Share

Bab 203

Author: Abimana
"Tulisannya ... haha! Aku awalnya tak ingin tertawa, tapi aku benar-benar tak bisa menahannya."

"Aku juga tidak bisa menahannya. Dia sudah berlatih selama sepuluh hari, tapi tulisannya masih hampir sama dengan keponakanku yang berusia lima tahun."

"Jangan tertawa dulu, mari kita lihat apa yang dia tulis."

Kali ini, Arjuna diperlakukan sama seperti Shaka. Dia tidak perlu membaca syairnya sendiri, murid-murid yang membacakannya.

"Bait pertama: Kenang masa lalu, penyewa rumah, pria lajang, penuh penderitaan. Bait kedua: Melihat masa kini, rumah besar, istri cantik, penuh kebahagiaan. Bait horizontal: Transmigrasi zaman ini tak sia-sia!"

"Apa-apaan ini?"

"Bait kedua masih bisa dimengerti, tapi apa yang ditulis pada bait horizontal? Transmigrasi zaman? Sungguh tidak sambung dan tidak jelas. Bait pertama lebih aneh lagi. Penyewa rumah, pria lajang. Apa-apaan?"

"Sepertinya dia mengatai dirinya belum kawin?"

Semua orang memandang Arjuna.

Arjuna mengusap kepalanya lalu tersenyum polos. "Dua bul
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Related chapters

  • Sang Menantu Perkasa   Bab 204

    Jangan-jangan calon orang mulia dari Keluarga Kusumo yang dimaksud oleh begawan Kuil Yamuna ... adalah Arjuna?!Jika memang demikian ....Cakra mengangguk tanpa suara.Apa yang dikatakan begawan Kuil Yamuna kemungkinan benar.Cakra telah menjadi guru selama bertahun-tahun dan telah bertemu banyak orang.Meskipun Shaka sangat cerdas dan berprestasi secara akademis, Cakra tidak setuju bahwa dia adalah orang mulia.Bagaimanapun, Shaka kekurangan kualitas tertentu....Tidak ada acara hiburan di desa pegunungan kecil, jadi gosip menjadi satu-satunya hiburan di desa.Syair Arjuna dengan cepat menyebar dari sekolah. Dalam waktu satu jam, semua orang di desa sudah mengetahuinya.Selain keluarga kepala desa, Magano dan orang-orang yang menangkap ikan untuk Arjuna, sisanya menertawakan Arjuna.Disa dan Dinda, yang menunggu Arjuna di luar sekolah, tentu saja menjadi bahan ejekan juga.Mereka menjadi sasaran olok-olokan dan tertawaan para istri pelajar."Tuan!"Begitu Arjuna keluar dari sekolah,

  • Sang Menantu Perkasa   Bab 205

    "Kalau begitu Kak Daisha, kamu benar-benar tidak marah karena Tuan menulis sembarangan?""Kenapa harus marah? Tuan menulis ini pasti ada maksudnya sendiri.""Kamu benar-benar tidak marah? Pak Guru meminta syair itu ditempel di depan rumah kita.""Kalau Tuan tidak mau menempelnya, aku baru marah." Suara maupun tubuh Daisha tampak rileks.Bisa dilihat bahwa syair yang ditulis Arjuna membuatnya sangat senang.Meskipun Daisha tidak mengerti apa yang dimaksud dengan "penyewa rumah" dan "pria lajang". Dia mengerti bagian "istri cantik" dan "penuh kegembiraan".Arjuna mengungkapkan bahwa dia sangat bahagia memiliki mereka. Itu adalah pernyataan cinta Arjuna kepada mereka.Arjuna bersikeras menempelkan syair ini di depan rumah untuk menunjukkan cintanya untuk mereka kepada semua orang.Tuan mereka mengungkapkan cintanya untuk mereka secara terbuka.Kenapa Daisha harus marah? Dia senang sekali.Arjuna, yang duduk di dalam kamar, mendengar percakapan antara Daisha dan Dinda. Hatinya akhirnya ten

