Home / Fantasi / Sang Dewa Game - SVSS1 / Bab 97: Serangan Awal di Kota Nou (part 2)

Share

Bab 97: Serangan Awal di Kota Nou (part 2)

Author: Jajaka
last update Last Updated: 2024-10-29 19:42:56

“Siapkan semua pasukan yang tidak berjaga untuk segera bergerak ke utara. Kita akan menyambut musuh yang datang ke benteng,” perintah Dev. Demi human yang memberikan laporan hanya mengangguk lalu pamit pergi keluar dari ruangan Dev.

“Sihir yang aku lihat tadi jelas-jelas sihir tingkat 7. Sampai saat ini aku belum pernah menemukan NPC dengan level 70. Kemungkinan besar pasukan besar itu digerakan oleh player lain yang berniat menguasai dunia, tapi sayangnya mereka malah bertemu gunner level 64 sepertiku,” batin Dev sembari membawa senapan miliknya. Dari penampilan dan senjatanya dia jelas-jelas seorang player dengan job class Gunner.

Sementara itu setelah undead king fireia muncul Satria segera memerintahkan para petualang untuk bersiap menyerang. Dia juga memerintahkan para petualang dengan job class archer atau ranger untuk membakar semua bendera Kerajaan Grimer yang terpasang rapi di benteng Kota Nou dan sebagian lagi di bangunan-b
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

  • Sang Dewa Game - SVSS1   Bab 98: Skill Gunner Level 70, Atomic Blast!

    “Lalu di mana dia?” pikir Satria seraya terus menggulirkan bola matanya menatap sekeliling pasukan musuh. Tapi tetap saja dia tidak melihat ada satupun manusia di sana. Karena itu juga dia belum memberikan perintah kepada para petualang untuk bergerak, dia masih khawatir kalau musuh juga memiliki strategi jitu untuk bertahan dari penyerangan mereka.Sementara itu Dev masih memperhatikan Satria. Jika dilihat dari penampilan dan senjatanya dia sangat yakin kalau Satria adalah seorang swordman. Hal itu membuatnya kembali mengarahkan perhatinnya ke hutan yang dikatakan masih menjadi tempat persembunyian pasukan yang berniat menyerangnya. Dia saat ini berniat mencari sosok sorcerer yang menggunakan sihir tingkat 7 tadi.“Di mana sorcerer itu. Jika aku biarkan dia tetap hidup maka dia bisa merusak kota ini dengan sihir tingkat 7 miliknya itu,” batin Dev. Sudah menjadi kewajaran memang jika bertarung melawan squad full party maka langkah te

  • Sang Dewa Game - SVSS1   Bab 99: Pelampiasan Amarah (part 1)

    Satria sendiri segera membuka menu aksesnya dan mengambil sebotol MP Potion untuk memulihkan mana point miliknya yang sudah terkuras setelah menggunakan sihir tingkat 7 dan skill gunner level 70 miliknya. Sementara itu pasukan Kerajaan Grimer yang melihat pemimpin mereka musnah hanya dalam satu kali serangan saja mulai cemas, wajah mereka berubah pucat di tengah tanah yang masih terasa bergetar.“Sangat membosankan, padahal setelah bertarung di Kota Hint aku sangat berharap player yang memimpin penyerangan di Kota Nou juga akan cukup menghibur. Tapi nyatanya kemenangan bahkan sudah kami dapatkan sebelum peperangan terjadi,” gerutu Satria sambil menatap prajurit Grimer yang tampak ketakutan.“Swordman,” ucap Satria mengubah job classnya lagi, kali ini senapan laras panjang di tangannya berubah bentuk menjadi sebuah pedang lagi.Satria segera menghentakan kakinya dan melompat setinggi yang dia bisa, hingga akhirnya mendara

  • Sang Dewa Game - SVSS1   Bab 100: Pelampiasan Amarah (part 2)

    ‘Tap’Satria menapak dengan santainya di cekungan tanah tersebut setelah debu-debu mulai memudar. Dua regu swordman, satu regu lancer dan satu regu fighter yang semuanya adalah demi human langsung bergerak menuju kepada Satria. Tapi Satria tanpa gentar langsung mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, archer serta ranger yang ada di dekatnya kebanyakan sudah tumbang dan yang tersisa buru-buru pergi menjauh.“Fire slash!” teriak Satria.Pedang hitam Satria seketika diselimuti oleh api hingga menimbulkan gradasi cahaya berwarna merah di sekitarnya, saat dia menebaskan pedangnya langsung muncul tebasan api membara yang semakin membesar dan melebar manuju prajurit Grimer. Melihat hal itu regu swordman langsung maju dan menggunakan skill pedang mereka secara bersamaan untuk meredam skill pedang yang digunakan oleh Satria.“Fire slash!”“Air slash!”“Triple slash!

