"Kembalikan padaku!"Naomi langsung berdiri untuk merebut kertas di tangan Richard, tapi Richard malah mengambil gelas anggur sambil duduk di sofa untuk membaca.Naomi karena kakinya terluka, kalau dia mau merebut karangan itu, dia harus menghampiri Richard dulu.Terakhir, Naomi langsung duduk dan tidak memedulikan Richard lagi.Richard malah membaca karangan yang ditulis Naomi dengan serius, bahkan membaca sambil tersenyum.Melihat senyuman di wajahnya Richard, Naomi merasa kalau Richard sedang mengejeknya.Naomi berkata, "Aku hanya sembarangan tulis saja, kenapa kamu senang sekali?""Siapa yang mengajarimu kata-kata seperti ini? Dosen kalian?"Richard menatap Naomi dengan penasaran.Naomi berkata, "Nggak! Itu hanya hasil pikiranku, aku hanya menulis sesuka hatiku saja."Naomi langsung merasa panik setelah ditanya oleh Richard. Kali ini, dia langsung berdiri dan menghampiri Richard untuk merebut kembali kertasnya.Richard membiarkan Naomi merebut karangan tentang teori ekonomi. Dia be
Sejak masuk ke Universitas Chandala, Naomi hanya fokus pada Owen dan semakin tidak peduli terhadap pendidikan.Naomi bahkan tidak tahu sejauh mana tingkat profesionalnya.Naomi hanya ingat kalau Rochelle sangat sempurna, maka itu Owen menyukainya.Akan tetapi, Naomi yang meniru Rochelle, ternyata bukanlah apa pun.Richard melihat jelas perasaan Naomi yang sangat meremehkan dirinya sendiri.Richard berkata, "Tulisanmu sudah lumayan bagus. Ke depannya, kamu lanjut berlatih terus. Malam ini kamu tinggal di sini saja, nggak usah pulang dulu.""Tunggu!"Naomi tiba-tiba bertanya, "Apa maksudnya aku nggak usah pulang? Kamu menyuruhku tinggal di sini?"Naomi bertanya dengan tidak percaya."Kenapa?"Richard bertanya dengan nada santai, dia melihat ke arah jam tangan, lalu berkata, "Nona Naomi, lihat sekarang sudah jam berapa? Sekarang nggak ada yang bisa mengantarmu pulang.""Aku bisa pulang sendiri.""Dilarang memesan taksi di depan rumahku."Naomi mengerutkan alisnya dan bertanya, "Peraturan
Tengah malam, lampu di ruang kerja masih menyala.Suwandi susah tidur di malam ini. Ketika dia keluar dari kamarnya, dia melihat cahaya dari lampu di ruang kerja.Suwandi mengetuk pintu dan membuka pintu ruang kerja.Dia melihat Richard sendirian berbaring di atas sofa dan kertas yang berserakan di lantai. Richard terlihat sedang memegang selembar kertas sambil tersenyum lebar."Wah! Kenapa kamu tidur di sini?"Suwandi berjalan masuk dengan membawa dua gelas wiski, segelas untuk Richard, segelas untuk dirinya.Richard meminum seteguk, lalu berkata, "Kamarku dipakai orang lain.""Orang lain? Siapa? James?"Richard tidak menjawabnya.Suwandi mencoba bertanya, "Kamu kasih ... Naomi?""Ya."Suwandi sangat terkejut."Kamu kasih kamarmu ke Naomi? Bukankah kamu nggak suka kotor? Nggak mengizinkan siapa pun untuk tidur di kamarmu? Aku saja nggak pernah masuk," tanya Suwandi.Richard tidak menjawab apa pun menghadapi keraguannya Suwandi.Richard memang sangat benci dengan kekotoran.Dia bahkan
Setelah mengatakannya, Suwandi meletakkan gelasnya. Dia berdiri dan berkata, "Semoga kamu mimpi indah malam ini, selamat malam."Suwandi meninggalkan ruang kerja, dia juga tidak lupa untuk menutup pintu ruang kerja Richard.Melihat gelas yang masih berisi setengah penuh dengan anggur, Richard mengangkat gelas itu dan langsung menghabiskannya.Sekarang sekitar jam 12 malam.Dylan sudah menyelesaikan semua pekerjaannya. Melihat Owen yang duduk di ruang VIP sambil memeriksa ponselnya setiap waktu, Dylan bertanya dengan penasaran, "Kamu malam ini melamun terus. Apa yang terjadi?"Saat Owen sadar, dia langsung meletakkan ponselnya dengan rasa kesal.Dylan tahu kalau Owen bukan orang yang tidak serius dalam pekerjaan. Dia pun langsung menebak kalau kondisi Owen malam ini berhubungan dengan Naomi."Karena Nona Naomi lagi?"Melihat Owen tidak menjawabnya, Dylan tahu kalau tebakannya benar.Ternyata memang karena Naomi.Owen yang dulu, tidak pernah seperti ini."Mari kutebak, apa karena Nona Na
