehamilannya.Namun, sekarang mereka sudah bercerai, jadi tidak ada yang perlu dia takuti!Dia hanya tidak ingin terlibat dengan orang seperti Janice."Kamu nggak berani pergi periksa karena mengandung anak pria lain begitu cepat, nggak enak didengar, kan!" Janice sengaja mengatakan itu untuk memancing emosi Henry.Jika Henry marah, Henry mungkin akan memaksa Miana pergi ke rumah sakit.Jika dia berhasil memanas-manasi situasi, ada kemungkinan Henry akan menggugurkan anak yang dikandung Miana!Tanpa anak di dalam perut Miana, Miana tidak akan lagi menjadi ancaman baginya.Miana menatap wajah Janice dan berkata, "Sudah selesai? Kalau sudah, aku akan mematikan rekaman!"Jika Janice menjebaknya, dia akan langsung menuntut Janice.Sekarang dia tid

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 356

    Walaupun Kevin bertanya secara langsung, Miana tidak merasa tersinggung.Namun, Miana ragu apakah dia harus mengatakan yang sebenarnya.Untuk sementara waktu, dia tidak ingin terlalu banyak orang tahu tentang kehamilannya.Namun, dia tahu bahwa yang sebenarnya ingin mengetahui hal ini adalah Bu Dina.Miana merasa sangat bimbang.Tepat pada saat ini, ada yang menggenggam pergelangan tangannya. Miana berbalik dan langsung panik ketika pandangannya bertemu dengan tatapan tajam Henry.'Apa yang ingin Henry lakukan?'Henry menarik Miana dengan kuat, lalu mereka masuk ke sebuah ruang VIP kosong.Kevin tertegun sejenak sebelum bergegas menyusul mereka.Pintu ruangan itu sudah tertutup, menghalangi semua suara dan pandangan dari luar.Kevin mengetuk pintu sambil berteriak, "Henry, lepaskan dia!"Pada saat ini, tubuh Miana menempel erat di pintu, tangannya diangkat di atas kepala, ditekan ke pintu.Kekuatan Henry sangat besar, seakan-akan bisa menembus pakaiannya dan langsung ke hati Miana yang

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 357

    "Kamu kembali ke sini, aku akan mencarinya sendiri!" seru Henry dengan penuh ketegasan yang tidak perlu dipertanyakan lagi.Miana dapat mendengar percakapan mereka. Sudut bibirnya langsung terangkat, menunjukkan senyuman yang dingin dan juga sinis.'Janice dalam masalah, dia sendiri yang mencarinya!''Aku dalam masalah, dia pergi menemani Janice!''Memang, orang berbeda diperlakukan berbeda!'Setelah menutup telepon, Henry menyadari senyuman sinis dari Miana. "Apa yang ingin kamu katakan?"'Apa yang membuat wanita ini marah padaku?'Miana mendengus dingin dan berseru, "Cepat lepaskan aku! Pergi cari wanitamu, kalau nggak, kamu akan menyalahkanku lagi kalau terjadi sesuatu padanya!"Dia sudah sering disalahkan sebelumnya.Janice selalu menyalahkannya untuk segala sesuatu.Mendengar itu, wajah Henry menunjukkan sedikit rasa kesalnya. "Aku sudah jelaskan, antara aku dan Janice, nggak ada hubungan yang seperti kamu pikirkan."Senyuman Miana makin lebar. "Ya, kalian nggak ada hubungan apa p

Bab terbaru

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 512

    Miana merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah pena.'Nggak ada cara lain, aku hanya bisa menggunakan ini.'Saat dia bersiap memasukkan pena itu ke rongga pleura pasien, ada yang tiba-tiba menyentaknya, "Miana! Apa yang kamu lakukan!"Miana mengernyit, mengangkat pandangannya, dan mendapati Celine sedang menatapnya."Menyelamatkan nyawa lebih penting, aku nggak punya waktu untuk berbicara denganmu!"Miana menolak untuk membuang energi menanggapi Celine, terutama dalam situasi genting seperti ini."Menyelamatkan nyawa? Kamu seorang dokter? Kamu punya lisensi medis? Nggak, 'kan?" Celine menyeringai penuh ejekan. "Yang kamu lakukan ini bukan menyelamatkan, tapi membunuh!""Hentikan ocehanmu, Celine!" Miana menatapnya dengan dingin. "Kalau orang ini kehilangan nyawanya karena nggak segera ditangani, kamu nggak akan bisa menanggung akibatnya!"Saat Miana bersiap memberikan pertolongan, sebuah suara penuh kecemasan menghentikannya, "Berhenti! Jangan sentuh suamiku!"Seketika, suasana di sekit