  • Sang Menantu Perkasa   Bab 206

    Sekolah Pelita menerbitkan kisi-kisi setiap tahun. Soal dalam kisi-kisi sering kali memprediksi soal ujian tahun berikutnya. Meskipun tidak persis, jenis soalnya sangat mirip.Dapat dikatakan bahwa siswa yang mendapatkan kisi-kisi dari Sekolah Pelita seperti mendapat bantuan tambahan.Para pelajar dari sepenjuru Kerajaan Bratajaya berlomba-lomba mendapatkan kisi-kisi dari Sekolah Pelita. Akan tetapi, sekolah tersebut biasanya hanya memberikannya kepada pelajar di sekolah sendiri.Sekolah itu hanya menerima dua puluh siswa setiap tahun. Selain itu, mereka hanya menerima orang yang berjodoh.Sekalipun orang itu berkuasa, jika kepala sekolahnya merasa bahwa dia tidak berjodoh, maka dia akan ditolak."Benar, tapi kakakmu bilang itu bukan yang asli, hanya salinan.""Salinan juga tidak apa-apa. Ayah, cepat minta Kakak untuk mengantarnya kemari. Tidak!" Shaka segera menggelengkan kepala."Ayah, besok suruh seseorang untuk menyampaikannya kepada Kakak. Katakan bahwa aku menginginkannya besok.

  • Sang Menantu Perkasa   Bab 207

    Setiap Festival Musim Semi, sebagian keluarga gembira, sementara sebagian lainnya murung.Karena tidak semua orang akan memperoleh hasil yang baik setelah bekerja keras selama setahun.Begitulah adanya. Saat orang masih kecil, mereka sangat menantikan Festival Musim Semi. Namun makin dewasa, mereka makin tak menyukai festival ini.Karena Festival Musim Semi itu memusingkan.Di awal musim, mereka menetapkan resolusi untuk menabung sejumlah uang, serta menyelesaikan hal-hal penting dalam tahap kehidupan tertentu.Hanya saja mayoritas orang melebih-lebihkan kemampuan mereka dan meremehkan kejamnya waktu.Waktu tidak akan berhenti untukmu hanya karena kamu miskin.Tidak peduli seberapa pagi kamu bangun dan seberapa larut kamu tidur, seberapa keras kamu bekerja setiap hari, hidupmu tetap tidak membaik dan kamu masih terus berjuang.Setelah setahun bekerja keras, kamu menoleh ke belakang, lalu menemukan bahwa kamu masih belum punya apa-apa.Namun, pemandangan di Desa Embun tahun ini sangat b

  • Sang Menantu Perkasa   Bab 208

    Hari kedua sekolah diliburkan.Setelah berlatih kaligrafi selama setengah hari, Arjuna merasa punggung dan pinggangnya sedikit pegal. Dia meletakkan kuas di tangannya, kemudian berjalan ke halaman untuk meregangkan otot-ototnya.Tidak lama setelah tiba di halaman, Arjuna mendengar suara berisik dari sebelah.Pasti ada orang yang mengirim sesuatu untuk keluarga Shaka lagi.Berita bahwa syair Shaka sangat dipuji oleh Cakra, bersama dengan berita syair Arjuna, menyebar ke beberapa desa terdekat.Sementara semua orang mengolok-olok Arjuna, mereka juga memuji Shaka dan makin yakin bahwa Shaka akan diterima di sekolah menengah atas kelas.Orang-orang datang memberikan hadiah kepada Shaka sangat banyak seperti sebelumnya."Tante pulang! Tante pulang!"Suara putra sulung Shaka, Zafa, terdengar dan berhasil menghentikan Arjuna untuk masuk ke rumah.Tante?Tante Zafa berarti tante Arjuna juga.Bayangan seorang wanita bertubuh tinggi, berpakaian rapi dan anggun, serta bertatapan ramah muncul di b

