Share

Bab 296

Author: Abimana
Gulungan itu perlahan terbuka ke bawah.

"Buk!"

"Buk!"

Beberapa orang terjatuh.

"Tidak mungkin, tidak mungkin, Yang Mulia pasti salah kali ini."

"Shaka dan Arjuna adalah paman dan keponakan, usia mereka hampir sama. Apakah Yang Mulia salah mengenali Shaka dan Arjuna?"

"Benar, pasti begitu."

Menghadapi keraguan semua orang, kepala daerah segera memerintahkan seseorang untuk menempelkan jawaban Arjuna seperti sebelumnya.

Tulisan di kertas ujian masih kurang bagus, tetapi kali ini jawaban Arjuna tidak hanya banyak yang benar, tetapi benar semua.

Alasan Arjuna berusaha sekuat tenaga kali ini adalah untuk mencegah tragedi seperti Fiona terjadi lagi.

"Dari kertas ujian, Arjuna jelas berada di urutan teratas. Kalau Arjuna berada di urutan teratas, berarti Shaka ...."

"Tidak lulus?!"

Semua orang berseru dengan tak percaya.

Shaka mendapat peringkat ketiga dalam ujian daerah dan memiliki dukungan dari kedua putranya.

Begini pun bisa tidak lulus?

Shaka yang semula berdiri gagah sambil menunggu ora
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Mariani Onong
lanjut Thor
goodnovel comment avatar
Jahim Gabi
alur cerita yg mantap .aku suka...
VIEW ALL COMMENTS

Related chapters

  • Sang Menantu Perkasa   Bab 297

    Daisha menundukkan kepalanya, dia masih agak malu."Kak Daisha."Naya dari belakang mendorong Daisha ke depan Arjuna. "Jangan malu-malu lagi. Kamu sangat merindukan Kak Arjuna sampai memimpikannya di malam hari selama ini.""Mana ada?!"Daisha yang pemalu, wajahnya memerah ketika Naya berkata demikian."Ada, aku mendengarnya dengan jelas pada malam hari.""Aku juga mendengarnya. Kak Disa, kamu tidak hanya memanggil Tuan, tapi juga mengatakan bahwa kamu merindukan Tuan setengah mati." Dinda membenarkan ucapan Naya.Dia tidak hanya memberikan bukti, tetapi juga menambah bukti."Kalian ... kalian bicara sembarangan."Daisha menghentakkan kakinya, lalu mencoba melarikan diri, tetapi dia dipeluk oleh Arjuna."Coba aku lihat merindukanku setengah mati itu seperti apa.""Tuan!"Daisha yang sangat malu pun membenamkan wajahnya di dalam pelukan Arjuna. Dia terus memukul Arjuna dengan tinju kecilnya. "Jangan bicara lagi, jangan bicara lagi!""Oke, oke, aku tidak bicara lagi."Arjuna melepaskan D

  • Sang Menantu Perkasa   Bab 298

    Tak lama kemudian, seorang lelaki tua berpakaian putih datang ke hadapan Arjuna.Arjuna menatap lelaki tua yang menyengir di depannya dari atas sampai bawah.Lelaki tua itu benar-benar serba putih sekarang. Baju putih, jenggot putih, rambut putih, muka pun dibasuh hingga putih.Dia berbeda sekali dengan sebelumnya yang hanya mengenakan pakaian linen abu-abu dan terlihat kotor.Lelaki tua itu berdiri sambil mengelus lembut jenggotnya, dia tampak sedikit bangga.Dia sedang menunggu Arjuna memujinya.Bagaimanapun, jika dia muncul di depan orang-orang dengan pakaian seperti ini ...."Ada apa? Hari bahkan belum sepenuhnya gelap, kamu sudah mulai menjadi hantu untuk menakut-nakuti orang?""Aku ...."Mata lelaki tua itu terbelalak, kedua tangannya terus mengusap tubuhnya sendiri dari atas ke bawah. "Aku jelas-jelas seperti peri.""Peri? Kurasa lebih mirip hantu.""Hmph!"Pelayan yang ada di samping lelaki tua itu tidak dapat menahan tawanya."Lucukah?" Lelaki tua tersebut memelotot marah.Pel

