Share

Bab 35 CEO atau Pangeran

Penulis: Aku_Ram
last update Terakhir Diperbarui: 2025-03-02 08:30:23

Keramaian itu dipenuhi rasa penasaran yang membuncah. Ada yang merasakan kegembiraan, ada pula yang merasakan sebaliknya. Berita tentang pengangkatan CEO yang baru telah mencuri atensi mereka.

Antusiasme memenuhi atmosfer di depan gedung kantor Perusahaan Tanufood. Deretan mobil mewah baru saja melintasi gerbang. Masuk beriringan dengan laju yang perlahan melambat.

Mobil-mobil mewah itu berhenti dengan suara khas ban yang menghantam aspal. Bunyi klik dari pintu-pintu mobil terdengar bersahutan dan memuaskan. Mereka menahan napas menanti sang tokoh utama.

Para eksekutif peruahaan, satu persatu keluar dari kendaraan mereka. Lengkap dengan setelan rapi dan kesan mewah. Senyum mereka pun merekah kian lebar kala cahaya kilatan kamera memburu objek.

Gani dan Ivanka keluar dari mobil setelah para eksekutif. Pasangan itu tersenyum ramah kepada semua awak media dan karyawan perusahaan yang menyambut kedatangan CEO baru.

CEO yang namanya sudah menghiasi medi

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terkait

  • Pernikahan Dengan Sang Penguasa: Suamiku Bukan Petani Biasa   Bab 36 Sekretaris CEO

    Resmi menjabat sebagai CEO Tanufood, Angga memanfaat kesempatan itu untuk dekat dengan Leana. Ia akan memberikan gadis itu kejutan.“Seno, selama gue di sini. Lo urus Adecoagro. Tenang saja, selama pekerjaan lo double, gaji lo juga double,” ucap Angga menatap kursi kerja kakaknya. Entah sampai kapan ia harus duduk di kursi itu.“Baiklah. Meski mau menolak, lo tetep bakalan narik gue juga,” gumam Seno pasrah.Seno kemudian merebahkan tubuhnya di sofa. Ia belum sempat beristirahat sejak mengatur persiapan dan memastikan pelantikan Angga sebagai CEO berjalan lancar.Angga menekan interkom dan terhubung dengan sekretaris CEO. “Putra, ke ruangan saya sekarang!”Tak lama kemudian, laki-laki berkacamata dan bernampilan necis itu masuk. Sama seperti kebiasaan Seno, Putra juga ke mana-mana selalu membawa tablet di tangannya. Laki-laki itu kemudian menjelaskan beberapa hal yang Angga minta.Sesekali Putra melirik Seno yang sepertinya tertidur pulas. “Abaikan saja, Putra. Dia belum tidur sejak k

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-02
  • Pernikahan Dengan Sang Penguasa: Suamiku Bukan Petani Biasa   Bab 37 Dia Tak Mengingatku

    Angga dan Putra mulai berkeliling. Bukan hanya di ruangan staf divisi, tapi juga hingga ke bagian produksi. Banyak yang tak menyadari kedatangannya.Penampilannya hanya mengenakan setelan kerja tanpa jas. Di tubuhnya juga melekat id card karyawan, sehingga banyak yang tak menduga jika di ruangan mereka kedatangan CEO perusahaan. Terlebih wajah Angga dan Putra tertutupi masker.“Kau mengingat semua yang kukatakan?” tanya Angga saat mereka berada di dalam lift.“Iya, Pak. Untuk berjaga-jaga, saya juga menggunakan pena ini. Ini pena pemberian Pak Arta. Ada kamera dan perekam audionya,” jelas Putra sambil menujukkan benda di saku kemejanya.Kali ini mereka tiba di ruang laboratorium quality control. Angga merasa berdebar dan matanya mulai menjelajah mencari-cari keberadaan Leana. Ia harus ekstra jeli mengingat semua staf di ruangan ini menggunakan seragam khusus yang sama.“Mohon maaf, Pak. Anda harus mas