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 511

    Sherry menarik napas panjang, lalu mengangguk pelan. "Orang tua Farel nggak pernah menyukaiku dan selalu menentang hubungan kami. Selain itu, Farel sebenarnya sudah bertunangan dengan putri keluarga Sutara tiga tahun yang lalu. Orang tua Farel terus mendesak agar mereka segera menikah, tapi entah kenapa pernikahan itu terus tertunda. Sementara itu, hubunganku dengan Farel juga belum sepenuhnya ...."Dia tidak menyelesaikan kalimatnya, tetapi Miana mengerti maksudnya."Aku mengerti maksudmu," ujar Miana dengan nada serius sambil mengerutkan kening. "Aku sudah mengatur beberapa orang untuk berjaga di luar. Kejadian tadi nggak akan terjadi lagi. Jadi, selama waktu ini, fokuslah untuk beristirahat. Jangan berpikir yang macam-macam, oke? Kita pernah berjanji akan selalu bersama seumur hidup, jangan lupa itu."Kehilangan satu kaki membawa dampak besar bagi Sherry, bukan hanya masalah penampilan, tetapi juga dalam rutinitas sehari-hari.Miana khawatir, ketika sendirian, Sherry akan terlalu ba

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 510

    'Mungkinkah Miana dan Nevan?'"Papi, bagaimana? Sudah dapat nomor kakak cantik itu?" Rania bertanya riang, seolah melupakan pembicaraan sebelumnya.Henry menggeleng pelan dengan ekspresi bersalah. "Belum, Rania."Dokter hebat itu sangat misterius, bahkan untuk mendapatkan kontaknya saja sangat sulit.Namun, ketika dipikirkan lagi, Henry merasa, jika kontak dokter itu mudah didapatkan, pasti akan kewalahan menghadapi orang-orang yang mencarinya setiap hari."Nggak apa-apa, aku nggak buru-buru!" ujar Rania dengan senyum penuh pengertian.Dia merasa ayahnya sudah melakukan yang terbaik, dan itu cukup untuknya.Miana baru saja menyelesaikan pemeriksaan untuk Sherry ketika ponselnya berdering."Bos, keluarga pasien kecil dengan masalah jantung berusia tiga tahun meminta nomor kontakmu, apakah boleh diberikan?""Nggak!" jawab Miana dengan tegas. 'Untuk apa Henry membutuhkan kontakku?''Apakah dia sudah tahu identitasku?'"Baik, aku akan segera memberi tahu mereka.""Untuk sementara, aku ngga

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 509

    "Hmm?" Henry menggumam pelan, hatinya terasa sedikit campur aduk.Jika orang tua kandung Rania ditemukan, apakah itu berarti Rania harus kembali pada mereka?Apakah itu berarti dia tidak akan pernah bisa bertemu Rania lagi?"Orang tuanya bekerja di Kota Rofar," ujar Rumordi lagi. "Perlu panggil mereka untuk bertemu dan melakukan tes DNA?"Henry menarik napas panjang. "Aku pikirkan lagi dulu."Setelah merawat Rania selama tiga tahun penuh kasih sayang, Henry tak ingin melepaskannya begitu saja.Kini, dia harus mempertimbangkan langkah berikutnya dengan hati-hati."Baiklah, cepatlah pikirkan!" Rumordi menguap. "Kalau nggak ada urusan lain, aku tutup sekarang! Lain kali jangan meneleponku sepagi ini lagi, oke?"Dalam dunia mimpinya, dia hampir bersama dengan Miana.Namun, dering telepon dari Henry menariknya kembali ke kenyataan.Rasanya frustrasi sekali!Henry mendengus, lalu langsung menutup telepon.Rumordi, "...."'Malah gampang marah daripada diriku. Sungguh orang aneh!'Henry memega

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 508

    Farel tahu betul bahwa perintah orang tuanya bukanlah sesuatu yang bisa dia tolak, tetapi sikapnya dengan jelas menunjukkan penolakannya.Dia memilih diam, berbalik, dan meninggalkan ruangan.Menikahi Rika? Baginya, itu adalah hal yang mustahil.Melihat Farel berjalan pergi, Aldo makin marah. "Farel! Berhenti!"'Anak berengsek ini benar-benar membuatku marah!'Keluar dengan langkah cepat, Farel segera menghubungi Henry lewat ponselnya.Segera, panggilan tersambung. "Ada apa?" tanya Henry dengan suara dingin.Meneleponnya sepagi ini pasti ada sesuatu yang serius."Apakah Zeno dan Veno kembar?" tanya Farel langsung.Henry terdiam sejenak sebelum menjawab, "Aku hanya tahu Zeno. Veno ... nggak kenal!"Nama itu, yang baru dia dengar dari Rumordi tadi malam, dan sekarang Farel kembali menyebutnya."Aku menemukan Veno memiliki wajah persis seperti Zeno.""Aku akan mengirim seseorang untuk menyelidikinya," ujar Henry dengan nada tegas. Bahkan tanpa panggilan dari Farel, dia sudah berencana unt