  • Sang Menantu Perkasa   Bab 209

    Ketika Arjuna sadar kembali, dia mendapati wajahnya basah.Dia menangis.Arjuna yang dulu mulai merusak dirinya sendiri setelah Bulan menikah.Sebelum jatuh ke jurang, Arjuna yang dulu selalu menghindari Bulan setiap kali Bulan pulang ke rumah orang tuanya.Dia tahu bahwa perilakunya tidak baik dan takut Bulan akan kecewa padanya.Karena Arjuna selalu menghindari Bulan sebelumnya.Ketika Bulan pulang kali ini, Oki hanya memanggil Keluarga Arkana, tidak memanggil Arjuna untuk kumpul bersama.Anak perempuan yang sudah menikah tidak boleh bermalam di rumah orang tuanya.Setelah makan di rumah Shaka, Bulan akan kembali ke rumah suaminya.Kali ini, Bulan bertindak sedikit tidak biasa. Dia membawa sebuah kantong besar menuju rumah Arjuna tanpa menghiraukan larangan Oki dan Shaka.Bulan berdiri di depan rumah Arjuna, melihat rumah yang baru saja direnovasi. Dia begitu gembira hingga menangis sambil bergumam sendiri."Benar, mereka tidak membohongiku. Arjuna benar-benar sudah menjadi baik. Dia

  • Sang Menantu Perkasa   Bab 210

    "Tuan, kamu mau pergi ke mana?"Daisha mengejar Arjuna."Tuan." Disa yang sedang memotong kayu di halaman, menghentikan Arjuna."Oh ya!"Arjuna menggunakan kesempatan itu untuk menarik Disa. "Disa, ikut aku.""Ke mana?""Gunung belakang.""Untuk apa ke sana?""Aku juga tidak tahu, kamu ikut saja." Arjuna berharap firasatnya salah.Setelah beberapa saat kemudian, Arjuna dan Disa tiba di persimpangan jalan."Sekarang kita mau ke arah mana, Tuan?"Arjuna mengangkat pandangannya, melihat ke depan.Ada dua arah jalan, keduanya mengarah ke gunung belakang desa. Satu di sebelah timur, satu lagi di sebelah barat."Di arah mana aku terjatuh ke jurang? Cepat bawa aku ke sana.""Kenapa kita pergi ke sana, Tuan?""Jangan tanya, cepat bawa aku ke sana!"Bahkan Arjuna sendiri tidak tahu mengapa dia ingin pergi ke sana.Hanya firasat."Tuan, apakah kamu baik-baik saja?" Disa tiba-tiba berhenti melangkah. Dia menatap Arjuna dengan bingung.Kenapa Arjuna mau pergi ke tempat itu?Apakah dia ingin jatuh

  • Sang Menantu Perkasa   Bab 211

    Bulan yang berbaring di atas tungku masih belum sadar.Arjuna membungkuk untuk mengamati Bulan.Denyut nadi Bulan kuat, napasnya teratur, jadi seharusnya tidak ada masalah. Beberapa saat kemudian, Bulan akan bangun dengan sendirinya."Disa, Daisha, kalian berdua temani Tante tidur di kamar ini malam ini."Arjuna takut Bulan akan mencoba bunuh diri lagi bila dia tersadar pada tengah malam.Disa pandai bertarung sehingga dia dapat menghentikan Bulan dari melakukan hal-hal bodoh.Namun, Disa memiliki kepribadian pemarah dan terus terang, mudah impulsif, tidak dapat menghibur atau membujuk orang lain.Jika Bulan bersikeras melakukan hal bodoh, mengingat kepribadian Disa, dia akan membuat Bulan pingsan lagi.Dia tidak terlatih sehingga tak bisa mengendalikan kekuatannya.Daisha berbeda. Dia memiliki kepribadian yang lembut, teliti, suara yang lembut dan menyenangkan. Dia adalah orang yang paling cocok untuk menghibur Bulan."Aku juga mau menemani Tante."Sebelum Arjuna menyetujuinya, Dinda

