Share

62. Pulang Sana!

Penulis: ReyNotes
last update Terakhir Diperbarui: 2025-01-17 19:58:00

“Salam kenal, Brandon. Anggap itu sebagai hadiah kontrak kerja sama kita.” Louis memasang wajah murka di depan Brandon.

Spontan, Gio maju melindungi adiknya. Sementara Brandon hanya memegangi perut dengan mata tetap memandang Kelly. Grandpa Albert kemudian maju mendekati William dan Keyna.

“Kami datang baik-baik. Bukan untuk memperkeruh suasana.”

William tersenyum tipis dan mengangguk pada Albert. Ia menatap Keyna yang memandang para tamunya dengan ekspresi tak terbaca.

“Memang sebaiknya tamu dijamu.” Keyna berucap lalu memerintah, “Kak Cha, tolong bawa Princess ke kamarnya.”

“Mom ... “ Kelly protes, merasa ia harus hadir karena ini masalahnya.

“Tunggu di kamar dulu ya, Princess.” Mommy Keyna mengelus kepala putrinya sebelum Sacha menyeret adiknya.

“Kelly.” Brandon hanya bisa menggumam melihat Kelly menjauh.

“Silahkan.” Keyna dan William mengarahkan jalan menuju ruang tamu.

Sepanjang lorong, keluarga Richmont dapat melihat dinding yang penuh dengan foto-foto keluarga Dalton. Mulai Kel
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
MARTHA ADELINE RADITYA
pliss agak2 kocak nih 3 kakaknyaa(ToT)
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   63. Membalas Kesedihan

    Keyna mengembuskan napas panjang dan menenangkan ketiga anak sambungnya. Ia paham Fred, Sacha dan Louis tersinggung karena mengatakan Kelly adalah anak satu-satunya.“Maksudku ... anak satu-satunya yang lahir dari rahimku,” ralat Keyna.Ketiga anak William dari pernikahan pertama itu merengut. Bertahun-tahun, Keyna tidak pernah menyinggung bahwa ia hanya memiliki satu orang putri. Meski mereka paham saat ini ibu sambung mereka sedang memiliki perasaan campur aduk.“Aku akan bahagia melihat putriku bahagia. Tetapi, melihatnya berurai air mata sedih .... “Keyna menjeda kalimatnya. “Aku bisa menjadi seorang wanita yang jahat untuk membalas kesedihan putriku.”Brandon menutup mata sejenak dan menggeleng mendengar pernyataan keras Keyna. Jelas, ia harus berjuang lebih keras sekarang.Kelly lalu berdiri. Membuat semua yang ada di ruangan turut berdiri.“Kami permisi. Hari ini telah banyak kejutan yang membuat keluarga kami syok. Tenagaku pun habis setelah memporak-porandakan satu ruangan.”

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-17
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   64. Mereka Mau Apa?

    Setelah semua tamu pergi, Sacha ke kamar Princess. Saat ini pasti adiknya membutuhkan seseorang. Ferina pun pulang saat Sacha berkata semua aman terkendali.“Hai.” Sacha naik ke ranjang dan mengelus rambut adiknya.“Hem.” Kelly yang berbaring miring membalas singkat.“Tamu-tamu sudah pulang.”Kelly diam sesaat, lalu mengangguk. Matanya panas dan ia tau air matanya siap mengalir namun ia tahan.“Brandon itu ... tampan sekali, ya.” Sacha terkekeh, berusaha menghibur adiknya.Hanya senyum setengah bibir yang diberikan Kelly sebagai balasan dari pernyataan Sacha. Hanya sebentar saja tadi ia melihat Brandon dan hatinya terasa sakit.“Mereka mau apa, Kak?”“Besok, Mommy Key dan Daddy akan bicara padamu.”Kelly menghela napas panjang dan menggeleng samar. “Rasanya aku tidak bisa tidur tenang sampai besok pagi, menunggu apa yang Mommy dan Daddy katakan.”“Kak Cha minta susu hangat untukmu, ya.” Sacha segera menelepon pelayan untuk mengantar susu.Akhirnya Kelly duduk bersandar pada punggung r

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-18
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   65. Aku Tidak Mau!