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-03
  • Pernikahan Dengan Sang Penguasa: Suamiku Bukan Petani Biasa   Bab 38 Mati Aku

    Apakah dirinya akan dipecat? Pertanyaan itu terus berputar di kepala Lea.Baru sepekan dirinya bekerja di Tanufood. Namun, Lea tak menyangka jika akan menyinggung perasaan atasannya. Ia hanya sedang berusaha bekerja dengan maksimal. Tetapi, ia justru malah ketiban sial.“Yang sabar ya, Lea,” hibur salah satu rekan kerjanya.“Makasih, Agni,” balas Lea berusaha tetap tersenyum.“Aku akan berdoa kau tidak akan dipecat. Jujur, aku suka kinerjamu yang cekatan. Kalau sampai itu terjadi, aku akan mengajukan protes,” puji staf senior.“Makasih, Bu Lina,” balas Lea terharu.Namun, yang namanya dunia kerja. Ada juga pihak yang senang, saat rekan kerjanya kena tegur sang atasan. Kehadiran Lea yang cukup disenangi para rekan kerja, membuatnya merasa iri.“Meski masuk Tanufood karena jalur rekomendasi salah satu petinggi perusahaan, kamu jangan sampai besar kepala dong, Lea. Lagian, bisa-bisany

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-04
  • Pernikahan Dengan Sang Penguasa: Suamiku Bukan Petani Biasa   Bab 39 Saya Suami Kamu

    Tatapan Lea beralih pada ukiran sebuah papan nama. “Anggara Dean Hartanuwiguna. CEO of Tanufood,” ucap Lea yang kembali menatap Angga.“Sudah ingat?” tanya Angga.“Ia, saya sudah ingat nama panjang Bapak,” jawab Lea.“Dan?” Sebelah alis Angga menukik tajam menanti ucapan Lea selanjutnya.“Saya tidak akan lupa nama atasan saya lagi, Pak,” balas Lea mengangguk sopan.Hingga detik ini, Lea pikir dirinya diminta untuk mengingat dengan baik nama atasannya. Perkara karena dirinya tidak tahu jika yang dihadangnya beberapa jam lalu, adalah CEO perusahaan tempatnya bekerja.Angga menatap lekat Lea. Istrinya itu terlihat lebih segar dan lebih cantik dari terakhir kali mereka bertemu di Tulungagung. Riasan wajahnya tipis dan tampak natural.Namun, polesan tipis itu juga menunjukkan jika Lea bukan seorang ABG lagi. Tidak seperti dugaan Angga dulu saat kepergok warga. Apalagi potongan dan

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-04
  • Pernikahan Dengan Sang Penguasa: Suamiku Bukan Petani Biasa   Bab 40 Suamiku Bukan Petani Biasa

    Lea mengigit jari jempolnya. Bus yang terjebak kemacetan sama sekali tidak mengusik Lea. Pikiran Lea sedang semrawut mengingat tutur bos perusahaannya.Kembali menerima kartu nama yang sama. Lea bergeming karena akhirnya ia menyadari jika Tanu dan Angga adalah orang yang sama. Papan nama di meja CEO itu tidak mungkin dicetak asal-asalan.Anggara Dean Hartanuwiguna“Lea, kenapa lo bisa sebego ini?” gumamnya bertanya pada diri sendiri.Bias cahaya di permukaan belakang kartu, samar-samar tertulis Adecoagro. Lea dulu mengira itu hanya pola atau motif pada kartu. Pantas saja Melati sering greget karena ulahnya.Lea menyentuh bibirnya. Teringat apa yang dilakukan suaminya karena dirinya berontak. Lea bukannya tidak paham, tapi ia merasa bingung dan takut disaat yang sama.Fase hidupnya dalam sebulan terakhir bagaikan efek dari tongkat sihir. Tiba-tiba makan di resto mewah dengan gaun yang lumayan mahal. Terlibat one n

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-05
  • Pernikahan Dengan Sang Penguasa: Suamiku Bukan Petani Biasa   Bab 41 Dia Sakit