  • Sang Dewa Game - SVSS1   Bab 101: Berangkat ke Target Berikutnya

    Hari mulai menjelang sore saat semua warga Kota Nou akhirnya berkumpul di depan gedung balai kota mereka. Satria tanpa membuang waktu segera naik ke podium dan menyampaikan situasinya saat ini, sama persis isinya dengan yang dikatakan di depan warga Kota Hint beberapa hari yang lalu. Hanya saja tambahannya Satria mengatakan kalau Kota Hint juga saat ini sudah menjadi bagian dari Kerajaan Lunar yang mengutusnya ke sana.Sama seperti di Kota Hint, Satria kembali memberikan beberapa pilihan kepada warga Kota Nou untuk menentukan nasib kota mereka ke depannya. Namun seperti yang sudah-sudah, tampaknya mereka terlihat ragu untuk mengambil keputusan bergabung dengan Kerajaan Lunar. Terpaksa Satria menghela nafas dalam lalu menjelaskan keuntungan dan kerugian yang akan mereka terima, dengan cerdik dia kembali mempengaruhi keputusan warga agar memilih bergabung dengan Kerajaan Lunar.Setelah dipengaruhi oleh Satria barulah para warga Kota Nou bersedia memilih untuk

  • Sang Dewa Game - SVSS1   Bab 102: Kejutan dari Musuh (part 1)

    Satria dan rombongan terus bergerak menuju ke arah selatan. Mereka sudah melewati beberapa desa kecil yang masih termasuk wilayah Kota Nou. Kelihatannya karena jaraknya yang cukup jauh dari kota, desa-desa kecil itu sama sekali tidak diserang oleh pasukan Kerajaan Grimer. Malah penduduk desa tidak tahu apa yang sedang terjadi di lima kota besar yang diserang Kerajaan Grimer, mereka mengira bahwa saat ini wilayah mereka masih bagian dari Kerajaan Luxurie.Tapi Satria tidak berniat menjelaskan semuanya di setiap desa yang dia lewati. Tugas itu nantinya merupakan bagian dari Walikota Kota Nou sendiri yakni Lacs. Siang harinya Satria dan para petualang berhenti sejenak untuk memberi makan dan minum kuda-kudanya, sekalian mereka juga beristirahat sejenak. Saat Satria sedang memberi makan kudanya tiba-tiba saja setitik cahaya terang muncul di dekatnya. Perlahan Satria memegangnya dengan jari tangannya.“Selamat siang tuan Toru,” sapa Satria di dalam p

  • Sang Dewa Game - SVSS1   Bab 103: Kejutan dari Musuh (part 2)

    “Tidak. Lucy bilang kalau dia mendengar pemimpin pasukan musuh yang bernama Zeff membicarakan penyusup bersama bawahannya yang bernama Ugly. Saat ini Zeff dan Ugly katanya juga akan segera berangkat ke sana,” tutur Toru.“Terima kasih tuan Toru, aku akan segera bersiap menyambut mereka,” tukas Satria.“Baik tuan. Tolong berhati-hati,” ucap Toru sambil mengakhiri skill khususnya tersebut.“Ini buruk. Tapi entah mengapa rasanya kali ini akan jadi lebih menarik,” batin Satria sambil menyeringai senang.Satria memang tidak mengerti mengapa musuh bisa sampai mengetahui keberadaan mereka, tapi itu justru membuktikan bahwa musuh yang ada di Kota Pazz memang memiliki keahlian yang menarik. Satria pikir mungkin diantara musuh itu ada yang memiliki skill khusus yang unik, atau mungkin musuh juga sangat cerdik sehingga bisa menyusun siasat untuk mengetahui keberadaan penyusup sepertinya.

