Orang-orang itu menjawab, "Halo."......Melihat situasi yang canggung ini, Michael tersenyum. Dua-duanya masih terlihat gugup. Biarkan situasinya menjadi tenang dulu. Michael juga enggan untuk mengajarkan Bruce apa yang harus dilakukan. Urusan kantor akan dipegang oleh Bruce. Sekarang dia harus mulai beradaptasi. Michael tahu alasan orang-orang ini gelisah. Ini pasti ada kaitannya dengan David. Kekayaan dan pengaruh David sudah teruji. Orang-orang kaya itu tidak akan berani melawan David.Di saat yang bersamaan, Teddy dan Mark sudah menerima kabar kedatangan perwakilan merek terkenal itu. Meskipun Teddy tahu ucapan Michael tidak mengada-ngada, tetap saja dia cukup terkejut. "Ayah, perwakilan mereka sudah datang," ujar Alfred. Jika benar mereka yang datang, itu berarti pengaruh Michael memang cukup kuat. Teddy tersenyum. Dia sudah tahu kehebatan Michael. Kalau tidak, dia tidak akan berlutut dan memohon pada Michael di vila lereng gunung. Namun, Teddy masih belum tahu siapa
Sebagai tambahan dari perwakilan merek terkenal yang datang ke Yuncheng, ada beberapa orang yang juga terlihat di bandara. Mereka juga mengaku sebagai orang-orang yang mewakili barang-barang bermerek terkenal. Semula, orang-orang Yuncheng kebingungan siapa mereka. Lagi pula, mustahil Yuncheng kedatangan banyak orang tanpa sebab. Mereka mulai menduga-duga. Keluarga Su yang memiliki informasi mengenai hal ini, mulai menyusun skema kerja sama dengan Fengqian.Sebagai perwakilan Keluarga Su, Robert datang ke kantor Fengqian setelah mendengar berita itu. Karena belum diperkenalkan dengan resmi dengan Direktur Fengqian, Robert hanya bisa menunggu di sana. Pada saat yang bersamaan, Jonathan, yang tidak setuju dengan Robert, mulai memikirkan cara untuk menghancurkan rencana Robert. Di suatu tempat minum teh eksklusif, orang-orang biasa tidak boleh masuk ke sini. Hanya tamu-tamu VIP yang boleh masuk dan siapa pun yang ingin masuk, harus membayar terlebih dulu. Tentu saja, ada alasan kena
"Jonathan, apa tujuanmu sebenarnya? Kenapa kamu memberikan informasi penting ini padaku?" tanya Nelson sambil memandang curiga pada Jonathan. Pembangunan proyek itu pasti membutuhkan persediaan bahan material bangunan yang sangat besar. Bisnis Keluarga Su adalah bisnis bahan bangunan. Namun, Jonathan malah memberitahu informasi penting ini pada musuhnya. Nelson punya alasan kuat untuk merasa curiga. Jonathan bukanlah orang kemarin sore. Keluarga Su punya kesempatan yang sangat besar. Bagaimana bisa mereka bisa membiarkan pesaing bisnisnya mengetahui rencana besar ini? "Sejujurnya, Robert yang bertanggung jawab soal proyek dengan Fengqian," ungkap Jonathan dengan sorot mata penuh dendam. Dia tidak akan membiarkan Robert sukses begitu saja. Hanya dengan cara ini, Jonathan bisa mempertahankan posisinya di perusahaan. "Bukannya Robert tidak banyak berperan dalam perusahaan kalian? Kenapa bisa dia yang diberi pekerjaan sepenting itu?" Nelson penasaran. Menurutnya memang Jonathan yan