Latest chapter

  • Sang Menantu Perkasa   Bab 374

    "Jangan pikir aku tidak akan memukulmu hanya karena kamu kakakku!" Dinda menyerbu sambil mengangkat tangan kecilnya."Kalau begitu sini, bocah kecil."Disa dan Dinda bertarung di depan, sementara Daisha yang ada di belakang mereka menegur mereka. "Kak Disa, Dinda, kalian sudah menikah sekarang. Kenapa kalian masih bertingkah seperti anak kecil? Hentikan sekarang juga!""Daisha." Arjuna menggandeng tangan Daisha. "Jarang-jarang mereka sesenang ini. Biarkan saja mereka.""Tuan, kamu terlalu memanjakan mereka.""Hm?" Arjuna melingkarkan tangannya ke pinggang Daisha. "Apakah kamu menyalahkanku hanya memanjakan Disa dan Dinda, tidak memanjakanmu?"Sambil berbicara, Arjuna memiringkan kepalanya, kemudian berbisik di telinga Daisha. "Oke, kalau begitu aku akan lebih memanjakanmu malam ini."Ketika Arjuna menyebut kata "malam", dia sengaja menekankan nadanya."Tidak, bukan seperti yang Tuan bayangkan."Daisha, yang paling tidak tahan digoda, langsung tersipu."Seperti apa?"Arjuna paling menyu

  • Sang Menantu Perkasa   Bab 373

    Dalam dua kompetisi pertama, orang lain merasa bahwa Arjuna beruntung, tetapi Hendra tidak berpikir demikian.Arjuna tidak hanya bisa membuat makanan unik seperti cake, tetapi dia juga seorang genius bisnis.Orang seperti itu cepat atau lambat akan menjadi saingannya, jadi Hendra harus menyingkirkannya sebelum Arjuna menjadi kuat."Kamu harus berhati-hati, orang itu banyak akal." Sugi sedikit khawatir."Tenang saja, Yang Mulia." Hendra penuh percaya diri. "Kalau aku tidak berhasil membunuhnya, aku punya cara lain. Dia tidak akan selamat pada hari kompetisi.""Oh?" Mendengar perkataan Hendra, mata Sugi berbinar. "Kamu punya ide lain? Coba katakan.""Yang Mulia ...." Hendra mendekati Sugi, kemudian berbisik di telinganya."Kamu ingin menggunakan mereka?" Raut wajah Sugi sedikit serius."Yang Mulia, orang-orang kita tidak mudah bertindak, hanya bisa mereka. Dengan adanya mereka, bahkan para dewa pun tidak dapat menyelamatkan Arjuna.""Tapi apakah kamu tahu konsekuensi dari menggunakan mer

  • Sang Menantu Perkasa   Bab 372

    Orang-orang di sana tidak lagi mengenal konsep pelajar, petani, pengrajin dan pedagang. Semua orang setara. Apa pun yang kamu lakukan, selama kamu menghasilkan uang dengan kemampuanmu sendiri, orang lain akan menghormatimu.Kalau orang lain mendengarnya, pasti mereka akan menertawakan Arjuna bermimpi karena mabuk.Namun, Tamael berbeda.Dia percaya pada Arjuna, karena dia telah mengenal Arjuna sebelum bekerja sama dengan Arjuna.Seorang bajingan bodoh dan malas jatuh ke jurang, kemudian setelah siuman menjadi orang yang berbeda. Arjuna tidak hanya sangat pintar, tetapi juga mengetahui banyak hal yang tidak mereka ketahui.Tamael tidak percaya adanya hantu atau dewa, dia juga tidak percaya adanya dewa gunung.Satu-satunya hal yang dapat menjelaskan perubahan Arjuna adalah, dia bukan lagi Arjuna yang dulu.Kemudian, Arjuna memberi tahu Tamael bahwa dia akan mengikuti ujian kekaisaran.Tamael sepenuhnya mendukung Arjuna. Dia tidak hanya sering mengirim buku dan peralatan menulis kepada Ar