  • Sang Dewa Game - SVSS1   Bab 104: Kejutan dari Musuh (part 3)

    Para prajurit Kerajaan Grimer yang ada di samping kiri, kanan dan di depan Satria langsung menghunuskan senjatanya setelah mendengar perintah dari Zeff. Tak lama kemudian barisan paling depan dari rombongan demi human itu segera berlari menyerang Satria dari tiga arah yang berbeda. Para petualang yang berasal dari Kota Nou terlihat siap siaga kalau-kalau Satria memberikan perintah kepada mereka untuk bergerak. Namun Satria tidak memberikan perintah apapun, dia malah menghunuskan pedangnya dan menahan serangan semua lawan yang datang menerjang ke arahnya. Melihat hal itu sontak saja membuat para petualang dari Kota Nou keheranan, sedangkan para petualang dari Kota Hint dan Lunar tetap bersikap tenang sebab mereka sudah tahu bagaimana kehebatan Satria selama ini. Sepuluh swordman segera maju dengan menebaskan pedangnya mengincar tubuh Satria, tapi dengan gesit Satria segera memutar tubuhnya sembari mengayunkan pedangnya hingga berhasil menangkis semua pedang pa

  • Sang Dewa Game - SVSS1   Bab 105: Satria vs Zeff (part 1)

    Suara dentuman keras terdengar jelas saat serangan prajurit Grimer menghantam dasar lubang tempat Satria berada. Tanah serasa langsung bergetar hebat bersamaan dengan bongkahan-bongkahan tanah yang berhamburan dari sekitar lubang tempat Satria berada. Kini lubang besar nan dalam tadi terlihat sudah terkubur oleh tanah di sekitarnya yang runtuh menimbun lubang. Debu-debu terlihat beterbangan di sekitar lubang.Semua pasukan Grimer terlihat menyeringai seakan senang. Sementara itu para petualang hanya bisa terdiam dengan harap-harap cemas melihat timbunan tanah. Ugly sendiri terlihat tidak mengalihkan pandangannya sedikitpun dari timbunan tanah. Perlahan timbunan tanah itu tampak bergerak.‘Brugh’Bongkahan tanah yang menimbun lubang langsung berhamburan seakan terpental. Melihat kejadian itu tampak para prajurit Grimer terkejut lagi dan waspada. Satria langsung melompat keluar dari dalam lubang, terlihat tidak ada goresan sedikitpun

Latest chapter

  • Sang Dewa Game - SVSS1   Penutup Season 1

    Selamat sore sobat semuanya. Mudah-mudahan sobat semua dalam keadaan sehat selalu. Hari ini novel Solo vs Squad (season 1) sudah tamat dan akan dilanjutkan ke season kedua. Perjalanan Satria di dunia game Mythical World RPG sudah mencapai setengahnya, petualangan, pengorbanan dan perjuangan yang dia lakukan saya harap berkesan bagi sobat semuanya. Novel ini hanyalah fiksi belaka, andaikan ada kesamaan nama tempat, tokoh dan yang lainnya itu hanya kebetulan semata. Saya harap ada hal-hal baik dari novel ini yang bisa kita ambil sebagai pembelajaran, adapun hal-hal buruknya cukup kita jadikan pengetahuan. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya karena di dalam novel ini masih banyak kekurangan, terutama kesalahan dalam penulisan atau kata yang diulang-ulang. Pengetahuan saya dalam dunia literasi belumlah seberapa, saya akan belajar lebih banyak lagi agar bisa membuat novel yang lebih baik lagi. Sekali lagi saya mohon maaf kepada sobat pembaca semuanya

  • Sang Dewa Game - SVSS1   Bab 243: Dihadang Guild Golden Wing

    Esok harinya setelah mereka bangun, mereka kembali bersiap-siap untuk melakukan perjalanan pulang. Tapi sebelum itu mereka untuk pertama kalinya memasak dulu di dalam dungeon untuk sarapan. Sebab makanan yang sudah masak dibekal Satria juga sudah habis, kini hanya makanan mentah saja yang dibawa oleh Satria.Sebagai pengamanan, Satria memanggil dua archangel untuk menghabisi monster yang menghalangi jalan mereka. Setelah persiapan mereka selesai, barulah mereka melangkahkan kakinya keluar dari lantai 70. Raut wajah mereka semua terlihat cerah karena mereka akhirnya bisa pulang dari sarang monster mengerikan itu. Tadinya Satria berniat menggunakan item gate of teleportation, tapi ternyata item tersebut tidak bisa digunakan di dalam dungeon, jadi mau tidak mau mereka harus kembali berjalan kaki untuk keluar dari sana.“Oh iya, sekarang aku ingin tahu seberapa jauh level kalian meningkat,” tutur Satria seraya berjalan paling depan.&ld

