Share

16. Tamu

Penulis: Muninggar88
last update Terakhir Diperbarui: 2024-10-29 19:42:56

"Apa itu, Mas?" tanya Adelia pada suaminya yang memegang sebuah kertas berwarna coklat lengkap dengan kop surat sebagai penanda suatu instansi.

"Gila! Mantan istrimu itu memang sudah gila. Kalian sudah resmi berpisah pun perempuan itu masih juga mencoba untuk menganggu ketentraman hidup kita. Enek saja perempuan itu main lapor kita ke pengadilan. Aku gak mau tahu dan aku juga gak mau berbagi uang hasil kerja kerasmu itu sama mereka."

"Tapi mau bagaimana lagi ini, Del. Apa kamu mau suamimu ini menerima sanksinya. Aku bakal dapat hukuman denda juga kurungan penjara sekalipun kalau aku sampai tidak memenuhi kebutuhan anak-anakku." Irwan sudah merasa mulai frustasi menghadapi keras kepalanya istri barunya itu.

"Tapi anak-anak itu sudah tanggung jawab ibunya. Jadi itu bukan lagi tugas fan kewajiban kamu untuk menjamin hidup dan kebutuhan mereka. Mereka menang tidak mau melihat kita hidup tenang."

"Terus rencana kamu apa, Mas?" tanya perempuan dengan make-up tebalnya itu walau ia berada di
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

  • Suamiku Lebih Memilih Pelakor   17. Pekerjaan baru untuk Adel

    "Del, kok kamu baru pulang? Ini sudah jam berapa? Angel juga kenapa kamu tinggal sendiri sama ibu. Ibu itu lagi gak enak badan." Irwan menyambut kedatangan istrinya. Adelia seharian pergi tanpa pamit dengan tujuan yang pasti. Perempuan itu juga meninggalkan sang putri pada ibu mertuanya yang jelas-jelas kondisinya sedang tidak enak badan. Adelia sengaja mengizinkan putrinya itu untuk tidak masuk sekolah karena sedari padi ia sendiri sudah bersiap untuk keluar rumah."Aku itu tadi ada urusan penting, Mas. Aku sudah ada janji sama teman aku soal pekerjaan. Dia ngasih pekerjaan baru sama aku.""Memangnya teman kamu itu ngasih pekerjaan apa sama kamu sampai segitunya kamu pergi jam segini baru balik."Seharian itu Adelia keluar rumah setelah sang suami berangkat ke tempat bekerjanya. Sementara ia baru pulang pukul sembilan malam di mana sang suami telah sampai di rumah sejak petang tadi dan juga sang putri sudah kembali tertidur tanpa bertemu dengannya seharian ini."Aku dapat pekerjaan d

  • Suamiku Lebih Memilih Pelakor   18. Kejutan untuk Ratna

    Waktu terus bergulir dan hari pun terus berganti. Bukan tanpa ada halangan Rumana melalui hari-harinya tersebut sebagai orang tua tinggal untuk anaknya. Tidak terasa jika sang putra kini telah beranjak dan duduk di bangku sekolah dasar sedangkan sang putri sulung sebentar lagi juga akan menginjakkan kaki di bangku taman kanak-kanak.Tak ada lagi seorang pendamping yang menemani hari-harinya selain kedua buah hatinya dan juga ibu tercintanya. Beruntung masih ada orang baik yang mengelilinginya, masih ada seorang kakak yang begitu perhatian serta membantu baik secara finansial berupa modal usaha untuk mengembangkan usaha miliknya. Selain kakak laki-lakinya ada juga sang sahabat yang menemaninya meski terpisahkan oleh jarak tidak pelak keberadaan Nia sangat berjasa dalam masa-masa sulit dan terpuruknya.."Mas, Siapa perempuan itu?" tunjuk Ratna dengan tatapan murkanya pada sang suami. Hendra baru saja pulang dari tempatnya mengais rezeki setelah beberapa waktu lamanya tidak ada kabar da