  • Sang Menantu Perkasa   Bab 299

    "Aku menerima pesan dari kampung halamanku yang memintaku untuk pulang."Ketika bercerita tentang kampung halamannya, lelaki tua itu tak lagi menyengir, tatapan tajam melintas di matanya.Arjuna kebetulan melihatnya.Sesuatu yang besar pasti telah terjadi di ibu kota.Invasi asing? Menteri pengkhianat menyebabkan kekacauan? Bencana lokal?Aish!Arjuna menertawakan dirinya sendiri.Dia hanya seorang siswa unggul sekarang, statusnya sedikit lebih tinggi dari rakyat biasa. Hanya sebatas itu.Apa hubungannya urusan negara dengan dia?"Apa hubungannya denganku? Aku bukan ayahmu, kamu tidak perlu melapor padaku ke mana pun kamu pergi."Pelayan yang berdiri di samping merasakan aliran darah mengalir deras ke dahinya ketika dia mendengar kata-kata Arjuna.Astaga, memuaskan sekali.Dia bermimpi untuk berbicara seperti itu kepada si pria tua.Aish ....Namun, dia hanya bisa mengatakannya dalam mimpi.Pria tua ini pasti tidak tahan lagi, 'kan.Tidak tahan juga tidak ada gunanya, karena pelayan it

  • Sang Menantu Perkasa   Bab 300

    "Daisha."Arjuna dengan pelan memanggil Daisha yang sedang menyiapkan tempat tidur untuknya di tempat yang paling jauh darinya.Daisha mengangkat tatapannya. Tatapannya tertuju pada wajah Arjuna kurang dari sedetik sebelum dia menundukkan kepalanya. "Ya? Ada apa, Tuan?"Baik nada maupun sikap Daisha tidak ada cela.Akan tetapi, Arjuna merasa ada yang salah.Daisha bersikap terlalu sopan sehingga tidak seperti seorang istri, melainkan lebih seperti pembantu.Dia patuh, tetapi menjaga jarak.Daisha pernah bersikap seperti itu pada Arjuna. Saat itu, Arjuna baru mengalami transmigrasi zaman. Arjuna yang dulu menjual Daisha ke Rumah Bordil Prianka.Pada saat itu, Daisha merasakan dendam, kebencian dan ketakutan terhadap Arjuna sehingga wajar bila dia bersikap seperti itu.Namun sekarang ....Arjuna berusaha keras mengingat hal-hal yang dia lakukan dan katakan sebelum dia pergi mengikuti ujian serta setelah pulang.Makin berpikir, Arjuna makin bingung.Dia tidak melakukan sesuatu yang berleb

  • Sang Menantu Perkasa   Bab 301

    Daisha adalah orang yang tidurnya paling nyenyak di antara Alsava bersaudari. Perbedaan antara sebelum dan sesudah dia tidur sangat jauh.Dia jarang terbangun di malam hari, memiliki posisi tidur yang sangat buruk dan suka menendang selimut. Setelah Arjuna mengalami transmigrasi zaman, dia harus membenarkan letak selimut Daisha satu atau dua kali setiap malam.Namun, kini Daisha tak ada di atas tungku.Ke mana Daisha pergi? Apa yang telah terjadi?Arjuna buru-buru turun dari tungku, lalu berlari ke luar.Malam ini sungguh gelap gulita, tidak ada setitik pun cahaya bulan. Halaman gelap gulita, dia tidak bisa melihat apa-apa.Arjuna segera berlari ke dapur.Ruangan itu sunyi. Selain panci dan wajan, tidak ada tanda-tanda keberadaan Daisha.Arjuna berlari ke kandang ayam.Selain dapur, tempat favorit Daisha adalah kandang ayam.Alsava bersaudari suka makan ayam, jadi mereka sesekali membunuh seekor ayam di rumah. Namun, Daisha tidak pernah mengizinkan Disa membunuh burung pegar yang Arjun