    “Kenapa Mommy nggak bilang aja kalau aku nggak hamil?”Kelly mondar-mandir di depan kedua orang tuanya. Pagi ini mereka datang ke kamar Kelly dan akan membahas kedatangan keluarga Richmont. Namun, begitu duduk, William dan Keyna sudah mendapat pertanyaan ketus dari sang putri.Sementara William menggeleng samar. Persis Keyna jika sedang kesal, Kelly pun akan mondar-mandir sambil bicara seperti saat ini. Dan seperti biasa, William sangat pusing menghadapi prilaku begini.“Mommy tidak bilang kamu hamil, Princess.” Keyna menenangkan putrinya.“Tapi, kata Kak Cha, Mommy bilang mungkin iya, mungkin tidak.” Kelly menepuk dahinya. “Brandon akan mengasumsikan itu artinya, iya!”“Princess, coba duduk tenang dulu.” William akhirnya tak sanggup melihat putrinya mondar-mandir.“Tidak mau!” Princess menolak sambil tetap hilir mudik.“Duduk!” titah William pelan namun lebih tegas.Kelly langsung berhenti mendengar nada tinggi sang Daddy. Ia mendengus pelan, lalu duduk di depan orang tuanya. Wajahny

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-18
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   66. Perjalanan Sia-Sia

    Bukannya berhenti tertawa, Louis malah terkikik melihat Kelly, Daddy William, Mommy Keyna yanng baru muncul.“Kejahilan apa yang baru kamu lakukan?” Mommy Keyna yang telah tau kebiasaan anak sambungnya mendelik pada Louis.Louis berusaha mengendalikan diri. Tapi, begitu melihat wajah Kelly, ia kembali ngakak.“Louis!” Daddy William menggertak sang putra.“Ok. Sebentar. Biarkan aku menikmati moment ini.” Louis berlagak mengambil napas panjang lalu mengembuskannya perlahan.Dengan menahan tawa, Louis menceritakan apa yang baru saja terjadi. Di akhir cerita ia terkekeh membayangkan Brandon mencari jalan ke pondok karena ia sengaja membuat rute memutar.“Bayangkan. Bagaimana wajahnya saat tau ternyata Kelly tidak pernah ke sana.” Louis kembali meledakkan tawanya.“Bugh!”Tawa Louis terhenti tiba-tiba berganti kata mengaduh karena lengannya dipukul keras oleh Kelly. Wanita muda itu melotot pada sang kakak dengan wajah kesal.“Brandon itu orang asing di sini. Dia bisa nyasar. Bahaya, lho. K

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-19
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   67. Wanita yang Berpengaruh

    "Kalau Kelly tidak menyuruhku, aku malas minta maaf." Louis menatap Brandon yang kembali datang dengan protes panjang lebar."Jadi, di mana Kelly?""Di sini." Louis menyeringai.Brandon murka. Tapi, ia mengalihkan rasa marahnya dengan satu pernyataan yang membuatnya senang. Bahwa Kelly menyuruh Louis meminta maaf.Bukankah itu artinya Kelly perhatian padanya dan marah pada Louis karena mengerjainya?"Aku ingin bertemu Kelly.""Sudah." Louis mengibas tangannya. "Jangan diulang-ulang terus. Aku bosan mendengarmu berkata begitu.""Sampai aku mendapatkan apa yang ku mau, akan kuulang terus."Louis melipat kedua tangan di perut. Ia mengamati Brandon yang tampak berantakan. Meskipun begitu, lelaki di depannya tetap terlihat tampan.Dan meskipun keras kepala, Brandon masih berupaya santun padanya. Ia bahkan memiliki pengendalian emosi yang baik. Kalau Louis berada di posisi Brandon, ia pasti akan mengamuk."Aku tidak bisa mengizinkanmu bertemu Kelly, kecuali Kelly sendiri yang mau."Brandon

