Beranda / Lain / Talak Aku, Mas! / Tapi ... Aku Suka (2)

Share

Tapi ... Aku Suka (2)

Penulis: Edka22
last update Terakhir Diperbarui: 2024-10-29 19:42:56

Aku tersenyum saat melihat anak-anak berhasil membawa anak perempuan itu. Anak perempuan yang terlihat cantik dengan kerudung hitamnya.

Aku sudah yakin, jika aku tertarik pada ibunya sejak pandangan pertama. Entah apa yang membuat aku tertarik yang pasti sebelumnya aku belum pernah merasakan perasaan ini.

Untuk mengambil hati ibunya, bukankah aku harus mengambil hati anaknya dulu? Dan inilah yang akan aku lakukan.

"Om, kami datang." Ucap mereka kompak dengan napas yang masih terengah-engah.

"Kenapa kalian berlarian? " Tanyaku pada mereka. Dan dengan polosnya mereka menjawab.

"Biar cepat sampai, Om. Kami udah kenalan, Lo. Najma ini om yang kita ceritain. Om nya baik Lo," ujar Denis berceloteh.

"Bener banget, om Rendy baik Lo. Sangat baik," kini giliran Reva yang angkat bicara.

Kulihat anak perempuan yang mereka panggil Najma tersenyum, ia menatapku dengan tatapan yang membuat hati ini bergetar. Padahal, begitu banyak anak yang aku temui belum pernah perasaan seperti ini hadir. Sama h
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

  • Talak Aku, Mas!   Tenang Ada Om

    aku menepuk-nepuk pundak Najma dengan pelan. entah kenapa aku seperti memiliki ikatan tersendiri, aku seperti tertarik untuk mengetahui kehidupan Najma dengan ibunya lebih dalam lagi.Kenapa sebenarnya dengan diriku?"Tolong jangan menangis! Om tidak suka jika melihat anak kecil seperti kamu menangis seperti ini. tenanglah ada om di sini, Om akan melakukan apapun sebisanya. seperti halnya teman-teman barumu om pun selalu bilang seperti ini masalah apapun yang kalian miliki Tolong ceritakan kepada Om barangkali bisa membantunya." Najma lalu sedikit menolong tubuhku meskipun tidak membuat tubuhku bergerak namun aku mengerti hingga aku pun melepas pelukanku."tapi mama selalu bilang agar Najma Tidak sembarangan bicara sama orang asing contohnya seperti om," ujar Najma.aku berekspresi seolah Tengah berpikir. lalu di detik berikutnya aku berpura-pura memiliki ide. padahal hal seperti ini sudah terpikirkan di kepalaku."kalau begitu ayo kita kenalan, biar kamu tahu Om dan Om tahu kamu, gim

  • Talak Aku, Mas!   Apa Aku tidak berhak Bahagia?

    Sekitar satu jam lamanya aku dan Najma mengobrol. Tiba-tiba dia izin pergi. Katanya ia terlalu lama pergi. Ia ingin pulang dan membantu ibunya membereskan rumah barunya.Katanya Najma tidak ingin membuat ibunya khawatir.. Meskipun tahu dirinya pergi bersama teman-temannya yang baru . Najma tetap tidak ingin membuat ibunya terus kepikiran dirinya."Om, sepertinya aku sudah terlalu lama di luar. Aku mau pulang, kasihan Mama sendiri di rumah." tutur Najma padaku.Aku tersenyum sebelum menjawab ucapannya. "Memang tadi tidak izin dulu?" tanyaku pada Najma."Izin kok, Om. Tapi, tetap saja Najma tidak terbiasa bermain diluar lama seperti ini. Tadi, sebelum main Mama lagi beres-beres dan Najma takut Mama belum selesai." jawabannya dengan begitu polos namun terlihat menggemaskan. Kenapa baru sekarang aku melihat seorang anak yang benar-benar peduli pada orang tuanya sampai segitunya. Mungkin aku tidak akan terlalu kaget jika itu orang dewasa atau anak remaja. Karena memang orang dewasa maupun

  • Talak Aku, Mas!   Oh Jantung!