    Kalau saja tadi pengasuh Keysa tidak menelpon dan mengabari bayi itu rewel, Angga pasti akan memaksa untuk mengantar pulang Lea. Namun, pria itu juga sadar jika keponakannya membutuhkannya.Begitu Angga tiba, ia langsung mandi. Teringat saat di perusahaan tadi, ia berkeliling ke sana kemari.“Keysa kenapa nangis, Sayang?” Angga menimang-nimang keponakannya sembari memberikan susu formula.Bagaikan bertemu pawangnya, Keysa berhenti menangis. Bayi empat bulan itu mulai anteng dan menuntaskan rasa laparnya. Seperti biasa, Angga akan duduk dan meletakkan Keysa di dadanya.Keponakannya itu akan cepat tertidur jika punggungnya diusap perlahan. Sementara Angga bisa menikmati waktu beristirahat sejenak sambil membuka tablet. Sore ini membaca laporan yang sudah disusun oleh Putra.“Papa mau bawa pulang Mama Lea ke sini. Keysa jangan rewel ya, kalau sama Mama Lea,” bisik Angga.“Ini kopinya Aden,” ucap Bi Tami.“Makasih, Bi,” balas Angga.“Non Keysa sudah pulas, Den. Mau dipindahkan sekarang?”

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-05
  • Pernikahan Dengan Sang Penguasa: Suamiku Bukan Petani Biasa   Bab 42 Dilaporkan

    Angga nyatanya tak mampu menghindari hal yang mengusik ketenangannya. Pria itu terus saja kepikiran soal Lea. Angga juga teringat pertama kali ia Seno yakin jika Lea adalah istrinya.“Apa kemarin aku terlalu berlebihan? Dia pasti syok sampai jatuh sakit,” gumam Angga teringat reaksi Lea kemarin.Pria itu merogoh ponselnya, tapi urung menghubungi. Angga meraih kunci motornya lalu mengetuk pintu kamar Bi Tami. Ia meminta wanita itu menjaga Keysa sampai ia pulang.Sepanjang perjalanan menuju ke apartemen tempat Lea tinggal, pikiran Angga mulai berkelana. Mengingat momen-momen dirinya bersama Lea. Begitu juga saat Seno memberikan bukti jika Lea benar-benar ditipu oleh tantenya sendiri.Flashback on“Lo sendiri yang bilang sama gue. Gadis yang lo nikahi, putri dari pemilik rumah yang pagarnya ada ornamen bunga matahari. Rumahnya yang tepat di depan kantor kelurahan desa. Rumah yang catnya warna abu putih. Rumah yang dekat mesjid di sana itu!” tutur Sena berapi-api.“Bukan sembarang mesjid,

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-06
  • Pernikahan Dengan Sang Penguasa: Suamiku Bukan Petani Biasa   Bab 43 Bukan Petani Biasa

    Suapan demi suapan masuk ke dalam mulut Lea. Melati sendiri sibuk menolak panggilan telpon yang sejak tadi membuat ponselnya menyala. Benda itu sudah seperti lampu lalu lintas yang tak berhenti bekerja. Kalau bukan panggilan telpon, maka notifikasi pesan yang masuk.Sembari menikmati supnya, Lea pun bercerita dengan apa yang terjadi di kantor. Kejadian yang membuat kepalanya hampir meledak.Dengan sabar Melati menyimak. Sebagai sahabat Lea, ia tentu hawatir memikirkan nasib Lea di Tanufood. Padahal, sahabatnya itu baru saja diterima kerja.Alasan lain yang membuat Melati pusing adalah rencana balas dendamnya pada Tari. Bagaimana jika Lea dipecat sebelum ia berhasil memberikan pelajaran pada Heru dan selingkuhannya itu?“Lo diminta ke ruangannya? Ke ruang CEO? Sendirian?” tanya Melati melongo.Lea mengangguk sendu. “Terus? Lo dimaki-maki? Lo diancam mau dipecat?”Lea berpikir sejenak dan mencoba mengingat apa yang atasan sekaligus suaminya itu lakukan padanya. Angga sama sekali tidak pe