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-19
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   68. Saat Menyedihkan

    Keyna Dalton. Brandon menggumamkan nama ibu kandung Kelly. Bagaimana ia bisa mendekati wanita itu? Granny bilang orang tuanya memiliki sesuatu untuk Keyna?Jadi, di sini lah Brandon sekarang. Menunggu pesawat orang tuanya mendarat, meski ia sangat ingin kembali ke mansion William.Brandon mendengus pelan kala akhirnya melihat kedua orang tuanya turun dari pesawat. Ia berdiri tegak, menunduk sedikit saat sudah berhadapan."Brad sayang." Florence memeluk putra bungsunya.Dengan kaku, Brandon hanya berdiri tanpa membalas pelukan itu. Ia bahkan menjauhkan diri saat sang ibu tidak melepaskannya."Apa kabar, Nak?" Donald menepuk bahu Brandon."Kalian bisa lihat sendiri bagaimana keadaanku." Brandon merentangkan tangan menunjukkan tubuhnya. "Aku menyedihkan!"Donald dan Florence menggeleng berbarengan. Sesungguhnya, tidak ada yang lebih menyedihkan dari hubungan mereka sebagai orang tua dan anak. Lalu keduanya mendengar Brandon berdecak kesal karena melihat apa yang mengiringi mereka."Ck, h

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-20
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   69. Aroma Mint

    Brandon menatap lelaki berjas dokter di depannya. Ia ingat wajah Cedric. Lelaki yang dulu digosipkan merupakan sugar daddy Kelly.“Kenapa anda mau membantuku? Sementara anggota keluarga yang lain menghalangiku.” Brandon bertanya curiga.Cedric mencondongkan tubuhnya ke depan Brandon. “Karena aku tau bagaimana rasanya berjuang untuk masuk menjadi keluarga Dalton.”Dengusan kasar terdengar dari hidung Brandon. “Kesalahan apa yang anda perbuat?”“Aku ... mantan tunangan Keyna.”Kedua alis Brandon terangkat tinggi. Ia mencerna lebih dulu pernyataan tersebut. Lalu, menggeleng tak percaya.“Cerita yang cukup panjang. Intinya, aku juga dulu sulit meluluhkan hati keluarga Dalton. Jadi, aku mau membantumu.”Terbiasa tidak cepat percaya dengan orang lain, Brandon menggeleng. “Aku bisa sendiri.”Cedric terkekeh. “Benar kata Daddy, kamu lelaki sombong. Asal kamu tau, keluarga Dalton sangat berpengaruh di negara ini. Kamu butuh orang dalam.”Brandon berpikir sejenak, lalu menyahut, “Apa imbalannya

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-20
  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   70. Izin Menjenguk

    “Donald dan Florence Richmont.” William menggumam.Kedua tamu mendekati William. Menunduk santun dan menyapa. “Uncle Will. Maaf, kita bertemu dalam keadaan seperti ini.”William mengangguk singkat. Lalu, menoleh pada Keyna yang berdiri di sampingnya. “Ini istriku, Keyna.”Mereka saling bertukar kabar dan berbasa-basi. Florence lalu memberi kode pada wanita muda di belakangnya yang langsung pergi. Tak lama, wanita itu kembali membawa rangkaian bunga indah dan sebuah kotak mewah.“Kami izin untuk menjenguk Kelly.” Donald berkata pada William dan Keyna.Keyna melirik putrinya yang mengangguk singkat. “Silahkan.”Orang tua Brandon mendekati ranjangn hidrolik. William memberi kode pada anak-anaknya untuk keluar dan memberi privasi bagi Kelly dan mertuanya yang baru pertama kali menemuinya.Florence memeluk Kelly dan berbisik. “Granny bilang kamu cantik. Granny salah. Ternyata kamu sangat cantik.”Kelly tersenyum sedikit lalu mengucapkan terima kasih. Ia menerima rangkaian bunga dan kotak ya