  • Sang Dewa Game - SVSS1   Bab 242: Skill Ultimate Satria (part 3)

    “Kelihatannya Noir telah menyelamatkan nyawa kalian semua,” sambung Satria.“Ya. Dia merespon dengan cepat saat melihat pergerakan Pixie yang mencoba menggunakan skill healingnya, dia menggunakan skill khususnya untuk memaksa kami tiarap ke tanah yang telah menyebar dari skill gnome sebelumnya,” tutur Alexa.“Sekilas aku melihat dia telah putus asa mengingat kau terkena serangan telak dari Glace, tapi saat melihat seranganmu yang mengalihkan perhatian Glace tampaknya dia kembali punya harapan,” sambung Alexa.“Ya. Kelihatannya orang yang paling berjasa kali ini adalah Noir, tanpa ragu dia bahkan menggunakan skill ultimatenya untuk menjauhkan Glace dariku. Di saat yang bersamaan dia juga memecahkan healing potion menggunakan skillnya itu hingga bisa memulihkanku, aku tidak menyangka jika di situasi saat itu dia masih kepikiran rencana secerdik itu,” timpal Satria.“Kita benar-ben

  • Sang Dewa Game - SVSS1   Bab 241: Skill Ultimate Satria (part 2)

    Saat itu juga tujuh lapis lingkaran sihir muncul di sekitar tubuh Satria bersamaan dengan bergetarnya permukaan es, mendadak saja pusaran api besar muncul mengelilingi tubuh Satria serta membakar habis akar-akar pohon besar yang ada di sekitarnya. Kini dengan jelas dia bisa melihat sosok Glace yang masih menapak di atap lantai dungeon.‘Beukh’Tiba-tiba saja tubuh Satria sudah ada di hadapan Glace menggunakan skill assassin miliknya meski tanpa mengubah job classnya dulu. Tinju tangan kanan Satria dengan telak menghantam tubuh Glace hingga dia terpental menghantam permukaan es hingga terdengar benturan yang amat keras. Satria segera menggenggam lagi invisible saber di tangan kanannya.“Top tier magic: thunder spear!”“Dimensional slash!” teriak Satria menggunakan dua skill serangan level 70 dari dua job class yang berbeda sekaligus.Tujuh lapis lingkaran sihir muncul di sekitar tubuh

  • Sang Dewa Game - SVSS1   Bab 240: Skill Ultimate Satria (part 1)

    Tubuh Satria tampak tergeletak tak berdaya di tengah-tengah kabut putih yang mengepul di cekungan permukaan es, darah tampak menetes dari luka di kepala dan tubuhnya. Seluruh armor hitam terkuatnya kini telah hancur berkeping-keping karena skill serangan milik Glace. Andaikan saja dia tadi tidak mengendalikan Pixie dari kejauhan untuk memberikan bantuan sihir healing dan penguat tubuh kepada tubuhnya, mungkin kini dia sudah tewas.“Kelihatannya aku masih selamat,” batin Satria saat samar-samar tatapannya yang kabur masih bisa melihat kabut putih tebal di sekitarnya. Tampaknya hanya mata kanannya saja yang masih bisa melihat agak baik, mata kirinya sendiri serasa begitu perih dan rasanya ada darah terus keluar dari luka di mata kirinya itu.“Tapi, kenapa sihir Pixie berhenti secara tiba-tiba?” gumam Satria seraya berusaha bangkit dengan nafas yang terengah-engah, tubuhnya kini serasa dipenuhi oleh rasa sakit. Jika orang biasa pasti su

  • Sang Dewa Game - SVSS1   Bab 239: Melawan Glace de Rouge (part 2)