Saat Michael dan Bruce muncul, Nelson merasa gugup. Michael lalu mengerutkan keningnya. Seharusnya, Robert yang menunggu mereka di sini, tapi kenapa malah orang asing ini yang muncul. Apa yang sudah terjadi? Hanya Keluarga Su yang tahu rencana Fengqian. Mustahil informasi ini diketahui selain Keluarga Su. "Bos, siapa orang itu?" tanya Bruce. "Bruce, ingat. Mulai hari ini kamu adalah bos Fengqian," jawab Michael. Bruce langsung menegakkan tubuhnya. Meskipun Nelson pikir Michael dan Bruce tidak ada hubungannya dengan Fengqian, tapi karena mereka berdua keluar dari kantor Fengqian, dia berpikir mereka pasti orang penting Fengqian. Nelson mendekati Michael dan Bruce sambil tersenyum, "Permisi, apa kalian kenal dengan pemilik Fengqian?""Siapa kamu?" tanya Bruce dengan nada tajam. Nelson terkejut. Orang ini bos Fengqian? Dia tidak tampak seperti pemilik Fengqian."Hallo, namaku Nelson. Aku memiliki bisnis bahan bangunan di Yuncheng. Aku minta maaf sudah muncul tanpa pemberit
Pengkhianat dalam Keluarga Su!Mereka yang mengetahui berita ini hanyalah anggota Keluarga Su yang hadir di ruang rapat pada saat itu.Kini Nelson yang merupakan orang luar pun mengetahuinya. Satu-satunya kemungkinan yang terjadi adalah ada salah satu anggota Keluarga Su yang membocorkannya.Proyek pembangunan bagian barat kota menjadi titik balik yang bisa merubah masa depan Keluarga Su. Pemimpin Keluarga Su menaruh harapan besar pada proyek tersebut. Tapi kini, masalah yang selama ini dirahasiakannya bocor hingga diketahui oleh musuh bebuyutannya, Nelson.Kemarahan muncul di hati pemimpin Keluarga Su. Dia bertekad akan membuang siapapun yang telah membocorkan rahasia ini.“Kamu tidak percaya Robert yang membocorkannya pada Nelson. Memangnya apa untungnya bagi dia?” tanya si wanita tua dengan penuh curiga.Si laki-laki tua pemimpin keluarga menjawab dengan wajah dingin, “Mengapa kamu berpikir Robert pelakunya? Aku mempunyai pendapat berbeda denganmu. Robert tidak mungkin melakuk
”Kamu meninggalkan kantor lebih cepat hari ini. Kamu pergi ke mana dan bertemu siapa?” tanya pemimpin keluarga tanpa basa basi.Pertanyaan pemimpin keluarga menunjukkan ketidakpercayaannya pada Jonathan.Dia sudah mengamati perubahan ekspresi semua orang di ruang rapat. Reaksi semua orang terlihat normal kecuali Jonathan yang terlihat aneh.Selain itu pula, Jonathan adalah orang yang paling ingin mengetahui hasil negosiasi Robert karena dia tidak ingin Robert mengunggulinya di kantor.Jonathan pun menjadi terduga kuat pengkhianatan Keluarga Su.“Ayah, kamu meragukanku?” tanya Jonathan dengan suara berat.“Aku tidak meragukanmu. Tapi aku ingin bertanya padamu, apa gunanya mengkhianati keluarga sendiri?” ungkap pemimpin keluarga.Si wanita tua mengerutkan dahi ketika mendengar pertanyaan suaminya. Bukti belum ditemukan tapi pemimpin keluarga sudah menuduh Jonathan sebagai pelakunya.Si wanita tua sangat menyayangi putra bungsunya karena menurutnya, kemampuan Jonathan jauh melampa
Nelson berpura-pura sangat terkejut atas kedatangan pemimpin Keluarga Su yang masuk ke ruangannya, “Tuan Su, kamu terlihat sedih. Semoga tidak ada kabar kematian di rumahmu.”Pemimpin Keluarga Su sebenarnya malas menemui Nelson kecuali dalam kondisi sangat terdesak. Pria di hadapannya ini sangat kejam dan tidak menyenangkan. Kata-katanya kali ini pun seperti mengutuk Keluarga Su.“Nelson, kamu tidak mungkin bisa melarikan diri kalau sampai ada yang mati dalam keluargaku. Aku sendiri yang akan mendorongmu jatuh ke air,” ucap pemimpin Keluarga Su.Nelson tertawa dan berkata, “Kamu sudah tua dan sakit-sakitan. Kamu seharusnya mati cepat. Tapi aku berbeda. Aku masih muda dan masih bisa bermain dengan banyak wanita cantik dalam satu malam. Mana bisa aku mati? Aku yakin, kamu tidak sehebat aku ketika masih muda.”Pemimpin Keluarga Su duduk di hadapan Nelson dan membalas dengan santai, “Cukup omong kosongmu. Bagaimana kamu tahu rencana Perusahaan Fengqian?”Nelson mengangkat alisnya. Dia