  • Sang Menantu Perkasa   Bab 371

    Karena itu adalah wilayah tak bertuan, pada dasarnya tidak ada yang mengurus. Gubernur Kota Perai mengeluarkan beberapa perintah untuk menekan para bandit. Akan tetapi, beberapa kabupaten terus saling mendorong perintah itu.Satu-satunya orang yang pernah benar-benar mengirim orang untuk menekan para bandit adalah Eshan. Justru karena alasan inilah Naga Bermata Satu senang datang ke Kabupaten Damai untuk merampok.Setelah Eshan gagal, gubernur sendiri mengirim pasukan untuk menekan para bandit. Namun, Gunung Magmora terjal, mudah dipertahankan tetapi sulit diserang. Selain itu, sebagian besar bandit adalah tentara yang melarikan diri. Orang-orang ini sangat ahli dalam seni bela diri dan sangat kejam. Tim penindas bandit gagal setelah tiga atau empat kali mencoba."Oh." Arjuna menyentuh kepalanya sambil menunjukkan senyum konyolnya yang khas. "Aku tidak ingat banyak hal setelah jatuh ke jurang. Abaikan aku, lanjut cerita.""Kemudian ...." lanjut Tamael.Kemudian, Tamael baru mengetahui

  • Sang Menantu Perkasa   Bab 370

    Ada sejumlah besar barang cacat menumpuk di gudang yang tidak dapat dijual. Pelanggan dari Kota Perai ingin Tamael membayar tiga kali lipat dari harga asli sesuai aturan.Tamael tidak mampu membayar ganti rugi dalam waktu sesingkat itu, jadi dia berharap para pelanggan memberinya waktu.Tidak ada orang sebaik itu di dunia. Tidak peduli seberapa ganas para pelanggan itu berebut barang dan seberapa baik mereka berbicara, mereka tetap saja mendesak Tamael sekarang.Mereka juga mengancam jika Tamael tidak segera memberi ganti rugi, mereka akan menuntut Tamael, bukan di Kabupaten Damai, melainkan ke gubernur Kota Perai.Jika mereka melaporkan hal ini kepada gubernur, Tamael pasti akan masuk penjara kalau dia tidak mampu membayar kompensasi.Sebenarnya, masuk penjara bukan apa-apa bagi Tamael. Jumlah pria di Dinasti Bratajaya lebih sedikit daripada wanita. Sekarang Tamael masih bisa punya anak. Paling lama, dia akan mendekam di penjara selama satu setengah tahun, kemudian dibebaskan.Masalah

  • Sang Menantu Perkasa   Bab 369

    Keluarga kaya akan membeli beras, mi dan kain dalam jumlah besar di awal musim semi. Jadi pada saat ini, pengurus rumah keluarga kaya akan pergi ke mana-mana untuk mencari beras dan mi berkualitas tinggi dengan harga murah.Keluarga kaya di Kota Perai memang lebih hebat dari keluarga kaya di Kabupaten Damai. Sekali beli, mereka membeli beberapa, bahkan puluhan muatan beras.Satu muatan beras beratnya lima puluh kilogram, beberapa atau belasan muatan beratnya beberapa ratus hingga ribu kilogram.Dalam membeli kain, lebih banyak lagi. Sekali beli, jumlahnya bisa mencapai belasan sampai dua puluh potong.Setelah satu kelompok orang datang, datanglah satu kelompok lagi.Ketika kelompok orang ketiga tiba, tidak ada cukup beras, mi dan kain di toko Tamael untuk dijual.Para tamu dari Kota Perai mulai berkelahi di toko untuk merebut beras, mi dan kain.Tamael tidak punya pilihan selain turun tangan untuk menengahi, tetapi itu sama sekali tidak ada gunanya. Setelah Tamael setuju untuk mengimpo