    Terakhir Diperbarui : 2025-03-08

Bab terbaru

  • Pernikahan Dengan Sang Penguasa: Suamiku Bukan Petani Biasa   Bab 62 Sudah Punya Pilihan

    Ivanka dengan raut wajah tegas, menghampiri putranya yang duduk di pean klinik. Kini saatnya ia menagih penjelasan pada putranya. Ivanka sadar jika berita viral ini bisa ia manfaatkan untuk meminta Angga segera menikah.Lebih dari itu, ia cukup mengenal keluarga Darmawan. Vina atau Vivian Natisya Darmawan. Putri keluarga itu adalah salah seorang model terkenal yang berkecimpung dalam industri pemasaran sandang.Setahun belakangan Vina memang jarang muncul di media. Kabar yang terdengar jika gadis cantik itu dilamar seorang pengusaha kaya asal negri tetangga. Kemudian beredar kabar di beberapa koleganya jika Vina kabur dari acara pertunangan.“Angga, sekarang jelasin sama bunda!” pinta Ivanka sambil menyilang kedua lengan di depan perutnya. Keangkuhannya tak pernah surut.“Jelasin apa?” balas Angga yang sama sekali tidak mengalihkan tatapannya dari ponselnya.“Ya jelasin yang tadi? Kenapa kamu ada di apartemennya Seno s

  • Pernikahan Dengan Sang Penguasa: Suamiku Bukan Petani Biasa   Bab 61 Berita Viral

    Sebelum pulang, Seno meminta tolong Angga agar mampir ke lantai apartemennya un tuk mengambil berkas Adecoagro. Berkas yang diurusnya bulan lalu, masih ada di meja kerja dalam apartemennya. Seno baru saja selesai mandi saat Bi Tami meminta tolong Seno menjaga Keysa karena wanita itu butuh untuk membeli beberapa bahan masakan di minimarket dekat apartmen.Baru saja Angga memasuki area parkir basemen apartmen. Lea membalas pesannya. Istrinya bersedia bertemu besok.Angga menekan sandi pintu apartemen Seno. Begitu ia masuk, ia heran melihat tumpahan air di atas meja. Seketika ia ingat jika di apartmen Seno ada seseorang yang tinggal. Gadis yang tidak sengaja diserempet oleh Seno. “Permisi, Nona. Saya datang untuk mengambil sesuatu di kamar Seno,” ucap Angga.Hening. Tak ada sahutan.Angga mengernyit heran saat menyadari pendingin ruangan yang masih aktif. Samar tercium aroma makanan yang mirip mie instan. Karena penasaran, Angga menghubungi Seno.“Halo, kenapa? Berkasnya di meja kerja,

  • Pernikahan Dengan Sang Penguasa: Suamiku Bukan Petani Biasa   Bab 60 Cincin Kawin

    Kesibukan kantor pada umumnya akan digambarkan dengan tumpukan berkas, dering telpon atau perangkat lainnya. Meski bekerja dan menjadi bagian dari perusahaan besar, suasana tampak berbeda di ruang quality control. Aroma mulai menguar dari makanan yang manis dan gurih dengan sentuhan rasa pedas. Pagi tadi, para staf quality control memang sedang melakukan uji coba produk jajanan baru dengan berbahan kentang.Meski suasana masih riuh rendah, tapi tampak dua di antaranya sedang duduk tenang di hadapan mikroskop. Berusaha fokus memastikan agar bahan produk uji coba ini tidak terdapat kontaminan mikroba. Apalagi bahan atau benda asing yang ukurannya sulit dilihat dengan mata secara langsung.Tiba-tiba pintu ruangan bergeser. Sang ketua tim melangkah masuk dengan membawa berkas penilaian uji coba. Di tengah ruangan, di atas sebuah meja berjejeran makanan hasil uji coba produk baru dari bahan kentang.Dengan tenang, ketua tim mengitari meja. Mencicipi satu persatu varian yang dibuat. Kemudia