  • Suamiku Lebih Memilih Pelakor   19. Amukan ibu mertua Hendra

    "Kamu kenapa, Mbak? Kamu habis nangis? Maya kamu sembab banget begitu?" Ratna sengaja keluar dari rumahnya dan mendatangi kediaman ibunya yang kebetulan tidak jauh dari rumahnya. Semalaman sudah perempuan itu menumpahkan tangisnya dan pagi ini juga ia memutuskan pergi ke tempat ibunya karena hati dan perasaannya belum siap dengan kedatangan madu yang sengaja dibawa oleh suaminya.Tangis Ratna belum reda sepenuhnya. Suara sesenggukan masih juga terdengar keluar dari mulutnya.Bukan tanpa alasan perempuan tersebut pergi menghindar dan memilih pulang ke rumah ibunya. Ratna belum bisa terima jika harus menyatu dan tinggal satu atap bersama perempuan lain terlebih mereka harus berbagi raga dan juga cinta dengan satu orang pria yang sama. Ratna masih belum bisa jika harus melayani sang madu seperti perintah dari sang suami karena dalam rahim perempuan yang sudah ia anggap sebagai perebut suami orang itu telah tumbuh benih di dalamnya."Iya, dari tadi ibu juga sudah tanya sama kakak kamu ken

  • Suamiku Lebih Memilih Pelakor   20. Apakah karma sudah dimulai?

    Mentari pagi mulai bersinar namun sinarnya tidak seperti biasanya yang memberikan kehangatan. Mungkin karena semalaman turun hujan yang cukup lebat hingga kelembabannya mampu menyamarkan hangatnya sinar sang surya.Sudah dari pagi buta Rumana disibukkan dengan pekerjaannya. Mulai dari memasak hingga saat ini ia menyiapkan bekal untuk putra pertamanya itu untuk dibawa ke sekolah sambil memasak air panas untuk mandi kedua anaknya. Maklum udara pagi ini cukup dingin sampai-sampai kedua buah hatinya itu masih nyaman dalam buaian gelungan selimut."Bu, biar nanti Rum saja yang kerjakan." Suara Rumana terdengar tengah mencegah ibunya. Ia, perempuan paruh baya itu nampak di pengelihatan Rumana sedang menyapu lantai rumah mereka. Kerap kali Rumana mengingatkan agar ibunya itu tidak terlalu banyak melakukan pekerjaan yang dirinya masih sanggup untuk mengerjakannya sendiri."Dingin, Rum. Ibu mau cari keringat biar badan ibu sedikit hangat." Ucapkan dari ibunya itu saja hanyalah sebuah alasan. P

  • Suamiku Lebih Memilih Pelakor   21. Fitnah Ratna

    "Aku ini istri sah-mu, Mas. Tapi kenapa kamu lebih mengunggulkan perempuan murahan ini!" Ratna tidak terima ketika suaminya membelikan mobil baru untuk istrinya beserta surat yang sudah diatas namakan dengan nama Halimah."Dasar perempuan tidak tahu diri. Kamu sengaja menghasut suamiku dan sengaja ingin menguasai seluruh uangnya!" maki Ratna tidak terima karena adik madunya lebih spesial di mata suaminya ketimbang dirinya yang sudah lama menemani Herman serta memberikan seorang keturunan yang nyatanya itu tidak bisa mengikat hati seorang Herman atas dirinya seorang yang menjadi ratu di singgasana tertinggi hati suaminya itu.Masih teringat dirinya akan waktu yang telah bertahun-tahun berlalu itu. Masih jelas diingatannya nama seorang gadis yakni Mayang yang menjadi perempuan pujaan hati seorang Herman. Karena penyakit hatinya yang tidak bisa mendapatkan hati Herman itulah yang membuatnya nekat mencari segala cara untuk bisa mendapatkan hati seorang laki-laki yang sesungguhnya sudah te

