Share

Bab 78 - Pilihan

Author: IntanFa
last update Last Updated: 2024-11-04 23:48:56

Delova mendatangi Valda yang sedang menunggui Chand di ruangan rawatnya di rumah sakit. Ia datang dengan panik.

“Ikut aku keluar dulu,” bisik Delova.

“Ada apa Delova? Mama harap kau mengerti dan jangan membahas orang yang tidak penting!” cetus Defria kesal.

Valda bangkit dari duduknya dan berlalu mengikuti Delova keluar dari ruangan Chand di rawat.

“Ada apa?” tanya Valda penasaran.

“Aruna ... dia pergi dari apartemen. Aku sudah mencarinya sekitar apartemen, tapi tidak ada!” jelas Delova.

“Apa? Bagaimana bisa?” Valda menegang.

Kemudian Delova memberikan catatan yang Aruna tinggalkan di apartemen dan Valda membacanya.

“Valda ... aku tidak pernah berpikir kalau semuanya akan serumit ini. Maafkan aku, gara-gara diriku, Papa masuk rumah sakit dan dia begitu marah padamu. Maafkan aku, mungkin lebih baik aku pergi dari kehidupanmu. Terima kasih selama ini sudah baik dan selalu menjagaku ... aku pergi ..
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Suami kontrak jodohku   Bab 91 - Kebenaran yang sulit

    Kabar bahagia itu seperti angin segar untuk hubungan Valda dan Aruna. Mereka benar-benar memulai semuanya dari awal, dengan cinta yang penuh dan pastinya dengan restu. “Aku tidak menyangka ...” ujar Aruna mendongak menatap Valda. Ia berada dalam pelukannya duduk berdua di sofa apartemen mereka. “Dunia ini sempit ternyata!” balas Valda. “Hmmm ... pasti papi juga bahagia melihat kita menikah, jadi kangen papi,” ujarnya seraya mengeratkan pelukannya. “Oke, besok kita ziarah ke makam papi mami ...” ucap Valda.“Terima kasih. Setelah ini, apa pun yang terjadi kita harus selalu bersama. Jangan pernah tinggalkan aku, aku juga tidak akan pernah meninggalkanmu!” tatap Aruna.Valda tersenyum lalu mengecup dahi Aruna dengan lembut seraya berkata “tentu saja.”Terdengar pintu ada yang mengetuk. Aruna bangkit dari duduknya untuk melihat siapa yang datang. Sungguh terkejut saat melihat Delova sudah berada di depan pintu dengan menatap Aruna berlinang air mat

  • Suami kontrak jodohku   Bab 90 - Kebenarannya

    Valda dengan antusias menceritakan kebenaran yang terungkap itu pada Defria dan sama tidak menyangkanya. “Mungkin salah kita juga karena waktu pernikahan kalian, kita tidak peduli sehingga sampai tidak tahu nama papi Aruna,” jelas Defria. “Ya semuanya sudah terjadi, mungkin sekarang kita mulai lagi semuanya dari awal. Awal yang baik tentunya ...” timpal Valda. “Maafkan papa dan mama sebelumnya bersikap kurang baik padamu. Mulai hari ini, kita mulai lagi semuanya. Apakah kalian ingin melakukan resepsi ulang secara besar-besaran? Papa rasa itu harus di lakukan karena pernikahan kalian sebelumnya hanya di hadiri kerabat dan relasi dekat saja,” tutur Chand. Aruna dan Valda saling melihat seraya tersenyum tipis. “Benar itu,” timpal Defria. “Sepertinya itu ide yang bagus. Sebelumnya aku juga tidak mengundang teman-temanku,” timpal Valda. “Baiklah kalau begitu. Papa akan mengatur semuanya, menyelenggarakan pesta y

  • Suami kontrak jodohku   Bab 89 - Jodoh

    Valda menyusul Chand ke ruangan kerjanya. “Papa ....” “Ada apa lagi?” tanya Chand tanpa memedulikan kehadiran Valda. “Pa, jangan marah padaku dan Aruna seperti ini. Ya, aku tahu papa ingin kita semua berkumpul. Akan tetapi, aku juga tidak ingin rumah tanggaku berantakan.” Valda menjelaskannya. “Jadi benar, Aruna yang memintamu untuk pergi dari rumah ini?” cetus Chand. “Bukan begitu, pa. Aku hanya ingin membuat Aruna nyaman. Setelah kejadian kemarin tentang kesalahpahamannya dengan Delova, itu membuatnya takut,” jawab Valda. Chand menatap Valda dengan pasrah. Tidak ada gunanya bersikap selalu egois dan malah membuatnya semakin jauh dengan Valda. “Pa, jarak dari apartemen ke rumah ini tidaklah jauh. Mungkin nanti kami bisa setiap hari datang ke rumah ini. Pa, kebahagiaanku dengan bersama Aruna!” tegas Valda. Sementara itu, Aruna yang mendengar percakapan mereka merasa semakin bersalah. “