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 507

    "Rika kamu sudah tahu siapa yang melakukannya?" Melihat Rika menggeleng dan mengernyit, Jodi yakin Rika mengetahui sesuatu.Rika menggeleng dan bersikeras menjawab, "Nggak tahu!"Farel menangani seluruh proses pemakaman ibunya dengan penuh tanggung jawab sebagai menantu keluarga Sutara.Pada saat itu, dia menerima banyak pujian karena memiliki pasangan yang begitu perhatian dan peduli, hingga membuat banyak orang merasa iri.Dulu, dia percaya bahwa hidupnya begitu sempurna, dipenuhi kebahagiaan, dan yakin mereka akan selalu bersama hingga akhir hayat.Sejak hari Farel mengajukan pembatalan pernikahan, dia mulai merasakan adanya retakan pada citra sempurna Farel.Mungkin saja, di balik sikapnya yang terlihat baik, tersimpan sisi yang lebih kejam dari yang pernah dia bayangkan."Bagaimana hubunganmu dengan Farel sekarang? Apa dia pernah menyebutkan kapan kalian akan menikah?" tanya Jodi, dia baru teringat bahwa sudah cukup lama Farel tidak datang ke rumah.Sikap Farel sudah berubah!"Hub

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 506

    Hanya Nyonya Winata yang menganggap suaminya seperti harta karun."Aku sudah membaca semua riwayat pesan mereka di ponsel suamiku!" Mendengar dari orang lain tidak akan cukup meyakinkan, tetapi dia telah melihat dengan mata kepalanya sendiri."Kenapa kamu nggak berpikir lebih jauh, kenapa suamimu membiarkanmu melihat riwayat pesannya? Atau apakah dia selalu menunjukkannya kepadamu?" tanya Miana secara langsung.Mendengar itu, Nyonya Winata tertegun.Dia sama sekali tidak memikirkan kemungkinan seperti itu.Setelah melihat riwayat pesan itu, dia langsung marah besar dan pergi ke rumah sakit untuk menemui Sherry, tanpa memikirkan kemungkinan lain yang sebenarnya terjadi."Sebagai wakil CEO di Grup Arca, aku bisa memastikan bahwa setiap pembicaraan kerja sama dengan Pak Eko selalu melibatkan aku dan Sherry bersama. Nggak pernah hanya mereka berdua saja!" Dalam hati, Miana mulai menduga-duga siapa yang mungkin merencanakan semua ini.Wajah Miana di mata Nyonya Winata seolah lukisan sempurn

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 505

    Saat bibir Miana baru saja menyentuh bibir Giyan, tiba-tiba suara dering ponsel memotong momen itu. Miana menghela napas, lalu berdiri tegak dan mengeluarkan ponsel dari sakunya.Ekspresi kecewa melintas sejenak di wajah Giyan, tetapi segera sirna.Miana menjawab telepon."Nona Miana, segera datang ke sini! Ada seorang wanita yang membuat keributan di kamar pasien!" seru perawat Sherry, yang dipilih langsung oleh Miana, dengan suara penuh kecemasan.Raut wajah Miana berubah serius. "Aku akan segera ke sana. Tekan tombol panggil untuk meminta bantuan mengusirnya!""Baik, aku mengerti!"Miana menutup telepon dan memeluk Giyan dengan wajah penuh penyesalan. "Giyan, aku harus pergi ke rumah sakit untuk melihat Sherry. Maaf, aku nggak bisa menemanimu sarapan."Giyan bangun pagi-pagi untuk memasak, tetapi Miana harus pergi tanpa mencicipi masakan tersebut, membuatnya merasa sangat bersalah.Giyan tahu betapa pentingnya Sherry bagi Miana, jadi dia segera menarik tangannya dan berjalan keluar.

  • Terjerat dalam Kecanduan Cinta   Bab 504

    Miana berjalan mendekat, merentangkan lengannya dan memeluk pinggang Giyan. "Giyan, terima kasih."'Terima kasih telah mencintaiku, merawatku, menemani aku.'Giyan terkejut untuk sesaat, lalu mematikan kompor, berbalik, dan memegang wajah Miana dengan kedua tangan."Bukankah sudah kubilang nggak perlu sungkan? Kenapa berterima kasih lagi padaku?" ujar Giyan dengan kening yang sedikit berkerut, menunjukkan ketidaksenangan."Aku merasa, kata terima kasih adalah satu-satunya cara untuk mengungkapkan perasaanku saat ini." Miana mengulurkan tangan dan memijat kening Giyan yang berkerut. "Semalam kamu mabuk berat, sekarang masih terasa nggak nyaman?"Usai berbicara, Miana memegang pergelangan tangan Giyan dan memeriksa denyut nadinya.Giyan tertawa melihat tindakannya. "Bagaimana hasil pemeriksaan? Apakah tubuhku ada masalah?""Tubuhmu baik-baik saja!" jawab Miana dengan serius."Oh iya, semalam aku mabuk, apakah aku melakukan sesuatu yang tidak pantas?" Giyan tidak ingat apa yang dilakukann

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status