  • Suamiku Lebih Memilih Pelakor   22. Hari-hari suram untuk Ratna

    Berhari-hari Mayang murung dan mengurung diri dalam kamarnya. Semenjak kepulangannya dari merantau di kota. Mayang masih enggan untuk bercerita pada keluarganya. Mayang juga sengaja menghindar dari Hendra dan enggan meminta penjelasan pada pria tersebut.Keluarga dibuat khawatir akan tingkah Mayang yang tiba-tiba saja berubah. Mayang berubah menjadi lebih pendiam dan lebih banyak murung tidak seperti sebelumnya yang mana ia merupakan gadis yang ceria dan suka sekali bercerita.Hari terus berganti hingga hari yang telah disepakati yang sudah dijanjikan oleh Hendra pada keluarga Mayang yang mana pemuda tersebut akan mengutamakan niatannya untuk membawa hubungan mereka menuju jenjang yang lebih serius, namun justru kabar yang semula akan menjadi kabar baik berubah menjadi kabar buruk bahkan mimpi buruk yang akhirnya berubah menjadi kenyataan.Hendra tidak pernah lagi datang seperti janjinya dan Mayang juga tidak lagi berharap dan mengharapkan kedatangan pria yang nyatanya kedatangannya h

  • Suamiku Lebih Memilih Pelakor   23. Pelajaran untuk Adel

    Di tempat lain, usai berpamitan pada suaminya dan meminta izin selama beberapa hari untuk bekerja di luar kota. Adel yang rupanya tengah membohongi suami dan juga ibu mertuanya. Di sebuah pusat perbelanjaan yang terletak di luar kota. Adel tengah menikmati harinya bersama pria lain yang tak lain adalah atasan di tempatnya bekerja. Pria dengan perut buncit dengan rambut sedikit botak serta uban yang mulai menghiasi kepalanya. Pada lengan pria bertubuh tambun tersebut Adel sedang bergelut manja, bukan tanpa alasan jika tidak menginginkan sesuatu dari pria tersebut. Jika dirinya tidak mendapatkan yang ia inginkan dari sang suami. Maka pada pria tersebut lah Adel mengantungkan semua keinginannya itu untuk bisa dipenuhi. Tidak ada yang gratis kecuali Adel memang telah menjanjikan dan menuruti juga apa yang pria simpanannya itu inginkan dari dirinya.Kedua berjalan beriringan bagai dia sejoli yang sedang kasmaran hingga tanpa disadari oleh keduanya jika keberadaan mereka telah mendapatkan

  • Suamiku Lebih Memilih Pelakor   24. Kehilangan pekerjaan

    "Adel kamu kenapa?" Adel tiba-tiba menubruk suaminya dan memeluknya erat. Usai kejadian di mall, di mana dirinya kepergok sedang jalan dengan Suseno ternyata tanpa mereka sadari ada istri dan anak dari teman kencannya itu yang sengaja membututi mereka hingga terjadilah kejadian yang sangat memalukan bagi Adel selama hidupnya.Adel merasa sangat dipermalukan oleh Susi istri sah dari Suseno. Bukan hanya dipermalukan tapi apa yang sudah ia dapatkan dari pemberian laki-laki bernama Suseno itu akhirnya hilang sia-sia, karena diambil paksa oleh sang istri sah.Tak ada mobil dan ia pun harus kehilangan pekerjaannya. Adel pulang dengan kondisi yang mengenaskan namun dirinya masih beruntung karena anak dan istri Suseno tidak menghajarnya waktu di mall. Tapi masih begitu Adel merasa sangat marah dan sakit hati karena laki-laki yang selama ini ia puaskan nafsunya tidak bisa berbuat apa-apa di depan sang istri."Kamu kenapa sayang?" Adel semakin mengeratkan pelukannya pada Irwan tentunya itu han

