Share

bab 28

Author: SingoRanu
last update Huling Na-update: 2025-03-06 23:12:27

"Ya ampun, apa-apaan ini? Apa yang akaan ia ambil dari ku? Kenapa ia malah membawaku kesini? Apa dia sama sekali tidak berpikir? Aku sudah mencoba menghancurkan hatinya. Aku juga sudah mengatakan diriku matre secara tidak langsung... Tapi, kenapa jadi seperti ini?"

Lily terus bergumam tak jelas selama ia mengikuti beberapa orang karyawan yang merekomendasikan baju, tas, dan semua barang terbaik pada Lily.

"Aaahh, ya ampun.. bagaimana jika dia mengambil nyawaku? Tunggu, tunggu, dia sebelumnya tidak begini. Tidak mungkin dia akan mengambil nyawaku. Tapi ia bilang banyak? Lalu apa jika buka nyawa? Apa mungkin itu?" Lily terus bermonolog dalam hatinya.

"Tapi, kenapa dia mau mengambil itu? Tidak, dia kan laki-laki. Sudah pasti dia menginginkannya. Karena itu, dia mau membeli keperawanan ku, apalagi aku bilang jika aku suka uang dan terus mengoceh sembarangan tadi. Ya Tuhan." Lily mengacak rambutnya, karena pikiran gila nya te
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • TERPAKSA MENIKAHI PRIA KOMA   bab 45

    Waktu bergerak lebih cepat dari yang Lily sadari.Perutnya kini bulat penuh, berat, dan selalu bergerak—tiga kehidupan kecil yang tak pernah benar-benar diam. Kehamilan memasuki bulan kesembilan dengan segala campur aduknya: lelah, bahagia, dan cemas yang kadang datang diam-diam di malam hari.Axelo justru semakin gelisah.“Lily, kamu yakin enggak kontraksi?”“Lily, kamu pusing?”“Lily, tadi bayinya gerak semua, kan?”Lily hanya bisa tersenyum sambil mengelus perutnya.“Axelo… kalau kamu terus tegang begini, yang mau melahirkan kamu atau aku?”Axelo mengusap wajahnya kasar, napasnya berat.“Aku cuma takut. Kamu bawa tiga nyawa sekaligus.”Dan ketakutan itu terbukti ketika suatu malam, Lily meringis sambil memegang perutnya.“Ax… kayaknya… ini bukan cuma kram biasa.”Axelo langsung berdiri. Wajahnya pucat.“Kita ke rumah sakit. Sekarang.”Dokter memutuskan induksi.“Kondisi ibu stabil, tapi kehamilan kembar tiga terlalu lama

  • TERPAKSA MENIKAHI PRIA KOMA   bab 44

    Malam itu, ruang rawat Lily terasa berbeda. Lampu-lampu tampak lebih hangat, bau obat tak lagi menyengat, dan detak jantung Lily seolah berdetak seirama dengan senyum Axelo yang tak kunjung luntur.“Axelo…” panggil Lily pelan, suaranya manja, seperti ketika ia ingin dimanjakan tanpa harus meminta banyak.Axelo yang sejak tadi duduk di sisi ranjang, langsung menoleh. “Kenapa, Sayang? Kamu kenapa? Sakit? Pusing?”Lily tertawa kecil. “Kamu kenapa panik begitu? Aku cuma mau bilang… aku lapar.”Axelo terdiam sepersekian detik, lalu wajahnya berubah cerah. “Lapar? Kamu mau makan apa? Aku panggil perawat sekarang!”“Jangan perawat,” Lily menggeleng lemah. “Aku pengin… sup bening. Tapi yang kamu buat.”Axelo mengerjap. “Aku?”“Iya. Aku mau buatan ayah dari anak-anakku,” ucap Lily sambil tersenyum nakal.Axelo tertawa kecil, lalu berdiri dan mencium kening istrinya penuh cinta. “Baik, Nyonya Whites. Aku akan membuat sup terbaik di dunia.”Beberapa hari kemudian, Lily sudah diizinkan pulang. Ru