    Aku tidak langsung pergi setelah mengantar Najma. Aku malah terdiam seraya tubuh yang aku senderkan pada badan mobil. Sedangkan mataku mengarah ke timur, tengah memikirkan rencana baru di mana aku akan kembali membangun kontrakan. Lamunanku terhenti tatkala aku mendengar suara perempuan yang sudah membuat aku jatuh cinta. Satu kali saja mendengar suaranya namun begitu membekas di telingaku."Permisi, Tuan!" ucap perempuan yang aku suka namun belum aku ketahui siapa namanya.Aku menoleh, untuk kedua kalinya aku melihat wajahnya. Meksipun raut wajahnya terlihat tidak bersahabat namun tidak masalah bagiku. Hatiku tetap untuknya."Maksud Anda apa memberi anak saya barang seperti ini? Apakah Anda termasuk orang yang suka anak kecil? Jangan-jangan Anda memang berniat jahat sama saya dan anak saya?" tuduhnya tanpa sedikitpun memberi kesempatan aku bicara."Maaf, maksud Anda apa, ya? Anda tiba-tiba marah sama saya sedangkan saya merasa tidak punya salah sama Anda," ujarku, aku berpura-pura t

  • Talak Aku, Mas!   Maumu Apa?

    POV AyuNajma dan Rendy semakin dekat. Aku tidak menyukai kedekatan mereka. Jika dulu aku punya alibi untuk menjauhkan mereka, Sekarang aku tidak lagi memiliki sebab mereka sudah saling kenal.Selain tidak menyukai kedekatan mereka, ada hal lain yang sangat tidak aku sukai yaitu dia setiap waktu selalu datang ke toko. Jika boleh jujur memang dikala dia datang pelanggan banyak yang datang. Ia seperti magnet hingga pelanggan berdatangan dengan begitu banyak. Tapi... kehadirannya sungguh sangat menggangu. Aku tidak bisa konsentrasi kerja."Maumu apa?" tanyaku sesaat setelah ia melayani pelanggan.Dia tak acuh, ia malah terlihat menyibukkan diri. "Maumu apa?" ulangku dan kini ia merespon. .Rendy menatapku lekat, aku yang ditatapnya merasa malu sendiri. Refleks ku langsung memalingkan wajah."Jangan menatapku seperti itu!" larangku."kenapa? Apakah jantungmu berdebar-debar?" tanyanya dan sukses membuat rasa maluku berubah menjadi kesal. Sejurus kemudian aku mendorong keras tubuhnya. Tapi

  • Talak Aku, Mas!   Jangan Jutek! Aku Makin tertarik.

    "Done!"Tiba-tiba Rendy menggebrak meja. Membuat aku yang ketiduran langsung terbangun.Kesadaran aku belum kembali sepenuhnya, aku hanya mengucek kedua mataku hingga aku merasakan sesuatu yang membuat aku langsung terdiam.Rendy membenarkan kerudungku yang sudah tidak beraturan. Sontak saja membuat aku langsung menghindar"Hai jangan macam-macam, ya. Kenapa kamu seberani ini? Ingat kita harus tahu batasan!" ucapku dengan ketusnya. Bagaimana tidak ketus jika sikapnya saja membuat aku tidak suka. Dia tipe pria physical touch sedangkan aku tahu dia tidak punya hak untuk menyentuhku."Maaf, maaf. Aku bukan bermaksud lancang. cuma ini tangan refleks aja mau benerin kerudungnya," "Tapi, kamu kan tinggal bilang aja!" sewot ku lagi."Tadikan aku udah bilang ini refleks," ujarnya mencari pembelaan sendiri. "Sudahlah! Lagian kenapa pula saya bisa ketiduran. " ujarku berbicara sendiri. Aku langsung saja beranjak, namun ditahan Rendy hingga aku kembali terduduk..."Bisa enggak sih jangan mai