  • Sang Menantu Perkasa   Bab 302

    "Hah?"Arjuna menatap wanita kecil yang melontarkan protes di dalam pelukannya setelah mabuk. Dia merasa tak berdaya sekaligus kesal. Kekesalannya tak dapat diungkapkan dengan kata-kata.Ternyata Daisha tiba-tiba menjauhinya karena cemburu.Padahal Daisha baik-baik saja sebelum Arjuna mengantar Arkana dan keluarganya ke luar. Ketika Arjuna masuk kembali, sikap Daisha langsung berubah.Mungkin saat Arjuna sedang mengantar keluarga Arkana, Disa bercerita kepada Daisha tentang Fiona.Namun, gadis ini terlalu pencemburu. Bisa-bisanya dia sampai mabuk-mabukan di tengah malam."Omong kosong!"Arjuna mengetuk kepala Daisha dengan jari telunjuknya. "Apa maksudmu aku tidak menginginkanmu? Apa yang kamu pikirkan?"Arjuna hanya tidak tega karena Daisha masih kecil. Dia ingin tunggu Daisha bertumbuh lebih dewasa.Karena tidak ingin Daisha berada dalam bahaya, Arjuna pun mengurungkan niatnya untuk mengklaim Daisha.Arjuna bahkan tidak membiarkan Putri Delapan hamil untuk saat ini.Pada zaman kuno y

  • Sang Menantu Perkasa   Bab 303

    "Hmph ...."Daisha yang pinggangnya dipeluk, memanfaatkan situasi itu dan untuk membekap bibir Arjuna dengan mulutnya."Tuan ...."Melihat Arjuna tidak bergerak, Daisha pun menjadi lebih berani.Bibir yang lembut bergerak maju mundur di bibir Arjuna."Apakah kamu benar-benar tidak menyukai Daisha? Tapi Daisha benar-benar menyukaimu sekarang. Tuan, aku memang tidak sebaik Kak Fiona. Kak Fiona berasal dari keluarga kaya dan terpelajar, sedangkan aku hanya seorang gadis petani. Aku ...."Arjuna mengangkat dagu Daisha, agar Daisha menatapnya. "Jangan katakan hal seperti itu tentang dirimu lagi, paham? Di hatiku, kalian semua sama. Kalian semua adalah istriku yang baik, tidak ada yang tinggi maupun rendah.""Kalau begitu kenapa kamu tidak menginginkanku?"Di bawah cahaya lampu minyak tanah yang berwarna jingga-kuning, wajah Daisha yang lembut tampak kabur. Kulitnya yang putih berubah menjadi merah karena pengaruh alkohol.Siapa pun yang melihatnya ingin menggigitnya."Siapa bilang aku tidak

  • Sang Menantu Perkasa   Bab 304

    Peringkat teratas ujian nasional.Jangankan Desa Embun, Kota Triana pun baru pertama memiliki siswa yang menduduki peringkat teratas dalam sejarah ratusan tahun.Orang yang datang untuk memberi selamat kepada Arjuna tidak hanya berasal dari Desa Embun, tetapi juga dari desa dan kota sekitar, bahkan dari Kabupaten Damai.Singkatnya, selain beberapa pejabat di Kabupaten Damai, semua orang kaya dan berkuasa di Kabupaten Damai datang.Ada yang ingin menjilat Arjuna, ada yang ingin memanfaatkan kesempatan untuk merebut hati Arjuna, tetapi sebagian besar hanya sekadar penasaran.Bagaimanapun, Arjuna sudah lama terkenal karena syair "lajang", tulisan seburuk tulisan anak-anak, serta peringkat terakhirnya dalam ujian daerah.Orang yang begitu terkenal buruk bisa-bisanya menduduki puncak teratas.Siapa yang tidak penasaran? Semua orang berbondong-bondong ingin melihat seperti apa rupa Arjuna.Arjuna menempati posisi pertama, orang yang paling bersemangat adalah Rafi, lurah baru Kota Triana.Dia