Bab terbaru

  • Suamiku Lebih Memilih Pelakor   43. Ekstra part 3

    Seiring waktu terus bergulir semua keadaan pun mulai berbalik. Irwan sudah berusaha untuk menerima nasib dan keadaannya yang sekarang. Pria itu sudah mulai menerima apa yang ada di depannya saat ini karena yang sudah jauh pasti akan sangat sulit untuk bisa dijangkau kembali.Semua mulai berdamai dengan keadaan.Setelah beberapa tahun berlalu. Irwan akhirnya memutuskan untuk kembali bersatu dengan Adelia. Keduanya meresmikan hubungan secara negara dan juga agama.Ratna yang sudah lama pergi dan menghilang akhirnya kembali ditemukan meski dengan kondisi yang sangat memperihatinkan. Berbagai cara sudah diupayakan oleh Bu Nur untuk memulihkan kembali kondisi putrinya itu hingga ia sendiri tidak memperhatikan kondisi kesehatannya di usianya yang sudah lanjut itu.Setelah Ratna mulai sedikit membaik. Takdir berkehendak lain. Bu Nur harus pergi meninggalkan anak cucunya untuk menghadap Ilahi. Kesedihan tentu saja datang menyelimuti keluarga yang baru saja merasakan sedikit pulih dari keadaan

  • Suamiku Lebih Memilih Pelakor   41. Ekstra part 2

    Adel yang terlihat panik segera membersihkan tumpahan yang ada di pakaian Irwan juga pakaian yang ia kenakan dengan menggunakan tisu yang sengaja sudah ia bawa dari rumah.Adel melihat ke sekeliling area itu dan tidak ada yang membuatnya curiga.Adel kembali melihat ke arah Irwan yang masih duduk di atas kursi rodanya. Nampak kedua tangan Irwan mengepal setelah melihat aka yang ada di depan matanya. Tidak bisa dibohongi bagaimana perasaan Irwan yang melihat orang yang pernah ada di dalam hidupnya berjalan dan bersanding dengan pria lain dengan pancaran penuh dengan kebahagiaan.Akhirnya luluh juga embun yang tadi menjadi kabut di mata Irwan. Sakit yang teramat kembali hadir usai luka yang sebelumnya belum mengering sempurna."Mas kamu baik-baik saja? Apa kamu kita pulang saja?"Irwan terdiam. Pria tersebut masih sibuk dengan kegundahan hatinya. Irwan ternyata masih belum bisa menerima kenyataan bahwa Rumana kini telah menjadi milik orang lain.Andai saja dulu ia tidak tergoda dengan r

  • Suamiku Lebih Memilih Pelakor   40. ekstra part

    Waktu begitu cepat berlalu ....Dengan pertimbangan yang matang-matang Bu Nur memutuskan untuk mencari keberadaan Adel. Bukan tanpa alasan melainkan untuk bisa membantunya merawat Irwan.Dengan susah payah akhirnya Bu Nur menemukan Adel dengan kondisi yang cukup miris. Adel yang hanya sebatang kara harus hidup terkatung-katung di jajanan. Miris. Sangat berbanding terbalik dengan Adel yang sebelumnya. Kulit mulus karena rajin perawatan salon, telah berubah menjadi kulit kusam dan lebih gelap karena paparan sinar matahari dan juga debu di jalanan.Bu Nur menemukan Adel saat kondisinya memperihatinkan usai kecelakaan yang dialami oleh mantan menantunya akibat terserempet oleh mobil."Mas, kamu makan dulu." Adel menghampiri Irwan di kamarnya. Pria yang dulu dengan penampilan perlentenya itu kini sudah berubah menjadi pria dengan kulit yang membungkus tulangnya.Dengan telaten Adel merawat pria yang dulu pernah me-ratukannya. Daripada hidup di jalanan lebih baik ia tinggal kembali bersama