  • Talak Aku, Mas!   Jauhi Anak Saya!

    saat toko sudah tutup dan aku pun selesai beres-beres. ini adalah kesempatanku untuk bicara dengan Rendy. mumpung Najma Tengah tertidur di atas sofa di ruangan kerjaku.kala itu Rendy terlihat Tengah mengangkat telepon, dia berdiri di dekat jendela seraya tubuhnya menghadap ke arah jalan raya.aku tetap menunggunya, sampai ia selesai berbicara dengan seseorang yang ada di balik telepon sana.aku memang tidak bisa mendengar jelas apa yang dia bicarakan dengan orang yang ada di balik telepon sana. namun, samar-samar aku mendengar jika nada suaranya itu terlihat marah. mungkin dia tengah ada masalah, tapi itu bukan urusanku. mau dia punya masalah ataupun tidak.hari ini aku tetap harus bicara dengan dia. sekitar setengah jam lamanya akhirnya selesai juga bertelepon. aku lihat wajahnya terlihat kesal bahkan ia terlihat mengepalkan tangan.tak sengaja tatapan kami bertemu, dia menyadari jika aku Tengah melihatnya. sejurus kemudian dia terlihat menyimpan kembali handphonenya di balik saku j

  • Talak Aku, Mas!   Mama Marahan?

    aku sudah melihat Rendy masuk ke mobilnya, itu artinya pria itu benar-benar akan pergi dari sini.sementara aku? aku hendak memangku Najma untuk aku bawa ke rumah. namun, belum juga aku memangkunya kedua Mata Najwa terbuka.Aku tersenyum namun berbanding terbalik dengan Najma yang terlihat bersedih. Aku tidak tahu apa yang menyebabkan dirinya seperti itu."Mama marahan, ya sama Om Rendy? kenapa?" tanya Najma tiba-tiba. senyumku pun terpaksa pudar otakku berpikir. Apa Najma tidak tidur? apa dia mendengar perdebatan ku dengan Rendy? jika sudah seperti ini apa yang harus aku jawab? Kenapa aku selalu saja teledor? dulu dia melihat aku dengan ayahnya bertengkar dan sekarang ia harus menyaksikan pula aku bertengkar dengan Rendy. "Mama cuma...""Jangan marahin Om Rendy, Ma. dia baik banget, Najma suka sama Om Rendy. Najma harap mama pun baik-baik sama Om Rendy," tutur Najma ia memotong perkataan ku.Ya Tuhan! kini apa yang aku takutkan terjadi. jika Najma benar-benar sudah dekat dengan Ren

  • Talak Aku, Mas!   Modus

    Aku kira, pria itu hanya akan melihat kepergian ku dengan Najma. Nyatanya dugaanku salah. Dia malah mengikuti ku dengan Najma. Sebenarnya dia maunya apa?Saat menoleh pada Najma, anakku terlihat cengengesan disertai terus menghadap belakang. Sebahagia itukah dirinya? Langkahku terhenti, Najma pun ikut berhenti."Kenapa, Ma?" tanya Najma, ia mungkin bertanya-tanya kenapa aku berhenti.Dengan menarik napas dalam, aku pun berbalik badan hingga aku bisa melihat Rendy dengan jelas. posisinya hanya berjarak beberapa meter saja ."Nih, mungkin Najma ingin berjalan bersamamu." tuturku seraya mengangkat tangan Najma. keduanya saling pandang lalu tertawa bersama."Terima kasih, Mama," ucap Najma ia lalu memanggilku untuk mendekat. Sejurus kemudian memberikan kecupan di pipi.Najma langsung saja berjalan ke arah Rendy. Kini mereka pun berjalan bersama sementara aku memilih berjalan di belakang mereka.melihat Najma tertawa lepas dan sebahagia itu entah harus senang atau sedih. Aku bingung karena