    Terakhir Diperbarui : 2025-01-20

Bab terbaru

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   213. Keajaiban

    “Kak Dheena , kakak itu lagi... hamil?” Kelly bertanya lembut sambil menatap mata kakak ipar-nya.Dheena tersentak sedikit. Ia dan Della berpandangan, hingga Della memberi Kelly senyum.“Beneran, Kak?” Brandon mendesak jawaban.“Nggak papa. Sudah terlanjur ketauan.” Della terkekeh pada Dheena.Detik berikut Kelly menjerit dan memeluk Kak Dheena. Membuat semua anggota keluarga menatap mereka. Tentu saja akhirnya, kini mereka dikerubungi keluarga.“Kak Dheena hamil!” Kelly berteriak membuat semua orang melongo terutama Daddy Donald dan Mommy Florence.“Dheena! Kenapa kamu tidak bilang-bilang? Sudah berapa bulan?” Mommy Florence menghampiri putrinya dan mengelus perutnya. “Ya Tuhan, ini sudah cukup besar.”Dheena tersenyum lalu mengusap perutnya. Clark mendampingi istrinya dan mengusap-usap punggung Dheena.“Usia kandungannya sudah hampir enam bulan, Mom.” Clark yang menjawab pertanyaan Mommy Florence.Detik berikutnya, banyak pelukan yang didapat Dheena dan jabatan tangan yang harus dib

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   212. Kembali Ke Mansion

    Dengan raut bahagia, Kelly menunjukkan pada keluarganya tentang hadiah dari Brandon. Mommy Florence menatap putranya dan mengacungkan jempol karena bangga sang putra begjtu menyayangi istrinya."Meski bentuknya berbeda, aku harap semua cincin itu memiliki harga yang sama." William berbisik pada Keyna.Cepat, Keyna menyikut pinggang sang suami. "Kenapa kamu mempermasalahkan nilai-nya? Yang penting adalah makna-nya."Namun, William tetap membalas, "Takut nanti anak-anak itu merasa dibedakan.""Pasti sebelum cincin itu diserahkan, Arsen, Reno dan Mimi sudah diberi pengertian." Keyna balas berbisik."Apa yang kalian bicarakan?" Daddy Donald tiba-tiba mencondongkan tubuh dan ikut berbisik pada William dan Keyna.Tanpa malu, Keyna bertanya pada Donald. Tak lama kemudian, lelaki itu permisi untuk menelepon.Tak lama kemudian, Donald kembali. Ia memperlihatkan layar ponselnya kepada William. Lalu ponselnya berpindah ke Keyna, terakhir ke Florence."Aku tau putraku memesan perhiasan dari RichJ

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   211. Hadiah Melahirkan

    “Paling mirip kamu? Kayanya Arsen. Dia lebih kalem.”Brandon mendekat, lalu berjongkok di samping sang istri yang masih menyusui. “Maksudku bukan wajahnya, Babe. Tapi cara mereka menyusu.” Brandon menyeringai kala melihat istrinya melotot padanya.“Bisa-bisanya bercanda begitu. Kalau kedengeran suster gimana?”“Nggak papa. Pasti mereka paham.” Brandon menyahut tak peduli.Butuh waktu hampir satu jam bagi Kelly untuk memastikan bayi-bayinya telah kenyang. Saat telah selesai dengan Arsen dan Mimi, suster membantu mengembalikan bayi-bayi itu ke box mereka.Brandon sendiri masih belum berani menggendong bayi-bayinya. Ia langsung menggeleng dan mundur satu langkah saat suster ingin membimbingnya cara menggendong bayi.“Jangan sekarang. Aku belum siap. Mereka sepertinya masih rapuh sekali.” Brandon mendesah melihat tubuh bayi-bayinya yang mungil.Saat akan keluar dari ruangan, terdengar bayi menangis. Kelly menoleh dan melihat Reno terbangun.“Kok sebentar banget Reno tidurnya, Sus?” Kelly