  • Suamiku Lebih Memilih Pelakor   39. End

    Karena diterpa emosi yang bertubi-tubi membuat Irwan tidak bisa berpikir dengan jernih. Tanpa pikir panjang dan mempedulikan siapapun. Irwan langsung mengusir Adel beserta dengan putrinya---Angel.Sudahlah pusing karena sakit hatinya ditinggal Rumana menikah. Terlebih yang menjadi suami baru mantan istrinya itu adalah mantan kakak iparnya. Irwan merasakan sakit hatinya yang begitu dalam.Sudah beberapa hari usai kejadian yang tidak terduga dan datangnya bersamaan. Irwan menjadi sosok yang tiba-tiba pendiam. Irwan memilih berdiam diri di dalam kamarnya. Pandangan matanya kosong. Berhari-hari Irwan bahkan tidak mau memasukkan satu apapun ke dalam lambungnya. Mantan suami Rumana itu juga nampak sering uring-uringan tanpa sebab. Kejadian tersebut berlangsung berhari-hari yang tentu saja membuat Bu Nur yang usianya tidak lagi muda menjadi kerepotan. Untung saja masih ada tetangga mereka yang bersimpati hingga ada dari mereka yang menyarankan agar Bu Nur segera membawa putranya itu untuk b

  • Suamiku Lebih Memilih Pelakor   38. Memuai apa yang ditanam

    "Sah.""Sah.""Alhamdulillah ....""Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jama'a bainakumaa fii khoir."Di dalam ruang tamu rumah Rumana prosesi ijab kabul telah usai dan berjalan dengan lancar.Usai akad selesai, kedua mempelai dipertemukan di depan seorang penghulu dan tentunya disaksikan oleh para saksi dan tentu oleh wali.Semua tamu undangan dipersilahkan untuk menyicipi suguhan yang telah disediakan oleh tuan rumah."Rum, kamu cantik sekali," puji Hendra pada perempuan yang kini telah halal baginya. Rumana yang mendapatkan pujian dari suaminya itu sontak pipinya bersemu merah. Meski sebelumnya mereka telah saling mengenal lama. Namun kondisi dan situasi yang berbeda yang membuat keduanya sama-sama saling salah tingkah."Rum, Mas Hendra sudah ditunggu para tamu di depan," seru Nia dari balik pintu kamar Rumana. Sementara kedua anak Rumana asyik dengan teman baru mereka karena banyak tamu di rumah mereka yang membuat anak-anak kecil tersebut merasa senang karena rumah yang biasa

  • Suamiku Lebih Memilih Pelakor   37. Hari bahagia Rumana

    Di rumah Rumana. Di sana mulai banyak berdatangan tamu terkhusus keluarga dan juga tetangga dekat rumahnya. Toko yang ada di dekat rumahnya sengaja tutup untuk hari ini begitupun dengan toko onlinenya semua kegiatan transaksi sengaja diliburkan oleh Rumana atas saran dan juga nasihat dari Ibunya. Acara di rumah tersebut sudah di mulai sejak pagi tadi yakni berupa acara pengajian dan dilanjutkan sore hari yakni acara lamaran Rumana dari Hendra."Mbak Rumana cantik banget. Pangling banget loh. Gak kelihatan kalau sudah ada dua anaknya," celetuk salah satu pegawai Rumana yang memang datang untuk bantu-bantu acara di rumah tersebut."Bisa saja kamu ini, Lin.""Benar kata Lina, Rum. Kamu memang cantik banget hari ini," ucap Nia membenarkan apa yang diucapkan oleh salah satu pegawai yang bekerja di tempat Rumana."Pasti Mas Hendra pangling.""Kamu bisa saja, Nia." Rumana sengaja mengundang Nia dan juga keluarganya untuk datang ke rumahnya agar bisa menyaksikan acara penting di dalam hidupny