Jonathan sangat kesal mendengar ucapan Nelson. Mana mungkin pria itu peduli padanya tanpa sebab. Tidak masuk akal sama sekali.“Nelson, jangan bicara omong kosong. Apa maumu sebenarnya?” gertak Jonathan.“Ayahmu baru saja meninggalkan kantorku. Kamu tidak penasaran apa yang aku katakan padanya?” ujar Nelson sambil tersenyum.Kulit kepala Jonathan mati rasa seketika mendengarnya. Jonathan tidak menduga ayahnya sampai pergi menemui Nelson.“Nelson, apa yang kamu katakan pada pemimpin Keluarga Su?” tanya Jonathan sambil menahan amarah.Nelson merasakan kegelisahan Jonathan dari suaranya. Dia pun tertawa dan berkata, “Mengapa kamu begitu terburu-buru? Aku cukup baik dengan menelponmu tapi kamu tidak memperlakukanku dengan baik.”Jonathan menarik napas dalam dua kali untuk menenangkan emosinya.Dia tidak bisa memperlakukan Nelson dengan baik dalam keadaan seperti sekarang ini. Jonathan tidak mungkin membocorkan rencana Fengqian pada Nelson seandainya dia tidak terbakar emosi sesaat.
“Malam sudah larut. Kembalilah ke pondok dan istirahatlah.”Michael menepuk bahu si trenggiling dan membawanya menuju halaman belakang.Di halaman belakang, Sari sedang duduk dalam keadaan gelisah. Dari sorot matanya yang indah, terlihat perasaan cemas dan kesepian.Ketika Jenny datang dengan penuh kegembiraan mengumumkan kembalinya Michael, mata cantik Sari menjadi berbinar-binar. Meskipun dia adalah seorang perempuan yang terbiasa bersikap anggun, tetap saja Sari tidak bisa menahan diri untuk cepat-cepat menyambut kedatangan Michael. Ketika melihat Michael, mata Sari yang indah menampakkan rasa haru, cemas dan gembira. Bibir merahnya terbuka. Michael tidak bisa menahan diri untuk tidak terkejut. Sebelumnya Michael menjaga jarak dengan Sari. Sekarang Michael tersenyum padanya.Meskipun hanya senyuman, namun makna dari senyuman itu terlihat jelas.Sari memahami senyuman Michael. Dalam hatinya, dia merasa sedih. Namun Sari tetap tersenyum. “Hei, kalian ke mana saja? Tahuk
Parza menghela napas panjang sambil menatap Felix, yang sudah dibawa jauh. Putranya melihat Parza dengan tatapan putus asa. "Dewa Es, aku sudah menghukum anakku. Kalau kamu masih belum puas, aku bersedia menambah hukumannya."“Bukankah besok putramu akan menikah? Itu adalah acara besar Keluarga Fang, bukan? Mengapa kalian melakukan sesuatu yang serius seperti ini?" Michael tertawa. Perlahan-lahan dia berdiri, "Begini saja. Tambahkan hukuman itu ketika dia sudah menikah nanti, atau ketika suasana hatiku sedang buruk. Bagaimana?"Mata Parza melebar. Bagaimana Dewa Es bisa bersikap murah hati seperti ini? Dewa Es membela Felix meskipun dirinya dimasukkan ke dalam Penjara Langit dan diberi hukuman es dan api. Tuan Onn mengerutkan dahi dan memandang Michael dengan aneh.Meskipun sosok laki-laki di depannya masih muda, tapi dia memiliki kebijaksanaan seperti tetua. Tidak jadi menghukum Felix? Apa … apa Dewa Es menyukai Keluarga Fang?Parza tidak tahu pikiran Michael tapi baginya