Owen terdiam mendengar penjelasan Dylan.Dylan berkata, "Owen, ngaku saja, deh. Kamu pasti sudah jatuh cinta pada Nona Naomi. Kamu jatuh cinta tanpa menyadarinya, itulah sebabnya kamu terlihat nggak fokus.""Sudahlah."Owen berdiri dan berkata dengan cuek, "Ke depannya jangan ungkit masalah ini lagi."Setelah mengatakannya, Owen berkata kepada Heri yang berada di depan pintu, "Heri, ayo pulang.""Baik, Pak Owen."Heri membawa Owen berjalan ke luar klub malam.Dylan hanya menggelengkan kepalanya melihat bayangan Owen.Di luar klub malam.Owen sudah masuk ke dalam mobil.Heri berkata, "Pak Owen, kita langsung pulang atau ....""Ke apartemen Naomi."Heri bertanya dengan kebingungan, "Ke apartemennya Nona Naomi? Tapi Pak Owen, sekarang sudah sangat larut malam, bukankah ...."Nggak cocok?Heri tidak berani mengatakannya.Owen terdiam cukup lama, dia berkata, "Apakah kamu juga merasa aku menyukai Naomi?""Itu ...."Heri tidak berani mengatakannya.Bukankah seharusnya Owen yang tahu dia meny
Tengah malam, Naomi terbangun karena mimpi buruk.Naomi mimpi dirinya diculik ke kapal itu lagi.Bau laut yang asin, serta penculik yang menahannya di lantai sambil menyiksanya.Saat Naomi membuka mata, seluruh tubuhnya sudah basah karena keringat dingin.Rasa itu sungguh tidak nyaman.Semua kejadian itu seakan-akan terjadi sekali lagi.Saat menyadari semua ini hanya mimpi, Naomi mengucek matanya dengan kelelahan.Lampu kamar tiba-tiba menyala.Naomi segera mendongak dan bertanya, "Siapa?!"Richard berdiri di depan pintu.Ketika Naomi melihat jelas wajah Richard, dia merasa lega dan berkata, "Kenapa kamu tengah malam berdiri di depan pintu kamar orang? Kamu mengejutkanku saja!""Ternyata kamu penakut, ya. Kenapa kamu berteriak?""Aku berteriak? Apa yang kukatakan?""Aku di sebelah dengar sangat jelas ada yang berteriak ... tolong aku."Naomi langsung tercengang!Jangan-jangan tadi aku nggak cuman mimpi? Bahkan mengigau?'Naomi tiba-tiba merasa sedikit bahaya setelah memikirkannya. Dia
Setelah mengatakannya, Richard mengambil kembali gelas birnya."Bir ini sangat keras, seharusnya satu gelas saja sudah cukup. Besok mungkin kepalamu akan sedikit sakit.""Betul juga, aku sekarang memang merasa sedikit pusing."Naomi bersandar di sofa dan berkata, "Kalau campur dengan sedikit jus mungkin akan lebih lezat. Tapi ... seingatku Pak Suwandi bilang aku nggak boleh minum bir.""Minum sedikit bisa membantu kualitas tidurmu.""Betul juga."Naomi selama ini tidak tahu apa manfaat dari minum bir. Saat efek alkohol mulai menyebar, Naomi tiba-tiba berkata, "Apa kamu mendekatiku karena sesuatu?"....Ketika menyadari Naomi terus menatapnya, Richard pun tahu kalau Naomi sudah mabuk.Toleransi Naomi minum bir jauh lebih buruk dari yang dibayangkan Richard.Naomi berdiri dan merebut gelas di tangan Richard.Richard yang lengha, gelas birnya langsung diambil oleh Naomi.Naomi lanjut menuangkan segelas, lalu mendongak dan menghabiskannya.Kali ini, Naomi berserdawa karena alkohol, lalu pe