Latest chapter

  • Sang Menantu Perkasa   Bab 358

    "Yang Mulia Mois." Arjuna tersenyum, dia tampak bodoh lagi. "Masih terlalu awal untuk mengatakan mengalahkan Lujain, hasilnya masih belum diputuskan.""Ayolah, Nak, kamu ini memang sudah menipu orang dengan penampilan bodohmu ini."Suara Eshan terdengar, tubuh besarnya menyelip di antara Arjuna dan Mois."Yang Mulia, bagaimana boleh Anda berkata seperti itu? Hasilnya memang belum diputuskan." Arjuna mengungkapkan keluhannya."Sudah, sudah."Eshan sedikit bersemangat, tetapi karena dia tinggi, gerakannya terlihat sedikit lucu.Dia lanjut berkata, "Setelah selesai mengambil lapisan bawah cake, aku keluar untuk melihat. Ternyata kereta kuda yang datang untuk membeli cake bertambah banyak."Eshan sudah meminta semua istri dan putri petugas pemerintah, termasuk istri dan putrinya sendiri, untuk datang membantu. Namun, sekarang sudah mau kewalahan juga."Ngomong-ngomong ...." Eshan melirik antrean tak berujung di luar toko. "Arjuna, bagaimana pedagang dari daerah lain tahu kamu membuat cake?

  • Sang Menantu Perkasa   Bab 357

    "Bagus!" Sugi segera berkata kepada penasihat yang ada di sampingnya. "Cepat tulis pengumuman, kemudian minta pelayan di restoran untuk menempelkannya."Lujain berbalik, lalu berjalan kembali ke Restoran Kebon Sirih."Tuan Penasihat, tadi kamu bilang, cake-nya Arjuna dibuat dengan dipanggang?" Lujain, yang sudah melangkah ke Restoran Kebon Sirih, tiba-tiba berbalik."Benar." Penasihat Sugi mengangguk cepat. "Ternyata sebelumnya mereka bermain lumpur untuk membuat tungku. Mereka membuat banyak tungku pemanggangan, cake-cake itu ....""Sudah!" Lujain mengibaskan tangannya. "Aku sudah tahu caranya, kamu tidak perlu memberitahuku."Menggoreng, merebus, mengukus, merebus dan memanggang. Tidak peduli metode masak mana pun, Lujain telah menguasainya sepenuhnya saat dia berusia sepuluh tahun.Sugi pernah menyelidiki Arjuna.Sebelumnya Arjuna tidak bisa memasak apa pun, tetapi setengah tahun yang lalu dia tiba-tiba menguasainya, kemudian membuat ikan bakar.Bagaimana mungkin seorang pecundang b

  • Sang Menantu Perkasa   Bab 356

    "Tungku pemanggangan!" Petugas tersebut membuat gerakan lagi. "Kue-kue itu dibuat secara massal di dalam beberapa tungku pemanggangan itu."Sugi menjadi makin bingung mendengar kata-kata petugas tersebut.Tungku pemanggangan?Tungku pemanggang yang bisa membuat kue?"Yang Mulia!" Jika penasihat Sugi tidak muncul tepat waktu, petugas pemerintah itu pasti sudah disiram teh panas lagi.Setelah sang penasihat membisikkan sesuatu kepada Sugi, ekspresi Sugi tiba-tiba menjadi gelap dan muram."Apakah kue bisa dijual semudah itu?" tanya Lujain yang sedari tadi diam.Akan tetapi, pertanyaannya terdengar agak malas.Apa itu tungku pemanggangan?Apa itu produksi massal?Sebagai calon koki istana kaisar, Lujain tidak peduli dengan hal-hal itu. Hal yang dia pedulikan hanya rasa makanan.Intinya, dia masih tidak percaya bahwa Arjuna bisa mengalahkannya dengan kue."Lujain, ayo kita lihat."Begitu keluar dari Restoran Kebon Sirih, Sugi melihat bagian luar toko Arjuna penuh dengan kereta kuda.Banyak