  • Pernikahan Dengan Sang Penguasa: Suamiku Bukan Petani Biasa   Bab 59 Nyaris Dipecat

    Melati, sahabat Lea yang mengetahui satu fakta dari aib perselingkuhan Heru dan Tari. Ternyata selama ini, sebagian uang kerja keras Lea habis digunakan Heru untuk memanjakan Tari.Melati masih menyimpan kesal. Meski Heru sudah mengganti separuhnya, tetap saja Melati masih belum puas. Karena itulah, Melati sengaja memviralkan wajah Tari sebagai orang ketiga.Dikarena berita itu, Tari nyaris dipecat dari pekerjaannya. Beruntung ada Heru yang menyogok HRD agar Tari tidak dipecat. Sebagai gantinya, Tari dimutasi ke kantor cabang yang ada di Malang. Ibunya, Sonia, malah meminta Tari meninggalkan Heru, kemudian mencari pria kaya lainnya. Dengan kecantikan dan tubuh putrinya, Sonia yakin jika putrinya bisa menjerat pria kaya raya agar mau menikahinya.Sudah dua pekan ibu dan anak itu pindah ke Malang. Sejak saat itu pula Tari mudah emosi. Apalagi saat Heru tidak langsung menjawab telpon atau membalas pesannya.Wanita takut keadaan akan berbalik. S

  • Pernikahan Dengan Sang Penguasa: Suamiku Bukan Petani Biasa   Bab 58 Calon Pebinor

    Seno tiba-tiba menghentikan langkahnya. Hal itu turut membuat Angga berhenti. Kemudian mengikuti arah pandang Seno.Di depan ruangan staf quality control, tampak seorang pria yang sudah tidak asing bagi keduanya. Dari tempat mereka berdiri, suara pria itu masih terdengar jelas.Mata Angga seketika membebelak mendengar pria itu datang mencari Lea. Istrinya.Disaat yang sama, Seno melirik Angga. Sahabat sekaligus atasannya itu seperti gunung berapi yang sudah siap meledak. Bahkan, Angga membawa langkahnya berbelok menghampiri sepupunya itu.“Eh, ada Dokter Juna. Selamat sore, Dok!” sapa Lea dengan ramah.Deg!Angga tertegun melihat senyum manis istrinya ditujukan pada sepupunya. Lain halnya dengan Seno yang justru cukup menikmati suasana. Ingin sekali rasanya ia meledek Angga habis-habisan! Sok jaim tapi cemburuan.“Gimana? Udah kelar kerjaan kamu? Saya mau tepatin janji sama kamu, Lea,” kata Juna.Lea mengernyit bingung

  • Pernikahan Dengan Sang Penguasa: Suamiku Bukan Petani Biasa   Bab 57 Kejujuran Angga

    Angga menghubungi Bi Tami sebelum ia pulang. Ia bertanya apakah ada sesuatu yang Keysa dan wanita itu butuhkan. Angga bisa sekalian mampir membelikannya. Namun, Seno memberi isyarat jika hal itu akan jadi urusannya.“Antar dulu istri lo pulang. Dia masih syok ngira lo tulang selingkuh, duda tapi single, sama duda punya anak,” goda Seno lagi.Angga berdecak kesal lalu menarik Lea ke dalam pelukannya. “Nggak ada wanita lain. Kamu yang pertama, terakhir dan satu-satunya,” bisik Angga sambil mengusap punggung Lea.“Nggak usah pamer di depan gue, Ga!” ketus Seno yang tengah membereskan berkas-berkas tadi. Termasuk berkas yang basah karena terkena tumpahan air yang Lea siramkan pada Angga.Setelah Seno pulang lebih dulu, Angga menarik Lea duduk di sofa. Ia tunjukkan foto-fotonya bersama Keysa. Begitu juga dengan kejadian awal di mana keponakannya dilahirkan dalam kondisi prematur.“Aku minta maaf dengan