  • Sang Menantu Perkasa   Bab 368

    "Apakah ada kuda seperti itu?" Daisha memiringkan kepalanya. Kelembutannya disertai dengan sedikit kelucuan.Arjuna tidak bisa menahan diri untuk tidak mengusap kepalanya. "Ya.""Di mana? Aku belum pernah melihatnya sebelumnya.""Di toko pandai besi, baru saja dibuat. Tentu saja kamu belum pernah melihatnya.""Toko pandai besi? Kenapa ada kuda di toko pandai besi? Dan baru dibuat? Apakah kuda bisa dibuat?"Kali ini, bukan hanya Daisha yang terkejut, Disa dan Dinda juga penasaran."Tentu saja," kata Arjuna dengan tegas.Ngomong-ngomong, sesungguhnya tidak ada yang namanya kebetulan di dunia ini.Selama Festival Musim Semi, Arjuna bosan di rumah, jadi dia menggambar sesuatu, kemudian meminta pandai besi untuk membuatnya.Pandai besi itu mengirim seseorang untuk memberi tahu Arjuna kemarin bahwa barang yang dia pesan sudah siap. Arjuna bisa mengambilnya kapan saja.Setelah kembali ke kota kabupaten, Arjuna tidak terburu-buru pergi ke rumah kecil tempat dia tinggal, melainkan pergi ke penj

  • Sang Menantu Perkasa   Bab 367

    "Sialan!""Disa ...." Sudah terlambat bagi Arjuna untuk menghentikannya.Bersamaan dengan suara Disa yang merdu dan menawan, dia pun muncul di hadapan orang-orang.Arjuna menggelengkan kepalanya. Disa baik dalam segala hal, kecuali sifat impulsifnya. Terutama ketika dia mendengar orang lain mengatakan hal-hal buruk tentang Arjuna. Dia akan seperti ayam betina yang mengepakkan sayapnya untuk melindungi suaminya.Bagaimana dia bisa tahan ketika mendengar Hendra dan yang lainnya mempermalukan Arjuna seperti itu?"Hendra, aku akan mewakili tuanku untuk bertanding denganmu!""Haha!" Hendra tertawa terbahak-bahak. Dia menunjuk Arjuna sembari berkata, "Ternyata kamu benar-benar pengecut! Bisa-bisanya kamu membiarkan seorang wanita mewakilimu bertanding!""Memangnya kenapa kalau wanita? Apakah kamu tidak berani bertanding denganku?" ucap Disa sambil mengangkat kepalanya dengan marah."Bam!"Hendra menepuk meja yang ada di sampingnya, menunjuk Disa lalu berteriak, "Ikut campur apa kamu dalam pe

  • Sang Menantu Perkasa   Bab 366

    "Mengubah metode kompetisi?"Eshan dan Sugi, yang biasanya tak cocok satu sama lain, berbicara serempak untuk pertama kalinya."Benar, mari kita adakan lomba kereta di ronde ketiga. Ini adil untuk kalian berdua."Balapan kereta merupakan acara yang populer di kalangan masyarakat Dinasti Bratajaya.Dari ibu kota hingga kabupaten dan kota, setiap tempat menyelenggarakan balap kereta setiap tahun."Oke, balap kereta. Sepakat."Sugi berbicara lebih dulu. Begitu dia selesai berbicara, Hendra segera lanjut berkata, "Aku akan bermain di babak ketiga!"Selain berbisnis, Hendra adalah penggemar balap kereta dan sering berpartisipasi dalam perlombaan tersebut."Yang Mulia, aku akan ikut serta!"Irwan, yang berada di belakang Eshan, melangkah maju. Seperti Hendra, dia menyukai balap kereta dan sering berpartisipasi dalam kompetisi. Levelnya sebanding dengan Hendra.Arjuna mencuri perhatian di dua ronde pertama, dia tidak bisa membiarkan Arjuna mencuri perhatian di ronde ini."Kamu?"Hendra menyer

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status