  • Sang Menantu Perkasa   Bab 355

    "Toko Arjuna sudah menjual sesuatu!"Mata Sugi membelalak marah. "Bukankah dia membuka toko untuk berjualan? Apa masalahnya?"Kehilangan harga diri di depan orang lain barulah merupakan masalah besar."Yang Mulia, toko Arjuna penuh dengan pedagang yang datang untuk membeli barang. Kue-kuenya laku keras!""Apa katamu?" Sugi menyipitkan matanya, menatap petugas yang berlutut di depannya dengan bingung.Lujain pun meletakkan cangkir tehnya, kemudian menatap juru sita dengan heran."Yang Mulia, Arjuna itu membuat semacam ...." Si pelayan membuat gerakan ketika menjelaskan. "Kue yang sangat istimewa. Kuenya tidak terlalu besar, kira-kira seukuran telapak tangan. Ada dua lapis, dengan buah di atasnya, lalu ....""Sudah, sudah!"Begitu mendengar kata "kue," ekspresi Sugi langsung menjadi rileks. Dia tidak ingin mendengarkan sisa kata-kata petugas itu. Dia mengibaskan tangannya dengan tidak sabar untuk menyela petugas itu."Bukankah itu hanya kue? Berapa harganya? Dia baru membuka toko hari in

  • Sang Menantu Perkasa   Bab 354

    "Apakah camilan yang aku buat tadi malam enak?" Arjuna menjawab pertanyaan itu dengan pertanyaan lain."Enak!"Suara jernih terdengar dari belakang Arjuna, kemudian wajah tembam Dinda muncul di depan mata Arjuna."Rasanya manis dan harum. Aku belum pernah makan makanan yang seenak itu."Ketika Dinda tersenyum, matanya seperti bulan sabit. Dia memiliki sepasang lesung pipit di wajahnya. Dia tampak seperti kucing kecil yang rakus.Lucu sekali sampai membuat hati orang meleleh."Hmm!" Arjuna dengan pelan mencubit wajah tembam Dinda.Saat pertama kali menemukannya, Dinda kurus kering seperti anak kucing. Sekarang dia gemuk sehingga Arjuna merasa sangat puas."Apakah teman-temanmu menyukainya?" Maksud Arjuna adalah gadis-gadis kecil yang dikurung bersama Dinda, yang telah dikirim ke Rumah Bordil Prianka untuk pelatihan setelah diselamatkan."Mereka juga sangat menyukainya. Bukan hanya mereka, tapi kakak-kakak mereka juga menyukainya."Suara Dinda yang jernih dan tajam terdengar lagi. Kakak-

  • Sang Menantu Perkasa   Bab 353

    "Enak sekali, pantas dia akan menjadi koki istana."Arjuna memakan daging dengan suapan besar sambil memuji."Apakah benar-benar enak?" Mois yang khawatir tidak menggerakkan alat makannya."Hmm!" Arjuna mengambil sepotong daging bakar lagi. "Enak sekali!"Dia sama sekali tidak berlebihan. Masakan Lujain memang lezat. Jangankan di zaman kuno, bahkan di zaman modern, Lujain akan menjadi koki kelas atas."Kalau begitu kenapa kamu ...." Mois ragu sejenak sebelum bertanya, "Masih bisa makan?"Tangan Arjuna yang sedang mengambil makanan berhenti sejenak, lalu dia lanjut mengambil makanan. "Makanannya begitu enak, kenapa aku harus tidak bisa makan? Yang Mulia Mois, cepat makan juga. Makanannya tidak enak kalau sudah dingin."Atas desakan Arjuna, Mois akhirnya mulai makan.Makin makan, Mois makin khawatir.Makanan di dalam mulutnya memang enak sekali.Arjuna yang duduk di seberangnya masih makan dengan lahap. Dia menghabiskan dua piring nasi sekaligus.Setelah makan dua piring nasi, Arjuna mas