  • Suami kontrak jodohku   Bab 88 - Kembali bersama

    “Delova ...” panggil Valda.“Ada apa?” tatap Delova heran.Valda mencoba mengontrol emosinya, bagaimana pun dengan keadaan Delova seperti ini membuat hatinya terenyuh dan merasa kasihan.“Hmmm ... aku tahu kau menemui Aruna. Katakan jujur padaku, apa yang kau katakan padanya? Aku memang mengikhlaskannya untukmu, tapi kau tidak bisa sembarangan memfitnahku!” ungkap Valda.Chand dan Defria menghampiri mereka berdua. Berdiri diantara mereka dan mencoba menghentikan Valda agar tidak melakukan hal yang tidak-tidak.“Jangan sakiti adikmu lagi!” cetus Defria.“Papa tahu ini semua salah perempuan itu!” tunjuk Chand pada Aruna yang berdiri di pintu kamar.Aruna menatap semua orang bergantian, apa yang sekarang terjadi memang salah dirinya.“Apa maksud Papa? Jangan salahkan Aruna seperti itu!” timpal Delova membela Aruna.Valda menatap Delova dengan penuh amarah. Aruna tahu kemarahan itu dan harus menghentikannya.“Tu–tunggu ... emmmh Valda, k

  • Suami kontrak jodohku   Bab 87 - Salah paham lagi

    Aruna melangkah dengan sembarang, sesekali wajahnya menengadah menatap langit yang mulai meredup. Lampu-lampu jalanan cukup terang menyinari langkahnya.“Apakah Elisha benar-benar serius dengan apa yang di katakannya? Tapi Valda mengatakan hal lainnya,” gumamnya.“Aruna ....”Sebuah mobil hitam berhenti dan terdengar suara tidak asing memanggilnya.Aruna menoleh ke arah sumber suara dan senyuman tersungging di bibirnya.“Delova ...” mendekati mobil itu dengan antusias.“Kau mau kemana?” tanya Delova. Ia bicara dari dalam mobil dan hanya membuka kaca mobilnya.“Aku mau pulang, barusan habis ngajar les piano,” jawabnya.Delova membuka pintu mobil dan meminta Aruna untuk masuk. Ia akan mengantarnya pulang.Awalnya Aruna menolak karena merasa tidak enak, tapi Delova memaksanya. Terpaksa ia masuk dan di antar pulang oleh Delova.“Kau sudah lebih baik?” tanya Aruna penasaran. Bagaimana pun ia sangat khawatir pada keadaan Delova.“Aku

  • Suami kontrak jodohku   Bab 86 - Les piano

    Saat makan malam, Elisha datang menghampiri semua orang tanpa rasa malu. Sekarang ia berani kembali datang setelah tahu Aruna pergi.Defria dan Chand menyambutnya dengan ramah sama seperti sebelumnya. Sementara Valda merasa risih dan tidak nyaman.“Kenapa dia datang lagi kemari?” ujar Delova.Karena selesai makan, Valda beranjak pergi meninggalkan meja makan tanpa bicara dengan siapa pun.Elisha menatap kepergian Valda dan ia harus mengerti mendekatinya pelan-pelan membiarkannya pergi begitu saja.Keesokan harinya ....Di sore hari Aruna pergi ke rumah Grace untuk mengajari Briel bermain piano. Ia memulai pekerjaannya dengan semangat dan riang.Grace menyambutnya dengan hangat dan membawanya ke ruangan musik.“Hallo kakak cantik ...” sambut Briel.“Haiii cantik ... apa kau siap? Wah pianomu sangat bagus. Aku juga punya piano–“ cetusnya lalu bicara terhenti karena teringat dengan piano yang Valda belikan.“Cepatlah kakak, aku tidak sa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status