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   210. Saling Memaafkan

    Tanpa menoleh, Brandon hapal suara siapa yang bicara dengannya. Ia mengangguk dan membalas, "Terima kasih.""Kamu masih marah padaku?"Brandon menoleh menatap Ian. "Marah?""Kamu jarang bahkan hampir tidak pernah menghubungiku." Ian menghela napas berat. "Bahkan saat istrimu melahirkan pun, kamu tidak mengabariku.""Kupikir kamu sibuk dengan... Audrey."Gantian kini Ian yang menoleh ke samping menatap Brandon. "Aku sibuk mengurusi semua bisnismu!"Brandon mengerutkan kening, lalu membalik tubuhnya ke samping menghadap Ian. "Mulai keberatan dengan pekerjaan? Apa sekarang kamu kekurangan waktu karena telah memiliki tunangan? Mau resign?"Ian menatap tajam mata sahabatnya. "Aku nggak pernah ngomong begitu. Tapi kalau kamu memang mau aku mundur, ya sudah."Hening seketika. Dalam sejarah persahabatan mereka, moment ini adalah yang pertama kalinya mereka bertengkar sengit.Brandon menghela napas panjang, lalu kembali menatap jendela di mana bayi-bayinya sedang tidur. Ian mengikuti apa yang

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   209. Arsen, Reno dan Mimi

    “Kenalkan, Arsenio Elzhan Richmont, Arvenio Elvert Richmont dan Kyomi Lovella Richmont.” Brandon menunjuk bayi satu, dua dan tiga pada keluarga Richmont dan Dalton.Bayi-bayi mungil itu sekarang berada di dalam inkubator dalam satu ruangan steril. Mereka dapat melihat jelas melalui jendela lebar. Wajah-wajah tampan dan cantik itu menarik perhatian semua anggota keluarga.“Kecil banget, Tuhan.” Sacha menatap ketiga bayi dengan takjub.“Ya kali, bayi lahir langsung gede, Kak.” Louis menyahut sewot. “Kaya nggak pernah lahiran aja komentarnya.”Sacha mencebik pada Louis. Keduanya lalu sibuk mengabadikan keponakan-keponakan mereka dan membagi foto-foto tersebut ke kerabat dan media sosial.Mommy Keyna tampak tak dapat menahan rasa haru. Setelah sebelumnya menyaksikan ketiga anak sambungnya melahirkan, kini ia dapat merasakan putri kandung satu-satunya memiliki anak. Tiga sekaligus.“Akhirnya aku memiliki cucu dari darah dagingku sendiri.” Mommy Keyna bergumam.“Jangan sampai Fred, Sacha da

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   208. Salah Paham Paling Buruk

    Netra Ian berputar ke sekeliling kafe, mencari sosok yang ia tunggu. Lalu, lelaki itu melirik arlogi mewahnya.Sudah terlambat lima belas menit dari janji yang ditetapkan.Untuk membuang waktu, Ian menatap ponsel. Beberapa hari ini tidak pernah ada pesan dari Brandon. Padahal sebelumnya, sahabatnya itu bisa mengirim pesan dua sampai lima kali sehari.Apa Brandon semarah itu padanya? Sungguh, Ian merasa cukup tersiksa dengan keadaan ini."Hai, Yan.""Oh." Ian tersentak kaget saat melamun. Ia langsung tersenyum pada wanita yang menyapanya. "Hai, Jasmine.""Maaf menunggu lama." Jasmine membalas dan duduk di depan Ian.Ian tersenyum penuh pengertian. "Itu tandanya, pasienmu banyak, bukan?"Jasmine terkekeh. "Lumayan lah."Ian memandang wanita di depannya yang sedang menyeduh teh. Jasmine lebih kalem saat ini. Boleh dibilang ia telah menjelma menjadi wanita dewasa yang lebih elegan."Terima kasih mau menemuiku, ya." Ian berucap.Jasmine hanya tersenyum dan mengangguk. Ini kali pertama mere