  • Suamiku Lebih Memilih Pelakor   36. Adel kembali bertingkah

    "Mas, kamu kenapa? Kok cepat pulangnya?" Adel menyambut kedatangan Irwan, pria yang sudah menjadikannya istri dengan meninggalkan anak dan istrinya.Irwan yang sebelumnya berpamitan untuk pergi mencari kerja, tiba-tiba pria tersebut pulang lebih cepat dengan ekspresi wajah yang sukar untuk dilukiskan."Mas, kamu kenapa?" Adel kembali mengulangi pertanyaan yang sama pada suaminya.Irwan menjatuhkan bobotnya di ata kursi ruang tamu rumah tersebut. Kursi yang menjadi saksi satu kenangan yang ditinggalkan oleh mantan istrinya karena kursi tersebut adalah hadiah dari Rumana yang diminta oleh ibu mertuanya.Irwan memijit pelipisnya sambil menghembuskan napas dengan berat.Adel nampak memandangi tingkat laku suaminya. Perempuan tersebut menunggu respon dari sang suami. "Mas! Kamu itu dengar gak sih, Aku ngomong. Kamu dari tadi aku tanyain diam terus. Kamu kira aku ini apa? Ditanya baik-baik malah aku dicuekin."Irwan masih bergelut dengan hati dan pikirannya. Pria yang mulai merasa bosan de

  • Suamiku Lebih Memilih Pelakor   35. Kedatangan tamu

    "Mas ...!" jerit Adel ketika ia masih berada di dalam kamar mandi. Petang itu istri dari Irwan berniat untuk mandi. Karena terpaksa dan sebenarnya malas mau tidak mau perang itu Adel nekat untuk tetap mandi. Rasa gerah juga keringat yang sudah membasahi seluruh badannya membuat Adel terpaksa mandi di kamar mandi yang ada di rumah baru mereka.Irwan yang kebetulan berada di ruang tengah segera berlari ke arah istrinya ketika mendengar jeritan suara Adel."Mas tadi ada yang ngintip_in aku mandi." Adel berlari dan menabrak tubuh suaminya dengan hanya mengenakan handuk sebagai pembungkus tubuhnya.Rumah yang baru saja mereka tempati itu memang belum ada pagar pembatas pada bagian belakang rumahnya. Kamar mandi mereka berbatasan langsung dengan kebun milik tetangga mereka."Mengintip bagaimana maksud kamu?" Irwan merasa penasaran dengan aduan dari istrinya itu. Pria tersebut mengedarkan pandangannya ke sekitar kebun dan nihil tidak ia dapati ada orang maupun sesuatu yang mungkin mencurigak

  • Suamiku Lebih Memilih Pelakor   34. Jungkir balik kehidupan Irwan

    "Bu, bagaimana pendapat ibu tentang niatan Mas Hendra yang ingin melamar Rum?" Rumana baru saja menyusun pakaian ibunya yang selesai disetrika dsn kemudian ia tata di dalam lemari perempuan yang telah melahirkannya itu.Ibu Rumana nampak mengembuskan napasnya pelan. "Kamu yang akan menjalani. Kalau kamu ragu. Kamu bisa salat istikharah untuk meminta petunjuk Allah. Apa Hendra masih sering menghubungi kamu?"Rumana mengangguk. "Iya, Bu. Hampir setiap hari Mas Hendra kirim pesan ke Rumana. Entah yang menanyakan kabar ibu, kabar anak-anak, juga kabar Rumana sendiri.""Lebih baik kamu minta petunjuk dulu sebelum mengambil keputusan. Ibu yakin sebenarnya Hendra itu baik. Hanya karena hasutan dari mantan istrinya yang sudah memisahkan dia dari kakak kamu dulu.""Apa ibu tidak punya pikiran kalau Mas Hendra hanya akan menjadikan Rumana sebagai pelampiasannya saja karena Rumana memang mirip dengan Mbak Mayang.""Kenapa kamu tidak tanyakan langsung pada Hendra?" Rumana nampak berpikir sejenak.

DMCA.com Protection Status