    “Kelihatannya aku harus mencoba beberapa rencana, meskipun resikonya serangan itu tidak akan berdampak lagi kepada Glace saat dia menggunakan skill ultimatenya nanti,” pikir Satria sembari mencabut invisible saber yang dia selipkan di pinggangnya.Melihat serangan cepat datang menuju ke arahnya, Glace kali ini dengan cepat menghindar hingga tubuhnya lenyap dari pandangan Satria. Tapi Satria segera tersenyum dan merubah job classnya menjadi seorang guardian, dengan cepat dia menggunakan skill tebasan angin untuk membelokan serangan gabungan salamander dan sylph yang malah menuju ke arahnya hingga berbelok menuju ke arah lintasan pergerakan Glace.‘Wwrrrr’‘Dhhaaaammrrr’Lagi-lagi serangan gabungan itu menghantam tubuh Glace yang segera merespon dengan skill assassin miliknya untuk menahan serangan yang datang. Satria sekencang mungkin berteriak memanggil nama archer Heptagram agar dia menjalankan

  • Sang Dewa Game - SVSS1   Bab 238: Melawan Glace de Rouge (part 1)

    Rasanya memang lebih gampang menghadapi Skorpius, sebab meski levelnya 90 di atasnya, tapi dia adalah petarung jarak jauh dengan kecepatan lambat dan sangat mudah dihadapi oleh petarung jarak dengan dengan kecepatan tinggi. Sementara Glace merupakan petarung jarak dekat dengan job class yang memiliki kecepatan tertinggi diantara yang lainnya yakni assassin.“Untuk mengimbangi kecepatannya, aku harus memusatkan semua statistic di kecepatan. Tapi itu malah akan membahayakan diriku jika dia berhasil mendaratkan serangannya,” pikir Satria seraya melompat mundur lagi setelah beradu serangan. Pisau dari dreamer’s weapon miliknya segera dia selipkan di pinggangnya, dia kemudian mengeluarkan dua pisau yang sudah di enchant dengan elemen petir.“Kelihatannya aku memang memerlukan bantuan saat ini,” gumam Satria sembari menggenggam erat pisaunya. Saat itu juga salamander dan sylph yang ada di dekat rekan rekannya kini mulai bergerak mend

  • Sang Dewa Game - SVSS1   Bab 237: Assassin Level 70 vs Assassin Level 100

    Satria dengan lihai meladeni setiap serangan yang dilakukan oleh kelelawar salju raksasa tersebut, pisau hitam yang dipegangnya tampak terus dia ayunkan dengan cepat meladeni setiap serangan dari kuku Glace de Rouge. Alexa dan yang lainnya memang tidak bisa melihat pergerakan cepat mereka secara langsung, namun jejak benturan serangan mereka masih tetap bisa mereka lihat dan dengar.“Kita harus cepat menghabisi setiap golem es yang ada di sini!” perintah Alexa. Saat itu juga rekan-rekannya yang lain segera bergegas menyerang semua golem es yang mendekat. Undead, archangel dan roh elemental yang dipanggil Satria juga ikut membantu setiap serangan yang mereka lakukan.Mereka tidak berani berjauhan sesuai arahan dari Satria, sebab mereka harus tetap saling melindungi dan jika dibutuhkan mereka akan segera melakukan serangan yang direncanakan oleh Satria. Lantai 70 Dungeon Luxurie seketika ramai oleh suara benturan hebat dan dentuman keras saat pert

  • Sang Dewa Game - SVSS1   Bab 236: Glace de Rouge

    “Tapi entah mengapa firasatku mengatakan jika aku akan menemukan jawabannya di dungeon ini. Terlebih setelah aku mendapatkan buku skill yang sebelumnya tidak pernah ada, aku yakin di dungeon ini menyimpan banyak jawaban dari pertanyaan yang belum bisa aku jawab selama ini,” gumam Satria sembari menggenggam erat senapan hitam di tangannya.“Sorcerer,” ucap Satria mengubah job classnya, saat itu juga senapan hitam di tangannya berubah bentuk menjadi tongkat sihir dengan Kristal hitam di atasnya.“Summon: undead king thunderia!”“Summon: undead king airia!”“Summon: undead king wateria!”“Summon: undead king fireia!”“Summon: undead king earthia!” ucap Satria menggunakan skill lima skill summon undead level 70 sekaligus.Seketika itu juga tujuh lapis lingkaran sihir muncul di sekitar tubuh Satria, aura hitam mulai

DMCA.com Protection Status