"Siapa suruh kamu menyuruhku minum bir?! Ayahku bilang perempuan nggak boleh minum terlalu banyak bir! Kamu memang orang jahat!"....Richard memijat keningnya.Richard mengaku kalau cara membuat Naomi tidur dengan alkohol sangat gagal.Pada akhirnya, Richard langsung mengaku kepada Naomi, dia berkata, "Aku memang orang jahat, jadi apa yang kamu inginkan sekarang?"Naomi menyeka hidungnya, berkata, "Kamu ... kamu harus minta maaf padaku."...."Selain itu, jangan memaksaku untuk berdiri di pihakmu! Aku nggak mau cepat mati!"....Richard melihat Naomi di hadapannya yang sedang berbicara dengan tidak logis.Melihat Naomi menangis semakin keras, Richard pun mengalah dan berkata, "Ya, aku minta maaf.""Nggak tulus!""Bagaimana baru termasuk tulus?!""Buat kontrak! Jelaskan kalau kamu nggak akan menindasku, nggak akan melibatkan diriku denganmu!""Apakah lebih baik kalau tambahkan kompensasi?""Ya!""Kamu nggak mabuk sama sekali!"Richard langsung berdiri dan tidak mau memedulikan Naomi ya
Semua tamu yang hadir menyaksikan semua ini.Sebelumnya semua orang tahu kalau Owen sangat benci Naomi, tapi kali ini dia terlihat sangat memedulikan Naomi.Melihat reaksi dari tamu-tamu di sekitar, Naomi seakan-akan sudah menduganya. Dia menarik kembali tangannya dan berkata, "Terima kasih atas bantuannya Pak Owen."Owen langsung menyadari kalau Naomi sedang memanfaatkannya.Dari perlakuan Grup Pandawa terhadap Grup Irawan sebelumnya, semua orang mengira hubungan kedua keluarga sangat buruk. Maka itu, selama beberapa waktu ini jarang ada mitra kerja sama yang mencari Grup Irawan. Setelah kali ini mereka melihat kedekatan hubungan Owen dan Naomi, mungkin akan ada banyak orang yang datang ke Grup Irawan."Naomi, kamu memanfaatkanku?"Dulu Owen tidak tahu kalau Naomi begitu licik.Dia mengira Naomi adalah wanita polos yang tidak tahu apa pun. Sekarang sepertinya Owen lah yang paling bodoh."Bukankah Pak Owen bilang saling memanfaatkan itu nggak merugikan kita."Naomi dengan santai menaik
Naomi juga tidak menolaknya, karena berjalan bersama Owen akan menguntungkan Keluarga Irawan di mata orang luar."Pak Owen, nggak kusangka hanya dengan satu kalimat Nyonya Rani saja bisa membuatmu menurunkan harga diri untuk menemuiku."Nada bicara Naomi terdengar penuh dengan penghinaan.Bahkan terdengar rasa kebencian terhadap Owen.Ini adalah perlakuan Owen terhadap Naomi dulu.Hanya saja sekarang posisinya sudah berubah."Naomi, menurutmu apa Nenek menyukaimu adalah sebuah hal yang bagus?Semua orang mengerti maksud Rani, jadi Owen tidak percaya kalau Naomi tidak mengerti.Dia terus menatap Naomi.Hari ini Naomi mengenakan gaun panjang berwarna emas, dengan riasan yang sangat elegan hingga terlihat sangat megah.Owen mengerutkan alisnya ketika melihat dari samping.Pada saat ini, wajah Naomi bersatu dengan wajah Santi yang ada di pikirannya.Owen tiba-tiba berhenti dan menahan badannya Naomi.Gerakan ini sangat tiba-tiba. Naomi mengerutkan alisnya dan berkata, "Pak Owen, di sini ad
....Orang-orang di sekeliling mulai membicarakannya.Mereka semua penasaran kenapa Naomi bisa diundang ke perjamuan malam Kediaman Pandawa.Di dalam Hotel Hamerton, Heri mengetuk pintu ruang istirahat lantai dua."Pak Owen, semua tamu sudah hadir. Saatnya kita ke bawah.""Oke."Owen memijat keningnya, sekarang asalkan dia memejamkan matanya, dia selalu kepikiran dengan kata-kata Naomi pagi ini.Kalau bukan karena Rani bersikeras mau mengadakan perjamuan malam seperti ini, Owen juga tidak ingin bertemu dengan Naomi.Di bawah.Kemunculan Naomi langsung menjadi pusat perhatian semua orang.Alasannya bukan karena betapa megah pakaiannya malam ini, melainkan karena dia adalah satu-satunya pewaris Keluarga Irawan. Siapa pun yang menikahi Naomi, maka orang itu akan mendapatkan semua warisannya.Kalau ada sesuatu yang terjadi pada Naomi, maka semua harta kekayaannya akan menjadi milik suaminya.Maka itu, semua tatapan tamu pria tertuju pada Naomi."Naomi, cepat kemari. Datanglah pada nenek."