Felix mengerutkan dahi, "Aku benar-benar bingung dengan sikap kalian. Aku menangkap seorang laki-laki yang menganiaya perempuan tua. Kenapa sikap kalian berlebihan seperti ini?""Orang ini cukup kuat meskipun sudah melakukan kejahatan. Jadi aku memberinya hukuman kecil sekaligus sebagai bentuk peringatan."Felix menatap Michael dengan kejam.Laki-laki sialan ini pasti menceritakan kejadian yang tidak sebenarnya kepada Tuan Onn dan ayahnya, Parza sehingga membuat keduanya marah. Felix ingin menambah hukuman Michael!Hukuman kecil?!Mata Tuan Onn dan Parza melebar. Kaki Dewa Es hitam seperti batu bara. Bagaimana mungkin hukuman yang diberikan kepada Dewa Es ini bisa disebut hukuman kecil?!Parza dan Tuan Onn sudah hidup lama di dunia gurun. Bagaimana mungkin mereka tidak tahu hukuman apa yang digunakan sehingga menyebabkan kaki seseorang menjadi hitam?!Jika Michael adalah orang biasa, mereka tidak akan semarah ini tapi ini Dewa Es! Semakin memikirkannya, Tuan Onn semakin jeng
Felix terlihat bangga. Penerangan Penjara Langit itu relatif gelap. Felix tidak menyadari ekspresi kemarahan di wajah ayahnya. Felix menatap Michael yang ada di dalam sel penjara sambil mendengus. Dari tatapan Felix seolah-olah dia memberi tahu Michael bahwa meskipun ayahnya, Parza datang, itu bukanlah jaminan nyawa Michael bisa diselamatkan. Felix tidak bisa menyembunyikan rasa puasnya ketika melihat bekas pertarungan di sekeliling Penjara Langit. Sepertinya si pembunuh sudah menghajar Michael berkali-kali. Namun, yang membuat Felix senang adalah Michael tetap hidup setelah mengalami penyiksaan seperti itu.Kalau saja Felix mengetahui bahwa Michael adalah Dewa Es, maka semua ini tidak akan terjadi. Tidak seperti Felix, Parza menggertakkan gigi dan ingin meluapkan amarahnya. Jika sebelumnya Felix adalah kebanggaan besar dalam hidupnya, sekarang Parza merasa lebih baik memiliki telur daripada memiliki anak bodoh seperti itu.“Apa jangan-jangan kamu menangkapnya?” tanya Parza
Kacau!Berantakan!Ruangan sel Penjara Langit itu begitu berantakan. Dari situ terlihat bekas pertarungan yang sudah terjadi. “Apa ini?” Tuan Onn terkejut melihat pemandangan di depannya ini. Firasat tidak enak muncul di hatinya. Apa jangan-jangan Dewa Es ….“Parza!” teriak Tuan Onn. Parza tidak berdaya melihat situasi di dalam penjara tersebut. “Keluarga Fang, tunggu saja nasib kalian. Kalian akan dikuburkan bersama-sama,” Tuan Onn menggelengkan kepala. Dia segera bergegas masuk ke dalam penjara.Parza masih berlutut. Matanya kosong. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Setelah melihat Tuan Onn masuk ke dalam penjara, Parza segera tersadar. Buru-buru dia berdiri dan berkata pada salah satu pelayan, "Pergi … pergi jemput anakku yang bodoh itu ke sini.”Pelayan itu mengangguk dan segera pergi. Sejenak Parza menjadi ragu. Dia menghela napas dan menghirupnya. Kemudian bersama pelayannya yang lain, Parza segera masuk menuju Penjara Langit.Penjara itu gelap dan bau. Orang - o
Penjara Langit!Tidak perlu dijelaskan lagi apa makna tempat itu bagi Keluarga Fang, apalagi Tuan Onn. Tidak mungkin!Kaki Parza lemas. Tubuhnya bergoyang hingga menabrak meja di belakangnya. Meja kayu itu mundur beberapa meter.Namun, ketika Parza tidak bisa menahan lagi, para pelayan itu datang membantunya!Penjara Langit adalah tempat dikurungnya orang-orang yang paling keji. Lingkungan penjara itu juga buruk. Jika orang biasa masuk ke dalam Penjara Langit, hal itu biasa saja tapi ini Dewa Es! “Lihat apa yang kamu lakukan!” Tuan Onn menjadi marah. Meskipun Tuan Onn tidak berinteraksi langsung dengan Dewa Es. Namun sebagai manusia gurun, dukungan Dewa Es terukir di tulangnya. Bagaimana mungkin Tuan Onn tidak marah ketika Dewa Es dipenjara di tempat seperti itu?!Parza jadi tambah lemas. Dia terhuyung dan duduk di tanah.Benar. Apa sebenarnya yang dilakukan Keluarga Fang di sini?!"Kenapa kamu masih berdiri di situ? Cepat jemput dia!" Tuan Onn segera membentak dan berge