  • Sang Menantu Perkasa   Bab 352

    Ekspresi semua orang hampir sama, mulut mereka ternganga lebar menatap sang penasihat."Bam!"Sugi meletakkan gelas anggurnya dengan keras di atas meja. "Meskipun aku sangat senang hari ini, aku tidak mengizinkanmu untuk mempermainkanku seperti ini.""Tuan Penasihat, kamu benar-benar keterlaluan. Meskipun kutu buku itu terlihat bodoh, dia tidak benar-benar bodoh!"Para pedagang juga merasa bahwa candaan sang penasihat sudah keterlaluan."Yang Mulia." Penasihat tampak sedih karena disalahkan. "Aku benar-benar tidak bercanda. Arjuna memang bermain lumpur dengan istri-istrinya."Ketika penasihat mendengar laporan dari petugas, reaksinya bahkan lebih marah daripada Sugi. Dia bahkan menampar petugas itu dengan keras.Petugas bersikeras mengatakan bahwa Arjuna bermain lumpur. Penasihat tidak memercayainya, jadi dia pergi memeriksanya sendiri. Kemudian dia menemukan bahwa Arjuna benar-benar sedang bermain lumpur.Dia mengobrol sambil tertawa bersama istri-istrinya, bahkan mengolesi lumpur di

  • Sang Menantu Perkasa   Bab 351

    Sebelum pertandingan dimulai, untuk menghindari insiden sejenis pemakaman amal, Sugi sekali lagi menekankan aturan babak kedua.Sebenarnya, dia hanya ingin mengingatkan Arjuna untuk mematuhi peraturan dengan ketat.Karena ini adalah kompetisi makanan, pastilah tentang membuat makanan. Jika Arjuna membuat yang lain, sekalipun Arjuna menjual lebih banyak daripada Lujain, itu tidak akan dihitung.Kompetisi belum resmi dimulai, tetapi kabar bahwa Lujain akan menjadi kepala koki di Restoran Kebon Sirih selama tiga hari telah menyebar ke seluruh Kabupaten Damai.Orang-orang di setiap jalan dan gang Kabupaten Damai membicarakan hal ini."Lujain? Apakah itu Lujain yang akan memasak untuk Kaisar di istana setelah masa berkabungnya berakhir?""Benar, itu dia!""Kalau begitu bukankah dia koki istana? Kenapa dia ada di Restoran Kebon Sirih? Apakah kamu salah dengar?""Tidak mungkin salah. Pengumumannya sudah dipajang di Restoran Kebon Sirih.""Kalau begitu kita harus pergi! Itu koki istana kaisar,

  • Sang Menantu Perkasa   Bab 350

    Arjuna berdiri lalu membungkuk pada Eshan. Setelah itu, dia tersenyum sambil berkata kepada orang-orang yang menertawakannya. "Terima kasih atas pujian kalian.""Terima kasih? Dia tidak benar-benar menganggap kita sedang memujinya saat kita mengatakan bahwa dia merawat istri-istrinya menjadi cantik, 'kan?""Lihatlah ekspresi konyolnya itu, mungkin saja benar.""Dasar kutu buku.""Yang Mulia, masakan yang aku masak sering dipuji oleh istriku, aku juga merasa masakanku cukup enak. Aku bersedia untuk bertanding dengan calon koki istana kaisar ini."Arjuna menoleh untuk melihat Lujain, tetapi Lujain malah membuang muka dengan jijik. Ada sedikit ekspresi kesal di wajahnya.Jika dia tahu bahwa orang yang maju dari Kabupaten Damai adalah Arjuna, dia tidak akan turun tangan.Arjuna tidak layak bersaing dengannya.Sering mendapat pujian dari istrinya? Dengan beberapa pujian dari para wanita rendahan itu, Arjuna pikir dirinya sangat hebat memasak?Bodoh sekali.Dia sering mendengar orang mengata

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status