Bab terbaru

  • Talak Aku, Mas!   My Happy ending

    Ayu bicara seperti itu seraya tersenyum malu-malu. Sebab apa yang ia katakan memang benar adanya. Jika ia hanya mencintai Marvel dan sampai kapan pun akan Terus seperti itu. Sedangkan perasaanya pada Rendy, itu hanyalah sebatas suka karena kebaikannya dan ketulusannya pada Najma serta dirinya. Bukan suka karena perasaan cinta. Apa mungkin dia akan menyia-nyiakan orang sebaik Rendy? Terlebih saat itu posisi Najma membutuhkan sosok seperti Rendy. Rendy dan Marvel tidak jauh berbeda. mereka memiliki sifat lembut pada Najma m mereka pun sama-sama menyayangi Najma . Tidak percaya dengan ucap Ayu, membuat Marvel kembali menanyakan hal tersebut. "Apa? tadi kamu bicara apa?" tanya ulang Marvel. "Aku masih mencintaimu, dari dulu sampai sekarang." ucapan Ayu. satu fakta yang selama ini selalu ia sembunyikan. Ayu langsung menutup wajahnya saking malu. Kenapa bisa ia bilang seperti tadi? Ayu yakin Marvel langsung bertanya-tanya maksud ucapannya. mobil pun sengaja ia tepikan, ia ter

  • Talak Aku, Mas!   Aku Masih Mencintaimu

    Dari sudut berbeda, sebenarnya Marvel pun melihat interaksi antara Ayu dan Rendy. Marvel terus memperhatikan Tanpa berkedip barang sedikitpun. Ia tidak ingin kehilangan pandangan interaksi Ayu dan Rendy. Marvel merasa jika Rendy sangat mencintai Ayu sampai sekarang. Cinta yang begitu tulus dan besar. ia seorang pria pun mampu untuk merasakannya. Sementara untuk Ayu, Marvel bingung arti dari tatapannya itu. Namun yang bisa ia tangkap jika pandangan ayu terlihat seperti seorang wanita yang meminta pada kekasihnya untuk melupakan semua kenangan di antara mereka. Melupakan cinta yang pernah ada dan melupakan apa pun yang berhubungan dengan keduanya. Lalu Marvel berpikir, apakah mungkin Ayu sempat menyukai Rendy? Andai ia tidak bertemu dengan Ayu mungkin selamanya ia tidak akan pernah sembuh. Dan ia tidak akan pernah bisa memiliki Ayu. Melihat ayu yang hendak berlalu, Marvel pun buru-buru pergi sebelum ia melihat dirinya dan ketahuan tengah menguping pembicaraan dengan Rendy. Ma

  • Talak Aku, Mas!   Maaf

    Setelah dua jam lamanya Ayu diintrogasi oleh keluarga Marvel, akhirnya kini ia bisa bebas. Ia senang pada akhirnya keluarga Marvel setuju dengan hubungan dirinya dengan Marvel. meskipun masih ada perasaan tidak rela di hati Maureen. Ayu tahu karena ia bisa melihat sendiri tatapan Maureen penuh ketidaksukaan. Ayu saat ini tengah berada di balkon, ia sedang menikmati kesendiriannya, sebab saat ini Marvel ingin diberi waktu untuk bicara dengan keluarganya saja. "Apa aku boleh di sini?" tiba-tiba suara seseorang yang sangat ia kenali terdengar. Ayu tidak menjawab, ia malah mencengkeram pagar pembatas balkon. entahlah! ia masih merasa takut jika bertemu Rendy. Ia takut dituduh yang tidak-tidak. ia trauma dengan hal seperti itu. "Ayu...." panggil Rendy saat ayu tidak kunjung merespon ucapannya.. "Pergi! Aku tidak ingin melihat wajahmu!" usir ayu tanpa sedikitpun melihat orangnya. Rendy tahu Ayu seperti ini karena dirinya, karena ia tidak percaya sepenuhnya. Andai waktu itu ia pe