Owen mengerti maksud dari Rani.Kalau sebelumnya Owen tunangan dengan Naomi hanya karena kecocokan status saja, sekarang bertunangan dengan Naomi sama dengan mendapatkan seluruh Keluarga Irawan.Di saat ini, Owen teringat kembali pembicaraannya dengan Naomi pagi ini.Rasa harga diri seorang pria kembali melanda dengan kuat."Nenek, kamu nggak perlu mengurus masalah ini lagi. Kami sudah membatalkan pertunangan, aku nggak mungkin menikahinya lagi."Owen langsung naik ke atas setelah mengatakannya.Rani tahu jelas sifat dari cucunya ini, ekspresinya pun menjadi sangat buruk.Kalau Owen tidak sanggup menurunkan egoisnya, maka biarkan Rani sebagai neneknya yang menyiapkan semua ini.Keesokan hari, berita Sarah dipenjara dan Michael diusir langsung tersebar di mana-mana.Naomi sebagai satu-satunya pewaris Keluarga Irawan, kali ini dia secara sah menjadi pewaris Keluarga Irawan.Urusan di kampus akhirnya berakhir. Saat ini, Naomi sedang duduk di dalam kantor Grup Irawan.Dian berkata, "Nona N
"Nona Angel, silakan ikut denganku.""Nggak! Pak Owen, aku tahu kamu adalah orang terbaik di dunia ini. Tolong bantulah bibiku, apalagi dulu kalian pernah berhubungan dekat.""Sepertinya aku pernah suruh kamu jangan muncul di rumahku."Tatapan Owen sangat dingin. Dia melirik Angel sekilas saja, sudah membuat Angel merinding.Rochelle sudah mencari Owen beberapa hari lalu dan memberitahunya rumor tentang Owen dan Angel yang sedang beredar di kampus.Owen tahu kalau itu hanyalah taktik dunia wanita, dia hanya malas untuk ikut campur dalam hal itu.Lagi pula, Angel sama sekali tidak ada hubungan dengan Owen. Orang yang pintar pasti tahu, dengan status mereka berdua yang berbeda jauh, mereka tidak mungkin bisa bersama.Rumor itu hanya dibuat-buat oleh Angel.Owen tidak menyukai, bahkan sangat benci wanita yang licik seperti ini.Angel masih belum tahu kalau Owen tahu semua yang dilakukannya. Angel berkata, "Masalah Bibi juga masalahnya Keluarga Irawan. Apakah Pak Owen benar-benar nggak mau
"Sekarang, aku beri tahu kamu, kamu bukanlah pewaris Keluarga Irawan, kamu juga bukan putra dari ayahku. Dari segi hukum, kamu dan ibumu sama sekali nggak ada hubungannya dengan Keluarga Irawan. Terimalah kenyataan ini, Tuan Muda Michael."Kata terakhir Naomi dipenuhi dengan penghinaan.Di kehidupan sebelumnya, Naomi dengan baik hati menyerahkan perusahaan kepada Sarah dan Michael, tapi mereka malah membuat perusahaannya bangkrut dalam waktu tiga tahun.Saat itu, Sarah bahkan kabur bersama Michael dan Sunardi.Kali ini, Naomi tidak akan membiarkan Sarah dan Michael punya hubungan setitik pun dengan Grup Irawan lagi."Bawa dia keluar."Nada bicara Naomi sangat dingin.Pengawal Keluarga Irawan segera menarik Michael berjalan ke arah pintu Kediaman Irawan.Michael memakai sandal jepit, dia dikeluarkan dari Kediaman Irawan dengan kondisi mengenaskan dan tidak ada kesempatan untuk melakukan perlawanan."Bereskan semua barang-barang Sarah dan Michael, lalu buang semuanya.""Baik, Nona Naomi.