Jika bukan karena pelayan di belakangnya yang buru-buru membantunya, Parza sudah pasti jatuh lemas duduk di tanah. Itu dia!Ternyata itu dia!Dia adalah teman Dewa Es!Berarti ….Tuan Onn mengerutkan dahi. Memang dia yang memberikan saran untuk pergi ke penjara, tapi tetap saja dia jadi terkejut melihat ucapannya terbukti.“Lihat apa yang telah kamu lakukan!” Tuan Onn mengutuk Parza. Dia mendorong si pengawal dan membungkukkan badan sebagai tanda hormat pada si trenggiling, "Pahlawan Muda, kenapa … kamu ada di sini?"Parza segera tersadar dari rasa terkejutnya ketika dimarahi oleh Tuan Onn. Dia menyadari kesalahannya dan bergegas maju dengan panik. Ketika Tuan Onn menangani trenggiling, Parza segera mengambil tindakan yang diperlukan. Dia menendang pengawal hingga jatuh ke tanah."Berani-beraninya kamu! Berani-beraninya kamu memperlakukan tamu Keluarga Fang seperti ini? Aku ingin kamu mati. Pengawal!" teriak Parza. "Hadir!"“Bawa orang itu pergi. Potong tubuhnya menjadi d
Alis Parza berkerut. Dia berkata dengan nada mendesak, "Tuan Onn, tolong beri tahu aku."“Parza. Jika kamu hanya berambisi menjadi kepala keluarga, kemampuanmu yang sekarang sudah lebih dari cukup. Namun, jika kamu ingin jadi pemimpin masa depan dunia gurun, tentunya kemampuanmu yang sekarang tidaklah cukup."Kalau orang lain membicarakan Parza seperti itu, tentu saja Parza tidak akan senang. Bahkan dia bakal sangat marah.Namun karena ucapannya ini datang dari Tuan Onn, Parza menerimanya dengan rendah hati."Tolong beri aku nasihat, Tuan."“Jika orang itu memiliki ambisi besar di masa depan, dia tidak boleh melupakan hal kecil. Bahkan dia harus bisa kejam," Tuan Onn berdiri dan tersenyum. Dia datang mendekati Parza dan menepuk pundaknya. Tuan Onn menggelengkan kepalanya dan berkata, "Kalau kamu masih menjaga hatimu seperti ini, kamu tidak akan bisa maju."“Hatiku?” Parza jadi bingung. “Parza, jangan terlalu mempercayai orang lain, terutama orang-orang di sekitarmu,” ujar Tuan
Tuan Onn tidak langsung menjawab pertanyaan Parza. Dia mengerutkan dahi seolah-olah sedang memikirkan sesuatu.Parza sudah tidak sabar, tapi dia tidak berani mengganggu Tuan Onn. Jadi Parza hanya bisa berdiri di sana. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Waktu berlalu. Mungkin dalam suasana hati Parza saat ini, satu menit terasa seperti setahun. Tuan Onn mengerutkan dahi. Perlahan-lahan dia menatap Parza, "Apa menurutmu itu tidak aneh?”“Tuan Onn, apanya yang aneh?”“Maksudku, Dewa Es,” jawab Tuan Onn sambil mengerutkan dahi. “Dewa Es?” Parza jadi lebih bingung."Rumah ini dijaga ketat, apalagi ketika perjamuan besar. Tentunya tidak mudah bagi siapa pun untuk keluar masuk rumah ini tanpa ijin. Bahkan jika Dewa Es memiliki kemampuan luar biasa, tidak mungkin dia bisa menghilang."“Aku juga berpikir seperti itu tapi aku juga tidak memahaminya,” Parza mengira Tuan Onn kepikiran sesuatu tapi ketika mendengarnya, Parza jadi lemas. Selain itu, apa alasan Dewa Es pergi?"Maksud Tua