  • Talak Aku, Mas!   keluarga Marvel

    Semua berkumpul di ruang tamu seusai acara akad pernikahan sederhana antara Rendi dan Melly. mereka saling pandang sebab dari setiap orang memiliki pertanyaan di benak mereka. Ayu yang bertanya-tanya kenapa bisa Rendy dan melly menikah, sedangkan yang ia tahu hubungan keduanya begitu sangat renggang bagaikan kucing dan tikus yang saling menjelekkan dan saling menghindari satu sama lain. Melly dan Rendy Yang bertanya-tanya kenapa Ayu bisa bersama dengan Marvel. kemudian Davin dan Mauren pun memiliki pertanyaan yang sama ditambah ke mana saja selama ini selama 8 bulan menghilang. Rendy yang sedari tadi terus saja menatap Ayu, sementara Ayu yang merasa ditatap hanya tertunduk dengan meremas jari jemarinya. hal yang tidak ingin Ia hadapi ini harus terjadi, ia harus bertemu dengan Rendy begitu cepat "Marvel bisa kamu jelaskan ke mana selama ini dan kenapa kamu bisa dengan wanita ini," ucap Maureen memecah keheningan dengan nada sedikit sinis ketika mengucapkan kata wanita ini. "Dia

  • Talak Aku, Mas!   Bertemu Kembali

    ayu sudah siap, begitu juga dengan MArvel. sementara najma ia sengaja tidak membawa anak gadisnya itu, ia menitipkan najma pada bu widya, najam lebih anteng jika bersama cicit bu widya. untuk bertemu orang tua Marvel mereka memesan taksi. dikarenakan untuk saat ini marvel tidak memiliki apa-apa. harta bendanya ada di jakarta, sedangkan dompet miliknya yang berisi kartu kredit dan debit hilang saat ia di rampok. sepanjang perjalanan, ayu terus mersa cemas. dalam pikirannya terus terpikirkan bagaimana jika ia bertemu dengan Rendy? apa yang akan dia lakukan? meskipun benar kota cimahi itu luas barang kali orang tua marvel berada di tempat yang jauh dari Rendy. Marvel yang melihat ayu terus gelisah, berusaha untuk menenangkan, memberikan support system. Marvel meraih tangan ayu lalu menggenggamnya dengan sangat erat, "Tenang! jangan khawatir, percayalah kedua orangtuaku sangat bijak, mereka tidak akan membuat kamu merasa canggung." "Tapi,,,," "percayalah sama aku." Ayu mengang

  • Talak Aku, Mas!   Bertemu Orangtuamu

    Kini Rendy dan Melly tengah di interogasi oleh Monica. Wanita berusia 50 tahun itu teramat syok. Ia tidak menyangka anak laki-laki bisa berbuat dibatas kewajaran."Harusnya kamu bilang ke ibu, jika kamu ingin secepatnya menikah. Enggak harus kaya gini," tutur Monica dengan tenang. Ia sudah bisa mengontrol diri. "Tidak Bu! Rendy sama sekali tidak ingin secepatnya menikah. Rendy hanya....""Rendy memaksa, Bu. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Terlebih malam itu Rendy mabuk. Ibu tahu sendirikan bagaimana sikap orang yang sedang mabuk? Sekeras apa pun aku menghindar tenagaku kalah kuat. Meskipun aku memang menginginkan Rendy, tapi aku tidak segila itu berani menyerahkan kehormatanku.'' Melly sengaja berkata seperti itu untuk menarik simpati dari Monica hingga Monica mendukung dirinya untuk dinikahi oleh Rendy.Kenyataannya, ia memang tidak bisa menghindari pesona Rendy. Ia terbawa suasana hingga dengan sukarela menyerahkan apa yang selama ini ia jaga."Kau mabuk, Ren?" Tanya Monica, ia tid