  • TERPAKSA MENIKAHI PRIA KOMA   bab 43

    "Keluarga Nyonya Lilyana whites." Axelo segera berlari mendekat, dengan tatapan penuh harap untuk istrinya baik-baik saja. "Saya suaminya." "Pasien tidak mengalami luka dalam, Tuan. Beberapa luka luar pasien juga sudah ditangani. Kami juga melakukan pemeriksaan menyeluruh kepada pasien dan semua organ normal tanpa gangguan," terang dokter. "Syukurlah! Itu artinya, Istriku baik-baik saja, kan, dok?" Dokter mengangguk sembari mengulas senyum. "Benar, Tuan. Dan dari hasil pemeriksaan ... kami menemukan sesuatu," ungkap sang dokter. "M-menemukan apa?" "Ada janin di rahim pasien, Tuan. Pasien tengah mengandung," ujar dokter membuat Axelo terdiam seketika. "A-apa?" "Pasien hamil, Tuan!" axelo diam seribu bahasa. Ia benar-benar tak menyangka akan mendapatkan kabar mengejutkan ini setelah dibuat geger ole

  • TERPAKSA MENIKAHI PRIA KOMA   bab 42

    "Apa mau mu, Russell?" Russell menyeringai, "Mau ku? Tembak kepalamu sendiri, Axelo!" Hening, Axelo masih menggeretakkan giginya saling beradu. Ia sangat tau Russell memang membencinya, sejak dulu Russell memang selalu berusaha mengambil apapun yang menjadi haknya. Bahkan, Angelica pun tak luput dari Russell. Sayangnya, Angelica memang wanita jallang yang mudah tergoda. Axelo tidak mempermasalahkan karena memang ia tak segila itu mempertahankan wanita yang dengan suka rela menyerahkan tubuhnya pada pria lain. Tapi, Lily berbeda, wanita yang satu ini berperan besar dalam mengumpulkan bukti kejahatan Camelia dan Elvan. Dia juga menjaga diri dari bujuk rayu Russell sampai mendapatkan pelecehan dari sepupunya. "Ayo! Kenapa ragu? Atau kau lebih suka melihat kepala wanitamu menyentuh aspal dengan keras?" Russell sedikit mengangkat kakinya yang berpijak pada tali yang menggantung tubuh Lily. Karena berat badan Lily, otomatis tubuh Lily yang meng

  • TERPAKSA MENIKAHI PRIA KOMA   bab 41

    Lily membuka matanya, ruang remang dan berbau pengap. Kepalanya terasa sangat pusing, Lily terus mencoba mengumpulkan kesadarannya. Melihat lebih jelas meski sulit untuk melihat dalam ruangan yang minim pencahayaan itu. Lily menyadari gerak tubuhnya terbatas, merasakan ikatan yang kuat di tangan dan tubuhnya. Rasa cemas dan gelisah menghinggapi nya seketika, saat ingatan akan pertemuan dengan Russel. Masih lekat dalam ingatannya, tentang pelecehan yang Russell lakukan padanya. Tubuh Lily menggigil seketika, matanya berkeliaran mencari pria yang sudah menculiknya kali ini. Lily takut, tapi, meski berteriak meminta tolong, tak akan ada yang datang karena ia yakin, Russel bukan pria bodoh yang menyekap tawanannya di tengah kota. Saat ini Lily hanya berharap, Axelo akan datang menolongnya. Segaris cahaya terlihat menyinari ruangan yang perlahan melebar sebesar pintu. Pertanda, seseorang memasuki ruang remang itu. Lily menajamkan penglihatan, sosok yang tamp

  • TERPAKSA MENIKAHI PRIA KOMA   bab 40

    "Apa kamu bilang? Russell kabur?" Suara kakek Douglas menggema di seluruh ruangan. Ada gelisah yang tersisip amarah. Amarah untuk para penjaga yang teledor hingga Russell sampai lolos dari pulau pengasingan, dan rasa gelisah jika sampai Axelo tau, sudah pasti dia tak akan melepaskan Russell. Mengingat Axelo seorang pendendam. "Russell, jangan sampai kau mendkati Lily lagi. Kakek tak bisa melindungi mu jika kau sampai nekat." Gumam tuan Douglas. Mau semarah apapun tuan Douglas, dan seburuk apapun Russell, tetaplah cucu. Darah daging tuan Douglas juga. Ia tak akan Setega itu jika sampai Russel membuat ulah dan Axelo sampai melewati batasnya. Tuan Douglas memijit pelipisnya, sangat mudah menangani orang lain. Tinggal buang dan hancurkan, tapi Russell keluarga nya. Tak mungkin juga ia akan berlaku sama. "Temukan Russel sebelum Axelo mendengar kabar tentang bocah yang kabur itu." Perintah kakek Douglas tegas dengan sorot mata

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status