  • Pernikahan Dengan Sang Penguasa: Suamiku Bukan Petani Biasa   Bab 56 Dia Sahabat Suamiku

    “Iya, namanya Keysa. Bukan Pak Putra yang bilang, tapi Dokter Juna,” jawab Lea yang masih enggan menatap Angga.Tiba-tiba terdengar suara tawa seseorang. Lea dan Angga tersentak kaget. Hampir saja Lea jatuh dari pangkuan suaminya.Seno yang berada di balik pintu kamar pribadi itu tidak bisa mengendalikan tawanya. Ia sama sekali tidak menyesal sudah menguping obrolan pasangan aneh yang satu ini.Putra dan Juna sudah sukses membuat Lea salah paham. Entah bagaimana reaksi Lea saat tahu jika Keysa adalah keponakan suaminya atau bisa disebut keponakannya juga. Bukankah Lea sudah resmi jadi istri Angga?“Diem lo!” tegur Angga.“Sorry, Ga. Istri lo lucu banget soalnya,” ucap Seno beranjak keluar.Pria itu mengambil tempat di depan Angga dan Lea yang duduk di sofa tunggal. Tatapan Seno beralih pada botol air kemasan mineral di meja. Kemudian beralih menatap pakaian pasangan itu yang sama-sama basah.

  • Pernikahan Dengan Sang Penguasa: Suamiku Bukan Petani Biasa   Bab 55 Mengaku Cemburu

    Lea menarik napas panjang saat mendapat pesan balasan dari Angga. Pria itu setuju bertemu sore nanti. Lea sendiri setuju untuk menemui Angga di ruangannya.Tersisa waktu sejam lagi jam pulang kantor. Lea lekas menyelesaikan sisa pekerjaannya. Dengan begitu, ia juga bisa tenang menyelesaikan masalah lainnya.Sementara di ruang CEO, Angga tersenyum lebar. Ini pertama kalinya Lea berinisiatif mengirimkan pesan lebih dulu. Biasanya, harus dirinya yang bertidak lebih awal.“Gimana sama cewek yang lo serempet? Lo yakin dia bukan mata-mata perusahaan lain yang mencoba deketin lo?” tanya Angga pada Seno yang sedang menikmati secangkir kopi hangat.Seno menggeleng lalu berkata, “Nggak tahu gue. Makanya gue bawa dia sementara ke apartemen gue.”“Lo udah gila? Sejak kapan lo bawa cewek masuk ke apartemen?” tanya Angga heran.“Dia nggak minta ganti rugi sama gue. Tadinya gue kira dia bakalan minta duit.”“Tapi?”“Dia minta gue cariin kost atau kontrakan sementara. Katanya dia kabur dari perjodoha

  • Pernikahan Dengan Sang Penguasa: Suamiku Bukan Petani Biasa   Bab 54 Gadis Cantik

    Seno menghela lega saat dokter menyampaikan gadis yang tak sengaja terserempet mobilnya baik-baik saja. Hanya luka lecet di lutut dan siku. Tak ada benturan fatal.“Ampun deh, ini Papanya Keysa ngapain nelpon gue kayak penagih utang aja?” gumam Seno saat melihat puluhan panggilan tak terjawab dari Angga.Setelah membaca pesan dari sahabat sekaligus bosnya itu, Seno terkekeh. Ternyata Angga yang gengsian ini posesifnya level mercon.Setelah menemani Keysa imunisasi, Seno mengantar Angga ke perusahaan. Gadis kecil itu rewel dan tidak mau lepas dari Angga. Bi Tami sampai menyerah karena setiap kali ia dan wanita itu menyentuh Keysa, maka anak itu akan menangis.Sekitar sejam kemudian, gadis itu siuman. Seno meminta maaf dan berjanji akan bertangung jawab. Ia akan menanggung semua biaya pengobatan dan mengantarkannya pulang.“Kamu beneran merasa bersalah udah serempet aku?” tanya gadis cantik itu. Tatapannya menelisik Seno. Pria di samping brankar itu tidak mengenali siapa dirinya. Mungki

Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status