Menjelang sore hari, Michael masih menunggu di rumah, dia masih belum mendapat telepon balik dari Naomi.Saat Michael melihat mobil Grup Irawan masuk ke halaman Kediaman Irawan, dia langsung berlari keluar.Naomi baru saja turun dari mobil, Michael langsung memarahinya, "Kenapa kamu nggak angkat teleponku? Apa kamu tahu apa yang terjadi di rumah? Cepat ikut denganku ke rumah sakit untuk membebaskan ibu!"Michael mengatakan dengan nada perintah. Dia bahkan menarik lengan Naomi untuk pergi ke kantor polisi.Siapa sangka kalau Naomi malah langsung mendorong Michael.Michael sangat terkejut ketika didorong Naomi, dia menatapnya dan berkata, "Naomi! Apa kamu sudah gila? Beraninya kamu mendorongku?!"Michael selalu bersikap arogan di Kediaman Irawan.Dia tidak menyangka kalau Naomi berani mendorongnya.Ketika Michael mau memukul Naomi, Dian langsung berdiri di depan Naomi. Hanya dengan satu tarikan saja, Michael sudah kehilangan kemampuan untuk melawan."Dian! Kenapa kamu juga ikut menjadi g
Melihat semua harta-harta ini, rentenir itu menganggukkan kepala dengan puas, kemudian bersama anak buahnya meninggalkan Kediaman Irawan.Sarah jatuh terduduk dengan pasrah. Dia tidak menyangka semua hartanya dan Michael langsung menghilang semuanya hanya karena pinjam uang dari rentenir.Di saat ini.Naomi di kantor Grup Irawan mendapat telepon dari rentenir."Nona Naomi, kami sudah menangani semuanya. Sekarang hanya menunggu semua barang-barang itu dijual menjadi uang.""Oke, terima kasih.""Sama-sama. Kami hanya menjalani perintah dari Pak Richard."Naomi hanya tersenyum saja. Semua ini memang berkat Richard.Kalau bukan karena Richard, Naomi tidak mungkin bisa begitu gampang mendapatkan semua harta Sarah dan Michael.Semua ini adalah milik ayahnya.Setelah panggilan diakhiri, Naomi mendongak menatap Dian, dia berkata, "Sudah beres. Ayo kita mulai.""Baik, Nona Naomi."Dian segera menghubungi kantor polisi.Di dalam Kediaman Irawan, Sarah dan Michael belum sempat bernapas dengan san
"Bibi, kenapa mendadak sekali? Apa yang terjadi?"Sarah tidak akan memberi tahu Naomi kalau dia pinjam uang dari rentenir.Keluarga Irawan melarang anggota keluarga mereka menyentuh hal yang berkaitan dengan rentenir.Kalau hal ini disebarkan, maka Sarah akan malu seumur hidup, bahkan mungkin diusir oleh Naomi dari Kediaman Irawan.Naomi sejak awal sudah tahu kalau Sarah tidak berani memberitahunya, jadi Naomi hanya tersenyum dan berkata, "Aku akan kirimkan kontraknya ke ponselmu. Kamu hanya perlu tanda tangan saja, maka kontrak itu langsung berlaku. Aku akan menyuruh bagian keuangan mengirimkan uang untukmu, tapi ini juga menandakan kalau Bibi dan Michael sudah melepaskan semua harta dari ayahku."Menghadapi kedua orang yang sangat menakutkan di depan mata, Sarah tentu saja langsung berkata, "Oke! Aku akan tanda tangan!"Sarah dengan cepat mendapatkan kontrak yang dikirimkan Naomi.Sarah langsung menandatangani kontrak itu tanpa membaca isinya dengan jelas.Sesaat kemudian, ponsel Sar