  • Talak Aku, Mas!   Kepergok

    "Uuh,"Rendy melenguh, tak lupa ia memegangi kepalanya yang terasa berdenyut itu. Sepertinya efek minum minuman beralkohol membuat kepalanya sakit. Saat ia berusaha untuk bangun, ia mulai menyadari sesuatu. Ia merasa ada sesuatu yang menindih tubuhnya. Lalu ia arahkan pandangannya ke arah perutnya. Dan apa yang terjadi? Rendy langsung menutup mulutnya ia hampir berteriak karena terkejut. Ia tak percaya kenapa ia berada di atas ranjang yang sama bersama Melly. Terlebih melihat posisi Melly yang tidur di atas dadanya. Lebih membingungkan lagi, saat ia mendapati dirinya tak berpakaian begitu juga dengan Melly."Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa aku tidak ingat apapun?" Batin Rendy, ia tidak bisa mengingat apa yang terjadi.Ia berusaha untuk mengingat kembali, apa yang terjadi hingga ia bisa berakhir di atas ranjang bersama Melly. Terakhir yang ia ingat adalah saat ia harus meminum sebotol minuman keras demi menyelamatkan Melly. Lalu setelah itu memorinya sekilas terputar saat dirinya

  • Talak Aku, Mas!   Bermalam Bersama

    Satu botol minuman keras sudah habis ditenggak oleh Rendy. Sedangkan kedua pria mabuk itu tersenyum lepas seraya melepaskan cekalan ditangan Melly.Mereka mendorong Melly ke arah Rendy dan dengan sigap Rendy memegangi tubuh Melly agar tidak terjatuh."Nih! kami percaya.Sekarang aku kembalikan padamu dan selamat menikmati malam panas bersama," ucap salah satu dari mereka berdua.Melly Paham maksud pria itu. Karena ia tidaklah terlalu bodoh dalam urusan tersebut. Selepas kepergian mereka, Melly langsung menoleh pada Rendy yang sudah mulai kehilangan setengah kesadarannya. "Kenapa kamu lakuin ini? Padahal kamu tinggal pergi gak usah pedulikan aku. Aku gak tega melihat kamu seperti ini." Ucap Melly ia terisak-isak."Berhenti menangis! Dan jangan terlalu percaya diri, aku menolongmu bukan karena aku peduli apa lagi memaafkan kamu. Tapi karena aku sangat menghargai wanita. Jikapun wanita yang mereka ganggu bukanlah Kamu, aku pun akan melakukan hal sama," ucap Rendy, di tengah usahanya unt

  • Talak Aku, Mas!   Ke Klub

    Melly tidak akan menyerah begitu saja. Ia akan berjuang sekali lagi untuk mengambil hati Rendy. Mungkin dulu perjuangannya kurang maksimal. Karena ia hanya bisa sebatas menatap dari kejauhan. Tapi sekarang, ia akan terus hadir dihadapan Rendy. Sampai Rendy merasa ketulusannya, merasakan cintanya dan merasakan perjuangannya untuk mengambil hatinya.Sejak kejadian di toko ayu malam itu. Melly terus saja mengikuti Rendy. Bahkan malam ini ia terkejut saat mengikuti Rendy tapi Rendy malah masuk ke klub malam. Tentunya membuat Melly takut. Karena sebelumnya Rendy tidak pernah menginjakkan kakinya ke tempat buruk itu.Untuk saat ini, ia sama sekali tidak memiliki keberanian untuk masuk. Ia takut jika masuk seorang diri meskipun di sana ada Rendy. Selama kurang lebih satu jam lamanya ia menunggu. Rendy masih tidak terlihat, belum ada tanda-tanda Rendy akan pulang. Melly semakin khawatir, ia takut terjadi sesuatu di sana mengingat ini adalah kali pertama Rendy mengunjungi tempat terlaknat sep

DMCA.com Protection Status