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   207. Luar Biasa

    “Tuan Brandon?” Seorang perawat lelaki membangunkan Brandon dengan memberikan aroma menyengat di hidungnya.Brandon mengendus, lalu membuka mata. Ia langsung sadar bahwa sekarang berada di ruang rumah sakit.“Kenapa aku di sini? Mana istriku?” Brandon bertanya panik.“Anda pingsan di ruang operasi, Tuan.”“Sial!” Brandon memijat keningnya dan teringat kala dokter akan membedah perut Kelly, ia langsung merasa lunglai. “Apa istriku sudah melahirkan?”“Nyonya Kelly minta ditunda sampai anda sadar.”Kembali ke ruang operasi, Brandon segera menghampiri Kelly.“Babe, maaf.” Brandon menciumi wajah Kelly. “Kita mulai sekarang agar kamu tidak kesakitan lagi, ya.”Dokter tersenyum dan mengangguk. “Sebaiknya anda fokus pada istri anda saja, Tuan. Proses mengeluarkan bayi ini memang tidak nyaman.”Pernyataan dokter membuat Brandon menatap wajah Kelly. Keduanya berbincang, meski sesekali Kelly meringis kecil.“Sakit, Babe?” Brandon mencium genggaman tangan Kelly.Kelly menggeleng. “Tidak, sih. Hany

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   206. Operasi Sekarang?

    Tanpa berhenti berjalan, Brandon menjawab pertanyaan kak Fred. “Kelly kontraksi.”Mendengar ucapan Brandon, Frederix membuntuti sang adik ipar. Ia bahkan ikut masuk ke dalam kamar. Kelly sedang berpegangan pada sofa dan mengatur napas.“Babe.”Kelly menoleh dengan wajah agak pucat. “Sakit, Brad.”Brandon menyiapkan bola besar untuk Kelly duduki. Lelaki itu memegangi istrinya yang duduk di atas bola dan ikutan mengatur napas .“Aku panggil Mommy Key, ya.” Frederix kemudian menghilang di balik pintu.“Sudah berapa lama kontraksinya, Babe?” Brandon yang bertanya, sambil mencoba menelepon dokter kandungan.“Sepuluh menit, tidak teratur. Kadang sakit, kadang tidak.”Tangan Brandon tak henti mengusap punggung Kelly. Ia bicara pada teleponnya dan menceritakan situasi Kelly pada dokter.Sambil bicara, Brandon lalu terlihat mengemasi tas dan mengambil dompetnya. Ia juga mengambil sepatu flat dan membantu Kelly menggunakannya.“Kita ke rumah sakit.” Brandon berkata setelah menutup teleponnya. “

  • Terjerat Kontrak Palsu dengan Pewaris Dingin   205. Kontraksi

    Persalinan semakin dekat. Mansion Brandon kembali ramai dengan keluarga yang datang untuk menyambut si kembar tiga. Bahkan kakak-kakak dan keponakan-keponakan Kelly pun datang dan menginap di mansion.Beberapa hari ini para grandpa dan grandma masih sibuk di kamar bayi. Mereka meminta izin untuk mengatur dan menata kamar bayi. Kelly dan Brandon tentu saja tidak keberatan.Kelly duduk di sofa menyusui dan memperhatikan orang tua dan mertuanya. Mommy Keyna dan Mommy Florence sedang berdiskusi tentang aksesoris ranjang bayi tiga. Sementara Daddy William dan Daddy Donald lebih cepat menyelesaikan ranjang bayi satu dan dua.Hingga akhirnya keempatnya berkumpul di depan ranjang bayi tiga. Kelly menggeleng samar saat mereka begitu selektif.“Akh.” Keelly meringis dan mengatur napas.Mommy Keyna langsung mendekat. “Ada apa? Mereka bergerak bersamaan lagi?”“Kontraksi, Mom.” Kelly berdiri dan mencoba berjalan mondar-mandir dibimbing Mommy Keyna.“Bayi-bayi itu aktif sekali.” Daddy William mena

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status